100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
279 tayangan48 halaman

Laporan Program Mutu Proyek Konstruksi

Dokumen tersebut membahas tentang penjaminan mutu dan pengendalian pekerjaan supervisi revitalisasi Danau Teloko di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dokumen menjelaskan struktur organisasi proyek dan tanggung jawab masing-masing pihak terkait pengawasan mutu pelaksanaan pekerjaan, meliputi pengguna jasa, penyedia jasa, dan tim supervisi lapangan.

Diunggah oleh

yaser arafat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
279 tayangan48 halaman

Laporan Program Mutu Proyek Konstruksi

Dokumen tersebut membahas tentang penjaminan mutu dan pengendalian pekerjaan supervisi revitalisasi Danau Teloko di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dokumen menjelaskan struktur organisasi proyek dan tanggung jawab masing-masing pihak terkait pengawasan mutu pelaksanaan pekerjaan, meliputi pengguna jasa, penyedia jasa, dan tim supervisi lapangan.

Diunggah oleh

yaser arafat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENJAMINAN MUTU DAN PENGENDALIAN PEKERJAAN

“Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab.


Ogan Komering Ilir“

Nomor Kontrak : HK.02.03/01/DSE/SNVT-PB/Ah/2023


Nilai Kontrak : Rp. [Link]
Tanggal Kontrak : 26 Juni 2023

TAHUN 2023 - 2024

1
LEMBAR PENGESAHAN
PERSETUJUAN

URAIA DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH


N
Ir. YULI ASTUTI, S.T. JONIZAR, [Link]. RIO TRIANTO, S.T., M.T.
Nama M.T. NIP. 19831018 200901 1 004

Direksi / Penanggung PPK


Jawab Teknis Danau Situ dan Embung
Jabatan Kuasa KSO Supervisi Revitalisasi
Danau Teloko Kab. Ogan
Komering Ilir

Tanda
Tangan

Tanggal

PENJAMINAN MUTU DAN PENGENDALIAN PEKERJAAN

SUPERVISI REVITALISASI DANAU TELOKO KABUPATEN


OGAN KOMERING ILIR

2
BAB I

INFORMASI PEKERJAAN

1.1 DATA UMUM PEKERJAAN


Nama Pekerjaan : Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab.
Ogan Komering Ilir
Lokasi Pekerjaan : Danau Teloko berada di Provinsi Sumatera
Selatan Kabupaten Ogan Komering Ilir
Nomor Kontrak : HK.02.03/01/DSE/SNVT-PB/Ah/2023
Nilai Kontrak : Rp. [Link]
Tanggal Kontrak : 26 Juni 2023
Sumber Dana : APBN
Waktu Pelaksanaan : 540 Hari
Pengguna Jasa : Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII
Penyedia Jasa : - PT. INDRA KARYA (PERSERO) DE II –

- PT. SARANA BHUANA JAYA – KSO

1.2 LINGKUP PEKERJAAN


Lingkup Pekerjaan ini ialah Kegiatan Supervisi Revitalisasi Danau
Teloko Kab. Ogan Komering Ilir yang mana tim supervisi lapangan yang
bertanggung jawab untuk melaksanakan pengawasan pekerjaan fisik selama
waktu pelaksanaan yang telah ditentukan.

3
BAB II

STRUKTUR ORGANISASI

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Proyek

4
2.1 PENGGUNA JASA
a) Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA)
Terkait penjaminan mutu dan pengendalian mutu pelaksanaan
pekerjaan kontruksi, PA/KPA sebagai pemilik pekerjaan kontruksi
bertanggung jawab :
 Membentuk dan Menetapkan Panitia Peneliti pelaksanaan kontrak
sebelum pelaksanaan tahapan pengukuran/pemeriksaaan Bersama;
 Menerima hasil pekerjaan dari PPK setelah Berita Acara Serah
Terima akhir pekerjaan diterbitkan ;
 Menetapkan PPHP untuk melakukan pemeriksaaan adminsitratif
terhadap hasil pekerjaan yang diserahterimakan ; dan
 Menyerahkan hasil pekerjaan selesai kepada penyelenggara
Infrastruktir.
b) Pejabat Pembuat Komitmen
Tanggung jawab dan wewenang PPK terkait dengan penjaminan mutu
dan pengendalian mutu meliputi :
 PPK bertanggung jawab atas keseluruhan pelaksanaan pekerjaan
kontruksi sebagai mana yang tercantum dalam kontrak kontruksi
mencakup aspek administrasi kontrak dan aspek teknis
(engineering)
 PPK berwenang atas pengendalian dan Pengawasan pekerjaan
kontruksi. Kewenangan ini dapat dilimpahkan Sebagian atau
keseluruhan terhadap pihak/tim yang ditunjuk oleh PPK.
 Pengendalian Pekerjaan Kontruksi yang dilakukan untuk
mengendalikan proses dan hasil pekerjaan Penyedia sesuai dengan
ketentuan kontrak. Pengendalian dilaksanakan baik pada kontrak
pekerjaan kontruksi maupun kontrak jasa konsultasi pengawasan
pekerjaan kontruksi
 Pengawasan pekerjaan kontruksi dilakukan untuk memastikan
proses pelaksanaan oleh penyedia sesuai dengan ketentuan kontrak.

5
 Kewenangan dan tanggung jawab pengendalian pekerjaan
kontruksi dapat didelegasikan kepada Pengendali Pekerjaan yang
dapat dilakukan oleh staf PPK, dalam hal ini disebut Direksi
Lapangan, atau Penyedia Jasa Konsultansi yaitu Konsultan
Manajemen Kontruksi (MK);
 Kewenangan dan tanggung jawab pengawasan pekerjaan kontruksi
dapat di delegasikan kepada Pengawas Pekerjaan yang dapat
dilakukan oleh staf PPK, dalam hal ini disebit Direksi Teknis, atau
Penyedia Jasa Konsultansi yaitu Konsultan Pengawas.
 Dalam hal pengendalian dan pengawasan pekerjaan kontruksi
dilakukan oleh Penyedia Jasa Konsultansi, maka Penyedia Jasa
Konsultansi wajib Menyusun Program Mutu sebagai bentuk
penjamin mutu.
c) Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP)
Tanggung Jawab dan wewenang PPHP terkait dengan penjaminan
mutu dan pengendalian mutu meliputi pemeriksaan administrative
terhadap hasil pekerjaan kontruksi yang diserahterimakan dari PPK kepada
PA/KPA.
d) Penjamin Mutu pada Unit Organisasi
 Penjamin Mutu pada Unit Organisasi merupakan unsur pendukung
pada struktur penyelenggara proyek dan tidak terlibat secara
langsung dalam pengambilan keputusan terkait pada pelaksanaan
pekerjaan kontruksi, yang memiliki fungsi perumusan kebijakan,
pembinaan teknis, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan.
 Penjamin mutu memiliki tugas Menyusun standar dan pedoman
teknis yang berlaku pada masing-masing unit organisasi,
melakukan bimbingan teknis, melakukan pemantauan dan evaluasi
serta pelaporan.

