0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan38 halaman

Fungsi Alat Perkakas Dasar Teknik

Pelajaran ini membahas berbagai alat penting untuk merakit dan melepas komponen mesin seperti wrench, screw driver, hammer, dan pliers beserta fungsi dan cara penggunaannya. Alat-alat tersebut meliputi open end wrench, adjustable wrench, box wrench, combination wrench, dan socket set.

Diunggah oleh

Sugeng Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan38 halaman

Fungsi Alat Perkakas Dasar Teknik

Pelajaran ini membahas berbagai alat penting untuk merakit dan melepas komponen mesin seperti wrench, screw driver, hammer, dan pliers beserta fungsi dan cara penggunaannya. Alat-alat tersebut meliputi open end wrench, adjustable wrench, box wrench, combination wrench, dan socket set.

Diunggah oleh

Sugeng Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

 

TOOLS
BASIC COMPETNCY I

 
 
 
MODUL SISWA

 
 
 

Mei 2008 MSTL-10508-1


    Tools 

Pelajaran 1 : Wrench Bolt & Nut, Screw Driver, Hammer, Pliers

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari wrench bolt & nut, screw driver, hammer, pliers.

Wrench Bolt & Nut


Mesin pada umumnya dirakit dengan bolt dan nut. Oleh karena itu, untuk melepas (disassembly) atau
merakit kembali (reassembly) suatu mesin, diperlukan pengetahuan bagaimana cara melepas dan
mengencangkan bolt dengan benar dan cepat.

ƒ Open End Wrench


Open end wrench sering kali dipakai untuk merakit maupun melepas bolt pada suatu mesin. Bolt
diputar setelah dipaskan dengan mulut open end. Open end wrench dibagi menjadi 3 (tiga) jenis,
yaitu :
• Single open end wrench
Jneis open end wrench yang mempunyai satu kepala.

• Double open end wrench


Jenis open end wrench yang mempunyai dua kepala.

• Open end wrench sledge hammer


Jenis lain dari open end wrench, dimana kunci ini dapat disambung dengan pipa maupun
dipukul dengan hammer.


 
    Tools 

Untuk memutar bolt, nut pada mesin, open end dipaskan pada kepala screw dan putar handlenya.
Pilihlah ukuran kunci yang sesuai dengan kepala bolt. Ukuran open end ditentukan oleh besarnya
bukaan atau lebar rahangnya yang dibuat sedikit lebih besar dari kepala bolt. Sebagai contoh, kepala
bolt ukuran 3/8 inch artinya memiliki clearance (celah) 5 sampai 8 perseribu inch. Celah bebas yang
terlalu besar akan mengakibatkan sudut kepala bolt menjadi bulat (mematahkan sudut-sudut bolt)
atau memperlebar mulut open end. Sebaliknya, memaksa mulut open end yang terlalu kecil pada
kepala bolt, misalnya dipaksa dengan cara memukul menggunakan palu, akan memperlebar mulut
open end atau mematahkan kepalanya.

Saat mengencangkan, cocokkan open end pada kepala screw seperti diilustrasikan pada gambar di
bawah. Jika diperlukan momen puntir yang agak besar untuk mengencangkan atau melonggarkan
screw, maka mulut open end harus dicocokan secara benar-benar dan berulang-ulang ke kepala
screw untuk memastikan keamanan saat menarik kunci.

Mencocokkan open end ke kepala screw seperti ditunjukkan pada gambar di bawah adalah
berbahaya. Open end bisa slip dengan mudah begitu open end wrench diputar.

Jika screw dapat diputar dengan mudah, pegang handle kunci dekat kepalanya dan putar kepala
screw dengan mempergunakan ujung dari rahang kunci. Jika diperlukan momen puntir yang agak
besar untuk memutar screw, cocokkan atau pasang rahang kunci bagian dalam pada kepala screw,
untuk mencegah kemungkinan kunci dari slip atau mulut kunci melebar. Jika tidak memungkinkan
untuk mencocokkan open end dengan cara ini, doronglah handle ke arah kepala screw sambil
memutarnya. Dengan demikian, kepala screw tetap pada bagian dalam rahang open end wrench,
serta open end-nya tidak slip.


