BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Monitoring
Monitoring merupakan suatu kegiatan mengamati secara seksama suatu
keadaan atau kondisi, termasuk juga perilaku atau kegiatan tertentu, dengan
tujuan agar semua data masukan atau informasi yang diperoleh dari hasil
pengamatan tersebut dapat menjadi landasan dalam mengambil keputusan
tindakan selanjutnya yang diperlukan. Tindakan yang diperlukan, jika hasil
pengamatan menunjukkan adanya hal atau kondisi yang tidak sesuai dengan
yang direncanakan semula. Monitoring bertujuan untuk mengamati atau
mengetahui perkembangan dan kemajuan, identifikasi dan permasalahan
serta antisipasinya atau upaya pemecahannya. (Mulyono, 2017: 19).
Monitoring adalah salah satu fungsi manajemen yang sangat berarti
dalam dinamika, perkembangan dan pencapaian suatu tujuan organisasi agar
dapat berjalan lancar, sehingga banyak para ahli manajemen mempunyai
pandangan tersendiri terhadap pengawasan. Monitoring memiliki peranan
yang sangat penting untuk menjamin terwujudnya efektivitas dan efisien
kerja serta pencapaian hasil kinerja dalam suatu organisasi dengan maksud
untuk mencegah kebocoran dan pemborosan dalam menggunakan waktu,
dana, dan sarana sehingga seluruh kegiatan organisasi dapat terlaksana
secara efektif dan efisien. Tugas daerah yaitu melakukan pengawasan agar
apa yang direncanakan sesuai dengan tujuan suatu organisasi (Fadli, 2017:
150).
Pelaksanaan monitoring yang baik dapat menunjang tingkat kinerja yang
memimpin sebagai pengawas dan para pegawai untuk diawasi. Fungsi
pengawasan dapat memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap tugas
dan tanggung jawabnya. Proses monitoring merupakan salah satu tugas
terpenting yang harus dilakukan dalam memanajemen suatu projek. Semua
anggota tim yang menjalankan projek tersebut harus mengetahui setiap
pencapaian yang terjadi nantinya akan dibandingkan dengan rencana awal
10
yang telah dibuat sebelumnya. Monitoring tidaklah lengkap ketika tanpa
adanya evaluasi, karena monitoring dan evaluasi memiliki peran yang sama-
sama penting dan melengkapi satu sama lain dalam mengontrol transaksi
yang ada (Wijaya 2018: 15).
2.2 Tujuan Monitoring
Menurut Manullang (2018: 154), menjelaskan bahwa maksud dan tujuan
monitoring adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui jalannya pekerjaan apakah lancar atau tidak.
b. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan
mengusahakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan yang
sama atau timbulnya kesalahan yang baru.
c. Untuk mengetahui apakah penggunaan rencana yang telah ditetapkan
dalam planning terarah kepada sasarannya dan sesuai dengan yang telah
ditentukan.
d. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan biaya sesuai dengan program
seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak.
e. Untuk mengetahui hasil pekerjaan dengan dibandingkan dengan yang telah
ditetapkan dalam rencana.
f. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja sesuai dengan prosedur dan
kebijaksanaan yang telah ditetapkan.
Dari penjelasan tersebut, maka kegunaan monitoring adalah membantu
tugas pimpinan untuk membuat kebijakan terhadap kegiatan atau aktifitas di
dalam organisasi. Sebab dengan monitoring akan diketahui kegiatan mana
yang menyimpang dan kegiatan mana yang sesuai dengan rencana yang
telah dibuat sebelumnya.
