0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan8 halaman

Laporan Tahunan RSUD Pasirian 2023

Laporan tahunan Komite Farmasi dan Terapi RSUD Pasirian memberikan ringkasan kegiatan komite tersebut selama setahun. Komite ini bertugas membuat dan mengevaluasi formularium rumah sakit, memantau penggunaan obat narkotika dan psikotropika, serta mengawasi penggunaan obat sesuai formularium.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan8 halaman

Laporan Tahunan RSUD Pasirian 2023

Laporan tahunan Komite Farmasi dan Terapi RSUD Pasirian memberikan ringkasan kegiatan komite tersebut selama setahun. Komite ini bertugas membuat dan mengevaluasi formularium rumah sakit, memantau penggunaan obat narkotika dan psikotropika, serta mengawasi penggunaan obat sesuai formularium.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN TAHUNAN

KOMITE FARMASI DAN


TERAPI RUMAH SAKIT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PASIRIAN


Jalan Raya Pasirian nomor 225A, Kecamatan Pasirian
KABUPATENi LUMAJANG 67372
Telp. (0334) 5761044
KATA PENGANTAR

Puji sukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya pelaporan
pelaksanaan dan hasil program Komite Farmasi dan Terapi RSUD Pasirian.
Pelaporan hasil program Komite Farmasi dan Terapi RSUD Pasirian ini
merupakan bukti pelaksanaan peningkatan mutu RSUD Pasirian, dimana
perbaikan Mutu dan kinerja Puskesmas dilakukan secara konsisten dan
sistematis serta secara berkesinambungan.
Dalam kesempatan ini tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu penyusunan program Komite Farmasi
dan Terapi RSUD Pasirian, tentunya dalam penyusunan laporan hasil
program mutu dan keselamatan pasien ini masih ditemukan banyak
kekurangan untuk itu adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari
semua pihak akan kami harapkan agar dalam penyusunan laporan hasil
program Komite Farmasi dan Terapi RSUD Pasirian dapat lebih sempurna
lagi.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................... I


DAFTAR ISI ................................................................................................... II
PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
LATAR BELAKANG ...................................................................................... 1
TUJUAN ....................................................................................................... 1
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN:........................................... 2
CARA PELAKSANAAN ................................................................................. 2
SASARAN .................................................................................................... 2
JADWAL KEGIATAN .................................................................................... 2
EVALUASI.................................................................................................... 4
LAPORAN HASIL KEGIATAN ...................................................................... 4
PROGRAM KOMITE FARMASI DAN TERAPI RUMAH SAKIT

PENDAHULUAN
Terwujudnya kondisi kesehatan masyarakat yang baik adalah
tugas dan tanggung jawab dari negara sebagai bentuk amanah konstitusi
yaitu Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Dalam pelaksanaannya negara berkewajiban menjaga mutu pelayanan
kesehatan terhadap masyarakat. Mutu pelayanan kesehatan sangat
ditentukan oleh fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan yang
[Link] mewujudkan tenaga kesehatan yang berkualitas,
negara sangat membutuhkan peran organisasi profesi tenaga kesehatan
yang memiliki peran menjaga kompetensi anggotanya dalam penggunaan
obat-obatan di rumah sakit.

LATAR BELAKANG
Dengan berkembangnya industri farmasi menimbulkan banyak
jenis dan kemasan obat yang beredar di Indonesia. Demikian pula
dengan perkembangan ilmu dan tehnologi menyebabkan perubahan
dalam penentuan diagnosis dan terapi selalu [Link]
kepada pasien yang berfokus pada keselamatan pasien selalu
bersangkutan dengan penggunaan obat yang rasional dan aman untuk
pasien.
Dengan perubahan dinamis yang berkembang saat ini, maka
diperlukan adanya Tim khusus yang dapat membantu dalam monitoring
penggunaan obat di rumah sakit.

TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Mendorong pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien yang
aman dan bermutu dan difokuskan pada koodinasi dan
kesinambungan sistem secara menyeluruh sehingga dapat
mendorong perbaikan dalam pelayanan kepada pasien dan
memuaskan pelanggan.

2. Tujuan Khusus:
a. Adanya formularium rumah sakit
b. Proses penggunaan obat yang mengikuti perkembangan ilmu untuk
mengurangi kesalahan di semua aspek dan tahapan pelayanan

1
c. Terlaksananya perbaikan pelayanan rumah sakit secara
berkelanjutan terutama dalam hal pengobatan dalam pelayanan
kesehatan yang berdasarkan data dan bukti yang ada.

