Terima kasih kepada pembawa acara atas kesempatan yang telah diberikan.
Assalamualaikum [Link].
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Kami ucapkan selamat datang dalam acara Pembinaan Trauma Healing dan Sosialisasi Masa Transisi PAUD-SD, pada
hari ini, Senin 17 Juli 2023 bersama saya Heni Rahmawati yang akan memandu jalannya sosialisasi dan sesi diskusi,
dimulai pukul 07.00 hingga 13.45 WIB.
Kita awali kegiatan ini dengan sebuah pantun
Jalan-jalan ke Bandongan
Mampir ke pasar beli ikan teri
Salam bahagia tuk para tamu undangan
Siapkah anda untuk menyimak materi?
Baik Bapak/ibu bagaimana kabarnya hari ini? Sehat? Alhamdulillah, semoga selalu dalam keadaan sehat.
Bapak/ibu saya mau bertanya boleh? Bapak/ibu tahu kuda? Kuda itu bagaimana suaranya? Hiha.. Sepakat ya?
Nah sebelum nanti Bapak/Ibu menyimak paparan materi dari para narasumber kita yang gagah dan berani, saya ingin
mengecek semangat dari bapak/ibu semua. Ketika saya mengatakan cek sound, bapak/ibu menjawab hu ha, ketika saya
mengatakan cekkk sound, bapak ibu jawab huuu haa. Semangat pagi? Pagi pagi pagi hiii haa hii haa luar biasa
Nah, bapak/ ibu terima kasih atas semangatnya yang luar biasa. Kenapa kok saya memilih kuda untuk menjadi ikon kita
hari ini. Alasannya adalah, kuda itu hewan yang kuat. Harapannya bapak/ibu semua kuat untuk mengikuti dan menyimak
paparan materi dari para narasumber kita hingga paripurna nanti.
Hadirin yang kami muliakan. Narasumber kita yang pertama ada dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Magelang. Kita sambut bersama inilah Bapak Zamzin, [Link]. Materi pertama tentang Kebijakan Dinas. Akan ada lebih
kurang 60 menit pak untuk menyampaikan materi tanpa interupsi. Kepada Bapak Zamzin, [Link]. kami persilakan.
Terima kasih kepada naraumber kita yang pertama atas materi yang telah disampaikan. Sesi tanya jawab akan ada nanti di
akhir setelah semua narasumber memaparkan materinya. Untuk itu kami ingatkan kepada Bapak/Ibu yang mempunyai
daftar pertanyaan, untuk disimpan terlebih dahulu, dan ditanyakan nanti saat sesi tanya jawab di buka.
Bapak/Ibu yang berbahagia, Apakah Bapak/Ibu pernah merasa trauma atau rasa takut yang berlarut-larut? Setelah
mengalami salah satu dari peristiwa ini, seseorang cenderung penuh dengan keterkejutan dan penolakan. Reaksi jangka
panjang dapat mencakup emosi yang tidak terduga, kilas balik, hubungan yang tegang, dan bahkan gejala fisik seperti
sakit kepala dan mual. Trauma berdampak buruk pada stabilitas mental dan emosional korban dan dapat disebabkan oleh
peristiwa negatif yang terus-menerus. Lalu bagaimana metode trauma healing yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal
tersebut?
Mari kita simak saja materi yang kedua mengenai Trauma Healing yang akan disampaikan oleh narasumber kita dari
DPRD Kabupaten Magelang. Beliau ini merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang. Kita sambut
dengan hangat Bapak Zaenal Mustofa. Akan ada lebih kurang 60 menit pak untuk menyampaikan materi tanpa interupsi,
dan bisa dimulai dari sekarang, kami persilakan.
Terima kasih kepada Bapak Zaenal Mustofa dari Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang yang telah memaparkan
materinya dengan sangat jelas. Namun Bapak/Ibu sesi tanya jawab akan ada nanti di akhir sesi. Untuk itu jangan lupa
siapkan daftar pertanyaannya semenarik mungkin.
Hadirin tamu undangan yang saya hormati, saat ini, miskonsepsi praktik pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini
dan SD masih sangat kuat di masyarakat. Masyarakat beranggapan bahwa kemampuan yang dibangun pada anak PAUD
sangat berfokus pada baca, tulis, hitung (calistung) dan dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar.
Kemampuan calistung dipahami dengan sempit, dan dianggap dapat dibangun secara instan. Bahkan di beberapa sekolah
tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD. Padahal membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan
secara bertahap dan dalam cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran tercapai. Sehingga anak pun
merasa senang dalam belajar.
Lalu bagaimana upaya kita untuk mengakhiri miskonsepsi tentang pembelajaran dan supaya transisi PAUD ke pendidikan
dasar dapat berjalan dengan mulus? Ini semua akan di bahas oleh narasumber kita yang sudah hadir yaitu dari unsur Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang dengan jabatan kasi kurmintu. Kita sambut bersama, inilah Bapak
Wahyudi, [Link].. Materi ketiga ini berjudul Masa Transisi PAUD-SD. Dan akan ada lebih kurang 60 menit pak untuk
menyampaikan materi tanpa adanya interupsi. Sehingga Bapak/Ibu kita ingatkan juga untuk memanfaatkan kesempatan ini
sebaik mungkin, karena nanti di sesi akhir akan ada sesi tanya jawab.
Wow kita beri aplouse yang meriah untuk narasumber kita Bapak Wahyudi, [Link].
Dari pemaparan tadi kita berharap agar semua pihak dapat berkolaborasi agar setiap anak mendapatkan kemudahan dalam
bertransisi dari PAUD ke pendidikan dasar, sehingga Peserta didik PAUD dapat terus melanjutkan prosesnya untuk
mendapatkan kemampuan fondasi saat di SD/MI. Peserta didik SD/MI yang tidak pernah mengikuti PAUD, tetap
mendapatkan haknya untuk mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi, sehingga memiliki pijakan yang kuat untuk
memeroleh pembelajaran selanjutnya.
Baik terima kasih ternyata sudah giliran saya untuk menutup diskusi kita kali ini. Terima kasih kepada seluruh narasumber
atas semua insight nya, sehingga diskusi kita sangat menarik. Juga terima kasih kepada bapak/ibu hadirin dan tamu
undangan atas kesediaanya untuk menghadiri undangan dari kami.
Saya bisa simpulkan mengenai topik kita kali ini adalah trauma healing dan masa transisi PAUD-SD,
yaitu...........................................................................................................................................................................
Dengan demikian kita perlu.......semoga dapat menambah insight positif bagi kita semua.
Terima kasih sampai bertemu di lain kesempatan. Billahitaufik wal hidayah, wassalamualaikum [Link].