Laporan Program Mutu Proyek Konstruksi
Laporan Program Mutu Proyek Konstruksi
1
LEMBAR PENGESAHAN
PERSETUJUAN
Tanda
Tangan
Tanggal
2
BAB I
INFORMASI PEKERJAAN
3
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
4
2.1 PENGGUNA JASA
a) Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA)
Terkait penjaminan mutu dan pengendalian mutu pelaksanaan
pekerjaan kontruksi, PA/KPA sebagai pemilik pekerjaan kontruksi
bertanggung jawab :
Membentuk dan Menetapkan Panitia Peneliti pelaksanaan kontrak
sebelum pelaksanaan tahapan pengukuran/pemeriksaaan Bersama;
Menerima hasil pekerjaan dari PPK setelah Berita Acara Serah
Terima akhir pekerjaan diterbitkan ;
Menetapkan PPHP untuk melakukan pemeriksaaan adminsitratif
terhadap hasil pekerjaan yang diserahterimakan ; dan
Menyerahkan hasil pekerjaan selesai kepada penyelenggara
Infrastruktir.
b) Pejabat Pembuat Komitmen
Tanggung jawab dan wewenang PPK terkait dengan penjaminan mutu
dan pengendalian mutu meliputi :
PPK bertanggung jawab atas keseluruhan pelaksanaan pekerjaan
kontruksi sebagai mana yang tercantum dalam kontrak kontruksi
mencakup aspek administrasi kontrak dan aspek teknis
(engineering)
PPK berwenang atas pengendalian dan Pengawasan pekerjaan
kontruksi. Kewenangan ini dapat dilimpahkan Sebagian atau
keseluruhan terhadap pihak/tim yang ditunjuk oleh PPK.
Pengendalian Pekerjaan Kontruksi yang dilakukan untuk
mengendalikan proses dan hasil pekerjaan Penyedia sesuai dengan
ketentuan kontrak. Pengendalian dilaksanakan baik pada kontrak
pekerjaan kontruksi maupun kontrak jasa konsultasi pengawasan
pekerjaan kontruksi
Pengawasan pekerjaan kontruksi dilakukan untuk memastikan
proses pelaksanaan oleh penyedia sesuai dengan ketentuan kontrak.
5
Kewenangan dan tanggung jawab pengendalian pekerjaan
kontruksi dapat didelegasikan kepada Pengendali Pekerjaan yang
dapat dilakukan oleh staf PPK, dalam hal ini disebut Direksi
Lapangan, atau Penyedia Jasa Konsultansi yaitu Konsultan
Manajemen Kontruksi (MK);
Kewenangan dan tanggung jawab pengawasan pekerjaan kontruksi
dapat di delegasikan kepada Pengawas Pekerjaan yang dapat
dilakukan oleh staf PPK, dalam hal ini disebit Direksi Teknis, atau
Penyedia Jasa Konsultansi yaitu Konsultan Pengawas.
Dalam hal pengendalian dan pengawasan pekerjaan kontruksi
dilakukan oleh Penyedia Jasa Konsultansi, maka Penyedia Jasa
Konsultansi wajib Menyusun Program Mutu sebagai bentuk
penjamin mutu.
c) Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP)
Tanggung Jawab dan wewenang PPHP terkait dengan penjaminan
mutu dan pengendalian mutu meliputi pemeriksaan administrative
terhadap hasil pekerjaan kontruksi yang diserahterimakan dari PPK kepada
PA/KPA.
d) Penjamin Mutu pada Unit Organisasi
Penjamin Mutu pada Unit Organisasi merupakan unsur pendukung
pada struktur penyelenggara proyek dan tidak terlibat secara
langsung dalam pengambilan keputusan terkait pada pelaksanaan
pekerjaan kontruksi, yang memiliki fungsi perumusan kebijakan,
pembinaan teknis, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan.
Penjamin mutu memiliki tugas Menyusun standar dan pedoman
teknis yang berlaku pada masing-masing unit organisasi,
melakukan bimbingan teknis, melakukan pemantauan dan evaluasi
serta pelaporan.