 
    Tools 

Tarik kunci dengan bahu. Hindari mendorong kunci karena akan menyebabkan buku-buku jari
terkelupas atau lebih parah lagi jika screw mendadak melonggar atau kuncinya slip. Jika kuncinya
harus didorong, doronglah kunci dengan hati-hati dengan telapak tangan terbuka dan ingatlah untuk
membalik rahang kuncinya.

Putar kunci dalam jarak yang ditunjukan pada gambar di bawah. Tarikan pada kunci melebihi jarak ini
mengakibatkan kehilangan gaya dan memberikan kemungkinan pada kunci untuk slip.

ƒ Adjustable Wrench
Berbeda dengan open end wrench yang mempunyai atau memiliki mulut (opening) tetap, adjustable
wrench dapat divariasikan dengan menggerakkan rahang bawah (lower jaw) dengan memutar ulir
penyetelnya. Dengan demikian kunci ini dapat dipergunakan untuk screw yang besarnya berlainan.
Bagaimana pun adjustable wrench bukan berarti tool yang efisien karena bisa disetel, selain itu
adjustable wrench pada umumnya berat dan besar.


 
    Tools 

Ukuran pada adjustable wrench disesuaikan oleh overall length.

Nominal overall length (mm) 100 150 200 250 300 375
+13 +13 +13 +13 +13
Max. lower jaw span (mm) 13 20 24 29 34 40+13

Tipe, kelas, dan simbol adjustable wrench ditunjukkan pada table di bawah.
Type Class Symbol
Material and Process Opening angle
Entirely forged 15 degrees High-strength H
23 degrees Normal N
Only lower jaw forged 23 degrees - P

Peganglah handle dekat kepalanya. Cocokkan mulut kunci dengan kepala screw dan putar
penyetelnya sehingga pas dengan kepala screw. Jika mulut kunci tidak secara tepat terhadap kepala
screw, maka kepala screw atau kuncinya akan mengalami kerusakan.

Hindari memutar kunci searah titik rahang sebelah atas, jika tidak kuncinya bisa slip dari screw.
Hindari memukul handle dengan palu atau menyambung handle dengan sepotong pipa ketika
memutar kunci.


 
    Tools 

ƒ Box (Ring) Wrench


Box wrench dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
• Double end ring wrench
Kunci tipe ini memiliki dua kepala, dimana kepalanya berbentuk cincin (ring) dengan alur-alur
pada dinding sebelah dalam cincin yang mencengkram sudut-sudut dari kepala screw. Alur-
alur ini dinamakan point. Untuk nut hexagonal, konstruksi standarnya 6 atau 12 point (titik),
yang 6 titik memberikan cengkeraman paling kuat dari kunci yang 12 titik, yang 12 titik
mengurangi lingkaran sehingga kunci harus bergerak untuk dapat masuk pada kepala bolt.
Yang 12 titik adalah yang paling banyak dan dapat dipasang pada kepala baut setelah
memutar 30 derajat dari lingkarannya. Biasanya kunci ini dioffset pada gagangnya (handle)
untuk memberikan celah bebas jari-jari tangan. Box wrench (ring wrench) biasanya digunakan
untuk melonggarkan bolt yang kencang dan juga untuk mengencangkannya. Ada berbagai
jenis gagang (handle) yang dioffset dengan sudut 15°, 45° dan 60°, ini dipakai sesuai
penggunaannya (aplication).

• Half moon wrench (starter and manifold wrench)


Bentuk lain dari double end ring wrench dimana kunci ini sangat efektif apabila handle yang
lurus tidak dapat digunakan untuk melepas screw. Contoh, bolt pada PT Pump pada engine
cummins tidak dapat diputar apabila tidak menggunakan kunci ini.

• Single end offset ring wrench


Kunci yang mempunyai satu kepala dan penggunaannya dengan memakai tubular handle.

Turbular handle


 
    Tools 

• Ring wrench sledge hammer


Bentuk lain dari single end ring wrench, dimana kunci ini ketika digunakan gagangnya
(handle) dapat disambung pipa atau dipukul dengan menggunakan hammer (palu).

