0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan74 halaman

Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis IoT

Skripsi ini membahas rancang bangun sistem monitoring pendeteksi dini terjadinya kebakaran pada rumah tangga berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan sensor api, sensor gas, mikrokontroler Esp32-cam, dan aplikasi Telegram. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran dengan cara mendeteksi awal gejala kebakaran secara real-time.

Diunggah oleh

YM Respect
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan74 halaman

Sistem Deteksi Kebakaran Berbasis IoT

Skripsi ini membahas rancang bangun sistem monitoring pendeteksi dini terjadinya kebakaran pada rumah tangga berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan sensor api, sensor gas, mikrokontroler Esp32-cam, dan aplikasi Telegram. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran dengan cara mendeteksi awal gejala kebakaran secara real-time.

Diunggah oleh

YM Respect
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PENDETEKSI DINI


TERJADINYA KEBAKARAN PADA RUMAH TANGGA BERBASIS IOT
DENGAN SMARTPHONE

TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan dan memperoleh
gelar sarjana strata Satu (S1) Program Studi Teknik Elektro

Oleh :

NAMA : YUSUP MAULANA


NIM : 1567 1215 1016

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA

JAKARTA

2022
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Skripsi ini telah diuji dalam ujian komprehensif pada :

Hari : Minggu
Tanggal : 06 Februari 2022
Judul : Rancang Bangun Sistem Monitoring Pendeteksi Dini
terjadinya Kebakaran pada rumah tangga berbasis IoT
dengan Smartphone.

Mahasiswa : Yusup Maulana


NIM : 1567 1215 1016
Program Study : Teknik Elektro

DEWAN PENGUJI SKRIPSI

Penguji I : Nur Rahma Yenita, [Link], [Link].


NIDN: 0323048801 ……………………..

Penguji II : Juara Mangapul, S.T, [Link].


NIDN: 0324017201 ………………………

Penguji III : Anggoro, [Link], M.T.


………………………

Ketua Program Studi : Nur Rahma Yenita, [Link], [Link].


NIDN: 0323048801 ………………………
LEMBAR PERSETUJUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING PENDETEKSI DINI


TERJADINYA KEBAKARAN PADA RUMAH TANGGA BERBASIS IOT
DENGAN SMARTPHONE

Disusun Oleh :
YUSUP MAULANA
NIM. 1567 1215 1016

Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Syah Alam, [Link]., M.T.) (Nur RahmaYenita, [Link]., [Link].)


NIDN.0315048604 NIDN.0323048801

Jakarta, 12 Februari 2022


Disahkan Oleh
Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia

Ketua STTI Ketua Program Studi

(Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A.) (Nur RahmaYenita, [Link]., [Link].)


NIDN. 8953010020 NIDN.0323048801
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa:
1. Skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapat gelar
akademik (sebagai sarjana atau magister), baik di Sekolah Tinggi
Teknologi Indonesia-Matraman atau Perguruan Tinggi lainnya.
2. Skripsi ini adalah gagasan, rumusan dan penelitian saya sendiri. adapun
dari pihak lain gagasan dan rumusan dari karya tulis ini, saya dapat dari
dosen pembimbing dan tim penguji.
3. Dalam karya tulis ini, saya kembangkan dengan beberapa informasi yang
saya dapat dari buku-buku referensi pada karya tulis ini dan tanpa ada
mengangkat karya tulis dari pihak lain.
Demikian surat pernyataan ini saya buat, apabila suatu hari terdapat ketidak
benaran dalam pernyataan ini. saya siap untuk menerima sanksi akademik, sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Perguruan Tinggi ini.

Jakarta, 12 Februari 2022


Yang membuat pernyataan

YUSUP MAULANA
NIM. 1567 1215 1016
YUSUP MAULANA
1567 1215 1016
Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
Email: yusupmaulana1992@[Link]

ABSTRAK
Kebakaran merupakan kejadian yang muncul akibat dari adanya api yang tidak
terkontrol yang disebabkan oleh konsleting listrik, rokok, bahan kimia dan lain
sebagainya. Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran peneliti memanfaatkan
sensor api dan sensor gas Mq-2 sebagai pendeteksi dini terjadinya kebakaran
dengan menggunakan mikrokontroler Esp32-cam dan Instant Messenger yaitu
Telegram sebagai penerima pesan dalam konsep memanfaatkan teknologi Internet
of Things (IoT) agar mampu monitoring keadaan secara real-time selama 24 jam
dimanapun dan kapanpun selama perangkat terhubung dengan jaringan Internet.
Pengujian dilakukan pada prototype berdasarkan uji coba yg dilakukan terhadap
sensor api dapat disimpulkan sesuai dengan spesifikasi datasheet modul tersebut
dapat mendeteksi 0–30cm sehingga data didapatkan nilai ADC (Analog Digital
Converter) dari Ads1115 ketika tidak ada api sebesar ±23000 (data normal), dan
ketika ada api dalam pengujian 30cm tersebut ±17000, sehingga dapat
disimpulkan bahwa sensor api aktif pada nilai rendah (low). Dan pengujian pada
sensor gas Mq-2 jarak yang terdeteksi oleh sensor gas pada jarak 5cm didapatkan
angka ±300, dan hasil Adc maksimal yang diberikan sensor ini adalah ±18500,
sehingga dapat disimpulkan bahwa sensor gas aktif pada nilai tinggi (high).
Kata kunci : kebakaran, Esp32-cam, sensor api, sensor Mq-2, Telegram.
YUSUP MAULANA
1567 1215 1016
Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
Email: yusupmaulana1992@[Link]

ABSTRACTS
Fire is an event that arises as a result of an uncontrolled fire caused by an
electric short circuit, cigarettes, chemicals and so on. To minimize the occurrence
of fires, researchers utilize fire sensors and Mq-2 gas sensors as early detection of
fires by using the Esp32-cam microcontroller and Instant Messenger, namely
Telegram as a message recipient in the concept of utilizing Internet of Things
(IoT) technology to be able to monitor real-time conditions. time for 24 hours
anywhere and anytime as long as the device is connected to the Internet network.
Tests carried out on the prototype based on the tests carried out on the fire sensor
can be concluded that according to the datasheet specifications the module can
detect 0–30cm so that the data gets the ADC (Analog Digital Converter) value
from Ads1115 when there is no fire of ±23000 (normal data), and when there is a
fire in the 30cm test it is ±17000, so it can be concluded that the fire sensor is
active at a low value (low). And testing on the Mq-2 gas sensor, the distance
detected by the gas sensor at a distance of 5cm, the figure is ±300, and the
maximum Adc result given by this sensor is ±18500, so it can be concluded that
the gas sensor is active at a high value (high).
Keywords: fire, Esp32-cam, fire sensor, Mq-2 sensor, Telegram.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan bimbingan –
Nya, sehingga penyusunan skripsi dengan judul “Rancang Bangun Sistem
Monitoring Pendeteksi Dini terjadinya Kebakaran pada rumah tangga berbasis IoT
dengan Smartphone” ini dapat penulis selesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak dapat terlaksana
tanpa adanya bantuan dan sumbangan pemikiran serta saran dari berbagai pihak,
baik yang telah membantu dengan sepenuh hati. dalam kesempatan ini
perkenankanlah penulis dengan segala kerendahan hati menyampaikan ucapan
terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A. selaku Ketua Sekolah Tinggi
Teknologi Indonesia.
2. Ibu Nur Rahma Yenita, [Link]., [Link]. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro
di Sekolah Tinggi Teknlogi Indonesia.
3. Bapak Syah Alam, [Link]., M.T. selaku Dosen Pembimbing I (Satu).
4. Ibu Nur RahmaYenita, [Link]., [Link]. selaku Dosen Pembimbing II (Dua).
5. Bapak Ir. Juara Mangapul, S.T., [Link]. selaku Dosen Penguji II (Dua).
6. Bapak Anggoro, [Link]., M.T. selaku Dosen Penguji III (Tiga).
7. Teman-teman jurusan Teknik Elektro (S-1) Sekolah Tinggi Teknologi
Indonesia yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi ini
8. Segenap keluarga dan saudara yang sangat Penulis cintai dan sayangi,
terimakasih telah memberikan dukungan doa baik dari segi materi maupun
moral. Kalian telah mendukung dan memberikan semangat, sampai
menjadi Sarjana. Sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, dan
banyak mengucapkan terimakasih.
9. Dan pihak-pihak lain yang banyak membantu penulis dalam
menyelesaikan tugas akhir yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
penulis hanya dapat mengucapkan banyak terimakasih semoga tuhan yang
maha kuasa membalas atas semua kebaikan dan bantuan yang telah
diberikan.

i
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan tugas
akhir ini. oleh karena itu besar harapan penulis untuk menerima saran dan kritik
dari para pembaca. dan semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi
almamater khususnya dan memberikan nilai lebih untuk para pembaca pada
umumnya.

