100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
54 tayangan68 halaman

Panduan Pembuatan Grid File dan Output

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut memberikan instruksi tentang pembuatan file grid, table, triangle, section, perhitungan volume terbongkar, pembuatan strip design, dan pembuatan expression untuk perhitungan volume. 2. Langkah-langkah pembuatan mencakup pengaturan nilai, nama, ukuran sel, dan batasan pada pembuatan grid dan table serta opsi-opsi pada pembuatan triangle, section, dan strip design. 3. Dokumen tersebut jug

Diunggah oleh

mu afi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
54 tayangan68 halaman

Panduan Pembuatan Grid File dan Output

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut memberikan instruksi tentang pembuatan file grid, table, triangle, section, perhitungan volume terbongkar, pembuatan strip design, dan pembuatan expression untuk perhitungan volume. 2. Langkah-langkah pembuatan mencakup pengaturan nilai, nama, ukuran sel, dan batasan pada pembuatan grid dan table serta opsi-opsi pada pembuatan triangle, section, dan strip design. 3. Dokumen tersebut jug

Diunggah oleh

mu afi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pembuatan output grid file :

- untuk pembuatan sebaiknya untuk value tidak diisi sehingga dapat menampung
value berikutnya. Batas value pada grid file sampai 200, akan tetapi lebih baik
hanya sampai 100. Pengisian value dilakukan pada pembuatan grid dari model.
untuk pembuatan nama spec sebaiknya diisikan dengan nama cell sizenya sehingga dapat
diketahui berapa besar cell sizenya. Sedangkan untuk maximum number of value at grid
node sebaiknya diisi dengan 100 untuk membatasi jumlah grid node karena bila tidak
defaultnya adalah 200.
untuk value diisi secara manual sehingga value dapat menampung banyak
- untuk mengimport data dapat dilakukan pada menu ME, pada proses
pengimportan folder design haruslah terbuka. Kemudian jalankan perintah import
dan pilihlah extention yang sesuai dengan file anda.

- untuk mengexport file yang ada didalam mincom dapat dilakukan dengan cara
yang sama dengan mengimport hanya perintah yang digunakan adalah export.
- untuk menampilkan output grafis dari grid dapat dilakukan dengan jalan
mengkontur grid yang dijalankan dari menu grafis
- untuk memilih segment yang ada berdasarkan keseragamannya digunakan setting
 selection sets  manager. Misal dalam pemilihan ada segmen line dan point
dan akan dipilih point saja.
- untuk menampilkan tampilan outpun grafis missal topo dalam bentuk pewarnaan
berdasarkan ketinggian (elevasi) dapat digunakan menu grafik  mesh  grid
(missal yang akan ditampilkan dari output grid)
 mesh interval : diisikan untuk pembagian pewarnaan pada tiap berapa ketinggian
 frequency east / north : diisikan untuk kenaikan berapa east or north. Misal 1000
maka nenaikan east or north akan naik tiap 1000
- pengaturan tampilan ketinggian easting dan northing dapat dilakukan pada setting
 view  view setting manager.

 untuk merubah tampilan grafis yang dirubah pada exaggeration x untuk niai x y
untuk y z untuk nilai z tergantung tampilan apa yang akan dirubah.
 Background untuk merubah tampilan layar saja.

- Pembuatan table
 dilakukan pada ME (minescape explorer) pd kolom table  generic  create.
 untuk type pada pembuatan table hanya digunakan jenis string ( untuk huruf) dan
numeric (untuk angka)
 constant buffer size diisikan untuk pembaca pada baris berapa akan dimulai missal
2 maka pembacaan dimulai pada baris kedua karena data angka dibaca pada baris
kedua.
 setelah table selesai dibuat maka data harus diimportkan ke dalam table yang telah
selesai dibuat
 Perbedaan fixed diisi no or yes adalah pada pengisian start dan length/token
apabila diisikan yes maka pembacaan start dan length berdasarkan jumlah
karakternya. Apabila no maka diisikan tempat data tsb berada pada kolom berapa
 Dengan menggunakan fixed maka start diisikan no dimana karakter tersebut
berada.
untuk membantu penentuan letak karater (start) dapat digunakan cara sebagai berikut
yaitu penambahan angka bantu. Untuk length diisikan berapa karakter yang akan
dimasukkan

- Pembuatan triangle

 dari model  triangle  pilih sesuai tempat design


 pada option pembuatan triangle boleh diisi boleh tidak
 convexity : jarak pembacaan yang terakhir dengan range 1 – 10. untuk nilainya
sebaiknya 5.
 untuk boundary polygon bisa diisikan apabila dikehendaki boundary polygon
dibuat secara otomatis. Akan tetapi seringkali tidak sesuai alahkah baiknya dibuat
secara manual.
- Pembuatan section
 section dari surface (yang dibuat dari triangle)

 untuk nilai x boleh dikasih dengan niali 0


 untuk mempermudah mendapatkan nilai y dapat dilakukan sbb:

1. pada y origin klik kanan tahan kemudian pilih fill down

2. selanjutnya pilihlah menu generate untuk menghitung jumlah yang sesuai


3. pada menu name type
constant : untuk penempatan yang sama
counter : untuk menghitung berapa jarak yang sesuai
4. untuk value diisikan jumlah angka yang diperkirakan dapat memenuhi jarak
y origin, sedangkan step diisikan jarak antar section tsb akan dibuat

- Perhitungan Volume yang terbongkar tanpa memperhatikan jumlah


batubara (hanya berdasarkan berapa total volume yang terbongkar)
 untuk perhitungan ini dapat digunakan menu:
reserve  triangle cut and fill
 input poligon: diisikan design yang akan dihitung volnya.
 Polygon nama: bisa dari poly3d maupun dari polygon biasa yang dengan
menggunakan pick dari elemen ID (klik kanan tahan)
 Input triangle : diisikan top dan bottom dari yang akan dihitung
 Untuk hasil dapat dilihat di output  view.

- PLOTING
 untuk gds  file mincom dgn ext hbgl
 untuk file  dpt dibuka di pro lain dgn ext emf

- OPEN CUT COAL -

- Pembutan strip design


 buat garis yang membatasi daerah yang akan dihitung

 potong garis yang melewati batas dengan set to boundary


 kurangi vertex yang ada bila dirasa vertex yang ada terlalu banyak

 convert daerah yang telah dibatasi menjadi polygon


 pembuatan better block dilakukan dengan menggunakan tag segment
 rubah beter block menjadi solids melalui project solid
 untuk option lebih baik dikosongkan
 pada pit project rules --> create untuk menentukan batas batasnya
 pada block name klik kanan lalu pick pada polygon better block
 pada name construction type
 constant isikan value hal ini akan ditampilkan dengan merubah nama
depan
exp: wae_…
 strip_polygon bila value diisikan akan memberikan nama mulai tempat
caracter yang diisikan
exp : value 567 maka hasilnya akan 1234_bb
 hasil dari generate solid akan seperti dibawah
setelah selesai solid dibuat lanjutkan ke perhitungan reserve  sample  solid
 pembuatan strip lewat generate strips
 counter : menunjukkan jumlah angka yang terkandung. Puluhan atau ratusan.
Karena yang digunakan adalah puluhan maka diisi 01
 strip mode : untuk memunculkan strip mode maka polygon harus dionkan. Untuk
isinya disesuaikan dengan kebutuhan
 Average : jarak antar strip yang diinginkan
 Prefik : awalan huruf yang ingin ditampilkan karena yg dibuat strip maka kasih S
 Increment : kenaikan keterangan tiap tampilan.
 Untuk polygon yang akan dihitung arah vertex karus searah jarum jam.
 start strip : biasanya diisikan dengan lw yang max nilai lw =30
 interior strips : diisikan dengan hw
 end strip : diisikan dengan hw
 start endwall : biasanya diisikan dengan sw
 finish endwall : biasanya diisikan dengan sw
 pembuatan block melalui generate strips

 prefix : karena yang dibuat blok maka diisikan B


 interior strips : diisikan vertical karena akan dibuat secara vertical
 start strip : biasanya diisikan dengan hw
 end strip : diisikan dengan sw
 start enwall : biasanya diisikan dengan lw
 finish endwall : biasanya diisikan dengan hw
 untuk menggabungkan 2 buah strip digunakan merge strips. Kemudian hapus
yang aslinya.
- mengabungkan 2 buah strip
 penggabungan ini menggunakan strip intersection yaitu block sebelah kiri strip
sebelah kanan

 untuk template isikan dengan nama file yg disimpan dengan menambahkan tanda
. Exp : b*
 constant : valuenya merupakan nama depan dari anotasi yang akan dihasilkan.
 Primary block : valuenya menunjukkan berapa karacter yang digunakan
Exp : 123 menunjukkan digunakan 3 karakter
 secondary block : valuenya menunjukkan berapa karacter yang digunakan pada
secondary block
Exp : 1234 menunjukkan akan digunakan 4 karakter.
 untuk mengurangi jumlah blok yang terlalu kecil maka harus dilakukan merge
strip atau menggunakan user comment  bbmerge.
 Untuk menggabungkan 2 buah intersec yang tujuannya melanjutkan perhitungan
maka hw atau batas kanan atau kiri (tergantung sebelah mana yang akan
digabung) harus dirubah menjadi vertical.
- Pembuatan solid dari hasil intersec