ƒ Combination Wrench
Kunci yang memiliki kepala ring (box) pada salah satu ujungnya dan kepala open end pada ujung
lainnya.

ƒ Socket Set
Kunci socket terdiri dari sebuah socket (yang mana cocok dengan kepala hexagonal dari screw) dan
sebuah handle. Terdapat berbagai jenis handle untuk memenuhi penggunaannya, dengan memilih
handle yang sesuai memungkinkan penggunaan kunci socket dengan efisien. Dengan adanya
berbagai macam adaptor (penyesuaian) dan extention (penyambung), kunci socket menjadi sangat
flexible (mudah) disesuaikan dengan keadaan. Bagian dari handle yang dimasukkan ke dalam socket
berbentuk persegi empat disebut drive square. Drive square harus dimasukkan sepenuhnya ke dalam
lubang socket , jika tidak maka handlenya bisa slip dari socketnya. Jika socketnya hanya memiliki satu
lekukkan pasanglah drive square sedemikian rupa sehingga bolanya terpasang pas dan tepat pada
lekukkannya. Lain halnya jika socket memiliki lekukkan pada keempat sisinya.


 
    Tools 

• Socket
Ujung socket mempunyai lubang berbentuk hexagonal. Ukuran lubang ditentukan oleh lebar
kepala dari screw. Lebar dari drive square (dimana handle dipasang) mempunyai ukuran
bermacam-macam antara lain ¼ inch , 3/8 inch, ½ inch, ¾ inch dan 1 inch. Lebar drive
square dengan ukuran ½ inch paling sering digunakan. Pada umumnya, semakin besar
ukuran lubang ujung socket, maka semakin besar ukuran lubang drive square.

Width across flats of Width across flats


drive square hole of socket end hole
6.35 mm (1/4") 12 mm or less
9.52 mm (3/8") 23 mm or less
12.70 mm (1/2") 10 - 32 mm (as per
JIS)
19.05 mm (3/4") 23 - 60 mm
25.40 mm (1") 35 mm or more

• Handle
Handle atau gagang socket mempunyai beberapa bentuk diantaranya :
• L-Shaped handle
Poros L-shaped handle (offset handle) bengkok pada ujungnya.

• T-Sliding handle
Handle dapat meluncur dengan bebas, dengan demikian tidak perlu merubah posisi
socket, handlenya digerakkan pada satu sisi untuk setengah putaran, sisi yang lain untuk
setengah putaran berikut dan seterusnya.

• Speeder handle
Speeder handle dengan sebuah socket dapat memutar sejumlah screw dari ukuran yang
sama dengan cepat. Walaupun demikian, speeder handle tidak cocok untuk melonggarkan
atau mengikat kuat screw.


 
    Tools 

• Flexible handle (swivel handle/nut spinner handle)


Persegi empat penggeraknya (drive square) dipasang pada handle dengan memakai
sebuah pena (pin), dengan demikian handlenya dapat diputar dengan sudut yang
dikehendaki.

• Ratchet handle
Handle ini memiliki mekanisme ratchet yang memungkinkan persegi empat pemutar (drive
square) untuk memutar pada satu arah dan mencegah berputar pada arah yang
berlawanan.

• Extention
Extention diperlukan untuk memutar screw pada tempat yang terhalang atau sempit.

Sebuah penyambung (extention) dapat dihubungkan dengan drive square dari handle ratchet,
dengan demikian handle dapat diputar pada tempat yang lebih luas. Momen puntir disalurkan
kesocket melalui penyambung. Poros penyambung (extension bar) memiliki lubang persegi
empat pada salah satu ujungnya yang dihubungkan pada drive square handle dan drive
square pada ujung lainnya untuk socket. JIS hanya menentukan dua extension, 150 mm dan
250 mm. Walaupun demikian ukuran yang lainnya dapat diperoleh dipasaran.


 
    Tools 

• Universal joint
Universal joint dihubungkan antara handle dan socket agar memungkinkan untuk

mempergunakan handle dari segala arah.

