PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
Jalan Warungkadu KM:05 Campakamulya Kec. Campakamulya Kab. Cianjur 43269
Telpon: (02630 2342244 E-mail: [Link]@[Link]
KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
NOMOR : 870/…. /PKM/SK/I/2022
TENTANG
PENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS DALAM RANGKA
PERENCANAAN RUK DAN RPK DI PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
Menimbang : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
kepada Masyarakat, maka perlu adanya penyusunan
RUK dan RPK di Puskesmas Campakamulya;
b. Bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut
point a, perlu ditetapkan Keputusan Kepala
Pusat Kesehatan Masyarakat Campakamulya
Mengingat : 1. Peraturan Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara
Nomor13 Tahun 2009 tentang Pedoman Peningkatan
pelayanan Publik dengan partisipasi Masyarakat
2. Peraturan Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara
Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pedoman Peningkatan
pelayanan Publik dengan partisipasi Masyarakat;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG
PENYUSUNAN RUK DAN RPK DI PUSKESMAS
CAMPAKAMULYA
KESATU : Keputusan Kepala Puskesmas tentang penyusunan
Perencanaan RUK dan RPK yang disediakan di Puskesmas
Campakamulya.
KEDUA : Penyusunan RUK dan RPK yang dimaksud pada dictum
kesatu adalah seperti terlampir dalam keputusan ini
KETIGA : Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat.
KEEMPAT : Pelaksanaan surat keputusan ini dibebankan pada anggaran
Pusat Kesehatan Masyarakat Campakamulya
KELIMA Surat keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.
Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapan surat keputusan ini, akan ditinjau dan diadakan
perubahan seperlunya.
Ditetapkan di Campakamulya
Pada Tanggal ……………………………….
KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
TB. WAHYU RAHAYU
STABILISASI SEBELUM MERUJUK
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :0
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
Puskesmas
Campakamulya
Tb. Wahyu Rahayu, SKM
NIP. 197005041990031003
1. Pengertian PTP adalah proses penyusunan rencana kegiatan puskesmas
pada tahun yang akan datang dilakukan secara sistematis
untuk mengatasi maslaah atau sebagian masalah kesehatn
Masyarakat di wilayah kerjanya
2. Tujuan 1. Mengidentifikasi permasalah – permasalahan yang ada di
wilayah kerja Puskesmas Campakamulya tahun 2022
2. Mengetahui program – program prioritas yang akan
dilaksanakan di puskesmas Campakamulya pada tahun
2022
3. Acuan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Puskesmas
Campakamulya tahun 2022
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Campakamulya Nomor
…………..TENTANGPENYUSUNAN PERENCANAAN TINGKAT
PUSKESMAS DALAM RANGKA PERENCANAAN RUK DAN
RPK DI PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
4. Referensi Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas Direktorat
Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan
RI, 2006
5. Prosedur 1. Menyusun Tim PTP
2. Melakukan identifikasi masalah
3. Melakukan penetapan prioritas masalah
4. Melakukan perumusan masalah
5. Menyusun akar penyebab masalah
6. Menyusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
7. Menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
8. Menyusun draft perencaan tingkat puskesmas (PTP)
9. Menetapkan PTP
10. Mendokumentasikan
6. Diagram Alir
Tim PTP Identifikasi masalah Penetapan Prioritas
Masalah
Rencana
Usulan Akar Penyebab
Kegiatan Perumusan Masalah
Masalah
(RUK)
Rencana Draft Perencaan
Pelaksanaan Perencaan Tingkat
Kegiatan Tingkat Puskesmas
(RPK) Puskesmas (PTP)
(PTP)
7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
8. Dokumen Buku Pengaduan, Notulen Tim Pengaduan, Notulen Lokmin
Terkait Lintas Program, Notulen Lokmin Lintas Sektor
9. Unit Terkait Kepala Puskesmas
Penanggung Jawab Program
Bidan Desa
Perawat Ponkesdes
Lintas Sektoral
[Link] No Yang dirubah Isi Perubahan [Link]
historis diberlakukan
perubahan
LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
NOMOR : ......./…..../ ....../...../2018
TENTANG : PENYUSUNAN RUK DAN RPK
PERENCANAANTINGKAT PUSKESMAS DALAM RANGKA PERENCANAAN
RUK DAN RPK DI PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta
pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Manajemen Puskesmas
merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematik untuk
menghasilkan luaran Puskesmas secara efektif dan efisien. Manajemen
Puskesmas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta
pengawasan dan pertanggungjawaban. Seluruh kegiatan di atas merupakan
satu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan.
