PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
No : _________________
Yang bertanda tangan di bawah ini :
1. N a m a : PINKY HERAWAN SOEMARDI
Jabatan : Direktur Utama
Alamat : KPP : CILANDAK | Jakarta Selatan The CEO Building Level 12
Jl. TB. Simatupang No. 18 C RT. 006 RW. 009 Cilandak Barat
Cilandak, Jakarta Selatan
Dalam Perjanjian kerja ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan PT BAKTI MANDIRI
GEMILANG dan selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. N a m a : _________________
NIK (KTP) : _________________
Status keluarga : _________________
Pendidikan terakhir : _________________
Agama : _________________
Alamat rumah : _________________
Dalam perjanjian kerja ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri dan selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA.
Pada hari ini, _______ tanggal _________ bertempat ___________, PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA mengadakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang selanjutnya disebut ”Perjanjian Kerja”
untuk seluruh lokasi kerja yang dimiliki oleh PIHAK PERTAMA, dan selanjutnya Perjanjian kerja
diatur dengan ketentuan dalam pasal-pasal sebagai berikut :
PASAL 1
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1. PIHAK PERTAMA mempekerjakan PIHAK KEDUA untuk menangani seluruh proyek yang
dimiliki oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan tugas dan tanggung jawab PIHAK KEDUA
sebagai :
Jabatan : __________
Level Jabatan : Staf / Supervisor / Managerial (coret yang tidak perlu)
Tempat Tugas : __________
2. PIHAK KEDUA bersedia untuk bekerja di bawah pimpinan PIHAK PERTAMA atau pejabat
lain yang ditunjuk dan atas nama PIHAK PERTAMA.
3. Uraian pekerjaan dan tanggung jawab kerja PIHAK KEDUA akan ditentukan dengan
pemberitahuan/surat tersendiri atau Job Deskripsi dari atasan langsung, yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Kerja ini.
4. PIHAK KEDUA bersedia melaksanakan tugas pekerjaan dan mematuhi/mentaati perintah
penugasan yang layak serta tunduk pada semua peraturan yang diatur dalam Peraturan
Perusahaan maupun Peraturan-Peraturan Lain yang berlaku di perusahaan, berikut sangsi-
sangsi yang berlaku terhadap pelanggarannya.
5. PIHAK KEDUA bersedia ditempatkan dimana PT BAKTI MANDIRI GEMILANG
mengadakan kegiatan, apabila diperlukan bersedia dimutasikan ke tempat lain diseluruh daerah
dimana PIHAK PERTAMA beroperasi.
Pihak Pertama Pihak Kedua
Paraf Perusahaan Paraf Karyawan
1
PASAL 2
JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dibuat untuk jangka waktu _ (___) _____ terhitung mulai
tanggal _________ sampai dengan tanggal ___________.
PASAL 3
PENGUPAHAN
1. Gaji/ Upah adalah 1 (satu) bulan penuh terhitung dari tanggal 26 bulan sebelum s/d 25 bulan
berjalan pada setiap periode cut-off nya dan dibayarkan maksimal pada setiap awal bulan
berikutnya.
2. Gaji/ upah dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA melalui Bank yang telah
ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA yaitu Bank BNI, maka karyawan wajib menyerahkan nomor
rekening Bank BNI paling lambat 3 (tiga) hari sebelum tutup periode cut off.
3. Pajak Penghasilan (PPh 21) ditanggung oleh PIHAK KEDUA, dipotong langsung dari gaji atau
pendapatan lainnya setiap bulannya dan disetor ke Kas Negara oleh PIHAK PERTAMA.
4. PIHAK KEDUA di daftar sebagai peserta BPJS KESEHATAN dan BPJS KETENAGAKERJAAN.
5. Tunjangan Hari Raya diberikan kepada PIHAK KEDUA yang sudah bekerja selama 12 (dua belas)
bulan berturut-turut dan tidak terputus, maka PIHAK KEDUA mendapat THR 1 (satu) bulan upah,
bagi PIHAK KEDUA yang bekerja 3 (tiga) bulan terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas)
bulan akan dibayarkan THR nya atas dasar pro rata.
6. Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: 102/MEN/VI/2004 untuk
golongan jabatan tertentu tidak berhak atas upah kerja lembur, meskipun bekerja lebih dari
ketentuan waktu kerja normal. Dalam hal ini ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA golongan staf
yang tidak berhak atas upah kerja lembur (overtime).
PASAL 4
WAKTU KERJA
1. Jam kerja 8 (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, waktu jam kerja dan istirahat
diatur dalam peraturan perusahaan atau dapat ditentukan lain dengan surat keputusan tersendiri,
sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan Peraturan yang berlaku.
2. PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan sekaligus kesediaan dan kesanggupan untuk bekerja diluar
jam kerja normal, serta bersedia dipanggil sewaktu-waktu oleh PIHAK PERTAMA apabila
tenaganya dibutuhkan.
PASAL 5
IZIN KERJA
1. PIHAK KEDUA apabila telah bekerja selama 12 (dua belas) bulan terus menerus dan tidak
terputus, untuk bulan berikutnya mempunyai hak cuti selama 12 (dua belas) hari kerja, hak cuti
tahunan tersebut akan hangus apabila dalam kurun waktu 1 (satu) tahun setelah timbulnya hak cuti
tersebut PIHAK KEDUA tidak mempergunakannya tanpa alasan yang dapat diterima oleh PIHAK
PERTAMA.
2. PIHAK KEDUA yang mengalami peristiwa suka duka dapat diberikan cuti khusus sesuai dengan
peraturan perusahaan yang berlaku.
3. Tentang pelaksanaan cuti, sakit, izin meninggalkan tempat kerja, izin datang terlambat, baik dengan
upah penuh maupun tanpa upah penuh wajib disertai keperluan yang jelas disertai bukti pendukung
yang diatur sebagai berikut :
a. Mengisi form absensi dengan benar dan lengkap;
b. Sakit melampirkan surat dokter, jika sakit tanpa surat dokter dihitung tanpa upah penuh;
c. Cuti tahunan maksimal diambil 2 (dua) kali dalam sebulan;
Pihak Pertama Pihak Kedua
Paraf Perusahaan Paraf Karyawan
2
d. Cuti khusus melampirkan bukti pendukung sesuai keperluan;
e. Izin kerja selain cuti tahunan, cuti khusus atau sakit dengan surat dokter dikategorikan Cuti
Tidak Ditanggung (CDT) dan berlaku No Work No Pay / tidak bekerja tidak dibayar.
PASAL 6
TATA TERTIB DALAM BEKERJA
PIHAK KEDUA bersedia mentaati tata tertib dalam bekerja sebagai berikut:
1. Masuk kerja, istirahat maupun pulang bekerja sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan.
2. Pencatatan Kartu Absensi atau Fingerprint dilakukan di area kerja masing-masing dan tidak
diwakilkan.
3. Menggunakan dan merawat Alat Pelindung Diri (APD) serta Pakaian Kerja yang diberikan oleh
PIHAK PERTAMA selama bekerja.
4. Mentaati ketentuan dan peraturan juga perintah kerja baik lisan maupun tulisasn yang telah
ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA.
5. Tidak meninggalkan tempat kerja pada waktu jam kerja berlangsung tanpa seizin dari atasan.
6. Memelihara dan menjaga dengan baik barang/peralatan kerja atau raw material (Semen, Pasir, Split,
Solar) sehubungan dengan pekerjaannya.
7. Hanya merokok ditempat yang telah disediakan oleh PIHAK PERTAMA.
8. Tidak melakukan transaksi keuangan dalam bentuk apapun selama bekerja.
9. Menerima dan melaksanakan tugas pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA dengan
sebaik-baiknya, penuh disiplin, jujur dan bertanggung jawab.
