0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
640 tayangan4 halaman

Refleksi Pembelajaran Design Thinking

1. Mahasiswa mempelajari 7 topik utama Design Thinking mencakup empati, definisi masalah, ideasi, prototyping, dan transformasi pendidikan. 2. Mahasiswa belajar untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik melalui berbagai fase Design Thinking. 3. Pengalaman belajar ini akan digunakan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
640 tayangan4 halaman

Refleksi Pembelajaran Design Thinking

1. Mahasiswa mempelajari 7 topik utama Design Thinking mencakup empati, definisi masalah, ideasi, prototyping, dan transformasi pendidikan. 2. Mahasiswa belajar untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik melalui berbagai fase Design Thinking. 3. Pengalaman belajar ini akan digunakan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Tiur Merliana Ritonga

NIM : 2205037050
Rumpun : Pendidikan MIPA

Nama
Design Thinking (DT)
MataKuliah
Review Pada review pengalaman belajar mata kuliah Design Thinking ini saya mempelajari 7
pengalaman topik, yaitu :
belajar Topik 1 – Design Thinking dan Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik
Pada topik 1 ini saya mendapat pemahaman baru mengenai makna Design
Thinking sesungguhnya, bagaimana karakteristinya dan Fase-fase yang harus dilalui
dalam Design Thinking . Saya juga diminta untuk diskusi dengan teman sejawat untuk
menentukan hadiah yang tepat gunauntuk kawan dengan memberikan beberapa
pertanyaan terstruktur sesuaiFase dalam Design [Link] Thinking merupakan
sebuah metodologi, juga sebuah pola pikir, untuk memunculkan potensi kreatif yang
ada dalam diri setiap [Link] Design Thinking umumnya terdiri dari ruang-
ruang“inspirasi” (mengeksplorasi masalah dan mengembangkan pemahamanterhadap
pengguna), “ideasi” (mengeksplorasi dan menguji solusi), serta“implementasi”
(menerapkan dan mengembangkan solusi secara kontekstual), seperti disampaikan oleh
Tim Brown (2008)
Topik 2 – Fase Empathize Menggunakan Emati untuk membangun pemahaman
Pada topik ini saya belajar untuk membangun pemahaman empatik terhadap
permasalahan yang dihadapi peserta didik. Cara yang saya gunakan untuk menggali hal
tersebut yaitu dengan melakukan wawancara kepada dua peserta didik kelas 2 pada
extrem kanan (paling pintar) dan extrem kiri.(paling kurang) mengenai proses
pembelajarandan hal paling mereka sukai dari pembelajaran tersebut.
Topik 3 – Fase Define Menggunakan Teknik Design Thinking Untuk Perumusan
Tujuan
Pada topik ini saya mencoba mendefinisikan permasalahan yangdihadapi oleh
peserta didik. Setelah itu saya mencoba untuk merumuskan tujuannya. Rumusan tujuan
ini membantu saya untuk memiliki idekreatif dalam merancang rancangan
pembelajaran yang lebih tepat.
Topik 4 – Fase Ideate Melahirkan Gagasan Inovatif untuk Rancangan
Pembelajaran.
Pada topik ini saya Bersama kelompok mengeksplore berbagai alternatif ide
yang dapat dijadikan solusi dari masalah yang dihadapi. Ide-ide yangkami munculkan
pada fase ini berupa media pembelajaran yang kiranya sesuai dan tepat untuk
menghadapi permasalahan tersebut.
Topik 5 – Fase Prototyping dan Testing Mengembangkan dan Mengujin Coba
Rancangan Pembelajaran
Pada topik ini saya menguji berbagai ide yang telah ditemukan. Prototipe dipergunakan
untuk menguji/validasi ide, asumsi, dan aspek-aspek laindari sebuah konsep dengan
cepat serta murah, sehingga perancang dapat melakukan perbaikan lebih awal atau
mengubah arah rancangan jika dirasa perlu. Dari tingkat fungsional dan detail fiturnya,
prototipe terbagi menjadi 2 yaitu Low Fidelity(mudah dibuat dan menggunakan
bahanyang murah misalnya kertas) ,dan High Fidelity(dalam versi beta dari produk
digital).
Topik 6 – Peluang dan Tantangan Penerapan Design Thinking di Sekolah
Pada topik ini sebagai pendidik saya didorong untuk menyesuaikan diri dengan
cara belajar peserta didik dan memfasilitasi pembelajaran yang diinginkan serta
dibutuhkan peserta didik. Dari pengalaman belajar yang diperoleh terdapat peluang
yang bisa dikembangkan untuk menghadapimasalah yang dihadapi.
Topik 7 – Design Thinking dan Transformasi Pendidikan
Pada topik ini saya belajar untuk mentransformasi hasil Design Thinking
didalam kelas, dengan melakukan praktik pembelajaran berkeadilan dapat diterapkan
untuk mencapai pembelajaran lebih bermakna dan mendalam bagi peserta didik dari
berbagai tingkat kemampuan serta latar belakang. Praktik pembelajaran ini
