SMART Knowledge Worker Objective
Knowledge Era
Objective : Membuka persepektif peserta tentang era knowledge dan bagaimana cara
memenangkannya.
Point :
- Saat ini kita dalam knowledge economy era dimana kekuatan utama ialah data, informasi,
dan pengetahuan
- Knowledge economy era tidak tergantung pada tahun atau perusahaan tetapi pada
bagaimana perusahaan atau bisnis (1) berfikir; dan (2) menjalankan bisnisnya
- Pengetahuan dibutuhkan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dan nilai tambah
tersebut yang menjadi alasan bagi pelanggan membayar produk atau jasa tersebut
- Pengetahuan seperti apa yang dibutuhkan ? yaitu pengetahuan yang memberikan
kemampuan untuk melakukan tindakan secara efektif (capability to take effective action)
- Secara umum, pengetahuan terbagi 3 yaitu pengetahuan dasar (core knowledge);
pengetahuan dasar yang terus menerus diterapkan dan menjadi semakin ahli dalam
pelaksanaannya (advanced knowledge); serta pengetahuan yang mampu memberikan nilai
tambah, terobosan, peningkatan kinerja dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi
organisasi dan pelanggan
- Bisnis yang sukses dalam knowledge era adalah bisnis yang tingkat pengetahuannya paling
tinggi
- Karena pengetahuan adalah kunci sukses dalam bersaing di era knowledge, maka
pengetahuan sebenarnya adalah aset penting yang harus terus dikelola agar nilainya
meningkat dan tidak hilang
Knowledge Management
Objectives : jika pengetahuan adalah aset penting bagi keberhasilan bisnis, bagaimana cara
mengelolanya ?
Point :
- Ada 3 aspek yang menjadi penting ketika mengelola pengetahuan, yaitu People (manusia),
Process (proses) dan Technology. Dari ketiga poin tersebut yang paling penting ialah People
karena hanya manusia yang dapat memiliki dan mengembangkan pengetahuan. Proses dan
Teknologi adalah enabler yang membantu proses pengelolaan pengetahuan di manusia
menjadi lebih baik
People
- Pengetahuan ada paling banyak pada manusia (tacit) (70%) dan hanya sedikit yang dapat
dituangkan dalam bentuk dokumen (explicit) (30%)
- Manusia memiliki keterbatasan dalam menerangkan dan menyampaikan pengetahuan yang
dimilikinya. Keterbatasan dapat berupa tingkat kepercayaan, keinginan untuk belajar,
lingkungan, keadaan, penghargaan, media dan sebagainya
- Untuk itu dalam mengelola pengetahuan, fokus harus dimulai dari manusia agar manusia
yang memiliki pengetahuan merasa nyaman dan mau sharing pengetahuan yang dimilikinya
- Manusia atau pekerja yang dapat memberikan nilai tambah dari pengetahuan yang
dimilikinya ialah yang disebut sebagai Knowledge Worker
- Knowledge Worker memiliki cirri-ciri, yaitu Self Driven (berinisiatif untuk menciptakan nilai
tambah dengan memiliki tujuan dan rencana kerja yang jelas); Motivated (memiliki passion
yang tinggi pada pekerjaannya); Action Oriented (berorientasi pada tindakan dengan fokus
dan disiplin agar ada nilai tambah yang tercipta untuk organisasi); Responsible (mengerjakan
pekerjaan secara sungguh-sungguh dan bangga terhadap hasil pekerjaanya); Team Player
(berkolaborasi dengan knowledge worker lainnya untuk menciptakan mahakarya)
Process
- Dalam mengelola pengetahuan, diperlukan panduan agar pengetahuan yang dikembangkan
dan di share sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain itu dibutuhkan pula media dan tools
untuk membantu proses pengelolaan pengetahuan
- Acuan yang digunakan ialah pengetahuan penting yang dibutuhkan dalam mencapai
targetnya. Untuk itu organisasi perlu melakukan identifikasi pengetahuan penting dengan
memulai identifikasi bisnis proses penting, aktivitas yang menunjang bisnis proses serta
pengetahuan yang dibutuhkan agar lebih efektif untuk menjalankan aktivitas tersebut
- Media yang digunakan untuk oleh manusia (people) dalam melakukan sharing pengetahuan
yang dibutuhkan ialah melalui komunitas
- Komunitas tersebut memungkinkan knowledge worker untuk mempraktekkan
pengetahuannya. Komunitas tersebut disebut sebagai Community of Practice (CoP)
Community of Practice (CoP)
Objective : Memberikan pemahaman manfaat komunitas (CoP) dan bagaimana memulai CoP
Point :
- Knowledge worker memerlukan media untuk mengaplikasikan pengetahuan yang
dimilikinya. Lebih lanjut CoP berfungsi untuk mengidentifikasi (identify); menarik minat
(attract); memberikan kesempatan untuk berkembang (develop) dan menjaga agar performa
knowledge worker (retain)
- CoP berbeda dengan struktur fungsional lainnya. Perbedaan utamanya ialah pada bentuk
interaksi di dalamnya (formal vs informal); hasil akhir yang diharapkan (penyelesaian
pekerjaan vs belajar dan inovasi); serta motif (dorongan luar vs keinginan pribadi)
- Untuk memulai CoP kita dapat meniru elemen dan fungsi dari komunitas yang terbentuk
secara alami, yaitu dengan menentukan Purpose, Knowledge Focus, Success Criteria serta
Value and Norms
- Selain itu perlu ada tim inti yang bertugas menjalankan inisiatif CoP sebelum CoP mencapai
tingkat kedewasaan yang diharapkan. Tim inti terdiri dari Sponsor, Champion, dan Core
Member