Hormat Saya

Yusup Maulana

ii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ............................................
LEMBAR PERSETUJUAN .........................................................................
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN .............................................
ABSTRAK .....................................................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 2
1.3 Batasan Masalah .................................................................................... 2
1.4 Tujuan Penelitian ................................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian ................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 4
2.1 Literature Review .................................................................................. 4
2.2 LandasanTeori ....................................................................................... 6
2.2.1 Kebakaran ........................................................................................ 6
2.2.2 Internet of Things ............................................................................ 6
[Link] Definisi Internet of Things ......................................................... 6
[Link] Manfaat Internet of Things ........................................................ 7
2.2.3 ESP32-cam ...................................................................................... 8
[Link] Spesifikasi ESP32-cam .............................................................. 9
[Link] Konfigurasi Pin ESP32-cam ...................................................... 10
2.2.4 ADC ads1115 .................................................................................. 11
[Link] Spesifikasi ADC ads1115 .......................................................... 12
[Link] Konfigurasi Pin ADC ads1115 .................................................. 13
2.2.5 Sensor MQ-2 ................................................................................... 13
[Link] Spesifikasi Sensor MQ-2 ........................................................... 15
[Link] Konfigurasi Pin Sensor MQ-2 ................................................... 16
2.2.6 Sensor Api ....................................................................................... 17

iii
[Link] Spesifikasi Sensor Api ............................................................... 18
[Link] Konfigurasi Pin Sensor Api ....................................................... 19
2.2.7 Battery Charging TP5100 ............................................................... 19
2.2.8 Battery Lithium 18650 .................................................................... 20
2.2.9 Modul step down LM2596 .............................................................. 21
2.2.10 Relay ............................................................................................. 22
2.2.11 Buzzer ............................................................................................ 23
2.2.12 Software Arduino IDE (Integrated Developemnt Enviroment) ..... 24
2.2.13 Telegram ........................................................................................ 25
2.2.14 BOT (chatBOT) .............................................................................. 26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 28
3.1 Waktu, Jadwal dan Tempat Penelitian .................................................. 28
3.2 Pendekatan Penelitian............................................................................ 28
3.2.1 Metode Penelitian yang Digunakan ................................................. 28
3.3 Sumber Data .......................................................................................... 29
3.4 Metode Pengumpulan Data ................................................................... 29
3.4.1 Observasi.......................................................................................... 29
3.4.2 Studi Literatur .................................................................................. 29
3.5 Instrumen Penelitian .............................................................................. 29
3.5.1 Perangkat Keras ............................................................................... 30
3.5.2 Perangkat Lunak .............................................................................. 31
3.6 Prinsip Kerja Sistem ............................................................................. 31
3.7 Perancangan Sistem .............................................................................. 32
3.8 Perancangan Perangkat Keras (Hardware) .......................................... 33
3.9 Perancangan Perangkat Lunak (Software) ........................................... 35
3.9.1 Perancangan Antarmuka Aplikasi Telegram ................................ 35
3.9.2 Perancangan Sistem Program Arduino ......................................... 36
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................... 37
4.1 Hasil Perancangan Sistem .................................................................... 37
4.2 Pengujian Sistem .................................................................................. 38
4.2.1 Pengujian Sensor Api dan Gas .................................................... 38
4.2.2 Pengujian Telegram ...................................................................... 43

iv
BAB V PENUTUP .......................................................................................... 48
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 48
5.2 Saran ..................................................................................................... 48
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 50
LAMPIRAN ...................................................................................................

v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Jumlah kejadian kebakaran dan bangunan yang terdampak
di Provinsi DKI Jakarta .............................................................. 1
Gambar 2.1. Internet of Things ....................................................................... 7
Gambar 2.2. ESP32-cam ................................................................................. 8
Gambar 2.3. Konfigurasi pin ESP32-cam ....................................................... 10
Gambar 2.4. Serial programmer ESP32-cam ................................................. 10
Gambar 2.5. ADC ads1115 ............................................................................. 11
Gambar 2.6. Diagram blok ADC ads1115 ...................................................... 12
Gambar 2.7. Sensor MQ-2 .............................................................................. 13
Gambar 2.8. Struktur sensor MQ-2 ................................................................. 14
Gambar 2.9. Konfigurasi pin sensor MQ-2 ..................................................... 16
Gambar 2.10. Sensor api ................................................................................. 18
Gambar 2.11. Skema sensor api ...................................................................... 18
Gambar 2.12. Konfigurasi pin sensor api ........................................................ 19
Gambar 2.13. Battery charging TP5100 ......................................................... 19
Gambar 2.14. Battery lithium 18650 ............................................................... 21
Gambar 2.15. Modul step down LM2596 ....................................................... 22
Gambar 2.16. Relay ......................................................................................... 22
Gambar 2.17. Kontak relay ............................................................................. 23
Gambar 2.18. Buzzer ....................................................................................... 24
Gambar 2.19. Tampilan software Arduino ..................................................... 25
Gambar 2.20. Telegram ................................................................................... 26
Gambar 2.21. BOT (chatBOT) ........................................................................ 27
Gambar 3.1. Flowchart sistem pendeteksi kebakaran .................................... 32
Gambar 3.2. Perancangan perangkat keras (hardware) .................................. 33
Gambar 3.3. Board skematik ESP32-cam ....................................................... 34
Gambar 3.4. Board PCB ESP32-cam ............................................................. 34
Gambar 3.5. Rangkaian skematik Mainboard ................................................. 35
Gambar 3.6. Board PCB Mainboard .............................................................. 35
Gambar 3.7. Perancangan antarmuka aplikasi Telegram ................................ 36
Gambar 3.8. Perancangan sistem program Arduino ....................................... 36

vi
Gambar 4.1. Hasil perancangan sistem ........................................................... 37
Gambar 4.2. Hasil perancangan sistem keseluruhan ....................................... 38
Gambar 4.3. Hasil pengujian sensor api ......................................................... 39
Gambar 4.4. Hasil pengujian sensor gas ......................................................... 41
Gambar 4.5. Logika notifikasi Telegram ........................................................ 43
Gambar 4.6. Pengujian Telegram .................................................................... 44
Gambar 4.7. Bencmark request data adc ........................................................ 45
Gambar 4.8. Bencmark send notif Telegram dengan capture ......................... 46
Gambar 4.9. Hasil tangkapan kamera uji coba sensor api .............................. 47
Gambar 4.10. Hasil tangkapan kamera uji coba sensor gas ............................ 47

vii
DAFTAR TABEL

Tabel. 2.1. Literature review ........................................................................... 4


Tabel. 2.2. Spesifikasi ESP32-cam ................................................................. 9
Tabel. 2.3. Konfigurasi pin ADC ads1115 ..................................................... 13
Tabel. 2.4. Spesifikasi sensor MQ-2 ............................................................... 15
Tabel. 2.5. Keterangan struktur sensor MQ-2 ................................................. 16
Tabel. 3.1. Jadwal penelitian ........................................................................... 28
Tabel. 4.1. Pengujian sensor api ...................................................................... 40
Tabel. 4.2. Pengujian sensor gas ..................................................................... 42

viii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Tidak dapat disangkal bahwa setiap kebakaran pasti akan menimbulkan
kerugian, baik nyawa manusia maupun harta benda. Api yang menjadi
penyebabnya sudah diketahui oleh semua orang, karena sebagian besar umat
manusia berkepentingan dengan api. Begitu juga dalam kehidupan di rumah
tangga, kadang karena kelalaian pemilik rumah akhirnya menimbulkan kebakaran
meluas kepada tetangga yang lain.

Gambar 1.1. Jumlah kejadian kebakaran dan bangunan yang terdampak di


Provinsi DKI Jakarta
Sumber: [Link]

Perkembangan teknologi yang ada sekarang sudah mempengaruhi disemua


bidang. teknologi yang sudah berkembang seperti teknologi selular, internet, optic
dan satelit. Hampir semua sektor kehidupan manusia tidak dapat terpisahkan dari
teknologi selular yaitu berupa smartphone. Perkembangan teknologi saat ini
mendorong manusia untuk terus berpikir kreatif, tidak hanya menggali penemuan-
penemuan baru, tapi juga memaksimalkan kinerja Teknologi yang ada untuk
meringankan kerja manusia dalam kehidupan Sehari-hari seperti monitoring
rumah dengan kontrol jarak jauh. Monitoring semua hal dengan otomatis dapat
dilakukan dengan smartphone yang rata-rata sudah sangat canggih.[10] Sasmoko,
D dkk. (2017). Pada penelitian ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT),
focus penelitian ini adalah bagaimana Internet of Things mampu melakukan

1
monitoring rumah dari jarak jauh dengan memanfaatkan aplikasi Instant
Messenger yang sudah ada. Penggunaan Telegram Messenger pada penelitian ini
adalah karena sifatnya yang open source, kelebihan tersebut membuat pengguna
dapat melihat source code, protocol dan Application Program Interface (API) yang ada
di dalamnya. Hal ini memudahkan pengguna ketika ingin membuat aplikasi
tambahan seperti pada penelitian ini. Telegram Messenger merupakan Instant
Messenger Platform yang mendukung Operating System (OS) berbasis Linux. fitur
bot yang tidak ada pada Instant Messenger lain menjadi kelebihan Telegram. Bot
adalah akun penjawab otomatis yang dapat merespons teks tertentu sesuai dengan
perintah yang kita berikan.[5] Muchamad, I. F. (2018).
Hal tersebut melatar belakangi penulis untuk menyusun skripsi dengan
judul “Rancang Bangun Sistem Monitoring Pendeteksi Dini terjadinya Kebakaran
pada rumah tangga berbasis IoT dengan Smartphone”.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka dapat
dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana merancang dan membuat alat monitoring pendeteksi kebakaran
pada rumah tangga berbasis IoT menggunakan telegram pada smartphone?
b. Bagaimana kinerja sistem monitoring pendeteksi kebakaran pada rumah
tangga berbasis IoT menggunakan telegram pada smartphone ?

1.3. Batasan Masalah


Supaya tidak menyimpang jauh dari permasalahan yang penulis teliti maka
permasalahannya perlu dibatasi. pembatasan masalah tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Menggunakan sensor Mq-2 dan sensor api.
2. Menggunakan mikrokontroller Esp32-cam.
3. Indikator penunjuk tentang adanya potensi kebakaran menggunakan
telegram pada smartphone.
4. Sumber kebakaran atau api dari alat yang dibuat berasal dari gas pada korek
api.

2
5. Alat ini akan berkerja baik jika digunakan di dalam ruangan (indoor).

1.4. Tujuan Penelitian


Berdasarkan latar belakang seperti diatas maka akan timbul beberapa tujuan
penelitian sebagai berikut:
1. Merancang dan membuat sistem monitoring pendeteksi dini kebakaran
berupa peringatan menggunakan Telegram untuk mencegah munculnya
kerugian, baik nyawa manusia maupun harta benda.
2. Mengetahui jarak maksimal yang dapat diukur sensor api dan sensor gas.
3. Mengetahui kecepatan pengukuran sensor api dan sensor gas.

