0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Sayembara Arsitektur Budaya Lokal 2023

Mini sayembara 2023 bertujuan mencari desain taman di Matesih yang dapat melestarikan budaya lokal melalui arsitektur. Peserta diharapkan merancang taman yang memfasilitasi belajar budaya serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan. Pemenang akan mendapat hadiah utama Rp 1 juta.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Sayembara Arsitektur Budaya Lokal 2023

Mini sayembara 2023 bertujuan mencari desain taman di Matesih yang dapat melestarikan budaya lokal melalui arsitektur. Peserta diharapkan merancang taman yang memfasilitasi belajar budaya serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan. Pemenang akan mendapat hadiah utama Rp 1 juta.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Terms Of Reference

MINI SAYEMBARA 2023


Buddhayah :
Preserving Local Culture Through Architecture

Latar Belakang
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki oleh sekelompok masyarakat serta diwariskan ke
generasi selanjutnya, maka dari itu istilah budaya sudah
melekat dalam kehidupan sehari-hari. Budaya terbentuk dari
beberapa unsur, di antaranya adat istiadat, bahasa, karya
seni, sistem kepercayaan, politik dan arsitektur. Sejak dulu
hingga sekarang, budaya tidak dapat lepas dari kehidupan
manusia.

Perbedaan suku dalam wilayah tertentu dapat


menghasilkan budaya yang berbeda, hal ini mengakibatkan
Indonesia memiliki beragam budaya di dalamnya. Sayangnya,
sebagian masyarakat masih awam bahkan merasa asing
dengan budayanya sendiri. Hal ini dapat terlihat dari
masyarakat Indonesia yang kini lebih menyukai budaya asing
karena lebih menarik atau unik dan praktis bagi mereka.
Budaya lokal seakan-akan terkikis serta terlupakan akibat
masuknya budaya baru sehingga tidak ada lagi generasi
penerus yang tertarik untuk mempelajarinya. Selain karena
budaya luar lebih menarik, masyarakat kesulitan menjumpai
fasilitas yang dapat mereka gunakan sebagai media belajar
budaya.

Terdapat berbagai fasilitas atau media belajar yang


dapat dijadikan pilihan untuk mempelajari budaya lokal, salah
satunya taman yang fungsionalis. Taman tidak hanya
menyuguhkan keindahan, tetapi dapat mewadahi masyarakat
berkumpul, bertukar pikiran, dan belajar. Di berbagai wilayah
Indonesia masih terdapat daerah yang minim fasilitas belajar
budaya lokal, salah satunya yaitu Matesih. Matesih merupakan
daerah yang ramai, namun saat ini belum memiliki sarana yang
memadai, oleh karena itu dibutuhkan fasilitas untuk mewadahi
warganya dalam bersosialisasi dan belajar.
Pada dasarnya, arsitektur merupakan bagian dari
kebudayaan dan keberadaannya dapat mengambil peran
dalam pelestarian budaya. Memperhatikan dan merespon
kondisi lingkungan terhadap tapak dapat menghasilkan suatu
respon desain yang berkelanjutan serta sesuai dengan
kebutuhan tapak. Dalam praktiknya, menjaga eksistensi
respon desain dapat melibatkan warga sekitar agar mereka
bersedia ikut serta merawat keberadaan taman tersebut.

Melalui Mini Sayembara 2023 dengan tema “Intersection of


Culture and Architecture”, peserta diharapkan dapat
menciptakan desain taman yang dapat menjembatani
masyarakat dan budaya dengan memanfaatkan bahan
material lokal. Desain yang tepat dapat menciptakan ruang
yang efektif untuk belajar budaya lokal serta menumbuhkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga taman
tersebut.

Isu
Mengusung tema “Intersection of Culture and
Architecture”, Mini sayembara 2023 bertujuan menggali respon
desain arsitektur dalam menjawab masalah kurangnya tepat
belajar budaya pada masyarakat.
 Bagaimana arsitektur dapat mewadahi kebutuhan
masyarakat dalam belajar budaya lokal sejak dini?
 Budaya apa yang dapat diangkat dan dihadirkan pada
respon tersebut?
 Bagaimana memunculkan respon desain yang dapat
menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam merawat
taman supaya berkelanjutan?
Tema
Intersection of Culture and Architecture

Konsep
Arsitektur kontekstual (Contextual Architecture)
Arsitektur kontekstual (Contextual Architecture)
merupakan suatu pendekatan arsitektur yang
mempertimbangan lingkungan dan konteks tempat dimana
sebuah bangunan akan dibangun. Berdasarkan konsep
arsitektur kontekstual, arsitektur memiliki hubungan dengan
lingkungan sekitar yang meliputi tiga hal, yaitu kegiatan,
lingkungan dan visual. Pendekatan ini menempatkan
kepentingan dan karakteristik khusus dari lokasi suatu objek
sebagai prioritas utama dalam perancangan bangunan.

Tujuan
 Melatih penalaran dan kemampuan mahasiswa dalam
bidang arsitektur.
 Melatih mahasiswa dalam menyelesaikan isu serta
menuangkan solusi dalam perancangan bangunan.
 Memicu mahasiswa untuk berjiwa kompetitif.

