0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan22 halaman

Contoh Rencana Mutu Konstruksi

Dokumen tersebut merupakan format rencana mutu pekerjaan konstruksi yang berisi tentang data umum proyek, struktur organisasi penyedia jasa, jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, gambar dan spesifikasi teknis, rencana pelaksanaan pekerjaan, rencana pemeriksaan dan pengujian, serta pengendalian sub-penyedia jasa dan pemasok.

Diunggah oleh

Jangkrik Bos
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan22 halaman

Contoh Rencana Mutu Konstruksi

Dokumen tersebut merupakan format rencana mutu pekerjaan konstruksi yang berisi tentang data umum proyek, struktur organisasi penyedia jasa, jadwal pelaksanaan, tahapan pekerjaan, gambar dan spesifikasi teknis, rencana pelaksanaan pekerjaan, rencana pemeriksaan dan pengujian, serta pengendalian sub-penyedia jasa dan pemasok.

Diunggah oleh

Jangkrik Bos
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

5.

FORMAT RMPK

…………….
(Logo & Nama
Perusahaan) RENCANA MUTU PEKERJAAN KONSTRUKSI

DAFTAR ISI

A. DATA UMUM PROYEK


B. STRUKTUR ORGANISASI PENYEDIA JASA
B.1 Struktur Organisasi
B.2 Tugas dan Tanggung Jawab
C. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
D. TAHAPAN PEKERJAAN
E. GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
D.1 Gambar
D.2 Spesifikasi Teknis
F. RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN (Method Statement)
E.1 Metode Kerja Pelaksanaan
E.2 Tenaga Kerja
E.3 Material
E.4 Peralatan
E.5 Aspek Keselamatan Konstruksi (Analisis Kesehatan dan
Keselamatan Kerja/K3)
G. RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN (Inspection and Test
Plan/ITP)
F.1. Tabel Rencana Pemeriksaan dan Pengujian
H. PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA DAN PEMASOK

E-5
[Link]
A. DATA UMUM PROYEK

Data Umum Proyek


a. Nama Paket Kegiatan, :
b. Kode Dan Nomor Kontrak, :
c. Sumber Dana, :
d. Lokasi, :
e. Lingkup Pekerjaan, :
f. Waktu Pelaksanaan :
g. Penanggung Jawab Penyedia. :

B. STRUKTUR ORGANISASI PENYEDIA JASA


B.1. Struktur Organisasi Penyedia Jasa
Struktur Organisasi Penyedia Jasa (termasuk persyaratan dalam
kontrak maupun yang terkait dengan penjaminan dan
pengendalian mutu di lapangan), Nama,Jabatan dan No. telp / hp
yang bisa dihubungi

B.2. Tugas dan Tanggung Jawab


Penjelasan tugas dan tanggung jawab setiap personil yang ada
didalam struktur organisasi tersebut.

E-6
[Link]
C. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
Uraian seluruh item pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan
kontrak dan menampilkan jangka waktu yang dibutuhkan setiap
pekerjaannya. Jadwal pelaksanaan dilengkapi dengan jadwal
pelaksanaan tiap-tiap pekerjaan (Work Breakdown Schedule/WBS).

E-7
[Link]
D. TAHAPAN PEKERJAAN

MULAI

Mobilisasi

Pengukuran/ Daftar Kuantitas


Setting Out Harga

Shop Drawing

Pasangan Batu & Galian Selokan Pekerjaan Gorong2


Batu Mortan Drainase & dalam 25 Cm
Saluran Air
Menentukan Titik
E E E Tiang Pancang

Pengadaan Tiang
Pancang sesuai gambar
tidak
rencana
ya
Pemancangan
Tiang Pancang
Beton Pracetak
Pratekan dia. 500

Hasil
Kalendering
tidak
ya

Pemancangan
Selesai

Galian Struktur Untuk


Pekerjaan Abutment

E-8
[Link]
A

Pemotongan
Tiang Pancang

Pasangan Batu Kosong dan


Lantai Kerja Beton Mutu
Tebal fc 10 Mpa

Pembuatan &
Bekisting Abutment

Cek Elevasi
Dimensi
tida
k
ya
Pengecoran Abutmen
dengan Beton Mutu Sedang
Fc 20 Mpa
- Pilecap Abutment
- Badan Abutmen
Pengadaan Girder
Pra Cetak Gelagar Pemasangan Elasto
Type I merik Batu Alam