6
2.2 PENYEDIA JASA
a) Team Leader
Tugas dan tanggung jawab Team leader terkait dengan penjaminan
mutu dan pengendalian mutu antara lain :
Mengkoordinasikan seluruh tenaga ahli pengawasan
konstruksi;
Memonitor dan mengevaluasi secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya segera/tepat waktu
kepada PPK;
Melakukan inspeksi secara teratur dan memeriksa pekerjaan
pada semua lokasi pekerjaan dalam kontrak membuat laporan
kepada PPK terhadap hasil inspeksi lapangan;
Menyusun/memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan
harian, laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan,
pengukuran, pembayaran, gambar desain, laporan hasil
inspeksi lapangan, laporan pemenuhan tingkat layanan jalan
dan lainnya.
b) Quality Engineer
Mempelajari dan memahami spesifikasi teknis yang
digunakan pada proyek konstruksi tersebut;
Memeriksa kelayakan peralatan pengendalian mutu yang
digunakan;
Melaksanakan pengujian mutu terhadap bahan atau material
yang digunakan;
Melaksanakan pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan
ataupun di laboratorium;
Memeriksa hasil pengujian terhadap hasil pekerjaan di
lapangan ataupun di laboratorium;
7
Mempelajari perencanaan mutu yang dipakai pada pekerjaan;
Mencegah terjadinya penyimpangan mutu dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi;
Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau
pengendalian mutu dari pekerjaan;
Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau
pengendalian mutu dari pekerjaan;
Membuat teguran baik lisan maupun tulisan jika terjadi
penyimpangan dalam pekerjaan proyek;
Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor
agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku.
c) Construction Engineer
Melakukan koordinasi dengan bagian konsultan supervisi
untuk melakukan monitoring pelaksanaan konstruksi;
Mengadakan kunjungan secara berkala ke lokasi proyek;
Bertanggung jawab untuk memeriksa kemajuan dan standar
konstruksi serta memberikan bantuan teknis kepada para
pengawas konstruksi;
Bertanggung jawab kepada pekerjaan struktur dan
infrastruktur konstruksi serta mengkaji ulang detail
perencanaan struktur dan pengawasan;
Melakukan monitoring uji coba kekuatan struktur.
d) Ahli Hidrolika
Memeriksa kesesuaian antara gambar perencanaan dengan
gambar pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan
kondisi di lapangan;
8
Memastikan Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi
menerapkan ketentuan keselamatan konstruksi;
Mencatat seluruh pelaksanaan pekerjaan serta seluruh
perubahan dan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dari
perencanaan serta melaporkannya kepada Team Leader;
Melakukan survey lapangan bersama team leader;
Mengumpulkan data untuk perencanaan;
Melakukan perhitungan hidrolika;
Menyediakan data primer dan sekunder terhadap data
hidrolika dan memberi hasil analisa, perhitungan serta
gambar hidrolika;
Menyiapkan buku nota desain;
Menyiapkan Buku Laporan Spesifikasi Teknis bersama-
sama dengan Team Leader.
e) Ahli Geodesi/Topografi
Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut
survey dan inventarisasi yaitu pengukuran dan pemetaan
bidang topografi;
Membantu Team Leader dalam membuat laporan-laporan
dan diskusi;
Bertanggung jawab terhadap pekerjaan lapangan/survey
maupun pekerjaan kantor/studio seperti
pengolahan/elaborasi data, penggambaran dan pembuatan
peta-peta dan lain-lain;
Membantu Team Leader dalam mempersiapkan proses
perencanaan perhitungan dan penggambaran terutama yang
menyangkut aspek topografi;
Membantu Team Leader dalam pembuatan gambar-gambar
teknik.
9
Menyusun dan mengevaluasi rencana kerja pekerjaan
geodesi;
Melaksanakan, mengelola dan pekerjaan geodesi;
Membuat laporan hasil pekerjaan geodesi;
Menyusun dan menganalisis pekerjaan persiapan.
