Nama : Tiur Merliana Ritonga
NIM : 2205037050
Rumpun : Pendidikan MIPA
Nama
Computational Thinking
MataKuliah
Review Pada mata kuliah Computational Thinking terdapat sembilan topik yang dipelajari, yaitu:
pengalaman Topik 1. Pendalaman Pemahaman Computational Thinking
belajar Pada topik ini membahas tentang konsep dasar Computational Thinking (CT) dan
pentingnya mempelajari CT. Selain itu juga dikenalkan beberapa fondasi yang berkaitan
dengan CT. Dan terdapat beberapa pertanyaan reflektif yang dapat digunakan oleh
mahasiswa untuk mengasah pengetahuannya mengenai CT.
Topik 2. Computational Thinking dalam Kurikulum
Topik ini membahas tentang CT dalam kurikulum. Dan, diperkenalkan beberapa
istilah yang digunakan pada dalam kurikulum merdeka diantaranya CP atau Capaian
Pembelajaran dan ATP atau Alur Tujuan Pembelajaran.
Topik 3. Computational Thinking dalam Problem Solving
Pada topik ini mempelajari tentang CT dalam Problem Solving dengan mengenal
literasi membaca, matematika, sains. Selain itu kami juga membahas mengenai beberapa
soal yang berkaitan dengan CT seperti soal PISA, Bebras dan AKM.
Topik 4. Ujian Tengah Semester
Topik ini mahasiswa melaksanakan ujian tengah semester pada hari Senin,03 April
2023.
Topik 5. Computational Thinking dan Proyek
Topik ini membahas tentang kaitan antara CT dan Proyek. CT dan proyek berkaitan
langsung pada perencanaan, implementasi dan pengujian. STEM menjadi pilihan dalam
proyek pada topik ini. Integrasi CT dalam proyek disekolah dapat dalam dilakukan dengan
model pembelajaran Problem Basel Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL).
Topik 6. Integrasi CT dalam Pembelajaran
Pada topik ini mempelajari bagaimana mengintegrasikan CT dalam pembelajaran.
Integrasi CT pada sekolah menengah atas dapat dilakukanmenggunakan model
pembelajaran Problem Basel Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL). Model
ini melatih peserta didik dalam memecahkan permasalahan. Topik ini juga melatih kami
menyusun RPP atau modul ajar yang terintegrasi dengan CT
Topik 7. Restrukturisasi Portofolio
Topik ini berisi penugasan untuk mengumpulkan artefak perkuliahan dari topik awal
hingga topik yang terakhir.
Topik 8. Materi Pengayaan
Pada topik ini berisi materi pengayaan tentang CT dalam Problem Solving dengan
menjelaskan penyelesaian persoalan yang melibatkan analisis data, pemodelan, dan simulasi
dalam CT.
Topik 9. Materi Pengayaan
Pada topik ini berisi materi pengayaan tentang CT dan Proyek Kreatif. Dan
menjelaskan bagaimana proses proyek programing dengan Scratch.
Refleksi Fokus pada topik 1
pengalaman Topik 1 penting dipelajari karena beberapa hal sebagai berikut:
belajar yang Computational thinking merupakan proses berpikir sistematis dan menemukan solusi
dipilih
yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun
kompleks. Kemampuan memecahkan persoalan adalah kemampuan yang sangat
dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhadapan dengan persoalan dan
perlu memutuskan solusi yang akan diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada.
Pada kurikulum merdeka diterapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
sehingga pembelajaran yang cocok adalah model pembelajaran seperti problem-based
learning atau project-based learning. CT adalah proses berpikir, maka CT cocok untuk
diintegrasikan ke dua model pembelajaran tersebut.
CT akan membantu peserta didik untuk berpikir logis, tak terkecuali saat membuat
keputusan penting, memecahkan masalah, menghasilkan ide-ide kreatif, dan juga
menetapkan sebuah tujuan. Semakin kuat keterampilan berpikir logis yang dimiliki,
maka peserta didik akan semakin mudah menemukan solusi atas permasalahan yang
terjadi dalam kehidupannya.
CT memiliki empat fondasi yang menjadi landasan pemecahan persoalan yaitu
dekomposisi (decomposition), algoritma (algorithm), pengenalan pola ( pattern
recognition), dan abstraksi (abstraction).
Dekomposisi: Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-
persoalan yang lebih kecil.
Pengenalan pola: Pengenalan pola adalah pengamatan atau analisisterhadap berbagai
kesamaan yang ada di antara [Link] seseorang telah berkali-kali
menyelesaikan persoalan, diharapkandapat menemukan pola dari persoalan-persoalan
sejenis dan juga poladari solusi-solusi yang dirancang/diimplementasikan.