6
2.2 PENYEDIA JASA
a) Team Leader
Tugas dan tanggung jawab Team leader terkait dengan penjaminan
mutu dan pengendalian mutu antara lain :
 Mengkoordinasikan seluruh tenaga ahli pengawasan
konstruksi;
 Memonitor dan mengevaluasi secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya segera/tepat waktu
kepada PPK;
 Melakukan inspeksi secara teratur dan memeriksa pekerjaan
pada semua lokasi pekerjaan dalam kontrak membuat laporan
kepada PPK terhadap hasil inspeksi lapangan;
 Menyusun/memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan
harian, laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan,
pengukuran, pembayaran, gambar desain, laporan hasil
inspeksi lapangan, laporan pemenuhan tingkat layanan jalan
dan lainnya.

b) Quality Engineer
 Mempelajari dan memahami spesifikasi teknis yang
digunakan pada proyek konstruksi tersebut;
 Memeriksa kelayakan peralatan pengendalian mutu yang
digunakan;
 Melaksanakan pengujian mutu terhadap bahan atau material
yang digunakan;
 Melaksanakan pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan
ataupun di laboratorium;
 Memeriksa hasil pengujian terhadap hasil pekerjaan di
lapangan ataupun di laboratorium;

7
 Mempelajari perencanaan mutu yang dipakai pada pekerjaan;
 Mencegah terjadinya penyimpangan mutu dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi;
 Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau
pengendalian mutu dari pekerjaan;
 Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau
pengendalian mutu dari pekerjaan;
 Membuat teguran baik lisan maupun tulisan jika terjadi
penyimpangan dalam pekerjaan proyek;
 Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor
agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

c) Construction Engineer
 Melakukan koordinasi dengan bagian konsultan supervisi
untuk melakukan monitoring pelaksanaan konstruksi;
 Mengadakan kunjungan secara berkala ke lokasi proyek;
 Bertanggung jawab untuk memeriksa kemajuan dan standar
konstruksi serta memberikan bantuan teknis kepada para
pengawas konstruksi;
 Bertanggung jawab kepada pekerjaan struktur dan
infrastruktur konstruksi serta mengkaji ulang detail
perencanaan struktur dan pengawasan;
 Melakukan monitoring uji coba kekuatan struktur.

d) Ahli Hidrolika
 Memeriksa kesesuaian antara gambar perencanaan dengan
gambar pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan
kondisi di lapangan;

8
 Memastikan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi
menerapkan ketentuan keselamatan konstruksi;
 Mencatat seluruh pelaksanaan pekerjaan serta seluruh
perubahan dan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dari
perencanaan serta melaporkannya kepada Team Leader;
 Melakukan survey lapangan bersama team leader;
 Mengumpulkan data untuk perencanaan;
 Melakukan perhitungan hidrolika;
 Menyediakan data primer dan sekunder terhadap data
hidrolika dan memberi hasil analisa, perhitungan serta
gambar hidrolika;
 Menyiapkan buku nota desain;
 Menyiapkan Buku Laporan Spesifikasi Teknis bersama-
sama dengan Team Leader.

e) Ahli Geodesi/Topografi
 Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut
survey dan inventarisasi yaitu pengukuran dan pemetaan
bidang topografi;
 Membantu Team Leader dalam membuat laporan-laporan
dan diskusi;
 Bertanggung jawab terhadap pekerjaan lapangan/survey
maupun pekerjaan kantor/studio seperti
pengolahan/elaborasi data, penggambaran dan pembuatan
peta-peta dan lain-lain;
 Membantu Team Leader dalam mempersiapkan proses
perencanaan perhitungan dan penggambaran terutama yang
menyangkut aspek topografi;
 Membantu Team Leader dalam pembuatan gambar-gambar
teknik.

9
 Menyusun dan mengevaluasi rencana kerja pekerjaan
geodesi;
 Melaksanakan, mengelola dan pekerjaan geodesi;
 Membuat laporan hasil pekerjaan geodesi;
 Menyusun dan menganalisis pekerjaan persiapan.

f) Quantity Engineer
 Menyusun program dan perencanaan pembangunan
konstruksi;
 Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam dalam
dokumen kontrak fisik, terutama tata cara pengukuran dan
pembayaran pekerjaan dan perhitungan volume terukur;
 Mengawasi serta melakukan pengendalian dan pelaksanaan
fisik pekerjaan. Sehingga semua pembayaran pekerjaan
kepada kontraktor betul-betul didasarkan kepada ketentuan
yang tercantum dalam dokumen kontrak;
 Membuat dan menghimpun semua data sehubungan
denganpengendalian volume pekerjaan;
 Memeriksa kesesuaian volume yang tertuang dalam semua
“ShopDrawing” yang Diajukan oleh kontraktor;
 Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian,
laporan bulanan,jadwal kemajuan pekerjaan dan lain-lain;
 Merancang dan merencanakan program sistem manajemen
mutupelaksanaan proyek konstruksi dan melakukan
pengawasan penerapansistem, program dan perencanaan
manajemen mutu konstruksi proyek;
 Melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat atas
mutu/kualitashasil pelaksanaan pekerjaan dan tidak
mentoleransi adanyapenyimpangan-penyimpangan
pelaksanaan pekerjaan;

10
 Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam dalam
dokumen kontrak,terutama terkait dengan kualitas
pekerjaan;
 Mengawasi serta melakukan pengendalian pelaksanaan
fisik pekerjaan dlapangan agar pekerjaan bisa terkendali
dan terkontrol secara baik;
 Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan
pengendalian pekerjaan;
 Mengajukan pengetesan atau pengujian terhadap bahan-
bahan ataumaterial yang baru di datangkan oleh kontraktor;
 Mengawasi dan memberi laporan kepada dinas tetang
pengujian lab terhadap hasil pelaksanaan dilapangan yang
akan ditagihkan kontraktor;
 Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian,
laporan bulanan, jadwal kemajuan pekerjaan dan lain-lain;

g) Ahli K3 Kontruksi (HSE)


 Mengidentifikasi dan memetakan potensi bahaya yang
mungkin terjadi dilingkungan kerja. Hal ini termasuk
membuat tingkatan dampak dari bahaya (impact) dan
kemungkinan terjadinya bahaya tersebut (probability);
 Menyusun rencana program keselamatan dan kesehatan
kerja yang meliputi upaya preventif dan upaya korektif.
Upaya preventif bertujuan untuk mengurangi terjadinya
bahaya atau kecelakaan di lingkungan kerja. Upaya
korektif bertujuan untuk menanggulangi kecelakaan yang
terjadi di lingkungan kerja;
 Melakukan pengawasan terhadap penerapan Dokumen
SMKK;

11
 Berkoordinasi dengan HSE Engineer Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi atau pejabat lain dalam penyiapan
pengendalian dan keselamatan lalu lintas yang terlibat di
area proyek atau proyek lain yang berkaitan;
 Membuat dan memelihara dokumen terkait kesehatan dan
keselamatan kerja. Dokumentasi yang baik termasuk
faktor penting dalam mencegah dan menanggulangi
bahaya. Hal ini termasuk merancang prosedur baku dan
memelihara borang atau catatan terkait kesehatan dan
keselamatan kerja; dan Mengevaluasi insiden kecelakaan
yang mungkin terjadi, serta menganalisis akar masalah
termasuk tindakan preventif dan korektif yang diambil.