Kriteria Peserta
1. Peserta merupakan mahasiswa aktif.
2. Peserta dapat mendaftarkan diri secara individu
maupun tim.
3. Setiap tim dapat terdiri dari 1 hingga maksimal 3
anggota dan dapat berasal dari instansi yang berbeda.
4. Dalam satu tim harus terdapat Mahasiswa Arsitektur
aktif sebagai ketua.
5. Peserta hanya diperbolehkan mendaftarkan diri
sebanyak satu kali.
6. Peserta yang telah mendaftar secara tim maupun
individu tidak dapat berubah.
7. Menyerahkan surat orisinalitas karya
Ketentuan Desain
1. Karya arsitektur merupakan karya orisinil peserta,
belum pernah dipublikasikan dan belum pernah
diikutsertakan dalam kompetisi sebelumnya.
2. Desain yg dibuat adalah karya arsitektur yang dapat
direalisasikan.
3. Karya yang diterima oleh panitia menjadi hak milik
panitia, namun hak cipta tetap milik peserta.
4. Karya yang diterima oleh panitia berhak digunakan
untuk kepentingan publikasi maupun dokumentasi
5. Diskualifikasi
 Karya dikirim setelah Batas Pengumpulan berkas
sebagaimana terdapat pada bagian Lini Masa.
 Karya mengandung segala bentuk tanda, simbol,
logo, atau indikasi apapun yang menunjukkan
identitas peserta selain Kode Registrasi.
 Karya yang mengandung segala bentuk
plagiarisme, akan dikenakan sanksi sesuai
keputusan panitia

Produk
1. Gambar representatif arsitektural
Visualisasi 2D dapat berupa poster, kolase, ilustrasi dll
serta dilengkapi dengan deskripsi penjelas mengenai
desain.
2. Video (optional)
Video ilustrasi animasi skematik desain dengan durasi
maksimal 3 menit
Ketentuan Produk
Format Dokumen Gambar Representatif Arsitektural
1. Maksimal 4 (empat) lembar gambar representatif
arsitektural dengan ukuran A2, tata letak portrait
2. Ukuran maksimal file 15MB
3. Kualitas gambar 300 dpi
4. Identitas berupa nomor peserta pada halaman
pertama pada pojok kiri atas dan tidak diperbolehkan
mencantumkan nama peserta, instansi terkait dan
informasi lainnya
5. Tipe dokumen/ukuran/nama:
- PDF
- Ukuran maksimal PDF 15 mb
- Nama dokumen berupa Nomor Peserta_Judul Karya
Contoh: 034_Metamorfosis
6. Dokumen di upload ke google form submission yang
telah disiapkan oleh panitia

Video (optional)
1. Tata letak bebas dapat berupa potrait maupun
landscape
2. Durasi maksimal 3 menit
3. Video di upload ke drive kemudian link drive
dikumpulkan melalui google form submission yang
telah disiapkan oleh panitia

Site Mini Sayembara


Site merupakan tanah kosong di kawasan Kantor
Kecamatan Matesih.
 Link Google Maps :
[Link]
 Link Google Earth :
[Link]
 File SketchUp site dan Foto keadaan site :
[Link]
Timeline
Early Bird 17 Juni - 21 Juni 2023
Early Bird : 17 Juni - 21 Juni 2023
Reguler : 22 Juni - 7 Juli 2023
Reguler: 17
Open Submission : 22Juni
Juni - 7- 7Juli
Juli 2023
2023
Close Submission
Open : 7Submission
Juli 2023 Pukul 23.59- 7WIB
: 17 Juni Juli 2023
Penjurian Tertutup : 8 Juli - 11 Juli 2023
Close Submission
Top Ten Announcement : 12 Juli 2023 : 7 Juli 2023 Pukul 23.59 WIB
Announcement Pemenang Penjurian : 13 Juli 2023
Tertutup : 8 Juli - 11 Juli 2023
Top Ten Announcement : 12 Juli 2023
Announcement Pemenang : 13 Juli
2023

Kriteria Penilaian
1. Kesesuaian dengan tema.
2. Desain dapat memecahkan isu.
3. Lokasi tapak ditentukan oleh panitia.
4. Penggunaan bahan material yang telah ditentukan.
5. Desain realistis untuk dibangun.
6. Kesesuain respon desain terhadap tapak.

Penghargaan
Juara 1
Rp 1.000.000,-

Honorable mention 1 Honorable mention 2


Rp 250.000,- Rp 250.000,-

Dewan Juri
To Be Announce
Pengumpulan Karya
Pengumpulan karya dibuka tanggal 17 Juni - 7 Juli 2023
Pukul 23.59 WIB.
Produk dikumpulkan melalui form submission pada link
dibawah ini!
[Link]

Registrasi Peserta
Registrasi peserta dibuka pada tanggal 17 Juni 2023
hingga 7 Juli 2023 melalui link dibawah ini!
[Link]
Contact Person
Ivena Nathania Tabita
 ID Line : nathh_04
 WhatsApp : 088224283430
 ivena04@[Link]

Ibrahim Alfaruqi Rosyid


 ID Line : ibrahimalfaro
 WhatsApp : 085750572958
 ibrahimalfa@[Link]

Sponsorship and Media Partner

Media Partner by:

Anda mungkin juga menyukai