Perencanaan tingkat Puskesmas disusun untuk mengatasi masalah
kesehatan yang ada di wilayah kerjanya. Perencanaan disusun untuk
kebutuhan satu tahun agar Puskesmas mampu melaksanakannya secara
efisien, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
1.1. Pengertian
Suatu proses kegiatan yang urut yang harus dilakukan untuk mengatasi
permasalahan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan
denganmemanfaatkan sumberdaya yang tersedia secara berhasil guna dan
berdaya guna. Perencanaan Tingkat Puskesmas diartikan sebagai proses
penyusunan rencana kegiatan Puskesmas pada tahun yang akan datang yang
dilakukan secara sistematis untuk mengatasi masalah atau sebagian masalah
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
1.2. Ruang Lingkup
Perencanaan Tingkat Puskesmas mencakup semua kegiatan yang ada
di Puskesmas. Perencanaan ini disusun oleh Puskesmas sebagai
Rencana Tahunan Puskesmas yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah,
Pemerintah Pusat serta sumber dana lainnya.
Tahapan perencanaan Tingkat Puskesmas disusun melalui 4 tahap yaitu:
1. Tahap persiapan
2. Tahap Analisa Situasi
3. Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan
4. Tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
1.3. Mekanisme Perencanaan Tingkat Puskesmas
Langkah pertama dalam mekanisme Perencanaan Tingkat Puskesmas
adalah dengan penyusun Rencana Usulan Kegiatan. Penyusunan Rencana
Usulan Kegiatan Puskesmas harus memperhatikan berbagai kebijakan yang
berlaku baik secara global, nasional maupun daerah sesuai dengan hasil
kajian data dan informasi yang tersedia di Puskesmas.
Puskesmas perlu mempertimbangkkan masukan dari masyarakat
melalui berbagai wadah yang ada. Rencana Usulan Kegiatan harus dilengkapi
pula dengan usulan pembiayaan untuk kebutuhan rutin, sarana, prasarana
dan operasional Puskesmas.
Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang disusun merupakan RUK tahun
mendatang (H+1). Penyusunan RUK tersebut disusun pada bulan Januari
tahun berjalan (H) berdasarkan hasil kajian pencapaian kegiatan tahun
sebelumnya (H-1), dan diharapkan proses penyusunan RUK telah selesai
dilaksanakan di Puskesmas pada akhir bulan Januari tahun berjalan (H).
Kemudian Rencana Usulan Kegiatan yang telah disusun dibahas di dinas
kesehatan kabupaten/kota, diajukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. Selanjutnya RUK Puskesmas yang
terangkum dalam usulan dinas kesehatan kabupaten/kota akan diajukan ke
DPRD untuk memperoleh persetujuan pembiayaan dan dukungan politis.
Setelah mendapat persetujuan dari DPRD, selanjutnya diserahkan ke
Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Berdasarkan alokasi biaya yang telah disetujui tersebut, Puskesmas
menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). RPK disusun dengan
melakukan penyesuaian dan tetap mempertimbangkan masukan dari
Masyarakat. Penyusunan RPK dilaksanakan pada bulan Januari tahun
berjalan, dalam forum Lokakarya Mini yang pertama.