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN:


1. Rapat Komite/Tim Farmasi dan Terapi Rumah Sakit untuk diskusi
rencana kerja selama setahun
2. Peranan Komite/Tim Farmasi dan Terapi Rumah Sakit adalah:
a. Membuat kriteria obat formularium yang masuk daftar dan yang
dikeluarkan dari daftar formularium,
b. Membuat formularium rumah sakit,
c. Menjaga semua penggunaan obat di rumah sakit mengikuti
formularium yang berlaku,
d. Memonitor penggunaan obat narkotika dan psikotropika ,
e. Melakukan tinjauan terhadap penggunaan obat secara rasional di
rumah sakit dengan mengkaji medical record dibandingkan
dengan standar diagnosa dan terapi,
f. Mengumpulkan dan meninjau laporan mengenai efek samping
obat,
g. Mengadakan rapat dan berkoodinasi dengan Tim Keselamatan
Pasien Rumah Sakit, Komite Medis, Tim Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Rumah Sakit untuk mendiskusikan hal-hal
yang berhubungan dengan pengobatan untuk perbaikan yang
diperlukan dan diajukan ke pimpinan rumah sakit,
h. Melakukan evaluasi formularium rumah sakit minimal tiap tahun
sekali.

CARA PELAKSANAAN
1. Survey data pengajuan nama-nama dan jenis obat-obatan dari semua
Kelompok Staf Medis
2. Rapat/Pertemuan

SASARAN
1. Pembuatan Formularium terkini paling tidak setahun sekali
2. Audit Pelaksanaan Formularium terlaksana setahun sekali
3. Monitoring penggunaan narkotika dan psikotropika terlaksana setiap
bulan sekali

2
4. Monitoring penggunaan obat secara rasional terlaksana satu tahun
sekali
5. Monitoring efek samping obat terlaksana satu tahun sekali
6. Evaluasi formularium satu tahun sekali.

3
JADWAL KEGIATAN
BULAN
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Rapat rencana kerja x
Membuat kriteria obat
masuk dan keluar dari
2 formularium x
Pengumpulan usulan obat
3 formularium x
4 Pembuatan formularium x x
Monitor penggunaan obat
5 narkotika dan psikotropika x x x x x x x x x x x x
Monitoring penggunaan
6 formularium rumah sakit x x x x
Monitoring penggunaan
7 obat secara rasional x x X
Monitoring efek samping
obat baru yang masuk
8 formularium x x X
Rapat Evaluasi dan Usulan
9 Perbaikan x x x x
11 Pelaporan ke Pimpinan RS x

EVALUASI
1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi dari skedul (jadwal)
kegiatan,dilakukan setiap satu tahun sekali oleh Komite/Tim Farmasi
dan Terapi Rumah Sakit, sehingga bila dari evaluasi diketahui ada
pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal maka dapat segera
diperbaiki sehingga tidak mengganggu program secara keseluruhan.
2. Evaluasi pelaksanaan program dipakai sebagai data untuk
perencanaan tahun berikutnya.

4
LAPORAN HASIL KEGIATAN
a. Usulan obat formularium rumah sakit
Setiap dokter yang bekerja di rumah sakit pasirian diminta untuk
mengajukan usulan obat yang akan digunakan dalam pengobatan.

Form usulan produk formularium pendamping generik


No. Nama Nama Pabrik Harga Alasan
obat generic/dosis/kemasan
1.
2.
3.
4

b. Laporan bulanan obat narkotika dan psikotropika


Laporan obat narkotika psikotropika dilakukan setiap bulan dengan
tembusan Dinas Kesehatan yang dilakukan laporan online ke website
Kementerian Kesehatan Indonesia, laporan dilakukan sebelum
tanggal 10 setiap bulannya.
c. Laporan kepatuhan penggunaan obat formularium rumah sakit
Penggunaan obat sesuai formularium pada tahun 2018 sebesar 67%
dari standart yang di tetapkan (100%). Perlu dilakukan evaluasi lebih
lanjut untuk tahun 2019 sehingga kepatuhan obat sesuai formularium
rumah sakit bisa mencapai 100%. Langkah awal akan dilaksanakan
evaluasi setiap 3 bulan sekali.
d. Laporan efek samping obat baru
Belum ada laporan terkait efek samping obat, diharapakn setiap ada
insiden petugas di ruangan melaporkan kepada petugas farmasi untuk
dikaji ulang dan melaporakan di lembar MESO.

Rumah Sakit Umum Daerah Pasirian


Direktur,

dr. WAWAN ARWIJANTO


Pembina
NIP 19700930 200212 1 006

Anda mungkin juga menyukai