0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan2 halaman

Struktur Mikro Dendritik pada Logam

Terdapat tiga jenis struktur mikro dendritik yang sering ditemukan dalam proses pengecoran logam atau alloy, yaitu columnar dendritik yang memiliki kristal panjang berbentuk kolom, equiaxed dendritik dengan kristal lebih kecil dan tersebar, serta equiaxed non-dendritik tanpa struktur dendritik melainkan butiran halus. Faktor seperti suhu, laju pendinginan, dan komposisi paduan mempengaruhi pembentukan struk

Diunggah oleh

faizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan2 halaman

Struktur Mikro Dendritik pada Logam

Terdapat tiga jenis struktur mikro dendritik yang sering ditemukan dalam proses pengecoran logam atau alloy, yaitu columnar dendritik yang memiliki kristal panjang berbentuk kolom, equiaxed dendritik dengan kristal lebih kecil dan tersebar, serta equiaxed non-dendritik tanpa struktur dendritik melainkan butiran halus. Faktor seperti suhu, laju pendinginan, dan komposisi paduan mempengaruhi pembentukan struk

Diunggah oleh

faizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Faizal Ramadhan

6007222015

Dendritik adalah salah satu jenis struktur kristal yang sering terbentuk selama proses pembentukan logam
atau alloy pada proses pengecoran. Dendritic berasal dari istilah Yunani “Dendron” yang berarti
pohon(Seetharaman et al. 2014). Dinamakan demikian karena struktur yang terbentuk menyerupai
cabang pohon. Struktur dendritik terbentuk saat logam atau alloy yang masih dalam keadaan cair
mendingin dan mengalami transformasi ke keadaan padat.

Pertumbuhan dendritik terjadi ketika kristal mulai tumbuh dari permukaan cair dan tumbuh ke arah dalam
logam selama proses pendinginan. Pertumbuhan ini terjadi dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama,
kristal yang terbentuk membentuk "rambut" yang menyebar dari permukaan cair. Pada tahap selanjutnya,
kristal-kristal tersebut bertambah panjang dan saling bercabang sehingga membentuk struktur berbentuk
pohon atau dendritik.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan struktur dendritik diantaranya adalah suhu, laju pendinginan,
komposisi paduan, dan kehadiran impuritas. Semakin cepat pendinginan, semakin kecil dan lebih banyak
cabang yang dimiliki kristal dendritik. Hal ini karena pembekuan logam menjadi lebih cepat sehingga
pertumbuhan kristal menjadi lebih terhambat.

(Asle Zaeem and Hogan 2017)

Terdapat tiga jenis struktur mikro dendritik yang sering ditemukan dalam proses pengecoran logam atau
alloy, diantaranya:

a. Columnar dendritik, memiliki kristal panjang berbentuk kolom yang tumbuh secara vertikal
menjauhi permukaan cetakan. Tipe mikrostruktur ini terbentuk karena laju pendinginan terjadi
secara lambat, dan kristal dendritic akan tumbuh dengan panjang tertentu sebelum struktur
denditrik ini saling menabrak satu sama lain.
b. Equiaxed dendritik, memiliki kristal dengan ukuran yang lebih kecil dan terdistribusi lebih
merata. Tipe mikrostruktur ini terbentuk karena laju pendinginan yang lebih cepat atau karena
molding yang diputar pada proses casting. Dendritik kristal terbentuk ke berbagai arah, lebih
pendek, dan juga tersebar merata membentuk jaringan dendrit.
c. Equiaxed non-dendritik, memiliki struktur kristal tanpa dendrit, biasanya berupa butiran (grain)
yang lebih halus dan kecil. Terbentuk karena laju pendinginan yang sangat cepat atau bisa juga
karena proses quenched secara cepat. Butiran yang terbentuk akan tersebar merata dan tidak
membentuk jaringan dendrit.
(Cramb 2005), (Cahn and Haasen 1996)

Pemahaman tentang struktur mikro dendritik pada logam atau alloy sangat penting karena struktur ini
dapat mempengaruhi sifat mekanik dan performa produk akhir. Struktur dendritik dapat mempengaruhi
kekuatan, keuletan, sifat listrik, serta konduktivitas termal pada logam atau alloy tersebut. Oleh karena
itu, pemilihan kondisi pengecoran yang tepat, termasuk suhu dan laju pendinginan, dapat membantu
menghasilkan struktur mikro yang diinginkan pada produk akhir.

Referensi

Asle Zaeem, M., and L.M. Hogan. 2017. “Dendritic Solidification of Crystals.” In Reference Module in
Materials Science and Materials Engineering, B9780128035818031000. Elsevier.
[Link]
Cahn, R. W., and P. Haasen, eds. 1996. Physical Metallurgy. 4th, [Link] ed ed. Amsterdam ; New
York: North-Holland.
Cramb, A.W. 2005. “Solidification and Steel Casting.” In Fundamentals of Metallurgy, 399–452. Elsevier.
[Link]
● Seetharaman, Seshadri, Alexander McLean, Roderick I. L. Guthrie, and Seetharaman Sridhar.
2014. Treatise on Process Metallurgy. Amsterdam Waltham Paris: Elsevier.

Anda mungkin juga menyukai