1.4. Tahap Penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas
Penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas dilakukan melalui beberapa
tahap sebagai berikut :
1. Tahap Persiapan
Tahap ini mempersiapkan staf Puskesmas yang terlibat dalam
proses penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas agar memperoleh
kesamaan pandangan dan pengetahuan untuk melaksanakan tahap-
tahap perencanaan. Tahap ini dilakukan dengan cara :
1. Kepala Puskesmas membentuk Tim Penyusun Perencanaan Tingkat
Puskesmas yang anggotanya terdiri dari staf Puskesmas.
2. Kepala Puskesmas menjelaskan tentang pedoman Perencanaan
Tingkat Puskesmas kepada tim agar dapat memahami pedoman
tersebut demi keberhasilan penyusunan Perencanaaan Tingkat
Puskesmas.
3. Puskesmas mempelajari kebijakan dan pengarahan yang telah
ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota, Dinas Kesehatan
Propinsi dan Departemen Kesehatan.
[Link] Analisis Situasi
Tahap ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai
keadaan dan permasalahan yang dihadapi Puskesmas melalui proses
analisis terhadap data yang dikumpulkan. Tim yang telah disusun oleh
Kepala Puskesmas melakukan pengumpulan data. Ada 2 (dua)
kelompok data yang perlu dikumpulkan yaitu data umum dan data
khusus.
Data Umum :
Peta Wilayah Kerja serta Fasilitas Pelayanan Data wilayah
mencakup
luas wilayah, jumlah Desa / Dusun / RT/ RW, jarak Desa dengan
Puskesmas, waktu
Data Sumber Daya Puskesmas (termasuk Puskesmas Pembantu
dan Bidan di Desa), mencakup :
1. Ketenagaan
2. Obat dan
3. Sumber pembiayaan yang berasal dari Pemerintah (Pusat dan
Daerah), Masyarakat, dan sumber lainnya
4. Sarana dan prasarana, antara lain gedung, rumah dinas,
komputer/Laptop, meubelair, kendaraan
5. Data Peran Serta Masyarakat : Data ini mencakup jumlah
Posyandu, Kader, Dukun Bayi dan Tokoh Masyarakat.
6. Data Penduduk dan Sasaran Program : Data Penduduk dan
sasaran program mencakup : jumlah Penduduk seluruhnya
berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur (sesuai sasaran
program), sosio ekonomi pekerjaan, pendidikan, Keluarga miskin
(persentase di tiap desa / kelurahan). Data ini dapat diperoleh di
kantor Kelurahan / Desa, Kantor Kecamatan, dan data estimasi
sasaran di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.
7. Data sekolah : Data sekolah dapat diperoleh dari dinas pendidikan
setempat, mencakup jenis sekolah yang ada, jumlah Siswa,
klasifikasi sekolah UKS, jumlah dokter kecil, jumlah Guru UKS ,
dan lainnya.
8. Data Kesehatan Lingkungan Wilayah Kerja Puskesmas : Data
kesehatan lingkungan mencakup rumah sehat, tempat pembuatan
makanan / minuman, tempat-tempat umum, tempat pembuangan
sampah, sarana air bersih, jamban Keluarga dan sistem
pembuangan air limbah
Data Khusus (hasil penilaian kinerja Puskesmas), jenis data ini
antara lain meliputi :
1. Data Status Kesehatan terdiri dari : data kematian ,Kunjungan
Kesakitan, Pola Penyakit yaitu 10 penyakit terbesar yang
ditemukan .
2. Data Kejadian Luar Biasa , dapat dilihat pada Laporan W1
(Simpus).
3. Data Cakupan Program Pelayanan Kesehatan 1 (satu) tahun
terakhir di tiap desa / kelurahan, dapat dilihat dari Laporan
Penilaian Kinerja Puskesmas .
4. Data Hasil survey (bila ada), dapat dilakukan sendiri oleh
Puskesmas atau pihak lain .