f) Quantity Engineer
Menyusun program dan perencanaan pembangunan
konstruksi;
Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam dalam
dokumen kontrak fisik, terutama tata cara pengukuran dan
pembayaran pekerjaan dan perhitungan volume terukur;
Mengawasi serta melakukan pengendalian dan pelaksanaan
fisik pekerjaan. Sehingga semua pembayaran pekerjaan
kepada kontraktor betul-betul didasarkan kepada ketentuan
yang tercantum dalam dokumen kontrak;
Membuat dan menghimpun semua data sehubungan
denganpengendalian volume pekerjaan;
Memeriksa kesesuaian volume yang tertuang dalam semua
“ShopDrawing” yang Diajukan oleh kontraktor;
Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian,
laporan bulanan,jadwal kemajuan pekerjaan dan lain-lain;
Merancang dan merencanakan program sistem manajemen
mutupelaksanaan proyek konstruksi dan melakukan
pengawasan penerapansistem, program dan perencanaan
manajemen mutu konstruksi proyek;
Melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat atas
mutu/kualitashasil pelaksanaan pekerjaan dan tidak
mentoleransi adanyapenyimpangan-penyimpangan
pelaksanaan pekerjaan;
10
Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam dalam
dokumen kontrak,terutama terkait dengan kualitas
pekerjaan;
Mengawasi serta melakukan pengendalian pelaksanaan
fisik pekerjaan dlapangan agar pekerjaan bisa terkendali
dan terkontrol secara baik;
Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan
pengendalian pekerjaan;
Mengajukan pengetesan atau pengujian terhadap bahan-
bahan ataumaterial yang baru di datangkan oleh kontraktor;
Mengawasi dan memberi laporan kepada dinas tetang
pengujian lab terhadap hasil pelaksanaan dilapangan yang
akan ditagihkan kontraktor;
Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian,
laporan bulanan, jadwal kemajuan pekerjaan dan lain-lain;
11
Berkoordinasi dengan HSE Engineer Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi atau pejabat lain dalam penyiapan
pengendalian dan keselamatan lalu lintas yang terlibat di
area proyek atau proyek lain yang berkaitan;
Membuat dan memelihara dokumen terkait kesehatan dan
keselamatan kerja. Dokumentasi yang baik termasuk
faktor penting dalam mencegah dan menanggulangi
bahaya. Hal ini termasuk merancang prosedur baku dan
memelihara borang atau catatan terkait kesehatan dan
keselamatan kerja; dan Mengevaluasi insiden kecelakaan
yang mungkin terjadi, serta menganalisis akar masalah
termasuk tindakan preventif dan korektif yang diambil.
12
Memeriksa laporan progres harian yang dibuat kontraktor
pelaksana.
b) Surveyor
Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya
pengukuran topografi lapangan dan melakukan
penyusunan dan penggambaran data-data lapangan;
Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah
dilakukan sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan
melakukan tindak koreksi dan pencegahannya;
Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor
untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan
akurat telah mewakili kuantitas untuk pembayaran
sertifikat bulanan untuk pembayaran terakhir;
Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor
untuk memastikan pengukuran dilaksanakan dengan
prosedur yang benar dan menjamin data yang diperoleh
akurat sesuai dengan kondisi lapangan untuk keperluan
peninjauan desain atau detail desain;
Mengawasi pelaksanaan staking out, penetapan elevasi
sesuai dengan gambar rencana;
Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan
Dan pengukuran tempat-tempat lokasi yang akan
dikerjakan terutama untuk pekerjaan
Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke
kepala proyek.
13
c) Administrasi
Bertugas untuk menginput dan merapikan data dan
melakukan perekapan data beserta buktinya (dapat
dilakukan dalam bentuk dokumentasi);
Menjaga dan memelihara invetaris kantor;
Menyusun format dan mengisi surat jalan;
Membuat data absensi dan lembur;
Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek,
laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain;
Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan
yang akan dibayar oleh owner sebagai pemilik proyek;
Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan
perpajakan serta retribusi;
Membantu project manager terutama dalam hal keuangan
dan sumber daya manusia sehingga kegiatan pelaksanaan
proyek dapat berjalan dengan baik; dan
Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi
proyek serta data-data proyek.