• Kunci socket optional

• Kunci socket dengan handle

10 
 
    Tools 

• Hexagon Wrench (Set Screw/Allen Wrench)


Kunci ini adalah sebuah hexagonal/segi enam batang yang dibengkokkan bagian ujungnya. Ujung
bengkoknya dipasang ke dalam lubang kepala screw. Kunci ini bisa diperoleh dalam berbagai ukuran.
Ukuran (ketebalan) ditentukan oleh sisi sejajar dari hexagon.

• Pipe Wrench (Monkey Wrench)


Kunci pipa digunakan untuk memutar pipa, poros dan lain-lain yang mana tidak bisa dicengkeram
dengan kunci lain. Kerugiannya adalah gigi kunci menggigit ke dalam dan membuat cacat pada benda
kerja.

Besarnya kunci pipa ditentukan oleh panjang keseluruhan kunci dengan rahang atas memanjang
keluar sepenuhnya. Tabel di bawah menunjukkan tipe dari kunci pipa. Kunci pipa ada yang digunakan
untuk kelas tugas berat ditandai hurup H dan untuk yang normal dengan tanda N .

Size (overall length) (mm) 200 *250 *300 *350 *450 600 900 1200
Diameter of work 6 - 20 6 - 26 10 - 32 13 - 38 26 - 52 38 - 65 50 - 95 65 - 140

*paling sering digunakan

11 
 
    Tools 

Kunci pipa memiliki rahang yang bisa digeser dan disetel dengan sebuah cincin berulir, rahangnya
diberi engsel sehingga jika gagangnya ditarik ke arah anda maka ikatan benda akan dikencangkan
dan akan melonggarkan bila diputar sebaliknya. Jika disetel dengan tepat, maka kunci pipa bisa
bekerja seperti kunci ratchet.

Peganglah kunci dengan mulutnya mengarah pada anda. Letakkan mulutnya melingkari benda kerja
dan setelah rahang bawah menyentuh benda kerja dengan kuat, kemudian sentaklah kuncinya ke
arah anda, benda kerja harus berputar dengan kunci. Kemudian dorong kuncinya menjauhi anda,
benda kerja harus slip di dalam rahangnya. Hati-hatilah jangan membiarkan kuncinya slip atau jatuh.

• Kunci Kait (Hook Wrench)


Kunci kait dinamakan kunci pas kait (hook spanner wrench), dipergunakan untuk memutar nut bulat
dengan menyangkutkan ujung kait di dalam alur dari pinggiran mur bulat. Kunci kait bisa diperoleh
dalam berbagai ukuran yang ditentukan oleh diameter luar dari nut yang akan dilayani. Biasanya
suatu kunci kait dapat dipergunakan untuk memutar nut dari dua atau tiga ukuran yang berbeda.

Selain itu juga terdapat kunci kait yang dapat disetel (adjustable hook wrench) yang dapat
dipergunakan untuk berbagai jenis nut lingkaran sproket hub. Penyetelan dapat dilakukan dengan
memilih posisi pin dari rahangnya.

12 
 
    Tools 

• Torque Wrench
Torque wrench adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya torque yang digunakan untuk
mengencangkan bolt, nut atau screw mesin.

Ada beberapa macam tipe dari torque wrench, diantaranya :

13 
 
    Tools 

Screw Driver
• Slotted Driver
Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk minus.

• Cross Driver
Jenis screw driver yang pada ujungnya berbentuk plus. Screw driver jenis ini jika ujungnya patah
tidak bisa di perbaiki.

• Offset Driver
Offset driver ini digunakan untuk ruangan yang sempit dan screw yang kencang.

• Starting Screw Driver


Starting screw driver digunakan untuk melepas dan memasang screw pada tempat yang susah jika
menggunakan tangan.

14 
 
    Tools 

Hammer
Hammer dilihat dari jenis materialnya terbagi menjadi ada 2 (dua) jenis, yaitu :
• Material keras (steel)
• Ball peen hammer
Hammer jenis ini ujungnya berbentuk flat dan ball. Ujung yang flat untuk pemukul seperti
biasanya sedangkan yang berbentuk ball untuk membuat bulat paku keling (rivet).

