0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan73 halaman

Layanan Konseling Sebaya di SMK

Modul ini memberikan panduan pelaksanaan konseling sebaya di SMK. Tujuannya adalah untuk memudahkan guru BK dalam membentuk konselor sebaya dan membantu siswa mengenal diri, berkomunikasi, dan bekerja sama. Modul ini terdiri atas lima komponen: seleksi konselor sebaya, pelatihan keterampilan dasar konseling, penugasan konselor dalam mengidentifikasi masalah siswa, menganalisis masalah, dan memberikan lay

Diunggah oleh

nuswatul khaira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan73 halaman

Layanan Konseling Sebaya di SMK

Modul ini memberikan panduan pelaksanaan konseling sebaya di SMK. Tujuannya adalah untuk memudahkan guru BK dalam membentuk konselor sebaya dan membantu siswa mengenal diri, berkomunikasi, dan bekerja sama. Modul ini terdiri atas lima komponen: seleksi konselor sebaya, pelatihan keterampilan dasar konseling, penugasan konselor dalam mengidentifikasi masalah siswa, menganalisis masalah, dan memberikan lay

Diunggah oleh

nuswatul khaira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul KONSELING SEBAYA 201

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada
dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki
ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan
sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan
berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri &
orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau
menerima feedback, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan
aturan yang berlaku, dsb. Peserta didik SMK yang tergolong remaja madya,
memiliki sifat membutuhkan teman. Adanya teman sebaya diharapkan mampu
membuat peserta didik akan dengan mudah menyerap, memahami dan
menginternalisasikan nilai-nilai keluhuran dalam kehidupannya sehari-hari.

Remaja membutuhkan sahabat yang mampu menemani tugas


perkembangannya dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah yang
dialaminya secara bersama-sama melalui konselor sebaya. Pelaksanaan program
konselor sebaya menjadi suatu kebutuhan para remaja dalam memiliki sahabat
yang baik. Konselor sebaya adalah ajang untuk saling berkeluh kesah,
mencurahkan isi hati, saling menguatkan dan saling memotivasi antara sesama
siswa.

Istilah ″konselor″ sebaya kadang menimbulkan kekhawatiran bagi


sementara orang karena khawatir berkonotasi dengan konselor professional. Oleh
karena itu beberapa orang menyebut ″konselor sebaya″ dengan sebutan ″fasilitator
″, atau ″konselor yunior″. Terlepas dari berbagai sebutan yang digunakan, yang
lebih penting sebenarnya adalah bagaimana remaja berhubungan satu sama lain,

1
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

dan dengan cara bagaimana hubungan-hubungan itu dapat digunakan untuk


meningkatkan perkembangan mereka. Konseling teman sebaya dipandang penting
karena berdasarkan pengamatan penulis sebagian besar remaja lebih sering
membicarakan masalah-masalah mereka dengan teman sebaya dibandingkan
dengan orang tua, pembimbing, atau guru di sekolah. Untuk masalah yang
dianggap sangat seriuspun mereka bicarakan dengan teman sebaya (sahabat).
Kalaupun terdapat remaja yang akhirnya menceritakan masalah serius yang
mereka alami kepada orang tua, pembimbing atau guru, biasanya karena sudah
terpaksa (pembicaraan dan upaya pemecahan masalah bersama teman sebaya
mengalami jalan buntu). Hal tersebut terjadi karena remaja memiliki ketertarikan
dan komitmen serta ikatan terhadap teman sebaya yang sangat kuat.
Konseling teman sebaya secara kuat menempatkan keterampilan-
keterampilan komunikasi untuk memfasilitasi eksplorasi diri dan pembuatan
keputusan. “Konselor” sebaya bukanlah konselor profesional atau ahli terapi.
“Konselor” sebaya adalah para siswa (remaja) yang memberikan bantuan kepada
siswa lain di bawah bimbingan konselor ahli. Dalam konseling sebaya, peran dan
kehadiran konselor ahli tetap diperlukan. Maka di harapkan dengan adanya modul
konseling sebaya ini mampu meningkatkan kinerja konseling dan melaksanakan
salah satu program bimbingan ialah konseling sebaya.

Tujuan Pengembangan Modul

Tujuan umum dari MODUL KONSELING SEBAYA adalah sebagai


panduan pelaksanaan konseling sebaya di SMK. Modul konseling sebaya
merupakan alternatif dalam melaksanakan konseling sebaya bagi guru BK.
Dengan adanya modul konseling sebaya guru BK akan lebih mudah dan terarah
dalam membentuk konselor sebaya di SMK.

Menurut Evans dalam Djojonegoro (1999) mendefinisikan bahwa


pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan

2
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu
bidang pekerjaan dar

ipada bidang-bidang pekerjaan lainnya. Dengan pengertian bahwa setiap bidang


studi adalah pendidikan kejuruan sepanjang bidang studi tersebut dipelajari lebih
mendalam dan kedalaman tersebut dimaksudkan sebagai bekal memasuki dunia
[Link] mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu memilih
karir, memasuki lapangan kerja, berkompetisi, dan mengembangkan dirinya
dengan sukses di lapangan kerja yang cepat berubah dan berkembang.

Tujuan modul ini adalah untuk memudahkannya dalam menjalankan


perannya sebagai makhluk sosial, dan mampu mengenal diri sendiri dan
memaknai orang lain, memiliki keterampilan yang dapat membantu orang lain,
dan memudahkannya dia dalam bekerja secara berkelompok.

Sasaran Modul

Sasaran modul konseling sebaya adalah guru BK SMK sebagai

panduannya dalam melaksanakan konseling sebaya.

Struktur dan Komponen Isi

Modul Konseling Sebaya terdiri dalam 5 (lima) komponen utama. Setiap

komponen berisi 1-5 unit bimbingan, dan setiap unit terdiri atas beberapa kegiatan

lagi. Adapun struktur lengkap modul diuraikan secara singkat sebagai berikut:

1. Komponen 1: Seleksi Calon siswa konselor sebaya

Komponen ini terdiri atas 1 unit dengan kegiatan bimbingan, sebagai

berikut:

Unit 1.1 Seleksi Calon Konselor Sebaya

3
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Kegiatan 1) Penjelasan kriteria seleksi


2) Langkah-langkah seleksi

2. Komponen 2: Pelatihan Konselor Sebaya

Komponen ini terdiri dengan 5 kegiatan bimbingan, sebagai berikut:

Unit 2.1 Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip Konseling
Sebaya
Kegiatan
1) Penjelasan mengenai kode etik dan prinsip pelaksanaa
konseling sebaya
2) Guru BK meminta konselor sebaya agar memahami
materi pada kegiatan ini
3) Guru BK memberikan kesempatan untuk tanya jawab
4) Guru BK memberikan tugas rumah terkait materi
tersebut

Unit 2.2 Pemberian Keterampilan Dasar Konseling


Kegiatan
1) Penjelasan umum tentang keterampilan komunikasi
dasar oleh pembimbing atau guru BK
2) Penjelasan pemakaian modul
3) Praktik keterampilan oleh peserta konselor sebaya
4) Umpan balik dari guru BK/pembimbing
5) Tugas pekerjaan rumah.

Unit 2.3 Pengumpulan Data Nontes, Pengenalan Kasus, Identifikasi Kasus,


Dan Pemberian Bantuan
Kegiatan
1) Pemberian materi pengumpulan data non tes
2) Pemberian materi pengenalan kasus
3) Mengidentifikasi kasus
4) Pengenalan layanan bantuan sebaya

Unit 2.4 Pelimpahan kasus


Kegiatan
1) Penjelasan dari pembimbing tentang keterampilan
pelimpahan kasus
2) Pemberian informasi tentang langkah-langkah dalam
pelimpahan kasus atau alih tangan kasus
3) Mendiskusikan materi tersebut dengan guru BK

4
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

4) Praktik mengenai penggunaan instrumen pelimpahan


kasus
5) Pemberiaan tugas terkait dengan materi.

3. Komponen 3: Penugasan Konselor Sebaya


Komponen ini terdiri 4 unit yang terdiri dari beberapa kegiatan berikut
Unit 3.1 Identifikasi Kasus
Kegiatan
1) Memeriksa absensi siswa semua jurusan SMK di ruang
BK, untuk mengecek adakah siswa yang malas kesekolah
atau jarang kesekolah.
2) Mengamati perilaku sehari-hari rekan siswa untuk
mengenali siswa yang menunjukkan perubahan perilaku
yang lain dari biasanya (seperti, pendiam, suka marah-
marah, pesimis, terisolir, berkata kasar, dll)
3) Mewawancarai ketua kelas dan wali kelas untuk
mendapatkan informasi tentang kemungkinan adanya
siswa yang mengalami masalah.

Unit 3.2 Analisis Masalah


Kegiatan
1) Mengenali dan memahami penyebab masalah yang
dialami oleh siswa (konseli sebaya)
2) Menentukan tingkat permasalahan yang dihadapi dan
mampukah siswa konselor sebaya menangani masalah
tersebut:
3) Menentukan rencana pemberian bantuan yang dapat
dilakukan oleh siswa konselor sebaya
4) Membuat rencana pelimpahan kasus, jika masalah yang
dihadapi siswa konseli sebaya membutuhkan bantuan dari
seorang profesional dalam hal ini guru BK.

Unit 3.3 layanan bantuan konseling sebaya


Kegiatan

1) Menuntun siswa konselor sebaya dalam menentukan jenis


layanan yang akan di gunakan
2) Memerintahkan Konselor sebaya membaca berbagai
referensi tentang jenis-jenis bantuan yang dapat digunakan

5
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

3) Membantu Konselor sebaya menghubungkan masalah


konseli dengan jenis layanan yang akan digunakan.
4) Memerintahkan Konselor sebaya menyiapkan segala hal
yang akan digunakan dalam proses pemberian bantuan.

Unit 3.4 Melimpahkan Kasus/Referral


Kegiatan
1) Menentukan apakah kasus konseli sebaya yang ditangani
memerlukan layanan pelimpahan atau tidak
2) Membicarakan rencana pelimpahan itu dengan konseli
sebaya, sebab kegiatan ini haruslah hasil keputusan
bersama antara siswa konselor sebaya dengan siswa
konseli sebaya.
3) Mengenali dan mempercayakan guru pembimbing atau
ahli lain yang akan dijadikan tempat melimpahkan kasus
4) Membuat kontak awal secara personal dengan
pembimbing atau guru BK yang dilimpahkan kasus.
5) Meminta konseli menandatangani format persetujuan
pelimpahan kasus
6) Menyiapkan laporan tertulis kepada guru pembimbing
atau guru BK.

4. Komponen 4: supervisi dan konsultasi


Komponen 4 terdiri dengan kegiatan sebagai berikut:
Kegiatan
1) Panduan supervisi dan konsultasi
2) Aspek-aspek supervisi dan konsultasi
3) Langkah-langkah supervisi dan konsultasi

5. Komponen 5: evaluasi
Modul 5 terdiri dengan kegiatan sebagai berikut
Kegiatan
1) Evaluasi proses
2) Evaluasi hasil
Pada setiap kegiatan disediakan lembar kerja, angket, dan daftar bacaan
yang relevan. Pada bagian setiap kegiatan di elipkan lembar self asessmen untuk
menilai seberapa jauh siswa telah memiliki kompotensi yang diharapkan setelah
mengikuti serangkaian kegiatan pada modul tersebut.

6
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Tempat Pelaksanaan Konseling Sebaya


Pelaksanaan konseling sebaya dapat dilakukan diruangan yang telah
disediakan untuk konselor sebaya, ataukah dapat dilakukan dimana saja sesuai
dengan kenyamanan konseli (teman sebaya) baik itu di kantin, taman, café, dll.
Tentunya tempat untuk melakukan konseling memungkinkan mereka dapat
berbicara berdua atau secara personal.