 untuk nama outout usahakan jangan sama. Untuk tamplate isikan nama better
block yang akan disolid dan jangan lupa akhir dgn tanda * untuk memudahkan
pemilihan.
 Kemudian lakukan pengeditan untuk menyakinkan betul tidaknya yang dipilih.
 Perhitungan reserve

 input solid : dibuatkan nama yang baru, dan tampletnya diisikan nama solid yang
telah dibuat jgn lupa tanda* untuk memudahkan pencarian
 sample type: ada dua macam yaitu point dan area
 point dng sample density 100 maka artinya dalam 1 block akan dibuat 100
point
 area dgn sample density 100 artinya dalam 1 block akan dihitung dgn luar
area masing2 100.
 Accumulate : digunakan apabila tidak akan mengalami perhitungan
mineable.
 Use centroid : lebih baik digunakan untuk memperoleh perhitungan yang
optimis.
 Design file dan layer digunakan untuk melihat model perhitungan yang
digunakan.
 Untuk control perhitungan sebaiknya disamakan dengan exel yang ada.
 selection expression digunakan untuk membatasi berapa ketebalan coal yang akan
di hitung
exp : contoh expression  minthick(‘a’)>=0.5
minthick(‘a’)>=0.6 etc
 bench defin : digunakan apabila diinginkan perhitungan per bench.
 quality : diisikan quality yang akan dihitung
 setelah dilakukan perhitungan reserve maka harus dilakukan reformat untuk dapat
diedit di ms_exel
 standart reporting untuk ms exeel
 urutan reformat unruk quality
 PEMBUATAN EXPRESSION UNTUK PERHITUNGAN VOLUME
 expression untuk total waste

 Untuk expression harus disesuaikan dengan nama seam yang ada, sama dgn yang
ada di table reformat.
 Apabila terdapat parting maka harus dimasukkan partingnya.
Exp : A_intervolume+A_overvolume+A_partvolume+~
> SR expression
 table reformat yang sudah dibuat dilakukan pengeditan

 pengeditan lewat edit  columns  add


 untuk column length bisa diisikan apabila sudah diketahui berapa jumlahnya.
 Initialization : merupakan nama nari expression dengan format 
-f [Link]  exp –f tot_waste.mxl
 hasil editing table
 setelah reformat selesai kemudian diexport ke format exel (.csv)

 setelah jadi dalam format exel lakukan pengeditan sampai didaptkan resgrap yang
telah diedit. Kemudian simpan dalam file kembali dlm ext csv lalu rubah csv
menjadi ext .dat  setelah selesai buat table dlm mincom yang akan digunakan
untuk menampung data resgrap.
 setelah table jadi importkan data resgrap kedalam table. Ada 2 cara
mengimportkan data.
 untuk memasukkan table resgrap yang telah dibuat kedalam design gunakan Me
 action  prosess
 reserve table file : diisikan nama table yang sudah dibuat.
 Block type : diisikan bentuk block yang diinginkan.
 Block name coloum : isikan nama dari table yang sama dengan solid yang telah
dibuat.
 Surface type : tempat grafis diletakkan
 Columns to display : diisikan nama colomns yang akan ditampilkan.
 Decimals : berapa desimal dalam tampilan.
 Fill colour : nama colour yang ada di dalm table --> dari format exel
- METODE PERHITUNGAN RESERVES

~ SOLID RESERVES
~ MINING RESERVES
~ ACCUMULATE
~ REFORMAT RESERVES

 MINING RESERVES

 Untuk pembuatan mining reserve untuk tanda accumulate tidak dicentang


 kemudian dilanjutkan ketahap evaluate sample --> mining reserves
 Input : berisikan data hasil perhitungan reserve solid tanpa accumulate.
 Output : berisikan nama table dimana mining reserves ditempatkan
 Loss : berisikan besarnya losses yang ada
 Loss type : merupakan type losses yang ada bisa berupa think atau percent
 Quality basic to output : asal dari losses bisa insitu, rom, maupun product
 Rom moisture value : diisikan bearapa percent loss yang ada
 Product moisture value : diisikan berapa percent loss yang ada dari product
 setelah process mining reserves selesai lakukan accumulate
 setelah accumulate selesai lakukan reformat block
 pada table hasil reformat harus ditambahkan 4 tabel baru.
 tot_rrmass
 tot_loss
 tot_waste
 sr_i_rr
dimana harus dibuat mxl file nya dulu.
 cara pemasukan table sama seperti yang lama dengan pemanggilan file mxl.
-f [Link]

Anda mungkin juga menyukai