0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
687 tayangan53 halaman

Pelatihan Pusat Keluarga Sejahtera 2023

Modul ini membahas mekanisme pengelolaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), yang meliputi delapan jenis pelayanan inti PPKS, peran PPKS di tingkat kecamatan menggunakan Balai Penyuluhan, serta pengelolaan PPKS oleh perangkat daerah."

Diunggah oleh

Raden Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
687 tayangan53 halaman

Pelatihan Pusat Keluarga Sejahtera 2023

Modul ini membahas mekanisme pengelolaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), yang meliputi delapan jenis pelayanan inti PPKS, peran PPKS di tingkat kecamatan menggunakan Balai Penyuluhan, serta pengelolaan PPKS oleh perangkat daerah."

Diunggah oleh

Raden Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 2

MEKANISME PENGELOLAAN
PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA

TRAINING OF TRAINER (ToT)


PELATIHAN TEKNIS
PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINSI

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
2023
Hak Cipta @ 2023

PERANGKAT

TOT PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA

Edisi Tahun 2023

Modul 2

Mekanisme Pengelolaan PPKS

Pengarah :
Prof. drh. Muhammad Rizal Damanik, MrepSc, PhD

Penanggung Jawab :
Dr. Lalu Makripuddin, [Link]

Koordinator Pelaksana :
Afif Miftahul Majid, [Link]., MM

Tim Penyusun :
Armen Maruf, [Link].
Hemiliana Dwi Putri, [Link]
Dewi Andayani, [Link], [Link]

Tim Teknis :
Shidqi Naufal Musyaffa, [Link]

Diterbitkan oleh :
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPENDUDUKAN DAN KB
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Jl. Permata Nol1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur 13650
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

KATA SAMBUTAN

Alhamdulillah dengan mengucap Puji dan


Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan
anugerah yang sudah diberikan kepada kita semua
sehingga kita dapat menyelesaikan perangkat
pelatihan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Teknis
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Bagi Fasilitator
Tingkat Provinsi Tahun 2023.
Dengan semakin banyaknya permasalahan di
keluarga yang muncul ke permukaan, tidak bisa kita
anggap sebagai hal yang sederhana karena kondisi
keluarga yang rentan atau tidak berkualitas akan
berdampak pada setiap sendi kehidupan manusia.
Pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga merupakan salah satu upaya untuk
dapat mewujudkan penduduk yang berkualitas. Keluarga yang memiliki ketahanan yang
kuat merupakan landasan terciptanya kualitas hidup keluarga. Secara umum, ketahanan
keluarga adalah terpenuhinya segala kebutuhan keluarga baik kebutuhan materiil maupun
kebutuhan moril dan spiritual.
BKKBN telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan keluarga yang
berkualitas melalui berbagai macam program yang mengikuti siklus hidup manusia.
Namun, ternyata hal ini masih dianggap kurang karena belum adanya suatu layanan
secara terpadu yang dapat membantu keluarga mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Untuk itu maka dibentuk Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera yang hadir ditengah
keluarga untuk pelayanan keluarga. Keberadaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera
untuk mengatasi banyaknya permasalahan di lingkungan sosial yang disebabkan oleh
ketidaktahuan keluarga dalam menjalankan fungsinya
Secara umum, Ketahanan Keluarga adalah terpenuhinya segala kebutuhan
keluarga baik kebutuhan materiil maupun kebutuhan moril dan spiritual. Karena belum
adanya suatu layanan terpadu yang dapat membantu keluarga mengatasi permasalahan
yang dihadapi, untuk itu BKKBN membentuk Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)
yang hadir ditengah keluarga untuk pelayanan keluarga dalam rangka menciptakan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Indonesia.
PPKS merupakan wadah berbasis institusi dengan kegiatan dan/atau rangkaian
kegiatan pelayanan keluarga yang dilaksanakan dalam bentuk komunikasi, informasi, dan

i
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

edukasi (KIE), konsultasi dan konseling, pembinaan serta rujukan. Keberadaan PPKS ini
untuk mengatasi banyaknya permasalahan di lingkungan sosial yang disebabkan oleh
ketidaktahuan keluarga dalam menjalankan fungsinya.
Kami berharap perangkat pelatihan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Teknis
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Bagi Fasilitator Tingkat Provinsi Tahun 2023 ini
menjadi bahan belajar dan referensi untuk menambah wawasan, pengetahuan, sikap dan
keterampilan peserta belajar dalam memaksimalkan pengelolaan PPKS dan juga dapat
memberikan kontribusi terhadap penurunan angka stunting di wilayah kerja masing-
masing.
Tidak ada gading yang tak retak, kami sangat bersyukur dan mengucap terima
kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun dan tentu kepada semua
pihak yang sudah berkontribusi dalam penyusunan perangkat pelatihan ini, tentu ini
adalah hasil karya bersama, berkat kerjasama dan kolaborasi yang baik sehingga
perangkat pelatihan ini dapat tersusun dengan baik dan siap untuk digunakan, semoga
apa yang sudah kita lakukan dapat menjadi kontribusi positif dalam peningkatan
keberhasil program Bangga Kencana dan penurunan stunting.

Jakarta, Mei 2023


Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan

Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc, PhD

ii
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur tentu hanya milik Tuhan Yang


Maha Esa, kita bersyukur atas tersusunnya perangkat
pelatihan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Teknis
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Bagi Fasilitator
Tingkat Provinsi Tahun 2023.
Pemberian pelayanan konsultasi dan konseling
langsung pada keluarga merupakan salah satu bentuk
implementasi nyata membangun kualitas penduduk
karena penduduk sebagai modal dasar pembangunan harus menjadi titik sentral dalam
pembangunan berkelanjutan. Diharapkan melalui PPKS, pemerintah dapat membenahi
kondisi-kondisi tidak ideal yang terjadi di keluarga Indonesia, untuk mewujudkan keluarga-
keluarga yang sehat dan berkualitas dan dapat meminimalisir terjadinya dampak negatif
akibat adanya permasalahan di dalam keluarga di Indonesia.
Melalui PPKS diharapkan dapat langsung mengacu kepada sasaran yaitu keluarga
dengan pendekatan konsultasi dan konseling bagi keluarga dan anggota keluarganya.
Guna mencapai tujuan tersebut, BKKBN menyelenggarakan kegiatan Pusat Pelayanan
Keluarga Sejahtera (PPKS) yang memberikan minimal delapan jenis pelayanan, meliputi:
1. Pelayanan data dan informasi Kependudukan, Keluarga Berencana, dan
Pembangunan Keluarga,
2. Konsultasi dan Konseling Keluarga Balita dan Anak,
3. Konsultasi dan Konseling Keluarga Remaja dan Remaja,
4. Konsultasi dan Konseling Pra Nikah,
5. Konsultasi dan Konseling Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi,
6. Konsultasi dan Konseling Keluarga Harmonis,
7. Konsultasi dan Konseling Keluarga Lansia dan Lansia,
8. Pembinaan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
PPKS hadir sampai tingkatan kecamatan dengan tujuan untuk mempermudah
keluarga mengakses layanan. PPKS di tingkatan kecamatan menggunakan Balai
Penyuluhan (BP) Keluarga Berencana sebagai tempat pelaksanaan pelayanan terhadap
keluarga yang tugas utamanya adalah melakukan identifikasi permasalahan yang ada di
lingkungan sekitarnya dan membuat sistem rujukan agar keluarga tersebut bisa
mendapatkan bantuan tenaga profesional.

iii
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) merupakan salah satu wadah


pelayanan kepada masyarakat, yang bisa berada di berbagai tingkatan wilayah. Tingkatan
wilayah yang paling dekat dengan masyarakat adalah di tingkat kecamatan. PPKS yang
berada di Balai Penyuluhan adalah PPKS yang dikelola oleh Perangkat Daerah yang
menangani Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dengan menggunakan Balai
Penyuluhan beserta sarana di dalamnya untuk melaksanakan pelayanan terhadap
keluarga di lapangan. Apabila di daerah tersebut tidak memiliki Balai Penyuluhan bisa
menggunakan fasilitas gedung yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah atau menyewa
gedung tersendiri maupun menggunakan tempat swadaya masyarakat sendiri.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para pengelola dan
pelaksana pada Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kependudukan dan Keluarga Berencana (Pusdiklat KKB) bekerja sama dengan Direktorat Bina
Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan (Dithanlan) serta komponen terkait yang berada di
Kedeputian Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) menyusun perangkat
pelatihan sebagai acuan dalam pelaksanaan Pelatihan Teknis Pusat Pelayanan Keluarga
Sejahtera.
Kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan perangkat pelatihan ini
sangat kami harapkan, semoga perangkat pelatihan ini dapat memenuhi kebutuhan peserta
dalam pelaksanaan pelatihan teknis Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera, tentu kami sangat
terbuka untuk saran dan masukan untuk perbaikan dan pengembangan materi kedepan,
akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada tim
penyusun dan kepada semua pihak yang sudah berkontribusi sehingga perangkat pelatihan
ini bisa tersusun dengan baik, semoga apa yang sudah kita karyakan ini mendapat balasan
terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jakarta, Mei 2023


Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kependudukan dan Keluarga Berencana,

Dr. Drs. Lalu Makripuddin, [Link]

iv
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN ....................................................................................................... i