Tahap Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK).
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dilaksanakan
dengan memperhatikan beberapa hal, yaitu, bahwa penyusun Rencana
Usulan Kegiatan bertujuan untuk mempertahankan kegiatan yang sudah
dicapai pada periode sebelumnya dan memperbaiki program yang masih
bermasalah serta untuk menyusun rencana kegiatan baru yang
disesuaikan dengan kondisi kesehatan di wilayah tersebut dan
kemampuan Puskesmas.
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan ini terdiri dari 2 (dua)
langkah, yaitu Analisa Masalah dan penyusunan Rencana Usulan
Kegiatan.
Analisa Masalah
Dapat dilakukan melalui kesepakatan kelompok Tim
Penyusun Perencanaan Tingkat Puskesmas diantaranya
melalui tahapan : identifikasi masalah, Perumusan masalah,
dan Merumuskan akar penyebab masalah.
Identifikasi masalah
Masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan
kenyataan. Identifikasi masalah dilaksanakan dengan
membuat daftar masalah yang dikelompokkan menurut jenis
program, cakupan, mutu, ketersediaan sumber daya.
Menetapkan urutan prioritas masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan mengatasi masalah
secara sekaligus, ketidak-tersediaan teknologi atau adanya
keterkaitan satu masalah dengan masalah lainnya, maka
perlu dipilih masalah prioritas dengan jalan kesepakatan
tim. Bila tidak dicapai kesepakatan dapat ditempuh dengan
menggunakan kriteria lain.
Dalam penetapan urutan prioritas masalah dapat
mempergunakan berbagai macam metode seperti kriteria
matriks, MCUA, Hanlon, CARL dan sebagainya. Penetapan
penggunaan metode tersebut diserahkan kepada masing-
masing Puskesmas.
Merumuskan masalah
Tahap merumuskan masalah mencakup mencakup apa
masalahnya, siapa yang terkena masalahnya, berapa
besar masalahnya, dimana masalah itu terjadi dan bila
mana masalah itu terjadi (what, who, when, where and
how).
Mencari akar penyebab masalah
Mencari akar masalah dapat dilakukan antara lain dengan
menggunakan metode:
1. diagram sebab akibat dari Ishikawa (disebut juga diagram
tulang ikan karena digambarkan membentuk tulang ikan),
2. pohon masalah (problem trees)
Kemungkinan penyebab masalah dapat berasal dari :
1) Input (sumber daya) : jenis dan jumlah alat, obat, tenaga
serta prosedur kerja manajemen alat, obat dan dana.
2) Proses (Pelaksana kegiatan) : frekwensi, kepatuhan
pelayanan medis dan non medis.
3) Lingkungan.
Mencari penyebab masalah dengan menggunakan “pohon
masalah (problem trees)”
Menetapkan cara-cara pemecahan masalah Untuk menetapkan
cara pemecahan masalah dapat dilakukan dengan kesepakatan
di antara anggota tim. Bila tidak terjadi kesepakatan dapat
digunakan kriteria matriks. Untuk itu harus dicari alternatif
pemecahan masalahnya.
Apabila Puskesmas mempunyai kemampuan, identifikasi
masalah dapat dilakukan bersama Masyarakat melalui
pengumpulan data secara angsung di lapangan (Survey Mawas
Diri). Tetapi apabila kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh
Puskesmas, maka identifikasi dilakukan melalui kesepakatan
kelompok (Delbecq Technique) oleh petuga Puskesmas dengan
melibatkan masyarakat.
Survey Mawas Diri merupakankegiatan pengumpulan data
untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi, serta
potensi yang dimiliki untuk mengatasi masalah tersebut.
