Modul Riset Operasi untuk Mahasiswa
Modul Riset Operasi untuk Mahasiswa
WRITTEN BY
HEMA MALINI, S.E., M.M.
KATA PENGANTAR
Penulis panjatkan puji syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, atas segala
limpahan rahmat, karunia, dan kekuatan yang dianugerahkan kepada penulis sehingga
disela-sela kesibukan mengajar dan menjalankan tugas sebagai dosen, penulis dapat
menyelesaikan modul Riset Operasi.
Modul ini isinya sangat singkat dan padat dengan teori-teori yang dihimpun dari
kumpulan materi kuliah yang penulis berikan selama beberapa tahun mengajar di STIE
Dwi Sakti Baturaja. Dimulai dengan membahas teknik linear programming yang
meliputi metode grafik dan simpleks, teori dualitas, metode transportasi dan masalah
penugasan, kemudian analisis network dan teori permainan. Meskipun uraiannya
sangat singkat tetapi dirasa cukup untuk membantu mahasiswa dalam memahami
tentang riset operasi.
Akhirnya kepada pembaca penulis serahkan untuk memberikan penilaian dan
kritik yang membangun, sehingga mendorong penulis untuk memperbaiki modul ini di
masa yang akan datang.
i
DAFTAR ISI
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
2
Beberapa pengertian riset operasi;
1. Riset operasi adalah sebuah pendekatan kuantitatif yang menggunakan
metode-metode optimisasi untuk menyelesaikan suatu persoalan matematis.
2. Menurut Churchman, Arkoff dan Arnoff, Riset operasi adalah aplikasi metode-
metode, teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi
masalah-masalah yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan
ditemukannya pemecahan yang optimum.
3. Menurut Morse dan Kimball, Riset operasi adalah metode ilmiah yang
memungkinkan para manajer mangambil keputusan mengenai kegiatan yang
mereka tangani dengan dasar kuantitatif.
4. Menurut Miller dan M.K. Starr, Riset operasi adalah peralatan manajemen yang
menyatukan ilmu pengetahuan, matematika dan logika dalam kerangka
pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga permasalahan dapat
diselesaikan secara optimal.
C. Pemodelan Matematis
3
Model dan Penyelesaian Optimal
Dunia Nyata Dunia Simbol
Abstraksi
Masalah Masalah ke Model
Model
Pembuatan
Analisis
Pertimbangan- Keputusan
Pertimbangan
Manajemen
Interpretasi
Intuisi dan Penyelesaian
Hasil Olahan
Pengalaman Optimal
Optimal
4
Teknik Probabilistik Probabilitas Teori
Permainan
Analisis Keputusan
Analisis Markov
Antrian
Simulasi
Peramalan
Program Linier Matematika Model Program
Linier Analisis
Grafik Metode
Simplex Model
Minimasi
Post Optimasi
Transportasi dan
Penugasan
Program Linier
Integer Program
Linier Sasaran
Teknik Probabilistik Probabilitas Teori
Permainan
Analisis
Keputusan
Analisis Markov
Antrian
Simulasi
Peramalan
Teknik Persediaan Permintaan pasti
Permintaan tak
pasti
5
Pada umumnya, terdapat tiga metode untuk mencari solusi terhadap model RO,
yaitu: 1) metode analitis, 2) metode numerik, dan 3) metode Monte Carlo.
RANGKUMAN
7
BAB II
PROGRAM LINEAR
8
Tabel Standar Linear Programming
Kegiatan Pemakaian sumber per unit kegiatan Kapasistas
Sumber
Sumber
Z C1 C2 C3 . . . Cn
Tk. Kgt. X1 X2 X3 . . . Xn
D. Metode Grafik
Metode grafik hanya dapat digunakan dalam pemecahan masalah linear
programming yang berdimensi 2 x n, karena keterbatasan kemampuan suatu grafik.
