0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan10 halaman

Unsur Sederhana dalam Seni Rupa

Dokumen tersebut membahas tentang unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan pencahayaan. Juga membahas prinsip-prinsip seni rupa seperti kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, dan keselarasan. Terdapat pula pembagian seni rupa berdasarkan tujuan pembuatannya menjadi seni murni dan seni terapan.

Diunggah oleh

patar tampubolon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan10 halaman

Unsur Sederhana dalam Seni Rupa

Dokumen tersebut membahas tentang unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan pencahayaan. Juga membahas prinsip-prinsip seni rupa seperti kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, dan keselarasan. Terdapat pula pembagian seni rupa berdasarkan tujuan pembuatannya menjadi seni murni dan seni terapan.

Diunggah oleh

patar tampubolon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UPA

Seni rupa adalah ungkapan estetik melalui media seni rupa seperti
titik, garis, bidang, bentuk/volume, warna, tekstur, dan pencahayaan.
Seni Rupa dapat diapresiasi melalui rabaan dan  penglihatan mata,
sehingga Seni Rupa disebut juga VISUAL ARTS (visual= citra, gambar,
tampak) ; (Art = seni)
UNSUR-UNSUR SENI RUPA
a.    Titik
Unsur seni rupa yang paling sederhana
b.   Garis
Kumpulan titik yang memanjang. Bisa lurus, lengkung, patah-patah,
c.    Bidang
Pertemuan garis.
d.   Bentuk
Bidang yang menyatu membentuk ruang/volume

e.    Warna
Pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang
terdapat di permukaan benda. Beberapa penggolongan warna secara
umum adalah:
er atau warna pokok yang bukan campuran dari warna lain.
Kuning, Merah dan Biru.
2.      Warna Skunder  atau percampuran dua warna primer dengan
perbandingan  1:1
K+M = Orange, K+B = Hijau, M+B = Ungu,
er atau warna campuran Skunder
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu
warna sekunder
Misalnya warna jingga kekuningan diperoleh karena  pencampuran warna
kuning dan warna jingga, Hijau kekuningan didapat dari pencampuran
warna kuning dan hijau, Biru kehijauan, dari warna biru dengan warna
hijau.

f.     Tekstur
Perbedaan nilai raba permukaan suatu benda. Kasar, halus.
Tekstur Nyata yaitu keadaan permukaan suatu benda adalah sama
dengan apa yang terlihat. Contoh tekstur permukaan batu, kayu, buah
dsb.
Tekstur Semu yaitu keadaan yang berbeda antara apa yang dilihat 
dengan keadaan yang sesungguhnya. Contoh permainan pengecatan
pada lukisan yang menggambarkan tekstur batu. Secara visual tampak
batu tersebut bertekstur, namun saat diraba ternyata tekstur tersebut
tidak ada(tipuan teknik mengecat).
g.   Pencahayaan
Gelap terangnya suatu benda yang dikenai cahaya, berkaitan dengan arah
cahaya, jenis cahaya dan  akibat yang ditimbulkan.
Prinsip-prinsip seni rupa adalah kaidah mengenai cara menyusun dan
mengatur unsur-unsur rupa dalam membentuk karya.
1.      Prinsip Kesatuan (Unity)
Kesan menyatunya bagian per bagian dalam sebuah komposisi
karya sehingga tidak berkesan berdiri sendiri sendiri.

2.      Prinsip Keseimbangan (Balance)


Penyusunan bobot obyek terhadap obyek yang lain.
Keseimbangan tidak harus sama jumlah kanan dan kiri, atau harus
berpuast ke tengah. Misalnya disebelah kiri terdiri atas berbagai obyek
yang kecil sedangkan disebelah kanan terdiri obyek tunggal yang
berukuran besar, bahkan keseimbangan tidak melulu terkait dengan
obyek, warna gelap dan terang juga mampu menciptakan kesan balance
tertentu.

