PROPOSAL
PENGEMBANGAN RUMINANSIA
POTONG
(DOMBA)
TAHUN ANGGARAN 2021
KELOMPOK PETERNAK DOMBA
WARPOEST
[Link] BUAH RT/RW.03/02 [Link]
[Link] CIKAO
KABUPATEN PURWAKARTA-JAWA BARAT 41151
KELOMPOK PETERNAK DOMBA WARPOEST
[Link] BUAH RT/RW.03/02 [Link] [Link] CIKAO
KABUPATEN PURWAKARTA-JAWA BARAT 41151
Nomor : Purwakarta, November
2021
Lampiran :
Perihal : Permohonan bantuan dana Kepada Yth.
Kelompok Peternak Domba Kepala Desa Hegarmanah
Warpoest Di
Purwakarta
Dengan hormat,
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam atas
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua
mendapat rahmat dan hidayahNya sehingga kita dapat
menjalankan aktivitas dengan baik, aamiin.
Selanjutnya dengan ini kami kelompok peternak domba
warpoest yang beralamat di [Link] Rt.14/05
[Link] [Link] cikao Kabupaten Purwakarta
bermaksud mengajukan permohonan bantuan pengembangan
budidaya ternak berupa pengadaan ternak ayam lokal KUB.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perpormans anak yang
dihasilkan serta mencukupi kebutuhan ternak domba di
Kabupaten Purwakarta. Sebagai bahan pertimbangan
bersama Kami lampirkan satu berkas proposal lengkap dengan
lampirannya.
Demikian permohonan kami ajukan, atas segala perhatian
Bapak, kami ucapkan terimakasih.
Ketua Kelompok peternak domba Warpoest Sekertaris
HENDRI SETIAWAN SHINTA HILDAYANTI
Mengetahui,
Kepala Dinas
Perikanan dan Peternakan
Kabupaten Purwakarta
BUDDY SUPRIYADI
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Populasi kambing pada tahun 2011 mencapai 17.482.722 ekor dan
mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4,9% dan domba dengan populasi
11.371.630 ekor, rata-rata pertumbuhan sebesar 4,74% per tahun. Sedangkan
produksi mencapai 70,7 (Statistik Peternakan 2011).
Sebaran ternak kambing dan domba, relatif merata di seluruh daerah,
rata-rata satu dari lima rumah tangga petani memelihara 2-4 ekor kambing,
sehingga usaha yang dilakukan masyarakat tersebut belum ekonomis dan
rendah kualitasnya. Mengingat prospek pengembangan budidaya ternak ayam
lokal yang cukup menjanjikan, dan tersedianya sumberdaya (SDM/peternak
dan SDA/sumberdaya lokal) yang memadai, maka upaya meningkatkan aspek
kualitas dan kuantitas, ternak ayam lokal dalam negeri terus dikembangkan,
melalui penerapan Good Farming Practice secara menyeluruh, dan mendorong
tumbuh dan berkembangnya usaha peternakan kambing dan domba rakyat
berbasis agribisnis.
Dalam rangka mendukung tumbuh dan berkembangnya budidaya
ternak domba, maka pengembangan budidaya ternak domba lokal di
masyarakat khususnya di kelompok merupakan sebuah keharusan baik itu
dengan pengembangan modal di masyarakat maupun bantuan pemerintah
berupa kebijakan, pemberian modal usaha, asuransi atau keterjaminan usaha
kelompok dan pembinaan SDM peternak itu sendiri.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pengajuan proposal pengembangan budidaya ternak
domba adalah :
a. Peningkatan genetik ternak yang dihasilkan
b. Meningkatkan permodalan kelompok
c. Meningkatkan skala usaha budidaya ternak domba lokal di kelompok
d. Peningkatan kemampuan daerah dalam pemenuhan kebutuhan daging
domba.
1.3. Permasalahan
Sebagian besar masyarakat pedesaan bermata pencaharian petani dan
mengusahakan peternakan sebagai tabungan. Salah satu komoditas ternak
yang dibudidayakan adalah ternak domba. Domba memiliki keunggulan yaitu
mudah diusahakan dengan jumlah biaya yang lebih rendah dibanding usaha
sapi potong atau kerbau, mudah dijual, cepat berkembang biak dan dapat
dibudidayakan untuk pembibitan ataupun penggemukan.
Peternak banyak memelihara ternak domba sebagai tabungan, sehingga
saat pembudidayaannya tidak memperhatikan peningkatan genetika dan
produktivitas ternak. Peternak membudidayakan ternaknya dengan cara
tradisional dan sesuai cara turun temurun yang dilakukan. Akibatnya
produktivitas berkurang setiap tahun akibat tidak adanya upaya
mempertahankan kualitas genetik dan perpormans ternak. Bantuan ternak
berupa ternak import dari Australia, dianggap sebagai salah satu upaya
peningkatan genetik ternak domba yang ada di masyarakat khususnya
kelompok peternak domba warpoest.
II
GAMBARAN KEADAAN LINGKUNGAN DAN USAHA KELOMPOK
2.1. PROSPEK USAHA
Purwakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata kuliner di
Propinsi Jawa Barat, dengan keunggulan kuliner yaitu sate maranggi dan
simping. Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Daerah Kabupaten
Purwakarta gencar melakukan berbagai upaya memperkenalkan wisata
diantaranya wisata kuliner dengan ikon Sate Maranggi, sehingga produk
tersebut telah terkenal dan diminati oleh masyarakat baik wisatawan domestik
maupun mancanegara. Perkembangan tersebut mendorong peningkatan
kebutuhan daging ruminansa khusunya domba dan sapi.
