LAPORAN PENDAHULUAN
DERMATITIS PADA NY.M DI WISMA MAWAR PSTW JEMBER
Disusun Oleh :
Nama : Mulyaning Rahayu Putri
Nim : 22101031
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS dr. SOEBANDI JEMBER
TAHUN AJARAN 2023
Masukan Pembimbing TDD Pembimbing
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Pendahuluan/Askep:
Pada Pasien :
Telah dibuat pada tanggal:
Pada pasien di ruang:
2023
Pembimbing Ruangan Pembimbing Akademik
(……………………………….) (……...………………………….)
NIP/NIK NIDN
LAPORAN PENDAHULUAN
1.1 DEFINISI
Dermatitis merupakan suatu peradangan pada lapisan atas kulit yang
menyebabkan rasa gatal. Pada umumnya dermatitis juga disertai dengan tanda-
tanda seperti terbentuknya bintik yang berisi cairan (bening atau nanah) dan
bersisik (Djuanda, 2015). Dermatitis adalah peradangan pada kulit (epidermis
dan dermis) sebagai respons terhadap pengaruh eksogen dan endogen yang
menimbulkan gejala berupa kemerahan dan keluhan gatal (Nuraga et al, 2018)
1.2 ETIOLOGI
Dermatitis terjadi di sebabkan oleh:
1. Dermatitis Kontak
Iritan Penyebab dermatitis kontak iritan biasanya pada bahan yang bersifat
iritan,misalnya bahan pelarut, detergen, minyak pelumas, asam alkali, larutan
garamkonsentrat, plastik berat molekul atau bahan kimia higroskopik
(Hussain et al., 2017).
2. Dermatitis Kontak
Alergen Penyebab dermatitis kontak alergen biasanya disebabkan oleh kontak
zatyang bersifat alergen seperti alergi pada obat, makanan laut, debu, dan bulu
(Hussain etal., 2017)
3. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik timbul dari interaksi yang rumit antara faktor genetik
danlingkungan. Termasuk di antaranya adalah kerusakan penghalang kulit
sehinggamembuat kulit lebih mudah teriritasi dengan sabun, udara, suhu, dan
pencetus nonspesifik lainnya (Lopez, dkk, 2019). Etiologi dermatitis atopik
(DA) dilupakan dengan mutasi genetik dan pengaruh lingkungan. Mutasi
genetik menyebabkan reaksihipersensitivitas terhadap alergen tertentu.
Sedangkan,npengaruh lingkunganberdasarkan penelitian berperan sebagai
faktor risiko yang dapat meningkatkankemungkinan seseorang terkena
penyakit dermatitis atopik, di antaranya faktorsosioekonomi dan demografi
(Kim Bs, 2020).
4. Dermatitis Seboroik
Etiologi dermatitis seboroik (DS) masih belum jelas. Dematitis seboroik
diketahuisebagai penyakit kulit multifaktorial yang membutuhkan faktor
predisposisi endogendan eksogen. Patogenik yang penting pada penyakit ini
salah satunya adalah infeksiMalassezia. Selain itu, dermatitis seboroik juga
ditemukan lebih banyak pada populasiyang mengalami supresi sistem imun.
Misalnya pada pasien dengan AIDS, keganasan,ataupun mengonsumsi steroid
(Lopez, dkk, 2019).
1.3 Klasifikasi
Dermatitis muncul dalam beberapa jenis, yang masing-masing memiliki
indikasi dan gejala berbeda:
1. Contact Dermatitis
Dermatitis kontak adalah dermatitis yang disebabkan oleh
bahan/substansi yang menempel pada kulit. (Adhi Djuanda,2005)
Dermatitis yang muncul dipicu alergen (penyebab alergi) tertentu seperti
racun yang terdapat pada tanaman merambat atau detergen. Indikasi dan
gejala antara kulit memerah dan gatal. Jika memburuk, penderita akan
mengalami bentol-bentol yang meradang. Disebabkan kontak langsung
dengan salah satu penyebab iritasi pada kulit atau alergi. Contohnya
sabun cuci/detergen, sabun mandi atau pembersih lantai. Alergennya bisa
berupa karet, logam, perhiasan, parfum, kosmetik atau rumput.