Beberapa jenis Keseimbangan yaitu:


a.                   Keseimbangan Simetris
b.                  Keseimbangan Asimetris
c.                   Keseimbangan Terpusat
d.                  Keseimbangan Diagonal

3. Prinsip Irama (Rhytm)


Irama muncul karena pola pengulangan obyek/komposisi yang
teratur dalam sebuah karya. Misalnya pengulangan garis, warna, ataupun
tekstur.
4.  Prinsip Pusat Perhatian (Focus of Interest)
Merupakan Unsur yang mampu menarik perhatian dalam sebuah
komposisi karya. Unsur yang menarik perhatian itu bisa saja ia merupakan
unsur paling beda diantara unsur/obyek yang lain, baik secara proporsi,
colour, bentuk maupun penempatannya.
 

5.  Prinsip Proporsi


Proporsi adalah perbandingan antara bagian-bagian yang satu
terhadap bagian-bagian yang lainnya dalam sebuah komposisi.

6. Prinsip keselarasan (harmony)


Keselarasan berarti terciptanya kesuaian sehingga seluruh unsur
menyatu tanpa ada pertentangan. Hal ini dicapai dengan cara penataan
bentuk, warna, cahaya, karakter dari obyek. Apabila terdapat beberapa
obyek yang belum selaras maka perlu dimunculkan obyek pengikat
sehingga menjadi selaras.
Berdasarkan tujuan karya seni rupa dibuat , maka secara umum
Seni Rupa dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu:

1.      Seni Murni (FINE ART/PURE ART)


dipakai untuk menyebut jenis karya seni rupa yang dalam perwujudannya
mengutamakan keindahan dan kepuasan batin pembuat/senimannya
Contohnya: Seni Lukisan, Seni Patung dan Seni Grafis

2.      Seni Rupa Terapan (PRACTICE ART / APPLIED ART /USEFUL ART)
dipakai untuk menyebut jenis karya seni rupa yang dalam perwujudannya
mengutamakan kegunaan /fungsi dari benda yang dibuat tersebut dan
menjadikan keindahan sebagai pelengkap / pemanis  benda tersebut. Seni
Terapan disebut juga Seni Pakai.
Contohnya: Seni Kerajinan, Seni  Kriya dan Seni Desain

Tabel pembagian Seni Rupa berdasarkan tujuan sebuah karya seni rupa
dibuat, teknis dan nilai yang diutamakan.
N SENI RUPA Nilai yang diutamakan
o
1 SENI 1.       Seni Lukis
MURNI 2.      Seni Grafis Keindahan dan kepuasan
3.       Seni Patung batin pembuatnya

2 SENI A.     Seni Kriya


RUPA 1.       Kriya Kayu          Keselarasan antara
TERAPA2.      Kriya Kulit Keindahan dan Kegunaan /
N 3.       Kriya Tekstil Fungsi.
4.      Kriya Keramik          Faktor pemilihan bahan
5.      Kriya Logam, dll dan teknik yang tinggi sangat
dipentingkan
         Hasilnya halus.
         Dahulu kala untuk
kepuasan Raja / bangsawan
B.     Seni Kerajinan
1.       Kerajinan          Kegunaan / Fungsi
Anyaman               Bahan seadanya dan hasil
Peralatan Dapur masih tampak kasar karena
2.      Kerajinan Pandai biasanya dipengaruhi oleh
Besi faktor harga jual yang rendah
3.       Kerajinan Sepatu
Kulit
4.      Kerajinan
Meronce
5.      Kerajinan
Peralatan
Pertanian

C.      Seni Desain


1.       Desain          Keselarasan antara
Komunikasi Keindahan dan Kegunaan /
Visual /Desain Fungsi.
Grafis          Kepuasan pemesan / klien
2.      Desain Produk
3.       Arsitektur
(Desain Interior dan
Exterior)

Yang membedakan antara Seni Kerajinan dan Seni Kriya adalah nilai
craftsmanship (penguasaan media dan teknis pengerjaan yang handal) dan
penggunaan bahan.
Pada Seni Kriya, Craftmenship dan Bahan yang digunakan harus bermutu
baik sehingga mampu mendukung ketinggian teknis kriya, mampu
menghasilkan karya yang indah dan fungsional,  sedangkan pada Seni
Kerajinan hanya mementingkan fungsi, tidak membutuhkan craftmenship
yang tinggi sehingga biasanya karyanya seadanya, bahannya seadanya
dan minim nilai estetis.