Pemasangan Unit
Penyusunan Girnder Girder Type I
& Stresing Bentang 25 m

Pemberian dan Pengecoran


Diafragma menggunakan Baja
Tulangan U-39 Ulir dan Beton
Mutu Sedang fc 30 Mpa

E-9
[Link]
B

Persiapan Pekerjaan
Lantai Jembatan

Pembuatan & Pengecoran Lantai Jembatan dengan Baja


Tulangan U-39 Ulir dan Beton Mutu Sedang fc 30 Mpa

Pemasangan Expansion
Jembatan Type Asphaltic Plug

Pengecoran Palapet Jembatan dengan


Beton Mutu Sedang fc 30 Mpa

Pemasangan Saluran
Jembatan

Pekerjaan Opint
Jembatan

E
Pemasangan Plat Injak

Pekerjaan Pengaspalan

Selesai

E - 10
[Link]
E. GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
[Link]
Lampirkan gambar-gambar DED yang akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan nantinya. (contoh dibawah)

E - 11
[Link]
E.2. Spesifikasi Teknis

Uraian rekapan Spesifikasi teknis sesuai yang tercantum dalam


kontrak yang telah ditandatangani. Mulai dari spesifikasi alat,
material, tenaga kerja, dan produk yang dihasilkan bisa dalam bentuk
tabel maupun narasi.

Contoh:

Alat/Material/Tenaga
Spesifikasi Keterangan
Kerja/produk
Beton Ready Mix F’c : 37 MPa; 45MPa Tes Independen
Tower Crane Jib : 70 m ; Max Beban : Konvesional
2,5 ton
…… …… ……

E - 12
[Link]
F. RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN (METHOD STATEMENT)

Contoh Method Statement :

E - 13
[Link]
E - 14
[Link]
F.1 Metode Kerja

a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini dibuat untuk pekerjaan pengangkatan
beban yang berat dengan menggunakan bantuan alat berupa
crane yang meliputi: pekerjaan pengangkatan girder mulai dari
mobilisasi alat, persiapan, pelaksanaan pekerjaan, perapihan
pekerjaan hingga demobilisasi alat pada pekerjaan . . . . . . . . . . . .

b. Uraian Pekerjaan
1) Mobilisasi crane
a) Melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap
alat crane yang akan di mobilisasi ke lokasi pekerjaan
untuk menghindari tidak berfungsinya alat pada saat di
pergunakan.
b) Melibatkan instansi setempat terkait Surat Izin Laik
Operasi (SILO).

E - 15
[Link]
2) Persiapan Crane dan Lifting Gear
a) Mengumpulkan beberapa data seperti kapasitas crane,
kondisi crane, load chart crane, lifting accesoris (chain
block, shackle, sling, dll), kondisi lokasi untuk crane,
berat material yang diangkat dan lain-lain sesuai dengan
analisa dari engineer.
b) Memastikan operator crane dan petugas rigger
kompeten, dan mempunyai SIO (Surat izin Operator)
yang masih berlaku.
c) Menyiapkan alat komunikasi (HT) dan Alat Pelindung
Diri (APD) yang akan digunakan.
d) Menyiapkan area kerja aman untuk bekerja, dan
membuat barikade agar tidak ada aktifitas pejalan kaki
pada area kerja serta rambu-rambu yang dibutuhkan
berikut pengendalian lalu lintas.

3) Melakukan pengangkatan dan penurunan material


a) Menaati aturan dasar pengangkatan. Dalam hal ini
biasanya telah disebutkan dalam rigging plan atau JSA
pekerjaan.
b) Dilakukan briefing sebelum memulai aktifitas.
c) Kapasitas crane sesuai dengan berat beban yang akan
diangkat.
d) Petugas Rigger berkompeten, dan petugas rigger tidak
merangkap sebagai petugas sinyal.
e) Komunikasi dengan baik antara operator dengan
petugas sinyal.

4) Penyelesaian pekerjaan/house keeping


a) Saat selesai lakukan clean up dan pastikan segala
sesuatunya ditinggalkan dalam keadaan tidak
membahayakan bagi orang lain.
b) Merapikan area kerja seperti semula.