2.3 TENAGA PENDUKUNG


a) Inspektor Lapangan
 Bertanggungjawab langsung kepada Ketua Tim/Team
Leader;
 Membuat dokumentasi dan laporan kemajuan pekerjaan
harian;
 Mengharuskan kontraktor pelaksana untuk melaksanakan
peraturan tentang keamanan dan keselamatan kerja;
 Memantau hasil pekerjaan serta cara pelaksanaan yang
dijalankan kontraktor pelaksana;
 Mencatat keadaan pekerjaan, semua perubahan dan
penyimpangan dari desain perencanaan serta melaporkan
kepada team leader;
 Memberi intruksi kepada kontraktor pelaksana, bila
pelaksanaan pekerjaan dinilai tidak benar. Dalam segala
hal, semua intruksi harus dicatat dalam buku harian serta
melaporkan kepada tim leader;

12
 Memeriksa laporan progres harian yang dibuat kontraktor
pelaksana.
b) Surveyor
 Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya
pengukuran topografi lapangan dan melakukan
penyusunan dan penggambaran data-data lapangan;
 Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah
dilakukan sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan
melakukan tindak koreksi dan pencegahannya;
 Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor
untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan
akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran
sertifikat bulanan untuk pembayaran terakhir;
 Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor
untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan
prosedur yang benar dan menjamin data yang diperoleh
akurat sesuai dengan kondisi lapangan untuk keperluan
peninjauan desain atau detail desain;
 Mengawasi pelaksanaan staking out, penetapan elevasi
sesuai dengan gambar rencana;
 Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan
Dan pengukuran tempat-tempat lokasi yang akan
dikerjakan terutama untuk pekerjaan
 Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke
kepala proyek.

13
c) Administrasi
 Bertugas untuk menginput dan merapikan data dan
melakukan perekapan data beserta buktinya (dapat
dilakukan dalam bentuk dokumentasi);
 Menjaga dan memelihara invetaris kantor;
 Menyusun format dan mengisi surat jalan;
 Membuat data absensi dan lembur;
 Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek,
laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain;
 Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan
yang akan dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek;
 Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan
perpajakan serta retribusi;
 Membantu project manager terutama dalam hal keuangan
dan sumber daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan
proyek dapat berjalan dengan baik; dan
 Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi
proyek serta data-data proyek.
d) Teknisi Khusus/Inspektur Khusus
 Melakukan survey yang diperlukan untuk memeriksa
pekerjaan dan volume atau kuantitas pekerjaan sebelum dan
saat pelaksanaan pekerjaan;
 Membuat catatan/laporan harian tentang kemajuan
pekerjaan di lapangan, serta selalu memberikan informasi
tentang rincian pekerjaan kepada Team Leader;
 Menghitung kembali volume atau kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan sebagai dasar perhitungan prestasi pekerjaan;

14
 Bekerjasama dengan Ahli Quantity untuk menyesuaikan
metode pelaksanaan dilapangan dengan di laboratorium
sehingga perhitungan volume atau kuantitas pekerjaan
dapat dilaksanakan;
 Melakukan pengawasan di lapangan selama pekerjaan
berlangsung dan melaporkan segera kepada Team Leader
jika terdapat volume atau kuantitas pekerjaan yang tidak
sesuai dengan Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi;
 Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan mencatat semua
hasil pengukuran, perhitungan volume atau kuantitas
pekerjaan dan bukti pembayaran terhadap Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan ketentuan dalam
Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi;
 Membuat ringkasan dengan memperhatikan laporan
Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi tentang pengadaan
material, jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan dan
pengukuran di lapangan untuk dilaporkan kepada Team
Leader setiap hari setelah selesai kerja;
 Mengevaluasi prosedur perhitungan hasil pelaksanaan
pekerjaan yang diajukan oleh Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi;
 Melakukan inspeksi dan monitoring lapangan terkait
keluaran hasil pekerjaan serta melaporkannya secara tertulis
kepada Team Leader;
 Membantu Team Leader dalam pengukuran akhir secara
keseluruhan dari bagian pekerjaan yang telah diselesaikan
dan memenuhi persyaratan mutu pekerjaan.

15
e) Draftman
 Mampu merealisasikan apa yang menjadi bayangan atau
imajinasi dari engineer dalam wujud gambar secara nyata;
 Mampu menggambar teknik dengan menggunakan software
CAD atau sejenisnya baik yang berkaitan dengan gambar
2D atau pun berkaitan dengan gambar 3D;
 Mampu menerapkan beragam pemahaman gambar dengan
penuangan Teknik yang benar;
 Mampu menjelaskan tentang gambar kepada pelaksana
lapangan terkait desain atau bentuk secara detail yang
sudah dibuat;
 Mampu memahami penjelasan dari engineering dan atau
kontraktor terkait ide yang nantinya akan dituangkan dalam
wujud gambar real;
 Mampu merevisi gambar perencanaan jika terjadi
perubahan plan dan dapat menyesuaikannya dengan kondisi
lapangan

16
BAB III

JADWAL PELAKSANAAN

Jadwal pelaksanaan (Time Schedule) adalah suatu alat pengendalian


prestasi pelaksanaan proyek secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek tersebut
berjalan dengan lancer.

Fungsi dari jadwal pelaksanaan adalah sebagai berikut,

1) Sebagai pedoman penyedia jasa untuk mengetahui tugas setiap


personil;
2) Sebagai pedoman untuk mengevaluasi suatu pekerjaan yang telah
diselesaikan;
3) Sebagai pedoman untuk mengatur kecepatan suatu pelaksanaan
penyedia jasa;
4) Untuk menentukan tahap-tahap pekerjaan sesuai dengan urutan waktu
pelaksanaan;
5) Untuk memperkirakan biaya yang harus disediakan dalam jangka
waktu tertentu, serta untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja,
jumlah dan macam peralatan, serta material yang digunakan.

Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa jenis model instrumen


penjadwalan yang biasa digunakan baik untuk proyek yang berskala kecil sampai
yang besar baik yang bersifat formal maupun non formal. Secara umum dalam
proyek konstruksi sering kita temukan jenis penjadwalan atau schedule berupa
penjadwalan diagram batang/Gantt Chart dan Curve-S yang berfungsi
memproyeksikan kemajuan progres bobot pekerjaan dan waktu pelaksanaan.
Berikut Jadwal Pelaksanaan Penyedia Jasa mulai dari Jadwal Pelaksanaan, Jadwal
Personil, Jadwal Alat dan Bahan serta Jadwal Pelaporan.