d) Teknisi Khusus/Inspektur Khusus
Melakukan survey yang diperlukan untuk memeriksa
pekerjaan dan volume atau kuantitas pekerjaan sebelum dan
saat pelaksanaan pekerjaan;
Membuat catatan/laporan harian tentang kemajuan
pekerjaan di lapangan, serta selalu memberikan informasi
tentang rincian pekerjaan kepada Team Leader;
Menghitung kembali volume atau kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan sebagai dasar perhitungan prestasi pekerjaan;
14
Bekerjasama dengan Ahli Quantity untuk menyesuaikan
metode pelaksanaan dilapangan dengan di laboratorium
sehingga perhitungan volume atau kuantitas pekerjaan
dapat dilaksanakan;
Melakukan pengawasan di lapangan selama pekerjaan
berlangsung dan melaporkan segera kepada Team Leader
jika terdapat volume atau kuantitas pekerjaan yang tidak
sesuai dengan Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi;
Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan mencatat semua
hasil pengukuran, perhitungan volume atau kuantitas
pekerjaan dan bukti pembayaran terhadap Penyedia Jasa
Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan ketentuan dalam
Dokumen Kontrak Pekerjaan Konstruksi;
Membuat ringkasan dengan memperhatikan laporan
Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi tentang pengadaan
material, jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan dan
pengukuran di lapangan untuk dilaporkan kepada Team
Leader setiap hari setelah selesai kerja;
Mengevaluasi prosedur perhitungan hasil pelaksanaan
pekerjaan yang diajukan oleh Penyedia Jasa Pekerjaan
Konstruksi;
Melakukan inspeksi dan monitoring lapangan terkait
keluaran hasil pekerjaan serta melaporkannya secara tertulis
kepada Team Leader;
Membantu Team Leader dalam pengukuran akhir secara
keseluruhan dari bagian pekerjaan yang telah diselesaikan
dan memenuhi persyaratan mutu pekerjaan.
15
e) Draftman
Mampu merealisasikan apa yang menjadi bayangan atau
imajinasi dari engineer dalam wujud gambar secara nyata;
Mampu menggambar teknik dengan menggunakan software
CAD atau sejenisnya baik yang berkaitan dengan gambar
2D atau pun berkaitan dengan gambar 3D;
Mampu menerapkan beragam pemahaman gambar dengan
penuangan Teknik yang benar;
Mampu menjelaskan tentang gambar kepada pelaksana
lapangan terkait desain atau bentuk secara detail yang
sudah dibuat;
Mampu memahami penjelasan dari engineering dan atau
kontraktor terkait ide yang nantinya akan dituangkan dalam
wujud gambar real;
Mampu merevisi gambar perencanaan jika terjadi
perubahan plan dan dapat menyesuaikannya dengan kondisi
lapangan
16
BAB III
JADWAL PELAKSANAAN
17
Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan
5 Penyediaan dan Penerapan SMK3 16.53 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236 0.236
B KEGIATAN SURVEI
2 Survei Pengukuran 2.93 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366 0.366
3 Pengawasan Pengukuran 4.88 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069 0.069
3 Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233
4 Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233
5 Pengawasan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233
6 Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja 15.81 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233 0.233
E KEGIATAN PELAPORAN
3 Laporan Bulanan 4.26 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237 0.237
Jumlah 100
Bobot Rencana (%) 1.10 1.58 2.07 2.54 2.30 2.30 1.83 2.07 1.60 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 1.47 1.24 1.24 1.24 2.48
Kumulatif Bobot Rencana (%) 0 1.10 2.67 4.74 7.28 9.58 11.88 13.72 15.79 17.39 18.62 19.86 21.33 22.57 23.80 25.04 26.51 27.74 28.98 30.21 31.68 32.92 34.16 35.39 36.86 38.10 39.33 40.57 42.04 43.27 44.51 45.74 47.2 48.45 49.69 50.92 52.4 53.63 54.86 56.10 57.6 58.81 60.04 61.28 62.7 63.98 65.22 66.45 67.9 69.16 70.40 71.63 73.1 74.34 75.57 76.81 78.3 79.52 80.75 81.99 83.5 84.69 85.93 87.16 88.6 89.87 91.10 92.34 93.8 95.05 96.28 97.52 100.0