E - 16
[Link]
5) Demobilisasi Crane
a) Menyiapkan jalan yang aman untuk melintas crane,
memposisikan boom dalam keadaan standby, melintas
dengan kecepatan rendah.
b) Membuat barikade untuk demobilisasi crane, mengatur
kondisi lalu lintas yang akan dilewati crane, bila perlu
menggunakan pengawalan polisi.

c. Tahapan Pekerjaan

Mulai

MOBILISASI
CRANE
PERSIAPAN CRANE DAN LIFTING
GEAR

MELAKUKAN PENGANGKATAN DAN PENURUNAN


MATERIAL

PENYELESAIAN PEKERJAAN/HOUSE
KEEPING

DEMOBILISASI
CRANE

SELESAI

E - 17
[Link]
F.2 Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan angker D32 dan D25
NO PERSONIL JUMLAH KETERANGAN
1 Pelaksana 1 Orang SKA
2 Petugas K3 1 Orang Petugas K3/SKA
3 Operator Crane 2 Orang SKA
4 Rigger 2 Orang SKT
5 Sinyalemen 1 Orang SKT
6 Pekerja 8 Orang SKT

F.3 Material/Bahan

NO URAIAN VOL SATUAN KETERANGAN


1 Girder 120 Bh SNI/Spek Tek
2
3
4
5

F.4 Peralatan
NO URAIAN VOL SATUAN KETERANGAN
1 Crane 2 Unit SILO
2 Truk Trailer 2 Unit
3 Alat bantu 1 Ls
4
5

E - 18
[Link]
E.5. Aspek Keselamatan Konstruksi (Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3)

Uraian analisis K3 yang dijabarkan berdasarkan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penetapan
Pengendalian Risiko K3 yang ada di RKK untuk tiap-tiap pekerjaan.

Contoh JSA:

E - 19
[Link]
2. Persiapan 2.1 Kondisi crane tidak terawat 2.1.1. Melakukan pre-start check list crane crane Operator Crane
Crane & Lifting (kondisi tidak bagus) 2.1.2. Memastikan operator kompeten dalam mengoperasikan crane dan Supervisor
Gear melakukan pre-start check list
2.2 Kondisi lifting gear tidak terawat 2.2.1. Melakukan inspeksi sebelum menggunakan lifting gear Rigger
(kondisi tidak bagus) 2.2.2. Tidak menggunakan lifting gear yang rusak Supervisor, Rigger
2.3 Permukaan tajam dari lifting 2.3.1. Operator crane dan rigger menggunakan sarung tangan pada saat Supervisor
gear melakukan pengecekan
2.4 Area kerja berlumpur dan licin 2.4.1. Perhatikan tiga titik tumpu pada saat naik turun tangga crane Supervisor
2.4.2. Lakukan pengecekan di area kerja yang kering Supervisor
2.4.3. Membersihkan lumpur pada jalan masuk ke kabin Operator Crane
2.4.4. Membersihkan lumpur pada sepatu operator Operator Crane
2.4.5. Memberikan plat/balok sebagai alas outrigger Rigger
2.4.6. Memastikan outrigger keluar maksimal Operator Crane, Rigger
2.5 Titik jepit 2.5.1. Perhatikan titik jepit Operator crane, Rigger
2.5.2. Komunikasi aktif antar personil Operator crane, Rigger
2.5.3. Lakukan pengecekan di area kerja yang kering Supervisor
2.5.4. Menggunakan PPE yang sesuai dengan baik dan benar Supervisor
2.5.5. Tidak terburu-buru saat melakukan pekerjaan Supervisor
2.6 Gangguan pejalan kaki atau lalu 2.6.1. Tidak memposisikan crane pada area walk way Supervisor
lintas 2.6.2. Mengarahkan pejalan kaki melalui area yang aman Supervisor
2.6.3. Memasang barikade dilarang masuk bagi orang yang tidak Supervisor
berkepentingan
2.6.4. Mengatur kondisi lalu lintas Supervisor
2.6.5. Membuat warning sign di lokasi kerja Supervisor
3. Melakukan 3.1 SIO operator tidak sesuai 3.1.1. Memilih operator yang memiliki SIO sesuai dengan kapasitas alat Supervisor
pengangkatan angkat yang digunakan
dan 3.2 Lokasi kerja terbatas oleh 3.2.1. Operator memperhatikan arah gerak swing telescop Operator
menurunkan bangunan di sekeliling area 3.2.2. Operator memperhatikan arah gerak swing telescop Supervisor
material 3.2.3. Memposisikan crane crane sesuai dengan lifting plan Operator
3.2.4. Menghitung jarak radius aman untuk crane bekerja Supervisor, Operator
3.3 Kapasitas crane tidak sesuai 3.3.1. Memperkirakan atau menghitung berat material yang akan diangkat Supervisor
dengan material yang diangkat 3.3.2. Pastikan lifting plan telah dibuat, dipahami, dan dilakukan sesuai Supervisor
prosedur
3.3.3. Pastikan indikator berat material di crane bekerja dengan baik Operator Crane
3.4 Komunikasi tidak berjalan 3.4.1. Menggunakan radio atau sinyal tangan dalam berkomunikasi dengan Supervisor
dengan baik operator
3.4.1. Memastikan operator memahami dan mengerti arti signal tangan dari Supervisor
rigger
3.5 Pengikatan material yang tidak 3.5.1. Rigger berkompeten Supervisor
kuat/tidak bagus/tidak benar 3.5.2. Tidak ada orang yang berada di bawah material yang sedang diangkat Supervisor

