STANDAR OPERASIANAL PROSEDUR POMPA PEMADAM KEBAKARAN
1. Pastikan lampu indikator power "R merah", "S kuning", "T biru" menyala yang menandakan
adanya tegangan telah masuk.
2. Cek kondisi tegangan (voltage) pada volt meter (plus minus 10%) pada posisi:
- "RN" = 220V
- "SN" = 220V
- "TN" = 220V
- "RS" = 380V
- "RT" = 380V
- "ST" = 380V
3. Naikan tuas MCCB Utama dan MCB Control Pompa Jockey, MCCB Utama dan MCB Control Pompa
Elektrik dan MCB Control Pompa Diesel.
4. Pastikan lampu indikator merah pda tombol off menyala, dengan ketentuan :
- Push Button Emergency Stop posisi normal (tombol keluar).
- Lampu pilot trip warna kuning tidak menyala.
- Posisi switch auto/manual pada posisi off.
MENYIAPKAN PADA KEADAAN STAND BY
1. Buka seluruh Valve kecuali Valve drain.
2. Aktifkan Pompa Jockey pada posisi Auto. Pompa Jockey akan hidup bilamana tekanan kurang,
kemudian akan mati secara otomatis setelah tekanan mencukupi, setelah tekanan stabil dan tidak
angin terjebak pada seluruh jaringan hydrant dan sprinkler.
3. Setelah tekanan stabil sesuai dengan tekanan yang diinginkan, aktifkan Pompa Elektrik dan Pompa
Diesel pada posisi Auto.
4. Instalasi pemadam dalam keadaan Standby dan siap beroperasi.
Note:
- Bilamana Pompa Jockey sering hidup mati berarti ada kebocoran pada jaringan, segera lakukan
pengecekan dan perbaikan
PENGOPERASIAN PEMADAMAN API
1. Bilamana timbul kebakaran dalam ruangan gedung, sprinkler akan pecah dan terbuka jika
mencapai suhu 68⁰C atau Nozzle pemadam digunakan, maka tekanan pada jaringan akan turun.
2. Penurunan sistem akan memicu pompa Jockey untuk beroperasi dan apabila tekanan terus turun
melebihi kapasitas dan kemampuan pompa Jockey, maka pompa Elektrik akan beroperasi secara
otomatis (pompa Jockey otomatis akan turun) dan apabila tekanan terus turun dan melebihi tekanan
dan kemampuan pompa Elektrik, maka pompa Diesel akan beroperasi.
3. Bilamana operasi pemadaman telah berakhir, matikan Pompa secara manual oleh operator,
kemudian tutup kembali seluruh Hydrant Valve maupun Valve ke jaringan sprinkler.
JOCKEY PUMP
1. Fungsi:
- Sebagai pompa pacu dan menjaga tekanan agar didalam sistem Stand By
2. Pengoperasian Otomatis :
- Pilih Selector Switch pada posisi Auto
- Pompa akan bekerja secara otomatis apabila terjadi penurunan tekanan berdasarkan Pressure
Switch.
3. Sistem Pengoperasian :
- bekerja berdasarkan Pressure Switch
1. Auto Start pada tekanan 7 kg/cm²
2. Auto Stop pada tekanan 9 kg/cm²
4. Sistem Pengoperasian Manual :
- Pilih Selector Switch pada posisi Manual
- Tekan pada Push Button berwarna hijau untuk pompa jockey, pompa akan langsung bekerja pada
tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure Switch.
- Untuk mematikan, tekan pada Push Button berwarna merah atau pilih Selector Switch posisi Off,
maka pompa akan langsung berhenti pada tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure
Switch.
ELECTRIC PUMP / MAIN PUMP
1. Fungsi :
- Sebagai pompa pemadam utama
2. Pengoperasian Otomatis :
- Pilih Selector Switch pada posisi Auto
- Pompa akan bekerja secara otomatis apabila terjadi penurunan tekanan berdasarkan Pressure
Switch
3. Sistem Pengoperasian :
- bekerja berdasarkan Pressure Switch
1. Auto Start pada tekanan 5-6 kg/cm²
2. Stop tidak secara auto tetapi dilakukan Manual dengan tekan tombol off atau putar selector
switch pada posisi off.
4. Sistem Pengoperasian Manual:
- Pilih Selector Switch pada posisi Manual
- Tekan Push Button berwana hijau pada pompa main pump, pompa akan langsung bekerja pada
tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure Switch
- Untuk mematikan, tekan pada Push Button berwarna merah atau pilih Selector Switch posisi Off,
maka pompa akan langsung berhenti pada tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure
Switch.
DIESEL PUMP
1. Fungsi :
- Sebagai pompa pemadam utama
2. Pengoperasian Otomatis :
- Pilih Selector Switch pada posisi Auto
- Pompa akan bekerja secara otomatis apabila terjadi penurunan tekanan berdasarkan Pressure
Switch
3. Sistem Pengoperasian :
- bekerja berdasarkan Pressure Switch
1. Auto Start pada tekanan 3 kg/cm²
2. Stop tidak secara auto tetapi dilakukan Manual dengan putar selector switch pada posisi off.
4. Sistem Pengoperasian Manual:
- Pilih Selector Switch pada posisi Manual
- Tekan Push Button berwana hijau pada pompa main pump, pompa akan langsung bekerja pada
tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure Switch
- Untuk mematikan, tekan pada Push Button berwarna merah atau pilih Selector Switch posisi Off,
maka pompa akan langsung berhenti pada tekanan berapa pun, tidak dipengaruhi oleh Pressure
Switch.
KONSEP DASAR POMPA PEMADAM
1. Sifatnya Alat Darurat
2. Bisa dioperasikan tanpa memperdulikan keselamatan alat (jaringan digunakan untuk misalnya
menyiram taman dsb.)
3. Harus dirawat dengan baik
4. Pemanasan berkala
5. Minim automatisasi (stop manual)
6. Pompa tidak memakai perapat mekanikal (Mechanical Seal), tetapi memakai Gland Packing.
7. Maintenance Pompa
8. Lakukan pengetesan sistem secara berkala. Disarankan seminggu sekali selama 5 menit agar
pompa selalu Stand By untuk keadaan darurat.