Layanan Konseling Sebaya di SMK
Layanan Konseling Sebaya di SMK
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada
dalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memiliki
ketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan
sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuan
berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri &
orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau
menerima feedback, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan
aturan yang berlaku, dsb. Peserta didik SMK yang tergolong remaja madya,
memiliki sifat membutuhkan teman. Adanya teman sebaya diharapkan mampu
membuat peserta didik akan dengan mudah menyerap, memahami dan
menginternalisasikan nilai-nilai keluhuran dalam kehidupannya sehari-hari.
1
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu
bidang pekerjaan dar
Sasaran Modul
komponen berisi 1-5 unit bimbingan, dan setiap unit terdiri atas beberapa kegiatan
lagi. Adapun struktur lengkap modul diuraikan secara singkat sebagai berikut:
berikut:
3
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Unit 2.1 Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip Konseling
Sebaya
Kegiatan
1) Penjelasan mengenai kode etik dan prinsip pelaksanaa
konseling sebaya
2) Guru BK meminta konselor sebaya agar memahami
materi pada kegiatan ini
3) Guru BK memberikan kesempatan untuk tanya jawab
4) Guru BK memberikan tugas rumah terkait materi
tersebut
4
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
5
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
5. Komponen 5: evaluasi
Modul 5 terdiri dengan kegiatan sebagai berikut
Kegiatan
1) Evaluasi proses
2) Evaluasi hasil
Pada setiap kegiatan disediakan lembar kerja, angket, dan daftar bacaan
yang relevan. Pada bagian setiap kegiatan di elipkan lembar self asessmen untuk
menilai seberapa jauh siswa telah memiliki kompotensi yang diharapkan setelah
mengikuti serangkaian kegiatan pada modul tersebut.
6
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Kedudukan Modul
7
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
d. Siswa
Siswa sebagai pelaksana dari modul ini. Artinya siswa akan menjalankan
apa-apa saja isi modul ini
8
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
KOMPONEN 1
SELEKSI CALON KONSELOR SEBAYA
Tujuan
Tujuan seleksi konselor sebaya adalah untuk memilih siswa yang
pemberian bantuan dapat dikuasai oleh siapa saja, faktor kesukarelaan dan faktor
keberhasilan pemberian bantuan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan calon
memiliki minat untuk membantu, dapat diterima orang lain, toleran terhadap
perbedaan sistem nilai, energik, secara sukarela bersedia membantu orang lain,
memiliki emosi yang stabil, dan memiliki prestasi belajar yang cukup baik atau
9
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Modul 1terdiri atas 1 unit dengan jenis kegiatan bimbingan, seperti yang
dibawah ini:
2) Langkah-langkah seleksi
10
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Unit 1.1
Seleksi Calon Konselor Sebaya
Waktu : 1 x 30 menit
Prosedur kegiatan :
atau ice breaking agar lebih fokus terhadap tahapan seleksi ini
b Siswa diberikan angket penilaian diri yang paling sesuai dengan diri
11
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Bahan Bacaan
Kriteria Seleksi
yang efektif dapat dipelajari oleh orang awam sekalipun, namun demikian aspek-
pemberian bantuan. Oleh sebab itu, pemilihan calon “konselor” sebaya merupakan
langkah yang harus dilakukan. Ketepatan pemilihan calon ”konselor” sebaya akan
g. Serta mampu menjaga rahasia, merupakan kriteria lain yang perlu dijadikan
Langkah-Langkah Seleksi
prestasi belajar yang cukup baik, dan dapat menjaga rahasia, dapat diketahui dari:
yang tersedia.
12
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
wali kelas, kriteria calon yang harus mereka pilih perlu dijelaskan terlebih
c Aplikasi sosiometri juga dapat dijadikan cara pemilihan siswa yang akan
Format training konseling dari Carkhuff (1969), Ivey (1973) ada sejumlah
dasar-dasar keterampilan komunikasi yang perlu dilatihkan pada ”konselor
sebaya” atau kepada tenaga non profesional. Dasar-dasar keterampilan tersebut
meliputi:
13
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
14
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
LK 1.1
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
15
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
16
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
D. Sukarela
1. Saya suka menolong orang 1 2 3 4 5 6
tanpa meminta imbalan
17
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
G. Menjaga Rahasia
1. Saya mampu menjaga rahasia 1 2 3 4 5 6
18
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
KOMPONEN 2
PELATIHAN KONSELOR SEBAYA
Tujuan
Materi Pelatihan
19
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
sebaya.
sebaya
membantu diri sendiri dan teman lain dalam pengambilan keputusan secara bijak
dalam menghadapi berbagai suasana aversif yang tidak dapat dielakkan dalam
kehidupan sehari-hari.