1.5. Manfaat Penelitian


Manfaat yang diperoleh dalam penulisan tugas akhir yang berjudul
“Rancang Bangun Sistem Monitoring Pendeteksi Dini terjadinya Kebakaran pada
rumah tangga berbasis IoT dengan Smartphone”,jika diterapkan dapat membantu
masyarakat luas dalam menjaga keamanan lingkungan dari terjadinya bahaya
kebakaran, dan dapat meminimalisir kerugian, baik nyawa manusia maupun harta
benda.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Literature Review
Berikut ini adalah penelitian yang telah dilakukan dan memiliki korelasi
yang searah dengan penelitian yang akan dibahas dalam Skripsi ini, antara lain:

Tabel 2.1. Literature Review


No Peneliti & Judul Metode Penelitian Hasil Kekurangan &
Penelitian Perbedaan
1. Dani Sasmoko dan Arie Metode yang digunakan Penelitian ini bertujuan Kekurangan
Mahendra. (Jurnal penulis dalam mengurangi resiko  Menggunakan
SIMETRIS, 2017). penelitian ini yaitu kebakaran dan tingkat tampilan web
“Rancang bangun dengan menggunakan penyakit yang untuk
sistem pendeteksi metode Research and disebabkan oleh asap memonitoring
kebakaran berbasis Development (R&D), kebakaran hutan. kebakaran.
IoT dan SMS gateway melakukan studi  Menggunakan
menggunakan literature, observasi, modul gsm/gprs
arduino” interview, validasi Shield SIM900,
desain, dan uji coba untuk data
produk yang dilakukan Internet dan sms
berulang-ulang sampai gateway sebagai
diperoleh protipe akhir notifikasi
yang memenuhi syarat. terjadinya
kebakaran.
Perbedaan
 Menggunakan
mikrokontroler
Esp32-cam yang
sudah ada
didalam nya
kamera dan
modul wifi/
Internet.
 Menggunakan
tampilan dan
notifikasi dari
aplikasi telegram
untuk
memonitoring
kebakaran.

4
2. Albertus Galih Prasida Metode yang digunakan Penelitian ini Kekurangan
Kastawa. (Skripsi, penelitian ini metode merancang alat protipe  Menggunakan
2014). “Purwarupa inspirasi, pemilihan pemantau kebakaran modul Ethernet
sistem fire detector judul, serta metode dengan system Shield W5100
berbasis arduino uno perancangan dan peringatan dalam untuk data
dengan integrasi penyusunan alat. tampilan web sehingga Internet.
website” dapat dimanfaatkan  Menggunakan
dalam mencegah tampilan web
munculnya korban untuk
akibat kebakaran. memonitoring
kebakaran.
Perbedaan
 Menggunakan
mikrokontroler
Esp32-cam yang
sudah ada
didalamnya
kamera dan
modul wifi/
Internet.
 Menggunakan
tampilan dan
notifikasi dari
aplikasi Telegram
untuk
memonitoring
kebakaran.
3. Adelia Putri Noviana. Metode yang digunakan Penelitian ini Kekurangan
(Skripsi, 2018). penulis dalam merancang prototipe  Menggunakan
“Prototype sistem penelitian ini yaitu studi system pendeteksi tampilan dan
pendeteksi kebakaran literature, perancangan kebakaran gedung notifikasi dari
gedung menggunakan alat (perangkat keras & berbasis iot dengan aplikasi cayenne
Metode IoT ( Internet perangkat lunak) tahap menggunakan untuk
of Things) Berbasis pembuatan alat dan NodeMCU Esp8266 memonitoring
NodeMCU” unjuk kerja pada alat. sebagai mikrokontroler kebakaran.
dan aplikasi cayenne Perbedaan
pada tampilan system  Menggunakan
pendeteksi kebakaran mikrokontroler
gedung berbasis IoT. Esp32-cam
 Menggunakan
tampilan dan
notifikasi dari
aplikasi Telegram
untuk
memonitoring
kebakaran.

5
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Kebakaran
Kebakaran adalah nyala api baik besar atau kecil yang bersifat merugikan
dan secara umum sulit dikendalikan. Kebakaran juga menjadi sebuah peristiwa
yang terjadi karena kondisi darurat baik di lingkungan perusahaan, di lingkungan
tempat tinggal atau di tempat kerja. Kebakaran merupakan kejadian yang biasanya
muncul akibat dari adanya api yang tidak terkontrol yang disebabkan oleh
konsleting listrik, rokok, dan bahan kimia, dan lain sebagainya.[4] Keselamatan
Kerja (2020).
Berikut ini adalah beberapa definisi kebakaran menurut para ahli:
1. Menurut Direktorat Pengawasan Keselamatan Kerja, kebakaran adalah suatu
fenomena yang gejalanya dapat diamati. Gejala kebakaran adalah
terdapatnya panas dan unsur cahaya dalam jumlah besar yang berpotensi
berpindah pada suatu bahan yang mudah terbakar.[4]
2. Menurut National Fire Protection Association (NFPA), kebakaran adalah
suatu peristiwa oksidasi yang melibatkan tiga unsur yaitu bahan bakar yang
mudah terbakar, oksigen yang terdapat di udara dan sumber energi atau
panas yang berakibat menimbulkan kerugian harta benda, cedera atau
bahkan berpotensi merenggut nyawa seseorang (menimbulkan kematian).[4]
3. Menurut Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (D3KN),
kebakaran adalah suatu peristiwa bencana yang berasal dari api yang tidak
dapat dikehendaki dan menimbulkan kerugian baik kerugian materi atau non
materi, serta menghilangkan nyawa, kerugian materi seperti hilangnya atau
hangusnya harta benda, bangunan fisik serta Sarana dan Prasarana.
Sementara kerugian non materi seperti trauma dan rasa takut.[4]
2.2.2 Internet of Things
[Link] Definisi Internet of Things
Iot adalah konsep yang menghubungkan semua perangkat ke Internet dan
memungkinkan perangkat IoT berkomunikasi satusama lain melalui Internet. IoT
adalah jaringan raksasa dari perangkat yang tehubung dengan semua yang
mengumpulkan dan membagikan data tentang bagaimana suatu perangkat tersebut

6
digunakan dan lingkungan dimana perangkat tersebut di operasikan.[11] Shidiq,
M (2018).

Gambar 2.1. Internet of Things


Sumber : [Link] Internet of
Things (IoT).

[Link] Manfaat Internet of Things


Berikut ini adalah manfaat utama dari IoT, yaitu:
1. Improved Customer Engagement – IoT dapat meningkatkan pengalaman
pengguna dengan mengotomatisasikan segala tindakan. Untuk contohnya,
masalah apapun di mobil akan terdeksi secara otomatis oleh sensor.
Pengemudi, serta pabrikan, akan diberitahu tentang hal tersebut. hingga
pada waktu pengemudi akan mencapai masa servis dan akan melakukan
servis, pabrikan akan dapat memastikan bahwa bagian yang kemungkinan
rusak telah tersedia di bengkel[11].
2. Technical Optimization – IoT telah membantu banyak dalam meningkatkan
kegunaan teknologi dan membuatnya menjadi lebih baik. Pabrikan dapat
mendapatkan data dari sensor mobil yang berbeda dan menganalisanya
untuk meningkatkan desain dan membuatnya menjadi lebih efisien[11].
3. Reduce Waste – Wawasan kita saat ini bisa terbilang dibawah rata-rata,
namun IoT menyediakan informasi real-time yang mengarah kepengambilan
keputusan yang efektif dan pengolaan sumber daya. Sebagai contohnya, jika
pabrikan menemukan kesalahan pada banyak mesin, pabrikan tersebut dapat

7
melacak pabrik pembuatan mesin tersebut dan dapat memperbaiki masalah
dengan sabuk manufaktur[11].

2.2.3 ESP32-cam
Esp32 adalah salah satu modul dari Espressif dan AI-Thinker dengan fitur
wifi, Bluethooth dan GPIO yang dapat di fungsikan sebagai input atau output,
sedangkan untuk development board Esp32-cam merupakan salah satu produk
pengembangan dari Esp32.

Gambar 2.2. Esp32-cam


Sumber : [Link]

Modul development board Esp32-cam termasuk mikrokontroler yang


komplit karena sudah memeliki wifi 2.4 GHz dan bluethooth, Esp32-cam sudah
terintegrasi dengan modul kamera OV2640 dengan resolusi 2MP yang bisa
difungsikan sebagai photo atau video serta MicroSd untuk menyimpan data.
Untuk memprogram atau upload program ke modul development board bisa
menggunakan software Arduino Ide dengan menggunakan alat tambahan modul
serial usb yang compatible, karena modul ini tidak memiliki built-in uploader.[2]
Hardana dan Radian F. I (2019).

8
[Link] Spesifikasi ESP32-cam

Tabel 2.2. Spesifikasi Esp32-cam


Sumber : datasheet Esp32-cam

9
[Link] Konfigurasi Pin ESP32-cam

Gambar 2.3. Konfigurasi pin Esp32-cam


Sumber : [Link] [Link]

2.3 modul Esp32-cam memiliki 3 pin ground


Pada gambar 2.3. ground, dengan pin
berwarna hitam.. dan untuk power memiliki dua opsi yaitu 5v atau 3.3v dengan
warna merah, modul development board Esp32-cam ini sudah memiliki
pin berwarna
serial hardware di pin GPIO1 untuk U0TXD dan pin GPIO3 untu
untuk U0RXD, pin
ini dapat dipergunakan untuk komunikasi
ikasi dengan sensor atau modul yang
menggunakan komunikasi serial. Esp32-cam tidak memiliki built--in programmer,
sehingga membutuhkan pin serial untuk digunakan upload atau flash program ke
Esp32-cam.

Gambar 2.4. Serial programmer Esp32-cam


cam
Sumber : [Link]

10
Pada Gambar 2.4. merupakan modul serial programmer untuk Esp32-cam,
yang digunakan untuk upload dan flash program dengan menggunakan jenis usb
type C.

2.2.4 ADC ads1115


Modul ads1115 merupakan jenis Adc yang memiliki resolusi 16 bit, ini
berarti Adc ini memiliki tingkat ketelitian nilai hasil konversi yang tinggi
dibandingkan dengan Adc yang memiliki sedikit resolusi. Dalam Adc ini juga
terdapat 4 channel yang dapat mengkonversi nilai untuk 4 sensor sekaligus
dengan differensial bipolar maupun tunggal. Fitur Adc ini yaitu sebuah referensi
onboard dan Oscillator, data yang diterima akan dikirim melalui komunikasi
serial i2c. Serial tersebut terdiri dari sda dan scl.[2] Hardana dan Radian F. I
(2019).

Gambar 2.5. ADC ads1115


Sumber : [Link]

Ads1115 dikonfigurasi untuk pengukuran single-ended dengan


mengkonfigurasi MUX (Multiplexer) untuk mengukur setiap saluran dengan
memperhatikan ground. data tersebut kemudian dibacakan dari satu masukan
berdasarkan seleksi pada register konfigurasi. Sinyal single-ended dapat
memberikan dari batas 0volt. Tegangan negatif tidak bisa diaplikasikan pada
sirkuit ini karena ads1115 hanya bisa menerima tegangan positif.