17
Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan

Pekerjaan : Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab. Ogan Komering Ilir


Satuan Kerja : SNVT PEMBANGUNAN BENDUNGAN BBWS SUMATERA VIII
Waktu Pelaksanaan : 18 bulan
Sumber Anggaran : APBN
Tahun Anggaran : 2023 - 2024
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
Bobot
2023 2024
No Tahapan Pekerjaan Rencana Ket.
Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
(%) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

A KEGIATAN PERSIAPAN LAPANGAN

1 Mobilisasi dan Perizinan 1.22 0.609 0.609

2 Penyusunan Rencana Kerja 0.47 0.233 0.233

3 Koordinasi dengan Pengguna Jasa 0.47 0.233 0.233

4 Penyusunan Rencana Mutu Kontrak 0.01 0.009

5 Penyediaan dan Penerapan SMK3 16.53 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236

6 Sosialisasi 0.47 0.233 0.233

B KEGIATAN SURVEI

1 Pengecekan Alat Ukur 0.07 0.069

2 Survei Pengukuran 2.93 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366

3 Pengawasan Pengukuran 4.88 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069

C KEGIATAN REVIEW DESIGN (TASKING)

1 Pengumpulan Data Teknis 0.93 0.233 0.233 0.233 0.233

2 Pengolahan dan Evaluasi Data 0.93 0.233 0.233 0.233 0.233

3 Review Design 1.40 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233

D KEGIATAN PENGAWASAN PELAKSANAAN

1 Pelaksanaan Setting Out Persiapan Pelaksanaan Fisik 0.47 0.233 0.233

2 Pemeriksaan Metode Pelaksanaan dari Gambar Kerja 0.47 0.233 0.233

3 Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233

4 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233

5 Pengawasan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233

6 Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233

E KEGIATAN PELAPORAN

1 Rencana Mutu Kontrak 0.01 0.014

2 Laporan Pendahuluan 0.24 0.240

3 Laporan Bulanan 4.26 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237

4 Laporan Pendukung 0.25 0.252

5 Summary Report 0.25 0.247

6 Laporan Akhir 0.23 0.233

7 Hardisk 1 TB 0.25 0.252

8 Album Gambar 0.03 0.027

Jumlah 100

Bobot Rencana (%) 1.10 1.58 2.07 2.54 2.30 2.30 1.83 2.07 1.60 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 2.48

Kumulatif Bobot Rencana (%) 0 1.10 2.67 4.74 7.28 9.58 11.88 13.72 15.79 17.39 18.62 19.86 21.33 22.57 23.80 25.04 26.51 27.74 28.98 30.21 31.68 32.92 34.16 35.39 36.86 38.10 39.33 40.57 42.04 43.27 44.51 45.74 47.2 48.45 49.69 50.92 52.4 53.63 54.86 56.10 57.6 58.81 60.04 61.28 62.7 63.98 65.22 66.45 67.9 69.16 70.40 71.63 73.1 74.34 75.57 76.81 78.3 79.52 80.75 81.99 83.5 84.69 85.93 87.16 88.6 89.87 91.10 92.34 93.8 95.05 96.28 97.52 100.0

18
Tabel 3.2 Jadwal Personil

Pekerjaan : Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab. Ogan Komering Ilir


Satuan Kerja : SNVT PEMBANGUNAN BENDUNGAN BBWS SUMATERA VIII
Waktu Pelaksanaan : 18 bulan
Sumber Anggaran : APBN
Tahun Anggaran : 2023 - 2024

Jadwal Penugasan Personil


Orang
Jabatan Nama 2023 2024
Bulan
Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
TENAGA PROFESIONAL

Team Leader Muhidi, S.T. 18

Quality Engineer Syarifudin, S.T. 6

Construction Engineer Hary Budi Suharto, S.T.


3

Ahli Hidrolika Muslimin, S.T. 2

Ahli Geodesi/Topografi Galih Jatmiko, S.T. 3

Quantity Engineer Freddy Siahaan, S.T. 6

Ahli K3 Konstruksi/Ahli KK Deden Lesmana, S.T. 5.5

TENAGA PENDUKUNG

Inspektor Lapangan 1 To be Named 18

Inspektor Lapangan 2 To be Named 18

Surveyor 1 To be Named 18

Surveyor 2 To be Named 18

Administrasi To be Named 18

Teknisi Khusus/Inspektur Khusus To be Named 13

Draftman To be Named 18

19
Tabel 3.3 Alat dan Bahan

Pekerjaan : Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab. Ogan Komering Ilir


Satuan Kerja : SNVT PEMBANGUNAN BENDUNGAN BBWS SUMATERA VIII
Waktu Pelaksanaan : 18 bulan
Sumber Anggaran : APBN
Tahun Anggaran : 2023 - 2024

Jadwal Alat dan Bahan


Alat Pers Total Durasi Jumlah Satuan Bulan 2023 2024
No Tahapan Pekerjaan
Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
(Minggu) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

A ALAT TULIS DAN PERALATAN 4


72 Bulan 18
1 Bahan-bahan Kantor (termasuk biaya fotocopy) 98.51 98.51
72 Bulan 18
2 Perlengkapan Lapangan 3,443.73 3444
72 Bulan 18
3 Telepon, Faximile, Pos, dll 3,444 3444
72 Bulan 18
4 Laptop 132 132
72 Bulan 18
5 Printer Lase Jet A3 3,444 3444

72 Bulan 18
6 Sewa Drone 3,444 3444
8 Bulan 2
7 GPS Geodetic 75.47 75.47
12.23 Bulan 3.06
8 Total Station 173 173.1
72 Bulan 18
9 Scanner A3 3,444 3444
72 Bulan 18
10 Digital Camera 1,019 1019
72 Bulan 18
11 Obat-obatan 132.00 132

B SEWA / OPERASIONAL KENDARAAN


72 2 Bulan 18
1 Kendaraan Roda-4 3,443.73 3444
72 3 Bulan 18
3 Kendaraan Roda-2 3,443.73 3444

C SEWA BASECAMP
72 1 Unit Bulan 18
1 Sewa Base Camp 3,443.73 3444

1
D PELAPORAN
1 1 Set
1 Dokumentasi Hardisk ( 1 Terra) 1.5 2.85 4.35

Jumlah 29184

20
Tabel 3.4 Jadwal Pelaporan

Pekerjaan
Satuan Kerja
Waktu Pelaksanaan
Sumber Anggaran
Tahun Anggaran

Jadwal Pelaporan
Bobot
Durasi Rencan 2023 2024
No Tahapan Pekerjaan a
Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

(Minggu) (%) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

A KEGIATAN PELAPORAN 0

1 Rencana Mutu Kontrak 1 0.259 0.26

2 Laporan Pendahuluan 1 4.517 4.52

3 Laporan Bulanan 18 80.211 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46

4 Laporan Pendukung 1 4.746 4.75

5 Summary Report 1 4.655 4.65

6 Laporan Akhir 1 4.380 4.38

7 Hardisk 1 TB 1 0.627 0.63

8 Album Gambar 1 0.604 0.60

Jumlah 100

Bobot Rencana (%) 0.3 0.0 0.0 9.0 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 19.5