18
Tabel 3.2 Jadwal Personil
TENAGA PENDUKUNG
Surveyor 1 To be Named 18
Surveyor 2 To be Named 18
Administrasi To be Named 18
Draftman To be Named 18
19
Tabel 3.3 Alat dan Bahan
72 Bulan 18
6 Sewa Drone 3,444 3444
8 Bulan 2
7 GPS Geodetic 75.47 75.47
12.23 Bulan 3.06
8 Total Station 173 173.1
72 Bulan 18
9 Scanner A3 3,444 3444
72 Bulan 18
10 Digital Camera 1,019 1019
72 Bulan 18
11 Obat-obatan 132.00 132
C SEWA BASECAMP
72 1 Unit Bulan 18
1 Sewa Base Camp 3,443.73 3444
1
D PELAPORAN
1 1 Set
1 Dokumentasi Hardisk ( 1 Terra) 1.5 2.85 4.35
Jumlah 29184
20
Tabel 3.4 Jadwal Pelaporan
Pekerjaan
Satuan Kerja
Waktu Pelaksanaan
Sumber Anggaran
Tahun Anggaran
Jadwal Pelaporan
Bobot
Durasi Rencan 2023 2024
No Tahapan Pekerjaan a
Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
(Minggu) (%) I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
A KEGIATAN PELAPORAN 0
3 Laporan Bulanan 18 80.211 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46 4.46
Jumlah 100
Bobot Rencana (%) 0.3 0.0 0.0 9.0 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 4.5 0.0 0.0 0.0 19.5
Kumulatif Bobot Rencana (%) 0 0.3 0.3 0.3 9.2 9.2 9.2 9.2 13.7 13.7 13.7 13.7 18.1 18.1 18.1 18.1 22.6 22.6 22.6 22.6 27.1 27.1 27.1 27.1 31.5 31.5 31.5 31.5 36.0 36.0 36.0 36.0 40.4 40.4 40.4 40.4 44.9 44.9 44.9 44.9 49.3 49.3 49.3 49.3 53.8 53.8 53.8 53.8 58.3 58.3 58.3 58.3 62.7 62.7 62.7 62.7 67.2 67.2 67.2 67.2 71.6 71.6 71.6 71.6 76.1 76.1 76.1 76.1 80.5 80.5 80.5 80.5 100.0
21
BAB IV
METODE PELAKSANAAN
Tahapan Pekerjaan ini ialah Langkah apa saja yang di lakukan penyedia
jasa supervisi terhadap pelaksanaan yang akan terjadi dilapangan yang di kerjakan
kontraktor. Berikut rencana tahapan kerja yang dilakukan penyedia jasa terhadap
pelaksanaan,
Berikut adalah gambar diagram alir tahapan pekerjaan, bisa dilihat pada Gambar
4.1 dibawah ini,
22
23
24
Gambar 4.1 Diagram Alir Tahapan Kerja
BAB V
PENGENDALIAN PEKERJAAN
25
pendanaan disesuaikan dengan jadwal yang tersedia. Dengan telah
mantapnya program kerja
26
tidak hanya menekankan sisi teknis, tetapi juga harus memperhatikan
aspek sosial
Jadwal Personil Inti dan Pendukung dapat dilihat pada Tabel 3.2
27
Sebelum kegiatan pengukuran dimulai, terlebih dahulu dilakukan
pemeriksaan terhadapa alat-alat ukur yang akan digunakan dalam
kegiatan. Pengecekan alat ukur dilakukan bersama Direksi Pekerjaan.
Alat ukur yang sudah selesai dicek dan diterima oleh direksi
selanjutnya dapat dibuatkan berita acaranya untuk kemudian dapat
dilanjutkan dengan kegiatan survei pengukuran.
2) Survei Pengukuran
Kegiatan survei dilakukan untuk mengetahui dan memastikan besar
perbedaan atau perubahan antara rencana dengan keadaan di
lapangan. Dalam suatu perencanaan, masih bisa terjadi
kesalahan/kekeliruan bila sudah dilaksanakan aplikasi langsung pada
lapangan. Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa harus memastikan lagi
terhadap hasil perencanaan di lapangan. Kegiatan survei pengukuran
ini menghasilkan check list permasalahan lapangan, dokumentasi
lapangan, data ukur, laporan pengukuran, dan peta situasi.
3) Supervisi/Pengawasan Pengukuran
Dalam suatu pelaksanaan kegiatan survei pengukuran, pengawasan
harus tetap dilakukan untuk memastikan hasil pengukuran tepat dan
sesuai dengan standar yang ditetapkan dan sesuai dengan desain teknis
yang telah disetujui serta memastikan bahwa semua dimensi, sudut,
dan elevasi bangunan sesuai dengan spesifikasi dan rencana teknis.
Konsultan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua
pengukuran dilakukan dengan akurasi dan kecermatan yang tinggi
serta menggunakan peralatan survei yang tepat dan terkalibrasi dengan
baik. Mereka juga harus memantau hasil pengukuran dan memastikan
bahwa semua perubahan atau perbaikan yang diperlukan dilakukan
secepat mungkin untuk memastikan kualitas dan keselamatan
pekerjaan konstruksi.