2. Neurodermatitis
Peradangan kulit kronis, gatal, sirkumstrip, ditandai dengan kulit tebal
dan garis kulit tampak lebih menonjol(likenifikasi) menyerupai kulit
batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang karena
berbagai ransangan pruritogenik. (Adhi Djuanda,2005) Timbul karena
goresan pada kulit secara berulang, bisa berwujud kecil, datar dan dapat
berdiameter sekitar 2,5 sampai 25 cm. Penyakit ini muncul saat sejumlah
pakaian ketat yang kita kenakan menggores kulit sehingga iritasi. Iritasi
ini memicu kita untuk menggaruk bagian yang terasa gatal. Biasanya
muncul pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, lengan dan bagian
belakang dari leher.
3. Seborrheich Dermatitis
Kulit terasa berminyak dan licin; melepuhnya sisi-sisi dari hidung,
antara kedua alis, belakang telinga serta dada bagian atas. Dermatitis ini
seringkali diakibatkan faktor keturunan, muncul saat kondisi mental
dalam keadaan stres atau orang yang menderita penyakit saraf
seperti Parkinson.
4. Statis Dermatitis
Merupakan dermatitis sekunder akibat insufisiensi kronik vena tungkai
bawah. (Adhi Djuanda,2005).Muncul dengan adanya varises,
menyebabkan pergelangan kaki dan tulang kering berubah warna menjadi
memerah atau coklat, menebal dan gatal. Dermatitis muncul ketika
adanya akumulasi cairan di bawah jaringan kulit. Varises dan kondisi
kronis lain pada kaki juga menjadi penyebab.
5. Atopic Dermatitis
Merupakan keadaan peradangan kulit kronis dan resitif, disertai gatal
yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anaka, sering
berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat
atopi pada keluarga atau penderita (D.A, rinitis alergik, atau asma
bronkial).kelainan kulit berupa papul gatal yang kemudian mengalami
ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya dilipatan (fleksural) (Adhi
Djuanda,2005).
Dengan indikasi dan gejala antara lain gatal-gatal, kulit menebal, dan
pecah-pecah. Seringkali muncul di lipatan siku atau belakang lutut.
Dermatitis biasanya muncul saat alergi dan seringkali muncul pada
keluarga, yang salah satu anggota keluarga memiliki asma. Biasanya
dimulai sejak bayi dan mungkin bisa bertambah atau berkurang tingkat
keparahannya selama masa kecil dan dewasa.
1.6 Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala pada penderita dermatitis ditandai dengan penandaan (dolor)
kemudian kenaikan suhu (kalor), kemerahan (rubor) edema atau pembengkakan
dangangguan fungsi kulit (reaksi inflamasi). Selanjutnya batas kulit tidak tegas
danterdapat lesi yang dapat timbul secara serentak atau berurutan (Djuanda,
2015).
Gejala utama yang dirasakan pasien adalah gatal. kadang-kadang rasa
sudahmuncul sebelum ada tanda kemerahan pada kulit. Gejala-gejala yang
biasanya munculpada wajah, lutut, tangan dan kaki, namun tidak menutup
kemungkinan akan muncul didaerah lain. Daerah yang terkena akan terasa sangat
kering, menebal atau [Link] orang kulit putih, daerah ini pada mulanya
akan berwarna merah muda laluberubah menjadi cokelat. Sementara itu pada
orang dengan kulit lebih gelap, eksimakan mempengaruhi pigmen kulit sehingga
eksim daerah akan tampak lebih terangatau lebih gelap (Djuanda, 2015)
1.7 Pemeriksaan Penunjang
1. Darah : Hb, leukosit, trombosit, protein total dan albumin
2. Penunjang : pemeriksaan histopatologi
1.8 Penatalaksanaan
a. Perawatan Nonmedis Kompres basah dan dingin dapat diterapkan pada area
dermatitis yang kecil. Kompres menghilangkan eksim, dan kompres dingin
mengurangi peradangan
b. Berdasarkan SK (Kepmenkes RI, 2017) Resep Obat Tradisional Indonesia
(FROTI), dinyatakan bahwa:
1. Kunyit (Curcuma Domestica Val) efektif dalam mengobati eksim.
Caranya adalah dengan menggiling bahan tersebut lalu mengoleskannya
pada kulit yang terkena eksim.