Kedudukan Modul

Berdasarkan fungsi pengembangan modul ini adalah sebagai panduan


pelaksanaan konseling sebaya di SMK, maka kedudukannya sebagai bagian dari
strategi pelayanan bimbingan berdasarkan rambu-rambu bimbingan dan konseling
yang diterbitkan oleh dirjen pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik
dan tenaga kependidikan (P4TK).

Pihak Yang Terlibat

Pelaksanaan modul konseling sebaya melibatkan pihak-pihak seperti:


a. Kepala sekolah
Kepala sekolah adalah orang yang memberikan persetujuan dalam rangka
penggunaan modul konseling sebaya.
b. Guru BK/konselor (supervisor Lapangan)
Guru BK bertindak sebagai supervisor lapangan atau pendamping dalam
pelaksanaan konseling sebaya. Guru BK juga bertindak sebagai pemandu
dalam konseling sebaya dengan memakai modul konseling sebaya.
c. Guru Kelas atau wali kelas
Wali Kelas membantu guru BK dalam proses perekrutan calon konselor
sebaya dan membantu pelaksanaan konseling sebaya.

7
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

d. Siswa
Siswa sebagai pelaksana dari modul ini. Artinya siswa akan menjalankan
apa-apa saja isi modul ini

Prosedur Penggunaan Modul Di Sekolah


Penggunaan modul in diharapkan dapat memberi manfaat yang optimal
bagi pelaksanaan layanan bimbingan konseling sebaya di sekolah SMK. Guna
mencapai maksud tersebut, penggunaan modul perlu memperhatikan beberapa
karakteristik penting dari modul ini.

Pertama, pelaksanaan layanan modul ini bersifat pada siswa. Kefektifan


dan keterlibatan penuh siswa adalah dengan mengikuti semua kegiatan yang ada
di modul ini. Sesi-sesi pelatihan ini di berikan dengan suasana yang
menyenangkan . oleh karena itu diharapkan siswa mampu menangkap semua
materi pelatihan yang diberikan sehingga menjadikannya siswa yang memiliki
komampuan untuk membantu teman-temannya yang meimiliki masalah.

Kedua, modul ini disusun berdasarkan dengan mengacu pada


pelaksanaan bimbingan konseling sebaya. Modul ini diharapkan dapat membantu
guru BK di SMK untuk menjalankan program konseling sebaya.

8
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

KOMPONEN 1
SELEKSI CALON KONSELOR SEBAYA

Tujuan
Tujuan seleksi konselor sebaya adalah untuk memilih siswa yang

memenuhi syarat sebagai konselor sebaya di SMK. Meskipun keterampilan

pemberian bantuan dapat dikuasai oleh siapa saja, faktor kesukarelaan dan faktor

kepribadian pemberi bantuan (“konselor” sebaya) ternyata sangat menentukan

keberhasilan pemberian bantuan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan calon

“konselor” sebaya. Pemilihan didasarkan pada karakteristik-karakteristik hangat,

memiliki minat untuk membantu, dapat diterima orang lain, toleran terhadap

perbedaan sistem nilai, energik, secara sukarela bersedia membantu orang lain,

memiliki emosi yang stabil, dan memiliki prestasi belajar yang cukup baik atau

minimal rerata, serta mampu menjaga rahasia.

Dalam modul 1 ini, disediakan beberapa kegiatan bimbingan yang

diharapkan guru BK betul-betul menyeleksi calon siswa konselor sebaya.

Sehingga pelaksanaan konseling sebaya di SMK dapat berjalan dengan lancar.

9
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Modul 1terdiri atas 1 unit dengan jenis kegiatan bimbingan, seperti yang

dibawah ini:

Unit 1.1 Seleksi Calon Konselor Sebaya

Kegiatan 1) Penjelasan kriteria seleksi

2) Langkah-langkah seleksi

10
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Unit 1.1
Seleksi Calon Konselor Sebaya

Tujuan : siswa dapat mengetahui kriteria calon konselor sebaya

Siswa dapat menjalani langkah-langkah seleksi

Waktu : 1 x 30 menit

Strategi bimbingan : kerja individual, ice breaking

Prosedur kegiatan :

Mengetahui kriteria seleksi

a Sebelum mulai penjelasan kriteria seleksi siswa diberikan games

atau ice breaking agar lebih fokus terhadap tahapan seleksi ini

b Siswa diberikan angket penilaian diri yang paling sesuai dengan diri

mereka.(lihat L.K 1.1 hal 15)

c Siswa mendengarkan penjelasan guru BK tentang tahapan-tahapan

seleksi konselor sebaya. (lihat bahan bacaan hal 12)

11
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Bahan Bacaan

Kriteria Seleksi

Meskipun berbagai keterampilan yang terkait dengan pemberian bantuan

yang efektif dapat dipelajari oleh orang awam sekalipun, namun demikian aspek-

aspek personal dari pemberi bantuan sangat menentukan keberhasilan proses

pemberian bantuan. Oleh sebab itu, pemilihan calon “konselor” sebaya merupakan

langkah yang harus dilakukan. Ketepatan pemilihan calon ”konselor” sebaya akan

mempengaruhi efektivitas program konseling teman sebaya. Pemilihan calon

“konselor” sebaya perlu didasarkan pada karakteristik sebagai berikut

a. Memiliki pribadi yang hangat.

b. Memiliki minat dibidang pemberian bantuan.

c. Toleran terhadap perbedaan sistem nilai, dan energik.

d. Bersedia secara sukarela membantu orang lain.

e. Memiliki emosi yang stabil.

f. Memiliki prestasi belajar yang cukup baik atau minimal rerata.

g. Serta mampu menjaga rahasia, merupakan kriteria lain yang perlu dijadikan

dasar pemilihan calon “konselor” sebaya.

Langkah-Langkah Seleksi

Kriteria hangat, memiliki emosi yang stabil, energik, dan memiliki

prestasi belajar yang cukup baik, dan dapat menjaga rahasia, dapat diketahui dari:

a Hasil pengamatan pembimbing, hasil psiko test, dan dokumen-dokumen lain

yang tersedia.

12
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

b Pemilihan “konselor” sebaya juga dapat melibatkan wali kelas untuk

memililih (mengusulkan) anak-anak tertentu. Sebelum menerima usulan dari

wali kelas, kriteria calon yang harus mereka pilih perlu dijelaskan terlebih

dahulu. Usulan anak-anak, usulan wali kelas, hasil penelusuran dokumen,

serta hasil pengamatan konselor, dan dijadikan pertimbangan pemilihan

calon ″konselor” sebaya.

c Aplikasi sosiometri juga dapat dijadikan cara pemilihan siswa yang akan

dilatih sebagai “konselor” sebaya.

d Penggunaan skala penilaian kriteria konselor sebaya

Format training konseling dari Carkhuff (1969), Ivey (1973) ada sejumlah
dasar-dasar keterampilan komunikasi yang perlu dilatihkan pada ”konselor
sebaya” atau kepada tenaga non profesional. Dasar-dasar keterampilan tersebut
meliputi:

1. Acceptance, merupakan teknik yang digunakan konselor unluk


menunjukkan minat, pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan
konseli dan sikap menerima   pribadi konseli sebagai suatu keseluruhan.
2. Attending, yaitu perilaku yang secara langsung berhubungan dengan respek,
yang ditunjukan ketika konselor/helper memberikan perhatian penuh pada
konseli/helpee, melalui komunikasi verbal maupun non verbal, sebagai
komitmen untuk fokus pada konseli.
3. Summarizing, ketrampilan konselor untuk mendapatkan kesimpulan atau
ringkasan mengenai apa yang telah dikemukakan oleh konseli.
4. Questioning, yaitu teknik mengarahkan pembicaraan dan memberikan
kesempatan pada konseli uniuk mengelaborasi, mengeksplorasi atau
memberikan jawaban dari berbagai kemungkinan sesuai dengan keinginan
konseli dan bersifat mendalam.

13
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

5. Genuineness, adalah mengkomunikasikan secara jujur perasaan sebagai cara


meningkatkan hubungan dengan dua atau lebih individu.
6. Assertiveness, kemampuan mengekspresikan pemikiran dan perasaan secara
jujur, yang ditunjukkan dengan cara berterus terang, dan respek pada orang
lain.
7. Confrontation, adalah ekspresi konselor tentang ketidakcocokannya dengan
perilaku konseli. Dengan kata lain, konfrontasi adalah ketrampilan konselor
untuk menunjukkan adanya kesenjangan dan inkongruensi dalam diri
konseli.
8. Problem Solving, adalah proses perubahan seseorang dari fase
mengeksplorasi satu masalah, memahami sebab-sebab masalah, dan
mengevaluasi tingkah laku yang mempengaruhi penyelesaian masalah itu.

14
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

LK 1.1

Skala Penilaian Untuk Kriteria


Calon Konselor Sebaya
Petunjuk:
1. Alat ini dapat digunakan sebagai format untuk mengetahui siapa yang
memenuhi syarat umtuk menjadi konselor sebaya
2. Alternatif jawaban berupa angka yang bergerak dari angka 1-6 berarti
bahwa anda menunjukkan keadaan terjelek (sangat mengecewakan) pada
item yang dipertanyakan, dan angka 6 berarti bahwa anda menunjukkan
keadaan terbaik (sangat memuaskan) dalam item yang dipertanyakan.

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6

A. Memiliki Pribadi Yang


Hangat
1. Saya dapat menyesuaikan diri 1 2 3 4 5 6
dimanapun
2. Saya selalu menyapa teman 1 2 3 4 5 6
dan orang lain
3. Saya suka senyum jika 1 2 3 4 5 6
bertemu orang
4. Saat bicara saya memakai 1 2 3 4 5 6
bahasa yang Sopan
5. Saya memiliki banyak teman 1 2 3 4 5 6
6. Saya mampu berteman dengan 1 2 3 4 5 6
siapapun
B. Orang Yang Suka
Membantu
1. Saya lebih mementingkan 1 2 3 4 5 6
orang lain dari pada diri sendiri

2. Saya menghargai perbedaan 1 2 3 4 5 6


3. Saya memiliki waktu yang 1 2 3 4 5 6
luang untuk membantu orang
lain
4. Saya suka mengeluh jika 1 2 3 4 5 6
membantu orang lain
5. Saya lebih mendahulukan 1 2 3 4 5 6
orang banyak dari pada ego

15
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

6. Saya selalu meminta imbalan 1 2 3 4 5 6


jika menolong Orang
C. Toleran Terhadap Sistem
Nilai
1. Saya tidak terganggu dengan 1 2 3 4 5 6
perbedaan ras dan Agama

2. Saya menghargai orang yang 1 2 3 4 5 6


lebih tua
3. Saya selalu berbakti kepada 1 2 3 4 5 6
sesama dan tidak Pandang bulu

4. Saya selalu mengucapkan 1 2 3 4 5 6


selamat hari raya Kepada
teman yang beda agama
5. Saya senang membantu teman 1 2 3 4 5 6
6. Saya mendengarkan ibu guru 1 2 3 4 5 6
ketika mengajar

D. Orang Yang Suka


Membantu
1. Saya lebih mementingkan 1 2 3 4 5 6
orang lain dari pada diri sendiri

2. Saya menghargai perbedaan 1 2 3 4 5 6


3. Saya memiliki waktu yang 1 2 3 4 5 6
luang untuk membantu orang
lain
4. Saya suka mengeluh jika 1 2 3 4 5 6
membantu orang lain
5. Saya lebih mendahulukan 1 2 3 4 5 6
orang banyak dari pada ego
6. Saya selalu meminta imbalan 1 2 3 4 5 6
jika menolong Orang
E. Toleran Terhadap Sistem
Nilai
1. Saya tidak terganggu dengan 1 2 3 4 5 6
perbedaan ras dan Agama