mengintegrasi pembelajaran sosial,emosional, dan akademik, yang tidak dapat berdiri
sendiri karenaketiganya saling terkait. Tujuannya, agar setiap anak dapat
berkembangsesuai kebutuhannya baik secara akademis maupun potensi sosial.
Refleksi Refleksi pengalaman belajar yang dipilih yaitu pada topik 2, 3, 4, dan 5. Daritopik-
pengalaman topik tersebut didapatkan sebuah rancangan pembelajaran yang sesuaidengan
belajar yang kebutuhan peserta didik.
dipilih
1. Mengapa topik-topik tersebut penting dipelajari ?
Topik-topik tersebut sangat penting untuk dipelajari. Karena pada fase-fase dapat
menjadi proses belajar bagi pendidik agar bisa memberikan proses pembelajar yang
menyenangkan sesuai kebutuhan peserta [Link] fase tersebut diantaranya :
a. Fase Empathize – membangun Empati
Pemahaman tersebut dibentuk melalui cara-cara empatis seperti
bertanya dan mendengarkan, menggali pengalaman pengguna,
sertamenempatkan kebutuhan/aspirasi pengguna sebagai tujuan utama
perancangan
b. Fase Define – Merumuskan Tujuan
Teknik perumusan tujuan dalam Design Thinking juga menggunakan
prinsip empatis; di mana pengguna dan aspirasi/kebutuhannya dinyatakan secara
spesifik dalam rumusan. Misalnya: “Bagaimanakita bisa merancang bangku
sekolah yang nyaman (pengalaman pengguna) bagi anak-anak Sekolah Dasar
(pengguna), sehingga mereka dapat berkonsentrasi lebih lama (tujuan spesifik)
dalamkegiatan belajar di kelas?”
c. Fase Ideate – Ideasi, Menciptakan Solusi
Proses mencipta ide dalam Design Thinking dibuat sedemikian
rupauntuk memunculkan sebanyak mungkin ide solusi (baik secara jumlah
maupun variasi), serta menunda pemikiran kritis-analitisyang cenderung
‘membunuh’ ide-ide baru yang berpotensi menjadi inovasi
d. Fase prototype – Mengembangkan Prototipe
Fase prototipe merupakan waktu bagi perancang untuk mewujudkanide
dalam bentuk model yang menunjukkan fitur-fitur dari [Link] ini, yang
disebut sebagai prototipe, dapat digunakan untukmenguji dan memvalidasi ide
secara cepat serta murah sehingga perancang dapat melakukan perbaikan
terhadap produknya sebelum benar-benar diproduksi. Prototipe yang baik perlu
cukup mudahdibuat (tidak membutuhkan upaya besar dalam
pembuatannya),namun cukup representatif untuk diujicobakan kepada
pengguna.
e. Fase Test / Evaluate – Menguji Coba Prototipe
Uji coba adalah fase penting dalam Design Thinking, karena disinilah
ide solusi perancang (yang sudah berwujud prototipe)diperiksa efektivitasnya.
Uji coba memungkinkan perancangmenemukan kekuatan dan kelemahan dari
idenya, juga mendapatkanumpan balik dari pengguna rancangannya. Dalam uji
coba prototipe, berlaku prinsip “tunjukkan, jangan jelaskan”: prototipe tersebut
yangakan menjelaskan (atau tidak cukup menjelaskan) ide yang digagas
perancang. Dalam uji coba, perancang cukup berdiri di tepi danmengamati
bagaimana pengguna berinteraksi dengan prototipe idenya. Dari pengamatan
itulah perancang akan mendapatkan insight(pemahaman) yang berguna untuk
pengembangan dan penyempurnaan rancangannya.
2. Bagaimana saya mempelajari topik-topik yang ada pada mata kuliah tersebut ?
Saya mempelajari materi kuliah tersebut melalui modu kuliah yang terdapat
pada LMS, mengikuti alur pada LMS, diskusi dengan teman sejawat dan penjelasan
dari dosen.
3. Apakah strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari topik-topiktersebut
penting bagi saya? Mengapa?
Strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari topik-topiktersebut
penting bagi saya. Karena dapat membangun pengetahuan barumengenai cara
merancang suatu pembelajaran yang efektif dan tepat bagi peserta didik.
Analisis artefak ??????????????
pembelajaran
Pembelajaran Pembelajaran bermakna yang saya peroleh dari mata Kuliah Design Thinkingini
bermakna yaitu berupa strategi dalam merancang suatu media pembelajaran yang sesuaidengan
(good karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dari pengalaman belajar mataKuliah Design
practices)
Thinking ini akan saya gunakan untuk memperbaiki diri sayasebagai individu dan
sebagai guru, agar lebih berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan berupaya untuk
lebih peka dan teliti terhadap kesulitan yangdihadapi peserta didik. Supaya
pembelajaran yang berlansung dapat berjalanlancar dan menyenangkan. Sehingga
peserta didik mudah untuk memahamimateri pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Daftar Pustaka

Anda mungkin juga menyukai