KATA PENGANTAR.................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................ v
MODUL 2: MEKANISME PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA ........................vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ...........................................................................................................1
B. Deskripsi Singkat .......................................................................................................2
C. Manfaat Modul ...........................................................................................................2
D. Tujuan Pembelajaran .................................................................................................2
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ........................................................................2
F. Petunjuk Belajar .........................................................................................................3
BAB II PERAN DAN FUNGSI SDM PPKS ....................................................................... 4
A. Peran dan Fungsi Pengelola PPKS ...........................................................................4
B. Peran dan Fungsi Pelaksana PPKS ..........................................................................6
C. Rangkuman ................................................................................................................9
D. Latihan ........................................................................................................................9
E. Evaluasi.................................................................................................................... 10
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................. 12
BAB III MEKANISME KERJA PENYELENGGARAAN PPKS ........................................... 13
A. Mekanisme Pembentukan PPKS ........................................................................... 13
B. Mekanisme Operasional PPKS .............................................................................. 15
C. Standar Pelayanan Publik....................................................................................... 28
D. Rangkuman ............................................................................................................. 34
E. Latihan ..................................................................................................................... 34
F. Evaluasi.................................................................................................................... 34
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................................. 36
BAB IV PENUTUP...................................................................................................... 37
A. Kesimpulan .............................................................................................................. 37
B. Evaluasi Sumatif ..................................................................................................... 38
C. Kunci Jawaban ........................................................................................................ 40
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 42

v
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

MODUL 2:
MEKANISME
PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA

vi
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dimana BKKBN diberikan amanah untuk
menetapkan kebijakan pembangunan keluarga. Salah satunya adalah untuk
pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk
pengembangan diri agar setara dengan keluarga lainnya. Keluarga rentan disini adalah
keluarga yang tidak mampu beradaptasi dan keterbatasan dalam menjalankan fungsi
keluarga secara optimal. Untuk mendukung upaya pembangunan keluarga khususnya
keluarga rentan, maka BKKBN mengembangkan suatu layanan yang dapat langsung
melayani keluarga yang membutuhkan bantuan dalam pelaksanaan fungsi keluarganya
melalui Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), yang pada akhirnya nanti dapat
menjadikan keluarga tentram, mandiri dan bahagia.

Pemberian pelayanan konseling langsung pada keluarga adalah merupakan implementasi


nyata, membangun kualitas penduduk melalui keluarga, karena penduduk sebagai modal
dasar pembangunan harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan.
Diharapkan melalui PPKS, pemerintah dapat langsung mengacu kepada sasaran yaitu
keluarga dengan pendekatan konseling dan pelayanan Program pembangunan keluarga,
kependudukan dan Keluarga Berencana.

PPKS merupakan layanan yang dikembangkan pada tingkatan wilayah, yaitu PPKS yang
ada di provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan. Namun pelaksanaan konseling keluarga
di PPKS berbagai tingkatan ini belum terlaksana secara optimal sehingga diperlukan
upaya peningkatan kualitas pelayanan, perluasan jangkauan baik melalui sosialisasi dan
promosi dan optimalisasi PPKS sampai ke tingkat lini lapangan.

1
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

B. Deskripsi Singkat
Modul mata pelatihan ini membahas tentang Peran dan Fungsi SDM PPKS, serta
Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS.

C. Manfaat Modul
Modul ini diberikan untuk membantu peserta pelatihan dalam memahami mekanisme
pengelolaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS).

D. Tujuan Pembelajaran
1. Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan diharapkan mampu
menjelaskan mekanisme pengelolaan PPKS.

2. Indikator Hasil Belajar


Setelah selesai pembelajaran, peserta diharapkan mampu:
a. Menjelaskan Peran dan Fungsi SDM PPKS
b. Menjelaskan Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS

E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


Mengacu pada tujuan pembelajaran diatas, materi pokok mata pelatihan ini adalah:
1. Materi Pokok:
1) Peran dan Fungsi SDM PPKS
2) Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS

2. Sub Materi Pokok:


1.1) Pengelola PPKS
1.2) Pelaksana PPKS

2.1) Mekanisme Operasional


2.2) Standar Pelayanan Publik

2
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

F. Petunjuk Belajar
Agar dalam proses pembelajaran mata pelatihan ini dapat berjalan lancar, dan tujuan
pembelajaran tercapai dengan baik, kami sarankan untuk mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif bersama pengajar/fasilitator selama
kegiatan pelatihan baik jika dilakukan di kelas maupun dilakukan secara daring.
2. Berdiskusi dengan sesama peserta dalam waktu yang telah ditentukan dengan topik
dan instruksi yang diberikan pengajar/fasilitator.
3. Untuk meningkatkan pemahaman Anda terhadap materi, Kerjakanlah latihan dan
tugas yang ada dalam modul ini.
4. Peserta dianjurkan untuk membaca buku-buku yang terkait dengan mekanisme
pengelolaan PPKS.

Baiklah, selamat belajar! semoga Anda mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan
yang diuraikan dalam mata pelatihan Mekanisme Pengelolaan PPKS dalam menjalankan
tugas fungsi anda sebagai fasilitator Pelatihan Teknis PPKS.

3
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

BAB II
PERAN DAN FUNGSI SDM PPKS

Indikator Hasil Belajar: Setelah mengikuti pembelajaran ini


peserta dapat menjelaskan Peran dan Fungsi SDM PPKS

A. Peran dan Fungsi Pengelola PPKS


Pengelola PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendapat mandat untuk
mengelola PPKS. Pengelola PPKS terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi,
yaitu seksi promosi dan pengembangan, serta seksi pelayanan. Untuk pengelola PPKS ini
bisa merangkap juga sebagai pelaksana PPKS. Pengelola PPKS dapat berasal dari PNS
atau non PNS atau mitra kerja yang diberikan tanggung jawab, tugas dan kewenangan dari
pejabat yang berwenang untuk mengelola PPKS. Sedangkan untuk PPKS di Kecamatan
khususnya PPKS Kecamatan yang ada di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana antara
lain:
● Koordinator PKB Kecamatan
● PKB/PLKB PNS Kecamatan
● PKB/PLKB Non PNS Kecamatan
● Tenaga Administrasi lainnya yang ada di Balai Penyuluhan
● Mitra Kerja lainnya, baik yang tidak dibayar maupun dibayar melalui anggaran APBD
Berikut adalah peran dan fungsi masing-masing pengelola PPKS.
1. Ketua
a. Menetapkan jenis pelayanan;
b. Menetapkan segala kebutuhan untuk mendukung pelayanan PPKS sesuai dengan
perencanaan;
c. Menggalang komitmen dengan stakeholder dan mitra kerja;
d. Menjaga keberlangsungan operasionalisasi PPKS;
e. Merancang pengembangan PPKS;
f. Mengkoordinasikan dan membina hubungan dengan pemangku kepentingan
terkait;
g. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan PPKS

4
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

2. Sekretaris
a. Melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan (menghimpun, mencatat, mengolah,
menggandakan, mengirim, menyimpan data dan informasi yang berkaitan dengan
pengelolaan PPKS;
b. Membuat rencana kebutuhan operasional dan anggaran;
c. Menyusun dokumentasi kegiatan;
d. Menyusun laporan

3. Bendahara
a. Mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan;
b. Menyusun laporan keuangan;
c. Menerima dan mengeluarkan biaya pengelolaan PPKS;
d. Mencari peluang sumber pendanaan lainnya

4. Seksi Promosi dan Pengembangan


a. Menyediakan data dan informasi;
b. Melaksanakan advokasi kepada stakeholder dan mitra kerja;
c. Melaksanakan KIE, Promosi dan sosialisasi PPKS;
d. Melaksanakan penggerakan klien;
e. Melaksanakan pengembangan kapasitas SDM PPKS;
f. Melaksanakan pengembangan kuantitas dan kualitas PPKS;
g. Melakukan pemasaran produk pelayanan di PPKS

5. Seksi Pelayanan
a. Menetapkan jadwal dan petugas pelayanan setiap bulan;
b. Menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan;
c. Menetapkan jaringan rujukan Seksi Promosi dan Pengembangan;
d. Memfasilitasi ketersediaan fasilitas dan tenaga profesi untuk pelayanan rujukan;
e. Menyusun tata ruang pelayanan konsultasi dan konseling yang nyaman dan
terjaga kerahasiaannya;
f. Menyiapkan bahan dan media pelayanan;
g. Melakukan koordinasi kerja dengan tenaga pelaksana pelayanan PPKS.

5
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

B. Peran dan Fungsi Pelaksana PPKS


Pelaksana PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki pengetahuan,
keterampilan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelayanan.
Pelaksana pelayanan teknis disesuaikan dengan jenis pelayanan yang akan dilakukan di
PPKS tersebut. Pelaksana pelayanan teknis dapat terdiri dari para ahli/pakar di bidang
konseling keluarga, di bidang data dan informasi, di bidang kesehatan, dan di bidang
lainnya sesuai jenis pelayanan yang dibutuhkan. Pelaksana pelayanan teknis adalah
pelaksana yang langsung memberikan pelayanan konsultasi dan konseling kepada
keluarga. Untuk pelaksana PPKS di kecamatan khususnya di Balai Penyuluhan Keluarga
berencana bisa berasal dari 1) Koordinator PKB Kecamatan; 2) PKB/PLKB PNS
Kecamatan; 3) PKB/PLKB Non PNS Kecamatan; 4) Tenaga lainnya yang ada di Balai
Penyuluhan; 5) Mitra Kerja, baik yang tidak dibayar maupun dibayar melalui anggaran
APBD; 6) Tenaga Profesional, seperti dokter/perawat/ bidan, Psikolog, Sarjana Psikologi,

Konselor yang direkrut sebagai tenaga pelaksana di PPKS Balai Penyuluhan.


