5.
Proses Routing
Routing adalah proses pengiriman paket data dari satu titik ke titik lain dalam jaringan
komputer atau Internet. Saat sebuah paket data dikirimkan melalui jaringan, router bertanggung
jawab untuk mengarahkan paket tersebut ke tujuan yang benar.
Fungsi Routing
Routing memmiliki fungsi yaitu:
1. Pengiriman Paket Data
Routing memastikan bahwa paket data dapat dikirim dari sumber ke tujuan yang
ditentukan. Ini melibatkan pemilihan jalur yang optimal berdasarkan faktor-faktor seperti jarak,
kecepatan, dan keadaan jaringan. Dengan routing yang efisien, paket data dapat mencapai tujuan
dengan cepat dan efektif.
2. Konektivitas Jaringan
Routing memungkinkan terhubungnya jaringan yang berbeda secara bersama-sama.
Dengan adanya routing, jaringan lokal dapat terhubung ke jaringan lainnya, seperti Internet. Hal
ini memungkinkan akses ke sumber daya yang berada di jaringan lain dan memungkinkan
komunikasi antar jaringan.
3. Redundansi dan Keandalan
Routing dapat digunakan untuk menciptakan jalur cadangan dalam jaringan. Ini berarti
jika terjadi kegagalan pada satu jalur, routing akan secara otomatis mengarahkan paket data
melalui jalur alternatif. Hal ini membantu menjaga ketersediaan dan keandalan jaringan,
sehingga jika ada gangguan pada salah satu jalur, komunikasi masih tetap dapat berlangsung
melalui jalur yang lain.
4. Skalabilitas Jaringan
Routing memungkinkan jaringan untuk diperluas dengan penambahan lebih banyak
perangkat dan jaringan. Dengan menggunakan protokol routing yang tepat, jaringan dapat
mengelola pertumbuhan dan penambahan node baru tanpa mengganggu konektivitas dan kinerja
jaringan yang ada.
5. Keamanan Jaringan
Routing juga dapat berkontribusi pada keamanan jaringan. Melalui pengaturan routing
yang tepat, administrator jaringan dapat mengimplementasikan kebijakan keamanan, seperti
pengendalian akses dan segmentasi jaringan. Routing yang baik dapat membantu melindungi
jaringan dari ancaman keamanan dan menjaga data tetap aman.
Jenis – Jenis Routing
Ada beberapa jenis routing yang umum digunakan dalam jaringan komputer. Berikut adalah
penjelasan singkat tentang tiga jenis routing:
1. Static Routing
Static routing adalah jenis routing di mana pengaturan jalur pengiriman paket data ditentukan
secara manual oleh administrator jaringan. Dalam static routing, administrator menentukan
jalur yang tetap dan statis untuk pengiriman paket data antara jaringan. Ini dilakukan dengan
menentukan entri routing manual dalam tabel routing router. Keuntungan dari static routing
adalah kecepatan dan keamanan yang tinggi karena tidak ada perhitungan dinamis yang
terlibat. Namun, static routing memerlukan pengaturan manual dan tidak dapat menyesuaikan
perubahan topologi jaringan secara otomatis.
2. Default Routing
Default routing adalah jenis routing di mana router mengirimkan semua paket data yang tidak
memiliki entri routing spesifik dalam tabel routing ke tujuan yang sama, yaitu router default.
Router default adalah router yang bertindak sebagai pintu gerbang keluar untuk jaringan yang
lebih besar, seperti Internet. Default routing memungkinkan pengiriman paket data secara
efisien tanpa perlu menentukan jalur secara manual untuk setiap tujuan. Namun, default
routing tidak memberikan fleksibilitas dalam memilih jalur terbaik dan tidak cocok untuk
jaringan kompleks dengan banyak jalur alternatif.
3. Dynamic Routing
Dynamic routing adalah jenis routing di mana router menggunakan protokol routing khusus
untuk secara otomatis bertukar informasi routing dengan router lain dalam jaringan dan
mengambil keputusan routing berdasarkan informasi yang diterima. Protokol routing dinamis,
seperti Routing Information Protocol (RIP), Open Shortest Path First (OSPF), atau Border
Gateway Protocol (BGP), digunakan untuk menghitung jalur terbaik berdasarkan metrik
seperti jarak, kecepatan, atau biaya. Dynamic routing memungkinkan jaringan untuk
beradaptasi dengan perubahan topologi secara otomatis dan memilih jalur terbaik secara
dinamis. Namun, dynamic routing memerlukan overhead komputasi dan membutuhkan
konfigurasi yang lebih rumit daripada static routing.
Cara Kerja Routing
Saat router menerima paket, ia membaca informasi di kepala paket untuk mengetahui tujuan
yang dimaksudkan, seperti konduktor kereta yang memeriksa tiket penumpang untuk
menentukan kereta mana yang harus mereka naiki. Berdasarkan informasi dalam tabel routing-
nya, router menentukan jalur mana paket harus [Link] melakukan proses ini berulang
kali dalam hitungan detik dengan jutaan paket. Ketika paket melakukan perjalanan menuju
tujuannya, ia mungkin diarahkan melalui beberapa router yang berbeda.
Tabel routing dapat bersifat statis atau dinamis. Tabel routing statis tidak berubah.
Administrator jaringan secara manual mengatur tabel routing statis. Dengan demikian, jalur yang
dilalui paket data melintasi jaringan sudah ditentukan, kecuali jika administrator secara manual
memperbarui tabel tersebut.