• Machinist's hammer (fitter's hammer)

• Double-face hammer

• Material lunak (plastik, rubber, soft, wood)


Hammer ini digunakan untuk memukul komponen-komponen agar tidak rusak/cacat pada permukaan
yang dipukul. Berdasarkan bahannya hammer ini dibagi menjadi beberapa jenis antara lain :
• Plastic hammer

15 
 
    Tools 

• Copper hammer

• Soft hammer

• Rubber hammer

Pliers
Pada umumnya digunakan untuk pemegang, pemotong dan penarik material. Ada bermacam-macam
bentuk dari pliers, diantaranya :
ƒ Diagonal Cutter Plier
Diagonal cutter plier ini digunakan untuk menarik cutter pins. Khususnya dari slotted nuts.
Diagonal/side cutter plier ini jangan digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar.

ƒ Combination Plier
Pliers ini dapat digunakan untuk memotong kawat yang berdiameter besar dan dapat juga digunakan
untuk pemegang benda kerja tetapi tidak digunakan untuk mengencangkan dan mengendorkan nut
maupun bolt.

16 
 
    Tools 

ƒ Flat Nose Plier dan Flat Round Nose Plier


Flat nose pliers dan flat round nose pliers digunakan untuk memegang benda yang kecil dan untuk
mengambil benda pada tempat yang terbatas (sempit).

ƒ Grip Pliers.
Digunakan untuk memegang benda kerja yang silindris. Ada 2 (dua) macam grip plier, yaitu :
• Multi grip plier (water pump pliers)
Dimana salah satu jaw-nya dapat disesuai dengan benda kerja yang dijapit.

• Lock grip plier


Lock grip plier didisain khusus untuk menjepit dan memegang benda yang silindris, salah satu
jaw dapat diatur sesuai dengan ukuran yang dikehendaki dan di-lock.

ƒ Snap Ring Plier (Circlip Pliers)


Plier ini digunakan untuk melepas maupun memasang snap ring. Snap ring plier ini ada 2 (dua) jenis,
yaitu :
ƒ External snap ring pliers
Digunakan untuk membentangkan snap ring pada waktu melepas maupun memasang.

17 
 
    Tools 

ƒ Internal snap ring pliers


Digunakan untuk menekan snap ring pada waktu melepas maupun memasang.

18 
 
    Tools 

Pelajaran 2 : Punch, Chisel, File, Puller, Tap & Dies

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari punch, chisel, file, puller, tap & dies.

Punch
ƒ Starting Punch
Starting punch digunakan untuk memukul paku keling (rivet) dan penggerak awal dalam
mengeluarkan pin lurus atau pin tirus.

ƒ Pin Punch
Pin punch digunakan untuk mengeluarkan pin setelah digerakkan dengan starting punch, jangan
menggunakan pin punch untuk penggerak awal dalam mengeluarkan pin.

ƒ Center Punch
Center punch digunakan untuk memberi tanda pada lokasi lubang yang akan dibor.

ƒ Aligning Punch
Aligning punch digunakan untuk menepatkan lubang agar tepat pada pemindahan komponen. Jangan
menggunakan aligning punch dengan dipukul seperti center punch.

19 
 
    Tools 

Chisel
ƒ Flat Cold Chisel
Flat cold chisel digunakan untuk memotong metal, mematahkan paku keling (rivet) dan untuk
membelah nut. Flat cold chisel pada sisi potong sedikit cembung dengan sudut 60o-70o.

ƒ Cape Chisel
Cape chisel digunakan untuk memotong pasak, groove yang sempit.

ƒ Round Nose Chisel


Round nose chisel digunakan untuk membuat groove setengah lingkaran dan memotong chip disudut
yang beradius.

ƒ Diamond Point Chisel


Diamond point chisel digunakan untuk membuat atau memotong V groove dan sudut yang bersegi.

File (Kikir)
File dibuat bermacam-macam ukuran dan ketajaman, tiap file (kikir) mempunyai penggunaan
tersendiri.

20 
 
    Tools 

File (kikir) yang banyak digunakan di work shop adalah :


ƒ Single Cut File
Single cut biasanya digunakan untuk mengasah tool.

ƒ Double Cut File


Double cut biasanya digunakan dalam pengerjaan finishing.