11
Gambar 2.6. Diagram blok Adc ads1115
Sumber : [Link]

Pada gambar 2.6. input analog dilewatkan melalui multiplexer yang


kemudian diumpankan ke penguat gain yang dapat diprogram, untuk memperkuat
sinyal input, sinyal yang diperkuat dilewatkan ke Adc 16-bit output diberikan ke
mikrokontroler melalui komunikasi i2c. (datasheet ADC ads1115)
[Link] Spesifikasi ADC Ads1115
 Rentang tegangan suplai: 2-5.5v
 Adc 16-bit
 Konsumsi arus terus menerus: 150mA
 antarmuka i2c
 Osilator Internal
 Kecepatan data yang dapat diprogram: 8sps hingga 860sps
 860 sampel/detik melalui i2c

12
[Link] Konfigurasi Pin ADC ads1115

Tabel. 2.3. Konfigurasi pin ADC ads1115


Sumber : datasheet ADC ads1115

Jenis Pin Keterangan

VDD Masukan Tegangan

GND Ground

SCL Jam Serial I2C

SDA Data Serial I2C

ADDR Pin Alamat

ALRT Alarm

A0 Input Analog 1

A1 Input Analog 2

A2 Input Analog 3

A3 Input Analog 4

2.2.5 Sensor MQ-2

Gambar 2.7. Sensor Mq-2


Sumber : [Link] [Link]

13
Sensor Mq-2 adalah salah satu sensor yang sensitif terhadap gas LPG,
Propana (C₃H₈), Butana (C₄H₁₀), Metana (CH₄), Hidrogen (H₂), Alkohol,
asap serta gas mudah terbakar diudara lainnya. Bahan utama sensor ini adalah
SnO2 dengan konduktifitas rendah pada udara bersih, jika terdapat kebocoran gas
konduktifitas sensor menjadi lebih tinggi, setiap kenaikan konsentrasi gas maka
konduktifitas sensor juga naik. Sensor Mq-2 dapat mengukur konsentrasi gas
mudah terbakar dari 300 sampai 10.000ppm (part per million), dapat beroperasi
pada suhu dari -20°C sampai 50°C dan mengkonsumsi kurang dari 150mA pada
5v.[8] Rian A.F (2019).

Gambar 2.8. Struktur sensor Mq-2


Sumber : [Link]

Internal sensor dalam hal ini terdapat 6 buah pin dua pin digunakan untuk sistem
pemanas dalam tabung dan empat pin yg lain digunakan untuk memberikan input
atau mengambil output.

14
[Link] Spesifikasi Sensor MQ-2

Tabel. 2.4. Spesifikasi sensor Mq-2


Sumber : datasheet sensor Mq-2

Sensor Mq-2 terdapat 2 masukan tegangan vh dan vc. vh digunakan untuk


tegangan pada pemanas (heater) internal dan vc merupakan tegangan sumber
serta memiliki keluaran yang menghasilkan tegangan berupa tegangan analog.

15
Gambar 2.9. Konfigurasi pin sensor Mq-2
Sumber : https:// [Link]

[Link] Konfigurasi pin sensor Mq-2 :


 Pin 1 merupakan tegangan sumber (vc) dimana vc < 24vdc.
 Pin 2 merupakan heater internal yang terhubung dengan ground.
 Pin 3 (vh) digunakan untuk tegangan pada pemanas heater
internal dimana vh = 5vdc.
 Pin 4 merupakan output yang akan menghasilkan tegangan analog.

16
Tabel. 2.5. Keterangan struktur sensor Mq-2
Sumber : datasheet sensor Mq-2

2.2.6 Sensor Api


Sensor api atau flame sensor merupakan salah satu alat pendeteksi
kebakaran melalui adanya nyala api yang tiba-tiba muncul. Besarnya nyala api
yang terdeteksi adalah nyala api dengan panjang gelombang 760nm sampai
dengan 1.100nm. Transduser yang digunakan dalam mendeteksi nyala api adalah
infrared. Sensor api ini memiliki manfaat yang cukup besar, salah satu
diantaranya adalah mampu meminimalisasi adanya false alarm sebagai suatu
tanda akan terjadinya kebakaran. Flame sensor dirancang khusus untuk
menemukan penyerapan cahaya pada gelombang tertentu.[9] Saptaji (2016).

17
Gambar 2.10. Sensor api
Sumber : [Link]

Secara umum prinsip kerja sensor api cukup sederhana, yaitu memanfaatkan
sistem kerja metode optik. Optik yang mengandung ultraviolet, inframerah
inframerah, atau
pencitraan visual yang dapat mendeteksi adanya api sebagai tanda awal
kebakaran. Jika telah terjadi reaksi terhadap api yang cukup sering, maka akan
terlihat emisi karbondioksida dan radiasi dari inframerah.[9]

Gambar 2.11. Skema sensor api


Sumber : [Link]

[Link] Spesifikasi Sensor Api


 Menggunakan komparator LM393
 Output digital (D0), dan analog (A0)
Output:
 Tegangan kerja: 3.3vdc-5vdc
3.

18
 Format output: output digital (tinggi / rendah)
 Rentang deteksi panjang gelombang: 760nm hingga 1100nm
 Sudut deteksi: Sekitar 60°, sangat sensitif terhadap spektrum api
 Jarak deteksi nyala api lebih ringan 30cm
 Sensitivitas yang dapat disesuaikan (penyesuaian potensiometer)

Gambar 2.12. Konfigurasi pin sensor api


Sumber : [Link]

[Link] Konfigurasi Pin Sensor Api


 Pin 1 merupakan digital output (DO) yang berfungsi untuk
membaca signal digital.
 Pin 2 merupakan analog output (AO) yang berfungsi untuk
menbaca signal analog.
 Pin 3 merupakan tegangan input vcc 3,3vdc – 5,3vdc dan
 Pin 4 merupakan ground.

2.2.7 Battery Charging TP5100


TP5100 ini adalah modul untuk mengisi baterai isi ulang lithium (Li-ion
rechargeable battery) 1ampere yang dilengkapi dengan 2 lampu indikator,
masing-masing menunjukkan status saat mengisi ulang (charging) dan saat baterai
sudah terisi penuh (fully charged). TP5100 merupakan IC pengisi ulang linear
untuk baterai lithium-ion sel tunggal dengan arus dan tegangan yang konstan yang
dilengkapi dengan sistem pengaturan suhu (thermal regulation). tegangan

19
pengisian konstan di 4,2volt (akurasi ±1,5%), ideal untuk digunakan mengisi
ulang baterai bertegangan 3-3,7volt. Fitur lainnya dari IC ini adalah pemantau
arus, pengunci tegangan kurang (under-voltage lockout), pengisi ulang otomatis,
dan dua status pin yang mana pada modul ini dihubungkan dengan led
indicator.[3] Kastawa, A.G.P (2014).

Gambar 2.13. Battery Charging TP5100


Sumber : [Link]

2.2.8 Battery Lithium 18650


Baterai merupakan satu alat yang digunakan untuk mengubah energi kimia
menjadi energi listrik, perubahan ini dilakukan dengan memanfaatkan prinsip
transfer elektron dari satu material ke material lainnya melalui sirkuit elektrik.
Baterai saat ini banyak digunakan sebagai sumber suplai tenaga listrik bagi
perangkat-perangkat elektronik, sehingga kita bisa menggunakan perangkat
elektronik tanpa harus menghubungkannya secara langsung dengan sumber listrik.
Energi listrik yang dihasilkan oleh baterai berasal dari konversi energi kimia
karena di dalamnya terjadi reaksi reduksi-oksidasi (redoks).[3] Battery lithium
18650 ini adalah salah satu jenis baterai yang banyak digunakan, jenis baterai ini
dapat di cas ulang (rechargeable), kebanyakan perangkat elektronik portable yang
membutuhkan tenaga besar dan tahan lama dipastikan menggunakan battery
lithium 18650. misalnya laptop, powerbank, wireless bluetooth speaker, perangkat
remote control, lampu senter led, rokok elektronik dan lain sebagainya.

20
Tegangan kerja battery lithium 18650 adalah 3,7volt, maksimum dapat di
cas 4,2volt dan battery kosong pada 3,0volt. Sedang kemampuan menyimpan arus
listrik beragam tergantung produksinya dan secara umum diketahui battery ini
maksimal memiliki kapasitas 3600mAH.[3] Battery lithium 18650 ini memiliki
tegangan 3,7volt, sedangkan tegangan yang dibutuhkan oleh mikrokontroler
Esp32-cam yaitu 7–12volt, sehingga dibutuhkan 2 buah battery lithium 18650
untuk digabung dijadikan seri maupun parallel agar tegangan nya memenuhi
syarat yang dibutuhkan oleh mikrokontroler Esp32-cam.
.

Gambar 2.14. Battery lithium 18650


Sumber : [Link]

2.2.9 Modul Step down LM2596


Modul step down LM2596 yaitu modul yang digunakan untuk menurunkan
power dc sehingga dapat sesuai dengan perangkat penerimanya. Contoh pada
power supply tegangan adaptor output 9vdc dan output pada battery 8,4vdc tetapi
penulis memerlukan tegangan 5vdc untuk Esp32-cam, sehingga penulis
memerlukan modul step down LM2596 untuk menurunkan tegangan dari 9vdc
adaptor dan 8,4vdc battery menjadi 5vdc.
Modul step down ini menggunakan IC LM2596. dimana IC LM2596 adalah
sirkuit terpadu / integrated circuit yang berfungsi sebagai step down dc converter
dengan current rating 3A. Terdapat beberapa varian dari IC seri ini yang dapat
dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu versi adjustable yang tegangan
keluarannya dapat diatur, dan versi fixed voltage output yang tegangan
keluarannya sudah tetap. Keunggulan modul step down LM2596 dibandingkan
dengan step down tahanan resistor / potensiometer adalah besar tegangan output
tidak berubah (stabil) walaupun tegangan input naik turun.[3]

21
.

Gambar 2.15. Modul step down LM2596


Sumber : [Link]

2.2.10 Relay
Relay adalah saklar (switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan
komponen electromechanical yang terdiri dari dua bagian utama yaitu
elektromagnet (coil) dan seperangkat kontak saklar. Relay ini mempunyai bagian
yang bernama coil yang biasanya mempunyai tegangan kerja dc 5v, 9v, 12v atau
sebagainya dan juga ada relay yang mempunyai tegangan kerja ac.