20
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Unit 2.1 Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip Konseling
Sebaya
Kegiatan
1) Penjelasan mengenai kode etik dan prinsip pelaksanaa
konseling sebaya
2) Guru BK meminta konselor sebaya agar memahami
materi pada kegiatan ini
3) Guru BK memberikan kesempatan untuk tanya jawab
4) Guru BK memberikan tugas rumah terkait materi
tersebut
21
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
22
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 2.1
Pemberian Informasi Mengenai Kode Etik Dan Prinsip
Konseling Sebaya
Prosedur Kegiatan
23
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
1. KODE ETIK
Dalam kegiatan konseling sebaya, kode etik yang harus diikuti dan dipatuhi
supenuhnya oleh konselor sebaya adalah sebagai berikut
24
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
25
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 2.2
Pemberian Keterampilan Dasar
PROSEDUR PELAKSANAAN
dasar) dilakukan dengan menggunakan model Tindal dan Gray (Pandang, 1996).
Prosedur latihan model Tindall dan Gray ini, terdiri atas empat tahap, meliputi:
atau guru BK
26
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
a) Kepala : kaku
b) Muka : kaku, ekspresi melamun,mengalihkan pandangan, tidak
melihat saat Konseli sedang bicara melotot.
27
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2. Empati
Empati ialah kemampuan untuk merasakan dan menempatkan dirinya
diposisi konseli. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh konselor sebelum
merespons pernyataan konseli. Terutama konselor harus memerhatikan postur
konseli dan ekpresi wajahnya. Konselor harus mendengarkan hati-hati apa yag
dikatakan oleh konseli. Dan yang lebih penting adalah konselor harus dapat
memahami perasaan yang diekspresikan oleh konseli.
Contoh:
Konseli : saya merasa sedih sekali karena setiap teman yang dekat dengan
saya mereka selalu memperlakukanku dengan semena-mena
Konselor : ehmmm…..saya memahami bagaimana perasaan anda
3. Refleksi
Secara lebih sederhana , refleksi didefenisikan sebagai daya upaya konselor
memperoleh informasi lebih mendalam tentang apa yang dirasakan oleh konseli
dengan cara memantulkan kembali perasaan, pikiran, dan pengalaman konseli.
Dalam hal ini, seorang konselor dituntut untuk menjadi pendengar yang aktif.
Ada tigs jenis refleksi yaitu:
a) Reflecting Feelings (merefleksi perasaan )
Pada refleksi perasaan, konselor mencermikan kembali perasaan yang
disampaikan oleh:
konseli : saya begitu yakin akan menamatkan sekolah padausia yang
sekarng. Tetapi saya gagal menyelesaikannya, saya merasa bodoh.
Konselor : jadi, kegagalan itulah yang menyebabkan anda merasa bodoh?
b) Reflecting Meanings
28
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Apabila perasaan dan fakta dicampurkan dalam suatu respons yang akurat,
halinilahdisebut sebagai refleksi makna.
Conroh:
Konseli : ibu guru saya terus menerus bertanya tentang kehidupan saya.
Saya tidak ingin dia melakukan hal itu
Konselor : anda merasa jengkel karena dia mengganggu privasi anda
c) Summative Reflections (refleksi sumatif)
Terjadi suatu refleksi sumatif,bila diungkapkan kembali secara singkat tema
dan perasaan utama yang diekskresikan pembicaraan selama durasi percakapan
yang lebih lama dari pada yang diliput oleh bentuk refleksi lainnya.
Ciri-ciri Respons Refleksi adalah:
(1) Tidak menilai (nonjudgemental)
(2) Refleksi akurat dari apa yang dialami oleh pihak lain
(3) Ringkas
(4) Kadang-kadang lebih banyak/dalam dan pada kata-kata yang terucap.