Tahapannya dimulai dari pengumpulan data primer dan data
sekunder, pengolahan dan penyajian data masalah dan potensi
yang ada. Delbecq Technique adalah perumusan dan
identifikasi potensi melalui sekelompok orang yang memahami
masalah tersebut. Tahapan pelaksanaannya dimulai dengan
pembentukan tim, menyusun daftar masalah, menetapkan
kriteria penilaian masalah dan menetapkan urutan prioritas
masalah berdasarkan kriteria penilaian
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK)
Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan meliputi upaya kesehatan wajib,
upaya kesehatan pengembangan dan upaya kesehatan penunjang,
yang meliputi :
1. Kegiatan tahun yang akan datang (meliputi kegiatan rutin,
sarana/prasarana, operasional dan program hasil analisis masalah).
2. Kebutuhan Sumber Daya berdasarkan ketersediaan sumber daya yang
ada pada tahun sekarang.
3. Rekapitulasi Rencana Usulan Kegiatan dan sumber daya yang
dibutuhkan ke dalam format RUK Puskesmas.
Rencana Usulan Kegiatan disusun dalam bentuk matriks dengan
memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku, baik kesepakatan global,
nasional, maupun daerah sesuai dengan masalah yang ada sebagai hasil dari
kajian data dan informasi yang tersedia di Puskesmas.
Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
Tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan secara
bersama, terpadu dan terintegrasi. Hal ini sesuai dengan azas penyelenggaraan
Puskesmas yaitu keterpaduan.
Langkah-langkah penyusunan RPK adalah :
1. Mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang sudah disetujui.
2. Membandingkan alokasi kegiatan yang disetujui dengan Rencana Usulan
Kegiatan (RUK) yang diusulkan dan situasi pada saat penyusunan RPK.
3. Menyusun rancangan awal, rincian dan volume kegiatan yang akan
dilaksanakan serta sumber daya pendukung menurut bulan dan lokasi
pelaksanaan.
4. Mengadakan Lokakarya Mini Tahunan untuk membahas kesepakatan
RPK
5. Membuat RPK yang telah disusun dalam bentuk matriks.
Refference: Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas Direktorat Jenderal
Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI, 2006
Ditetapkan di Campakamulya
Pada Tanggal ……………………………..
KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
TB. WAHYU RAHAYU
LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
NOMOR : …………………………
TENTANG : TIM PENYUSUN PERENCANAAN PUSKESMAS
TIM PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS PADA PUSKESMAS
CAMPAKAMULYA TAHUN 2022
A. TIM PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
Ketua :
Sekretaris :
Anggota :
B. TUGAS POKOK DAN TUGAS INTEGRASI TIM PENYUSUNAN
PERENCANAAN TINGKAT PUSKESMAS DALAM RANGKA PERENCANAAN
RUK DAN RPK DI PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
NO TUGAS POKOK TUGAS TERINTEGRASI
1 Menyusun Dokumen perencanaan Menyusun Propil dan Laporan
Tahunan
(RUK dan RPK) Puskesmas Rawat
Puskesmas Rawat Inap
Inap Sindangbarang Sindangbarang.
2 1. Menyusun Tim PTP Menyusun SPM dan MDGs
2. Melakukan identifikasi
masalah
3. Melakukan penetapan prioritas
masalah
4. Melakukan perumusan
masalah
5. Menyusun akar penyebab
masalah
6. Menyusun Rencana Usulan
Kegiatan (RUK)
7. Menyusun Rencana
Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
8. Menyusun draft perencaan
tingkat puskesmas (PTP)
9. Menetapkan PTP
[Link]
3 Dilakukan sekali dalam 1 tahun
sebelum pembahasan
Musrenbang desa/kelurahan.
DAFTAR HADIR DALAM RANGKA RAPAT MANAJEMEN MUTU
BLUD D PUSKESMAS CAMPAKAMULYA
TANGGAL 21 MEI 2022
NO NAMA NIP / NRPTT TANDA TANGAN
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
Ditetapkan di Cianjur
Pada Tanggal ….........................
Kepala Puskesmas Campakamulya
TB. WAHYU RAHAYU