Abstraksi: Abstraksi adalah proses eliminasi bagian-bagian yang tidakrelevan dari
suatu persoalan. Dengan abstraksi, dapat dibuat suatublueprint penyelesaian persoalan
yang dapat digunakan untukmenyelesaikan persoalan-persoalan sejenis.
Algoritma: Algoritma adalah langkah-langkah terurut untukmenyelesaikan suatu
persoalan. Algoritma harus disusun dengan jelas,runtut, lengkap, efisien, dan tidak
menyalahi batasan-batasan dalam persoalan tersebut.
Topik-topik tersebut saya pelajari dengan metode membaca, mengerjakan tugas, menyimak
video, melalui diskusi kelompok dan penjelasan materi daridosen . Strategi yang saya
gunakan dalam mempelajari topik-topik tersebut yaitu menyesuaikan dengan langkah-
langkah yang ada pada LMS sehingga didapatkan pemahaman yang sistematis terhadap
topik-topik tersebut. Strategi tersebut penting bagi saya karena memudahkan untuk
memahami dan menyelesaikan LMS dengan baik, seperti pada ruang kolaborasi digunakan
strategi pembelajaran kooperatif sehingga bersama teman-teman di kelas melakukan diskusi
dan saling berbagi pengalaman serta pengetahuan dalam memecahkan suatu permasalahan
yang telah disajikan dalam LMS.
Analisis Eksplorasi Konsep dan Ruang Kolaborasi
artefak Pada bagian eksplorasi konsep dan ruang kolaborasi mahasiswa melakukan diskusi
pembelajaran kelompok dan mengemukakan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang tidak
membutuhkan computer akan tetapi membutuhkan CT seperti membuat kopi dan mengepel
lantai dan menjelaskan empat fondasi CT memecahkan permasalahan tersebut.
Demonstrasi kontekstual
Pada bagian demonstrasi kontekstual setiap kelompok diberikan pertanyaan/feedback
oleh kelompok lain berdasarkan hasil presentasi yang dilakukan pada ruang kolaborasi.
Salah satu pertanyaan yang dikemukakan yaitu penerapan computational thinking pada
mata pelajaran kimia. Computational thinking dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran
tertentu termasuk mata pelajaran kimia, CT berfokus pada cara berpikir secara sistematis
dan menemukan solusi yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Contoh penerapan CT dalam mata pelajaran kimia yaitu materi perkembangan teori atom
Rutherford, ketika peserta didik mempelajari konsep atom Rutherford peserta didik tidak
mampu memahami konsep yang dipelajari dengan baik. Adapun empat fondasi dalam
pemecahan masalah tersebut:
Dekomposisi : peserta didik belum memahami konsep abstrak untuk membayangkan
benda kecil seperti atom dan bagian-bagian atom seperti electron, proron dan neutron.
Pengenalan pola : peserta didik belajar hanya bersumber dari apa yang disampaikan
oleh guru, peserta didik menghafal konsep tetapi tidak memahami konsep dengan baik.
Abstraksi : melakukan demonstrasi untuk menggambarkan konsep atom dan
melakukan simulasi untuk menggambarkan model atom Ruhterford.
Algoritma : merancang pembuktian dengan membuat model-moedl atom,
mempresentasikan, dan menyimpulkan hasil presentasi
Aksi Nyata
Pada bagian aksi nyata mahasiswa menjawab beberapa pertanyaan reflektif untuk
merefleksikan materi yang telah didapatkan mengenai pemahaman baru yang diperoleh
serta kendala atau tantangan yang dihadapi selama mengikuti perkuliahan.
Berikut link artefak mata kuliah computational thinking
[Link]
usp=sharing
Pembelajaran Pembelajaran bermakna yang saya peroleh dari mata kuliah ini yaitu pentingnya
bermakna seorang guru memahami computational thinking sehingga dalam menghadapi permasalahan
(good dalam proses pembelajaran mampu berpikir secara komputatif yaitu berpikir secara
practices)
terstruktur atau sistematis, kritis, dan efektif. Begitu pula pada peserta didik di sekolah
diajar untuk menerapkan computational thinking sehingga dalam menghadapi permasalahan
sehari-hari dan permasalahan dalam proses pembelajaran dapat mengambil sikap yang
tepat, mampu memecahkan masalah dengan baik, serta berpikir secara kritis dan efektif hal
ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Annisa Mauliani (2020).
Daftar Mauliani, (2020), Peran Penting Computational Thinking terhadap Masa Depan Bangsa
Pustaka Indonesia, Jurnal Informatikan dan Bisnis; Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian
Gie.