Gambar 2.16. Relay


Sumber : [Link]

Relay mempunyai komponen yang bernama coil, jika komponen tersebut


diberi tegangan kerjanya maka arus akan mengalir pada coil tersebut dan

22
menyebabkan kontak pada relay tersebut bekerja. Jadi prinsip kerja sederhananya
coil relay tersebut diberi tegangan bisa menggerakan kontak relay tersebut.[7]

Gambar 2.17. Kontak relay


Sumber : [Link]

Relay mempunyai dua buah kontak yaitu kontak yang bersifat Normally
Open (NO) yang artinya kondisi awal kontak relay ini adalah terbuka dan kontak
yang bersifat Normally Close (NC) yang artinya kondisi awal kontak relay ini
adalah tertutup. penggunaan relay dalam prototype sistem pendeteksi kebakaran
ini yaitu sebagai saklar atau switch antara sumber tegangan dari adaptor dan
sumber tegangan dari battery dimana ketika sumber tegangan berasal dari adaptor
9vdc akan menghidupkan coil relay maka kontak (NO) akan menutup sebaliknya
kontak (NC) akan membuka, dan ketika sumber dari adaptor 0vdc maka kontak
(NO) akan membuka sebaliknya kontak (NC) akan menutup.

2.2.11 Buzzer
Buzzer adalah komponen elektronika yang dapat menghasilkan getaran suara
dalam bentuk gelombang bunyi. Buzzer lebih sering digunakan karena ukuran
penggunaan dayanya yang kecil, carakerja buzzer ketika suatu aliran listrik
mengalir ke rangkaian buzzer, maka terjadi pergerakan mekanis
pada buzzer tersebut yang mengakibatkan terjadi perubahan energi dari energi
listrik menjadi energi suara yang dapat didengar oleh manusia.
Fungsi buzzer adalah sebagai komponen yang menghasilkan output berupa

23
bunyi beep. kegunaan buzzer yang paling umum yaitu sebagai alarm, indikator
suara, dan timer.[7]
Penggunaan buzzer dalam prototype sistem pendeteksi kebakaran ini yaitu
sebagai indikator Esp32-cam sudah terhubung dengan jaringan wifi.
Spesifikasi Buzzer :
 Piezoelectric berbentuk tabung berwarna hitam yang menjadi sumber
keluarnya bunyi.
 Kaki pin negatif, yaitu kaki buzzer yang pendek untuk dihubungkan ke
arus negatif atau ground.
 Kaki pin positif, yaitu pin kaki buzzer yang panjang untuk dihubungkan ke
arus positif atau vcc / 5v.

Gambar 2.18. Buzzer


Sumber : https:/ [Link]

2.2.12 Software Arduino IDE (Integrated Development Environment)


Arduino diciptakan untuk pemula, bahkan yang tidak memiliki basic bahasa
pemrograman sama sekali karena menggunakan bahasa C++ yang dipermudah
melalui library. Arduino menggunakan software processing yang digunakan
untuk menulis program kedalam Arduino. Processing merupakan penggabungan
antara bahasa C++ dan Java. Software Arduino ini dapat di-install di berbagai OS,
seperti: LINUX, Mac OS dan Windows.[7] Noviana, A.P. (2018).

24
Gambar 2.19. Tampilan software arduino
Sumber : Software arduino

Software Arduino
rduino IDE terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut :
1. Editor Program,
Program berfungsi untuk menulis dan mengedit program dalam
bahasa processing.
processing listing program pada arduino disebut sketch
sketch.
2. Compiler,, merupakan modul yang berfungsi mengubah bahasa
processing (kode program) kedalam kode biner. karena
arena kode biner adalah
satu-satunya
satunya bahasa program yang dipahami oleh mikrokontrol
mikrokontroler.
3. Uploader,, merupakan modul yang berfungsi untuk memasu
memasukan kode
biner kedalam memori mikrokontroler.

Struktur perintah pada Arduino secara garis besar terdiri dari 2 bagian,
yaitu:
1. Void setup ( ),
) berisi perintah atau fungsi yang akan dieksekusi hanya
satu kali pada awal sebuah program sejak Arduino dihidupkan dan dapat
menginisialisasi pengaturan.
2. Void loop ( ),
) berisi perintah yang akan dieksekusi berulang–ulang
selama daya pada Arduino dinyalakan.

2.2.13 Telegram

25
Telegram adalah sebuah layanan pengirim pesan Instant multiplatform
berbasis awan yang bersifat gratis dan nirlaba, klien Telegram tersedia untuk
perangkat telepon selular ( android, IOS, Windows Phone, Ubuntu touch ) dan system
perangkat computer ( windows, OS X, Linux ) para pengguna dapat mengirim pesan
dan bertukar photo, video, audio, dan type berkas lainnya.

Gambar 2.20. Telegram


Sumber : https:// [Link]
Telegram juga menyediakan pengiriman pesan ujung ke ujung ter-enkripsi
opsional. layanan ini juga menyediakan API kepada pengembang independen,
pada february 2016 telegram menyatakan bahwa mereka memiliki 100 juta
pengguna aktif bulanan dan mengirimkan 15 milyar pesan per-hari.[5]
Muchamad, I. F (2018).

2.2.14 BOT (chatBOT)


BOT adalah singkatan dari build operate and transfer dimana bot itu bisa
diartikan sebagai program yang bekerja secara otomatis, program bot biasanya di
program untuk berlaku seperti dioperasikan oleh seseorang dengan chatbot maka
robot / tokoh virtual di dalamnya diberikan kecerdasan buatan atau AI (Altificial
Intilegent) yang memiliki kemampuan untuk menirukan percakapan manusia
seperti pada umunya.

26
Gambar 2.21. BOT (chatBOT)
Sumber : https:// [Link]

Kemampuan AI yang memberikan kecerdasan virtual pada chatbot


membuat bisa menilai jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan yang
dilontarkan kepadanya, cara yang dipakai chatbot agar bisa mendapatkan jawaban
terbaik melalui keyword,
keywo ada beberapa teknologi lainnya yangg digunakan oleh
chatbot agar menghasilkan aplikasi yang tepat untuk memberikan informasi yaitu
machine learning, deep learning dan Natural language processing (NLP). Khusus
NLP,, ini adalah teknlogi yang cukup penting karena dengan NLP
NLP, chatbot bisa
memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami bahasa yang dipakai
didalam pertanyaan dan memberikan respon dengan bahasa yang sama
sama. Adapun
kelebihan dari chatbot ialah lebih cepat dalam beriteraksi dengan konsumen,
kemudahan untuk berbisnis sedangkan kekuranganya ialah mematikan peran
custumer service, dan tidak bisa menjawab seluruh keluhan.[5] Muchamad, I. F.
(2018).

27
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu, Jadwal dan Tempat Penelitian
1. Pelaksanaan waktu dan lokasi penelitian
Adapun waktu dan lokasi penelitian ini dilakukan adalah sebagai berikut:
Waktu : Agustus 2021 – Oktober 2021
Tempat : Jl. Marinir 3 No. 52 RT. 005 RW. 012
Kel. Perwira Kec. Bekasi Utara Kota Bekasi (17122)

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian


Sumber: dibuat sendiri

Tahun 2021
No Kegiatan Agustus September Oktober
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Observasi Lapangan
2 Pengumpulan Data
3 Penyusunan Materi
4 Penyusunan Teknis

3.2 Pendekatan Penelitian


Pendekatan penelitian merupakan rencana dan prosedur penelitian yang
meliputi langkah-langkah: dari asumsi-asumsi luas hingga metode terperinci
dalam pengumpulan, analisis, dan interpretasi data.[1]

3.2.1 Metode Penelitian yang Digunakan


Dalam melakukan penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental.
Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori
(theories) tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Variabel-
variabel ini diukur biasanya dengan instrumen-instrumen penelitian sehingga data
yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur
statistik. [1]

28
Sedangkan metode eksperimen, berusaha menentukan apakah suatu
treatment memengaruhi hasil sebuah penelitian.[1] Creswell (2014).
Dipilihnya jenis penelitian ini karena penulis menganggap jenis ini sangat
cocok dengan penelitian yang diangkat oleh penulis karena melakukan
pengembangan sebuah alat dan melakukan penelitian berupa ekseperimen
terhadap objek penelitian penulis.

3.3 Sumber Data


Sumber data pada penelitian ini adalah menggunakan Library research yang
merupakan cara mengumpulkan data dari beberapa buku, jurnal, skripsi, tesis
maupun literature lainnya seperti buku interaksi arduino, Esp32-cam dan Internet
of Thigs (IoT) yang membahas tentang mikrokoktroler dan interaksi antara
keduanya yang dapat dijadikan acuan pembahasan dalam masalah ini. Penelitian
ini keterkaitan pada sumber sumber data online atau internet ataupun hasil dari
penelitian sebelumnya sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya.

3.4 Metode Pengumpulan Data


3.4.1 Observasi
Studi lapangan (observasi) merupakan teknik pengumpulan data dengan
langsung terjun kelapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi secara
langsung di tempat kejadian secara sistematik kejadian-kejadian, perilaku, objek-
objek yang dilihat dan hal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian
yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan
langsung kelokasi-lokasi yang dianggap perlu dalam penelitian ini.
3.4.2 Studi Literatur
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literature, jurnal, paper dan
bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.