Langkag-langkah dalam metode grafik adalah sebagai berikut :
1. Menentukan fungsi tujuan dan memformulasikan dalam bentuk matematis
2. Mengidentifikasi batasan-batasan yang berlaku dan memformulasikan dalam
bentuk matematis
3. Menggambarkan masing-masing garis fungsi batasan dalam satu sistem sumbu
koordinat
4. Mencari titik yang paling menguntungkan (optimal)
Perhitungan dengan metode grafik :
1. Masalah Maksimisasi
Maksimisasi dapat berupa memaksimalkan keuntungan atau hasil.
Contoh:
PT LAQUNATEKSTIL memiliki sebuah pabrik yang akan memproduksi 2
jenis produk, yaitu kain sutera dan kain wol. Untuk memproduksi kedua produk
diperlukan bahan baku benang sutera, bahan baku benang wol dan tenaga kerja.
Maksimum penyediaan benang sutera adalah 60 kg per hari, benang wol 30 kg per
hari dan tenaga kerja 40 jam per hari. Kebutuhan setiap unit produk akan bahan
baku dan jam tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel berikut:
Jenis bahan baku Kg bahan baku & Jam tenaga kerja Maksimum
dan tenaga kerja Kain sutera Kain wol penyediaan
Benang sutera 2 3 60 kg
Benang wol - 2 30 kg
Tenaga kerja 2 1 40 jam
Kedua jenis produk memberikan keuntungan sebesar Rp 40 juta untuk kain
sutera dan Rp 30 juta untuk kain wol. Masalahnya adalah bagaimana menentukan
10
jumlah unit setiap jenis produk yang akan diproduksi setiap hari agar keuntungan
yang diperoleh bisa maksimal.
Langkah-langkah:
d. Membuat grafik
X2
40
3
20
D
15 E 2
C
0 20 30 X1
A B
daerah penyelesaian
2X1 + X2 = 40
2X2 = 20 X2=10
2X1 + 30 = 60
2X1 = 30 X1 = 15
Titik D
2X2 = 30
X2 = 15
2X1 = 15 X1 = 7,5
Titik E
X2 = 15
X1 = 0
12
Dengan cara menggeser garis fungsi tujuan.
Solusi optimal akan tercapai pada saat garis fungsi tujuan menyinggung
daerah feasible (daerah yang diliputi oleh semua kendala) yang terjauh dari titik
origin. Pada gambar, solusi optimal tercapai pada titik C yaitu persilangan garis
kendala 1 dan 3.
Titik C
Mencari titik potong (1) dan (3)
2X1 + 3X2 60
2X1 + X2 = 40
2X2 = 20
X2 = 10
Masukkan X2 ke kendala (1)
2X1 + 3X2 = 60
2X1 + 3 . 10 = 60
2X1 + 30 = 60
2X1 = 30 X1 = 15
2. Masalah Minimisasi
Minimisasi dapat berupa meminimumkan biaya produksi. Solusi optimal
tercapai pada saat garis fungsi tujuan menyinggung daerah fasible yang terdekat
dengan titik origin.
Contoh :
13
Jenis makanan Vitamin Protein Biaya per unit
(unit) (unit) (ribu rupiah)
c. Fungsi kendala
1) 2X1 + X2 8 (vitamin)
3) X1 2
4) X2 1
d. Membuat grafik
1) 2X1 + X2 = 8
X1 = 0, X2 = 8
X2 = 0, X1 = 4
2) 2X1 + 3X2 = 12
X1 = 0, X2 = 4
X2 = 0, X1 = 6
3) X1 = 2
4) X2 = 1
14
X2
(1) (3)
(2)
daerah
C penyelesaian
4
B (4)
1 A
2 4 6 X1
Solusi optimal tercapai pada titik B (terdekat dengan titik origin), yaitu persilangan
garis kendala (1) dan (2).
2X1 + X2 = 8
2X1 + 3X2 = 12
-2X2 = -4 X2 = 2
2X1 + X2 = 8
2X1 + 2 = 8
2 X1 = 6 X1 = 3
Kesimpulan :
RANGKUMAN
15
2. Model matematika adalah bentuk penalaranmanusia dalam menerjemahkan
permasalahan menjadi bentuk matematika (dimisalkan dalamvariabel dan ) sehingga
dapat diselesaikan.