Seni Rupa Nusantara


Seni rupa menurut kegunaannya :
1. Seni rupa Murni ;
adalah karya seni rupa yang mengutamakan fungsi keindahannya / hanya
dinikmati nilai seninya.
Contoh : Lukisan
2. Seni rupa Terapan ;
adalah karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakainya / kegunaan
Contoh : Baju batik
( seni rupa terapan juga dikenal dengan istilah : seni Kriya / kerajinan )

Seni rupa menurut wujudnya, dibedakan :


1. Karya seni rupa 2 Dimensi :
Adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang & lebar, dalam menikmati karya
seni, hanya dari satu arah.
Contoh : Lukisan
2. Karya seni rupa 3 Dimensi :
Adalah karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi / tebal ( memiliki
volume ), dalam menikmati karya dapat dari segala arah
Contoh : Patung

Unsur Seni Rupa, terdiri atas :


1. Titik
merupakan unsur rupa yang paling sederhana
2. Garis
terbentuk oleh rangkaian titik2 yang terjalin menjadi satu
3. Bidang
terbentuk oleh pertemuan beberapa garis
4. Bentuk
terbentuk oleh pertemuan bidang-bidang ( terbentuk ruang/volume )
5. Warna
merupakan unsur rupa yang terbuat dari pigmen ( zat warna )
Warna dikelompokkan 3 :
-Primer : merah, kuning, biru
-Sekunder :
-Tersier :
6. Tekstur
merupakan nilai permukaan suatu benda ( halus / kasar )
7. Gelap terang
merupakan keadaan suatu bidang / perbedaan warna karena pengaruh cahaya

Prinsip Seni Rupa ( kaidah-kaidah )


Adalah yang menjadi pedoman dalam berkarya seni rupa :
1. Kesatuan
2. Keseimbangan
3. Irama
4. Pusat perhatian
5. Keselarasan

Ragam Seni Rupa Daerah, antara lain :


-Seni rupa 2 dimensi : gambar, lukisan, grafis / seni cetak
-Seni rupa 3 dimensi : patung, seni kriya/ kerajinan, disain

Gambar Bentuk
Menggambar bentuk adalah proses perekaman obyek diatas bidang 2 dimensi
(kertas) melalui media, dengan ketentuan (mengutamakan) ketepatan/ kemiripan
bentuk

SENI RUPA kelas IX

Tema, gaya & penilaian karya seni Rupa ( Nusantara & manca negara )
Kebutuhan hidup manusia dapat digolongkan 3 ;
1. Kebutuhan Primer : mencakup pangan, sandang dll
2. Kebutuhan Sosial : berhubungan dengan manusia lain
3. Kebutuhan Integratif : berkaitan dengan citarasa keindahan
Untuk memenuhi kebutuhan ini manusia berfikir & membuat karya seni

Tema yang sering muncul dalam karya seni Rupa adalah seputar manusia &
hubungannya dengan dunianya. Contoh al. :
- manusia & dirinya sendiri : Lukisan Afandi, Vincent Van Gogh, dengan tema
“Potret diri”
- manusia dengan alam sekitar : Lukisan pemandangan alam ,dll
- manusia dengan alam khayal : Lukisan ornament / dekoratif, contoh : wayang dll

Gaya karya seni Rupa ( Nusantara & manca negara ) ada 3 :