2.3 Jenis Monitoring
Adapun jenis pelaksanaan monitoring menurut Wibowo (2016: 192),
dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara yaitu:
1. Pengamatan Langsung
11
Pengamatan langsung adalah pengamatan yang dilakukan dengan
mengunjungi lokasi. Dengan cara demikian petugas dapat secara bebas
mengumpulkan informasi yang diperlukan, agar pengumpulan informasi
dapat berjalan secara efisien, maka dibutuhkan strategi pengumpulan data,
yaitu:
a. Mempersiapkan instrumen pengumpulan data, misalnya dengan
menyiapkan daftar isian.
b. Menggali informasi pada orang- orang penting yang memegang posisi
dalam pelaksanaan-pelaksanaan program tersebut. Kegiatan ini penting
untuk mengecek data yang mungkin dapat ditangkap dengan daftar
isian.
c. Melaksanakan pengawasan langsung ke lapangan dan petugas
monitoring dapat mencatat informasi yang diperlukan sesuai dengan
kehendaknya sesuai dengan tujuan monitoring.
2. Pengamatan Tidak Langsung
Cara ini menghendaki petugas monitoring tidak perlu campur tangan
langsung ke lokasi, tetapi penggalian data dilakukan dengan cara
mengirimkan seperangkat daftar isian untuk diisi oleh orang lain di lokasi
penelitian. Cara tidak langsung ini juga dapat dilakukan dengan
mengumpulkan data melalui laporan-laporan yang dibuat oleh pemimpin.
2.4 Indikator Sistem Monitoring
Menurut Rahayu (2018: 92), berpendapat bahwa adapun indikator dari
sistem monitoriong antara lain:
a. Masukan (Input)
Faktor faktor yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan
sehingga menghasilkan keluaran berupa: dana,sumber daya manusia,
informasi, kebijakan, atau peraturan perundang undangan.
b. Proses (Process)
Gambaran perkembangan pelaksanaan selama kegiatan berjalan, khusus
dalam proses pengolah masukan untuk menghasilkan keluaran.
12
c. Keluaran (Output)
Hasil yang dicapai dari suatu kegiatan, dapat berupa fisik maupun non
fisik.
d. Hasil (Outcome)
Segala sesuatu yang dalam jangka waktu menengah member kesan
bahwa keluaran dari kegiatan telah berfungsi.
e. Dampak (Impack)
Berupa pengaruh yang dapat ditimbulkan pada setiap tingkatan indikator
berdasarkan asumsi yang telah di tempatkan, dan bersifat positif maupun
negatif.
2.5 Pengertian Evaluasi
Evaluasi kinerja merupakan pendapat yang bersifat evaluatif atas sifat
perilaku seseorang, atau prestasi sebagai dasar untuk keputusan dan rencana
pengembangan personel. Pelaksanaan evaluasi kinerja sebagai proses
mengevaluasi pekerja pada berbagai dimensi yang berkaitan dengan
pekerjaan (Wibowo, 2016: 102). Evaluasi kinerja dapat dipergunakan untuk
sejumlah kepentingan organisasi. Manajemen yang menggunakan evaluasi
untuk mengambil keputusan tentang sumber daya manusia. Evaluasi
memberikan masukan untuk keputusan penting seperti promosi, mutasi dan
pemberhentian.
Evaluasi mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
Evaluasi menunjukkan keterampilan dan kompetensi pekerja yang ada
sekarang ini kurang cukup sehingga dikembangkan program. Evaluasi juga
memenuhi kebutuhan umpan balik bagi pekerja tentang bagaimana
pandangan organisasi terhadap kinerjanya. Selanjutnya, evaluasi kinerja
digunakan sebagai dasar untuk mengalokasi reward. Keputusan tentang siapa
yang mendapatkan kenaikan upah dan reward lain sering dipertimbangkan
melalui evaluasi kinerja (Wandy, 2018: 40).
Jadi evaluasi kinerja dalam penelitian ini adalah proses penilaian kepada
para karyawan terhadap kinerjanya yang berguna untuk kepentingan
13
organisasi. Evaluasi kinerja juga dibutuhkan oleh para pekerja untuk umpan
balik atau feedback yang dilakukan oleh organisasi terhadap kinerja yang
telah mereka laksanakan. Evaluasi kinerja adalah salah satu cara untuk
mengalokasikan reward ataupun penghargaan terhadap karyawan yang
mendapatkan kenaikan upah dan lain sebagainya.
