Ukuran Pemusatan, Ukuran
Letak, dan Ukuran Penyebaran
Pertemuan 3
Matakuliah Metode Statistika
Oleh
Ismail
UKURAN PEMUSATAN
Merupakan nilai tunggal yang mewakili semua
data atau kumpulan pengamatan dimana nilai
tersebut menunjukkan pusat data.
Yang termasuk ukuran pemusatan :
1. Rata-rata hitung (Mean)
2. Median
3. Modus
4. Rata-rata ukur
5. Rata-rata harmonis
UKURAN PEMUSATAN
Merupakan nilai tunggal yang mewakili semua
data atau kumpulan pengamatan dimana nilai
tersebut menunjukkan pusat data.
Yang termasuk ukuran pemusatan :
1. Rata-rata hitung (Mean)
2. Median
3. Modus
4. Rata-rata ukur
5. Rata-rata harmonis
1. RATA-RATA HITUNG
Rumus umumnya :
1. Untuk data yang tidak mengulang
2. Untuk data yang mengulang dengan frekuensi
tertentu
RATA-RATA HITUNG
(lanjutan)
1. Dalam Tabel Distribusi Frekuensi
Interval Kelas Nilai Tengah Frekuensi fX
(X)
9-21 15 3 45
22-34 28 4 112
35-47 41 4 164
48-60 54 8 432
61-73 67 12 804
74-86 80 23 1840
87-99 93 6 558
Σf = 60 ΣfX = 3955
RATA-RATA HITUNG
(lanjutan)
2. Dengan Memakai Kode (U)
Interval Kelas Nilai Tengah U Frekuensi fU
(X)
9-21 15 -3 3 -9
22-34 28 -2 4 -8
35-47 41 -1 4 -4
48-60 54 0 8 0
61-73 67 1 12 12
74-86 80 2 23 46
87-99 93 3 6 18
Σf = 60 ΣfU = 55
RATA-RATA HITUNG (lanjutan)
3. Dengan pembobotan
Masing-masing data diberi bobot.
Misal A memperoleh nilai 65 untuk tugas, 76 untuk mid
dan 70 untuk ujian akhir.
Bila nilai tugas diberi bobot 2, Mid 3 dan Ujian Akhir 4,
maka rata-rata hitungnya adalah :
Menghitung Modus
❖ Berdasarkan table
distribusi frekuensi diatas, b = 51 – 0.5 = 50.5 atau
tentukan modusnya? p = 60.5 – 50.5.5 = 10
30 – 18 = 12
30 – 20 = 10
= 50.5 + 10 (0.545)
= 50.5 + 5.45
= 55.95
Menghitung Median
❖ Berdasarkan table
distribusi frekuensi diatas, Dalam hal ini kelas median dapat dicari dengan cara :
tentukan mediannya?
b = 51 – 0.5 = 5.5 atau
p = 60.5 – 50.5.5 = 10
56 2 + 6 + 18 = 26
30
= 50.5 + 8
= 50.5 + 10 (0.8) = 58.5
HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA
HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS
Ada 3 kemungkinan kesimetrian kurva distribusi
data :
1) Jika nilai ketiganya hampir sama maka kurva
mendekati simetri.
2) Jika Mod<Med<rata-rata hitung, maka kurva
miring ke kanan.
3) Jika rata-rata hitung<Med<Mod, maka kurva
miring ke kiri.
HUBUNGAN RATA-RATA – MEDIAN -
MODUS
1. μ= Md= Mo
2. Mo < Md < μ
3. μ < Md < Mo
HUBUNGAN EMPIRIS ANTARA NILAI RATA-RATA
HITUNG, MEDIAN, DAN MODUS (lanjutan)
Jika distribusi data tidak simetri, maka terdapat
hubungan :
Rata-rata hitung-Modus = 3 (Rata-rata hitung-Median)
4. RATA-RATA UKUR
Digunakan apabila nilai data satu dengan yang lain
berkelipatan.
Untuk data tidak berkelompok
Untuk data berkelompok
RATA-RATA UKUR (lanjutan)
Contoh :
Interval Nilai Tengah Frekuensi log X f log X
Kelas (X)
9-21 15 3 1,18 3,54
22-34 28 4 1,45 5,8
35-47 41 4 1,61 6,44
48-60 54 8 1,73 13,84
61-73 67 12 1,83 21,96
74-86 80 23 1,90 43,7
87-99 93 6 1,97 11,82
Σf = 60 Σf log X = 107,1
5. RATA-RATA HARMONIS
Biasanya digunakan apabila data dalam bentuk
pecahan atau desimal.