28
Gambar 6.2 Bagan Alir Kegiatan Pengukuran
29
Gambar 6.3 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Drone
Berikut adalah beberapa keunggulan penggunaan drone untuk pemetaan
topografi yaitu,
1. Dapat diterbangkan kapanpun, siang maupun malam.
2. Dengan kontrol komputer, pesawat dapat terbang pada jalur
penerbangan yang akurat, maka dua UAV dapat terbang berdekatan
satu sama lain, sehingga survei dapat dilakukan dalam waktu yang
lebih singkat.
3. Jika terjadi suatu kesalahan dalam sistem, pesawat dapat digantikan
oleh UAV back up, agar pekerjaan yang dilakukan dapat selesai tepat
waktu.
4. Dapat terbang rendah dengan aman sehingga memungkinkan pemetaan
aeromagnetik dengan resolusi tinggi.
5. Data dari masing-masing penerbangan UAV dapat di-update di server
komputer secara real time, sehingga memungkinkan pengguna melihat
informasi terbaru, melalui internet.
6. Harganya relatif lebih murah dibandingkan pesawat berawak, baik
harga peralatan pesawatnya, biaya terbang, operasional, maupun unit
pengontrol pesawat di darat.
7. Lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan suara bising. Dengan
perbandingan bahan bakar 16 g/km untuk UAV dan 152 g/km untuk
Skylane Cessna, maka UAV menghasilkan CO2 lebih sedikit.
30
5.3.2 Total Station
Total station adalah alat ukur survei yang digunakan untuk mengukur
sudut, jarak, arah, menetukan koordinat, dan perbedaan ketinggian secara
elektronik dalam satu alat. Alat ukur survei dari hasil pengembangan theodolite ini
dilengkapi dengan komputer untuk mempermudah proses data, juga dilengkapi
dengan reflektor sebagai target dan pengganti sumbu ukur.
Kelebihan dari penggunakan Total Station adalah sebagai berikut.
Kelebihan Total Station
1. Dapat mengembangkan pembacaan dari semua datapengukuran yang
diterima secara digital dengan menggunakan sistem laser dan sistem
prisma.
2. Semua data yang diterima oleh total station akan disimpan di dalam
media eksternal sehingga dapat diintegrasikan ke dalam perangkat
lunak CAD.
3. Hasil yang diberikan oleh alat ukur survei ini sangat akurat meskipun
kita melakukan pengukuran di tempat-tempat yang berbahaya.
4. Lebih ekonomis, lebih efisien, dan lebih hemat waktu karena pekerjaan
dilakukan secara otomatis.
5. Dapat meminimalkan kesalahan saat proses pengambilan data.
6. Keakuratan data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.
31
Gambar [Link]
32
5.3.3 GPS Geodetic
GPS jenis ini adalah alat ukur GPS dengan mengunakan satellite dimana
Akurasi yang sangat tinggi serta ketelitian yang dihasilkan sangat akutrat, alat ini
dapat digunakan dalam pengukuran lahan, seperti Hutan, perkebunan, dengan
akurasi sampai 5-10mm. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menangkap
signal L1, L2, atau GNSS. GPS Geodetic mempunyai kemampuan untuk
merekam Raw data, yang secara umum mempunyai Format RINEX.
33
Gambar 6.8. GPS Geodetik
34
lapangan dengan mengacu tetap pada koridor standar spesifikasi
dan ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.
3) Review Design
Lingkup pekerjaan review design adalah sebagai berikut:
1. Meneliti dan memberi masukan tentang kesesuaian desain
dengan keadaan lapangan kepada Pengguna Jasa.
2. Menyiapkan data pendukung (data ukur, data tanah, dan lain-
lain) yang dibutuhkan dalam rangka review desain sesuai
kebutuhan lapangan.
3. Menyiapkan konsep review / penyesuaian desain sesuai dengan
kebutuhan / kondisi lapangan berkoordinasi dengan pengawas
konsultan dan persetujuan tim perencana PPK untuk diajukan
sebagai perubahan desain ke Pengguna Jasa.
35
5.6 KEGIATAN PENGAWASAN PELAKSANAAN
Saat Pelaksanaan Proyek (Project Construction) yang terangkum dalam
beberapa kegiatan sebagai berikut.