Berikut adalah peran dan fungsi masing-masing pelaksana PPKS.
1. Pelaksana Pelayanan Penyediaan Data dan Informasi
a. Menyiapkan data, informasi, dan dokumentasi seluruh kegiatan PPKS;
b. Menyiapkan data, informasi, dan dokumentasi kependudukan, keluarga
berencana dan pembangunan keluarga di wilayah kerja PPKS;
c. Menyiapkan data, informasi, dan dokumentasi Kependudukan dan Keluarga
Berencana dan Pembangunan Keluarga dan pembangunan keluarga dari instansi
terkait;
d. Memperbaharui data, informasi, dan dokumentasi secara rutin.

6
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

2. Pelaksana pelayanan Keluarga Balita dan Anak


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien, antara lain pengasuhan anak, pemberian gizi yang tepat, pemantauan
tumbuh kembang anak, serta permasalahan anak lainnya;
d. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
e. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling.

3. Pelaksana pelayanan Remaja dan Keluarga Remaja


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien, antara lain permasalahan remaja, komunikasi orang tua dengan remaja,
kesehatan dan gizi pada remaja, serta permasalahan remaja lainnya;
d. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
e. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling

4. Pelaksana pelayanan Lansia dan Keluarga Lansia


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien, antara lain permasalahan lansia, permasalahan lansia dengan keluarganya,
lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang, serta permasalahan lansia
lainnya;
d. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
e. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling

7
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

5. Pelaksana pelayanan Pra nikah


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien terkait persiapan pernikahan dan hal-hal yang berhubungan dengan
pernikahan;
d. Memberikan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin
e. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
f. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling

6. Pelaksana pelayanan keluarga harmonis


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien, antara lain permasalahan antara suami dan istri, orang tua dengan anak, dan
permasalahan keluarga lainnya;
d. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
e. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling

7. Pelaksana pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. Memberikan bantuan konsultasi dan konseling sesuai dengan area permasalahan
klien, antara lain permasalahan kesehatan reproduksi, alat dan obat kontrasepsi,
dan permasalahan keluarga lainnya;
d. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut;
e. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi
dan konseling

8
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

8. Pelaksana pelayanan pemberdayaan ekonomi keluarga


a. melakukan pengisian kartu status klien;
b. melakukan penggalian dan identifikasi permasalahan klien;
c. memberikan bantuan konsultasi yang berhubungan dengan pemberdayaan
ekonomi, antara lain permasalahan permodalan, pemasaran, produksi dan
permasalahan pemberdayaan ekonomi lainnya;
d. Melakukan pencatatan ringkasan permasalahan dan tindak lanjut hasil konsultasi.

C. Rangkuman
Pengelola PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendapat mandat untuk
mengelola PPKS. Pengelola PPKS terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi,
yaitu seksi promosi dan pengembangan, serta seksi pelayanan. Untuk pengelola PPKS ini
bisa merangkap juga sebagai pelaksana PPKS. Pengelola PPKS dapat berasal dari PNS
atau non PNS atau mitra kerja yang diberikan tanggung jawab, tugas dan kewenangan dari
pejabat yang berwenang untuk mengelola PPKS.

Pelaksana PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki pengetahuan,
keterampilan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelayanan.
Pelaksana pelayanan teknis disesuaikan dengan jenis pelayanan yang akan dilakukan di
PPKS tersebut. Pelaksana pelayanan teknis dapat terdiri dari para ahli/pakar di bidang
konseling keluarga, di bidang data dan informasi, di bidang kesehatan, dan di bidang
lainnya sesuai jenis pelayanan yang dibutuhkan.

D. Latihan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!
1. Jelaskan susunan organisasi di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera!
2. Jelaskan tugas ketua di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)?
3. Jelaskan Layanan yang diberikan pada Pelayanan Penyediaan Data dan Informasi?
4. Jelaskan siapa saja yang bisa menjadi pelaksana di PPKS Kecamatan khususnya
PPKS yang ada di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana?
5. Jelaskan uraian pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang dapat
diberikan!

9
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

E. Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Susunan organisasi di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera terdiri dari…..
A. Ketua; Sekretaris; Bendahara
B. Ketua; Wakil Ketua; Sekretaris; bendahara
C. Ketua; Wakil Ketua; Sekretaris; bendahara; seksi promosi dan pengembangangan;
seksi pelayanan
D. Ketua; Sekretaris; bendahara; seksi promosi dan pengembangangan; seksi
pelayanan
E. Ketua; seksi promosi dan pengembangangan; seksi pelayanan

2. Seseorang yang memiliki peran menjaga keberlangsungan operasionalisasi PPKS


adalah …..
A. Pengelola
B. Pelaksana
C. Ketua
D. Sekretaris
E. Bendahara

3. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kompetensi dan mendapat tugas
untuk melakukan kegiatan konsultasi dan konseling di PPKS disebut …..
A. Ketua
B. Seksi Promosi
C. Seksi Pengembangan
D. Pengelola
E. Pelaksana

4. Menyiapkan data, informasi, dan dokumentasi kependudukan, keluarga berencana


dan pembangunan keluarga di wilayah kerja PPKS merupakan tugas dari pelaksana
layanan …..
A. Penyediaan data dan informasi
B. Keluarga Balita dan Anak
C. Keluarga Lansia dan Lansia
D. Pemberdayaan ekonomi keluarga
E. Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana

10
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

5. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih profesional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut merupakan tugas dari pelaksana layanan, kecuali
…..
A. Keluarga Harmonis
B. Keluarga Remaja dan Remaja
C. Keluarga Balita dan Anak
D. Pra Nikah
E. Penyediaan data dan informasi

11
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan evaluasi di atas, cobalah anda periksa jawaban
anda dengan kunci jawaban yang ada di bagian akhir modul ini! Apabila jawaban anda
sudah mencapai 80% benar (mampu menjawab benar 4 dari 5 pertanyaan di atas), anda
dinyatakan telah menguasai materi Peran dan Fungsi SDM PPKS. Apabila belum
mencapai 80%, maka anda diminta untuk membaca kembali bab ini.

Bagi anda yang sudah menguasai, anda dapat membaca lebih lanjut Bab Ketiga:
Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS.

12
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

BAB III
MEKANISME KERJA PENYELENGGARAAN PPKS

Indikator Hasil Belajar: Setelah mengikuti pembelajaran ini


peserta dapat menjelaskan Mekanisme Kerja Penyelenggaraan
PPKS

A. Mekanisme Pembentukan PPKS


Mekanisme pembentukan PPKS antara lain:
1. Identifikasi
Pembentukan PPKS di Balai Penyuluhan dimulai dengan melakukan identifikasi
potensi yang dimiliki, antara lain:
a. Identifikasi Sumber Daya:
● Kepemilikan gedung atau ruangan untuk melakukan pelayanan PPKS dengan
kriteria sebagai berikut:
1) Gedung / tempat minimal memiliki tiga ruangan dan toilet.
2) Lokasi gedung/tempat mudah diakses oleh masyarakat Contohnya
lokasi berada di pinggir jalan, berada dalam satu lingkungan kantor
kecamatan atau dilewati oleh transportasi umum.
● Jumlah SDM yang dimiliki
1) Melakukan Identifikasi jumlah sumber daya manusia yang akan
diberdayakan dalam pelayanan PPKS.
2) Melakukan identifikasi latar belakang pendidikan SDM sehingga bisa
ditentukan pelayanan PPKS yang bisa dilayani.
● Dukungan dari pemerintah daerah dan Mitra Kerja
Dalam pelaksanaan PPKS sangat dibutuhkan adanya dukungan komitmen
maupun anggaran dalam pelaksanaan pelayanan pada masyarakat.
Dukungan tersebut antara lain:
1) Data sumber daya yang dimiliki wilayah setempat
2) Data kondisi keluarga di wilayah setempat
3) Dukungan anggaran dari APBD

13
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

b. Identifikasi Permasalahan yang ada di wilayah setempat


1) Mengidentifikasi permasalahan yang ada bertujuan untuk mendapatkan
gambaran tentang kondisi permasalahan- permasalahan keluarga atau
individu di suatu wilayah yang dianggap berpotensi menimbulkan
permasalahan lingkungan setempat. Adapun contoh permasalahan antara
lain :
● Masalah remaja (kenakalan remaja, penyalahgunaan Narkoba,
pernikahan usia anak),
● Masalah keharmonisan keluarga (permasalahan perceraian, KDRT,
penelantaran),
● Masalah anak (jumlah anak stunting, anak kurang gizi, pengasuhan
anak).
● Permasalahan keluarga lainnya.
2) Identifikasi permasalahan dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti
melakukan survei/observasi langsung ke sasaran, mempelajari hasil
pendataan keluarga dan/atau mempelajari hasil data dan informasi daerah
lainnya.
3) Identifikasi permasalahan ini sangat penting sebagai dasar dalam analisis
kebutuhan masyarakat/keluarga terhadap pelayanan konsultasi dan
konseling permasalahan keluarga di suatu wilayah.