3.5 Instrumen Penelitian


Adapun instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian, yaitu:

29
3.5.1 Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji
terbagi menjadi beberapa bagian antara lain :
a. Mekanik :
1. Fiber / Akrilik ukuran 5mm
2. Lem Akrilik 70ml
3. Mesin Gerinda
4. Kikir
5. Amplass 1000
6. Spidol marker
7. Obeng kembang kecil
8. Spacer 1cm x12pcs
b. Elektronika
1. Breadboard
2. Multimeter Digital
3. Solder
4. Timah / Tenol
5. Esp32-cam
6. Serial Converter Module Esp32-cam
7. Adc ads1115
8. Sensor gas mq-2
9. Sensor api / flame sensor
10. Modul charger TP5100
11. Relay 9v
12. Resistor 1KΩ
13. Led
14. Stepdown LM2596
15. PCB
16. Adaptor 9v 2a
17. Baterai 4.2v x 2pcs
18. Jumper
19. Connector

30
c. Laptop LENOVO G480 dengan spesifikasi :
1. Prosesor / CPU Intel Core I3
2. Hard Disk 500GB
3. Memory / RAM 4GB
d. Handphone / Smartphone Android dengan spesifikasi :
1. Prosesor / Chipset Exynos 9611 (10nm) Octa-core
2. Phone Storage 128GB
3. Memory / RAM 6GB
3.5.2 Perangkat Lunak
Adapun perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai
berikut :
1. Sistem Operasi, Windows 7 Ultimate 64bit
2. Software Arduino IDE
3. Paint
4. Visio
5. Eagle
6. Telegram

3.6 Prinsip Kerja Sistem


Rancangan sistem pendeteksi kebakaran ini memiliki 2 buah input yang
berfungsi untuk mengetahui kondisi sekitar atau untuk sensing kondisi sekitar.
Sistem ini menggunakan 2 jenis sensor yang berbeda, pertama ialah sensor api dan
yang kedua adalah sensor gas Mq-2. sensor api merupakan sensor yang berfungsi
untuk mendeteksi adanya api sebagai tanda awal kebakaran yaitu dengan
memanfaatkan sistem kerja metode optik. Optik yang mengandung ultraviolet,
inframerah, atau pencitraan visual, jika telah terjadi reaksi terhadap api yang
cukup sering, maka akan terlihat emisi karbondioksida dan radiasi dari
inframerah, Begitu juga dengan sensor gas Mq-2 merupakan sensor yang
berfungsi untuk mendeteksi konsentrasi gas di udara serta asap. Sensor Mq-2
dapat mengukur konsentrasi gas mudah terbakar dari 300 sampai 10.000ppm (part
per million), hasil pengukuran terhadap gas tersebut ditampilkan pada Telegram.
Kemudian ketika gas terdeteksi melebihi set-poin yang telah ditentukan, maka

31
akan muncul peringatan “BAHAYA KEBAKARAN,, GAS TERDETEKSI” dan
ketika api terdeteksi melebihi set poin yang telah ditentukan, maka akan muncul
peringatan “BAHAYA KEBAKARAN, API TERDETEKSI” pada smartphone
sebagai suatu peringatan adanya potensi bahaya kebakaran. data yang
dimunculkan melalui jaringan internet dan ditampilkan secara real
real-time.

3.7 Perancangan Sistem


Perancangan sistem yang akan dilakukan adalah dengan membuat alur kerja
dari sistem pendeteksi kebakaran menggunakan diagram alir.

3. Flowchart sistem pendeteksi kebakaran


Gambar 3.1.
Sumber: dibuat sendiri

32
Pada gambar 3.1. flowchart sistem pendeteksi kebakaran memiliki
keterangan sebagai berikut:
Dimulai dari start kemudian inisialisasi input atau output dari sensor gas dan
juga sensor api lalu diproses oleh mikrokontroler Esp32-cam ketika terdeteksi gas
atau api maka akan mengirim notifikasi kepada Telegram, jika tidak terdeteksi gas
atau api maka proses kembali diulang oleh mikrokontroler Esp32-cam kemudian
ketika ada permintaan dari user maka mikrokontroler Esp32-cam akan
mengirimkan notifikasi keadaan secara real ke Telegram.

3.8 Perancangan Perangkat Keras (Hardware)

Gambar 3.2. Perancangan perangkat keras (hardware)


Sumber: dibuat sendiri

Pada gambar 3.2. merupakan perancangan perangkat keras dari sistem


pendeteksi dini terjadinya kebakaran, yaitu terdapat beberapa komponen
diantaranya mikrokontroller Esp32-cam, Adc ads1115, sensor Mq-2, dan sensor
api.
Keterangan :
 Line merah merupakan vcc atau tegangan (Positif) 3,3vdc-5vdc.
 Line hitam merupakan ground (Negatif).
 Line hijau dan biru merupakan sda dan scl.
 Line kuning merupakan input dari sensor Mq-2 dan sensor api.

33
Gambar 3.3. Board skematik Esp32-cam
Sumber: dibuat sendiri

Gambar 3.4. Board PCB Esp32-cam


Sumber: dibuat sendiri

34
Gambar 3.5. Rangkaian Skematik Mainboard
oard
Sumber: dibuat sendiri

Gambar 3.6. Board PCB Mainboard


Sumber: dibuat sendiri

3.9 Perancangan Perangkat Lunak (Software)


3.9.1 Perancangan antarmuka aplikasi Telegram
Untuk monitoring system pendeteksi kebakaran dan memberikan notifikasi
saat terjadinya kebakaran. Penulis memanfaatkan aplikasi yang sudah tersedia
pada “Playstore” android, dengan kata kunci“TELEGRAM”

35
Gambar 3.7.
3. Perancangan antarmuka aplikasi Telegram
Sumber: dibuat sendiri

3.9.2 Perancangan Sistem Program Arduino


Berikut ini merupan program dari sistem pendeteksi dini kebakaran

Gambar 3.8.
3. Perancangan sistem program Arduino
Sumber: dibuat sendiri

36
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
asil Perancangan Sistem
Berikut adalah hasil dari rancang bangun
bangun pendeteksi kebakaran dini, yang di
implementasikan dalam bentuk PCB dengan sistem plug and play
play, dengan
menggabungkan antara sensor, mikrokontroler
er dengan sistem lainya dalam
ada modul tersebut dirancang untuk memudahkan user dalam
bentuk modul. Pada
melakukan proses
es komunikasi data dan dirancang untuk tetap hidup pada saat
Supply listik PLN (adaptor)
( padam, dengan bantuan recovery baterai 18650
sebanyak 2 buah 1500mAH.
1500

Gambar 4.1. Hasil perancangan Sistem


Sumber: dibuat sendiri

37
Gambar 4.2. Hasil perancangan sistem keseluruhan
Sumber: dibuat sendiri
4.2 Pengujian Sistem
Pengujian sistem ini dilakukan setelah proses dari perancangan sistem ini
berhasil. Pengujian ini berguna untuk mengetahui akurasi sebuah instrumen yang
digunakan pada penelitian ini, pengujian tersebut berupa:

4.2.1 Pengujian Sensor Api dan Gas


Pengujian sensor api dan gas ini bertujuan untuk mengetahui range batas
minimal dan maksimal dari sensor tersebut untuk mendapatkan nilai yang akan
dijadikan sebagi logika dalam pengujian sensor untuk notifikasi ke Telegram
ketika ada terjadi kebakaran skala prototype.

38
NORMAL

SETELAH
ADA API
JARAK 30CM

Gambar 4.3.
4 Hasil pengujian sensor api
Sumber: dibuat sendiri

Berdasarkan gambar
ambar 4.3.
4.3 diketahui bahwa jarak maksimal yang diuji dari
sensor api adalah 30cm,
30 indoor) hal tersebut
dengan pengujian dalam ruangan (indoor
sesuai dengan spesifikasi datasheet modul tersebut dapat mendeteksi 00–30cm,
sehingga data didapatkan nilai ADC (Analog
Analog Digital Converter
Converter) dari ads1115
ketika tidak ada api sebesar ±23000 (data normal),, dan ketika ada api dalam
pengujian 30cm ±17000
000, Sehingga dapat disimpulkan bahwa sensor api aktif pada
nilai rendah (low).

39
Tabel 4.1. Pengujian sensor api
Sumber : dibuat sendiri
Sensor Api Keadaan
No. Nilai (ADC) Tegangan (VDC)
Normal Trigger
Analog Digital Converter Volt DC
1 23634 4.43 √
2 23543 4.41 √
3 23410 4.38 √
4 23315 4.37 √
5 23235 4.35 √
6 12542 2.35 √
7 12138 2.27 √
8 11957 2.24 √
9 11563 2.16 √
10 10976 2.05 √

Pada keadaan normal pengujian sensor api didapatkan nilai Adc: 23634
maka tegangan yang dihasilkan: 4.43vdc, ketika nilai Adc: 23543 maka tegangan
yang dihasilkan: 4.41vdc, ketika nilai adc: 23410 maka tegangan yang dihasilkan:
4.38vdc, ketika nilai Adc: 23315 maka tegangan yang dihasilkan: 4.38vdc, ketika
nilai Adc: 23235, maka tegangan yang dihasilkan: 4.35vdc dan pada saat sensor
api diberikan trigger didapatkan nilai Adc: 12542 maka tegangan yang dihasilkan:
2.35vdc, ketika nilai Adc: 12138 maka tegangan yang dihasilkan: 2.27vdc, ketika
nilai Adc: 11957 maka tegangan yang dihasilkan: 2.24vdc, ketika nilai Adc: 11563
maka tegangan yang dihasilkan: 2.16vdc, ketika nilai Adc: 10976 maka tegangan
yang dihasilkan: 2.05vdc. maka dapat simpulkan sensor api aktif pada tegangan
rendah (low).

40
NORMAL

SETELAH
ADA GAS
JARAK 5CM

Gambar 4.4. Hasil pengujian sensor gas


Sumber : dibuat sendiri

Berdasarkan gambar
ambar 4.4.
4.4 dalam pengujian sensor gas didapatkan bahwa
sensor jenis Mq-2 ini tidak memiliki jarak yang jauh untuk mendeteksi adanya gas
LPG, Metana dan
an lain sebagainya,
sebagainya sehingga pada pengujian ini jarak yang
300, dan hasil Adc
terdeteksi oleh sensor gas pada jarak 5cm didapatkan angka ±300,
maksimal yang diberikan
diberika sensor ini adalah ±18500, sehingga
ehingga dapat disimpulkan
bahwa sensor gas aktif pada nilai tinggi (high).

