SURAT KETERANGAN CATATAN KEPOLISIAN (SKCK)
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (disingkat SKCK), sebelumnya dikenal sebagai Surat
Keterangan Kelakuan Baik(disingkat SKKB) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh
Polri yang berisikan catatan kejahatan seseorang. Dahulu, sewaktu bernama SKKB, surat ini
hanya dapat diberikan yang tidak/belum pernah tercatat melakukan tindakan kejahatan hingga
tanggal dikeluarkannya SKKB tersebut.
Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK adalah surat keterangan resmi yang diterbitkan
oleh POLRI melalui fungsi Intelkam kepada seseorang pemohon/warga masyarakat untuk
memenuhi permohonan dari yang bersangkutan atau suatu keperluan karena adanya ketentuan
yang mempersyaratkan, berdasarkan hasil penelitian biodata dan catatan Kepolisian yang ada
tentang orang tersebut. (Vide Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2014)
SKCK memiliki masa berlaku sampai dengan 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika telah
melewati masa berlaku dan bila dirasa perlu, SKCK dapat diperpanjang oleh yang bersangkutan.
Tata cara mendapatkan SKCK
Membuat SKCK Baru
Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di surat pengantar dar
Kantor Kelurahan.
Membawa fotocopy Kartu Keluarga
Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir
Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4x6 sebanyak 6 lembar
Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan
jelas dan benar.
Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
Memperpanjang masa berlaku SKCK
Membawa lembar SKCK lama yang asli/legalisir (maksimal telah habis masanya selama
1 tahun)
Membawa fotocopy KTP/SIM.
Membawa fotocopy Kartu Keluarga.
Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir.
Membawa Pas Foto terbaru yang berwarna ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar.
Mengisi formulir perpanjangan SKCK yang disediakan di kantor Polisi.
Catatan:
Polsek tidak menerbitkan SKCK untuk keperluan :
- Melamar / melengkapi administrasi PNS / CPNS
- Pembuatan visa / keperluan lain yang bersifat antar-negara.
Polsek/Polres penerbit SKCK harus sesuai dengan alamat KTP/SIM pemohon.
SKCK On-line
Dalam rangka pelayanan yang lebih baik, Polri telah menyediakan fasilitas pendaftaran
permohonan SKCK secara online,dengan cara mengunggah (upload) dokumen yang
dipersyaratkan serta mengisi form yang tersedia sesuai dengan urutan.
Di bawah ini telah dirangkum beberapa Polres atau Polda yang sudah menyediakan fasilitas
pembuatan SKCK secara online, di antaranya:
1. SKCK Online Polri
Untuk warga Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi bisa melakukan pembuatan SKCK melalui
website Polri [Link].
2. Polda Riau
Untuk masyarakat Riau, silakan kunjungi alamat ini [Link]
Pada alamat tersebut Anda langsung bisa mengisi formulir Online SKCK yang meliputi data
pribadi, data keluarga, pendidikan, perkara pidana, dan seterusnya.
3. Polres Kampar
Tidak kalah canggih dalam memberikan pelayanan publik, Polres Kampar memberikan fasilitas
pengurusan SKCK online melalui alamat [Link]
Biaya Pembuatan SKCK
Dasar :
UU RI No.20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP)
UU RI No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
PP RI No.50 Tahun 2010 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang
berlaku pada instansi Polri
Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016 tentang tarif dan jenis Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) mengubah sejumlah tarif/ biaya yang dimasukkan ke kas Negara,
termasuk biaya pembuatan SKCK
Biaya SKCK di seluruh wilayah di Indonesia yang semula Rp 10.000, sejak 6 januari 2017 naik
menjadi Rp. 30.000. Ini berarti bila mengurus SKCK di Polsek atau Polres tempat anda
berdomisili, anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000.
Biaya tersebut disetorkan kepada petugas Polri ditempat.