E - 20
[Link]
G. RENCANA PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN/INSPECTION AND TEST PLAN (RPP/ITP)
Conton RPP/ITP:

E - 21
[Link]
Petunjuk Pengisian Form Rencana Inspeksi dan Tes / Inspection and Test Plan (ITP)

Kode
Petunjuk Keterangan
No.

Nama Proyek diisi sesuai dengan Nama proyek yang ada di dokumen kontrak proyek
diisi dengan item pekerjaan yang akan di analisia aktivitasnya untuk inspeksi dan tes
1 Pekerjaan
mutunya
diisi dengan nama badan usaha subkontraktor yang mengerjakan item pekerjaan
Subkontraktor
tersebut
Kolom Kegiatan diisi dengan penjabaran setiap kegiatan dari pekerjaan yang akan dianalisa untuk
2
(Aktivitas) inspeksi dan tes mutunya
Kolom Referensi dan diisi dengan item dokumen atau form yang berguna sebagai alat pengendali dan
3
Input Dokumen pendukung inspeksi dan tes tersebut
Kolom Metode
diisi cara yang digunakan untuk inspeksi dan tes material yang akan dipakai atau hasil
4 Pemeriksaaan dan
pekerjaan yang telah selesai
Pengujian
Kolom
5 diisi skala frekuensi inspeksi dan tes yang dilakukan disetiap kegiatan
waktu/Frekuensi
Kolom Penanggung
diisi dengan kode di tiap kolom kegiatan dan setiap pihak penanggung jawab. Kode
Jawab (Subkont,
6 yang mengartikan tindakan (action) yang harus dilakukan setiap pihak penanggung
Konstraktor, Pengguna
jawab
Jasa)
diisi dengan hasil dokumen atau form setelah inspeksi dan tes yang sudah terdata
Kolom Output
7 hasilnya (sesuai persyaratan atau tidak) untuk mengkonfirmasi pekerjaan selanjutnya
Dokumen
dapat dilanjutkan atau perlu tindakan khusus dan diberhentikan (tidak dilanjutkan).
dibagian bawah divalidasi terlebih dahulu oleh subkontraktor sebagai pihak yang
membuat rencana inspeksi dan tes, dilanjutkan oleh kontraktor bila rencana inspeksi
8 Kolom Pengesahan
dan tes yang diusulkan oleh subkontraktor disepakati dan sesuai dengan standar
sistem mutu perusahaan kontraktor tersebut

E - 22
[Link]
H. PENGENDALIAN SUB-PENYEDIA JASA DAN PEMASOK
Uraian pengendalian sub-penyedia jasa dan pemasok dalam mendukung
pelaksanaan kontrak sesuai dengan kontrak yang telah disetujui. Jelaskan
hubungan koordinasi antara sub-penyedia jasa/pemasok dengan penyedia
jasa dan pengguna jasa.
Pengendalian Sub-penyedia Jasa :

Pengendalian Pemasok :

E - 23
[Link]
F. PROGRAM MUTU KONSULTANSI KONSTRUKSI
1. UMUM
a. Pedoman Program Mutu ini berlaku pada pekerjaan jasa
konsultansi konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat;
b. Program Mutu adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang
disusun oleh Penyedia Jasa Konsultansi Konstruksi yang
merupakan dokumen penjaminan mutu terhadap pelaksanaan
proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang
dipersyaratkan dalam kontrak pekerjaan;
c. Program mutu disusun oleh Penyedia Jasa Konsultansi Konstruksi
setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan di bahas
pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (Kick of Meeting);
d. Program mutu harus sudah disahkan oleh PPK sebelum Konsultan
memulai pekerjaannya;
e. Program Mutu merupakan dokumen yang dinamis, dapat direvisi
apabila terjadi perubahan persyaratan dalam pelaksanaan
pekerjaan agar tetap memenuhi persyaratan hasil pekerjaan.