1. Tradisional :
a. Primitif : sederhana
b. Klasik : ( terjadi pada masa Hindu & Budha ) rumit & ornamental.
Contoh Wayang, Candi dll
2. Moderen
a. Representatif : artinya sesungguhnya/ nyata/ sesuai dengan keadaan
Contoh, aliran Realis, Naturalis, Romantis
b. Deformatif : artinya perubahan bentuk, menghasilkan bentuk baru,
namun bentuk asal / aslinya masih tampak
Contoh, aliran Surrealis, Impresionis, Ekspresionis, Kubis
c. Non Representatif : artinya bentuknya tidak dikenali
Contoh, aliran Abstrak
3. Post Modern : bersifat lebih kreatif, memadukan berbagai gaya yang ada

Penilaian karya seni Rupa


Adalah kegiatan Apresiasi yaitu menikmati, menghayati, menilai karya seni

GAMBAR REKLAME
Reklame ( bhs. spanyol ) : seruan yang berulang-ulang
Reklame menurut :
- Tujuannya a. reklame komersial, yaitu yang bertujuan kepentingan bisnis
b. reklame non komersial, yaitu untuk kepentingan social, kemanusiaan
- Sifatnya a. reklame penerangan
b. reklame peringatan
c. reklame permintaan / ajakan
- Medianya a. reklame Audio : media suara, contoh iklan radio
b. reklame Visual : media rupa, contoh ; poster-spanduk-plakat-etiket
-leaflet-brosur-logo-papan nama-baliho
c. reklame Audio Visual
Contoh iklan Televisi
Prinsip menggambar Reklame :
1. Komunikatif – artinya pesan yang ingin disampaikan mudah diterima oleh
penerima
pesan / masyarakat
2. Komposisi – artinya penataan unsur-unsur yang terdapat dalam gambar
reklame harus
ditata dengan serasi
3. Kesatuan – artinya diantara unsur-unsur yang ada harus mencerminkan satu
kesatuan
yang utuh
4. Pusat perhatian – arinya agar gambar reklame lebih menarik, harus diciptakan
satu
unsure yang bisa menjadi pusat perhatian

Langkah-langkah menggambar reklame :


1. Persiapan bahan & alat
( al. kertas, pensil, cat dll )
2. Pengaturan komposisi
( al. posisi kertas Vertikal / Horisontal dll )
3. Gambar bentuk ( obyek reklame )
( al. menyangkut sketsa obyek gambar, tulisan, pesan yang hendak disampaikan )
4. Pewarnaan
( al. penyelesaian akhir yaitu dengan mewarnai obyek yang sudah kita buat )

SENI LUKIS

Melukis adalah kegiatan membubuhkan cat ( pewarna ) diatas bidang datar


( kertas / kanvas )
Pembubuhan warna / cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan berbagai
makna / nilai subyektif.
Melukis lebih bebas dibanding menggambar dalam mengekspresikan bentuk,
warna. Melukis cenderung mengekspresikan jiwa pelukis.
Dapat disimpulkan dalam melukis akan menghasilkan bentuk yang berfariasi /
sesuai jiwa masing-masing siswa / pelukis.

Bahan & alat


1. Bahan, adalah segala material yang dapat digunakan untuk kegiatan melukis.
Bahan
dibedakan 2 :
a. Cat ( pewarna ) : al. cat air, cat minyak, crayon, pastel dll
b. Bidang lukis : al. kertas, kanvas, triplek dll
2. Alat, adalah segala perkakas yang dapat digunakan dalam kegiatan melukis
Contoh : kwas, pisau pallet, sprayer dll

Tehnik
Tehnik melukis adalah cara yang digunakan dalam melukis, al :
1. Aquarel / transparan
Adalah dengan sapuan warna yang tipis sehingga tembus pandang. Biasanya
menggunakan Cat air, Crayon
2. Plakat
Adalah sapuan warna yang tebal, kental, hasilnya tampak pekat & menutup.
Biasanya menggunakan Cat minyak
3. Spray atau terkenal dengan istilah Air brush
Media yang biasanya dipakai menggunakan Pylock
4. Pointilis / tehnik titik-titik
Adalah membuat lukisan dengan membentuk obyek yang tercipta dari
penyusunan titik-titik
5. Tempra
Adalah membuat lukisan pada diding-dinding tembok

Anda mungkin juga menyukai