0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan3 halaman

Metode Perhitungan Ketebalan Shell Tangki

Metode Variable-Design-Point digunakan untuk menghitung tebal kulit tangki. Langkah-langkahnya meliputi penentuan tebal awal untuk course pertama, memastikan rasio tinggi-lebar memenuhi syarat, menghitung tebal berikutnya dengan mempertimbangkan rasio tinggi sebelumnya-tebal sebelumnya, mengulang perhitungan untuk setiap course hingga course teratas, dan memastikan tebal minimum terpenuhi.

Diunggah oleh

Vivek Patil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan3 halaman

Metode Perhitungan Ketebalan Shell Tangki

Metode Variable-Design-Point digunakan untuk menghitung tebal kulit tangki. Langkah-langkahnya meliputi penentuan tebal awal untuk course pertama, memastikan rasio tinggi-lebar memenuhi syarat, menghitung tebal berikutnya dengan mempertimbangkan rasio tinggi sebelumnya-tebal sebelumnya, mengulang perhitungan untuk setiap course hingga course teratas, dan memastikan tebal minimum terpenuhi.

Diunggah oleh

Vivek Patil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Calculation of Thickness by the Variable-Design-Point Method

Berikut ini adalah langkah-langkah perhitungan tebal shell tangki menggunakan metode
Variable-Design-Point berdasarkan standar API 650 poin 5.6.4:

1. General data yang diketahui biasanya adalah diameter (D), tinggi tangki (H), specific
gravity of the liquid (G), corrosion allowance (C.A), jenis material, panjang pelat
shell, dan lebar pelat shell.
2. Tentukan Sd dan St dengan cara mencocokkan jenis material dangan Tabel 5.2a untuk
satuan SI dan Tabel 5.2b untuk satuan USC.
3. Untuk course 1, perhitungan tebal td dan tt dilakukan dua kali, yaitu:
a. Menggunakan persamaan 1-foot method pada poin [Link] untuk tpd dan tpt
(tebal preliminary)
b. Menggunakan persamaan pada poin [Link] untuk nilai t1d dan t1t.
NB : t1d tidak boleh lebih besar dari tpd dan t1t tidak boleh lebih besar dari tpt.
c. Setelah itu tentukan tmin, yang merupakan nilai terbesar diantara t1d dan t1t.
d. Nilai tuse course 1 sama dengan nilai tmin yang dibulatkan ke atas.
4. Pastikan rasio L/H sesuai dengan batasan pada poin [Link].
 Dalam penentuan nilai L, nilai t (the bottom-course corroded shell thickness)
yang digunakan adalah tuse course 1 dikurangi C.A.
 Nilai H yang digunakan adalah tinggi tangki.
NB : Jika rasio L/H tidak memenuhi persyaratan pada poin [Link] maka kalkulasi
tebal kulit tangki dilakukan dengan metode Elastic Analysis (lihat poin 5.6.5)
dan metode Variable-Design-Point tidak dapat digunakan.
5. Setelah dipastikan bahwa metode Variable-Design-Point bisa digunakan maka
perhitungan selanjutnya adalah penentuan tebal course 2.
𝐡𝟏
6. Sebelum menentukan tebal course 2, maka harus ditentukan terlebih dahulu rasio 𝐫.𝐭 𝟏

sesuai dengan poin [Link]. Dimana nilai h1 (tinggi course sebelumnya) sama dengan
lebar shell plate dan nilai t1 (tebal course sebelumnya) sama dengan nilai tuse
dikurangi C.A untuk kondisi desain dan t1t untuk kondisi hidrotes.
𝐡𝟏
7. Tentukan nilai tebal course 2 (t2) sesuai dengan nilai rasio yang didapatkan (lihat
𝐫.𝐭 𝟏