2. Menentukan Pelayanan PPKS


Ruang lingkup pelayanan PPKS merupakan produk pelayanan/jenis pelayanan di PPKS
yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Penentuan ruang lingkup pelayanan PPKS didasarkan pada permasalahan yang
banyak terjadi di lingkungan setempat atau berdasarkan data keluarga yang ada di
wilayah tersebut. Selain itu juga jenis pelayanan PPKS yang disediakan juga melihat
kondisi SDM pelaksana PPKS yang tersedia.

3. Menyusun struktur pengelola dan pelaksana pelayanan teknis PPKS


Pengelola dan pelaksana PPKS yang menyelenggarakan pelayanan mengacu pada
pedoman Penyelenggaraan yang ditetapkan, serta tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Pegawai Negeri Sipil.

14
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Struktur organisasi mewakili unsur/bidang pelayanan untuk mendukung fungsi dan


hubungan kewenangan dan bagaimana orang bekerja sama dan menggunakan
sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan.
Kompetensi pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana
meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan dan pengalaman. Pada PPKS, terdiri dari
pengelola dan pelaksana. Pelaksana layanan harus memiliki kompetensi di bidang
keilmuan tertentu di bawah ini.
Pelaksana PPKS terdiri dari :
1. Tenaga Kesehatan (Dokter dan Bidan)
2. Tenaga Konselor (Psikolog/Sarjana Psikologi/Konselor)
3. Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi
Persyaratan :
1. Minimal Pendidikan S1
2. Telah mengikuti pelatihan/orientasi tentang penyelenggaraan PPKS

4. Menyusun Program Kerja PPKS.


Penyusunan program kerja dilakukan setiap tahun sebagai panduan pelaksanaan
kegiatan pelayanan di PPKS. Setiap akhir tahun perlu dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaan program kerja selama 1 tahun berjalan. Hasil evaluasi ini akan menjadi
acuan untuk perbaikan program kerja di tahun berikutnya.

B. Mekanisme Operasional PPKS


Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan PPKS sebagai Pelayanan Publik (Direktorat Bina
Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, 2019) terdapat beberapa mekanisme operasional
penyelenggaraan PPKS yaitu:
1. Menetapkan Surat Keputusan PPKS
Penyelenggaraan pelayanan yang dilaksanakan oleh pengelola dan pelaksana PPKS
harus mengacu pada pedoman penyelenggaraan yang ditetapkan dan tidak
bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan tentang Pegawai Negeri Sipil.
Struktur organisasi disusun berdasarkan fungsi, hubungan kewenangan dan
bagaimana orang bekerja sama dari setiap unsur/bidang pelayanan yang ada untuk
mencapai tujuan.
Dalam penetapan organisasinya disesuaikan dengan sumber daya manusia yang ada
di PPKS, yaitu yang terdiri dari Ketua, sekretaris, bendahara, seksi promosi dan
pengembangan serta seksi pelayanan. Adapun struktur organisasinya sebagai berikut:

15
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Setelah pembentukan PPKS harus diberikan legalitas dalam bentuk Surat Keputusan
(SK) Pembentukan PPKS. Penetapan SK pembentukan ini dibuat tersendiri yang
menetapkan terbentuknya pelayanan PPKS. Adapun di dalam SK ini minimal
tercantum:
● Nama PPKS
● Tempat Pelaksanaan pelayanan
● Tanda Tangan dan Nama serta Jabatan Pejabat yang mengesahkan

2. Menyiapkan Tenaga Pengelola dan Pelaksana


Setelah ada struktur organisasinya, maka perlu disiapkan tenaga pengelola dan tenaga
pelaksana PPKS. Tenaga pengelola PPKS terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara,
seksi promosi dan pengembangan serta seksi pelayanan. Tenaga pelaksana PPKS
terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga konselor, tenaga ahli pemberdayaan ekonomi
dan tenaga lainnya. Tenaga pengelola dan pelaksana tersebut dapat diperoleh dari
tenaga tetap, outsourcing (kontrak lepas) dan atau On Call Konselor (profesional,
TOGA, TOMA, staf lembaga terkait).
Tenaga pengelola dan pelaksana PPKS ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK).
Penetapan SK Pengelola dan Pelaksana PPKS dibuat dengan menetapkan jangka
waktu kepengurusan, dan bisa dilakukan pergantian SK baru untuk pengurus maupun
pelaksana apabila telah berakhir masa kepengurusan PPKS atau jika terjadi perubahan
nama pengurus dan pelaksana PPKS.. Jangka waktu kepengurusan PPKS minimal 1
tahun dan maksimal 3 tahun.

16
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Adapun SK Pengelola dan pelaksana PPKS ini harus yang tercantum:


● Nama PPKS
● Tempat Pelaksanaan Pelayanan
● Nama Pengelola PPKS yang terdiri dari:
1) Ketua
2) Sekretaris
3) Bendahara
4) Seksi Pelayanan
5) Seksi Promosi dan Pengembangan
● Nama Pelaksana Teknis PPKS
● Jangka waktu SK (minimal 1 tahun)
● Tanda Tangan dan Nama serta Jabatan Pejabat yang mengesahkan

3. Melatih Tenaga Pengelola dan Pelaksana


Melatih tenaga pengelola PPKS dimaksudkan untuk :
a. Memberikan informasi terkini tentang bidang-bidang pelayanan;
b. Memberi dasar pengembangan mekanisme pelayanan pada Pusat Pelayanan
Keluarga Sejahtera;
c. Memberikan kesempatan untuk role play, studi banding ketempat pelayanan lain,
serta mengembangkan metode dan media yang dapat digunakan untuk layanan
keluarga sejahtera.
Sedangkan melatih tenaga pelaksana PPKS dimaksudkan untuk memberikan
informasi terkait program KKBPK dan khusus untuk konselor non psikolog atau
sarjana psikologi dapat diberikan pelatihan mengenai teori dan dasar-dasar
komunikasi, konseling.

4. Menetapkan Jenis Layanan yang akan dilaksanakan di PPKS


Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan yang ada di wilayah dan identifikasi
sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia, sumber daya sarana dan
sumber daya penganggaran, maka dapat ditetapkan jenis pelayanan apa saja yang
akan dilakukan di PPKS. Penetapan jenis layanan dituangkan ke dalam Jadwal
pelaksanaan pelayanan.

17
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

5. Menyusun Program Kerja PPKS selama 1 tahun ke depan


Penyusunan program kerja dilakukan setiap tahun sebagai panduan pelaksanaan
kegiatan pelayanan di PPKS. Setiap akhir tahun perlu dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaan program kerja selama 1 tahun berjalan. Hasil evaluasi ini akan menjadi
acuan untuk perbaikan program kerja di tahun berikutnya.

6. Menyiapkan Sarana dan Prasarana


Dukungan sarana ini bertujuan untuk kelancaran tugas maupun pelaksanaan
operasional pelayanan PPKS dengan memperhatikan standar prasarana untuk
kelancaran tugas maupun pelaksanaan operasional pelayanan PPKS. Sarana yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan atau penyelenggaraan PPKS merupakan alat atau
bahan yang dapat membantu pelaksanaan pelayanan konsultasi dan konseling PPKS.
Dukungan sarana untuk penyelenggaraan PPKS disiapkan oleh instansi/mitra kerja
dalam pembentukan PPKS atau bisa dengan menggunakan sarana yang sudah ada.
Sarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan PPKS, antara lain:
a. Plang Nama
● Plang nama bisa dibuat dari papan maupun dari bahan printing
● Plang nama minimal memuat Nama dan Alamat PPKS
● Plang nama dipasang di luar ruangan dan bisa terlihat jelas dari luar
b. Jenis dan Jadwal pelayanan
● Jenis dan jadwal pelayanan dibuat terpisah dari plang nama
● Bisa dibuat dari bahan spanduk printing maupun di papan
● Ditempelkan di tempat yang bisa diakses oleh masyarakat umum (bukan di
dalam ruangan pelayanan)
c. Alur Pelayanan
● Alur pelayanan bertujuan untuk membantu pengguna layanan memahami
prosedur dalam pemberian layanan di PPKS
● Alur pelayanan bisa dibuat di kertas atau di bahan spanduk printing
● Alur pelayanan dipasang di ruang tunggu
d. Kotak Saran
Kotak saran bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna layanan
e. Media KIE
Media KIE bisa berupa brosur, leaflet, poster, dan lain-lain.