Kumulatif Bobot Rencana (%) 0 0.3 0.3 0.3 9.2 9.2 9.2 9.2 13.7 13.7 13.7 13.7 18.1 18.1 18.1 18.1 22.6 22.6 22.6 22.6 27.1 27.1 27.1 27.1 31.5 31.5 31.5 31.5 36.0 36.0 36.0 36.0 40.4 40.4 40.4 40.4 44.9 44.9 44.9 44.9 49.3 49.3 49.3 49.3 53.8 53.8 53.8 53.8 58.3 58.3 58.3 58.3 62.7 62.7 62.7 62.7 67.2 67.2 67.2 67.2 71.6 71.6 71.6 71.6 76.1 76.1 76.1 76.1 80.5 80.5 80.5 80.5 100.0

21
BAB IV

METODE PELAKSANAAN

4.1 TAHAPAN PEKERJAAN

Tahapan Pekerjaan ini ialah Langkah apa saja yang di lakukan penyedia
jasa supervisi terhadap pelaksanaan yang akan terjadi dilapangan yang di kerjakan
kontraktor. Berikut rencana tahapan kerja yang dilakukan penyedia jasa terhadap
pelaksanaan,

1) Kegiatan Persiapan Lapangan;


2) Kegiatan Survei;
3) Kegiatan Review Design (tasking);
4) Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan
5) Kegiatan Pelaporan; dan
6) Kegiatan Diskusi.

Berikut adalah gambar diagram alir tahapan pekerjaan, bisa dilihat pada Gambar
4.1 dibawah ini,

22
23
24
Gambar 4.1 Diagram Alir Tahapan Kerja
BAB V

PENGENDALIAN PEKERJAAN

5.1 KEGIATAN PERSIAPAN LAPANGAN


Kegiatan persiapan pelaksanaan konstruksi meliputi beberapa kegiatan
sebagai berikut.
1) Mobilisasi dan Perizinan
Kegiatan ini merupakan kegiatan paling awal dari Konsultan setelah
menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)/Kontrak dari Pemberi
Kerja. Dalam mobilisasi dan perijinan dilakukan kegiatan persiapan
administrasi yang mencakup pembuatan dokumen kontrak, pengurusan
surat ijin ke instansi terkait, pembuatan surat tugas kepada personil
yang akan terlibat dalam penangana proyek, surat pernohonan data dan
sebagainya. Persiapan administrasi tersebut diusahakan dapat
diselesaika sesegera mungkin sehingga tidak menghambat pelaksanaan
pekerjaan berikutnya. Pekerjaan persiapan ini akan dilaksanakan oleh
seorang administrasi teknik yang telah cukup berpengalaman dalam
menangani pekerjaan yang sejenis, sehingga diharapkan dapat
dilaksanakan sesuai dengan waktu yang disediakan untuk itu. Segala
sesuatu yang terkait dengan masalah administrasi tersebut akan selalu
di bawah pengawasan Team Leader yang bertanggung jawab atas
penyelesaian seluruh pekerjaan.
2) Penyusunan Rencana Kerja
Rencana kerja merupakan langkah-langkah utama dan strategis yang
akan diambil oleh Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan untuk
mendukung pendekatan metodologi yang telah disusun. Dalam
program kerja akan dikerahkan semua potensi sumber daya
menyangkut sumber daya manusia, sumber daya peralatan, alokasi

25
pendanaan disesuaikan dengan jadwal yang tersedia. Dengan telah
mantapnya program kerja

diharapkan jadwal pelaksanaan pekerjaan dapat diantisipasi


sebelumnya sehingga tidak terjadi keterlambatan. Sebagai
konsekuensinya jadwal personil dan tugas yang harus dilaksanakan
disinkronkan dengan jadwal kegiatan proyek.
3) Koordinasi dengan Pengguna Jasa
Laporan Program Mutu mencakup seluruh kegiatan terencana dan
sistematis yang telah disetujui oleh pemilik proyek dalam rangka
memberikan jaminan mutu (quality assurance) yang dapat
dipertanggung jawabkan dan diketahui oleh kedua pihak. Laporan ini
harus diserahkan sebelum Konsultan memulai pekerjaan dan
diselesaikan paling lambat sebelum pembuatan laporan pendahuluan
untuk dibahas bersama dalam diskusi.
4) Penyediaan dan Penerapan SMK3
kewajiban bagi perusahaan sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun
2012. Secara prinsip, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3). Tujua npenerapan SMK3 yaitu untuk
mendorong produktivitas perusahaan.
5) Sosialisasi
Sosialisasi dibutuhkan sebagai pendekatan kepada masyarakat yang
akan mendapatkan dampak dan manfaat dari dilaksanakannya
pekerjaan ini dan
sekaligus menampung masukan dan saran dari masyarakat sebagai
masukan
dalam kegiatan review desain suatu konstruksi pada kegiatan
pengawasan ini. Mengingat hasil pekerjaan ini nantinya menyangkut
kepentingan masyarakat banyak, terutama yang domisili di area
pekerjaan maka dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan nantinya

26
tidak hanya menekankan sisi teknis, tetapi juga harus memperhatikan
aspek sosial

Gambar 6.1 Bagan Alir Kegiatan Persiapan Lapangan

5.2 JADWAL PERSONIL INTI DAN PENDUKUNG

Jadwal Personil Inti dan Pendukung dapat dilihat pada Tabel 3.2

5.3 KEGIATAN SURVEI


Kegiatan persiapan pelaksanaan konstruksi meliputi beberapa kegiatan
sebagai berikut.
1) Pengecekan Alat Ukur

27
Sebelum kegiatan pengukuran dimulai, terlebih dahulu dilakukan
pemeriksaan terhadapa alat-alat ukur yang akan digunakan dalam
kegiatan. Pengecekan alat ukur dilakukan bersama Direksi Pekerjaan.
Alat ukur yang sudah selesai dicek dan diterima oleh direksi
selanjutnya dapat dibuatkan berita acaranya untuk kemudian dapat
dilanjutkan dengan kegiatan survei pengukuran.

2) Survei Pengukuran
Kegiatan survei dilakukan untuk mengetahui dan memastikan besar
perbedaan atau perubahan antara rencana dengan keadaan di
lapangan. Dalam suatu perencanaan, masih bisa terjadi
kesalahan/kekeliruan bila sudah dilaksanakan aplikasi langsung pada
lapangan. Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa harus memastikan lagi
terhadap hasil perencanaan di lapangan. Kegiatan survei pengukuran
ini menghasilkan check list permasalahan lapangan, dokumentasi
lapangan, data ukur, laporan pengukuran, dan peta situasi.
3) Supervisi/Pengawasan Pengukuran
Dalam suatu pelaksanaan kegiatan survei pengukuran, pengawasan
harus tetap dilakukan untuk memastikan hasil pengukuran tepat dan
sesuai dengan standar yang ditetapkan dan sesuai dengan desain teknis
yang telah disetujui serta memastikan bahwa semua dimensi, sudut,
dan elevasi bangunan sesuai dengan spesifikasi dan rencana teknis.
Konsultan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua
pengukuran dilakukan dengan akurasi dan kecermatan yang tinggi
serta menggunakan peralatan survei yang tepat dan terkalibrasi dengan
baik. Mereka juga harus memantau hasil pengukuran dan memastikan
bahwa semua perubahan atau perbaikan yang diperlukan dilakukan
secepat mungkin untuk memastikan kualitas dan keselamatan
pekerjaan konstruksi.