2. Saya menghargai orang yang 1 2 3 4 5 6


lebih tua
3. Saya selalu berbakti kepada 1 2 3 4 5 6
sesama dan tidak Pandang bulu

4. Saya selalu mengucapkan 1 2 3 4 5 6

16
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

selamat hari raya Kepada


teman yang beda agama
5. Saya senang membantu teman 1 2 3 4 5 6
6. Saya mendengarkan ibu guru 1 2 3 4 5 6
ketika mengajar

D. Sukarela
1. Saya suka menolong orang 1 2 3 4 5 6
tanpa meminta imbalan

2. saya senang menolong teman 1 2 3 4 5 6

3. saya selalu membersihkan 1 2 3 4 5 6


kelas tanpa di suruh

4. saya senang membawakan 1 2 3 4 5 6


buku-buku guru ke kelas

E. Memiliki Emosi Yang Stabil


1. Saya mampu menyelesaikan 1 2 3 4 5 6
masalah sendiri

2. Saya mampu menghadapi 1 2 3 4 5 6


masalah dengan kepala dingin

3. Saya selalu berpikir positif 1 2 3 4 5 6

4. Saya selalu memaafkan orang 1 2 3 4 5 6


lain

5. saya mampu mengontrol emosi 1 2 3 4 5 6

6. saya mampu menerima sudut 1 2 3 4 5 6


pendapat orang lain

F. Memiliki Prestasi Yang


Cukup
1. Saya mampu melakukan segala 1 2 3 4 5 6
hal

2. Saya tepat waktu 1 2 3 4 5 6


mengumpulkan tugas

17
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

3. Saya senang mengerjakan 1 2 3 4 5 6


tugas yang diberikan guru

G. Menjaga Rahasia
1. Saya mampu menjaga rahasia 1 2 3 4 5 6

2. Saya orangnya ceplas ceplos 1 2 3 4 5 6

3. Saya tidak suka bergosip 1 2 3 4 5 6

4. Saya mempercayai orang lain 1 2 3 4 5 6

5. Saya tidak memaksa teman 1 2 3 4 5 6


untuk menceritakan
masalahnya

6. Saya mampu menjaga rahasia 1 2 3 4 5 6

G. Memiliki Prestasi Yang


Cukup
1. Saya mampu melakukan segala 1 2 3 4 5 6
hal

2. Saya tepat waktu 1 2 3 4 5 6


mengumpulkan tugas

3. Saya senang mengerjakan 1 2 3 4 5 6


tugas yang diberikan guru

4. Saya mempercayai oranglain 1 2 3 4 5 6


5. Saya tidak memaksa teman 1 2 3 4 5 6
untuk menceritakan
masalahnya
6. Saya mampu menjaga rahasia 1 2 3 4 5 6

18
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

KOMPONEN 2
PELATIHAN KONSELOR SEBAYA

Tujuan

Komponen latihan ini untuk menentukan aspek-aspek apa sja yang

dibutuhkan dalam menjalankan konseling sebaya ini. Komponen pelatihan

konselor sebaya sebagai berikut;

a Keterampilan memahami kode etik dan prinsip-prinsip konseling sebaya.

b Keterampilan konseling, khususnya keterampilan komunikasi dasar.

c Keterampilan penggunaan alat pengumpul data nontes (wawancara, check

list, observasi, skala penilaian dan sosiometri) dalam rangka mengenali

kasus, identifikasi kasus, dan layanan bantuan sebaya.

d Keterampilan melakukan pelimpahan kasus atau alih tangan kasus.

e Langkah-langkah menyusun laporan.

Materi Pelatihan

a Keterampilan memahami kode etik dan prinsip-prinsip konseling sebaya.

b Keterampilan dasar konseling, meliputi keterampilan komunikasi dasar

seperti menerima, empati, meringkas, bertanya, tulus, asertif,

konfrontasi,dll. Keterampilan menggunakan asessmen nontes, seperti

wawancara, observasi, check list, skala penilaian, dan sosiometri

19
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

c Prosedur pengenalan kasus, identifikasi masalah, dan layanan bantuan

sebaya.

d Prosedur pelimpahan kasus.

e Langkah-langkah menyusun laporan.

Prosedur Dan Metode Latihan

Material latihan dibagi dalam tiga tahap kegiatan, yaitu

1) Kegiatan 1: pemberian informasi mengenai kode etik dan prinsip konseling

sebaya

2) Kegiatan 2: keterampilan dasar konseling

3) Kegiatan 3: keterampilan pengumpulan data non tes serta pengenalan kasus,

idenitifikasi masalah, dan layanan bantuan sebaya,

4) Kegiatan 4: keterampilan pelimpahan kasus atau alih tangan kasus

5) Kegiatan 5: langkah-langkah menyusun laporan

Dengan menguasai keterampilan keterampilan tersebut individu mampu

membantu diri sendiri dan teman lain dalam pengambilan keputusan secara bijak

dalam menghadapi berbagai suasana aversif yang tidak dapat dielakkan dalam

kehidupan sehari-hari.

20
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Komponen 2 terdiri dengan 5 kegiatan bimbingan, sebagai berikut:

Unit 2.1 Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip Konseling
Sebaya
Kegiatan
1) Penjelasan mengenai kode etik dan prinsip pelaksanaa
konseling sebaya
2) Guru BK meminta konselor sebaya agar memahami
materi pada kegiatan ini
3) Guru BK memberikan kesempatan untuk tanya jawab
4) Guru BK memberikan tugas rumah terkait materi
tersebut

Unit 2.2 Pemberian Keterampilan Dasar Konseling


Kegiatan
1) Penjelasan umum tentang keterampilan komunikasi
dasar oleh pembimbing atau guru BK
2) Penjelasan pemakaian modul
3) Praktik keterampilan oleh peserta konselor sebaya
4) Umpan balik dari guru BK/pembimbing
5) Tugas pekerjaan rumah.

Unit 2.3 Pengumpulan Data Nontes, Pengenalan Kasus, Identifikasi Kasus,


Dan Pemberian Bantuan
Kegiatan
1) Pemberian materi pengumpulan data non tes
2) Pemberian materi pengenalan kasus
3) Mengidentifikasi kasus
4) Pengenalan layanan bantuan sebaya

Unit 2.4 Pelimpahan kasus


Kegiatan
1) Penjelasan dari pembimbing tentang keterampilan
pelimpahan kasus
2) Pemberian informasi tentang langkah-langkah dalam
pelimpahan kasus atau alih tangan kasus
3) Mendiskusikan materi tersebut dengan guru BK
4) Praktik mengenai penggunaan instrumen pelimpahan
kasus
5) Pemberiaan tugas terkait dengan materi.

21
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Unit 2.5 langkah-langkah menyusun laporan


Kegiatan
1) Penjelasan dari pembimbing tentang langkah-langkah
penyusunan laporan konseling sebaya.
2) Mendiskusikan materi tersebut dengan guru BK.
3) Pemberiaan tugas terkait dengan penulisan laporan.

22
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

UNIT 2.1
Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip
Konseling Sebaya

Tujuan : Memahami kode etik dan prinsip konseling sebaya

1) Siswa dapat memahami kode etik dan prinsip


penlaksanaan konseling sebaya
2) Siswa dapat menjelaskan kode etik dan perinsip
pelaksanaan konseling sebaya

Waktu : 2 x 30 menit plus tugas di luar

Tata ruang : Small Group

Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan

Pemberian informasi mengenai Penjelasan umum tentang kode etik dan


prinsip konseling sebaya oleh pembimbing atau guru BK. Langkah-langkah
penjelasan kode etik dan prinsip konseling sebaya sebagai berikut:
1. Penjelasan mengenai kode etik dan prinsip pelaksanaan konseling sebaya
2. Guru BK meminta konselor sebaya agar memahami materi pada kegiatan
ini.
3. Memberikan umpan balik
4. Guru BK memberikan tugas rumah terkait materi tersebut

23
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Bahan Bacaan 2.1.1


KODE ETIK

1. KODE ETIK

Dalam kegiatan konseling sebaya, kode etik yang harus diikuti dan dipatuhi
supenuhnya oleh konselor sebaya adalah sebagai berikut

a Sebelum menyelenggarakan konseling sebaya, konselor sebaya wajib


melatih diri untuk mengikuti pelatihan sehingga memenuhi persyaratan
untuk melaksanakan kegiatan konseling sebaya.
b Dalam penyelenggaraan konseling sebaya, konselor sebaya benar-benar
menepati asas kerahasiaan dan kesukarelaan serta asas-asas bimbingan dan
konseling lainnya
c Konselor sebaya menghargai setinggi-tingginya dan seutuhnya pribadi
konseli sebaya dan dengan sungguh-sungguh membantu konseli sebaya
sesuai dengan permasalahan dan sebesar-besarnya untuk kepentingan
konseli sebaya.
d Apabila pemberian bantuan oleh konselor sebaya terhadap konseli sebaya
dirasakan, maka konselor sebaya berusaha mengalih tangankan kasus itu
kepada guru pembimbing atas persetujuan konseli sebaya.
e Konselor sebaya senantiasa mengembangkan dan melatih diri agar upaya
bantuannya kepada konseli sebaya semakin meningkat dan berguna bagi
pengembangan kemanusiaan pada umumnya.
f Konselor sebaya akan senantiasa meningkatkan diri pada dan tidak keluar
dari kode etik konseling sebaya.
2. Prinsip-Prinsip Konseling Sebaya
Pada dasarnya prinsip-prinsip yang berlaku pada kegiatan konseling sebaya
tidak ada perbedaan yang berarti dengan prinsip-prinsip konseling pada
umumnya. Hanya dalam penggunaan prinsip-prinsip tersebut disesuaikan dengan
keadaan remaja, yaitu.
1. Rahasia, maksudnya masalah yang dibahas dalam konseling sebaya harus
dirahasiakan. Jika konseling tersebut bersifat individu, hanya konselor
sebaya dan konseli sebaya saja yang mengetahuinya. Jika konseling tersebut
bersifat kelompok , hanya mereka yang berada dalam kelompok itu yang
mengetahuinya, tidak boleh dibawa keluar.
2. Menghormati keyakinan-keyakinan, hak-hak, dan harapan konseli sebaya
3. Tidak menilai konseli sebaya non judjement

24
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

4. Pemberian informasi, pada konseling sebaya merupakan bagian dari


konseling sedangkan pemberian nasehat tidak masuk didalamnya.
5. Siswa konseli sebaya bebas menentukan pilihan termasuk kapan sesi
konseling berakhir
6. Kegiatan konseling dilakukan berdasarkan atas kesetaraan
7. Apabila konseli sebaya membutuhkan dukungan yang tidak dapat dipenuhi
dalam konseling sebaya dia dapat dialihtangankan pada konselor ahli,
lembaga atau organisasi.
8. Kapanpun konseli sebaya membutuhkan informasi yang jelas tentang
konseling sebaya, tujuan, proses, dan teknik yang digunakan dalam
konseling sebaya dapat di ketahui segera (Suwarjo, 2008)

25
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

UNIT 2.2
Pemberian Keterampilan Dasar

Tujuan : Siswa dapat memahami keterampilan dasar konseling

Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar

Tata ruang : Small Group

Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

PROSEDUR PELAKSANAAN

Pemberian latihan keterampilan konseling (keterampilan komunikasi

dasar) dilakukan dengan menggunakan model Tindal dan Gray (Pandang, 1996).