18
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

f. Buku Pedoman
Buku pedoman pelaksanaan PPKS yang bisa dijadikan panduan penyelenggaraan
PPKS bagi pengelola.
g. Buku Materi
Buku berisi materi-materi penunjang bagi pelaksana PPKS dalam memberikan
pelayanan, seperti buku Konseling bagi Konselor PPKS, Perkembangan anak dan
remaja, dan lain-lain.
h. Formulir Pencatatan dan pelaporan
Formulir Pencatatan terdiri dari :
● Formulir/Buku pendaftaran/registrasi klien
● Formulir/Buku Konsultasi dan Konseling/Permasalahan klien
● Formulir Rujukan klien
● Formulir Ketersediaan Data dan Informasi
● Formulir Pelayanan Berulang
Formulir Pelaporan terdiri dari :
● Formulir K/O PPKS (Daftar registrasi tahunan)
● Formulir R/I/PPKS (Laporan bulanan)
i. Meja dan Kursi
Terdapat meja dan kursi untuk pelaksanaan konseling maupun pada saat
pendaftaran/registrasi
j. Ruangan konseling
Ruangan khusus untuk pelaksanaan konseling, agar kerahasiaan klien bisa
terjamin
k. Ruangan Tunggu/administrasi
Ruangan tunggu bagi klien yang bisa merangkap sebagai ruang
pendaftaran/registrasi
l. Toilet
m. Personal Computer (PC) atau Laptop
n. Printer
o. Filling Cabinet

19
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

7. Promosi PPKS
Untuk memperkenalkan PPKS sebagai pelayanan keluarga yang memiliki
permasalahan, dibutuhkan promosi kepada masyarakat di sekitar wilayah kecamatan
tersebut. Selain itu juga perlu dilakukan sosialisasi tentang adanya pelayanan keluarga
yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan di dalam keluarga. Adapun bentuk
promosinya antara lain:
a. Media
Promosi bisa dilakukan dengan berbagai media cetak maupun media sosial.
Bentuk promosi pelayanan PPKS bisa melalui leaflet, brosur, dll. Selain itu juga
promosi pelayanan PPKS bisa dilakukan melalui sosial media (Facebook,
Instagram, Twitter, dll) atau bisa juga dipromosikan melalui Whatsapp Group
(WAG) maupun melalui Telegram.

b. Pelaksanaan seminar
Salah satu cara mempromosikan PPKS melalui pelaksanaan seminar dengan
mengundang narasumber untuk membahas permasalahan
anak/remaja/lansia/keluarga, dan lain-lain yang sedang ramai dibicarakan di
masyarakat.

c. Pelaksanaan sosialisasi kepada kader-kader yang ada di masyarakat tentang


adanya pelayanan keluarga, melalui:
● Kader kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL dan UPPKA)
● Kader IMP (PPKBD dan Sub PPKBD)
● Kader PKK di lingkungan desa/kelurahan maupun di lingkungan RW

d. Pelaksanaan Sosialisasi kepada sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan


lainnya seperti pesantren yang ada di lingkungan kecamatan tersebut, jika ada
permasalah peserta didik bisa mendapatkan pelayanan di PPKS

8. Menyiapkan Pola Pelayanan


Pelayanan di PPKS bisa dilaksanakan secara individual maupun kelompok, atau bisa
juga dilaksanakan layanan secara mobile (bergerak), yaitu layanan dalam bentuk
kunjungan ke tempat klien atau pelayanan konseling secara daring (Dalam Jaringan).

20
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

9. Produk Pelayanan di PPKS


Terdapat 8 (delapan) jenis pelayanan PPKS yang sudah dikelompokkan sesuai
dengan siklus hidup dan program bangga kencana. Selain ke 8 layanan tersebut, PPKS
bisa menambah pelayanan lainnya jika dianggap membutuhkan pelayanan tambahan.
Adapun ke delapan jenis pelayanan PPKS tersebut antara lain:
a. Penyediaan data dan informasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Merupakan layanan konsultasi dan
pemberian informasi dan atau data
yang berhubungan dengan program
pembangunan keluarga,
kependudukan dan keluarga berencana.
Adapun data yang bisa diberikan adalah
data yang dimiliki oleh PPKS tersebut.
b. Konsultasi dan konseling pra nikah
Merupakan layanan konsultasi dan konseling yang berhubungan dengan
persiapan menikah (pra nikah) bagi pasangan yang akan menikah. Bentuk
kegiatan/pelayanan yang diberikan contohnya adalah kursus calon pengantin
ataukonsultasi kesiapan menikah, dll.
c. Konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak
Merupakan layanan konsultasi dan konseling permasalahan yang dialami oleh
anak dan orang tua serta pola pengasuhan terhadap anak
d. Konsultasi dan konseling keluarga Remaja dan Remaja
Merupakan layanan konsultasi dan konseling yang berhubungan dengan
permasalahan remaja dan interaksi antara remaja dengan orang tua atau
keluarga.
e. Konsultasi dan konseling keluarga Lansia dan Lansia
Merupakan layanan konsultasi dan konseling yang berhubungan dengan
permasalahan keluarga dalam mendampingi lansia maupun
permasalahan yang dialami oleh lansia itu sendiri.
f. Konsultasi dan konseling keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
Merupakan layanan konsultasi dan konseling yang berhubungan dengan
kesehatan reproduksi dan kesertaan dalam program keluarga berencana

21
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

g. Konsultasi dan konseling keluarga harmonis


Merupakan layanan konsultasi dan konseling yang berhubungan dengan
permasalahan yang berhubungan dengan interaksi antara suami dan istri
(pasangan).

h. Konsultasi pemberdayaan ekonomi keluarga


Merupakan layanan konsultasi yang berhubungan dengan pemberdayaan
ekonomi keluarga, termasuk didalamnya tentang pengelolaan usaha keluarga
maupun pengelolaan keuangan keluarga.

10. Alur Pelayanan di PPKS


Alur pelayanan PPKS disesuaikan dengan jenis pelayanannya, secara umum alur
pelayanan PPKS sebagai berikut:

● Alur pelaksanaan pelayanan Informasi dan Data Bangga Kencana

a) Klien Datang/Online
● Pelayanan dimulai dari saat klien datang ke PPKS
● Pelayanan permintaan data dan informasi bisa diberikan secara online
apabila PPKS memiliki pelayanan secara online (website, WA maupun
SMS)
b) Registrasi
● Petugas administrasi menerima kedatangan klien

22
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

● Klien mengisi registrasi atau pendaftaran sebagai penerima layanan


● Klien menuliskan layanan yang dibutuhkan dari PPKS
● Petugas administrasi menjelaskan dan membantu klien dalam
menentukan jenis layanan Jika klien masih bingung jenis layanan apa yang
mereka dibutuhkan
● Setelah mengisi registrasi, admin PPKS mengirimkan klien kepada
pelaksana PPKS yang bertugas pada layanan tersebut.
● Jika pada hari tersebut layanan belum tersedia, admin membuatkan janji
bagi klien untuk bertemu pelaksana PPKS sesuai jadwal jenis pelayanan
yang telah ditetapkan

c) Pelayanan Data dan Informasi


● Pelaksana Data dan Informasi menerima data registrasi serta kebutuhan
data dari klien
● Pelaksana menjelaskan prosedur permohonan data yang berlaku beserta
jenis data yang disediakan
● Pelaksana memeriksa ketersediaan data yang dibutuhkan, jika data tidak
tersedia, maka pelayanan data dan informasi telah selesai
● Pelaksana memeriksa ketersediaan data yang dibutuhkan, jika data
tersedia maka pelaksana membuat kesepakatan jangka waktu data akan
dikirimkan
● Pelaksana dan klien menyepakati data yang diberikan dalam bentuk
hardfile atau soft file dan cara pengirimannya
d) Pengolahan Data
● Pelaksanaan menyiapkan data yang dibutuhkan klien sesuai dengan
formulir permohonan data.
● Pelaksana memastikan bahwa data yang dikirimkan sudah sesuai dengan
harapan klien dan sesuai dengan peraturan penggunaan data oleh yang
berwenang
e) Pengiriman Data
Setelah data dipastikan sudah sesuai maka Pelaksana bisa mengirimkan data
sesuai dengan kesepakatan

23
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

f) Penerimaan Data oleh Klien/Feedback layanan


● Pelaksana harus memastikan bahwa data tersebut sudah diterima oleh
klien
● Pelaksana memberikan formulir feedback kepuasan klien terhadap
pelayanan data dan informasi yang diberikan
g) Layanan selesai dilaksanakan.
Pelayanan telah selesai, dan pelaksana membuat laporan pelaksanaan
layanan sesuai formulir laporan layanan yang telah ditetapkan
● Alur pelayanan Konsultasi dan Konseling

a. Klien Datang/Online
● Pelayanan dimulai dari saat klien datang ke PPKS atau sesuai dengan
perjanjian yang telah ditetapkan antara klien dan PPKS
● Pelayanan dimulai dari saat klien menghubungi PPKS melalui online, jika
PPKS memiliki pelayanan secara online (website, WA maupun SMS
b. Registrasi
● Petugas administrasi menerima kedatangan klien
● Klien mengisi registrasi atau pendaftaran sebagai penerima layanan
● Klien menuliskan layanan yang dibutuhkan dari PPKS