1. Pelaksanaan Setting Out Persiapan Pelaksanaan Fisik
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan di awal pelaksanaan
pengawasan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Menyusun Standar Operasi Prosedur (SOP) pelaksanaan
konstruksi;
Menyiapkan network planning bersama Penyedia Jasa Konstruksi/
Pemborongan.
2. Pemeriksaan Metode Pelaksanaan dari Gambar Kerja
Kegiatan Pemeriksaan Metode Pelaksanaan dan Gambar Kerja
dilakukan dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Memeriksa/mengesahkan Shop Drawing/Construction Drawing
yang dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan, untuk
kemudian diajukan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan;
Memeriksa/mengoreksi metode dan jadual pelaksanaan time
schedule yang dibuat Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan.
3. Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Kualitas/Mutu Pekerjaan dilakukan dengan
rincian kegiatan sebagai berikut:
Memberikan izin tertulis pada setiap tahap dimulainya pelaksanaan
pekerjaan;
Memberikan izin pengecoran beton setelah terlebih dahulu
melakukanpemeriksaan bekisting, material (semen, pasir, krikil,
besi tulangan, air),peralatan dan tenaga kerja;
Melaksanakan test campuran beton berupa Slump test, sesuai
dengan job mix formula campuran beton;
36
Pengawasan dalam pembuatan benda uji beton sampai pengetesan
di laboratorium dalam rangka pengendalian mutu konstruksi;
Melaksanakan sosialisasi spesifikasi teknis yang tercantum dalam
kontrakkepada seluruh personil teknis Penyedia Jasa
Konstruksi/Pemborongan;
Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Rencana Mutu Kontrak (RMK)
Konsultan dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan;
Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam RMK
Konsultan;
Membantu Pengguna Jasa melakukan inspeksi kepada pabrik
pemasok, bahan, perakit dan lain-lainnya jika dibutuhkan;
Menyiapkan rekomendasi untuk perintah dan konsep perubahan
kontrak/Addendum terkait dengan adanya Change Order/Variation
Order, bilamana diperlukan untuk menjamin penyelesaian
pekerjaan yang secara teknis dapat dipertanggungjawabkan dan
sesuai dengan anggaran yang tersedia;
Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus - menerus
sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan;
Konsultan Pengawas harus melaporkan secara tertulis kepada
Kuasa Pengguna Anggaran apabila terjadi adanya penyimpangan –
penyimpangan dari ketentuan dan persyaratan teknis, dengan
tembusan kepada penyedia jasa konstruksi/pemborongan;
Membantu Pengguna Jasa mengawasi uji laboratorium dalam
rangka pengendalian mutu konstruksi;
37
Menginventarisasi, merencanakan kebutuhan penyelidikan dan
pengujian lapangan maupun laboratorium;
Membantu Pengguna Jasa dalam mendapatkan data lapangan dan
data hasil pengujian laboratorium yang diperlukan untuk
pelaksanaan.
4. Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan dilakukan dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
Memeriksa/mengoreksi metode dan jadual pelaksanaan time
schedule yang dibuat Penyedia Jasa Konstruksi/Pemborongan;
Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Laporan Program Mutu
Konsultasi Konstruksi dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan;
Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam Laporan
Program Mutu Konsultasi Konstruksi;
Konsultan Pengawas harus melaporkan secara tertulis kepada
Kuasa Pengguna Anggaran apabila terjadi adanya penyimpangan –
penyimpangan dari ketentuan dan persyaratan teknis, dengan
tembusan kepada penyedia jasa konstruksi/pemborongan;
5. Pengawasan Biaya/Kuantitas Pelaksanaan Pekerjaan
Kegiatan Pengawasan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan dilakukan dengan
rinciankegiatan sebagai berikut:
Melaksanakan dan menerapkan tata cara, prosedur, mekanisme
pelaksanaan yang tercantum dalam Laporan Program Mutu
Konsultasi Konstruksi dan hasilnya dilaporkan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan;
Melaksanakan tugas supervisi sesuai dengan standar prosedur
pengawasan yang berlaku, dan telah dijabarkan dalam Laporan
Program Mutu Konsultasi Konstruksi;
38
Melaporkan dan mencatat pemakaian bahan yang diperlukan,
jumlah tenaga dan alat yang dipergunakan;
Menyiapkan berita acara pembayaran angsuran/termyn;
Membantu Pengguna Jasa dalam pelaksanaan penyerahan pertama
pekerjaan/Previsional Hand Over (PHO).