Tabel routing dinamis diperbarui secara otomatis. Router dinamis menggunakan berbagai
protokol rute untuk menentukan jalur terpendek dan tercepat. Keputusan ini juga didasarkan
pada waktu yang diperlukan paket untuk mencapai tujuannya, mirip dengan cara Google Maps,
Waze, dan layanan GPS lainnya menentukan rute terbaik berdasarkan pengalaman mengemudi
sebelumnya dan kondisi lalu lintas saat [Link] dinamis memerlukan lebih banyak daya
komputasi, itulah sebabnya jaringan yang lebih kecil mungkin menggunakan routing statis.
Namun, untuk jaringan berukuran sedang dan besar, routing dinamis jauh lebih efisien.
Konfigurasi Routing Statis
Konfigurasi routing statis Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis
adalah sebagai berikut :
Keterangan :
Kabel yang dipakai untuk menghubungkan router dengan router adalah kabel serial DCE,
sedangkan untuk menghubungkan router ke switch dan switch ke pc yaitu kabel straight
Konfigurasi router 1 CLI.
Caranya klik pada Router 1>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int se1/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Konfigurasi router 2 CLI.
Caranya klik pada Router 2>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int se1/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int se2/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Konfigurasi router 3 CLI.
Caranya klik pada Router 3>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int se1/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Setelah selesai mendaftarkan IP di router, selanjutnya langsung saja kita konfigurasi
routing static.
Pertama pada router 1
Caranya klik pada Router 1>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Konfigurasi routing static router 2
Caranya klik pada Router 2>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Router(config)#ip route [Link] [Link] se2/0
Konfigurasi routing static router 3
Caranya klik pada Router 3>> CLI >> lalu konfigurasikan seperti berikut.
Router>en
Router#conf t
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Router(config)#ip route [Link] [Link] se1/0
Kemudian konfigurasi setiap PC dengan IP Address
PC0 :
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Default Gateway : [Link]
PC1 :
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Default Gateway : [Link]
PC2 :
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Default Gateway : [Link]
PC3 :
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Default Gateway : [Link]
PC4 :
IP Address : [Link]
Subnet Mask : [Link]
Default Gateway : [Link]
Untuk mengujinya kita bisa coba test ping dari setiap PC ke PC lainnya
Caranya klik PC >> Command Prompt.
Berikut contoh ping dari PC0 ke PC2 dan PC 4.
KONFIGURASI ROUTING DINAMIS
Berikut ini contoh konfigurasi routing dinamis rip menggunakan aplikasi Cisco Packet Trace
Alat
-> Router : gunakan router “Generic” pada cisco packet trace
-> Pc/Client : gunakan “PC” atau “Laptop” biasa pada cisco packet tracer
Kabel
-> Router – Router : kabel serial DTE
-> Router – PC : kabel Crossover
Port
-> Router – Router : Port serial
-> Router – PC : Port FastEthernet
Catatan :
Router 0 – Router 1 : Port Serial 2/0
Router 1 – Router 2 : Port Serial 3/0
Router 0, 1, 2 – PC 0, 1, 2 : Port FastEthernet 0/0
1. Setting dahulu port fastethernet dan port serial dengan mengisi IP Address pada
masing-masing port dengan menggunakan CLI pada router.
Router 0 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0 :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router 1 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 2/0 :
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0 :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router 2 :
FastEthernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Serial 3/0 :
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add [Link] [Link]
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Keterangan :
-> Perintah #en / enable : untuk mengaktifkan router
-> Perintah #conf t : untuk konfigurasi terminal pada router
-> Perintah #int fa : untuk mengkonfigurasi port fast ethernet
-> Perintah #int s : untuk mengkonfigurasi port serial
-> Perintah #ip add : untuk menambakan alamat IP
-> Perintah #no shutdown : untuk menghidupkan port
-> Perintah #ex / exit : untuk keluar dari konfigurasi
2. Setelah selesai setting ip address pada setiap router maka tampilanya akan seperti
dibawah ini :
Titik-titik merah pada setiap port akan berubah menjadi hijau (port nyala) jika konfigurasi diatas
berhasil
( perintah #no shutdown : menghidupkan port).
Selanjutnya setting IP Address pada masing-masing PC ( PC 0, 1, 2) :
IP Address : masukkan IP Address yang sekelas dengan IP Address FastEthernet (gateway)
pada Router masing-masing
Subnet Mask : masukkan subnet mask kelas C jika menggunakan IP kelas C
Gateway : masukkan IP pada FastEthernet (gateway) masing-masing Router
3. Setelah selesai setting IP Address masing-masing PC, selanjutnya sobat setting IP Route
( Dinamis/RIP) pada CLI Router atau yang biasa disebut dengan proses Routing
Dinamis.
Pada tahap ini sangat diperlukan sekali ketelitian, jangan ada sedikitpun kesalahan pengisian
jalur ip, karena apabila salah sedikit saja, dipastikan jaringan tidak akan saling terhubung.
Selanjutnya kita masuk pada tahap terakhir yaitu konfigurasi routing dinamis nya (RIP) :
Network : Pada RIP diisi dengan IP FastEthernet dan Serial yang ada didalam router itu sendiri
dengan host terkecil yaitu dengan 0.
Misalnya : Di Router 0 terdapat 2 IP :
fa0/0 : [Link] lalu diisi dengan [Link]
s2/0 : [Link] lalu diisi dengan [Link]
Setting IP Route Dinamis:
Router 0 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network [Link]
Router(config-router)#network [Link]
Router 1 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network [Link]
Router(config-router)#network [Link] Router(config-router)#network [Link]
Router 2 :
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network [Link]
Router(config-router)#network [Link]
6. Setelah semuanya selesai sekarang kita tes dengan PING pada PC.
Buka menu “Command Prompt” lalu ketikan perintah “ping (ip tujuan)” atau bisa
langsung mencoba kirim pesan gambar amplop dari satu pc ke pc yang lainnya, sampai
disini harusnya semua pc dan router sudah dapat saling terhubung. Selesai.