SCENE 1
EXT. GERBANG SEKOLAH. PAGI 1
Satu siswa laki-laki (penuntun) masuk dari gerbang sekolah. Melewati lapangan dengan suasana
ramai aktivitas sekolah (murid yang dihukum di tiang bendera, murid yang olahraga, suasana
guru di kantor, dan murid menyapu). Siswa laki-laki (penuntun) berjalan menuju beberapa
tempat. Perjalanan pertama terlihat suasana ribut dan tergesa-gesa di dalam kelas. Murid-murid
sedang membuat pr dan mencontek. Satu siswa terlihat keluar kelas memantau guru yang masuk.
SCENE 2
INT. KELAS. PAGI 2
Siswa laki-laki (penuntun) lanjut berjalan ke tempat kedua. Terlihat 3 siswa perempuan
menyalami seorang guru. Menawarkan bantuan dan membawakan tas/buku guru yang hendak
masuk ke kelas. Setelah itu mereka masuk ke kelas bersama guru tersebut dengan murid yang
sudah siap di dalamnya.
SCENE 3
INT. KELAS. PAGI
Siswa laki-laki (penuntun) masuk ke satu kelas yang berbeda/kelasnya.
Cut
Bel sekolah berbunyi, siswa laki-laki (penuntun) keluar dari kelasnya menuju lapangan yang
ramai. Tiba-tiba suasana menjadi berubah. Lapangan kosong dan tidak ada aktivitas sekolah.
Cut
SCENE 4
EXT. LAPANGAN SEKOLAH. SIANG
Datang dari beberapa sisi murid suporteran dengan diiringi drum di depannya. Membuat formasi
angka 19.
Cut
Angka 19 terbentuk. Smoke boom menyebar.
SCENE 5
EXT. LAPANGAN SEKOLAH. SORE
Damkar masuk. Siram-siraman. Suasana seru dengan beberapa playlist.
Cut
SCENE 6
EXT. LAPANGAN. MALAM
Satu siswa memegang flare dari mati ke hidup. Berjalan menuju kursi tingkat yang sudah siap
namun tidak terlihat. Duduk mengangkat flash di sambung dengan flash yang hidup seangkatan.
Bernyanyi dengan playlist memorable (sedih) sambil mengayun ayun tangan.
Cut
Flash hilang perlahan-lahan. Dari kedua sisi samping. Sampai menyisahkan satu flash. Flash
terakhir hilang.
END