28
Gambar 6.2 Bagan Alir Kegiatan Pengukuran

5.4 ALAT YANG DIGUNAKAN SURVEY


5.3.1 Drone
Tahapan pekerjaan yang paling penting dalam pekerjaan ini adalah
kegiatan pengukuran topografi. Dalam tahapan awal untuk mendapatkan
gambaran umum secara riil tim konsultan akan menggunakan perangkat pesawat
tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle - UAV) atau drone.

29
Gambar 6.3 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Drone
Berikut adalah beberapa keunggulan penggunaan drone untuk pemetaan
topografi yaitu,
1. Dapat diterbangkan kapanpun, siang maupun malam.
2. Dengan kontrol komputer, pesawat dapat terbang pada jalur
penerbangan yang akurat, maka dua UAV dapat terbang berdekatan
satu sama lain, sehingga survei dapat dilakukan dalam waktu yang
lebih singkat.
3. Jika terjadi suatu kesalahan dalam sistem, pesawat dapat digantikan
oleh UAV back up, agar pekerjaan yang dilakukan dapat selesai tepat
waktu.
4. Dapat terbang rendah dengan aman sehingga memungkinkan pemetaan
aeromagnetik dengan resolusi tinggi.
5. Data dari masing-masing penerbangan UAV dapat di-update di server
komputer secara real time, sehingga memungkinkan pengguna melihat
informasi terbaru, melalui internet.
6. Harganya relatif lebih murah dibandingkan pesawat berawak, baik
harga peralatan pesawatnya, biaya terbang, operasional, maupun unit
pengontrol pesawat di darat.
7. Lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan suara bising. Dengan
perbandingan bahan bakar 16 g/km untuk UAV dan 152 g/km untuk
Skylane Cessna, maka UAV menghasilkan CO2 lebih sedikit.

30
5.3.2 Total Station
Total station adalah alat ukur survei yang digunakan untuk mengukur
sudut, jarak, arah, menetukan koordinat, dan perbedaan ketinggian secara
elektronik dalam satu alat. Alat ukur survei dari hasil pengembangan theodolite ini
dilengkapi dengan komputer untuk mempermudah proses data, juga dilengkapi
dengan reflektor sebagai target dan pengganti sumbu ukur.
Kelebihan dari penggunakan Total Station adalah sebagai berikut.
Kelebihan Total Station
1. Dapat mengembangkan pembacaan dari semua datapengukuran yang
diterima secara digital dengan menggunakan sistem laser dan sistem
prisma.
2. Semua data yang diterima oleh total station akan disimpan di dalam
media eksternal sehingga dapat diintegrasikan ke dalam perangkat
lunak CAD.
3. Hasil yang diberikan oleh alat ukur survei ini sangat akurat meskipun
kita melakukan pengukuran di tempat-tempat yang berbahaya.
4. Lebih ekonomis, lebih efisien, dan lebih hemat waktu karena pekerjaan
dilakukan secara otomatis.
5. Dapat meminimalkan kesalahan saat proses pengambilan data.
6. Keakuratan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

Gambar [Link] Station

31
Gambar [Link]

Gambar [Link] Poligon

Gambar 6.7. Mini Prisma dan Range Pole/Stik


Gambar-gambar diatas merupakan alat-alat yang ada pada Total Station
yang digunakan untuk pengukurak topografi dilapangan.

32
5.3.3 GPS Geodetic
GPS jenis ini adalah alat ukur GPS dengan mengunakan satellite dimana
Akurasi yang sangat tinggi serta ketelitian yang dihasilkan sangat akutrat, alat ini
dapat digunakan dalam pengukuran lahan, seperti Hutan, perkebunan, dengan
akurasi sampai 5-10mm. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menangkap
signal L1, L2, atau GNSS. GPS Geodetic mempunyai kemampuan untuk
merekam Raw data, yang secara umum mempunyai Format RINEX.

Kelebihan GPS Geodetik antara lain,


1. GNSS / GPS Geodetic dapat digunakan setiap saat tanpa tergantung
waktu dan cuaca
2. Satelit-satelit GNSS mempunyai ketinggian orbit yang cukup tinggi
yaitu sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi serta dengan jumlah
yang relatif cukup banyak. Hal ini menjadikan GNSS dapat meliput
wilayah yang cukup luas sehingga dapat digunakan oleh banyak orang
sekaligus.
3. Penggunaan GPS Geodetic dalam penentuan posisi relatif tidak terlalu
terpengaruh dengan kondisi topografis daerah survei dibandingkan
dengan penggunaan metode terestris.
4. Posisi yang ditentukan oleh GNSS / GPS Geodetic mengacu ke suatu
datum global yang relatif teliti dan mudah direalisasikan, yaitu datum
WGS 84.
5. Posisi yang ditentukan oleh GNSS / GPS Geodetic mengacu ke suatu
datum global yang relatif teliti dan mudah direalisasikan, yaitu datum
WGS 84.
6. Lebih Efisien waktu, biaya operasional, dan tenaga.

33
Gambar 6.8. GPS Geodetik

5.5 KEGIATAN REVIEW DESIGN (TASKING)


Konsultan supervisi dalam pelaksanaannya melihat situasi kondisi
lapangan perlu mengadakan perbaikan desain dan penggambaran secara detail
konstruksi apabila terjadi penambahan ataupun perubahan konstruksi yang
signifikan dari rencana yang ada dalam Dokumen Kontrak konstruksi.
1) Pengumpulan Data Teknis
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat
digunakan oleh konsultan untuk mengumpulkan data.
Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting
dalam pekerjaan ini. Teknik pengumpulan data yang benar akan
menghasilkan data yang memiliki kreadibilitas tinggi dan
sebaliknya.
2) Pengolahan dan Evaluasi Data
Beberapa data terkait, pengukuran geoteknik dan lain-lain menjadi
bagian penting dalam proses review desain. Selain itu beberapa hal
terkait ketersediaan jenis bahan dan harga yang ada di wilayah
tersebut menjadi bagian penting untuk dapat dilakukan rekayasa

34
lapangan dengan mengacu tetap pada koridor standar spesifikasi
dan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.
3) Review Design
Lingkup pekerjaan review design adalah sebagai berikut:
1. Meneliti dan memberi masukan tentang kesesuaian desain
dengan keadaan lapangan kepada Pengguna Jasa.
2. Menyiapkan data pendukung (data ukur, data tanah, dan lain-
lain) yang dibutuhkan dalam rangka review desain sesuai
kebutuhan lapangan.
3. Menyiapkan konsep review / penyesuaian desain sesuai dengan
kebutuhan / kondisi lapangan berkoordinasi dengan pengawas
konsultan dan persetujuan tim perencana PPK untuk diajukan
sebagai perubahan desain ke Pengguna Jasa.