3. Program linier adalah cabang dari matematika terapan yang model matematikanya
berupa persamaan-persamaan atau pertidaksamaan-pertidaksamaan linier.
Sedangkan yang dimaksud dengan persoalan program linier adalah suatu persoalan
untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variabel yang memaksimumkan
atau meminimumkan suatu nilai fungsi tujuan, dengan memperhatikan pembatasan-
pembatasan yang ada yang dinyatakan dalam bentuk persamaan atau pertidaksamaan
linier.
4. Model persoalan dikatakan merupakan persoalan program linier jika memenehui
ketentuan-ketentuan berikut ini.
a. Memuat fungsi tujuan yang harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linier
dari variabel-variabelnya. Sebagai contoh, Fungsi tujuan
ini harus mencerminkan tujuan persoalan yang akan dicapai.
+…+
+…+
Dan untuk
6. Solusi Program linier dapat diselesaikan dengan metode grafikdan juga
menggunakan metode simpleks.
16
BAB III
METODE SIMPLEX
Tabel Simpleks
Variabel Z X1 X2 X3 ... Xn Xn+1 Xn+2 ... Xn+m NK
Dasar
Contoh soal:
Z = 3X1 + 5X2
Kendala:
1) 2X1 8
2) 3X2 15
3) 6X1 + 5X2 30
Langkah-langkah:
1. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala (lihat beberapa ketentuan yang
harus diperhatikan di atas!)
Fungsi tujuan
1) 2X1 8 => + X3 = 8
2X1
18
6X1
Kolom kunci adalah kolom yang mempunyai nilai pada baris Z yang
bernilai negatif dengan angka terbesar.
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK index
Z 1 -3 -5 0 0 0 0
X3 0 2 0 1 0 0 8
X4 0 0 3 0 1 0 15
X5 0 6 5 0 0 1 30
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK inde
r x
Z 1 -3 -5 0 0 0 0
X3 0 2 0 1 0 0 8 ~
X4 0 0 3 0 1 0 15 5
X5 0 6 5 0 0 1 30 6
=> dengan cara membaginya dengan angka kunci Baris baru kunci = baris
19
kunci : angka kunci sehingga tabel menjadi seperti berikut:
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK index
Z 1 -3 -5 0 0 0 0
X3 0 2 0 1 0 0 8 ~
X2 0 0 1 0 1/3 0 5 5
X5 0 6 5 0 0 1 30 6
6. Mengubah nilai-nilai selain baris kunci sehingga nilai-nilai kolom kunci (selain
baris kunci) = 0
Baris baru = baris lama – (koefisien angka kolom kunci x nilai baris baru
kunci)
Baris Z
Baris lama [ -3 -5 0 0 0 0]
NBBK -5 [ 0 1 0 1/3 0 5]
Baris baru -3 0 0 5/3 0 25
Baris X3
Baris lama [2 0 1 0 0 8]
NBBK 0 [0 1 0 1/3 0 5]
Baris baru 2 0 1 0 0 8
Baris X5
Baris lama [6 5 0 0 1 30 ]
NBBK 5 [0 1 0 1/3 0 5]
Masukkan nilai di atas ke dalam tabel, sehingga tabel menjadi seperti berikut:
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK index
Z 1 -3 0 0 5/3 0 25
X3 0 2 0 1 0 0 8
X2 0 0 1 0 1/3 0 5
X5 0 6 0 0 -5/3 1 5
20
negatif
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK inde
r x
Z 1 -3 0 0 5/3 0 25
X3 0 2 0 1 0 0 8 4
X2 0 0 1 0 1/3 0 5 ~
X5 0 6 0 0 -5/3 1 5 5/6
Nilai setiap variabel dasar (X5) harus sebesar 0, sehingga fungsi tujuan harus
dikurangi dengan M dikalikan dengan baris batasan yang bersangkutan (3). Nilai
baris Z sebagai berikut:
21
[ -3 -5 0 0 M , 0]
M [6 5 0 0 1 , 30]
Tabel:
[Link] Z X1 X2 X3 X4 X5 NK index
Z 1 -6M-3 -5M-5 0 0 0 -30M
X3 0 2 0 1 0 0 8 4
X4 0 0 3 0 1 0 15 ~
X5 0 6 5 0 0 1 30 5
VD Z X1 X2 X3 X4 X5 NK index
Z 1 0 -5M-5 3M+3/ 0 0 -6M+12
2
X1 0 1 0 1/2 0 0 4 ~
X4 0 0 3 0 1 0 15 5
X5 0 0 5 -3 0 1 6 6/5
Z 1 0 0 -3/2 0 M+1 18
X1 0 1 0 ½ 0 0 4 8
X4 0 0 0 9/5 1 -3/5 19/3 5/27
X2 0 0 1 -3/5 0 1/5 6/5 -2
22
2. Fungsi tujuan : Minimisasi
Soal minimisasi harus diubah menjadi maksimisasi dengan cara mengganti
tanda positif dan negatif pada fungsi tujuan.