[Link] segala perintah, petunjuk, instruksi dari atasan baik secara lisan maupun tulisan.
[Link] menggunakan alat-alat kerja milik PIHAK PERTAMA untuk pekerjaan lain/kepentingan
pribadi.
PASAL 7
LARANGAN DALAM BEKERJA
PIHAK KEDUA dilarang untuk melakukan hal-hal tersebut di bawah:
1. Mencuri/menggelapkan barang milik PIHAK PERTAMA maupun milik pihak lain dimana PIHAK
KEDUA ditempatkan.
2. Menjual barang milik PIHAK PERTAMA tanpa izin dari PIHAK PERTAMA walaupun barang
tersebut merupakan barang sisa/ bekas/ barang tidak terpakai.
3. Mabok, madat, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, judi, minum miniman keras, merokok
dilokasi dilarang merokok di lingkungan kerja.
4. Tidak tidur selama jam kerja terkecuali pada saat jam istirahat.
5. Melakukan perbuatan asusila dilingkungan Perusahaan PIHAK PERTAMA.
6. Memberikan keterangan palsu atau dipalsukan.
7. Membocorkan rahasia perusahaan PIHAK PERTAMA yang diketahuinya kepada pihak lain.
8. Berkelahi dengan teman sekerja, atasan atau pihak lain dalam lingkungan kerja.
9. Melakukan intimidasi, pengancaman kepada rekan sekerja atasan atau Pimpinan yang ditunjuk oleh
PIHAK PERTAMA.
Pihak Pertama Pihak Kedua
Paraf Perusahaan Paraf Karyawan
3
PASAL 8
BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJA
1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat bahwa Perjanjian Kerja berakhir tanpa ada
kewajiban PIHAK PERTAMA untuk membayarkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja,
uang penggantian hak, kompensasi sisa waktu perjanjian serta penggantian apapun lainnya kepada
PIHAK KEDUA, kecuali upah atas pekerjaan yang telah diselesaikan dan belum dibayarkan, dalam
hal sebagai berikut :
a. Berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 2.
b. Dalam hal PIHAK KEDUA tidak masuk bekerja dalam waktu sedikit-dikitnya 5 (lima)
hari kerja berturut-turut, atau 5 (lima) hari kerja tidak berturut-turut dalam 30 (tiga
puluh ) hari tanpa keterangan secara tertulis dengan bukti yang sah dan telah dipanggil
oleh PIHAK PERTAMA, sehingga oleh karenanya PIHAK KEDUA dikualifikasikan
mengundurkan diri.
c. Apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi persyaratan kelulusan penilaian kinerja (appraisal)
selama masa 3 (tiga) bulan pertama bekerja.
d. PIHAK KEDUA tidak cakap dalam bekerja walaupun sudah diberikan pembinaan berkali-kali
oleh PIHAK PERTAMA.
e. PIHAK KEDUA melanggar tata-tertib kerja sebagaimana diatur dalam pasal 6 Perjanjian ini
dan kepadanya diberikan Surat Peringatan sebagai bentuk pembinaan.
f. PIHAK KEDUA melanggar larangan sebagaimana diatur dalam pasal 7.
g. Apabila PIHAK KEDUA membuat perjanjian kerja dalam bentuk maupun tujuan apapun
dengan pihak lain atau terikat hubungan kerja dengan pihak lain selama Perjanjian Kerja ini
berlangsung.
2. Apabila PIHAK KEDUA mengundurkan diri maka pengaturan pengajuan pengunduran diri sebagai
berikut :
a. Untuk jabatan Non Staf, pengajuan pengunduran diri minimal 1 (satu) bulan;
b. Untuk jabatan Staf dan Koordinator, pengajuan pengunduran diri minimal 2 (dua) bulan;
c. Untuk jabatan Branch Manager ke atas, pengajuan pengunduran diri minimal 3 (tiga) bulan;
d. Pengunduran diri dinyatakan sah bilamana ada surat pengunduran diri, Exit Interview dan
serah terima pekerjaan;
e. Pengunduran diri yang tidak sesuai prosedur maka PIHAK PERTAMA berwenang tidak
mengeluarkan Surat Pengalaman Kerja/ Paklaring termasuk rekomendasi untuk pencairan
BPJS Ketenagakerjaan.