4. Eksplorasi
Adalah suatu keterampilan konselor untuk menggali perasaan, pengalaman,
dan pikiran Konseli. Hal ini penting, karena kebanyakan Konseli menyimpang
rahasia batin, menutup atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya dengan
terus terang.
Teknik eksplorasi memungkinkan Konseli untuk bebas berbicara tanpa rasa
takut, tertekan, dan terancam. Sebagaimana refleksi, eksplorasi ada tiga jenis:
a) Eksplorasi perasaan
Eksplorasi perasaan, yaitu keterampilan untuk menggali perasaan Konseli
yang tersimpan. Konselor dapat menggunakan kalimat-kalimat berikut ini untuk
memulai keterampilan eksplorasi perasaan.
“ bisakah saudara menjelaskan bagaimana perasaan bingung yang anda
maksudkan ?’
“ saya kira, rasa sedih anda begitu dalam pada peristiwa tersebut. Dapatkah
anda kemukakan perasaan anda lebih jauh?”
b) Eksplorasi pengalaman
29
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
30
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
31
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
32
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
12. Konfrontasi
Konfrontasi adalah suatu teknik konseling yang menantang konseli untuk
melihat adanya diskrepansi atau inkonsisten antara perkataan dan bahasa badan
(perbuatan), ide awal dengan ide berikutnya, senyum, dengan kepedihan, dan
sebagainya.
Adapun tujuan teknik ini adalah untuk mendorong konseli mengadakan
penelitian diri secara jujur, meningkatkan potensi konseli, membawa konseli
kepada kesadaran adannya diskrepansi, konflik, atau kontradiksi dalam diri.
Namun seorang konselor harus melakukan dengan teliti yaitu dengan:
memberi komentar khusus terhadap konseli yang tidak konsisten dengan cara
tepat waktu, tidak menilai apalagi menyalahkan, dan dilakukan dengan perilaku
attending.
Contoh:
Konseli : sebenarnya dia tidak menyakiti saya (wajah murung, tangan
digenggam, ekspresi sedih)
33
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Konselor : anda mengatakan bahwa dia tidak menyakiti andatapi mengapa saya
melihat wajah anda begitu sedih ketika mengalahkan itu? Memberi
nasihat
Nasihat sebaikanya dilakukan jika konseli memintanya. Walau demikian
konselor tetap harus mempertimbangkannya apakah pantas untuk memberi nasihat
atau tidak.
Contoh
Konselor : seperti yang kita ketahui anda adalah orang yang paling mengetahui
bagaimana bersikap lebih baikkepada suami anda sendiri. Apakah
anda merasa saya pantas untuk memberikan pandangan kepada anda?
13. Memberikan informasi
Dalam hal informasi yang diminta konseli, sama halnya dengan pemberian
hasihat. Jika koselor tidak memiliki informasi sebaiknya dengan jujur katakan
bahwa konselor tidak mengetahui hal itu. Akan tetapi, jika konselor mengetahui
informasi, sebaiknya upayakan agar konseli tetap mengusahakannya.
14. Menyimpulkan
Bersamaan dengan berakhirnya sesi konseling maka sebaiknya konselor
menyimpulkan hasil pembicaraan secara keseluruhan yang menyangkut tentang
pikiran, perasaan konseli sebelum dan setelah mengikuti proses konseling. Selain
itu bantulah Konseli untuk memantapkan rencana-rencana yang telah disusunya.
34
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 2.3
Pengumpulan Data Nontes, Pengenalan Kasus, Identifikasi
Kasus, Dan Pemberian Bantuan
Prosedur Kegiatan
Kegiatan 1
Kegiatan 2
35
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Kegiatan 3
Kegiatan 4
calon konselor sebaya. Pelatihan layanan bantuan sebaya di berikan oleh guru Bk sebagai
berikut;
36
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
55)
Lampiran 2.3.1
Kelas :
Nama Siswa :
Tgl. Observasi :
PEDOMAN OBSERVASI
Kebiasaan siswa
Petunjuk
1. Observasilah siswa selama 20 menit atau lebih
2. Beri tanda cek (√) pada kolom skala, sesuai dengan banyak atau kurangnya
sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan yang nampak pada siswa yang diobservasi.