24
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

● Petugas administrasi/registrasi bisa menjelaskan dan membantu klien


dalam menentukan jenis layanan Jika klien masih bingung jenis layanan
apa yang mereka dibutuhkan.
● Setelah mengisi registrasi, admin PPKS BP mengirimkan klien kepada
pelaksana PPKS yang bertugas pada layanan tersebut.
● Jika pada hari tersebut layanan belum tersedia, admin membuatkan janji
bagi klien untuk bertemu pelaksana PPKS sesuai jadwal jenis pelayanan
yang telah ditetapkan

c. Pelayanan Konsultasi dan Konseling


● Pelaksana menerima data registrasi dan permasalahan klien
● Pelaksana mempersilahkan klien masuk dan memperkenalkan diri kepada
klien
● Pelaksana menjelaskan prosedur pelaksanaan konsultasi dan konseling
● Pelaksana dengan profesi tertentu dapat melaksanakan
konsultasi/konseling sesuai dengan area permasalahan klien
● Pelaksana PPKS yang bukan merupakan tenaga profesi dapat melakukan
konseling dalam bentuk :
❖ Melakukan identifikasi permasalahan klien
❖ Mendengarkan semua keluhan dan cerita klien
❖ Melakukan anamnesa sederhana (menggali latar belakang klien
tentang data pribadi, latar belakang keluarga, latar belakang
pendidikan, pekerjaan, hubungan dalam keluarga, dll)
❖ Melakukan observasi terhadap klien

25
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

● Pelaksana mengisi formulir pelayanan konsultasi/ konseling yang telah


dilaksanakan dan menuliskan secara ringkas inti permasalahan klien
Berdasarkan hasil konsultasi dan konseling, pelaksana dengan
persetujuan klien menentukan apakah
pelaksanaan konsultasi/konseling
harus berulang (datang kembali) atau
dibutuhkan rujukan ke pelayanan lebih
profesional atau pelayanan telah
tuntas.
d. Pelayanan Berulang
● Pelayanan berulang diberikan apabila
pelaksana bisa membantu
menyelesaikan permasalahan klien, tetapi membutuhkan waktu lebih atau
tidak cukup hanya dengan satu kali pertemuan
● Pelaksana mengisi formulir pelayanan berulang bagi klien yang perlu
dibawa pada saat kedatangan kedua tanpa melalui pengisian formulir
registrasi lagi.
e. Pelayanan Rujukan
● Pelayanan rujukan dibutuhkan apabila permasalahan klien dianggap cukup
berat dan membutuhkan bantuan tenaga profesional lainnya yang lebih
kompeten. Misalnya membutuhkan psikolog, dokter, terapis, psikiater,
pelayanan alkon bagi PUS, dll
● Pelaksana harus menentukan tempat rujukan yang paling tepat bagi klien
sesuai dengan identifikasi permasalahan yang dialami oleh klien
● Pelaksana mengisi formulir rujukan yang dilampiri dengan ringkasan
permasalahan/keluhan yang dirasakan oleh klien yang akan dibawa oleh
klien ke tempat klien dirujuk
f. Pelayanan Tuntas
● Pelayanan dikatakan tuntas apabila klien sudah merasa terselesaikan
permasalahannya bersama pelaksana
● Permasalahan dikatakan tuntas apabila klien yang dirujuk telah diterima di
tempat rujukan dan dilakukan evaluasi terhadap hasil rujukan yang
dilakukan PPKS

26
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

g. Diterima di tempat Rujukan


● Pelaksana harus memastikan bahwa klien mendapatkan pelayanan di
tempat rujukan
● Pelaksana memantau perkembangan klien setelah dirujuk
h. Evaluasi Hasil Rujukan
Pelaksana melakukan evaluasi pelaksanaan rujukan yang dilakukan terhadap
klien

11. Kemitraan PPKS


Kemitraan PPKS bisa dilakukan dengan membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan
berbagai pihak dalam pelayanan konseling dan konsultasi keluarga. Adapun bentuk
kerjasama kemitraan yang bisa dijalin antara lain :
a. Pemberdayaan SDM
Kerjasama kemitraan khususnya dalam pemberdayaan SDM, baik sebagai
pengelola maupun pelaksana PPKS. Kerjasama ini bisa dilakukan baik dengan
Perguruan Tinggi, Rumah Sakit, Organisasi Masyarakat yang memiliki pelayanan
terhadap keluarga, dll. Melalui kerjasama ini diharapkan PPKS BP bisa
mendapatkan tenaga pelaksana PPKS yang profesional dibidangnya
b. Rujukan
Kerjasama kemitraan ini melingkupi kerjasama sebagai tempat rujukan pelayanan
yang menyediakan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan klien.
Diharapkan mitra kerja bisa menerima semua klien yang dirujuk oleh PPKS BP
dengan pembiayaan yang masih bisa dijangkau oleh klien. Kerjasama ini bisa
dilakukan dengan lembaga-lembaga konsultasi dan konseling, rumah sakit,
pelayanan keluarga yang disediakan oleh Kementerian/ Lembaga/Pemerintah
Daerah, dll
c. Sosialisasi dan Promosi
Kerjasama kemitraan ini dilakukan dengan lembaga pendidikan maupun
organisasi kemasyarakatan yang ada di lapangan, seperti dengan Tim Penggerak
PKK provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan maupun RW.
d. Dukungan fasilitasi mitra kerja
Kerjasama ini melingkupi kerjasama dengan perusahaan dalam bentuk CSR atau
organisasi masyarakat pemerhati keluarga. Adapun dukungan yang bisa kita
harapkan melalui mitra kerja ini antara lain :

27
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

● Dukungan Sarana dan Prasarana, berupa gedung, perlengkapan kantor, Plang


Nama, dll
● Dukungan dalam meningkatkan kompetensi SDM pengelola dan pelaksana
PPKS, dalam bentuk pelatihan, orientasi maupun workshop-workshop.

C. Standar Pelayanan Publik


Penyelenggaraan PPKS sebagai pelayanan publik tidak bisa dilepaskan dari standar
pelayanannya. Standar pelayanan tersebut menjadi indikator keberfungsian pelayanan
dan menilai efektivitas pelayanan serta pengukuran kepuasan masyarakat terhadap
pelayanan PPKS sebagai penyelenggaraan pelayanan publik.
1. Dasar Hukum
Terdapat beberapa peraturan sebagai dasar hukum dalam penyelenggaraan
pelayanan PPKS sebagai pelayanan publik, yaitu:
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan
Informasi Publik;
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman
Republik Indonesia;
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 Tentang
Standardisasi Nasional;
d. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan
Informasi Publik;
e. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan
Publik;
f. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 Tentang
Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
g. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah
Daerah;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 Tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem
Informasi Keluarga;
i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017
Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan
Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka

28
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana


Kerja Pemerintah Daerah;
j. Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor
19 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera

2. Persyaratan
Persyaratan yang dimaksud adalah ketentuan (dokumen atau hal lain) yang harus
dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapat pelayanan di PPKS, baik persyaratan teknis
maupun administratif. Informasi ini harus jelas dan terpublikasi kepada masyarakat.
Dengan pemenuhan komponen ini, masyarakat memperoleh kejelasan dan pengelola
PPKS bisa meminimalisasi penjelasan verbal kepada masyarakat. Tidak ada
persyaratan yang spesifik untuk mendapatkan pelayanan PPKS, tetapi persyaratan
umumnya adalah masyarakat membawa identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pegawai) dan
melakukan registrasi atau wajib mengisi buku klien.

3. Sistem, Mekanisme dan Prosedur


Sistem, mekanisme dan prosedur merupakan rangkaian proses pelayanan dengan
bentuk bagan yang menggambarkan tata cara yang harus ditempuh klien untuk
memperoleh pelayanan.
Bagan alur harus sederhana, mudah dipahami dan dilaksanakan dan dipampang di
PPKS. Dengan pemenuhan komponen ini, klien memperoleh kepastian dan kejelasan
alur pelayanan di PPKS.

4. Jangka Waktu Pelayanan


Jangka waktu pelayanan merupakan tenggat waktu pemberian pelayanan di PPKS.
PPKS harus memampang waktu layanan yang dapat dilihat oleh masyarakat. Dengan
pemenuhan komponen ini, adanya jaminan kepastian dan kejelasan pelayanan PPKS
bagi klien.

5. Biaya/Tarif
Untuk pelayanan konsultasi dan konseling merupakan pelayanan gratis bagi
masyarakat atau tidak dipungut biaya. Ketidakjelasan informasi biaya biasanya
menimbulkan masalah sehingga untuk mencegah terjadinya potensi pungutan tidak
resmi, PPKS wajib memampang pelayanan secara cuma-cuma dengan kata “GRATIS”.

29
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Dengan pemenuhan komponen ini, adanya kejelasan biaya dan potensi penyimpangan
berupa pungutan liar (pungli) dapat dihindari.