ƒ Rasp Cut File


Rasp cut yang semua giginya mempunyai pemotong sendiri-sendiri, rasp file digunakan untuk
memotong kayu dan metal yang sangat lunak.

ƒ Curved Tooth File


Curved tooth file digunakan untuk alumunium dan steel sheets.

Puller
Komponen yang terpasang fit dapat rusak selama dilepas dan dipasang sehingga perlu diperhatikan
dalam melepas dan memasang komponen tersebut. Jika dengan menggunakan hammer, bar mungkin
hanya akan menimbulkan masalah, sehingga untuk mengurangi terjadinya kerusakan digunakan
puller.

21 
 
    Tools 

ƒ External Puller
External puller digunakan untuk menarik gear dari shaft.

ƒ Press Puller
Press puller digunakan untuk mendorong shaft dari lubangnya.

ƒ Internal Puller
Internal puller digunakan untuk menarik bearing dari lubangnya.

22 
 
    Tools 

Tap dan Dies (Screw Plate Set)


Screw plate set terdiri dari tap dan dies dan dilengkapi oleh tap handle dan dies handle.

ƒ Taps
Taps ini digunakan untuk membuat ulir bagian dalam.

ƒ Dies
Dies ini digunakan untuk membuat ulir bagian luar.

23 
 
    Tools 

Pelajaran 1 : Vernier Caliper, Micrometer, Dial Indicator

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari vernier caliper, micrometer, dial indicator.

Vernier Caliper
Vernier caliper adalah alat ukur yang terdiri dari caliper dan skala.

Vernier caliper biasanya digunakan untuk 3 (tiga) pengukuran antara lain :


ƒ Mengukur diameter luar
Letakkan obyek ke dalam diameter jaws pada vernier caliper, jangan mengukur dengan ujung jaws
karena slider akan miring sehingga akan memperbesar hasil pengukuran.

ƒ Mengukur diameter dalam


Masukkan bills seluruhnya ke benda yang diukur, pastikan bahwa bills contact dengan permukaan
yang diukur dan baca hasil pengukuran.

ƒ Mengukur kedalaman
Dalam mengukur kedalaman, tidak diperbolehkan ujung dari alat ukur miring ujung dari alat harus
rata dengan benda kerja.

29 
 
    Tools 

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

ƒ Dalam gambar terlihat bahwa garis nol slider berada antara 23 dan 24 mm pada main scale,
maka dibaca 23 mm.
ƒ Dalam gambar terlihat pula bahwa garis slider dan main scale bertemu diangka 5 pada slider,
maka ditambah 0,5 mm.
ƒ Total pengukuran = 23 + 0,5 = 23,5 mm.

Micrometer
Sama halnya dengan vernier caliper, micrometer juga memiliki dua skala, yaitu skala utama dan skala
nonius. Jika vernier caliper digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm, maka
micrometer dapat digunakan untuk mengukur dengan ketelitian sampai 0,01 mm.

Salah satu contoh penggunaan micrometer adalah untuk mengukur outside diameter dari crankshaft
journal.

30 
 
    Tools 

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

ƒ Dalam gambar terlihat bahwa skala utama menunjukkan 12,5 mm.


ƒ Dalam gambar terlihat pula bahwa skala nonius menunjukkan angka 2.
ƒ Total pengukuran = 12,5 + 0,2 = 12,7 mm.

Dial Indicator
Dial indicator adalah alat ukur posisi yang secara mekanikal memperbesar gerakan axial dari spindle
yang sangat kecil dan diteruskan ke pointer. Dalam menggunakan dial indicator biasanya dipakai juga
stand untuk memperkuat pemasangan, dimana stand tersebut dilengkapi dengan magnet.

31 
 
    Tools 

Dial indicator digunakan untuk mengukur :


• Bending
• End play
• Run out
• Backlash
Gambar-gambar di bawah menunjukkan contoh pengukuran dengan menggunakan dial indicator.
ƒ Bend of a crankshaft ƒ End play of crank shaft

ƒ Run out of a brake rotor ƒ Backlash of a bevel gear

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dial indicator dalam pengukuran.
• Jangan menggunakan dial indicator yang rusak.
• Jaga agar dial indicator bebas dari screw.
• Gunakan magnet stand yang kuat.
• Set spindle yang sesuai.
• Obyek yang akan diukur, gerakannya harus pelan-pelan.

