4.4.
SOP Sebelum Dan Sesudah
Sederhananya, SOP berfungsi sebagai pengatur agar semua hal berjalan dengan benar
dan efektif. Dalam perusahaan, tanpa adanya SOP sebagai acuan, sudah bisa dipastikan akan
terjadi ketidakjelasan mengenai kewenangan kerja seluruh karyawan, para staf menjadi tidak bisa
mandiri, standar kerja yang tidak teratur, sulit melakukan evaluasi kerja, perusahaan juga akan
berjalan dengan pedoman baku sehingga keefektifan kerja menjadi menurun.
Room attendant adalah posisi di dalam departemen housekeeping yang bertanggung
jawab dalam kebersihan kamar dan memperhatikan kerapihan dan kelengkapan kamar sebelum
di gunakan oleh tamu hotel. Dalam membersihkan kamar tamu di hotel, tentu seorang room
attendant harus mengetahui bagaimana standar operasional prosedur (SOP) dalam membersihkan
kamar tamu. Dengan mengikuti SOP pembersihan kamar, seorang room attendant dapat
membersihkan kamar tamu secara efektif dan efisien. Seperti yang diketahui, room attendant
tidak hanya membersihkan satu kamar tamu saja namun bisa lebih dari itu. Maka dari itu,
membersihkan kamar tamu secara efisien menjadi sangat penting.
Berdasarkan hasil PKL, beberapa prosedur yang dilakukan setiap hari pada sift pagi
yakni dimulai jam 07.00 sebelum melakukan kegiatan pembersihan kamar adalah prepare
uniform yakni perangkat baju yang harus dikenakan staf hotel, kemudian briefing, dimana
departemen housekeeping akan menyampaikan situasi dan status kamar apakah V
(Vacant) : Kamar itu sudah kosong namun belum siap dijual karena belum dibersihkan, CO
(Check Out) : Tamu meninggalkan hotel/kamar dan sudah membayar rekening, SO (Sleep
Out) : Tamu sudah check in di hotel namun tamu tersebut tidur diluar (tidak menempati kamar
yang disewa), atau OOO (Out of Order), serta hal-hal yang berkaitan dengan kebersihan hotel,
kemudian untuk prosedur selanjutnya yakni, di Jam 09:00 – 12:00 membersihkan kamar seperti
making bed, dusting, sweeping, mopping, dll. Selain itu, kegiatan penulis di jam tersebut pada
minggu ketiga PKL yakni mendistribusikan linen dan towel bersih dari laundry ke seluruh pantry
dan mengambil soiled serta mengambil guest laundry. Kemudian di jam 10.00 melakukan
penyortiran soiled dan memisahkan sheet dan duvet cover dengan pillow case dan towel,
mencuci sheet dan duvet menggunakan mesin cuci kecil sedangkan pillow case dan towel dicuci
menggunakan mesin besar, lalu di jam berikutnya mengeringkan sheet, duvet cover, pillow case
dan towel menggunakan mesin pengering. Dan prosedur yang dilakukan tersebut berlangsung
selama PKL.
Pada bulan kedua, karena penulis melakukan PKL di sift siang yakni dimulai jam 14.00
maka prosedur yang dilakukan adalah langsung menyapu bell desk, front office, le mart, meeting
room, bar, sunset lounge dan restaurant. Sedangkan pada bulan ketiga di jam yang sama, penulis
melakukan beberapa prosedur yang berbeda yakni me-rool pillow case, sheet dan duvet
menggunakan mesin roll kemudian dilipat. Melipat towel seperti bath towel, hand towel, face
towel dan hand towel, mendistribusikan linen dan towel bersih ke seluruh pantry dan mengambil
soiled., kemudian melipat linen, towel dan guest laundry kemudian mengantar guest laundry ke
kamar tamu. Kemudian dijam 16:00 mebersihkan toilet lobby, toilet ladies dan toilet gents.
Kemudian isoma di jam 17.00, lalu di Jam 18:00 mulai menyapu dan mengepel back office,
membersihkan mushola, loker ladies, loker gents dan toilet back office, selanjutnya di jam 21:00
mengambil linen kotor di SPA, mengambil sampah di SPA, toilet ladies, toilet gents, meeting
room, toilet lobby, front office, bell desk, back office, toilet back office, laundry, loker ladies dan
loker gents. Setealah melakukan berbagai kegiatan berdasarkan prosedur pihak hotel, hal lain
yang dilakukan sesudah melakukan pembersihan kamar berdasarkan hasil laporan PKL yakni :
mengembalikan linen dan guest supplies ke tempat semula, menyusun alat dan bahan pembersih
ke pantry, mendusting trolley dari bagian atas sampai bagian bawah. Kemudaian menyelesaikan
Administrasi seperti mengisi room boy/maid control sheet dengan lengkap. mengisi lost &
found, bila terdapat barang tamu yang ketinggalan di dalam kamar.
Berdasarkan penjelasan di atas, prosedur-prosedur sebelum dan sesudah melakukan
pembersihan kamar oleh room attendant yang telah dilakukan telah sesuai dengan SOP di
Novotel Lombok Resort & Villas dengan sebaik-baiknya. Sehingga hal tersebut dapat menjadi
kontribusi yang penting dan berguna dalam peningkatan kualitas pelayanan room attendant
sendiri. Sesuai dengan pembahasan pada subbab sebelumnya. Dimana, dengan adanya standar
operasionl prosedur (SOP) room attendant dapat memperoleh petunjuk tentang tata cara
pembersihan kamar yang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen hotel
sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Disamping itu, melalui penerapan standar
operasionl prosedur (SOP), room attendant dapat memperolah informasi atau petujuk ketika
menghadapi kendala dalam melakukan pekerjaan. Standar operasionl prosedur (SOP) dapat
menjadi pedoman dalam pemberian pelayanan, sehingga semakin meningkatnya penerapan
standar operasionl prosedur (SOP) oleh room attendant maka kualitas pelayanan akan
mengalami peningkatan juga.