Contoh:
Minimumkan Z = 3X1 + 5X2
Fungsi batasan: 1) 2X1 = 8
2) 3X2 15
3) 6X1 + 5X2 30
Penyelesaian:
Fungsi batasan: 1) 2X1+ X3 = 8
2) 3X2 + X4= 15
3) 6X1 + 5X2-X5 + X6 = 30
Fungsi tujuan menjadi:
maksimumkan (-Z) = -3X1 – 5X2 –MX3 – MX6
diubah menjadi fungsi implisit => -Z + 3X1 + 5X2 + MX3 + MX6 =
0 Nilai – nilai variabel dasar (X3 dan X6 ) harus = 0, maka:
[ 3 5 M 0 0 M , 0 ]
-M [ 2 0 1 0 0 0 , 8 ]
-M [ 6 5 0 0 -1 1 , 30 ]
+
(-8M+3) (-5M+5) 0 0 M 0 , -38M
Tabel:
VD Z X1 X2 X3 X4 X5 X6 NK index
Z -1 -8M+3 -5M+5 0 0 0 0 -38M
X3 0 2 0 1 0 0 0 8 4
X4 0 0 3 0 1 0 0 15
X6 0 6 -5 0 0 -1 1 30 5
23
3/2
X1 0 1 0 ½ 0 0 0 4
X4 0 0 3 0 1 0 0 15 5
X6 0 0 5 -3 0 -1 1 6 6/
5
24
BAB IV
A. Teori Dualitas
Dalam sebuah pemodelan Pemrograman Linear, terdapat dua konsep yang
saling berlawanan. Konsep yang pertama kita sebut Primal dan yang kedua
[Link] Dual adalah kebalikan dari bentuk Primal. Hubungan Primal dan Dual
sebagai berikut:
Masalah Primal (atau Dual) Masalah Dual (atau Primal)
Koefisien fungsi tujuan ………………............ Nilai kanan fungsi
batasan Maksimumkan Z (atau Y) …………... Minimumkan Y (atau Z)
Batasan i …………………………….............. Variabel yi (atau xi)
Bentuk …………………………... yi 0
Bentuk = …………………………….............. yi dihilangkan
Variabel Xj ……………………... Batasan j
Xj 0 ……………………………….............. Bentuk
Xj 0 dihilangkan ………………….............. Bentuk =
25
Contoh 2 : Primal
Minimumkan Z = 2X1 + X2
Fungsi batasan: 1) X1 + 5X2 10
2) X1 + 3X2 6
3) 2X1 + 2X2 8
X1, X2 0
Dual
Maksimumkan Y = 10 y1 + 6y2 + 8y3
Fungsi batasan : 1) y1 + y2 + 2y3 2
2) 5y1 + 3y2 + 2y3 1
y1, y2 0
Contoh 3:
Primal
Maksimumkan Z = X1 + 3X2 – 2X3
Fungsi batasan: 1) 4X1 + 8X2 + 6X3 = 25
2) 7X1 + 5X2 + 9X3 = 30
X1, X2, X3 0
Dual
Minimumkan Y= 25y1 + 30y2
Fungsi batasan: 1) 4y1 + 7y2 1
2) 8y1 + 5y2 3
3) 6y1 + 9y2 -2
B. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas, bertujuan untuk mengurangi dan menghindari
perhitungan-perhitungan ulang, bila terjadi perubahan-perubahan satu atau
beberapa koesifien model linear programming pada saat penyelesaian optimal
telah tercapai.