2.6 Metode Evaluasi
Metode yang dapat dipergunakan dalam melakukan evaluasi kinerja pada
dasarnya sama dengan metode yang dipergunakan dalam mendapatkan
umpan balik, melakukan penilaian dan review. Menurut Robbin (2020: 67),
mengatakan bahwa metode yang dapat dipergunakan dalam melakukan
evaluasi adalah:
a. Penilaian diri sendiri dari pekerja yang bersangkutan.
b. Penilaian dari atasan langsung
c. Penilaian dari rekan sekerja
d. Penilaian dari bawahan langsung
e. Penilaian dari sumber lain seperti pelanggan, pemasok, komite para
manajer, konsultan eksternal dan
f. Evaluasi 360 derajat.
2.7 Pengertian Kineja
Istilah kinerja atau prestasi kerja berasal dari kata Inggris “performance”
menurut Ivancevich (2020: 66), “performance thedesired result of behavior
(kinerja adalah hasil yang diinginkan dari perilaku). Maksudnya adalah
bahwa kinerja pegawai atau karyawan merupakan hasil untuk kerja dalam
melaksanakan suatu pekerjaan”.
Kinerja pegawai menurut Cascio (2019: 91), as observable yhings
people do that are relevant for the goals of the organization. (sebagai orang
yang dapat diamati hal-hal yang relevan untuk tujuan organisasi). Kinerja
adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi
pekerjaan selama waktu tertentu. (Fattah, 2017: 9).
14
Kinerja berarti hasil akhir yang merupakan titik akhir orang, sumber
daya, dan lingkungan tertentu yang dikumpulkan bersama-sama dengan
maksud untuk menghasilkan hal- hal tertentu, apakah produk yang kasat mata
atau jasa yang kurang terlihat langsung. Sejauh interaksi ini memberikan
hasil dalam tingkat dan mutu yangdikehendaki, pada level biaya yang
disepakati, kinerja akan di nilai memuaskan, baik, atau mungkin luar biasa.
Sebaliknya, apabila hasil itu mengecewakan, apapun alasannya kinerja akan
di nilai buruk atau merosot. Pendapat tersebut menitip beratkan bahwa kinerja
seorang pegawai atau karyawan adalah hasil atau keluaran dari sebuah
pekerjaan yang di tugaskan dalam suatu organisasi atau institusi.
Kinerja akan cenderung tinggi bila adanya tujuan yang menantang,
adanya moderator (kemampuan, komitmen, tujuan, masukan, dan
kompleksitas tugas), dan adanya mediator (arah, usaha, ketekunan dan tugas
strategi yang beroperasi). Beberapa definisi kinerja di atas menitip beratkan
bahwa kinerja adalah perilaku kerja yaitu apa yang dilakukan karyawan.
Istilah perilaku kerja karyawan dengan citizenship behavior, yaitu
aktivitas suka rela karyawan yang diberi penghargaan maupun tidak diberi
penghargaan dalam kontribusinya terhadap perbaikan organisasi di mana
karyawan tersebut bekerja. Seorang anggota organisasi mengembangkan
suatu tanggung jawab yang harus dilakukan dengan tepat dan jelas. Bila
tanggung jawabnya tidak jelas, maka kinerja seseorang tidak dapat di ukur
dengan tepat. Disamping itu, anggota organisasi tersebut harus juga
memahami tanggung jawab yang dibebankan kepadanya agar dapat
mengembangkan tanggung jawabnya dengan baik. Dengan kata lain, kinerja
seseorang dapat diukur bila orang tersebut memiliki tanggung jawab yang
jelas. Tanggung jawab menjadi acuan dalam menilai hasil kerja, semakin
sesuai hasil kerja dengan tanggung jawabnya, maka semakin baik
kinerjaseseorang dalam organisasinya. Pendapat tentang kinerja yang
dikemukakan sebelumnya memberi indikasi bahwa kinerja berhubungan
dengan aspek perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas organisasi sesuai
dengan wewenang yang telah ditetapkan.
