Dokumentasi dalam bentuk Pathway Asuhan Kebidanan
Hari dan Tanggal :Rabu,7Juni 2023
Tempat Praktik :PKM Banjarharjo
Nama :Esih Runiasih
Program Studi :Profesi Kebidanan
Pathway Kasus Kebidanan
Pranikah/Prakonsepsi
Nama :Nn. L
Usia :20 Tahun
Nn L Usia 20 th Calon Pengantin Dengan Anemia
Ringan
Patofisiologi (Sesuai Tanda / Gejala /
Tanda / Gejala / keluhan secara teori : keluhan yang dialami pasien)
Anemia adalah kondisi dimana Tanda / Gejala / keluhan menderita anemia bila kadar
kadar hemoglobin (Hb) di dalam yang dialami pasien hemoglobin darah menunjukkan
darah kurang dari 12 g/dl. Data Subjektif : Pasien nilaikurang dari 12 g/dL
(Kemenkes RI,2021) datang ke PKM dengan (Kemenkes, 2021).
Pembagian anemia pada WUS keluhan pusing lemes dan
Perempuan tidak hamil (≥ 15 Karena jumlah sel darahmerah
kurangtidur,akan yang rendah menyebabkan
tahun): melakukan pernikahan
Anemia ringan 11.0 – 11.9 berkurangnya pengiriman oksigen
tnggal 27 Juni 2023, setelah ke setiap jaringan dalam tubuh,
Anemia sedang 8.0 – 10.9Anemia menikah ingin segera punya
berat < 8.0 (Kemenkes RI, 2018) anemia dapat menyebabkan
anak. berbagai tanda dan gejala.
Tanda dan gejala pada penderita Data Objektif : KU Baik, S:
anemia adalah 5 L (Lesu, Letih, 36,5°C. R: 20x/menit N: 80 Tanda dan gejala pada penderita
Lemah, Lelah, Lalai), disertai sakit x/menit, TD: 110/70 mmhg, anemia adalah 5 L (Lesu, Letih,
kepala dan pusing (“kepala BB 51 kg, TB 148 cm, IMT Lemah, Lelah, Lalai), disertai sakit
muter”), mata berkunang-kunang, 23 kg/m2 LILA : 23 cm. kepala dan pusing (“kepala muter”),
mudah mengantuk, cepat capai Pemeriksaan Penunjang : mata berkunang-kunang, mudah
serta sulit Hb 11gr%, Golongan darah: mengantuk, cepat capai serta sulit
konsentrasi.(Kepmenkes RI 2018) konsentrasi. Secara klinis penderita
O rh (+), Tes Kehamilan (-),
anemia ditandai dengan “pucat”
pada muka, kelopak mata, bibir,
kulit, kuku dan telapak tangan.
Asuhan yang diberikan : Rasionalisasi dari asuhan yang diberikan :
1. Menjelaskan pada pasien mengenai hasil pemeriksaan, hasil 1. Agar pasien mengerti dengan hasil pemeriksaan.
laboratnya Hb 11gr%, ini menunjukan bahwa mengalami anemia 2. Dengan menganjurkan pasien untuk makan dengan gizi
ringan. seimbang dan makanan mengandung zat besi
2. Menganjurkan kepada pasien untuk makan dengan gizi seimbang diharapkan bisa eningkatkan kadar Hb.
dan makan-makanan mengandung zat besi. 3. Dengan memberikan tablet tambah darah dengan dosis
3. Memberikan tablet tambah darah dengan dosis 1x 60 mg elemental 1x60 mg elemen besi dan 1x 400mcg asam
besi dan 1x 400 mcg asam folat folat,kebutuhan zat besi dapat terpenuhi untuk persiapan
4. Menjelaskan kepada pasien untuk tidak minum Tablet tambah darah kehamilan sesuai dengan komponen skrining gizi pada
bersaaan dengan teh dan kopi karena dapat menghambat proses prakonsepsi.
4. Karena teh dan kopi mengandung senyawa fitat dan
penyerapan tablet tambah darah.
tanin yang dapat mengikat zat besi menjadi senyawa
5. Memberikan konseling pranikah dan prakonsepsi, perencanaan
yang kompleks sehingga tidak dapat diserap.
kehamilan sehat seperti pemeriksaan fisik, persiapan gizi,skrining
imunisasi TT, Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi.
5. Pemberian konseling diharapkan pasien memahami
6. Menganjurkan untuk melakukan skrinning pemeriksaan laboratorium
pentingnya pemeriksaan persiapan gizi,skrining
seperti HBsAg, Sifilis dan HIV/AIDS.
imunisasi, dan menjaga kesehatan organ reproduksi
7. Memberikan imunisasi catin (TT4) agar ibu mendapatkan kekebalan tubuh
,dengan pengetahuan ibu mengenai perencanaan
terhadap penyakit tetanus toxoid (imunisasi TT catin sudah diberikan).
kehamilan sehat, sehingga tidak ada masalah dalam
kehamilan,dan keamilan akan sehat.
6. Bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit dan kelainan
yang ada pada pasien, sehingga apabila ada hasil yang
non reaktif segera diobati
7. Dengan pemberian imunisanai catin (TT4), supaya ibu
mendapatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tetanus
toxoid.
Evaluasi asuhan yang diberikan :
Pasien mengerti, menerima dan mau melaksanakan apa yang
5 dianjurkan oleh Bidan dan akan melakukan pemeriksaan
laboratorium yang belum.