6. Produk Pelayanan
Produk pelayanan merupakan jenis pelayanan di PPKS yang diberikan dan diterima
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Informasi mengenai jenis pelayanan
PPKS perlu diketahui masyarakat sehingga pengelola PPKS wajib mempublikasikan
jenis pelayanan yang ada.
Melalui publikasi tersebut, masyarakat dapat melihat seluruh jenis pelayanan di PPKS
sehingga terwujudnya pelaksanaan pelayanan publik yang berkualitas dan
berkelanjutan.
Jenis Pelayanan PPKS
a. Pelayanan Data dan Informasi, merupakan pelayanan pemberian data kepada
klien yang membutuhkan data keluarga
b. Pelayanan Konsultasi dan Konseling terdiri dari 7 jenis pelayanan, yaitu:
1) Konsultasi dan Konseling Balita dan Anak
2) Konsultasi dan Konseling Remaja dan Keluarga Remaja
3) Konsultasi dan Konseling Lansia dan Keluarga Lansia
4) Konsultasi dan Konseling Pra NIkah
5) Konsultasi dan Konseling Keluarga Harmonis
6) Konsultasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi dan KB
7) Konsultasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

7. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan


Penanganan pengaduan, saran dan masukan merupakan tata cara pelaksanaan
pengaduan dan tindak lanjut berupa laporan. Laporan yang disampaikan klien adalah
aspirasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan PPKS. Oleh karena
itu, sarana dan prasarana pengaduan harus dipenuhi dengan menyediakan unit
pengelolaan pengaduan, saran dan masukan antara lain kotak pengaduan, SMS/WA
(WhatsApp), telepon, email, dll. Hal yang harus diperhatikan mengenai penanganan ini
antara lain: sarana yang memadai, pelaksana pengelolaan pengaduan yang kompeten,
Informasi prosedur pengaduan (dipampang) dan mekanisme pengelolaan pengaduan
yang mengedepankan asas penyelesaian yang cepat dan tuntas.

30
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

8. Sarana Prasarana
PPKS sebagai unit pelayanan publik yang berkualitas harus ditunjang dengan sarana
dan prasarana yang memadai. Kondisi ini perlu tercipta agar klien mendapatkan rasa
nyaman saat mengakses pelayanan di PPKS. Dalam melaksanakan kegiatan
konseling, tentunya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dan
terstandar. Hal ini tentunya menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuhi untuk
tercapainya tujuan konseling PPKS. Ketersediaan ruangan merupakan salah satu
sarana penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pelayanan konseling.
Pengadaan dan pengaturan ruangan perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip
konseling termasuk letak dan lokasi, ukuran, jenis dan jumlah ruangan serta berbagai
fasilitas pendukung lainnya.
Letak dan lokasi ruangan mudah diakses oleh klien tetapi tidak terlalu terbuka, dengan
demikian seluruh klien bisa dengan mudah mengunjungi namun prinsip-prinsip
confidential tetap terjaga. Jumlah ruangan disesuaikan dengan kebutuhan jenis
layanan, antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang.
Sarana prasarana/fasilitas PPKS antara lain sebagai berikut.

a. Papan Nama PPKS


b. Ruang Tamu
Ruang tamu hendaknya berisi kursi dan meja
tamu dan media pameran berisi informasi
tentang poster, leaflet, buku saku, eks
banner serta berbagai informasi
tentang data kependudukan, keluarga
berencana dan kesehatan reproduksi
serta keluarga sejahtera. Ruangan
ditata agar dapat memberikan rasa
nyaman bagi tamu yang datang. Kenyamanan menjadi modal utama bagi
kesuksesan program pelayanan yang disediakan.
c. Ruang Administrasi/Data
Ruangan administrasi/data merupakan ruangan tempat menyimpan data klien,
perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa : filling cabinet/lemari penyimpan
dokumen (buku pribadi, catatan-catatan konseling, kartu, map pribadi, alat tulis
menulis), perangkat elektronik (komputer, printer, tape recorder, LCD proyektor,
dll), media (poster, lembar balik, dll)

31
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

d. Ruang Kerja
Ruangan kerja disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produktivitas kinerja
konselor, dalam ruangan ini diperlukan fasilitas berupa komputer, meja kerja,
lemari/filling cabinet
e. Ruang Konseling : meja kursi atau sofa, lemari, media
Ruangan ini merupakan tempat interaksi antara konselor dan klien, ruangan ini
dilengkapi dengan perlengkapan antara lain : meja kursi atau sofa, lemari,
perangkat elektronik (tape recorder, komputer), media (poster, lembar balik,
dll).

9. Kompetensi Pelaksana
Kompetensi pelaksana adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana
meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan dan pengalaman. Pada PPKS, terdiri dari
pengelola dan pelaksana. Pelaksana layanan harus memiliki kompetensi di bidang
keilmuan tertentu di bawah ini.

10. Pengawasan Internal


Pengawasan internal merupakan sistem pengendalian intern dan pengawasan
langsung yang dilakukan oleh pimpinan satuan kerja atau atasan langsung pelaksana.
Pengawasan tersebut dilakukan secara berjenjang. Pada akhirnya, pelaksanaan
terhadap kinerja pelayanan PPKS tersebut diawasi oleh inspektorat BKKBN maupun
Inspektorat Pemerintah Daerah..

11. Jumlah Pelaksana


Jumlah pelaksana merupakan informasi mengenai komposisi atau jumlah petugas
yang melaksanakan tugas sesuai pembagian dan uraian tugasnya. Jumlah pengelola
dan pelaksana PPKS sebaiknya dipampang secara jelas di PPKS sebagai informasi
pelaksana pelayanan bagi masyarakat.

12. Jaminan Pelayanan


Jaminan pelayanan publik berupa Maklumat Pelayanan sebagai perjanjian sosial yang
terdiri dari :

32
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

a. kesanggupan dalam menyelenggarakan pelayanan,


b. pernyataan memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban dan akan melakukan
perbaikan secara terus-menerus,
c. pernyataan kesediaan untuk menerima sanksi dan atau memberikan kompensasi
apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar.
Maklumat ini wajib dipampang secara jelas di PPKS. Kegunaan Maklumat pelayanan
antara lain:
1) Meningkatkan responsivitas pengelola PPKS terhadap klien
2) Meningkatkan kepuasan klien
3) Meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan PPKS secara menyeluruh

13. Jaminan Keamanan dan Keselamatan Pelayanan


Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan yaitu dalam bentuk komitmen untuk
memberikan kepastian, rasa aman, bebas dari bahaya dan resiko keragu-raguan.
Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dilihat dari kepuasan klien dengan
terpenuhinya hak-hak klien yang meliputi :
a. Klien menerima dan memahami informasi yang dibutuhkan
b. Klien memperoleh pelayanan tanpa membedakan jenis kelamin, agama, status,
suku, dll
c. Klien diberi kesempatan untuk memilih pelayanan konseling
d. Klien mendapatkan pelayanan secepatnya dan mendapat informasi rujukan
e. Klien merasa aman dan nyaman dalam mengutarakan masalah
f. Klien mendapatkan jaminan bahwa informasi pribadi akan dirahasiakan
g. Klien diperlakukan secara manusiawi dan penuh perhatian
h. Klien merasa nyaman pada saat konseling
i. Klien mendapatkan pelayanan secara berkesinambungan apabila diperlukan
j. Klien bebas mengemukakan pendapatnya

14. Evaluasi Kinerja Pelayanan


Evaluasi kinerja pelayanan merupakan ukuran sebuah penyelenggaraan PPKS sebagai
pelayanan publik, salah satunya adalah penilaian dari klien. Pengelola PPKS akan
memperoleh masukan dalam rangka peningkatan pelayanan melalui penyediaan
sarana penilaian pelayanan publik dari klien berupa kotak dan atau kuesioner
kepuasan klien melalui sarana fisik atau digital (layar sentuh).

33
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

D. Rangkuman
Mekanisme pembentukan PPKS dimulai dengan mengidentifikasi sumber daya yang
dimiliki (sarana prasarana, SDM potensial, dukungan dari pemerintah daerah dan Mitra
Kerja) dan identifikasi permasalahan yang terdapat di wilayah setempat; menentukan
lingkup kegiatan PPKS, Menyusun struktur organisasi pengelola dan pelaksana; serta
menyusun program kerja yang akan dilaksanakan.
Terdapat 8 (delapan) jenis pelayanan PPKS, antara lain:
1. Penyediaan data dan informasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga
Berencana
2. Konsultasi dan konseling pra nikah
3. Konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak
4. Konsultasi dan konseling keluarga Remaja dan Remaja
5. Konsultasi dan konseling keluarga Lansia dan Lansia
6. Konsultasi dan konseling keluarga berencana dan kesehatan reproduksi
7. Konsultasi dan konseling keluarga harmonis
8. Konsultasi pemberdayaan ekonomi keluarga

E. Latihan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!
1. Jelaskan jenis sumber daya di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)?
2. Sebutkan 8 (delapan) jenis pelayanan PPKS yang sudah dikelompokkan sesuai
dengan siklus hidup dan program bangga kencana!
3. Jelaskan bagan Alur pelayanan PPKS secara umum!
4. Jelaskan maksud dan tujuan dari dilakukannya pelatihan bagi tenaga pengelola PPKS?
5. Jelaskan standar terpenuhinya jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan bagi
klien?