Prosedur latihan model Tindall dan Gray ini, terdiri atas empat tahap, meliputi:

1. Penjelasan umum tentang keterampilan komunikasi dasar oleh pembimbing

atau guru BK

2. Praktik keterampilan oleh peserta konselor sebaya

3. Umpan balik dari guru BK/pembimbing

4. Tugas pekerjaan rumah.

26
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Bahan Bacaan 2.2.1


Kaeterampilan Dasar Konseling
1. Melayani (Attending)
Carkhuff 1983 dalam buku Memahami Dasar-Dasar Konseling (Lubis,
2011) menyatakan bahwa melayani konseli secara pribadi merupakan upaya yang
dilakukan oleh konselor. Dalam memberikan perhatian secara total kepada
konseli. Hal ini ditampilkan melalui sikap tubuh dan ekspresi [Link]
perinci, berikut ini dikemukakan sikap melayani (attending) yang baik yakni:
a. Kepala : melakukan anggukan jika setuju
b. Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyum
c. Posisi tubuh : Agak condong ke arah konseli, jarak konselor dengan
konseli agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan.
d. Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah,
menggunakan tangan sebagai hasrat, menggunakan gerakan tangan untuk
menekankan ucapan.
e. Mendengar aktif : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan
Konseli hingga selesai, diam (menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian
terarah pada lawan bicara.
Menurut Willis 2009 dalam buku Memahami Dasar-Dasar Konseling
(Lubis, 2011), Attending yang baik ini sangat dibutuhkan karena dapat:
(1) Meningkatkan harga diri konseli
(2) Menciptakan suasana yang aman
(3) Mempermudah ekpresi perasaan konseli dengan bebas

Adapun perilaku attending yang tidak baik ditampilkan melalui sikap-sikap


berikut

a) Kepala : kaku
b) Muka : kaku, ekspresi melamun,mengalihkan pandangan, tidak
melihat saat Konseli sedang bicara melotot.

27
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

c) Posisi tubuh : tegak kaku, bersandar, miring, jarak duduk dengan


Konseli menjau duduk kurang akrab dan berpaling
d) Memutuskan pembicaraan, berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk
memberi kesempatan Konseli berpikir dan berbicara.
e) Perhatian mudah terpecah, mudah buyar oleh gangguan luar.

2. Empati
Empati ialah kemampuan untuk merasakan dan menempatkan dirinya
diposisi konseli. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh konselor sebelum
merespons pernyataan konseli. Terutama konselor harus memerhatikan postur
konseli dan ekpresi wajahnya. Konselor harus mendengarkan hati-hati apa yag
dikatakan oleh konseli. Dan yang lebih penting adalah konselor harus dapat
memahami perasaan yang diekspresikan oleh konseli.
Contoh:
Konseli : saya merasa sedih sekali karena setiap teman yang dekat dengan
saya mereka selalu memperlakukanku dengan semena-mena
Konselor : ehmmm…..saya memahami bagaimana perasaan anda
3. Refleksi
Secara lebih sederhana , refleksi didefenisikan sebagai daya upaya konselor
memperoleh informasi lebih mendalam tentang apa yang dirasakan oleh konseli
dengan cara memantulkan kembali perasaan, pikiran, dan pengalaman konseli.
Dalam hal ini, seorang konselor dituntut untuk menjadi pendengar yang aktif.
Ada tigs jenis refleksi yaitu:
a) Reflecting Feelings (merefleksi perasaan )
Pada refleksi perasaan, konselor mencermikan kembali perasaan yang
disampaikan oleh:
konseli : saya begitu yakin akan menamatkan sekolah padausia yang
sekarng. Tetapi saya gagal menyelesaikannya, saya merasa bodoh.
Konselor : jadi, kegagalan itulah yang menyebabkan anda merasa bodoh?
b) Reflecting Meanings

28
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Apabila perasaan dan fakta dicampurkan dalam suatu respons yang akurat,
halinilahdisebut sebagai refleksi makna.
Conroh:
Konseli : ibu guru saya terus menerus bertanya tentang kehidupan saya.
Saya tidak ingin dia melakukan hal itu
Konselor : anda merasa jengkel karena dia mengganggu privasi anda
c) Summative Reflections (refleksi sumatif)
Terjadi suatu refleksi sumatif,bila diungkapkan kembali secara singkat tema
dan perasaan utama yang diekskresikan pembicaraan selama durasi percakapan
yang lebih lama dari pada yang diliput oleh bentuk refleksi lainnya.
Ciri-ciri Respons Refleksi adalah:
(1) Tidak menilai (nonjudgemental)
(2) Refleksi akurat dari apa yang dialami oleh pihak lain
(3) Ringkas
(4) Kadang-kadang lebih banyak/dalam dan pada kata-kata yang terucap.
4. Eksplorasi
Adalah suatu keterampilan konselor untuk menggali perasaan, pengalaman,
dan pikiran Konseli. Hal ini penting, karena kebanyakan Konseli menyimpang
rahasia batin, menutup atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya dengan
terus terang.
Teknik eksplorasi memungkinkan Konseli untuk bebas berbicara tanpa rasa
takut, tertekan, dan terancam. Sebagaimana refleksi, eksplorasi ada tiga jenis:
a) Eksplorasi perasaan
Eksplorasi perasaan, yaitu keterampilan untuk menggali perasaan Konseli
yang tersimpan. Konselor dapat menggunakan kalimat-kalimat berikut ini untuk
memulai keterampilan eksplorasi perasaan.
“ bisakah saudara menjelaskan bagaimana perasaan bingung yang anda
maksudkan ?’
“ saya kira, rasa sedih anda begitu dalam pada peristiwa tersebut. Dapatkah
anda kemukakan perasaan anda lebih jauh?”
b) Eksplorasi pengalaman

29
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Eksplorasi pengalaman yaitu keterampilan konselor untuk menggali


pengalaman yang dialami oleh Konseli.
Contoh:
“saya terkesan dengan pengalaman yang anda lalui. Namun saya ingin memahami
lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan
anda”
c) Eksplorasi pikiran
Eksplorasi pikiran adalah keterampilan konselor untuk menggali ide,
pikiran, dan pendapat Konseli. Dalam mengoperasikan keterampilan ini konselor
dapat menggunakan kalimat berikut ini.
“saya yakin anda dapat menjelaskan lebih jauh tentang apa pendapat anda
tentang hadirnya ibu tiri dalam rumah anda”
“saya kira pendapat anda mengenai hal itu sangat baik sekali, dapatkah anda
menguraikannya lebih lanjut”.
5. Menangkap pesan utama paraphrasing
Adakalanya Konseli mengalami kesulitan untuk menyampaikan
permasalahannya secara jelas dan terus terang kepada konselor. Untuk itulah
diperlukan kemampuan konselor untuk dapat menangkap pesan utama yang
disampaikan oleh Konseli. Hal ini sangat penting dan diperlukan karena terkadang
Konseli mengemukakan perasaan, pikiran dan pengalamannya secara berbelit-
belit, berputar-putar, atau terlalu panjang. Intinya adalah konselor dapat
menyampaikan kembali inti pernyataan Konseli secara lebih sederhana. Pada
dasarnya, ada empat tujuan utama dari teknik paraphrasing yaitu:
a) Untuk mengatakan kembali kepada Konseli bahwa konselor bersama dia,
dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan Konseli
b) Mengendapkan apa yang dikemukakan Konseli secara lebih ringkas
c) Memberikan arah wawancara konseling
d) Pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan
Konseli.
Contoh:
“ adakah yang anda maksudkan adalah bahwa..”

30
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

“nampaknya yang anda maksudkan adalah…”


6. Bertanya untuk membuka percakapan (open question)
Pertanyaan-pertanyaan terbuka (open question) sangat diperlkukan untuk
memunculkan pernyataan-pernyataan baru dari Konseli. Untuk memulai bertanya
sebaiknya jangan menggunakan kata (mengapa) dan (apa sebabnya). Sebaiknya
gunakanlah kata-kata berikut untuk mengawali pertanyaan: apakah, bagaimana,
adakah, bolehkan, atau dapatkah.
Contoh:
“bagaimana perasaan anda ketika melihat dia benar-benar memusuhi
anda”
“usaha apa yang telah anda lakukan untuk berbaikan”
7. Bertanya tertutup (closed question)
Selain pertanyaan terbuka (open question), ada pula bentuk pertanyaan
tertutup, yaitu bentuk-bentuk pertanyaan yang sering dijawab dengan singkat oleh
Konseli seperti “ya” atau “tidak”. Pertanyaan tertutup dapat dimulai dengan kata-
kata berikut: apakah, adakah….
Adapun tujuannya adalah: untuk mengumpulkan informasi, untuk
menjernihkan atau memperjelas sesuatu, menghentikan omongan Konseli yang
terlantur atau menyimpang jauh.
Contoh:
Konselor : apakah anda sulit menerima ?
Konseli : ya
Konselor : apakah anda
8. Dorongan minimal (minimal encouragement)
Upaya utama seorang konselor adalah konselinya selalu terlibat dalam
pembicaraan dan membuka dirinya (self disclosing) pada konselor. Dorongan ini
diucapkan dengan kata-kata singkat seperti oh..ok..ya…terus…lalu… dan…
tujuannya adalah membuat Konseli semakin semangat untuk menyampaikan
masalahnya dan mengarahkannya pembicaraan agar mencapai sasaran dan tujuan
konseling.
Contoh:

31
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Konseli : saya kehilangan semuanya. Orangtuaku…huhuhu


Konselor : terus…..
9. Interpretasi
Dalam interpretasi, rus menggunakan teori-teori konseling dan
menyesuaikannya dengan permasalahan konseli. Hal in, dilakukan untuk
menghindari adanya subjektifitas dalam hubungan konseling. Adapun tujuan
utama teknikini adalah untukmemberikan rujukan dan pandangan atas perilaku
konseli agar konseli mengerti dan berubah melalui pemahaman dan hasil rujukan
baru tersebut.
Contoh:
Konseli : saya pikir lebih baik saya mati saja. Tidak ada gunanya lagi saya
hidup. Semua orang mengucilkan saya.
Konselor : hidup ini membutuhkan keberanian kita untuk menjalaninya.
Kalau anda berpikir anda telah dikucilkan oleh semua orang, iyu
tidak benar. Anda sendirilah yang membuat anda terkucil melalui
pemikiran anda yang seperti itu. Jika saja anda berani menghadapi
kenyataan bahwa anda menyesal atas perbuatan anda, dan anda
yakin anda ingin berubah lebih baik, inilah satnya anda
membuktikannya pada semua orang. Bukanka begitu?
10. Mengarahkan (Directing)
Kemampuan mengarahkan Konseli juga menjadi poin penting dalam teknik
konseling. Konselor harus memiliki kemampuan ini agar dapat mengajak Konseli
berpartisipasi secara penuh dalam proses konseling. Inti dari tujuan tersebut
adalah agar Konseli bersedia melakukan sesuatu, misalnya menyuruh Konseli
untuk bermain peran dengan konselor, atau menghayalkan sesuatu.
Contoh:
Konseli : teman saya selalu mengucapkan kata-kata kotor pada saya dan itu
membuatku sakit hati
Konselor : bisakaha anda mempergakannya di hadapan saya sebagai cara
suami anda ketika dia memarahi anda.
11. Menyimpulkan sementara (summarizing)

32
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Hasil percakapan antara konselor dan konseli hendaknya disimpulkan


sementara oleh konselor untuk memberikan gambaran kilas balik (flashback) atas
hal-hal yang telah dibicarakan sehingga Konseli dapat menyimpulkan kemajuan
hasil pembicaraan secara bertahap, meningkatkan kualitas diskusi, dan
mempertajam atau memperjelas fokus pada wawancara konseling.
Contoh:
Konselor : setelah kita berdiskusi beberapa waktu, alangkah baiknya jika kita
simpulkan dahulu agar jelas hasil pembicaraannya yang telah kita lalui. Dari
materi pembicaraan yang kita diskusikan, kita sudah sampai pada dua hal:
pertama, tekad anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas, keduan namun
hambatan yang akan anda hadapi, seperti yang anda kemukakan tadi, ada
beberapa yaitu: sikap orangtua menginginkan anda segera menyelesaikan studi,
dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana dituntut oleh perusahaan yang
akan anda masuki. Benarkah demikian.