Gambar 6.9 Bagan Alir Kegiatan Review Design (Tasking)

35
5.6 KEGIATAN PENGAWASAN PELAKSANAAN
Saat Pelaksanaan Proyek (Project Construction) yang terangkum dalam
beberapa kegiatan sebagai berikut.
1. Pelaksanaan Setting Out Persiapan Pelaksanaan Fisik
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan di awal pelaksanaan
pengawasan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
 Menyusun Standar Operasi Prosedur (SOP) pelaksanaan
konstruksi;
 Menyiapkan network planning bersama Penyedia Jasa Konstruksi/
Pemborongan.
2. Pemeriksaan Metode Pelaksanaan dari Gambar Kerja
Kegiatan Pemeriksaan Metode Pelaksanaan dan Gambar Kerja
dilakukan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
 Memeriksa/mengesahkan Shop Drawing/Construction Drawing
yang dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan, untuk
kemudian diajukan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan;
 Memeriksa/mengoreksi metode dan jadual pelaksanaan time
schedule yang dibuat Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan.
3. Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan dilakukan dengan
rincian kegiatan sebagai berikut:
 Memberikan izin tertulis pada setiap tahap dimulainya pelaksanaan
pekerjaan;
 Memberikan izin pengecoran beton setelah terlebih dahulu
melakukanpemeriksaan bekisting, material (semen, pasir, krikil,
besi tulangan, air),peralatan dan tenaga kerja;
 Melaksanakan test campuran beton berupa Slump test, sesuai
dengan job mix formula campuran beton;

36
 Pengawasan dalam pembuatan benda uji beton sampai pengetesan
di laboratorium dalam rangka pengendalian mutu konstruksi;
 Melaksanakan sosialisasi spesifikasi teknis yang tercantum dalam
kontrakkepada seluruh personil teknis Penyedia Jasa
Konstruksi/Pemborongan;
 Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Konsultan dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan;
 Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam RMK
Konsultan;
 Membantu Pengguna Jasa melakukan inspeksi kepada pabrik
pemasok, bahan, perakit dan lain-lainnya jika dibutuhkan;
 Menyiapkan rekomendasi untuk perintah dan konsep perubahan
kontrak/Addendum terkait dengan adanya Change Order/Variation
Order, bilamana diperlukan untuk menjamin penyelesaian
pekerjaan yang secara teknis dapat dipertanggungjawabkan dan
sesuai dengan anggaran yang tersedia;
 Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus - menerus
sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan;
 Konsultan Pengawas harus melaporkan secara tertulis kepada
Kuasa Pengguna Anggaran apabila terjadi adanya penyimpangan –
penyimpangan dari ketentuan dan persyaratan teknis, dengan
tembusan kepada penyedia jasa konstruksi/pemborongan;
 Membantu Pengguna Jasa mengawasi uji laboratorium dalam
rangka pengendalian mutu konstruksi;

37
 Menginventarisasi, merencanakan kebutuhan penyelidikan dan
pengujian lapangan maupun laboratorium;
 Membantu Pengguna Jasa dalam mendapatkan data lapangan dan
data hasil pengujian laboratorium yang diperlukan untuk
pelaksanaan.
4. Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan dilakukan dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
 Memeriksa/mengoreksi metode dan jadual pelaksanaan time
schedule yang dibuat Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan;
 Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Laporan Program Mutu
Konsultasi Konstruksi dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan;
 Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam Laporan
Program Mutu Konsultasi Konstruksi;
 Konsultan Pengawas harus melaporkan secara tertulis kepada
Kuasa Pengguna Anggaran apabila terjadi adanya penyimpangan –
penyimpangan dari ketentuan dan persyaratan teknis, dengan
tembusan kepada penyedia jasa konstruksi/pemborongan;
5. Pengawasan Biaya/Kuantitas Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan dilakukan dengan
rinciankegiatan sebagai berikut:
 Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Laporan Program Mutu
Konsultasi Konstruksi dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan;
 Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam Laporan
Program Mutu Konsultasi Konstruksi;

38
 Melaporkan dan mencatat pemakaian bahan yang diperlukan,
jumlah tenaga dan alat yang dipergunakan;
 Menyiapkan berita acara pembayaran angsuran/termyn;
 Membantu Pengguna Jasa dalam pelaksanaan penyerahan pertama
pekerjaan/Previsional Hand Over (PHO).
6. Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja
Di bawah ini merupakan 3 tujuan SMK3 yang sangat penting untuk
dipahami. :
 Meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan
kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi;
 Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh,
dan/atau serikat pekerja/serikat buruh;
 Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk
mendorong produktivitas.

39
Gambar 6.10 Bagan Alir Kegiatan Pengawasan Pekerjaan
5.7 TAHAP ANALISIS DAN PERHITUNGAN

Berbagai jenis software akan digunakan untuk melakukan analisis serta


perhitungan dalam Supervisi Revitalisasi Danau Teloko Kab. Ogan Komering Ilir.
Adapun beberapa software yang dimiliki dan akan digunakan dalam tahap analisa
dan perhitungan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5.1 Software Alat Bantu


No Jenis Analisis Software yang Fungsi
dipakai
1 Pengaturan Proyek Microsoft Project a. Membantu pembuatan
jadwal pelaksanaan
pekerjaan (Time
Schedule).

40
b. Membantu pembuatan
jadwal kebutuhan bahan
dan material (Material
Schedule);
c. Membantu pembuatan
jadwal kebutuhan tenaga
kerja (Man Power
Schedule).
Microsoft Excel Melakukan input data hasil
inventarisasi dan identifikasi.
2 Imventarisasi dan Aplikasi SIG Melakukan pemetaan hasil foto
Identifikasi kondisi kondisi eksisting terhadap
eksisting lokasi geografis.
3 Analisis Hidrologi  HEC-HMS Melakukan analisis hidrologi
 Microsoft Excel secara keseluruhan meliputi
pengolahan data hujan,
perhitungan banjir, dan
simulasinya.
Aplikasi SIG Melakukan pemodelan sub-
DAS yang digunakan sebagai
data untuanalisis hidrologi.
4 Analisis Hidraulika Microsoft Excel dan Mengolah data survei topografi
Autocad sehingga bisa dilakukan
pemodelan
hidraulika.
HEC-RAS Melakukan simulasi hidraulika
berdasarkan model hidraulika
dan data hidrologi yang
dimiliki.
Aplikasi SIG Melakukan pemetaan hasil
simulasi hidraulika pada HEC-

41
RAS
5 Analisis stabilitas Geostudio , Plaxis Melakukan analisis stabilitas
struktur tanggul 2D lereng berdasarkan properties
serta geometri lereng tersebut,
serta melakukan analisis
kestabilan struktur berdasarkan
kondisi tanah disekitarnya.
Microsoft Excel Melakukan perhitungan untuk
analisis stabilitas lereng maupun
struktur tanggul terhadap
kondisi terbaru saat masa
pemeliharaan sebagai
perhitungan kontrol.
6 Penggambaran AUTOCAD Pemetaan kondisi lapangan
dengan peta situasi, serta
penggambaran potongan
memanjang serta melintang
sungai; penggambaran desain;
perhitungan volume cut and fill;
dan lainnya.