41
Tabel 4.2. Pengujian sensor gas
Sumber : dibuat sendiri
Sensor Gas Keadaan
No. Nilai (ADC) Tegangan (VDC)
Normal Trigger
Analog Digital Converter Volt DC
1 192 0.36 √
2 290 0.54 √
3 345 0.64 √
4 387 0.72 √
5 402 0.75 √
6 1020 1.91 √
7 1258 2.35 √
8 1569 2.94 √
9 1702 3.19 √
10 1830 3.43 √

Pada keadaan normal pengujian sensor gas didapatkan nilai Adc: 192 maka
tegangan yang dihasilkan: 0.36vdc, ketika nilai Adc: 290 maka tegangan yang
dihasilkan: 0.54vdc, ketika nilai Adc: 345 maka tegangan yang dihasilkan:
0.64vdc, ketika nilai Adc: 387 maka tegangan yang dihasilkan: 0.72vdc, ketika
nilai Adc: 402, maka tegangan yang dihasilkan: 0.75vdc dan pada saat sensor gas
diberikan trigger didapatkan nilai Adc: 1020 maka tegangan yang dihasilkan:
1.91vdc, ketika nilai Adc: 1258 maka tegangan yang dihasilkan: 2.35vdc, ketika
nilai Adc: 1569 maka tegangan yang dihasilkan: 2.94vdc, ketika nilai Adc: 1702
maka tegangan yang dihasilkan: 3.19vdc, ketika nilai Adc: 1830 maka tegangan
yang dihasilkan: 3.43vdc. maka dapat simpulkan sensor gas aktif pada tegangan
tinggi (high).

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data yang keluar dari nilai Adc
sensor api dan gas bisa dijadikan logika untuk notifikasi ke Telegram ketika
terjadinya kebakaran dan kebocoran gas pada skala prototype yang di-trigger oleh
korek api/gas dengan logika sebagai berikut:

42
Gambar 4.5. Logika notifikasi Telegram
Sumber : dibuat sendiri
4.2.2 Pengujian Telegram
Dalam pengujian kali ini adalah pengujian interface (otomatis ketika sensor
terdeteksi dan manual jika diminta) dari telegram user (smartphone
martphone) ke server
elegram ini sistem sudah berbasis IoT yang bisa
telegram, dan dengan Telegram
dikendalikan jarak jauh, antar wilayah, kota,, pulau dan lain sebagainya, karena
sudah berkomunikasi dengan server melalui API telegram
elegram yang dibuat pada
BotFather Telegram.
.

43
Gambar 4.6. Pengujian Telegram
Sumber : dibuat sendiri

Pada gambar 4.6 merupakan topologi dari sistem yang dibuat, dimana user
melakukan request kepada Telegram untuk menampilkan command menu yang
dibuat untuk melakukan request data, sehingga dari server Telegram disampaikan
kepada client Esp32-cam untuk mengirimkan command yang di buat dalam
algoritma koding sistem, begitupun sebaliknya secara asynchronous sesuai
dengan kondisi yang terjadi. berikut ini merupakan pengujian waktu saat
melakukan request ke Telegram, dan respon dari Telegram pada saat melakukan
pengujian.

44
Gambar 4.7. Bencmark request data Adc
Sumber : dibuat sendiri

4. dapat dilihat bahwa waktu saat melakukan request data


Pada gambar 4.7.
ke server Telegram
m dari client Esp32-cam sangat cepat dengan waktu ±
±1065ms
(milli seconds)) yang di benchmark dalam fungsi millis yang terdapat dalam sistem
Arduino, dan untuk response dari server Telegram kepada user sekitar ±
±3851ms.

45
4 Bencmark send notif Telegram dengan capture
Gambar 4.8.
Sumber : dibuat sendiri

Pada gambar 4.8.


4.8 merupakan pengujian ketika sensor api maupun gas
terdeteksi berdasarkan
rdasarkan logika yang dibuat maka akan mengirimkan notifikasi
Telegram ke user dengan dilengkapi capture camera pada saat kondisi real, tetapi
response sedikit lambat sekitar ±9336ms
± karena adanya pengiriman data gambar
per-bit. Sehingga
ehingga dalam pengujian bencahmark data yang ditunjukan oleh gambar
4.7. dan 4.8. mempengaruhi
mempengaru pembacaan sensor api dan gas,, dari hasil pengujian
didapatkan kesimpulan pada saat kondisi normal tidak ada request dari user
pembacaan sensor sekitar ±1000–3500ms
±1000 mengikuti kekuatan signal jaringan, dan
ketika ada notif dari client Esp32-cam sekitar ±7000–10000ms
10000ms mengikuti
kekuatan signal jaringan,
jaringan dan data gambar yang dimuat sema
semakin bagus
pencahayaan maka gambar semakin baik yang dikirim ke Telegram.
elegram. Berikut ini
merupakan hasil tangkapan kamera dari hasil uji coba sensor api dan sensor gas
yg di tunjukan pada gambar dibawah ini.

46
Gambar 4.9. Hasil tangkapan kamera uji coba sensor api
Sumber : dibuat sendiri

Gambar 4.10. Hasil tangkapan kamera uji coba sensor gas


Sumber : dibuat sendiri

47
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
1. Telah berhasil dirancang sebuah prototype rancang bangun sistem
monitoring pendeteksi dini terjadinya kebakaran pada rumah tangga
menggunakan mikrokontroler Esp32-cam dan aplikasi Telegram berbasis
IoT.
2. Jarak maksimal yang diuji dari sensor api adalah 30cm, dengan pengujian
dalam ruangan (indoor) hal tersebut sesuai dengan spesifikasi datasheet
modul tersebut yang dapat mendeteksi 0–30cm, didapatkan nilai Adc
(Analog Digital Converter) dari ads1115 ketika tidak ada api sebesar
±23000, dan ketika ada api dalam pengujian 30cm ±17000, sensor api aktif
pada nilai rendah (low).
3. Sensor jenis Mq-2 tidak memiliki jarak yang jauh untuk mendeteksi adanya
gas LPG, Metana dan lain sebagainya, sehingga pada pengujian ini jarak
yang terdeteksi oleh sensor gas pada jarak 5cm didapatkan nilai ADC
(Analog Digital Converter) ±300, dan hasil Adc maksimal yang diberikan
sensor ini adalah ±18500, sensor gas aktif pada nilai tinggi (high).
4. Kecepatan pembacaan sensor api dan gas sangat di pengaruhi oleh signal
jaringan Internet, pada saat melakukan request data ke server Telegram dari
client Esp32-cam sangat cepat dengan waktu ±1065ms, dan untuk response
dari server Telegram kepada user sekitar ±3851ms, pengujian ketika sensor
api maupun gas terdeteksi berdasarkan logika yang dibuat maka akan
mengirimkan notifikasi Telegram ke user dengan dilengkapi capture
camera pada kondisi real, tetapi response sedikit lambat sekitar ±9336ms
karena adanya pengiriman data gambar per-bit, data gambar yang dimuat
semakin bagus pencahayaan maka gambar semakin baik yang dikirim ke
Telegram.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dicapai
sebagai berikut:

48
1. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan pengunaan sensor-sensor lain
yang memiliki spesifikasi lebih tinggi agar hasil yang diperoleh lebih akurat
dan efisien.
2. Rancang bangun ini dapat dikembangkan untuk diaplikasikan ke ruangan
yang lainnya, misalkan untuk apartemen, hotel dan lain sebagainya.
3. Untuk penelitian selanjutnya bisa menambahkan alat pemadam api seperti
terhubung dengan pompa air.
4. Untuk penelitian selanjutnya bisa dikembangkan menggunakan aplikasi
interface lainnya yang lebih canggih dan modern.

49
DAFTAR PUSTAKA
[1]. Creswell, J.W. (2014). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif,
Kuantitatif, dan Campuran. Edisi ke-empat. (A. Fawaid & R.K. Pancasari,
Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Belajar
[2]. Ferrari Isputra,Radian dan Hardana (2019). Membuat Aplikasi IoT (Internet of
Things). Edisi ke-satu. Yogyakarta: Lokomedia
[3]. Kastawa, A.G.P. (2014). Purwarupa Fire Detector berbasis Arduino Uno
dengan integrasi Website. (Tugas akhir Diploma, Universitas Gadjah Mada,
2014). Diakses pada 20 Juni 2021, dari
[Link] system of fire detector
based on the arduino uno with integrated website.
[4]. [Link]. (2020). Pengertian kebakaran, konsep, penyebab,
bahaya dan dampak kebakaran. Diakses pada 21 Juni 2021, dari
[Link] kebakaran, konsep, penyebab,
bahaya dan dampak kebakaran.
[5]. Muchamad, I. F. (2018). Sistem kendali lampu rumah melalui Bot Telegram
dengan berbasis Internet of Things. (Skripsi, Sekolah Tinggi Teknologi
Pelita Bangsa, 2018). Diakses pada 22 Agustus 2021, dari
[Link] kendali lampu rumah melalui bot
telegram dengan berbasis internet of things.
[6]. Nisa, K. (2019). Jumlah kejadian kebakaran dan bangunan yang terdampak
di dki jakarta. Diakses pada 22 Juli 2021, dari
[Link]
yang-terdampak-di-dki-jakarta/.
[7]. Noviana, A.P. (2018). Prototype sistem pendeteksi kebakaran gedung
menggunakan metode IoT (Internet of Things) berbasis NodeMCU. (Skripsi,
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2018). Diakses pada 20
Juli 2021, dari [Link] system of
fire detector based on the arduino uno with integrated website.
[8]. Rian A.F. (2019). Pendeteksi kebocoran gas menggunakan sensor Mq-2
berbasis Arduino Uno. Jumantaka Vol 3 No 1. Diakses pada 23 Maret 2021,
dari [Link]

50
[9]. Saptaji (2016). Menangani sensor api (flame detector) dengan Arduino.
Diakses pada 23 Juli 2021, dari [Link]
sensor api flame detector dengan arduino/.
[10]. Sasmoko, D dkk. (2017). Rancang bangun sistem pendeteksi kebakaran
berbasis IoT dan sms gateway menggunakan Arduino. Jurnal Simetris, Vol 8
No 2. Diakses pada 23 Agustus 2021 dari
[Link] rancang bangun
sistem pendeteksi kebakaran berbasis IoT dan sms gateway menggunakan
arduino.
[11]. Shidiq, M. (2018). Pengertian Internet of Things (IoT). Diakses pada 21
Agustus 2021, dari [Link]
Internet of Things (IoT).