12. Konfrontasi
Konfrontasi adalah suatu teknik konseling yang menantang konseli untuk
melihat adanya diskrepansi atau inkonsisten antara perkataan dan bahasa badan
(perbuatan), ide awal dengan ide berikutnya, senyum, dengan kepedihan, dan
sebagainya.
Adapun tujuan teknik ini adalah untuk mendorong konseli mengadakan
penelitian diri secara jujur, meningkatkan potensi konseli, membawa konseli
kepada kesadaran adannya diskrepansi, konflik, atau kontradiksi dalam diri.
Namun seorang konselor harus melakukan dengan teliti yaitu dengan:
memberi komentar khusus terhadap konseli yang tidak konsisten dengan cara
tepat waktu, tidak menilai apalagi menyalahkan, dan dilakukan dengan perilaku
attending.
Contoh:
Konseli : sebenarnya dia tidak menyakiti saya (wajah murung, tangan
digenggam, ekspresi sedih)

33
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Konselor : anda mengatakan bahwa dia tidak menyakiti andatapi mengapa saya
melihat wajah anda begitu sedih ketika mengalahkan itu? Memberi
nasihat
Nasihat sebaikanya dilakukan jika konseli memintanya. Walau demikian
konselor tetap harus mempertimbangkannya apakah pantas untuk memberi nasihat
atau tidak.
Contoh
Konselor : seperti yang kita ketahui anda adalah orang yang paling mengetahui
bagaimana bersikap lebih baikkepada suami anda sendiri. Apakah
anda merasa saya pantas untuk memberikan pandangan kepada anda?
13. Memberikan informasi
Dalam hal informasi yang diminta konseli, sama halnya dengan pemberian
hasihat. Jika koselor tidak memiliki informasi sebaiknya dengan jujur katakan
bahwa konselor tidak mengetahui hal itu. Akan tetapi, jika konselor mengetahui
informasi, sebaiknya upayakan agar konseli tetap mengusahakannya.
14. Menyimpulkan
Bersamaan dengan berakhirnya sesi konseling maka sebaiknya konselor
menyimpulkan hasil pembicaraan secara keseluruhan yang menyangkut tentang
pikiran, perasaan konseli sebelum dan setelah mengikuti proses konseling. Selain
itu bantulah Konseli untuk memantapkan rencana-rencana yang telah disusunya.

34
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

UNIT 2.3
Pengumpulan Data Nontes, Pengenalan Kasus, Identifikasi
Kasus, Dan Pemberian Bantuan

Tujuan : Siswa dapat memahami alat pengumpulan data


Waktu : 3 x 30 menit plus tugas di luar
Tata ruang : Small Group
Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan

Kegiatan 1

Pemberian materi mengenai keterampilan pengumpulan data non tes, setelah

pemberian latihan keterampilan konseling. Pembimbing dalam pemberian materi

ini adalah guru BK.

a Penjelasan dari pembimbing tentang alat pengumpulan data nontes lihat


Lampiran 2.3.1
b Pemberian contoh alat pengumpulan data non tes oleh guru BK lihat
lampiran 2.3.1
c Diskusi dan tanya jawab antara pembimbing dengan peserta latihan.
d Praktik penggunaan alat pengumpulan data non tes oleh setiap peserta
konselor sebaya.
e Pemberiaan tugas terkait dengan materi

Kegiatan 2

35
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Pembimbing memberikan materi mengenai keterampilan pengenalan kasus,

setelah pemberian latihan alat pengumpulan data non tes pembimbing .

Pembimbing dalam pemberian materi ini adalah guru BK.

a Penjelasan dari pembimbing tentang pngenalan kasus

b Pemberian contoh tentang kasus-kasus yang dapat di tangani

c Diskusi dan tanya jawab antara pembimbing dengan peserta latihan.

d Praktik terkait pengenalan kasus

e Pemberiaan tugas terkait dengan materi.

Kegiatan 3

Pembimbing memberikan materi mengenai tata cara identifikasi masalah

kepada siswa calon konselor sebaya. Pelatihan identifikasi masalah di lakukan

oleh guru BK dengan kegiatan sebagai berikut;

a. Penjelasan dari pembimbing tentang identifikasi masalah

b. Pemberian contoh tentang masalah-masalah yang dapat di tangani

c. Penggunaan instrumen non tes dalam identifikasi kasus

d. Diskusi dan tanya jawab antara pembimbing dengan peserta latihan.

e. Praktik terkait identifikasi masalah

f. Pemberiaan tugas terkait dengan materi.

Kegiatan 4

Pembimbing memberikan materi mengenai layanan bantuan sebaya kepada siswa

calon konselor sebaya. Pelatihan layanan bantuan sebaya di berikan oleh guru Bk sebagai

berikut;

36
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

a. Penjelasan dari pembimbing tentang layanan bantuan sebaya

b. Pemberian contoh-contoh layanan bantuan untuk konseli sebaya (baca hal.

55)

c. Diskusi dan tanya jawab antara pembimbing dengan peserta latihan.

d. Praktik terkait layanan bantuan sabaya

e. Pemberiaan tugas terkait dengan mat

Lampiran 2.3.1

Instrumen Non Tes

Kelas :
Nama Siswa :
Tgl. Observasi :

PEDOMAN OBSERVASI

Kebiasaan siswa

Petunjuk
1. Observasilah siswa selama 20 menit atau lebih
2. Beri tanda cek (√) pada kolom skala, sesuai dengan banyak atau kurangnya
sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang nampak pada siswa yang diobservasi.
3. Skala penilaiannya adalah:

A = Sangat baik B = Cukup baik C = Cukup D = Kurang E =


Kurang sekali

No. Sifat dan Skala Penilaian Ket.


Kebiasaan
A B C D E

37
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

1. Aktif dan kreatif


2. Ramah dan
3. Periang
4. Mudah bergaul
5. Terbuka
6. Humonis
7. Disiplin
8. Berpenampilan
rapi
9.
Respek
10.
Peduli
11.
Suka menolong
12.
Tenang
13.
Asertif
14.
Malas
15.
Pasif
16.
Pendiam
17.
Pemalu
18.
Curang
19.
Mudah
20. tersinggung
21. Suka mengganggu
22. Banyak
bicara/cerewet
23.
Pemarah
24.
Penyendiri

38
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Pembangkang

Observer
Analisis
Saran-saran/Komentar

Lampiran 2.3.2

ANGKET KEBIASAAN SISWA

Nama : Jenis Kelamin :

Nis/Kelas : Tanggal :

Petunjuk:
a. Dibawah ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan
hubungan dengan teman sebaya. Angket ini bukan tes dan tidak ada
hubungannya dengan penilaian mata elajaran Anda di sekolah. Tujuannya
hanyalah untuk membantu Anda mengenal kebiasaan dengan teman anda, agar
Anda dapat meninggalkan kebiasaan dan sikap yang kurang mengenakkan
dengan teman
b. Kerjakanlah setiap pernyataan ini sesuai dengan keadaan Anda selama ini
Anda lakukan, bukan menurut pendapat Anda (pendapat ideal).
c. Berikanlah tanda (X) pada salah satu alternative jawaban yang ada di bawah.

1. Pernahkah Anda mengalami masalah.


a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

39
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2. Apakah Anda suka menceritakan masalah yang anda miliki dengan teman.
a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

3. Apakah Anda biasanya menceritakan masalah kepada ibu anda.


a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

4. Apakah Anda lebih banyak menceritakan masalah kepada teman


a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

5. Apakah teman anda memberikan solusi terhadap masalah yang anda miliki.
a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

6. Dalam menghadapi masalah apakah anda biasanya gelisah dan


menceritakannya kepada teman anda.
a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang

40
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2.3.3

TES “ WHO AM I “

PETUNJUK
1. Tulis identitas anda pada lembar jawaban yang disediakan !
2. Beri tanda cek (√) pada salah satu dari 3 (tiga) pililhan jawaban yang
tersedia pada lembar jawaban.
3. Ketiga pilihan itu dalah sebagai berikut :
SS : SESUAI SEPERTI DIRI SAYA
AS : AGAK SESUAI DENGAN DIRI SAYA
ST : SAMA SEKALI TIDAK SESUAI DENGAN DIRI SAYA
Perikasalah kemabali pekerjaan anda jika sudah selesai, setelah yakin
benar sudah sesuai gambaran diri anda baru dikumpulkan.

JAWABAN
NO PERTANYAAN
SS AS ST

1 2 3 4 5

1. Saya adalah seorang yang mampu membuat rencana


yang baik di dalam sekolah, di luar sekolah dalam
permainan atau tugas.

41
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2.
Saya adalah seorang pemimpin yang baik dalam berbagi
bidang.

3. Saya adalah seorang yang segan bermain-main bersama


dengan teman-teman sekelompok.
Saya adalah orang yang selalu melanggar, merusak
peraturan-peraturan sekolah maupun pergaulan.
4. Saya adalah seorang yang mudah untuk mengerti
sesuatu, (sesuatu yang berhubungan dengan persoalan di
sekolah, maupun di luar sekolah ).
5
Saya adalah orang yang selalu bekerja untuk kepentingan
6 kelas, kelompok atau teman saya.
Saya adalah orang yang sulit untuk mendapatkan kawan
karena saya sukar untuk bergaul dengan mereka.
7.
Saya adalah orang yang tidak behagia, tidak ada seorang
pun yang dapat membuat saya gembira.
8 Saya adalah orang yang sukar untuk mengemukakan
pendapat, sehingga tak seorangpun yang dapat mengerti
apa pendapat saya.
9. Saya adalah seorang yang sangat populer dikelompok
saya.
Saya adalah seorang yang paling nurut dikelompok
10.
saya.
11
Saya adalah seorang yang mudah marah mudah memulai
pertengkaran.

12. Saya adalah seorang yang selalu mempunyai ide-ide


yang bagus dan menyenangkan dalam aktivitas
pergaulan maupun pelajaran.
13. Saya adalah seorang yang kejam terhadap teman-teman
lain terutama yang kecil.
Saya adalah seorang yang banyak mempunyai teman.
14.

42
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

UNIT 2.4
Pelimpahan kasus/Referral

Tujuan : Siswa Dapat Pelimpahan Kasus

Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar

Tata ruang : Small Group

Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan

Pembimbing memberikan materi mengenai keterampilan pelimpahan kasus

atau proses alih tangan kasus. Pelatihan ini dilakukan oleh guru BK kepada para

siswa konselor sebaya sebagai berikut:

1) Penjelasan dari pembimbing tentang keterampilan pelimpahan kasus

2) Mendiskusikan materi tersebut dengan guru BK

3) Praktik mengenai penggunaan instrumen pelimpahan kasus

43
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

4) Pemberiaan tugas terkait dengan materi.

UNIT 2.4
Penyusunan Laporan

Tujuan : Siswa dapat mengetahui penyusunan laporan


Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar
Tata ruang : Small Group
Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Pelaksanaan

Pembimbing memberikan materi mengenai langkah-langkah penyusunan

laporan konseling. Pelatihan ini dilakukan oleh guru BK kepada para siswa

konselor sebaya sebagai berikut:

1) Penjelasan dari pembimbing tentang langkah-langkah penyusunan laporan

konseling sebaya.

2) Mendiskusikan materi tersebut dengan guru BK.

3) Pemberiaan tugas terkait dengan penulisan la

44
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

KOMPONEN 3
PENUGASAN SISWA KONSELOR SEBAYA

1. Tujuan Penugasan

Tujuan penugasan ini untuk memberi latihan kepada siswa SMK dalam

Pembentukan Konselor Sebaya.