Kebutuhan daging domba diperkirakan sebanyak 10 ekor per hari atau
setara dengan 200 kg. Jumlah pedagang sate maranggi yang tercatat sebanyak
141 orang yang tersebar di 17 kecamatan, dengan pusatnya di Plered,
Bungursari.
Kebutuhan ternak domba di Purwakarta tidak hanya untuk kuliner
maranggi namun diperlukan pula untuk qurban dan aqiqah . Kebutuhan
qurban pada tahun 2018 sebanyak 3.000 ekor yang dipasok dari Kabupaten
Bandung, Subang dan Cianjur. Angka tersebut meningkat setiap tahunnya,
yang berarti prospek usaha budidaya ternak domba cukup menjanjikan.
2.2. KEGIATAN USAHA KELOMPOK
Kelompok Putra Mandiri Hegarmanah berdiri sejak tahun 2019 namun
seluruh anggota telah berpengalaman dalam budidaya ternak domba. Tujuan
pendirian kelompok adalah penatausahaan usaha budidaya ternak domba
sehingga lebih maju baik dalam hal peningkatan mutu genetik, permodalan,
pemasaran maupun manajemen usaha.
Adapun kegiatan usaha kelompok yang telah dilakukan adalah :
a. Pemupukan modal dilakukan dengan adanya usaha simpan pinjam
dengan ketentuan membayar iuran pokok Rp. 10.000,00 simpanan wajib
Rp. 5.000,- serta persentase dari setiap kali penjualan.
b. Penjualan domba untuk qurban dilaksanakan setiap tahun dengan
kapasitas 10 ekor.
c. Pembibitan ternak domba dengan jumlah indukan 20 ekor dilaksanakan
dengan kawin alam dan IB.
2.3. Potensi Wilayah
Kelompok peternak domba warpoest berlokasi di [Link] Buah
rt/rw.03/02 [Link] [Link] Cikao [Link], Luas
kecamatan Babakan Cikao 56,55 km2 yang didominasi oleh kawasan
pegunungan. Desa Hegarmanah memiliki luas 776,02 hektar yang terdiri dari
25 hektar pemukiman penduduk, 78,24 hektar areal sawah, 70,7 hektar areal
perkebunan, 594,74 areal hutan lindung, 7,34 hektar areal tanah fasilitas umum
yang meliputi tanah pemakaman, perkantoran, bangunan sekolah, kertokoan,
jalan dan usaha perikanan termasuk areal Bale Benih Ikan yang ada di Desa
Hegarmanah. Berdasarkan potensi tersebut, sumber pakan untuk ternak
tersedia cukup sepanjang tahun.
Mata pencaharian penduduk dengan mengandalkan usaha di bidang
pertanian secara umum, sebagian peternak rakyat. Ditinjau dari budaya
masyarakatnya, pemeliharaan ternak ruminansia potong merupakan yang biasa
dilakukan karena menjadi pekerjaan turun temurun yang diwariskan orang
tua. Adapun jumlah ternak yang dimiliki kelompok sebanyak 39 ekor dengan
struktur populasi 25 ekor betina, 5 ekor pejantan dan 9 ekor anak.
Hal yang menjadi kendala adalah terbatasnya pengetahuan anggota
mengenai teknologi dan usaha ternak ayam lokal yang menguntungkan.
Anggota kelompok rata-rata merupakan penggaduh, sehingga
perkembangbiakannya masih mengandalkan kawin alam dengan kualitas
pejantan yang kurang berkualitas. Untuk itu diperlukan bimbingan yang terus
menerus dan berkesinambungan untuk memperbaiki manajemen dan
penambahan pengetahuan serta kemauan peternak dalam merubah cara
pengelolaan peternakannya termasuk pengadaan pejantan dan indukan yang
berkualitas.
III.
RENCANA ANGGARAN BIAYA
No URAIAN Unit Satuan Harga Jumlah (Rp)
. Satuan
1 PEMBUATAN
KANDANG
-Bambu 100 Lembar 125.000 8.750.000
-Tiang Gelondongan 60 Batang 100.000 6.000.000
-Paku Campur 50 Kg 15.000 750.000
TOTAL 1 15.500.000
2 PENGADAAN BIBIT
AYAM
-Bibit Domba Betina 10 Ekor 12.000.000 120.000.000
-Bibit Domba Jantan 5 Ekor 20.000.000 100.000.000
TOTAL 2 220.000.000
3 PAKAN & OBAT- 1 Paket 2.000.000 2.000.000
OBATAN
4 Perluasan Kebun 1 Paket 10.000.000 10.000.000
Rumput
5 Stimulasi Pakan 2.400 Kg 3000 7.200.000
TOTAL (1+2+3+4+5) 160.000.000
IV.
STRUKTUR ORGANISASI
KETUA
HENDRI SETIAWAN
BENDAHARA
SEKRETARIS
SEKRETARIS BENDAHARA
ENTIN SUTINAH
SHINTA HILDAYANTI
TISNA GINANJAR JUHARI
ANGGOTA
ANGGOTA:
1. 1.
2. 2.
3.
3.
4.
4.
5.
5. 6.
6. 7.
7.
PENUTUP
Demikian pengajuan proposal permohonan bantuan pengembangan budidaya
ternak domba Kelompok Peternak Domba Warpoest [Link] Buah
rt/rw.03/02 [Link] [Link] Cikao [Link]. Semoga hal
yang kami paparkan dapat dijadikan pertimbangan sehingga kemandirian
kelompok dan pemenuhan permintaan pengembangan Ternak Ayam Lokal di
Kabupaten Purwakarta dapat terwujud.
Ketua Kelompok Peternak
Domba Warpoest Sekertaris
HENDRI SETIAWAN SHINTA HILDAYANTI
Bendahara
ENTIN SUTINAH