A.
Pengertian Airbag
Airbag adalah fitur keamanan yang bisa dipasang di mobil, yang berfungsi untuk
melindungi kita jika terjadi kecelakaan. Penggunaan airbag dapat membantu melindungi
daerah kepala, leher, dan dada.
Airbag biasa dipasang oleh pembuat kendaraan untuk keselamatan pengemudi dan
penumpang. Biasanya airbag keluar dari setir/kemudi dan dashboard mobil. Ketika kepala
anda mengenai airbag, airbag tersebut mulai mengempis secara perlahan, sehingga
memungkinkan anda untuk keluar dari mobil tersebut. Pada beberapa mobil, ketika
kecepatan melewati 200-300 mil per jam, airbag otomatis keluar meski tidak ada tabrakan.
Seringkali airbag terbukti kurang memadai jika anda tidak menggunakan sabuk
pengaman (seat belt). Karena jumlah kecelakaan yang terus bertambah, banyak negara
memberlakukan aturan wajib menggunakan sabuk pengaman (termasuk Indonesia), yang
dikatakan efektif mengurangi jumlah korban yang disebabkan kecelakaan lalu lintas.
Namun, desain airbag yang terbaru dipercaya dapat melindungi anda meskipun anda tidak
menggunakan seat belt.
Banyak yang salah paham bahwa airbag berfungsi untuk menghentikan tubuh kita
terlempar ke depan setelah tabrakan. Airbag sebenarnya dimaksudkan untuk melindungi
kepala pengemudi, serta menghentikan kepala agar tidak terbentur setir/kemudi. Yang
dapat menghentikan tubuh kita terlempar ke depan setelah tabrakan adalah seat belt.
Gambar 1. Airbag Pada Mobil
1 | Teknik Otomotif
B. Fungsi Umum Airbag System
1. Meredam energi kinetik penumpang
2. Menjaga penumpang dari benturan keras pada interior trim
3. Menjaga penumpang dari pecahan kaca mobil saat terjadi benturan keras
4. Melindungi leher agar tidak tertekut saat kepala terbentur ke stir mobil
C. Cara Kerja Sistem Airbag
Ketika sensor mendeteksi tabrakan, sensor tersebut akan mengirimkan sinyal ke
modul kontrol yang kemudian mengeluarkan airbag. Ada berbagai jenis sensor tabrakan
yang dapat digunakan, seperti sensor yang ditempatkan di bagian depan mobil (daerah
tabrakan), serta accelerometer yang ditempatkan di dalam modul kontrol. Accelerometer
itu mengukur kecepatan dan keparahan tabrakan. Ada juga sensor yang ditempatkan di
pintu untuk airbag samping.
Airbag yang dipasang di dalam dashboard atau setir mobil hanya dapat digunakan
jika terjadi tabrakan di bagian depan mobil. Demikian pula berlaku untuk airbag yang
dipasang di bagian samping mobil. Airbag akan keluar saat mobil terhantam pada sudut
tertentu.
Misalnya airbag sebelah kiri tidak akan keluar jika terjadi tabrakan di bagian kanan
dan juga sebaliknya.
Modul kontrol atau "otak airbag" adalah komputer kecil yang menerima data
kecelakaan dari berbagai sensor berbeda, lalu memutuskan airbag mana yang akan
digunakan. Modul tidak dapat mengeluarkan airbag jika hanya menerima satu sinyal,
modul perlu dua atau lebih sinyal dari sensor-sensor untuk menggunakan airbag.
Sinyal kedua diberikan oleh arming sensor yang terletak di dalam mobil, yang
mendeteksi penurunan kecepatan secara tiba-tiba. Ketika kontrol modul sudah yakin
bahwa terjadi tabrakan parah, modul itu akan mengirim sinyal ke squib inflater, dikenal
juga sebagai igniter, yang merupakan perangkat listrik yang memiliki kabel jembatan
tipis.
2 | Teknik Otomotif
Gambar 2. Cara kerja Airbag
Dengan mengalirnya listrik melalui kabel tersebut, kabel itu jadi panas, yang
kemudian membakar propelan airbag yang terbuat dari natrium azida. Natrium azida
adalah bahan bakar yang dapat dengan cepat terbakar dan menghasilkan gas nitrogen yang
banyak. Gas nitrogen itu kemudian mengalir melalui filter dan mengisi airbag yang terbuat
dari nilon.
Setelah kepala anda membentur airbag yang terisi nitrogen, airbag mulai mengempis
dengan mengeluarkan gas melalui lubang-lubang kecil. Awan asap yang memenuhi
kendaraan sebenarnya adalah tepung jagung atau bedak talkum (talcum powder), yang
digunakan untuk mencegah airbag lengket menempel ketika terlipat didalam.
Nitrogen yang dikeluarkan melalui lubang-lubang kecil itu tidak berbahaya (nitrogen
sebenarnya merupakan 78% dari udara yang kita hirup). Anda hanya perlu membuka pintu
atau jendela agar gas dan asap dapat keluar.
Sistem airbag samping berbeda dengan sistem airbag yang ada di depan. Airbag
samping menggunakan gas simpanan yang terdiri atas silinder terisi 3000-4000 psi gas
argon terkompresi (compressed argon gas). Kontrol modul memberi sinyal ke igniter,
yang melelehkan bladder kecil didalam silinder tersebut. Gas argon kemudian mengisi
airbag. Sama seperti nitrogen, argon juga tidak berbahaya.
Jika anda berencana membeli mobil, pastikan mobil tersebut memiliki sistem airbag.
Menggunakan airbag dan seat belt dapat mengurangi kemungkinan mengalami cedera
ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
D. Komponen Pada Airbag
Sistem keselamatan pasif terdiri daripada komponen-komponen berikut:
Airbag control module
Driver and front passenger airbags
Side airbags — driver and passenger
Side curtain protection
Crash detection sensors
Safety belt pre-tensioners
Belt tensioner limiters
Rollover protection for convertibles
Battery interrupter elements (only in vehicles in which the battery is installed in the
interior/luggage compartment)
Switches in the front safety belt latches
3 | Teknik Otomotif
Seat occupied sensor, front passenger seat
Active head restraints on the front seats
Gambar 3. Komponen Airbag
4 | Teknik Otomotif