Pada dasarnya perubahan-perubahan yang mungkin terjadi setelah
dicapainya penyelesaian optimal terdiri dari beberapa macam, yakni :
1. Keterbatasan kapasitas sumber
2. Koefisien-koefisien fungsi tujuan
3. Koefisien-koefisien teknis fungsi-fungsi batasan
26
4. Penambahan variabel-variabel baru
5. Penambahan batasan baru
Secara umum, perubahan-perubahan tersebut akan mengakibatkan salah satu
diantara :
1. Penyelesaian optimal tidak berubah, artinya baik variabel dasar maupun nilai-
nilainya tidak mengalami perubahan
2. Variabel-variabel dasar mengalami perubahan, tetapi nilai-nilainya tidak berubah
3. Penyelesaian optimal sama sekali berubah
27
BAB V
METODE TRANSPORTASI
Tabel Transportasi
28
dipergunakan sebuah contoh.
Contoh :
dari pabrik
Pabrik W Rp 20 Rp 5 Rp 8 90
Pabrik H Rp 15 Rp 20 Rp 10 60
Pabrik P Rp 25 Rp 10 Rp 19 50
Jawaban :
1. Metode NWC
Pabrik 15 20 10 60
60
H
Pabrik 25 10 19 50
10 40
P
Kebutuhan
gudang 50 110 40 200
Mengoptimalkan tabel:
gudang
50 110 40 200
Kebutuha
n
50 110 40 200
gudang
30
Perbaikan 2
ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasita
dari s pabrik
Pabrik 20 50 5 40 8 90
90 +
W -
Pabrik 15 20 10 60
H 50 10
Pabrik 25 10 19 50
10
P 50 + 40
-
Kebutuhan
gudang 50 40
110 200
Perbaikan 3
ke Gudang A Gudang B Gudang C Kapasita
dari s pabrik
Pabrik 20 60 5 30 8 90
50 40
W + -
Pabrik 15 20 10 60
H 50 10 - + 10
Pabrik 25 10 19 50
50
P
Kebutuhan 110 200
gudang 50 40
31
b. Isilah tabel pertama dari sudut kiri atas ke kanan bawah.
c. Menentukan nilai baris dan kolom, Cij = Ri + Kj
d. Menghitung indeks perbaikan, IPij = Cij - Ri – Kj
e. Memilih titik tolak perubahan
f. Memperbaiki alokasi
Contoh :
1. W-A = R1 + K1 = 20
2. W-B = R1 + K2 =5
3. H-B = R2 + K2 = 20
4. P-B = R3 + K2 = 10
5. P-C = R3 + K3 =19
1. R1 + K1 = 20 => 0 + K1 = 20 , K1 =20
2. R1 + K2 = 5 => 0 + K2 = 5 , K2 = 5
3. R2 + K2 = 20 => R2 + 5 = 20 , R2 = 15
4. R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5
5. R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19 , K3 = 14
PabrikP
50 110 40 200
R3 = 5 32
Kebutuhan
a. Hitung nilai/ index perbaikan setiap sel yang kosong dengan rumus:
Cij - Ri - Kj
1. H-A = 15 – 15 – 20 = - 20
2. P-A = 25 – 5 – 20 = 0
3. W-C = 8 – 0 – 14 = - 14
4. H-C = 10 – 15 – 14 = - 19
(optimal jika pada sel yang kosong, indek perbaikannya 0, jika belum maka
pilih yang negatifnya besar)
b. Memilih titik tolak perubahan
Pilih nilai yang negatifnya besar yaitu H-A
c. Buat jalur tertutup
Berilah tanda positif pada H-A. Pilih 1 sel terdekat yang isi dan sebaris (H-B), 1
sel yang isi terdekat dan sekolom (W-A), berilah tanda negatif pada dua sel
terebut. Kemudian pilih satu sel yang sebaris atau sekolom dengan dua sel
bertanda negatif tadi (W-B) dan beri tanda positif. Selanjutnya pindahkan isi
dari sel bertanda negatif ke yang bertanda positif sebanyak isi terkecil dari sel
yang bertanda positif (50). Jadi, H-A kemudian berisi 50, H-B berisi 60-50=10,
W-B berisi 40+50=90 dan W-A tidak berisi.