3. Skala penilaiannya adalah:
37
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
38
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Pembangkang
Observer
Analisis
Saran-saran/Komentar
Lampiran 2.3.2
Nis/Kelas : Tanggal :
Petunjuk:
a. Dibawah ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan
hubungan dengan teman sebaya. Angket ini bukan tes dan tidak ada
hubungannya dengan penilaian mata elajaran Anda di sekolah. Tujuannya
hanyalah untuk membantu Anda mengenal kebiasaan dengan teman anda, agar
Anda dapat meninggalkan kebiasaan dan sikap yang kurang mengenakkan
dengan teman
b. Kerjakanlah setiap pernyataan ini sesuai dengan keadaan Anda selama ini
Anda lakukan, bukan menurut pendapat Anda (pendapat ideal).
c. Berikanlah tanda (X) pada salah satu alternative jawaban yang ada di bawah.
39
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2. Apakah Anda suka menceritakan masalah yang anda miliki dengan teman.
a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang
5. Apakah teman anda memberikan solusi terhadap masalah yang anda miliki.
a. Selalu d. Jarang sekali
b. Sering e. Tidak pernah
c. Jarang
40
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2.3.3
TES “ WHO AM I “
PETUNJUK
1. Tulis identitas anda pada lembar jawaban yang disediakan !
2. Beri tanda cek (√) pada salah satu dari 3 (tiga) pililhan jawaban yang
tersedia pada lembar jawaban.
3. Ketiga pilihan itu dalah sebagai berikut :
SS : SESUAI SEPERTI DIRI SAYA
AS : AGAK SESUAI DENGAN DIRI SAYA
ST : SAMA SEKALI TIDAK SESUAI DENGAN DIRI SAYA
Perikasalah kemabali pekerjaan anda jika sudah selesai, setelah yakin
benar sudah sesuai gambaran diri anda baru dikumpulkan.
JAWABAN
NO PERTANYAAN
SS AS ST
1 2 3 4 5
41
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2.
Saya adalah seorang pemimpin yang baik dalam berbagi
bidang.
42
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 2.4
Pelimpahan kasus/Referral
Prosedur Kegiatan
atau proses alih tangan kasus. Pelatihan ini dilakukan oleh guru BK kepada para
43
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 2.4
Penyusunan Laporan
Prosedur Pelaksanaan
laporan konseling. Pelatihan ini dilakukan oleh guru BK kepada para siswa
konseling sebaya.
44
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
KOMPONEN 3
PENUGASAN SISWA KONSELOR SEBAYA
1. Tujuan Penugasan
Tujuan penugasan ini untuk memberi latihan kepada siswa SMK dalam
2. Prosedur Penugasan
45
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
46
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
47
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
UNIT 3.1
Indentifikasi Kasus
Pelaksanaan Kegiatan
Identifikasi Kasus
Kegiatan ini adalah memberi pengalaman praktis kepada siswa konselor
48
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Identifikasi Kasus
1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang identifikasi kasus.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
49
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
mengenali masalah
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
bekerjasama dengan guru BK
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggali informasi konseli
4. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggunakan instrumen
untuk mengenali masalah
konseli
5. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memutuskan layanan bantuan
untuk konseli
UNIT 3.2
Analisis Masalah
Prosedur Kegiatan
50
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Analisis masalah
1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang analisis masalah.
51
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
mengidentifikasi masalah
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memahami penyebab
masalah yang dihadapi
konseli
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menentukan tingkat
permasalahan konseli
4. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menentukan rencana layanan
konseling
5. Kemampuan mengenali kasus 1 2 3 4 5 6
yang boleh di tangani dan
tidak boleh ditangani
UNIT 3.3
Layanan Bantuan Konseling Sebaya
Prosedur Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan layanan bantuan ini adalah melatih
siswa konselor sebaya untuk memberikan atau menentukan layanan apa yang akan
52
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
diberikan kepada konseli sebaya yang telah diidentifikasi masalahnya. Peran guru
a) Persiapan Bantuan
Konseling sebaya dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Konseling dapat
dilakukan secara tiba-tiba maupun terstruktur. Konseling dapat dilakukan secara tiba-tiba
ketika konseli sebaya membutuhkan bantuan segera untuk menyelesaikan masalahnya.
Tempatnya pun beragam, dapat dilakukan di kantin, café, taman, dll. Intinya tempat
tersebut memungkinkan untuk berbicara secara personal dan konseli merasa nyaman
dengan tempat tersebut. Konseli dapat menyarankan tempat untuk bertemu.