2. Sambiloto efektif dalam mengobati eksim, persiapan : seduh dalam 1
gelas air panas, dinginkan, saring dan segera minum, dengan dosis 15
daun per hari.
3. Herbal ketepang (Cassia alata L) efektif untuk mengobati eksim.
4. Bahan FROTI digunakan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi
ketidaknyamanan pasien. Ramuan FROTI ini digunakan dalam
kombinasi dengan pengobatan konvensional setelah komunikasi awal
dengan professional kesehatan. Penggunaan ramuan. Hal ini
dimkasudkan untuk membantu masyarakat umum menjaga dan
meningkatkan kesehatan meraka dengan cara yang wajar dan terarah.
5. Perawatan melibatkan penerapan lapisan tipis krim atau salep yang
mengandung kortikosteroid tertentu. Untuk dermatitis yang luas,
kortikosteroid jangka pendek dapat digunakan untuk menghentikan
peradangan.
1.9 Komplikasi
KompIikasi yang dapat terjadi adalah infeksi kulit sekunder
oleh bakteri terutama Staphylococcuƨ aureuƨ, jamur, atau oleh virus
misalnya herpes simpleks. Rasa gatal yang berkepanjangan serta
perilaku menggaruk dapat dapat mendorong kelembaban pada lesi kulit
sehingga menciptakan lingkungan yang ramah bagi bakteri atau jamur.
Selain itu dapat pula menyebabkan eritema multiforme (Iecet) dan
menyebabkan kulit berubah warna, tebal dan kasar atau disebut
neurodermatitis.
1.10 Proses Keperawatan
1.10.1 Pengkajian Fokus Keperawatan
a. Identitas Pasien
b. Keluhan Utama: biasanya pasien mengeluh rasa gatal, sulit tidur, rasa tidak
nyaman, rambut rontok, suhu tubuh meningkat, kemerahan, kulit kering.
Keluhan tersebut muncul tergantung bagaimana respon kulit dari masing-
masing orang.
c. Riwayat Kesehatan.
1) Riwayat penyakit sekarang
Biasanya penderita dermatitis akan mengalami rasa gatal-gatal pada
kulit yang akan menimnulkan lesi akibat adanya infeksi sehingga suhu
tubuh bisa meningkat/demam, kemerahan, edema disertai nyeri, rasa
terbakar pada kulit.
2) Riwayat penyakit dahulu
Biasnya penderita dengan dermatitis juga bisa disebabkan oleh adanya
riwayat alergi terhadap bahan-bahan tertentu, kemudian juga dilihat dari
sensitivitas kulit seorang itu sendiri
3) Riwayat penyakit keluarga
Apakah ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini atau
penyakit kulit lainnya.
4) Riwayat psikososial
Apakah pasien merasakan kecemasan yang berlebihan. Apakah sedang
mengalami stress yang berkepanjangan.
5) Riwayat pemakaian obat
Apakah pasien pernah menggunakan obat-obatan yang dipakai pada
kulit, atau pernahkah pasien tidak tahan (alergi) terhadap sesuatu obat
[Link] Fungsional menurut Gordon
1) Pola persepsi dan penanganan kesehatan
Tanyakan kepada klien pendapatnya mengenai kesehatan dan penyakit.
Apakah pasien langsung mencari pengobatan atau menunggu sampai
penyakit tersebut mengganggu aktivitas pasien.