F. Evaluasi
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Mekanisme pembentukan PPKS dengan melakukan identifikasi potensi yang dimiliki,
yaitu …..
A. Ruang lingkup dan struktur pengelola
B. Identifikasi Sumber Daya dan Identifikasi Permasalahan yang ada di wilayah
setempat
C. Struktur pengelola dan pelaksana

34
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

D. Menyusun Program Kerja dan pengelola


E. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

2. Pelayanan data dan informasi kependudukan, KB dan pembangunan keluarga pada


penyelenggaraan PPKS, termasuk contoh pelayanan….
A. Harian
B. Bulanan
C. Rujukan
D. Teknis
E. Wajib

3. Setelah ada Surat Keputusan Pembentukan PPKS, maka langkah selanjutnya perlu
disiapkan….
A. Target sasaran
B. Jadwal kegiatan
C. Rapat organisasi
D. Evaluasi kegiatan
E. Tenaga pengelola dan tenaga pelaksana
4. Dibawah ini adalah unsur minimal yang harus ada di dalam SK Pembentukan PPKS
yaitu …
A. Nama PPKS, Tempat Pelaksanaan pelayanan, Tanda Tangan dan Nama serta
Jabatan Pejabat yang mengesahkan
B. Jadwal, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan
C. Tempat pelaksanaan pelayanan, Tanda tangan pejabat yang mengesahkan dan
laporan kegiatan
D. Tempat pelaksanaan pelayanan, jadwal kegiatan dan Tanda tangan pejabat yang
mengesahkan
E. Jadwal kegiatan, jadwal konseling dan Tanda tangan pejabat yang mengesahkan

5. Dukungan dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan PPKS dapat
diperoleh dengan cara …
A. Memberikan dukungan anggaran
B. Melatih pengelola dan pelaksana
C. Melakukan advokasi, KIE dan Sosialisasi
D. Melakukan rapat penyusunan program kerja
E. Menetapkan pengelola dan pelaksana yang kompeten

35
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan evaluasi di atas, cobalah anda periksa jawaban
anda dengan kunci jawaban yang ada di bagian akhir modul ini! Apabila jawaban anda
sudah mencapai 80% benar (mampu menjawab benar 4 dari 5 pertanyaan di atas), Anda
dinyatakan telah menguasai materi Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS. Apabila
belum mencapai 80%, maka Anda diminta untuk membaca kembali bab ini.

Bagi Anda yang sudah menguasai seluruh materi pada modul ini, Selamat! Anda dapat
mempelajari lebih lanjut modul-modul yang lainnya.

36
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyelenggaraan pelayanan yang dilaksanakan oleh pengelola dan pelaksana PPKS
harus mengacu pada pedoman penyelenggaraan yang ditetapkan dan tidak bertentangan
dengan peraturan perundangan-undangan tentang Pegawai Negeri Sipil. Struktur
organisasi disusun berdasarkan fungsi, hubungan kewenangan dan bagaimana orang
bekerja sama dari setiap unsur/bidang pelayanan yang ada untuk mencapai tujuan.
Pengelola PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendapat mandat untuk
mengelola PPKS. Pengelola PPKS terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-
seksi, yaitu seksi promosi dan pengembangan, serta seksi pelayanan. Untuk pengelola
PPKS ini bisa merangkap juga sebagai pelaksana PPKS. Pengelola PPKS dapat berasal
dari PNS atau non PNS atau mitra kerja yang diberikan tanggung jawab, tugas dan
kewenangan dari pejabat yang berwenang untuk mengelola PPKS.
Pelaksana PPKS adalah seseorang atau sekelompok orang yang memiliki pengetahuan,
keterampilan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelayanan.
Pelaksana pelayanan teknis disesuaikan dengan jenis pelayanan yang akan dilakukan di
PPKS tersebut. Pelaksana pelayanan teknis dapat terdiri dari para ahli/pakar di bidang
konseling keluarga, di bidang data dan informasi, di bidang kesehatan, dan di bidang
lainnya sesuai jenis pelayanan yang dibutuhkan.
Mekanisme pembentukan PPKS dimulai dengan mengidentifikasi sumber daya yang
dimiliki (sarana prasarana, SDM potensial, dukungan dari pemerintah daerah dan Mitra
Kerja) dan identifikasi permasalahan yang terdapat di wilayah setempat; menentukan
lingkup kegiatan PPKS, Menyusun struktur organisasi pengelola dan pelaksana; serta
menyusun program kerja yang akan dilaksanakan.
Terdapat 8 (delapan) jenis pelayanan PPKS, antara lain:
1. Penyediaan data dan informasi Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga
Berencana
2. Konsultasi dan konseling pra nikah
3. Konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak
4. Konsultasi dan konseling keluarga Remaja dan Remaja
5. Konsultasi dan konseling keluarga Lansia dan Lansia

37
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

6. Konsultasi dan konseling keluarga berencana dan kesehatan reproduksi


7. Konsultasi dan konseling keluarga harmonis
8. Konsultasi pemberdayaan ekonomi keluarga
Semoga modul ini bisa memberikan sedikit gambaran terkait mekanisme pengelolaan
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), yang terdiri dari Peran dan Fungsi SDM PPKS
dan Mekanisme Kerja Penyelenggaraan PPKS.

B. Evaluasi Sumatif
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Susunan organisasi di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera terdiri dari…..
A. Ketua; Sekretaris; Bendahara
B. Ketua; Wakil Ketua; Sekretaris; bendahara
C. Ketua; Wakil Ketua; Sekretaris; bendahara; seksi promosi dan pengembangangan;
seksi pelayanan
D. Ketua; Sekretaris; bendahara; seksi promosi dan pengembangangan; seksi
pelayanan
E. Ketua; seksi promosi dan pengembangangan; seksi pelayana

2. Seseorang yang memiliki peran menjaga keberlangsungan operasionalisasi PPKS


adalah …..
A. Pengelola
B. Pelaksana
C. Ketua
D. Sekretaris
E. Bendahara

3. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kompetensi dan mendapat tugas
untuk melakukan kegiatan konsultasi dan konseling di PPKS disebut …..
A. Ketua
B. Seksi Promosi
C. Seksi Pengembangan
D. Pengelola
E. Pelaksana

38
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

4. Menyiapkan data, informasi, dan dokumentasi kependudukan, keluarga berencana


dan pembangunan keluarga di wilayah kerja PPKS merupakan tugas dari pelaksana
layanan …..
A. Penyediaan data dan informasi
B. Keluarga Balita dan Anak
C. Keluarga Lansia dan Lansia
D. Pemberdayaan ekonomi keluarga
E. Kesehatan Reproduksi dan Keluarag Berencana

5. Memberikan rujukan kepada layanan yang lebih professional dibidangnya jika klien
membutuhkan pelayanan lebih lanjut merupakan tugas dari pelaksana layanan, kecuali
…..
A. Keluarga Harmonis
B. Keluarga Remaja dan Remaja
C. Keluarga Balita dan Anak
D. Pra Nikah
E. Penyediaan data dan informasi

6. Mekanisme pembentukan PPKS dengan melakukan identifikasi potensi yang dimiliki,


yaitu …..
A. Ruang lingkup dan struktur pengelola
B. Identifikasi Sumber Daya dan Identifikasi Permasalahan yang ada di wilayah
setempat
C. Struktur pengelola dan pelaksana
D. Menyusun Program Kerja dan pengelola
E. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

7. Pelayanan data dan informasi kependudukan, KB dan pembangunan keluarga pada


penyelenggaraan PPKS, termasuk contoh pelayanan ….
A. Harian
B. Bulanan
C. Rujukan
D. Teknis
E. Wajib

39
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

8. Setelah ada Surat Keputusan Pembentukan PPKS, maka langkah selanjutnya perlu
disiapkan….
A. Target sasaran
B. Jadwal kegiatan
C. Rapat organisasi
D. Evaluasi kegiatan
E. Tenaga pengelola dan tenaga pelaksana

9. Dibawah ini adalah unsur minimal yang harus ada di dalam SK Pembentukan PPKS
yaitu …
A. Nama PPKS, Tempat Pelaksanaan pelayanan, Tanda Tangan dan Nama serta
Jabatan Pejabat yang mengesahkan
B. Jadwal, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan
C. Tempat pelaksanaan pelayanan, Tanda tangan pejabat yang mengesahkan dan
laporan kegiatan
D. Tempat pelaksanaan pelayanan, jadwal kegiatan dan Tanda tangan pejabat yang
mengesahkan
E. Jadwal kegiatan, jadwal konseling dan Tanda tangan pejabat yang mengesahkan

10. Dukungan dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pelayanan PPKS dapat
diperoleh dengan cara …
A. Memberikan dukungan anggaran
B. Melatih pengelola dan pelaksana
C. Melakukan advokasi, KIE dan Sosialisasi
D. Melakukan rapat penyusunan program kerja
E. Menetapkan pengelola dan pelaksana yang kompeten

C. Kunci Jawaban
Evaluasi BAB II
1. D
2. C
3. E
4. A
5. E

40
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

Evaluasi BAB III


1. B
2. D
3. E
4. A
5. C

Evaluasi Sumatif
1. D
2. C
3. E
4. A
5. E
6. B
7. D
8. E
9. A
10. C

41
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2017
Tentang Penyelenggaraan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera.

Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, 2019. Pedoman Penyelenggaraan
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Sebagai Pelayanan Publik. Jakarta:
BKKBN.

Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan, 2021. Panduan Pelayanan Pusat
Pelayanan Keluarga Sejahtera di Balai Penyuluhan. Jakarta: BKKBN.

42
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

43
RAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN TEKNIS PUSAT PELAYANAN KELUARGA SEJAHTERA
BAGI FASILITATOR TINGKAT PROVINS

44

Anda mungkin juga menyukai