3. PIHAK KEDUA dikarenakan suatu sebab mengundurkan diri dan atau tidak dilanjutkannya
hubungan kerja, maka sesuai regulasi wajib mengisi Exit Interview yang didalamnya terdapat hak
dan kewajiban karyawan, sehingga pada saat PIHAK KEDUA keluar semua hal yang bersangkutan
dengan PIHAK PERTAMA bisa terselesaikan dengan baik.
4. Konsekuensi dari PIHAK KEDUA yang keluar tidak sesuai regulasi maka pembayaran upah dapat
ditangguhkan sampai adanya penyelesaian dan pertanggungjawaban termasuk serah terima
pekerjaan dan menghadiri Exit Interview.
5. Apabila PIHAK KEDUA mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang
ditetapkan dalam perjanjian kerja ini maka PIHAK KEDUA diwajibkan membayar ganti rugi
kepada PIHAK PERTAMA sebesar upah PIHAK KEDUA sampai batas waktu berakhirnya jangka
waktu perjanjian kerja.
6. Bilamana masa kerja PIHAK KEDUA berakhir sebagaimana diatur pada pasal 2 Perjanjian ini dan
ternyata PIHAK KEDUA masih bekerja di PIHAK PERTAMA, namun PIHAK PERTAMA belum
Pihak Pertama Pihak Kedua
Paraf Perusahaan Paraf Karyawan
4
menerbitkan Surat Perjanjian Kerja baru, maka secara otomatis semua persyaratan ketentuan dalam
surat perjanjian kerja ini berlaku kembali untuk jangka waktu yang sama sampai dengan
diterbitkannya Perjanjian Kerja berikutnya.
7. PIHAK KEDUA setuju tidak akan melakukan tuntutan hukum dalam bentuk apapun terhadap
PIHAK PERTAMA sehubungan dengan pengakhiran hubungan hubungan kerja.
PASAL 9
FORCE MAJEURE
Dalam hal terjadi force majeure (keadaan diluar kendali manusia), seperti: bencana alam,
pemberontakan, perang, huru-hara, kerusuhan, ataupun wabah penyakit yang belum tertanggulangi dan
atau hal-hal yang menyebabkan ketidakmampuan perusahaan, maka PIHAK PERTAMA dapat
memutuskan hubungan kerja tanpa pesangon.
PASAL 10
PENYELESAIAN PERSELIHAN
1 Apabila terjadi perselisihan dalam Kesepakatan Kerja ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk
menyelesaikan perselisihan secara musyawarah dengan dilandasi oleh kesadaran, tanggung jawab
dan moral yang tinggi sesuai etika profesi yang berlaku.
2 Apabila dengan jalan musyawarah tidak didapat penyelesaian, maka kedua belah pihak memilih
untuk menyelesaikan di Pengadilan Negeri _________.
PASAL 11
LAIN-LAIN
1. Hal-hal yang belum diatur dalam pasal-pasal perjanjian kerja ini selanjutnya diatur dalam
bentuk Addendum atau Lampiran yang tidak terpisahkan dan terlepas dari Perjanjian Kerja ini dan
berdasarkan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.
2. Perjanjian Kerja ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan atas kesepakatan bersama akan
diubah, diperbaiki seperlunya apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan.
3. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dibuat dalam rangkap 2 (dua) masing-masing mempunyai
kekuatan hukum yang sama, dan dibuat dengan sebenarnya tanpa paksaaan dari pihak manapun
serta dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
Jakarta , ______________________
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
PINKY HERAWAN SOEMARDI __________________
Direktur Utama Karyawan
Pihak Pertama Pihak Kedua
Paraf Perusahaan Paraf Karyawan