32 
 
    Tools 

Pembacaan hasil pengukuran adalah sebagai berikut :

 
• Lihat posisi dari jarum besar pada gambar di atas. Terlihat posisi jarum ada distrip yang ke-6,
karena harga 1 strip adalah 0,01 mm, maka 6 x 0,01 mm adalah 0,06 mm.

• Lihat posisi jarum kecil pada gambar di atas. Terlihat pada posisi strip yang ke-3 lebih sedikit
(melebihi strip), harga 1 strip adalah 1 mm, maka 3 x 1 adalah 3 mm.

• Hasil pembacaan : 3 mm + 0,06 mm = 3,06 mm

33 
 
    Tools 

Pelajaran 2 : Convex Scale, Ruler

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari convex scale dan ruler.

Convex Scale
Mistar type ini berbentuk gulungan sehingga apabila tidak digunakan maka mistar akan tetap
tergulung di dalam tempatnya, mistar ini terbuat dari baja tipis yang mempunyai tingkat kelenturan
yang tinggi. Mistar type ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian dan keliling lingkaran
suatu benda.

Ruler
Ruler atau mistar adalah alat ukur yang paling sederhana yang digunakan untuk mengukur panjang.
Salah satu contoh ruler adalah straight ruler yang terbuat dari bahan stainless steel.

Straight ruler dengan metric system menggunakan satuan milimeter sedangkan untuk english system
menggunakan satuan inch.

• Cara pembacaan dengan metric system :

Centimeter 
5 10 

Milimeter 
(1)  (2)  (3)  (4) 

34 
 
    Tools 

1. 10 mm
2. 33 mm
3. 57 mm
4. 113 mm

• Pembacaan dengan english system

1. 5 / 8 inch
2. 1-7/16 inch

35 
 
    Tools 

Pelajaran 2 : Multitester, Hydrometer

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan nama dan
menjelaskan fungsi dari multitester dan hydrometer.

Multitester
Multitester adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan, besarnya arus yang mengalir
dan besarnya tahanan.

Cara pemakaian :
Apabila kedudukan pointer pada AVO meter (multitester) tidak tepat pada angka nol, maka putar zero
point adjusting screw dengan screw driver sampai didapat pointer tepat pada angka nol. Jika yang
akan diukur adalah tegangan, tentukan dulu tegangan itu DC atau AC. Jika tegangan yang akan
diukur DC, maka rotary switch diposisikan pada DCV dan jika yang akan diukur AC, maka rotary
switch diposisikan pada ACV. Pada pengukuran tegangan, sebelum diukur harus ditentukan perkiraan
besarnya tegangan yang akan diukur agar dapat ditentukan skalanya, misalnya 12 volt battery maka
rotary switch diposisikan pada skala 50 volt DCV dan jika tegangan diperkirakan 100 AC maka rotary

45 
 
    Tools 

switch diposisikan pada skala 100 volt ACV. Pada pengukuran tegangan AC, polaritas + (positif) dan –
(negatif) pada pin tidak berlaku.

Untuk mengukur besarnya tahanan atau hambatan maka rotary switch diputar pada posisi ohm pada
pengukuran tahanan maka perbedaan kutub (polaritas) + dan – pada pin tidak berlaku kecuali jika
yang diukur adalah elemen semi conductor.

Untuk mengukur besarnya arus maka rotary switch diputar pada posisi mA (milli Amper). Gambar di
bawah menunjukkan pengukuran tegangan baterai dengan menggunakan multitester digital.

46 
 
    Tools 

Hydrometer
Hydrometer digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit. Ada beberapa jenis hydrometer antara
lain :
• Hydrometer dengan floating beam

• Hydrometer dengan pembiasan cahaya


Hydrometer dengan pembiasan cahaya ini disebut juga refractrometer. Cara pemakaiannya, teteskan
electrolit pada kaca refractrometer, kemudian baca berapa besarnya berat jenis electrolit tersebut.

47 
 

Anda mungkin juga menyukai