2. KOMPONEN PROGRAM MUTU


1. Informasi Pekerjaan
Informasi Pekerjaan yaitu penjelasan mengenai nama paket
kegiatan, kode dan nomor kontrak, sumber dana, lokasi, lingkup
pekerjaan, waktu pelaksanaan dan nama pengguna dan penyedia
jasa konsultansi.
2. Organisasi Kerja
Struktur organisasi menggambarkan hubungan kerja antara
penyedia jasa dan pengguna jasa, dan menjelaskan
keterkaitan/alur instruksi dan koordinasi pihak-pihak dalam
pelaksanaan kegiatan (internal penyedia jasa). Dilengkapi dengan
tugas, tanggung jawab dan wewenang dari tiap-tiap tenaga ahli
agar jelas siapa berbuat apa dan menghindari terjadinya tumpang
tindih (overlapping) kegiatan.
3. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Jadwal pelaksanaan pekerjaan berisi mengenai informasi terkait
rentang waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap
tahapan kegiatan yang dimulai dari persiapan, implementasi, dan

F-1
[Link]
pelaporan. Informasi yang dimaksud mencakup jadwal peralatan
dan jadwal penugasan personel.
4. Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan yaitu gambaran umum tentang apa yang
akan dikerjakan oleh Konsultan dan alur/tahapan proses
pekerjaan yang meliputi:
a. Penjelasan bagaimana pelaksanaan tiap tahapan pekerjaan
(untuk tahapan penting)
b. Input yang digunakan dalam setiap tahapan proses, beserta
output yang dihasilkan.
c. Cek/kontrol yang dipergunakan untuk memastikan bahwa
tahapan proses dapat diterima.
5. Pengendalian Pekerjaan
Pengendalian pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia jasa untuk
memastikan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencaan
kegiatan dengan metode kerja, jadwal penugasan tenaga ahli, dan
acuan/persyaratan yang digunakan. Dapat menggunakan alat
bantu berupa ceklist/daftar simak.
6. Laporan Pekerjaan
a. Dalam komponen laporan pekerjaan dijelaskan mengenai
jadwal rencana penyerahan laporan pekerjaan beserta poin-
poin yang akan disampaikan dalam laporan.
b. Jenis-jenis laporan sesuai dengan persyaratan dalam
dokumen kontrak, secara umum meliputi:

1) Laporan Pendahuluan
Berisi pemahaman terhadap apa yang diminta di dalam
kontrak, dan rencana kerja/metode kerja untuk mencapai
sasaran yang diharapkan dalam kontrak. Laporan ini
diserahkan kepada pemberi tugas 1 (satu) bulan sejak
SPMK. Laporan pendahuluan dibahas dengan direksi
pekerjaan dan instansi lain yang terkait.
2) Laporan Antara
laporan kegiatan konsultan selama paruh waktu, berisi
pengumpulan data primer maupun sekunder, analisa
sementara. Laporan ini diserahkan kepada pemberi tugas
pada pertengahan waktu pelaksanaan kontrak.

F-2
[Link]
3) Draft Laporan Akhir
Berisi laporan kegiatan konsultan secara menyeluruh
mulai dari pengumpulan data, analisa, kesimpulan dan
saran/masukan. Diserahkan kepada pemberi tugas satu
bulan sebelum berakhirnya masa kontrak.
4) Laporan Akhir
Merupakan perbaikan/revisi dari draft laporan akhir yang
telah dibahas denga direksi teknis dan instansi terkait
lainya. Laporan ini diserahkan pada akhir kontrak.
5) Produk Akhir
Laporan produk akhir adalah produk akhir yang diminta
pengguna jasa, misalnya Pedoman, Modul, Gambar Desain,
BOQ, dll.

F-3
[Link]

Anda mungkin juga menyukai