33
W-B = R1 + K2 = 5 => 0 + K2 =5, K2 = 5
H-B = R2 + K2 = 20 => 15 + 5 = 20 ,
P-B = R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5
P-C = R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19 , K3 = 14
Perbaikan indeks:
W-A = 20 – 0 – 0 = 20
W-C = 8 – 0 – 14 = - 6
H-C = 10 – 15 – 14 = - 19
P-A = 25 – 5 – 0 = 20
W-B = R1 + K2 = 5 => 0 + K2 = 5 , K2 = 5
P-B = R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5
P-C = R3 + K3 = 19 => 5 + K3 = 19 , K3 = 14
H-C = R2 + K3 = 10 => R2 + 14 = 10 , R2 = - 4
H-A = R2 + K1 = 15 => - 4 + K1 = 15 , K1 = 19
34
H-B = 20 – 15 – 5 = 0
P-A = 25 – 5 – 0 = 20
PabrikW 20 80 5 8 90
R1 = 0 90 + 10
PabrikH 15 - 20 10 60
50 10
R2 = - 4
PabrikP 25 10 19 50
R3 = 5 20 + 30 - 30 20
Keb. Gdg 50 110 40 200
Biaya transportasi :
80 (5) + 10 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 30 (10) + 20 (19) = 2010
Sel berisi:
W-B = R1 + K2 = 5 => 0 + K2 = 5 , K2 = 5
W-C = R1 + K3 = 8 => 0 + K3 = 8 , K3 = 8
H-C = R2 + K3 = 10 => R2 + 8 = 10 , R2 = 2
H-A = R2 + K1 = 15 => 2 + K1 = 15 , K1 = 13
P-B = R3 + K2 = 10 => R3 + 5 = 10 , R3 = 5
Indeks perbaikan:
W-A = 20 – 0 – 19 = 1
H-B = 20 – (-4) – 5 = 19
P-A = 25 – 5 – 19 = 1
Indeks perbaikan sudah positif semua, berarti sudah optimal.
50 110 40 200
PabrikP
R3 = 5
Keb. Gdg
35
D. Vogel’s Approximation Method (VAM).
Langkah-langkah Metode Vogel’s yaitu :
a. Susunlah kebutuhan, kapasitas dan biaya pengangkutan ke dalam tabel
transportasi.
b. Carilah perbedaan dari dua biaya terkecil.
c. Pilihlah satu nilai perbedaan yang terbesar diantara semua nilai perbedaan pada
kolom dan baris.
d. Isilah pada salah satu segi empat yang termasuk dalam kolom atau baris terpilih
(biaya terendah).
e. Hapus baris atau kolom yang telah terisi.
f. Ulangi lagi mulai langkah ke-b
W 20 8 90-60 =30 20 – 8 = 12
H 15 10 60 15 – 10 = 5
Kebutuhan 50 40
Perbedaan 20-15= 10-8=2 XWC=30
5
kolom Hilangkan baris W
36
A C kapasitas
H 15 10 60
Kebutuhan 50 (40- XHA=50
30)=10
XHC= 10
Biaya transportasi :
10 (50) + 5 (60) + 8 (30) + 15 (50) + 10 (10) = 1890 (optimal)
37
BAB VI
MASALAH PENUGASAN
B. Masalah Minimisasi
Contoh:
karyawan
38
menyelesaikan keempat pekerjaan agar total biaya pekerjaan minimum.
