0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan6 halaman

Laporan Kerja Praktek Teknik Perminyakan

Laporan ini merangkum hasil kerja praktek di Southern Area Operation PT Pertamina Hulu Sanga Sanga yang meliputi (1) teknik produksi minyak dan gas, (2) alur produksi lapangan Mutiara, dan (3) teknologi untuk meningkatkan produksi dan mengatasi masalah liquid loading. Laporan ini juga memberikan saran untuk mahasiswa, lembaga pendidikan, dan industri untuk terus meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan kerja praktek.

Diunggah oleh

Fauzi 101
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan6 halaman

Laporan Kerja Praktek Teknik Perminyakan

Laporan ini merangkum hasil kerja praktek di Southern Area Operation PT Pertamina Hulu Sanga Sanga yang meliputi (1) teknik produksi minyak dan gas, (2) alur produksi lapangan Mutiara, dan (3) teknologi untuk meningkatkan produksi dan mengatasi masalah liquid loading. Laporan ini juga memberikan saran untuk mahasiswa, lembaga pendidikan, dan industri untuk terus meningkatkan kerja sama dalam pelaksanaan kerja praktek.

Diunggah oleh

Fauzi 101
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KERJA PRAKTEK

OVERVIEW SOUTHERN AREA OPERATION


MUTIARA FIELD
PERTAMINA HULU SANGA SANGA

Disusun Oleh :
Muhammad Fauzi
1901173

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
i
2023

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK


SOUTHERN AREA OPERATION
PT PERTAMINA HULU SANGA SANGA

Disusun untuk memenuhi mata kuliah Kerja Praktek, Semester VII Tahun
Akademik 2022/2023 Program Studi Teknik Perminyakan,
STT MIGAS Balikpapan

Disusun Oleh:

Muhammad Fauzi
NIM. 1901173

Disetujui Oleh,

Ketua Program Studi Dosen Pembimbing Kerja Praktek


S1 Teknik Perminyakan

Abdi Suprayitno, S.T., [Link] Esterina [Link],[Link].,[Link]


NIDN. 1110098502 NIDN. 1120128

i
BAB V
PENUTUIP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil kerja praktek yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Teknik produksi adalah teknik untuk mengangkat fluida reservoir


secara optimal dari sub surface menuju surface. Tujuan dari kegiatan
produksi yaitu mengangkat fluida atau hidrokarbon secara optimum
untuk mendapatkan hasil optimum. Hal yang perlu diperhatikan dalam
memproduksikan sumur adalah besarnya laju produksi (q), yangakan
diperoleh dengan menggunakan metode produksi tertentu dan
merupakan laju produksi yang optimum. Pentingnya teknik produksi
itu sendiri yaitu sebagai acuan atau cara mengangkat fkuida secara
optimum dari subsurface menuju surface. Tahapan-tahapan produksi
dalam mengangkat fluida kepermukaan mempunyai tahapan tahapan
dalam mengangkatnya.

2. Alur produksi pada lapangan PHSS yaitu gas akan di kompres


untuk menaikkan tekanannya agar dapat mengalir lalu dialirkan
melalui trunkline menuju Badak Export Manifold (BEM), dari BEM
ini gasnya dikompres lagi dan dialirkan menuju ke PT BONTANG
untuk dijual. Namun tidak menutup kemungkinan sebagian gasnya
juga di jual ke Perusahaan Industri Kaltim seperti Pupuk Kaltim dan
juga PLN. Sedangkan untuk minyak dialirkan dengan cara di pompa
dari Mutiara Central Plant menuju Nilam, kemudian di Nilam di
pompa lagi menuju Badak, lalu dari Badak di pompa lagi menuju
Tanjung Santan.

2
3. Ada 6 teknologi terapan yang di gunakan dilapangan Mutiara untuk
meningkatkan produks sumuri, yaitu:

a. PPD (Pour Point Depresant)

b. Tecnology Sand Control


c. Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL)

d. Wellhead Compresor (WHC)

e. Thru Tubing Electrical Submersible Pump (TTESP)

f. Mobi;e Test Unit (MTU).


4. Ada 3 cara yang digunakan di lapangan Mutiara untuk mengatasi
liquid loading yaitu :
a. Yaitu sumur akan di buka tutup (shut in ) dengan harapan bahwa
gas akan mengsegregation karena densitas gas lebih ringan ketika
sumur di tutup sehingga ketika dibuka pressure sumur akan
meningkat (build up pressure) sehingga mampu mendorong
liquid keluar sumur
b. Velocity string juga merupakan salah satu metode
“deliquification” untuk masalah “liquid loading” sumur dengan
memperkecil ukuran tubing untuk menurunkan “critical rate”
dengan mempertimbangkan besarnya restriksi tubing.
c. Capillary string merupakan alat yang digunakan untuk
menginjeksikan chemical ke dalam sumur. Capillary string juga
merupakan metode “deliquification” untuk masalah “liquid
loading” cara kerjanya yaitu dengan menginjeksikan chemical
surfactant (foamer) untuk menurunkan tegangan permukaan dan
densitas cairan di dalam tubing agar liquid dapat terangkat ke
permukaan.

3
5.2 Saran
Adapaun saran dari kegiatan kerja praktek sebagai berikut :
1. Bagi mahasiswa peserta kerja praktik , agar memiliki penguasaan
teori dasar yang cukup dan kesiapan mental untuk mampu
memahami dan beradaptasi di lingkungan industri Migas yang
sangat konsisten dalam penerapan regulasi dan penerapan aspek
HSSE.
2. Bagi lembaga pendidikan dalam hal ini STT Migas Balikpapan,
dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan lingkungan
industri untuk mempermudah pelaksanaan kerja praktik mahasiswa
dan pemagangan alumni
3. Bagi lingkungan industri Migas, dapat memberikan kesempatan
seluas- luasnya kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan
kerja praktik dan kegiatan pemagangan kepada lulusan-lulusan
Universitas khususnya STT Migas Balikpapan.

Anda mungkin juga menyukai