DYNAMIC ROUTING
Oleh: Harnan Malik Abdullah, ST., MSc.
Program Pendidikan Vokasi
Universitas Brawijaya 2020
Powered by SNV-Data
Content
1. Static Routing vs Dynamic Routing
2. Praktek konfigurasi salah satu protocol Dynamic Routing
Jenis-jenis Routing Protocol
Static dan Dynamic Routing
Untuk mengendalikan aliran paket data dari satu
router ke router berikutnya terdapat dua macam
proses routing yaitu:
Static Routing
Dynamic Routing
Pada Static routing pengelolaan
(mengisi/menghapus) tabel routing dilakukan secara
manual, sedangkan pada dinamic routing perubahan
dilakukan secara otomatis menggunakan protokol
routing.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Keuntungan Static Routing
Keuntungan:
Jalur routing mudah diprediksi
Tidak membutuhkan proses update routing table.
Mudah dikonfigurasi untuk network kecil.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Kerugian Static Routing
Kerugian:
Tidak cocok untuk network berskala besar.
Tidak dapat beradaptasi terhadap penambahan
router karena konfigurasi pada tiap router harus
dirubah.
Tidak dapat beradaptasi terhadap munculnya link
failure pada salah satu jalur.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Dynamic Routing
Dynamic routing mengatur rute setiap paket dengan menggunakan
table routing (tersimpan pada router). Table ini akan terupdate secara
otomatis melalui routing protocol.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Keuntungan Dynamic Routing
Scalability: konfigurasi dilakukan secara dinamis apabila terdapat
penambahan/pengurangan router.
Adaptability: rute dapat berubah secara adaptif terhadap adanya link
failure.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Kerugian Dynamic Routing
Kompleksitas algoritma routing meningkat. Router menentukan rute
berdasarkan, misalnya: bandwidth yang tersedia, jalur terpendek, dll.
Router harus saling bertukar informasi routing secara periodik.
Tidak semua router mendukung dynamic routing.
[Link]
[Link]?forcedownload=1
Jenis-jenis Routing Protocol
Praktek Dynamic Routing
Menggunakan Protokol RIP
• RIP termasuk protokol routing yang berbasis distance vector tertua,
dikembangkan pada 1980-an.
• RIP menggunakan jumlah hop (jumlah router antara sumber dan jaringan
tujuan) sebagai metrik dan sangat mudah untuk dikonfigurasi. Dua versi
protokol dikembangkan:
✓ RIP versi 1 - hanya mendukung perutean kelas dan tidak mengirim subnetmask
dalam pembaruan perutean. Menggunakan broadcast untuk pembaruan.
✓ RIP versi 2 - mendukung perutean tanpa kelas dan mengirimkan subnetmask
dalam pembaruan perutean. Versi ini menggunakan alamat multicast [Link]
untuk mengirim pembaruan perutean.
[Link]
Dynamic Routing
Routing Information Protocol (RIP)
RIP memiliki jarak administrasi default 120. Protokol ini mengirim seluruh
tabel routing setiap 30 detik, yang dapat mengkonsumsi banyak bandwidth
jaringan. Batas jumlah hop adalah 15. Setiap rute dengan jumlah hop yang
lebih tinggi akan ditandai sebagai tidak dapat dijangkau.
RIP tidak memiliki beberapa fitur lebih maju dari protokol routing yang lebih
baru seperti OSPF atau EIGRP dan tidak banyak digunakan dalam jaringan
modern.
[Link]
Konfigurasi RIP Cisco
router(config)#router rip
router(config-router)# version 2
router(config-router)# network <Network IP-1 yang terhubung dengan router>
router(config-router)# network <Network IP-2 yang terhubung dengan router>
……….
router(config-router)# network <Network IP-n yang terhubung dengan router->
router(config-router)#no auto-summary
Contoh Praktek Konfigurasi RIP
Tabel Perencanaan IP
Langkah-langkah
1. Konfigurasi IP di semua interface sesuai dengan tabel perencanaan
IP
2. Konfigurasi RIP di masing-masing router
Demo praktek silahkan cek di tautan youtube berikut ini:
[Link]
Tugas
1. Lakukan praktek sebagaimana contoh diatas buatlah laporan dari
proses belajar anda!
2. Apakah perbedaan antara Distance Vector dan Link State?
Bacaan
[Link]
der/content/0/[Link]?forcedownload=1
[Link]
overview/
[Link]
[Link]
[Link]
protocol
ありがとう Dankjewel Danke
Grazie
நன்றி
Gracias Terimakasih ขอบคุณ спасибо
Salamat Thank you Merci
شكرا
감사합니다 谢谢 gratias tibi