Langkah-langkah:
1. Menyusun tabel biaya seperti tabel di atas.
2. Melakukan pengurangan baris, dengan cara:
a. memilih biaya terkecil setiap baris
b. kurangkan semua biaya dengan biaya terkecil setiap baris
Sehingga menghasilkan reduced cost matrix /matrik biaya yang telah dikurangi.
pekerjaan I II III IV
karyawan
pekerjaan I II III IV
karyawan
Raihan 0 50 (30-20)=10 70
Hamdan 0 20 (70-20)=50 30
Hasan 50 0 (30-20)=10 0
Dzakwan 10 20 (20-20)=0 0
39
4. Membentuk penugasan optimum
Prosedur praktis untuk melakukan test optimalisasi adalah dengan menarik
sejumlah minimum garis horisontal dan/ atau vertikal untuk meliputi seluruh
elemen bernilai nol dalam total opportunity cost matrix. Jika jumlah garis sama
dengan jumlah baris/ kolom maka penugasan telah optimal. Jika tidak maka harus
direvisi.
pekerjaan I II III IV
karyawan
Raihan 0 50 10 70
Hamdan 0 20 50 30
Hasan 50 0 10 0
Dzakwan 10 20 0 0
Hamdan - I Rp 140
Hasan - II Rp 200
Dzakwan - IV Rp 160
Rp 680
40
C. Jumlah Pekerjaan Tidak Sama Dengan Jumlah Karyawan
Bila jumlah pekerjaan lebih besar dari jumlah karyawan, maka harus
ditambahkan karyawan semu (dummy worker). Biaya semu sama dengan nol
karena tidak akan terjadi biaya bila suatu pekerjaan ditugaskan ke karyawan semu.
Bila jumlah karyawan lebih banyak daripada pekerjaan, maka ditambahkan
pekerjaan semu (dummy job). Sebagai contoh, bila jumlah pekerjaan lebih
besar dari jumlah karyawan dapat dilihat pada tabel berikut:
pekerjaan I II III IV
karyawan
Dummy X Rp 0 Rp 0 Rp 0 Rp 0
C. Masalah Maksimisasi
Dalam masalah maksimisasi, elemen-elemen matriks menunjukkan tingkat
keuntungan. Efektivitas pelaksanaan tugas oleh karyawan diukur dengan jumlah
kontribusi keuntungan.
Contoh: Tabel keuntungan
Pekerjaan I II III IV V
Karyawan
41
Langkah-langkah:
1. Seluruh elemen dalam setiap baris dikurangi dengan nilai maksimum dalam
baris yang sama. Prosedur ini menghasilkan Matriks Opportunity Loss. Matriks
ini sebenarnya bernilai negatif.
Pekerjaan I II III IV V
karyawan
Pekerjaan I II III IV V
karyawan
Dari matriks di atas dapat dilihat bahwa seluruh elemen yang bernilai nol baru
dapat diliput oleh 4 garis. Jadi matriks harus direvisi.
42
a. Merevisi matriks
Pekerjaan I II III IV V
karyawan
Afif 200 0 0 500 0
Bady 0 400 300 0 400
Dzaky
0 100 0 200 0
Farras 200 0 500 0 700
Rp 6800 Rp 6800
43
BAB VII
ANALISIS NETWORK
A. Pengertian Network
2. Tidak ada tenggang waktu antara selesainya tahap sebelumnya dengan waktu
dimulainya kegiatan.
Cara melakukan analisis jalur kritis
1. Mengidentifikasi kegiatan” dalam proses produksi
2. Mengidentifikasi logika ketergantungan dan waktunya
3. Buat diagram network, dengan menggunakan simbol”
44
Keterangan simbol
, arah kegiatan
, kegiatan semu
Keterangan :
EN = nomor kejadian
EFT = waktu penyelesaian
EN
tercepat
LST = waktu paling lambat
dimulai
Contoh :
Nomor Kegiatan Kegiatan Waktu
sebelum
1 A - -
2 B A 1
3 C B 2
4 D C 1
5 E D 1
6 F B 4
7 G F 3
8 H G 2
9 I E 1
H 1
10 J I 1
45
DAFTAR PUSTAKA
46