6. Pengawasan Keamanan dan Keselamatan Kerja
Di bawah ini merupakan 3 tujuan SMK3 yang sangat penting untuk
dipahami. :
Meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan
kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi;
Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh,
dan/atau serikat pekerja/serikat buruh;
Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk
mendorong produktivitas.
39
Gambar 6.10 Bagan Alir Kegiatan Pengawasan Pekerjaan
5.7 TAHAP ANALISIS DAN PERHITUNGAN
40
b. Membantu pembuatan
jadwal kebutuhan bahan
dan material (Material
Schedule);
c. Membantu pembuatan
jadwal kebutuhan tenaga
kerja (Man Power
Schedule).
Microsoft Excel Melakukan input data hasil
inventarisasi dan identifikasi.
2 Imventarisasi dan Aplikasi SIG Melakukan pemetaan hasil foto
Identifikasi kondisi kondisi eksisting terhadap
eksisting lokasi geografis.
3 Analisis Hidrologi HEC-HMS Melakukan analisis hidrologi
Microsoft Excel secara keseluruhan meliputi
pengolahan data hujan,
perhitungan banjir, dan
simulasinya.
Aplikasi SIG Melakukan pemodelan sub-
DAS yang digunakan sebagai
data untuanalisis hidrologi.
4 Analisis Hidraulika Microsoft Excel dan Mengolah data survei topografi
Autocad sehingga bisa dilakukan
pemodelan
hidraulika.
HEC-RAS Melakukan simulasi hidraulika
berdasarkan model hidraulika
dan data hidrologi yang
dimiliki.
Aplikasi SIG Melakukan pemetaan hasil
simulasi hidraulika pada HEC-
41
RAS
5 Analisis stabilitas Geostudio , Plaxis Melakukan analisis stabilitas
struktur tanggul 2D lereng berdasarkan properties
serta geometri lereng tersebut,
serta melakukan analisis
kestabilan struktur berdasarkan
kondisi tanah disekitarnya.
Microsoft Excel Melakukan perhitungan untuk
analisis stabilitas lereng maupun
struktur tanggul terhadap
kondisi terbaru saat masa
pemeliharaan sebagai
perhitungan kontrol.
6 Penggambaran AUTOCAD Pemetaan kondisi lapangan
dengan peta situasi, serta
penggambaran potongan
memanjang serta melintang
sungai; penggambaran desain;
perhitungan volume cut and fill;
dan lainnya.
5.8 SMKK
42
BAB VI
PELAPORAN
43
6.6.2 Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi laporan pekerjaan persiapan yang dilakukan
oleh konsultan dan rencana/pola kerja yang akan dilakukan dengan detail.
Laporan dibuat 5 (lima) rangkap dan harus di serahkan selambat-lambatnya pada
akhir bulan ke-1 (satu) sejak SPMK diterbitkan. Laporan Pendahuluan sekurang-
kurangnya berisi tentang:
a. Pemahaman Konsultan terhadap KAK (Kerangka Acuan Kerja);
b. Pengaturan Administrasi;
c. Rencana kerja dan metode pelaksanaan pekerjaan supervisi penyedia
jasa secara menyeluruh (antara lain persiapan meliputi mobilisasi
personil, penyediaan kendaraan operasional, metode penyelesaian
pekerjaan, dan lain-lain);
d. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung Iainnya;
e. Jadwal kegiatan penyedia jasa;
f. Jadwal penugasan personil dan peralatan;
g. Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan
laporan hasil kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), hasil tinjauan
pada desain pada periode awal, dan identifikasi permasalahan;
h. Kendala-kendala yang mungkin akan terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan nantinya.
44
Laporan Bulanan umumnya memuat hal-hal sebagai berikut:
45
pekerjaan yang sudah dilaksanakan, aspek teknis, administratif dan keuangan
selama jangka waktu pelaksanaan, memuat laporan-laporan pendukungnya, foto
dokumentasi 0%, 50%, 100%, lampiran gambar pelaksanaan, kesimpulan dan
saran. Laporan Akhir yang harus diserahkan adalah sebagai berikut:
46
Gambar 6.2 Contoh Laporan Harian
47
Gambar 6.3 Contoh Laporan Bulanan
48