2. Prosedur Penugasan

Setiap siswa yang terpilih akan menjalankan tiga tugas yaitu;

a) Membantu Guru BK dalam membuat rencana kegiatan konseling sebaya

b) Membantu Guru BK dalam mengimplementasikan modul konseling sebaya

c) Membuat catatan-catatan pengalaman konseling dan penilaian diri

45
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Komponen 3 terdiri 4 unit yang terdiri dari beberapa kegiatan berikut


Unit 3.1 Identifikasi Kasus
Kegiatan
1) Memeriksa absensi siswa semua jurusan SMK di ruang
BK, untuk mengecek adakah siswa yang malas ke sekolah
atau jarang ke sekolah.
2) Mengamati perilaku sehari-hari rekan siswa untuk
mengenali siswa yang menunjukkan perubahan perilaku
yang lain dari biasanya (seperti, pendiam, suka marah-
marah, pesimis, terisolir, berkata kasar, dll)
3) Mewawancarai ketua kelas dan wali kelas untuk
mendapatkan informasi tentang kemungkinan adanya
siswa yang mengalami masalah.

Unit 3.2 Analisis Masalah


Kegiatan
1) Mengenali dan memahami penyebab masalah yang
dialami oleh siswa (konseli sebaya)
2) Menentukan tingkat permasalahan yang dihadapi dan
mampukah siswa konselor sebaya menangani masalah
tersebut:
3) Menentukan rencana pemberian bantuan yang dapat
dilakukan oleh siswa konselor sebaya

46
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

4) Membuat rencana pelimpahan kasus, jika masalah yang


dihadapi siswa konseli sebaya membutuhkan bantuan dari
seorang profesional dalam hal ini guru BK.

Unit 3.3 layanan bantuan konseling sebaya


Kegiatan

1) Menuntun siswa konselor sebaya dalam menentukan jenis


layanan yang akan di gunakan
2) Memerintahkan Konselor sebaya membaca berbagai
referensi tentang jenis-jenis bantuan yang dapat digunakan
3) Membantu Konselor sebaya menghubungkan masalah
konseli dengan jenis layanan yang akan digunakan.
4) Memerintahkan Konselor sebaya menyiapkan segala hal
yang akan digunakan dalam proses pemberian bantuan.

Unit 3.4 Melimpahkan Kasus


Kegiatan
1) Menentukan apakah kasus konseli sebaya yang ditangani
memerlukan layanan pelimpahan atau tidak
2) Membicarakan rencana pelimpahan itu dengan konseli
sebaya, sebab kegiatan ini haruslah hasil keputusan
bersama antara siswa konselor sebaya dengan siswa
konseli sebaya.
3) Mengenali dan mempercayakan guru pembimbing atau
ahli lain yang akan dijadikan tempat melimpahkan kasus
4) Membuat kontak awal secara personal dengan
pembimbing atau guru BK yang dilimpahkan kasus.
5) Meminta konseli menandatangani format persetujuan
pelimpahan kasus
6) Menyiapkan laporan tertulis kepada guru pembimbing
atau guru BK.

47
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

UNIT 3.1
Indentifikasi Kasus

Tujuan : Siswa dapat mengidentifikasi kasus


Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar
Tata ruang : Small Group
Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Pelaksanaan Kegiatan

Identifikasi Kasus
Kegiatan ini adalah memberi pengalaman praktis kepada siswa konselor

sebaya tentang bagaimana mengenali gejala-gejala individu yang diperkirakan

mengalami suatu problem.

Dalam pengenalan kasus ini, guru pembimbing atau guru BK membantu

siswa dalam melakukan kegiatan berikut:

1) Memeriksa absensi siswa semua jurusan SMK di ruang BK, untuk

mengecek adakah siswa yang malas ke sekolah atau jarang ke sekolah.

48
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2) Mengamati perilaku sehari-hari rekan siswa untuk mengenali siswa yang

menunjukkan perubahan perilaku yang lain dari biasanya (seperti, pendiam,

suka marah-marah, pesimis, terisolir, berkata kasar, dll)

3) Mewawancarai ketua kelas dan wali kelas untuk mendapatkan informasi

tentang kemungkinan adanya siswa yang mengalami masalah.

Catatan PENTING: Dalam melaksanakan kegiatan ini konselor sebaya


menyiapkan buku catatan sebagai bahan supervisi dan konsultasi kepada guru
BK. Dan sebagai catatan penilaian diri dengan menggunakan format catatan dan
penilaian tugas 3.1.1

Format catatan dan penilaian tugas 3.1.1

Penilaian Diri Terhadap Tugas Pelatihan

Identifikasi Kasus

1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang identifikasi kasus.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.

49
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan


sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
mengenali masalah
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
bekerjasama dengan guru BK
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggali informasi konseli
4. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggunakan instrumen
untuk mengenali masalah
konseli
5. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memutuskan layanan bantuan
untuk konseli

UNIT 3.2
Analisis Masalah

Tujuan : Siswa dapat menganalisis masalah


Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar
Tata ruang : Small Group
Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan dalam identifikasi masalah ini adalah melatih


siswa konselor sebaya untuk mengumpulkan berbagai informasi atau data
mengenai penyebab timbulnya masalah pada teman sebaya, sehingga
memudahkan dalam perencanaan pemberian bantuan. Dalam tahap ini, guru
pembimbing atau guru BK dapat membantu siswa konselor sebaya melakukan
kegiatan berikut:

50
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

1) Mengenali dan memahami penyebab masalah yang dialami oleh siswa


(konseli sebaya)
2) Menentukan tingkat permasalahan yang dihadapi dan mampukah
siswa konselor sebaya menangani masalah tersebut:
3) Menentukan rencana pemberian bantuan yang dapat dilakukan oleh
siswa konselor sebaya
4) Membuat rencana pelimpahan kasus, jika masalah yang dihadapi
siswa konseli sebaya membutuhkan bantuan dari seorang profesional
dalam hal ini guru BK.

Catatan PENTING: Dalam melaksanakan kegiatan ini konselor sebaya


menyiapkan note book atau buku catatan sebagai bahan supervisi dan konsultasi
kepada guru BK. Dan sebagai catatan penilaian diri dengan menggunakan format
3.2.1

Format catatan dan penilaian tugas 3.2.1

Penilaian diri terhadap Tugas Pelatihan

Analisis masalah

1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang analisis masalah.

51
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban


dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
mengidentifikasi masalah
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memahami penyebab
masalah yang dihadapi
konseli
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menentukan tingkat
permasalahan konseli
4. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menentukan rencana layanan
konseling
5. Kemampuan mengenali kasus 1 2 3 4 5 6
yang boleh di tangani dan
tidak boleh ditangani

UNIT 3.3
Layanan Bantuan Konseling Sebaya

Tujuan : Siswa Dapat Menganalisis Layanan Bantuan Konseling


Sebaya
Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar
Tata ruang : Small Group
Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan layanan bantuan ini adalah melatih

siswa konselor sebaya untuk memberikan atau menentukan layanan apa yang akan

52
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

diberikan kepada konseli sebaya yang telah diidentifikasi masalahnya. Peran guru

BK dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:

1) Menuntun siswa konselor sebaya dalam menentukan jenis


layanan yang akan di gunakan
2) Memerintahkan Konselor sebaya membaca berbagai referensi
tentang jenis-jenis bantuan yang dapat digunakan
3) Membantu Konselor sebaya menghubungkan masalah konseli
dengan jenis layanan yang akan digunakan.
4) Memerintahkan Konselor sebaya menyiapkan segala hal yang
akan digunakan dalam proses pemberian bantuan.

Catatan PENTING: Dalam melaksanakan kegiatan ini konselor sebaya


menyiapkan buku catatan sebagai bahan supervisi dan konsultasi kepada guru
BK. Dan sebagai catatan penilaian diri dengan menggunakan format catatan dan
penilaian diri3.3.1

a) Persiapan Bantuan

Konseling sebaya dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Konseling dapat
dilakukan secara tiba-tiba maupun terstruktur. Konseling dapat dilakukan secara tiba-tiba
ketika konseli sebaya membutuhkan bantuan segera untuk menyelesaikan masalahnya.
Tempatnya pun beragam, dapat dilakukan di kantin, café, taman, dll. Intinya tempat
tersebut memungkinkan untuk berbicara secara personal dan konseli merasa nyaman
dengan tempat tersebut. Konseli dapat menyarankan tempat untuk bertemu.
Sedangkan konseling terstruktur dilakukan di lingkungan sekolah. Tepatnya
diruangan konseling yang telah di sediakan dan mengatur waktu pertemuan. Proses
pelaksanaan konseling sebaya guru BK diharapkan membantu siswa konselor sebaya
dalam melakukan kegiatan sebagai berikut

53
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

1) Kegiatan persiapan, misalnya (a) membuat kesepakatan dengan konseli


tentang waktu pertemuan konseling; (b) menyediakan fasilitas konseling dan
memberikan catatan konseling. Dalam kegiatan konseling nonformal, proses
konseling dapat dilakukan tanpa kesepakatan sebelumnya antara siswa
konselor sebaya dengan konseli sebaya. Maka dari itu persiapan yang
dilakukan tidak harus dikonsultasikan dengan guru pembimbing atau guru
BK
2) Pelaksanaan konseling, misalnya: (a) membuka pertemuan, (b) membangun
rapport, (c) strukturing, (d) menggali dan memahami masalah, (e)
menangani masalah konseli dengan menerapkan berbagai keterampilan
komunikasi dasar yang dibutuhkan (penerimaan, empati, meringkas,
bertanya, ketulusan, asertif, konfrontasi, dan pemecahan masalah), dan (f)
menutup pertemuan. Keenam rangkaian kegiatan konseling tersebut berlaku
terutama dalam konseling formal. Dalam konseling nonformal, rangkaian
tersebut dilaksanakan secara luwes sesuai dengan kondisi waktu dan tempat
berlangsungnya konselin nonformal..
3) Catatan pertemuan konseling, yakni membuat catatan tentang hal-hal yang
dialami selama proses konseling. Dalam catatan hasil konseling (formal
maupun nonformal) ini, siswa konselor sebaya diaharapkan mencatat: (a)
identitas konseli, (b) deskripsi problem konseli, (c) ringkasan dialog
wawancara, (d) perilaku konseli dalam mengikuti konseling, (e) perilaku
konselor sebaya sendiri dalam menghadapi konseli, dan (f) aspek
keterampilan konselor sebaya yang membutuhkan pengawasan. Catatan ini
dibutuhkan sebagai bahan dalam pengawasan dan konsultasi. Dalam rangka
pembuatan catatan penilaian diri.
b) Layanan bantuan apa?
Kegiatan konseling sebaya berada dalam bidang:
1) Bidang bimbingan pribadi: meliputi upaya pengembangan potensi dan
kondisi pribadi siswa yang memerlukan bantuan.

54
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2) Bidang bimbingan sosial; meliputi peningkatan dan pengembangan


hubungan sosial (relasi, interaksi, komunikasi) siswa dengan segenap warga
sekolah, keluarga dan masyarakat.
3) Bidang bimbingan belajar; meliputi pemberian bantuan terhadap siswa yang
lambat/mengalami kesulitan belajar dan memperoleh prestasi rendah dalam
belajar.
4) Bidang bimbingan karir; meliputi pemberian bantuan terhadap siswa yang
mengalami dalam pengemabngan informasi dan perencanaan karir.

Catatan; kegiatan yang ditangani oleh konselor sebaya tidak harus meliputi
semua bidang bimbingan, melainkan sesuai dengan kemampuan konselor sebaya
dan kebutuhan konselor sebaya.

Bahan Bacaan 3.3.1

1. Tips etika konseling/bagamana sih saya melakukan konseling sebaya


Berikut adalah tips-tips dalam melakukan konseling untuk konselor
sebaya :
a. Konselor sebaya mempertimbangkan kondisi konseli.
b. Konselor tidak menilai konseli sebaya.
c. Konselor sebaya meyakinkan konseli akan kerahasiaan masalahnya.
d. Konselor sebaya perlu membangun hubungan dengan konseli.
e. Konselor sebaya terbuka dengan konseli.