Sedangkan konseling terstruktur dilakukan di lingkungan sekolah. Tepatnya
diruangan konseling yang telah di sediakan dan mengatur waktu pertemuan. Proses
pelaksanaan konseling sebaya guru BK diharapkan membantu siswa konselor sebaya
dalam melakukan kegiatan sebagai berikut
53
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
54
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Catatan; kegiatan yang ditangani oleh konselor sebaya tidak harus meliputi
semua bidang bimbingan, melainkan sesuai dengan kemampuan konselor sebaya
dan kebutuhan konselor sebaya.
55
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
56
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
57
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan layanan konseling
sebaya
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kejelasan layanan yang 1 2 3 4 5 6
diberikan
2. Kesesuaian layanan bantuan 1 2 3 4 5 6
yang diberikan dengan
masalah konseli
3. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
melakukan konseling
4. Mampu mengetahui kapan 1 2 3 4 5 6
konseli membutuhkan
bantuan
5. Mengetahui tempat yang baik 1 2 3 4 5 6
untuk melaksanakan
pemberian bantuan
UNIT 3.4
Melimpahkan Kasus/Referral
Prosedur Kegiatan
58
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Tidak semua masalah dapat dialih tangankan, untuk itu perlu dikenali
masalah yang dapat di tangani oleh konselor sebaya adalah sebagai berikut:
1) Motivasi belajar
59
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
3) Masalah persahabatan
7) Masalah percintaan
Catatan: apabila dalam kriteria yang telah di sebutkan diatas tidak mampu lagi
dilaksanakan oleh konselor sebaya, maka konselor sebaya tidak masalah jika
mengalihtangankannya. Konselor sebaya bekerja sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya.
Adapun kasus yang harus di alih tangankan ke ahli adalah sebagai berikut:
2) Penggunaan obat-obatan
4) Masalah kriminal
5) Masalah kekerasan
6) Masalah keluarga
7) Masalah psikologis
sebaya berkenaan dengan salah satu masalah di atas atau apabila konselor sebaya
mengalih tangankannya ke ahli lain yang berwenang dalam hal ini guru BK.
Pelimpahan kasus atau alih tangan kasus dapat dilakukan dengan 2 instansi,
yaitu sekolah dan pihak luar sekolah. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam
60
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
sekolah adalah guru BK dan Wali Kelas. pihak yang terlibat di luar sekolah
seperti adat, agama, budaya tertentu, dan hukuman, serta ahli lain pengembangan
seperti polisi, tidak termasuk ke dalam pihak yang menjadi arah, sebab masalah
semua warga.
bahan supervisi evaluasi, siswa konselor sebaya diminta membuat catatan dan
penilaian diri.
61
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
alih tangan kasus, sebab alih tangan kasus dapat di lakukan jika konseli
yang dialihkan.
bantuan
belajar;
Pelimpahan Kasus
1. Identitas
a Nama : ………………………………..
b Kelas/program : ………………………………..
62
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan tentang pelimpahan kasus.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kemampuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
rencana pelimpahan kasus
2. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
bekerjasama dengan pihal
lain
3. Memiliki kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menggali informasi konseli
4. Kemampuan mengenali kasus 1 2 3 4 5 6
yang boleh di tangani dan
tidak boleh ditangani
5. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memutuskan layanan bantuan
untuk konseli
6. Memiliki kemampuan 1 2 3 4 5 6
menentukan tempat
pelimpahan kasus
7. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
menyediakan data
pelimpahan kasus
UNIT 3.5
Laporan Pelaksanaan Tugas
63
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
satu kasus (seorang siswa konseli), mereka diminta membuat laporan tertulis atas
kasus tersebut. Dalam laporan kasus ini, siswa mencatat beberapa aspek berikut.
Penyusunan Laporan
1. Identitas
a Nama : ………………………………..
64
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
b Kelas/program : ………………………………..
c NIS/absen : ………………………………..
d Jenis Kelamin : ………………………………..
e Tempat/tgl lahir : ………………………………..
f Hari/tgl : ………………………………..
g Tempat :…………………………………
2. Instrumen ini digunakan sebagai format penilaian diri oleh siswa konselor
sebaya setelah mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan laporan konseling
sebaya.
