0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan3 halaman

Prosedur Nutrisi Parenteral Intravena

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian nutrisi secara parenteral. Ada dua metode nutrisi parenteral yaitu parsial dan total, yang diberikan melalui vena sentral atau perifer. Prosedur pemasangan infus meliputi persiapan, orientasi, tindakan, dan evaluasi. Dokumen ini juga menjelaskan indikasi, kontraindikasi, dan pencegahan komplikasi pemberian nutrisi parenteral.

Diunggah oleh

Ifey Tea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan3 halaman

Prosedur Nutrisi Parenteral Intravena

Dokumen ini membahas tentang prosedur pemberian nutrisi secara parenteral. Ada dua metode nutrisi parenteral yaitu parsial dan total, yang diberikan melalui vena sentral atau perifer. Prosedur pemasangan infus meliputi persiapan, orientasi, tindakan, dan evaluasi. Dokumen ini juga menjelaskan indikasi, kontraindikasi, dan pencegahan komplikasi pemberian nutrisi parenteral.

Diunggah oleh

Ifey Tea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBERIKAN NUTRISI PARENTERAL

No Dokumen No Revisi Halaman


1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan :


Kepala Puskesmas Garawangasa
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

H. Asep Sobur, [Link], Ners,. MM


NIP. 19681020 198803 1 003
PENGERTIAN Adalah suatu bentuk pemberian nutrisi yang diberikan langsung melalui
pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernakan.
1. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien
TUJUAN
2. Memberikan terapi sesuai kebutuhan pasien

Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Garawangsa No …../……./ 2023


KEBIJAKAN
Tentang Pemberlakuan Penatalaksanaan Pemberian Nutrisi Parenteral.
Ada 2 macam metode pemberian nutrisi parenteral yaitu:
1. Nutrisi parenteral parsial: pembemberian sebagian kebutuhan nutrisi
melalui intravena, sebagian kebutuhan nutrisi harian pasien masih
dapat dipenuhi melalui enteral. Cairan yang biasanya digunakan
dalam bentuk dekstrosa atau cairan asam amino.
2. Nutrisi parenteral total: pemberian nutrisi melalui jalur intravena ketika
kebutuhan nutrisi sepenuhnya harus dipenuhi melalui cairan infus,
cairan yang digunakan adalah cairan yang mengandung karbohidrat
seperti triofusin, E 1000, cairan yang mengandung asam amino
seperti pan Amin G dan cairan yang mengandung lemak seperti
intralipid.
Lokasi pemberian secara parenteral melalui vena sentral dapat melalui vena
artikubital pada vena basilika, sefalika, vena sub klavia, vena jugularis interna
dan eksterna dan vena femoralis.
Nutrisi parenteral perifer melalui perifer dapat dilakukan pada sebagian vena
daerah tangan dan kaki.
Indikasi
1. Gangguan absorbsi makanan seperti fistula enterokunaleus, atresia
intestinal, colitis infeksiosa, obstruksi usus halus
PROSEDUR
2. Kondisi dimana usus harus diistirahatkan seperti pada pankrestitis
berat, status pre operative dengan mal nutrisi berat, angina intertinal,
diare berulang
3. Gangguan motilitas usus seperti pada ileus yang berkepanjangan
4. Makan muntah terus menerus, gangguan hemodinamik,hiperemesis
gravidarum
5. Pasien syok
6. Pasien yang mengalami pengeluaran cairan berlebih
7. Intoksikasi berat
8. Sebelum tranfusi darah.
Kontraindikasi pemberian nutrisi parenteral
1. Pasien-pasien kanker, yang sedang menyalonkan terapi radiasi dan
kemoterapi
2. Pasien-pasien preoperatif yang bukan malnutrisi berat
3. Pankreatitis akut
4. Kolitis akut
5. AIDS
6. Penyakit paru yang mengalami eksaberbasi
7. Luka bakar
8. Penyakit-penyakit berat stadium akir
PROSEDUR Prosedur pemasangan infus
A. Tahap PraInteraksi
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Melakukan desinfeksi tutup botol cairan
2. Menutup saluran infus (klem)
3. Menusukkan saluran infus dengan benar
4. Menggantung botol cairan pada standard infuse
5. Mengisi tabung reservoir infus sesuai tanda
6. Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam selang
7. Mengatur posisi pasien dan pilih vena
8. Memasang perlak dan alasnya
9. Membebaskan daerah yang akan di insersi
10. Meletakkan torniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
11. Memakai hand schoen
12. Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari dalam
keluar)
13. Mempertahankan vena pada posisi stabil
14. Memegang IV cateter dengan sudut 30 derajat
15. Menusuk vena dengan lobang jarum menghadap keatas
16. Memastikan IV cateter masik intra vena kemudian menarik Mandrin +
0,5 cm
17. Memasukkan IV cateter secara perlahan
18. Menarik mandrin dan menyambungkan dengan selang infuse
19. Melepaskan toniquet
20. Mengalirkan cairan infuse
21. Melakukan fiksasi IV cateter
22. Memberi desinfeksi daerah tusukan dan menutup dengan kassa
23. Mengatur tetesan sesuai program
D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3. Berpamitan dengan klien
4. Membereskan alat-alat
5. Mencuci tangan
6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan.
Komplikasi pemasangan infus
Terapi intravena diberikan secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang
yang lama tentunya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi
1. Plebitis
2. Infiltrasi
3. Iritasi vena
4. Hematoma
5. Tromboflebitis
6. Trombosis
7. Oclusion
8. Spasme vena
9. Reaksi vasovagal
10. Kerusakansyaraf tendon dan ligament
Pencegahan komplikasi pemasangan terapi intravena
11. Ganti lokasi tusukan setiap 48-72 jam dan gunakan set infus baru Ganti
kassa steril penutup luka setiap 24-48 jam dan evaluasi tanda infasi
12. Observasi tanda/reaksi alergi terhadap infus/komplikasi lain
13. Jika infus tidak diperlukan lagi, buat fiksasi pada lokasi penusukan
14. Kencangkan klem infus sehingga tidak mengalir
15. Tekan lokasi penusukan dengan alkohol swab lalu cabut infus secara
perlahan, periksa ujung kateter terhadap adanya embolus
16. Bersihkan lokasi penusukan dengan antiseptik bekas-bekas plester
debersihkan memakai alkohol swab
17. Gunakan alat-alat yang steril, saat pemasangan dan gunakan tehnik
sterilisasi dalam pemasangan infus
18. Hindarkan memasang infus pada daerah-daerah yang infeksi vena yang
telah rusak, vena padadaerah fleksi dan vena yang tidak stabil
19. Mengatur ketepatan aliran dan regulasi infus dengan cepat
20. Penghitungan cairan yang sering di gunakan adalah penghitungan
milimeter perjam (ml/h) dan penghitungan tetes permenit.
1. UGD
Unit Terkait
2. Rawat Inap

Anda mungkin juga menyukai