55
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

f. Konselor sebaya menunjukkan sikap yang hangat.


g. Konselor menghargai harapan konseli.
h. Konselor sebaya memberikan kebebasan kepada konseli baik itu
menentukan pilihan dan kapan sesi konseling berakhir.
2. Tips Dalam Melakukan Wawancara
Berikut ini akan disajikan beberapa teknik wawancara yang diajukan oleh
Safithry :
a Dalam wawancara seorang konselor sebaya sebaya tidak memberikan
ceramah, artinya konselor sebaya terlalu banyak bicara, sehingga telah
menyita hampir seluruh waktu pertemuan dengan konseli. Hal ini akan
menghambat konseli berbicara Konseling yang baik adalah saat konselinya
lebih banyak bicara dan konselor sebaya lebih banyak mendengarkan.
Dengan adanya konselor sebaya sedikit berbicara akan berarti memberikan
kesempatan sebanyak-banyaknya kepada konseli untuk mencurahkan isi
hatinya.
b Dalam berbicara konselor sebaya menggunakan kata-kata sederhana , berarti
kata-kata itu dapat dicerna oleh konseli , dapat dipahami dan dimengerti.
Dengan demikian terjadi hubungan yang baik dan komunikasi yang
[Link] ada “Gap” antara konselor sebaya dan konseli. Konselor
sebaya harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kemampuan
konselinya. Istilah-istilah sulit jangan terlalu digunakan, dipilih kata-kata
yang membina keakraban dan kehangatan, sehingga konseli dapat
mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya , secara tidak [Link]
kata-kata yang sederhana menyebabkan konseli menaruh rasa simpati
terhadap konselor sebaya , dan merasa dapat berbicara secara aman.
c Dalam wawancara konselor sebaya harus merasa yakin bahwa informasinya
diperlukan oleh konseli, berarti mempunyai keyakinan bahwa dirinya
diperlukan dan pertolongannya sangatlah dibutuhkan. Keyakinan itu akan
menjadikan konselor sebaya mantab dalam memberikan bantuan kepada
konseli. Maka konseling yang efektif adalah apabila konseli secara suka
rela. Rela datang sendiri pada konselor sebaya untuk meminta bantuan.
d Konselor sebaya merasakan sikap konseli dalam menyelesaikan masalahnya
, hal ini berarti adanya perasaan empati dari konselor sebaya-konselor
sebaya memahamai diri konseli, dan konseli mengerti bahwa konselor
sebayanya memahami dirinya.

56
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Format catatan dan penilaian tugas 3.3.2

Penilaian Diri Terhadap Tugas Pelatihan

Keterampilan Layanan Bantuan Sebaya

1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..

57
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

e Tempat/tgl lahir : ………………………………..


f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat : ………………………………..

2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan layanan konseling
sebaya
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kejelasan layanan yang 1 2 3 4 5 6
diberikan
2. Kesesuaian layanan bantuan 1 2 3 4 5 6
yang diberikan dengan
masalah konseli
3. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
melakukan konseling
4. Mampu mengetahui kapan 1 2 3 4 5 6
konseli membutuhkan
bantuan
5. Mengetahui tempat yang baik 1 2 3 4 5 6
untuk melaksanakan
pemberian bantuan

UNIT 3.4
Melimpahkan Kasus/Referral

Tujuan : Siswa Dapat Mengetahui Prosedur Melimpahkan Kasus


Waktu : 3 X 45 Menit Plus Tugas Di Luar
Tata Ruang : Small Group
Strategi Bimbingan : Diskusi Dan Ceramah

Prosedur Kegiatan

58
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pelatihan kepada siswa konselor


sebaya tentang bagaimana, kapan, dan kepada siapa suatu kasus siswa konseli
sebaya akan dilimpahkan (referral). Pelimpahan kasus dilakukan apabila masalah
yang dihadapi siswa konseli sebaya, menurut pertimbangan pembimbing dan
siswa konselor sebaya, memerlukan penanganan konselor atau ahli yang lebih
profesional.
Pada tahap ini guru pembimbing atau guru BK membantu siswa konselor
sebaya mempertimbangkan dan melakukan enam kangkah kegiatan yang tercakup
dalam mekanisme pelimpahan, sebagai berikut:
1) Menentukan apakah kasus konseli sebaya yang ditangani
memerlukan layanan pelimpahan atau tidak
2) Membicarakan rencana pelimpahan itu dengan konseli
sebaya, sebab kegiatan ini haruslah hasil keputusan bersama
antara siswa konselor sebaya dengan siswa konseli sebaya.
3) Mengenali dan mempercayakan guru pembimbing atau ahli
lain yang akan dijadikan tempat melimpahkan kasus
4) Membuat kontak awal secara personal dengan pembimbing
atau guru BK yang dilimpahkan kasus.
5) Meminta konseli menandatangani format persetujuan
pelimpahan kasus
6) Menyiapkan laporan tertulis kepada guru pembimbing atau
guru BK.

Catatan PENTING: Dalam melaksanakan kegiatan ini konselor sebaya


menyiapkan note book atau buku catatan sebagai bahan supervisi dan konsultasi
kepada guru BK. Dan sebagai catatan penilaian diri dengan menggunakan
format catatan penilaian diri 3.4.1
(a) Kriteria layanan pelimpahan kasus

Tidak semua masalah dapat dialih tangankan, untuk itu perlu dikenali

masalah-masalah apa saja yang menjadi kewenangan konselor sebaya. Masalah-

masalah yang dapat di tangani oleh konselor sebaya adalah sebagai berikut:

1) Motivasi belajar

2) Kurang percaya diri

59
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

3) Masalah persahabatan

4) Masalah penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah

5) Masalah dengan guru mata pelajaran

6) Masalah dengan jurusan yang dipilih

7) Masalah percintaan

Catatan: apabila dalam kriteria yang telah di sebutkan diatas tidak mampu lagi
dilaksanakan oleh konselor sebaya, maka konselor sebaya tidak masalah jika
mengalihtangankannya. Konselor sebaya bekerja sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya.

Adapun kasus yang harus di alih tangankan ke ahli adalah sebagai berikut:

1) Masalah percintaan (hamil di luar nikah, aborsi, dll)

2) Penggunaan obat-obatan

3) Masalah pelecehan sexual

4) Masalah kriminal

5) Masalah kekerasan

6) Masalah keluarga

7) Masalah psikologis

Apabila konselor sebaya mengetahui bahwa masalah yang dihadapi konseli

sebaya berkenaan dengan salah satu masalah di atas atau apabila konselor sebaya

tidak mampu menghadapi masalah konseli sebaya,sebaikny konselor sebaya harus

mengalih tangankannya ke ahli lain yang berwenang dalam hal ini guru BK.

(b) Pihak Yang Terlibat Dalam Alih Tangan Kasus

Pelimpahan kasus atau alih tangan kasus dapat dilakukan dengan 2 instansi,

yaitu sekolah dan pihak luar sekolah. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam

60
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

sekolah adalah guru BK dan Wali Kelas. pihak yang terlibat di luar sekolah

adalah sebagai berikut;

1) Dokter adalah ahli yang menangani berbagai penyakit jasmaniah.

2) Psikiater adalah ahli yang menangani penyakit psikis.

3) Psikolog adalah ahli yang mendeskripsikan kondisi psikis.

 Ahli bidang tertentu adalah mereka yang menguasai bidang-bidang tertentu,

seperti adat, agama, budaya tertentu, dan hukuman, serta ahli lain pengembangan

pribadi yang memerlukan kebutuhan khusus kepada ahli-ahli tersebut itulah

konseli dialih tangankan sesuai dengan permasalahannya. Pihak yang berwenang

seperti polisi, tidak termasuk ke dalam pihak yang menjadi arah, sebab masalah

kriminal yang harus dilaporkan kepada polisi, melainkan merupakan kewajiban

semua warga.

Setelah pelaksanaan tugas praktikum pelimpahan kasus tersebut, untuk

bahan supervisi evaluasi, siswa konselor sebaya diminta membuat catatan dan

penilaian diri.

(c) Langkah-Langkah Alih Tangan Kasus

Langkah-langkah alih tangan kasus dari konselor sebaya kepada guru

bimbingan dan konseling atau konselor sebagai berikut

1) Mendiskusikan kepada guru BK selaku supervisor tentang kasus yang akan

di alihkan. Apakah membutuhkan layanan lanjutan atau tidak.

61
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

2) Membicarakan hasil keputusan bersama konseli sebaya dalam perencanaan

alih tangan kasus, sebab alih tangan kasus dapat di lakukan jika konseli

sebaya yang bersangkutan setuju.

3) Selanjutnya Guru BK meminta informasi tentang keadaan peserta konseli

yang dialihkan.

4) Mengumpulkan data dan menganalisis sebagai bahan dalam memberikan

bantuan

5) Membuat perencanaan bantuan seperti konseling, diagnosis kesulitan

belajar;

6) Membuat laporan sesuai dengan penanganan yang dilakukan;

7) Mengkomunikasikan hasil layanan kepada pihak yang mengirimkan kasus

Format catatan dan penilaian tugas 3.4.1

Penilaian Diri Terhadap Tugas Pelatihan

Pelimpahan Kasus

1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..

62
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang pelimpahan kasus.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
rencana pelimpahan kasus
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
bekerjasama dengan pihal
lain
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggali informasi konseli
4. Kemampuan mengenali kasus 1 2 3 4 5 6
yang boleh di tangani dan
tidak boleh ditangani
5. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memutuskan layanan bantuan
untuk konseli
6. Memiliki kemampuan 1 2 3 4 5 6
menentukan tempat
pelimpahan kasus
7. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menyediakan data
pelimpahan kasus

UNIT 3.5
Laporan Pelaksanaan Tugas

Tujuan : Siswa dapat mengetahui tata cara membuat laporan

Waktu : 3 x 45 menit plus tugas di luar

63
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Tata ruang : Small Group

Strategi bimbingan : Diskusi Dan Ceramh

Setiap kali siswa konselor sebaya telah merampungkan tugas menangani

satu kasus (seorang siswa konseli), mereka diminta membuat laporan tertulis atas

kasus tersebut. Dalam laporan kasus ini, siswa mencatat beberapa aspek berikut.

1) Identitas konseli (nama inisial, jenis kelamin, jurusan/kelas)


2) Tanggal pertemuan
3) Tempat pertemuan
4) Masalah yang dialami konseli
5) Dekripsi masalah yang dikenali selama proses bantuan
6) Langkah-langkah umum layanan bantuan yang diberikan
7) Hasil penilaian tentang kemajuan konseli setelah
mendapatkan layanan konseling sebaya
8) Hasil penilaian tentang perilaku keterampilan siswa konselor
sebaya sendiri dalam melayani konseli tersebut.