3. Kemukakanlah penilaian diri anda dengan melingkari pilihan jawaban
dalam angket ini yang menurut anda paling menggambarkan keadaan anda
dalam melaksanakan tugas pelatihan tersebut.
4. Pilihan jawaban berupa angka 1 sampai dengan 6. Angka 1 menunjukkan
sangat meengecewakan pada item pertanyaan, dan angka 6 menunjukkan
sangat memuaskan dalam item yang dipertanyakan
PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6
1. Kejelasan langkah-langkah 1 2 3 4 5 6
menulis laporan
2. Kejelasan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
deskripsi masalah
3. Kemampuan dalam 1 2 3 4 5 6
memperjelas proses layanan
bantuan
4. Kemampuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
hasil penilaian konseli
5. Kemampuan dalam menjaga 1 2 3 4 5 6
identitas konseli dalam
laporan
6. Kemapuan dalam membuat 1 2 3 4 5 6
kesimpulan dalam konseling
KOMPONEN 4
SUPERVISI DAN KONSULTASI
65
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Unit 4.1
66
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Waktu : 2 x 30 menit
67
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
KOMPONEN 5
EVALUASI
68
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Tujuan Evaluasi
Sasaran Evaluasi
Sasaran evaluasi siswa konselor sebaya meliputi dua aspek penilaian yaitu
perkembangan keterampilan siswa konselor sebaya, dan perubahan perilaku
konseli.
a) Evaluasi Program
Evaluasi program layanan BK yang dilaksanakan pada waktu kegiatan pelatihan
berlangsung atau setelah kegiatan berlangsung. Yang dievaluasi terkait dengan evaluasi
proses adalah kegiatan pelatihan, penugasan pelatihan, serta hambatan yang dialami
selama kegiatan pelatihan. Dalam evaluasi ini menggunakan sumber, alat, dan kriteria
penilaian sebagai berikut:
1) Sumber penilaian, penilaian kegiatan siswa konselor sebaya diperoleh dari tiga
sumber penilai berikut:
a) Siswa konselor sebaya sendiri
b) Konseli yang dilayani
c) Guru pendamping atau guru BK
2) Alat penilaian, untuk mendapatkan gambaran penilaian dari ketiga sumber
penilaian diatas, digunakan penilaian sebagai berikut:
a) Penilaian diri oleh siswa konselor sebaya menggunakan angket
penilaian diri siswa konselor sebaya
69
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
b) Evaluasi Layanan
Evaluasi terhadap hasil layanan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam
layanan konselor [Link] tingkat pemahaman siswa terhadap layanan informasi
yang dilakukan,Seberapa perubahan perilaku siswa setelah mendapatkan layanan dari
konselor sebaya,misal layanan konseling individual, apakah Siswa telah merasakan
permasalahannya terpecah kan setelah mendapat layanan konseli. Dalam evaluasi ini
menggunakan sumber, alat, dan kriteria penilaian sebagai berikut:
1) Sumber penilaian tentang efek layanan konseling sebaya oleh konselor sebaya
terhadap konseli didasarkan data yang diperoleh yaitu;
a) Siswa konselor sebaya
b) Konseli sebaya
c) Guru pendamping atau guru BK
2) Alat penilaian. Data yang diperoleh dari akibat pemberian layanan konseling
sebaya dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut;
70
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
71
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
Ada beberapa hambatan yang dirasakan sampai saat ini dalam evaluasi pelaksanaan
program bimbingan dan konseling
a Pelaksanaan bimbingan disekolah tidak mempunyai waktu yang
cukup memadai untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan program bk
b Belum tersedianya alat-alat instrumen evaluasi pelaksanaan konseling
sebaya di sekolah yang valid, reliable, dan objektif
c Belum diselengarakannya pelatihan khusus yang terkait tentang
evaluasi pelaksanaan konseling sebaya.
d Penyelenggaraan evaluasi membutuhkan banyak waktu dan uang.
Sehingga, untuk memulai evaluasi diperlukan cukup mahal
e Belum ada guru, konselor-konselor inti, atau instruktur BK yang ahli
dalam bidang evaluasi pelaksanaan konseling sebaya di sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
72
Modul KONSELING SEBAYA 201
8
73