15
Pendapat lain tentang pengertian kinerja secara lebih rinci dikemukakan,
bahwa aspek yang lebih luas sehubungan dengan lingkup dari kinerja. Kinerja
tidak hanya di pandang sebagai hasil, tetapi juga berkenaan dengan
kemandirian, konsisten dengan nilai organisasi, pemahaman terhadap isu-isu
yang berhubungan tanggung jawabnya, disiplin, dan berkomunikasi dengan
baik. Penilaian kinerja adalah penilaian dari kinerja jabatan seorang karyawan
merupakan salah satu tanggung jawab paling penting dimiliki seorang atasan.
Jika penilaian kinerja dilakukan dengan baik, hal tersebut dapat
membantu pada karyawan memperbaiki kinerja, gaji, dan kemungkinan
promosinya, mendorong komunikasi antara atasan dan karyawan dan
meningkatkan keefektifan karyawan dan organisasi. Sebaliknya, jika
dilakukan dengan buruk maka akan dapat memberikan dampak yang negatif,
menimbulkan ketidakpuasan, mengurangi motivasi, mengurangi kinerja, dan
bahkan memaparkan organisasi pada tindakan hukum.
2.8 Tujuan Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja pegawai diperoleh dari kinerja masa lalu pegawai, yang
bertujuan:
1. Sebagai dasar atau pedoman dalam rangka pemberian penghargaan.
2. Sebagai dasar untuk promosi, mutasi, PHK, dan sebagainya.
3. Mengidentifikasi potensi pegawai yang berkinerja tinggi.
4. Validasi prosedur seleksi.
5. Evaluasi program pelatihan sebelumnya.
2.9 Indikator Penilaian Kinerja
Dalam mengukur kinerja karyawan secara individu, ada 6 enam)
indikator yang dikemukakan oleh Robbin (2020: 263) antara lain:
1. Kualitas
Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan
yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan
kemampuan karyawan
16
2. Kuantitas
Kuantitas kerja merupakan jumlah yang dihasilkan dan dinyatakan dalam
istilah seperti unit, jumlah siklus, aktivitas yang diselesaikan
3. Ketepatan waktu
Merupakan tingkat yang aktivitas yag diselesaikan pada awal waktu yang
dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain
4. Efektivitas
Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga uang,
teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil
dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya
5. Kemandirian
Merupakan tingkat seseorang karyawan yag nantinya akan dapat
menjalankan fungsi kerjanya
6. Komitmen kerja
Merupakan tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan
instansi dan tanggung jawab karyawan kantor.
2.10 Penelitian Terdahulu
Hasil penelitian terdahulu berfungsi sebagai dasar pengetahuan dan
pemahaman yang ada dalam suatu bidang penelitian. Menurut Creswell
(2014: 90), hasil penelitian terdahulu adalah studi dan laporan yang sudah
dilakukan sebelumnya yang terkait dengan topik penelitian yang sedang
diteliti. Hasil penelitian terdahulu memberikan dasar teoritis dan
metodologis untuk membangun penelitian baru serta membantu mengisi
kesenjangan pengetahuan yang ada. ia memberikan landasan teoritis dan
metodologis bagi penelitian selanjutnya, membantu mengidentifikasi
kesenjangan pengetahuan yang masih perlu diteliti, dan memberikan
kerangka pemikiran untuk pengembangan penelitian baru.