Catatan PENTING: Dalam melaksanakan kegiatan ini konselor sebaya


menyiapkan buku catatan sebagai bahan supervisi dan konsultasi kepada guru
BK. Dan sebagai catatan penilaian diri dengan menggunakan format catatan dan
penilaian tugas 3.5.1

Format catatan dan penilaian tugas 3.5.1

Penilaian Diri Terhadap Tugas Pelatihan

Penyusunan Laporan

1. Identitas
a Nama : ………………………………..

64
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan laporan konseling
sebaya.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan

PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kejelasan langkah-langkah 1 2 3 4 5 6
menulis laporan
2. Kejelasan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
deskripsi masalah
3. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memperjelas proses layanan
bantuan
4. Kemampuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
hasil penilaian konseli
5. Kemampuan dalam menjaga 1 2 3 4 5 6
identitas konseli dalam
laporan
6. Kemapuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
kesimpulan dalam konseling

KOMPONEN 4
SUPERVISI DAN KONSULTASI

65
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Pelaksanaan supervisi ini dimaksudkan untuk membantu siswa konselor


sebaya dalam mendapatkan umpan balik atas praktek yang dilakukannya dan
membantu mereka:
1) Memantau pelaksanaan tugas konselor sebaya
2) Memastikan berjalannya program konselor sebaya

Modul 4: komponen supervisi dan konsultasi


Modul 4 terdiri dengan kegiatan sebagai berikut:
Kegiatan
1) Panduan supervisi dan konsultasi
2) Aspek-aspek supervisi dan konsultasi
3) Langkah-langkah supervisi dan konsultasi

Unit 4.1

Panduan Supervisi Dan Konsultasi

66
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Tujuan : siswa dapat mengetahui panduan yang harus

mereka pakai dalam proses supervisi dan konsultasi

Waktu : 2 x 30 menit

Tempat : ruang konseling

Strategi bimbingan : ceramah

Prosedur Pelaksanaan Supervisi

a Panduan Supervisi Dan Konsultasi

Supervisi dan konsultasi dapat dilakukan konselor sebaya secara rutin


misalnya tiap 2 minggu sekali atau supervisi inssidental yaitu supervisi yang
dilakukan hanya jika ada kesempatan dan waktu tertentu saja. Adapun hal-hal
yang harus di perhatikan supervisor adalah sebagai berikut;
1) Guru BK menyampaikan kepada Konselor sebaya untuk menyiapkan
berbagai catatan dalam setiap kegiatan mulai dari pengenalan kasus,
identifikasi kasus, layanan bantuan dan pelimpahan kasus. Untuk catatan
supervisi dan evaluasi.
2) Catatan yang dimaksud adalah (a) identitas konseli, (b) deskripsi problem
konseli, (c) ringkasan dialog wawancara, (d) perilaku konseli dalam
mengikuti konseling, (e) perilaku konselor sebaya dalam menghadapi
konseli, (f) aspek keterampilan konselor sebaya yang membutuhkan
penekanan supervisi. Catatan ini dibutuhkan sebagai bahan supervisi dan
konsultasi. Dalam rangka pembuatan catatan dan penilaian diri ini, siswa
konselor sebaya dapat menggunakan format catatan wawancara konseling
sebaya
3) Guru BK menyuruh Konselor sebaya mengisi instrumen penilaian diri di
setiap kegiatan

Aspek-Aspek Supervisi Konsultasi

67
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

1. Pada tahap ini guru BK mensupervisi dan melayani konsultasi siswa


terhadap aspek identifikasi kasus.
2. Pada tahap ini guru BK mensupervisi dan melayani konsultasi siswa
terhadap aspek analisis masalah
3. Pada tahap ini guru BK mensupervisi dan melayani konsultasi siswa
terhadap aspek layanan bantuan sebaya
4. Pada tahap ini guru BK mensupervisi dan melayani konsultasi siswa
terhadap aspek melimpahkan kasus

Langkah-Langkah Supervisi Dan Konsultasi

Langkah-langkah supervisi yang dapat di lakukan adalah


1) Guru BK mengawasi pelaksanaan penugasan siswa konselor sebaya
2) Guru BK merencanakan pertemuan dengan siswa konselor sebaya untuk
membahas komponen yang tidak dimengerti
3) Guru BK berdiskusi dengan siswa konselor sebaya mengenai permasalahan
yang dihadapinya dalam pelatihan ini
4) Guru BK meminta konseli sebaya untuk menyediakan catatan harian
mengenai kegiatan konseling sebaya ini.
5) Guru BK memberikan arahan ulang terhadap pelatihan yang tidak
dimengerti.

KOMPONEN 5
EVALUASI

68
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Tujuan Evaluasi

Kegiatan evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai apakah pelatihan ini


berhasil dilaksanakan oleh siswa konselor sebaya setelah mengikuti rangkaian
modul.

Sasaran Evaluasi
Sasaran evaluasi siswa konselor sebaya meliputi dua aspek penilaian yaitu
perkembangan keterampilan siswa konselor sebaya, dan perubahan perilaku
konseli.

Layanan Evaluasi Konselor Sebaya

Evaluasi layanan konseling sebaya sebagai berikut;

a) Evaluasi Program
Evaluasi program layanan BK yang dilaksanakan pada waktu kegiatan pelatihan
berlangsung atau setelah kegiatan berlangsung. Yang dievaluasi terkait dengan evaluasi
proses adalah kegiatan pelatihan, penugasan pelatihan, serta hambatan yang dialami
selama kegiatan pelatihan. Dalam evaluasi ini menggunakan sumber, alat, dan kriteria
penilaian sebagai berikut:
1) Sumber penilaian, penilaian kegiatan siswa konselor sebaya diperoleh dari tiga
sumber penilai berikut:
a) Siswa konselor sebaya sendiri
b) Konseli yang dilayani
c) Guru pendamping atau guru BK
2) Alat penilaian, untuk mendapatkan gambaran penilaian dari ketiga sumber
penilaian diatas, digunakan penilaian sebagai berikut:
a) Penilaian diri oleh siswa konselor sebaya menggunakan angket
penilaian diri siswa konselor sebaya

69
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

b) Penilaian oleh konseli menggunakan angket penilaian kefektifan


konseling
c) Penilaian oleh supervisor (guru BK) menggunakan angket
evaluasi dan supervisor terhadap siswa
3) Kriteria penilaian. Kriteria penilaian untuk setiap alat/sumber didasarkan pada
nilai rata-rata skor yang diperoleh setiap alat/sumber tersebut. Semua angket
penilaian menggunakan alternatif jawaban berbentuk skala 1 sampai 6 (skala 1
menunjukkan penilaian terendah dan skala 6 menunjukkan penilaian tertinggi).
Karena itu, penilaian untuk setiap angket/sumber menggunakan kriteria sebagai
berikut:
a) Skor 5 sampai 6 berarti tinggi sekali
b) Skor 4 sampai 5 berarti tinggi
c) Skor 3 sampai 4 berarti sedang
d) Skor 2 sampai 3 berarti rendah
e) Skor 1 sampai 2 berarti rendah sekali
4) Penilaian akhir. Penentuan tingkat keberhasilan (perolehan keterampilan) setiap
siswa konselor sebaya didasarkan pada skor akumulasi hasil penilaian diri
keempat sumber terhadap kinerja konselor sebaya dalam melayani setiap kasus.

b) Evaluasi Layanan
Evaluasi terhadap hasil layanan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam
layanan konselor [Link] tingkat pemahaman siswa terhadap layanan informasi
yang dilakukan,Seberapa perubahan perilaku siswa setelah mendapatkan layanan dari
konselor sebaya,misal layanan konseling individual, apakah Siswa telah merasakan
permasalahannya terpecah kan setelah mendapat layanan konseli. Dalam evaluasi ini
menggunakan sumber, alat, dan kriteria penilaian sebagai berikut:
1) Sumber penilaian tentang efek layanan konseling sebaya oleh konselor sebaya
terhadap konseli didasarkan data yang diperoleh yaitu;
a) Siswa konselor sebaya
b) Konseli sebaya
c) Guru pendamping atau guru BK
2) Alat penilaian. Data yang diperoleh dari akibat pemberian layanan konseling
sebaya dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut;

70
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

a) Penilaian oleh siswa konseli sebaya dilakukan melalui


pengamatan siswa koselor sebaya terhadap perkembangan
perilaku konseli sehari-hari sekitar satu sampai 2 minggu setelah
proses pemberian layanan diberikan. Siswa konselor sebaya
dapat mengemati perilaku, misalnya dalam pergaulan dengan
temannya, sikapnya, perilakunya, hubungan sosialnya,dll.
Berdasarkan hasil pengamatan maka konselor sebaya dapt
memberikan penilaian terhadap aspek perilaku yang dibicarakan
dalam konseling.
b) Penilaian oleh konseli sendiri dilakukan dengan memberikan
konseli angket kepuasan terhadap konseling.
c) Penilaian oleh guru pendamping dilakukan dengan meminta
mereka mengisi angket yang berisikan tentang evaluasi konselor
sebaya
3) Kriteria penilaian. Penilaian perubahan perilaku konseli berdasarkan hasil
pengamatan oleh konselor sebaya dapat dilihat adanya perubahan positif dalam
perilaku konseli setelah mendapatkan layanan. Semua angket penilaian
menggunakan alternatif jawaban berbentuk skala 1 sampai 6 (skala 1
menunjukkan penilaian terendah dan skala 6 menunjukkan penilaian tertinggi).
Karena itu, penilaian untuk setiap angket/sumber menggunakan kriteria sebagai
berikut:
a) Skor 5 sampai 6 berarti tinggi sekali
b) Skor 4 sampai 5 berarti tinggi
c) Skor 3 sampai 4 berarti sedang
d) Skor 2 sampai 3 berarti rendah
e) Skor 1 sampai 2 berarti rendah sekali
4) Penilaian akhir. Tingkat keberhasilan layanan konseling sebaya untuk setiap
konseli ditentukan oleh berdasarkan dari hasil penilaian dari ketiga sumber
penilaian.

Hambatan Dalam Evaluasi

71
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Ada beberapa hambatan yang dirasakan sampai saat ini dalam evaluasi pelaksanaan
program bimbingan dan konseling
a Pelaksanaan bimbingan disekolah tidak mempunyai waktu yang
cukup memadai untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan program bk
b Belum tersedianya alat-alat instrumen evaluasi pelaksanaan konseling
sebaya di sekolah yang valid, reliable, dan objektif
c Belum diselengarakannya pelatihan khusus yang terkait tentang
evaluasi pelaksanaan konseling sebaya.
d Penyelenggaraan evaluasi membutuhkan banyak waktu dan uang.
Sehingga, untuk memulai evaluasi diperlukan cukup mahal
e Belum ada guru, konselor-konselor inti, atau instruktur BK yang ahli
dalam bidang evaluasi pelaksanaan konseling sebaya di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

72
Modul KONSELING SEBAYA 201
8

Astiti, SP. 2015. Efektivitas Konseling Sebaya (Peer Counseling) Dalam


Menuntaskan Masalah Siswa (Studi Di MAN 2 Yogyakarta). Thesis.
Yogyakarta: Sekolah Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Darfin, S.A. 2018. Pengembangan Modul Pelatihan Konseling Untuk Konselor
Sebaya Dalam Menangani Kasus Kekerasan Pada Anak Di RKM.
Thesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
Devianti, R. (2015). Kontribusi Dukungan Orangtua, Teman Sebaya, Dan Guru
Bimbingan Dan Konseling Terhadap Minat Siswa Pada Jurusan Yang
Ditempati Di SMA. Jurnal Konseling Pendidikan. Vol. 3 (2): 22-30
Pandang, A (1996). Pengembangan Model Program Konseling Sebagai Media
Pengalaman Praktikumkonseling. Thesis. Institut Keguruan Dan Ilmu
Pendidikan Malang Program Pascasarjana
Prasetiawan. Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling) Untuk Mereduksi Kecanduan
Game [Link] Counselia. Program Studi Bimbingan dan Konseling
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta. YogyakartaSaman, dkk. 2016. Panduan Penulisan Skripsi.
Makassar. Penerbit FIP UNM
Royati, I. [Link] Bimbingan Teman Sebaya Untuk Meningkatkan Percaya
Diri Siswa, Makalah.
Suwarjo. 2006. Konseling Teman Sebaya (Peer Counseling) Untuk
Mengembangkan Resiliensi Remaja. Makalah. Disampaikan Dalam
Seminar Pengembangan Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Yogyakarta. Yogyakarta, 29 Februari 2008

73

Anda mungkin juga menyukai