5.8 SMKK

42
BAB VI

PELAPORAN

6.1 KEGIATAN DISKUSI DAN PELAPORAN


Dalam rangka melakukan Supervisi pengendalian pekerjaan terkait mutu,
waktu dan biaya, Konsultan Supervisi berinisiatif untuk menyusun bagan alir
pekerjaan sebagai standar pekerjaan dalam melakukan metode pelaksanaan.
Adapun bagan alir tersebut dapat di lihat pada halaman selanjutnya,

6.6.1 Laporan Rencana Mutu Pelaksanaan Kontruksi (RPMK)

Rencana Mutu Pelaksanaan Kontruksi (RPMK) Kontrak Jasa Konsultansi


Supervisi merupakan program mutu pengadaan jasa konsultansi yang disusun oleh
Penyedia Jasa Konsultansi Pengawasan Konstruksi dan disetujui oleh PPK dan
dapat direvisi sesuai kondisi yang ada. Laporan ini memuat Pedoman teknis
pelaksanaan pekerjaan secara rinci untuk menjamin mutu proses pelaksanaan
pekerjaan sehingga didapatkan keluaran yang diharapkan sesuai Kerangka Acuan
Kerja (KAK).

43
6.6.2 Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi laporan pekerjaan persiapan yang dilakukan
oleh konsultan dan rencana/pola kerja yang akan dilakukan dengan detail.
Laporan dibuat 5 (lima) rangkap dan harus di serahkan selambat-lambatnya pada
akhir bulan ke-1 (satu) sejak SPMK diterbitkan. Laporan Pendahuluan sekurang-
kurangnya berisi tentang:
a. Pemahaman Konsultan terhadap KAK (Kerangka Acuan Kerja);
b. Pengaturan Administrasi;
c. Rencana kerja dan metode pelaksanaan pekerjaan supervisi penyedia
jasa secara menyeluruh (antara lain persiapan meliputi mobilisasi
personil, penyediaan kendaraan operasional, metode penyelesaian
pekerjaan, dan lain-lain);
d. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung Iainnya;
e. Jadwal kegiatan penyedia jasa;
f. Jadwal penugasan personil dan peralatan;
g. Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan
laporan hasil kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), hasil tinjauan
pada desain pada periode awal, dan identifikasi permasalahan;
h. Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan nantinya.

6.6.3 Laporan Bulanan

Laporan Bulanan memuat tentang hasil pelaksanaan kegiatan konsultan


dan kontraktor setiap periode 1 bulan pekerjaan yang terdiri dari hasil Laporan
mingguan, laporan harian mengenai kemajuan pekerjaan serta rencana kerja bulan
berikutnya. Laporan ini disusun dengan tepat waktu dan tepat guna, berdasarkan
ketentuan yang ada di dalam kontrak dan mengacu kepada spesifikasi teknis.
Laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) buku lapora setiap bulannya selama 18
(delapanbelas) bulan sejak SPMK diterbitkan dan laporan harus diserahkan
selambat-Iambatnya tanggal 5 (lima) setiap bulannya.

44
Laporan Bulanan umumnya memuat hal-hal sebagai berikut:

a. Daftar pekerjaan yang telah dilaksanakan;


b. Ringkasan progres pekerjaan bulanan berjalan;
c. Mobilisasi personil dan man-month yang terpakai
d. Persoalan/permasalahan yang muncul dan solusi penyelesaiannya;
e. Kemajuan/keterlambatan pekerjaan dari rencana awal pekerjaan;
f. Program serta rencana kerja untuk bulan mendatang;
g. Capaian pekerjaan fisik;
h. Foto dokumentasi pekerjaan;
i. Perubahan kontrak maupun perubahan pekerjaan;
j. Status persetujuan atas usulan dan permohonan dokumen;
k. Daftar dan status persetujuan dokumen yang harus ditindaklanjuti oleh
direksi lapangan.

6.6.4 Laporan Pendahuluan

Jenis laporan pendukung yang dikeluarkan belum tertera dalam KAK,


namun laporan ini dibuat jika saat pekerjaan konstruksi berlangsung terdapat
permasalahan khusus, maka akan dilakukan investigasi tambahan yang akan
disusun dalam bentuk laporan pendukung. Di dalam BOQ dijelaskan jika jumlah
laporan pendukung yang dikeluarkan adalah sebanyak 5 (lima) buku.

6.6.5 Summary Report


Laporan ini memuat ringkasan laporan akhir dan digandakan sebanyak 5
(lima) buku dan diserahkan bersamaan waktunya dengan penyerahan Laporan
Akhir.
6.6.6 Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat keseluruhan dari hasil supervisi konstruksi yang


telah selesai dilakukan beserta laporan-laporan pendukungnya. Dan berisi laporan

kegiatan dari awal pelaksanaan pekerjaan konsultansi pelaksanaan


pekerjaan oleh penyedia jasa konstruksi yang mencakup keseluruhan dari hasil

45
pekerjaan yang sudah dilaksanakan, aspek teknis, administratif dan keuangan
selama jangka waktu pelaksanaan, memuat laporan-laporan pendukungnya, foto
dokumentasi 0%, 50%, 100%, lampiran gambar pelaksanaan, kesimpulan dan
saran. Laporan Akhir yang harus diserahkan adalah sebagai berikut:

A. Laporan Penyelesaian termasuk Gambar Purna Bangun (Completion


Report Including As-built Drawings) Berisi ringkasan kronologis proses
pelaksanaan konstruksi terkait aspek manajemen proyek dan
pengawasan konstruksi pekerjaan proyek dilengkapi tabel prestasi
kemajuan pekerjaan, tabel prestasi pembayaran, adendum/amandemen
kontrak, tabel dimensi dan hidrolika saluran/bangunan, skema
jaringan/bangunan, tabel perhitungan MC.0% dan MC.100%.
B. Foto-foto dokumentasi pelaksanaan konstruksi, pelaksanaan pengujian
di lapangan/laboratorium, kegiatan lain yang berhubungan dengan
pelaksanaan kontrak. Semua laporan harus diserahkan selambat-
lambatnya akhir bulan ke-18 (delapanbelas) sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 5 (lima) buku laporan dan media penyimpanan data
(Hardisk).

46
Gambar 6.2 Contoh Laporan Harian

47
Gambar 6.3 Contoh Laporan Bulanan

48

Anda mungkin juga menyukai