51
LAMPIRAN
// LIBRARY WIFI DAN TELEGRAM
#include <WiFi.h>
#include <WiFiClientSecure.h>
#include <UniversalTelegramBot.h> // lib. telegram

// LIBRARY ESP32CAM
#include "esp_camera.h"

// LIBRARY I2C WIRE DAN ADS


#include <Wire.h>
#include <Adafruit_ADS1015.h> // lib ads

Adafruit_ADS1115 ads(0x4A);// (0x4A) alamat i2c ads

// CONFIGURASI SSID, PASS, ID DAN API


const char* ssid = "YM`Respect"; // SESUAIKAN
const char* pass = "soep2288";// SESUAIKAN
String deff_id = "1515655066";// SESUAIKAN
String API = "2143684424:AAEnnrKNreulemGgZs3VkjXA6TobhYIT4D8";// SESUAIKAN

// PEMANGGILAN VARIABLE SETUP KONEKSI


WiFiClientSecure client;
UniversalTelegramBot bot(API, client);

// BENCMARK DATA
uint16_t mtbs = 1000; // uint16_t == int
uint32_t last_time, cek_time; // uint32_t == unsigned long
uint32_t tm, result = 0; // tm == time
uint32_t tm2, result2 = 0;
uint32_t tm3, result3 = 0;
uint32_t tm4, result4 = 0;

// VARIABLE ESP32CAM (pemanggilan nilai data memory gambar)


camera_fb_t * fb; // pemanggilan variable data library
uint8_t* fb_buffer;
size_t fb_length;
uint32_t new_byte;

// VARIABLE PIN DAN NILAI AWAL SENSOR


const int led = 4;
const int buzz = 2;

int16_t val_api, val_gas; // penentuan nilai awal gas dan api

// PIN I2C
#define I2C_SDA 14
#define I2C_SCL 15

// PIN ESP32CAM
#define PWDN_GPIO_NUM 32
#define RESET_GPIO_NUM -1
#define XCLK_GPIO_NUM 0
#define SIOD_GPIO_NUM 26
#define SIOC_GPIO_NUM 27
#define Y9_GPIO_NUM 35
#define Y8_GPIO_NUM 34
#define Y7_GPIO_NUM 39
#define Y6_GPIO_NUM 36
#define Y5_GPIO_NUM 21
#define Y4_GPIO_NUM 19
#define Y3_GPIO_NUM 18
#define Y2_GPIO_NUM 5
#define VSYNC_GPIO_NUM 25
#define HREF_GPIO_NUM 23
#define PCLK_GPIO_NUM 22

// FUNGSI DATA
bool len_data()
{
return (fb_length - new_byte); // mengembalikan (menampilkan nilai panjang data gambar)
}
uint8_t idx()// index (urutan)
{
new_byte++;
return (fb_buffer[new_byte - 1]);
}
// FUNSGI TANGKAP PESAN TELEGRAM
void get_msg (uint8_t num_msg) // ambil pesan
{
[Link]("Pesan : ");
for (uint8_t a = 0; a < num_msg; a++)// looping semua data yang masuk (pesan)
{

/*
String type data yang menampung gabungan karakter hurup/angka

int == uint16_t (menampung nilai [Link]) **2000


uint32_t == unsigned long ([Link] nilai lebih besr **16000

String >(text = variable)


*/
String text = [Link][a].text; // text data
String chat_id = [Link][a].chat_id;
String t_name = [Link][a].from_name;
[Link](text);

if (chat_id != deff_id)// jika id dari telegram tidak sama dengan default id


{
[Link](chat_id, "ID User tidak terdaftar", "");
}
else
{
// COMMAND CONTROL DARI TELERGAM USER

if (text == (F("/start"))) // jika pesan


{
String pesan = "SELAMAT DATANG DI YUSUP MAULANA_BOT.\n\n";
pesan += "/capture => capture kondisi\n";
pesan += "/cek_data => kirim data ADC \n";
pesan += "/cek_user => kirim data User \n";
[Link](chat_id, pesan, "");// kirim *pesan ke telegram
}

if (text == (F("/capture")))
{
tm3 = millis();
Capture(chat_id, "Hasil Photo");
[Link]("---------------------------");
[Link]("Benchmark Request Telegram (Capture) : ");
result3 = millis() - tm3;
[Link](result3);
[Link](" ms");
[Link]("---------------------------");
}

if (text == (F("/cek_data")))
{
String data = "HALLO YUSUP MAULANA.\n\n";
data += "HASIL MONITORING :\n";
data += "ADC Sensor Api : ";
data += val_api;
data += "\n";
data += "ADC Sensor Gas : ";
data += val_gas;
data += "\n";
tm2 = millis();
[Link](chat_id, data, "");
[Link]("---------------------------");
[Link]("Benchmark Request Telegram (Data ADC) : ");
result2 = millis() - tm2;
[Link](result2);
[Link](" ms");
[Link]("---------------------------");
}

if (text == (F("/cek_user")))
{
String data = "HALLO YUSUP MAULANA_BOT.\n\n";
data += "DATA USER ANDA :\n";
data += "ID: ";
data += chat_id;
data += "\n";
data += "Nama: ";
data += t_name + " Maulana";
data += "\n";
[Link](chat_id, data, "");
}
}
}
}
void setup()
{
// SETUP DAN CONFIG DATA
//pemaggilan data I2c, Serial, Ads, Camera
[Link](I2C_SDA, I2C_SCL);

[Link]();
[Link](115200);

pinMode(led, OUTPUT); // pin output led


pinMode(buzz, OUTPUT); // pin output buzzer

//configurasi PIN ESP32cam


camera_config_t config;
config.ledc_channel = LEDC_CHANNEL_0;
config.ledc_timer = LEDC_TIMER_0;
config.pin_d0 = Y2_GPIO_NUM;
config.pin_d1 = Y3_GPIO_NUM;
config.pin_d2 = Y4_GPIO_NUM;
config.pin_d3 = Y5_GPIO_NUM;
config.pin_d4 = Y6_GPIO_NUM;
config.pin_d5 = Y7_GPIO_NUM;
config.pin_d6 = Y8_GPIO_NUM;
config.pin_d7 = Y9_GPIO_NUM;
config.pin_xclk = XCLK_GPIO_NUM;
config.pin_pclk = PCLK_GPIO_NUM;
config.pin_vsync = VSYNC_GPIO_NUM;
config.pin_href = HREF_GPIO_NUM;
config.pin_sscb_sda = SIOD_GPIO_NUM;
config.pin_sscb_scl = SIOC_GPIO_NUM;
config.pin_pwdn = PWDN_GPIO_NUM;
config.pin_reset = RESET_GPIO_NUM;
config.xclk_freq_hz = 20000000;
config.pixel_format = PIXFORMAT_JPEG;

if (psramFound())// jika ram ESP32cam ditemukan


{
config.frame_size = FRAMESIZE_UXGA;// resolusi tinggi
config.jpeg_quality = 10;
config.fb_count = 1; // Trying to reduce memory use
}
else
{
config.frame_size = FRAMESIZE_SVGA;
config.jpeg_quality = 12;
config.fb_count = 1;
}

esp_err_t gagal = esp_camera_init(&config);// intruksi pemanggilan data jika error

if (gagal != ESP_OK)// jika error/gagal


{
[Link]("Camera init failed with error 0x%x", gagal);
return;
}
// maka jika bagus setting kualitas kamera resolusi HIGH
sensor_t * s = esp_camera_sensor_get();
s->set_framesize(s, FRAMESIZE_XGA);

[Link]("Connecting Wifi: ");


[Link](ssid);
[Link](WIFI_STA);
[Link](ssid, pass);

[Link](TELEGRAM_CERTIFICATE_ROOT);

while ([Link]() != WL_CONNECTED)


{
[Link](".");
delay(500);
}

// KETIKA TERKONEKSI BUZZER BUNYI 3X


for (byte a = 0; a <= 3; a++)
{
digitalWrite(buzz, HIGH);
delay(250);
digitalWrite(buzz, LOW);
delay(250);
}

[Link]("");
[Link]("WiFi connected");
[Link]("IP address: ");
[Link]([Link]());
}

// FUNSGI CAPTURE
void Capture(String chat_id, String pesan)
{
digitalWrite(led, HIGH);
delay(100);
digitalWrite(led, LOW);
delay(50);
digitalWrite(led, HIGH);
delay(250);
digitalWrite(led, LOW);

camera_fb_t * fb = NULL;
fb = esp_camera_fb_get();
new_byte = 0;

//hitung memory data gambar


fb_length = fb->len;
fb_buffer = fb->buf;

[Link](deff_id, pesan, "");// send pesan


[Link](chat_id, "image/jpeg", fb->len, len_data, idx, nullptr, nullptr);// send gambar
esp_camera_fb_return(fb);

//kosongkan memory gambar


fb_length = NULL;
fb_buffer = NULL;
}

void loop()
{

if ([Link]() == WL_CONNECTED)
{
val_api = ads.readADC_SingleEnded(0);//A0
val_gas = ads.readADC_SingleEnded(1);//A1

[Link]("SENSOR API = " + String (val_api));


[Link]("SENSOR GAS = " + String (val_gas));
// LOGIKA NOTIFIKASI KE TELEGRAM

if (val_api > 0 && val_api < 20000) // BISA DIRUBAH SESUAI DATA
{
digitalWrite(buzz, HIGH);
tm4 = millis();
Capture(deff_id, "KEBAKARAN DINI, API TERDETEKSI");
[Link]("---------------------------");
[Link]("Benchmark Request Telegram (Notif Sensor) : ");
result4 = millis() - tm4;
[Link](result4);
[Link](" ms");
[Link]("---------------------------");
digitalWrite(buzz, LOW);
}
if (val_gas > 0 && val_gas > 15000) // BISA DIRUBAH SESUAI DATA
{
digitalWrite(buzz, HIGH);
Capture(deff_id, "KEBAKARAN DINI, GAS TERDETEKSI");
digitalWrite(buzz, LOW);
}

// BACA RESPONSE TELEGRAM


if (millis() >= last_time + mtbs)
{
uint8_t new_msg = [Link](bot.last_message_received + 1);
while (new_msg)
{
[Link]("Get Response:");
get_msg(new_msg);
tm = millis();
new_msg = [Link](bot.last_message_received + 1);
[Link]("---------------------------");
[Link]("Benchmark Response Telegram : ");
result = millis() - tm;
[Link](result);
[Link](" ms");
[Link]("---------------------------");
}
last_time = millis();
}
}

else
{
// JIKA TIDAK TERHUBUNG BUZZER AKAN TERUS BUNYI selama 10x dan esp32cam akan
reset
for (byte a = 0; a < 10; a++)
{
digitalWrite(buzz, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(buzz, LOW);
delay(1000);
}
[Link]();// esp32cam reset
}
}

Anda mungkin juga menyukai