2) Pola nutrisi dan metabolisme
Tanyakan bagaimana pola dan porsi makan sehari-hari klien ( pagi,
siang dan malam )
Tanyakan bagaimana nafsu makan klien, apakah ada mual muntah,
pantangan atau alergi.
Tanyakan apakah klien mengalami gangguan dalam menelan.
Tanyakan apakah klien sering mengkonsumsi buah-buahan dan
sayur-sayuran yang mengandung vitamin antioksidant
3) Pola eliminasi
Tanyakan bagaimana pola BAK dan BAB, warna dan
karakteristiknya. Berapa kali miksi dalam sehari, karakteristik urin
dan defekasi. Adakah masalah dalam proses miksi dan defekasi,
adakah penggunaan alat bantu untuk miksi dan defekasi
4) Pola aktivitas/olahraga
Perubahan aktivitas biasanya/hobi sehubungan dengan gangguan
pada kulit.
Kekuatan Otot :Biasanya klien tidak ada masalah dengan kekuatan
ototnya karena yang terganggu adalah kulitnya
Keluhan Beraktivitas : kaji keluhan klien saat beraktivitas.
5) Pola istirahat/tidur
Kebiasaan : tanyakan lama, kebiasaan dan kualitas tidur pasien.
Masalah Pola Tidur : Tanyakan apakah terjadi masalah
istirahat/tidur yang berhubungan dengan gangguan pada kulit.
Bagaimana perasaan klien setelah bangun tidur? Apakah merasa
segar atau tidak?
6) Pola kognitif/persepsi
Kaji status mental klien. Kaji kemampuan berkomunikasi dan
kemampuan klien dalam memahami sesuatu. Kaji tingkat anxietas
klien berdasarkan ekspresi wajah, nada bicara klien. Identifikasi
penyebab kecemasan klien. Kaji penglihatan dan pendengaran
klien. Kaji apakah klien mengalami vertigo.
Kaji nyeri : Gejalanya yaitu timbul gatal-gatal atau bercak merah
pada kulit.
7) Pola persepsi dan konsep diri
Tanyakan pada klien bagaimana klien menggambarkan dirinya
sendiri, apakah kejadian yang menimpa klien mengubah gambaran
dirinya. nyakan apa yang menjadi pikiran bagi klien, apakah
merasa cemas, depresi atau takut. Apakah ada hal yang menjadi
pikirannya.
8) Pola peran hubungan
Tanyakan apa pekerjaan pasien. Tanyakan tentang system
pendukung dalam kehidupan klien seperti: pasangan, teman, dll.
Tanyakan apakah ada masalah keluarga berkenaan dengan
perawatan penyakit klien.
9) Pola seksualitas/reproduksi
Tanyakan masalah seksual klien yang berhubungan dengan
penyakitnya. Tanyakan kapan klien mulai menopause dan masalah
kesehatan terkait dengan menopause. Tanyakan apakah klien
mengalami kesulitan/perubahan dalam pemenuhan kebutuhan seks
10) Pola koping-toleransi
Tanyakan dan kaji perhatian utama selama dirawat di RS (
financial atau perawatan diri ). Kaji keadan emosi klien sehari-hari
dan bagaimana klien mengatasi kecemasannya (mekanisme
koping klien ). Apakah ada penggunaan obat untuk penghilang
stress atau klien sering berbagi masalahnya dengan orang-orang
terdekat.
11) Pola keyakinan nilai
Tanyakan agama klien dan apakah ada pantangan-pantangan
dalam beragama serta seberapa taat klien menjalankan ajaran
agamanya. Orang yang dekat kepada Tuhannya lebih
berfikiran positif.
1.10.2 Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan integritas kulit/jaringan b.d proses penuaan (D.0129)
2. Risiko infeksi b.d kerusakan integritas kulit (D.0142)
3. Gangguan pola tidur b.d restrain fisik (D.0055)
4. Defisit perawatan diri b.d kelemahan (D.0109)
5. Gangguan rasa nyaman b.d gejala penyakit (D.0074)