17
Tabel 2.1: Penelitian Terdahulu
JUDUL METODE
PENELIT
NO PENELITI PENELITIA HASIL PENELITIAN
I
AN N
Saut Pengaruh Jenis Berdasarkan hasil
Marulitua system penelitian analisis diketahui
Naibaho pengendalia yaitu bahwa sistem
(2019) n Penelitian pengendalian
manajemen kuantitatif manajemen
terhadap memberikan pengaruh
kinerja positif dan signifikan
manajerial terhadap kinerja
pada Pt. manajerial di Sriwijaya
Sriwijaya A Air Distrik Medan
Rohmat Pengaruh Metode Berdasarkan hasil
dkk monitoring Penelitian penelitian Monitoring
(2020) dan yang berpengaruh signifikan
evaluasi digunakan dan positif terhadap
kinerja yaitu produktivitas kerja .
terhadap Kuantitatif
produktivita
s kerja
pegawai
pada Kpp
pratama
Malang
Selatan
C A Sistem Tahapan Hasil penelitian
Wijaya Monitoring penelitian tersebut akan
(2018) dan yaitu penulis digunakan oleh pihak
Evaluasi melakukan program studi dalam
Pengelolaan wawancara, melihat performa
18
Program melakukan sumber daya yang ada
Studi di studi literatur, dalam satu tahun.
Institusi kemudian Sistem ini berbasis web
Pendidikan informasi dan dikembangkan
Tinggi yang dengan bahasa
didapatkan pemrograman PHP dan
dianalisis menggunakan sistem
pengelolaan basis data
MySQL.
Jaya Aplikasi Evauasi Pada penelitian ini
Kriyan Monitoring Kinerja aplikasi yang dibuat
Andika dan Evauasi Aparatur berbasis android yang
dkk Kinerja Langkah dilengkapi dengan fitur
(2018 Aparatur langkah notifikasi dan
metode pengingat untuk
penelitian membantu proses
yakni monitoring dan
Melakukan evaluasi. Hasil
studi literatur, pengujian ini
analisis menunjukkan aplikasi
kebutuhan ini berjalan dengan
sistem, baik. Penelitian ini
pengumpulan menghasilkan suatu
data, desain sistem yang dapat
konseptual, digunakan untuk
implementasi mempermudah proses
dan pengawasan dan
pengujian evaluasi kinerja
sistem
Rhomadh Sistem Tahapan Dengan adanya sistem
ona Informasi penelitian informasi monitoring,
19
Herfia Monitoring yang format atau atribut
dkk Keluhan digunakan yang digunakan untuk
(2018) Baca Meter yaitu studi menginput menjadi
Berbasis literatur, seragam, mempercepat
Webpada interview petugas dalam
[Link] wawancara, menginput keluhan
(Persero) pengumpulan pelanggan, dan
Area data, desain menyajikan laporan
Banjarmasi dan pembacaan meteran
n implementasi yang tujukan untuk
penelitian, bagian eksekutif.
dan yang
terakhir yaitu
pembahasan
dan
pengujian.
Sumber: Diolah Penulis, 2023
2.11Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di identifikasikan sebagai
masalah yang penting. Oleh karena itu, maka kerangka pemikiran penelitian
ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1
20
Kerangka Berpikir
Monitoring dan
Evaluasi
Kualitas Kuantitas Ketepatan Efektivitas Kemandiri Komitmen
Waktu an Kerja
Perumda
Tirta Umbu
Sumber: Diolah Penulis, 2023
Penerapan monitoring dan evaluasi merupakan hal yang sangat penting
bagi sebuah perusahaan untuk memastikan seluruh tata kerja dapat terlaksana
dengan baik dan perbaikan- perbaikan atas kesalahan prosedur dapat segera
diperbaiki, sehingga evaluasi secara berjenjang dapat berjalan secara efektif.
Penerapan pola monitoring dan evaluasi yang benar akan memberikan kontribusi
yang besar pada kinerja perusahaan, sehingga kualitas, kuantitas, ketepatan waktu,
efektivitas, kemandirian dan komitmen kerja dapat terlihat dengan jelas sebagai
sebuah hasil kerja.