poin [Link]).
𝐡𝟏
 Jika ≤ 𝟏, 𝟑𝟕𝟓 maka 𝐭𝟐 = 𝐭𝟏
𝐫.𝐭𝟏
𝐡𝟏 𝐡𝟏
 Jika 𝟏, 𝟑𝟕𝟓 < < 𝟐, 𝟐𝟔𝟓 maka 𝐭 𝟐 = 𝐭 𝟐𝐚 + 𝐭 𝟏 − 𝐭 𝟐𝐚 𝟐, 𝟏 −
𝐫.𝐭𝟏 𝟏,𝟐𝟓 𝐫.𝐭 𝟏
𝐡𝟏
 Jika ≥ 𝟐, 𝟐𝟔𝟓 maka 𝐭 𝟐 = 𝐭 𝟐𝐚
𝐫.𝐭𝟏

8. Apabila perhitungan tebal course 2 berlanjut pada penentuan nilai t2a, maka langkah-
langkah selanjutnya adalah sebagai berikut.
9. Menentukan nilai tu (the corroded thickness of the upper course at the girth joint)
untuk design condition dan hydrotest condition menggunakan 1-foot method yang
tertera pada poin [Link] tanpa menambahkan CA pada perhitungan td. Dengan
nilai H course 2 sama dengan nilai H course 1 dikurangi lebar shell plate.
10. Menentukan nilai x1, x2, dan x3 sesuai dengan persamaan pada poin [Link]. Dimana
nilai tL (tebal shell dibawahnya tanpa C.A) sama dengan nilai t1 pada masing-
masing kondisi.
11. Menentukan nilai tdx dan ttx sesuai dengan persamaan pada poin [Link]. Dimana nilai
x yang digunakan adalah nilai terkecil diantara x1, x2, dan x3.
12. Setelah didapatkan nilai tdx dan ttx dilakukan iterasi (pengulangan) perhitungan
dimana nilai tu untuk iterasi selanjutnya adalah sama dengan nilai tdx yang telah
diperoleh dikurangi C.A (untuk kondisi desain) dan sama dengan ttx yang telah
diperoleh (untuk kondisi hidrotes). Iterasi dilakukan hingga didapatkan masing-
masing dua nilai tdx dan ttx yang mendekati sama (selisih 0,001).
13. Setelah itersasi berakhir, untuk kondisi desain nilai t2a sama dengan tdx dikurangi
C.A dan untuk kondisi hidrotes nilai t2a sama dengan ttx.
14. Menentukan nilai t2 sesuai dengan persamaan pada langkah ke-7. Hitung untuk
masing-masing kondisi.
15. Nilai t2d sama dengan t2 ditambah C.A dan nilai t2t sama dengan t2. Nilai t2 yang
digunakan harus sesuai dengan masing-masing kondisi (t2 desain untuk menghitung
t2d dan t2 hidrotes untuk menghitung t2t).
16. Nilai tmin untuk course 2 adalah nilai terbesar diantara t2d dan t2t.
17. Nilai tuse untuk course 2 adalah nilai tmin yang dibulatkan ke atas.
18. Ulangi langkah ke-9 sampai ke-12 untuk menentukan nilai tdx dan ttx pada course-
course selanjutnya. Dengan nilai H course ke-(n) sama dengan nilai H course ke-
(n-1) dikurangi lebar shell plate.
19. Nilai tmin untuk course 3 dan seterusnya adalah nilai terbesar diantara (tdx + C.A)
dan ttx.
20. Nilai tuse untuk course 3 dst adalah nilai tmin kemudian dibulatkan ke atas.
21. Course terakhir atau course paling atas adalah ketika H yang digunakan dalam
perhitungan bernilai kurang dari atau sama dengan lebar pelat shell.
22. Setelah ditentukan tuse untuk seluruh course, evaluasi kembali tuse yang akan
digunakan. Pastikan tuse untuk seluruh course tidak kurang dari minimum thickness
yang tertera pada poin [Link].
23. Apabila semuanya sudah sesuai, maka perhitungan Variable-Design-Point Method
telah selesai dilakukan.

Anda mungkin juga menyukai