Untuk data tidak berkelompok
Untuk data berkelompok
RATA-RATA HARMONIS (lanjutan)
Contoh :
Interval Nilai Frekuensi f/X
Kelas Tengah (X)
9-21 15 3 0,2
22-34 28 4 0,143
35-47 41 4 0,098
48-60 54 8 0,148
61-73 67 12 0,179
74-86 80 23 0,288
87-99 93 6 0,065
Σf = 60 Σf / X = 1,121
KUARTIL, DESIL, PERSENTIL
1. Kuartil
Kelompok data yang sudah diurutkan (membesar
atau mengecil) dibagi empat bagian yang sama
besar.
Ada 3 jenis yaitu kuartil pertama (Q1) atau kuartil
bawah, kuartil kedua (Q2) atau kuartil tengah, dan
kuartil ketiga (Q3) atau kuartil atas.
UKURAN LETAK: KUARTIL
Definisi:
Kuartil adalah ukuran letak yang membagi 4 bagian yang
sama. K1 sampai 25% data, K2 sampai 50% dan K3 sampai
75%.
Rumus letak kuartil:
DATA TIDAK BERKELOMPOK DATA BERKELOMPOK
K1 = [1(n + 1)]/4 1n/4
K2 = [2(n + 1)]/4 2n/4
K3 = [3(n + 1)]/4 3n/4
KUARTIL (lanjutan)
Untuk data tidak berkelompok
Untuk data berkelompok
L0 = batas bawah kelas kuartil
F = jumlah frekuensi semua
kelas sebelum kelas kuartil Qi
f = frekuensi kelas kuartil Qi
KUARTIL (lanjutan)
Contoh :
Q1 membagi
Interval data menjadi
Nilai 25 %
Frekuensi
Q2 membagi
Kelas data menjadi 50 %
Tengah
(X)data menjadi 75 %
Q membagi
3
9-21 15 3
22-34 28 4
Sehingga : 41
35-47 4
48-60 54 8
61-73 67 12
74-86
Q1 terletak 80
pada 48-60 23
87-99 93 6
Q2 terletak pada 61-73Σf = 60
Q3 terletak pada 74-86
KUARTIL (lanjutan)
Untuk Q1, maka :
Untuk Q2, maka :
Untuk Q3, maka :
KUARTIL, DESIL, PERSENTIL
(lanjutan)
2. Desil
Kelompok data yang sudah diurutkan (membesar
atau mengecil) dibagi sepuluh bagian yang sama
besar.
DESIL (lanjutan)
Untuk data tidak berkelompok
Untuk data berkelompok
L0 = batas bawah kelas desil Di
F = jumlah frekuensi semua
kelas sebelum kelas desil Di
f = frekuensi kelas desil Di
DESIL (lanjutan)
Contoh :
D3 membagi
Interval Nilai data 30%
Frekuensi
Kelas Tengah
D7 membagi
(X)
data 70%
9-21 15 3
22-34 28 4
Sehingga :
35-47
48-60
41
54
4
8
61-73 67 12
74-86 80 23
D3 berada pada 48-60
87-99 93 6
Σf = 60
D7 berada pada 74-86
DESIL (lanjutan)
GRAFIK LETAK DESIL
KUARTIL, DESIL, PERSENTIL
(lanjutan)
3. Persentil
Untuk data tidak berkelompok
Untuk data berkelompok
UKURAN LETAK PERSENTIL
UKURAN DISPERSI (PENYEBARAN) DATA
Ukuran dispersi adalah
Ukuran penyebaran suatu kelompok data terhadap
pusat data.
Jenisnya :
1) Dispersi mutlak
- Jangkauan (Range)
- Simpangan Rata-rata (Mean Deviation)
- Variansi (Variance)
- Standar Deviasi (Standart Deviation)
- Simpangan Kuartil (Quartile Deviation)
2) Dispersi relatif
Koefisien Variasi (Coeficient of Variation)
1. JANGKAUAN
r = nilai maksimum – nilai minimum
Semakin kecil nilai r maka kualitas data akan semakin
baik, sebaliknya semakin besar nilai r, maka
kualitasnya semakin tidak baik.
2. SIMPANGAN RATA-RATA
Jumlah nilai mutlak dari selisih semua nilai
dengan nilai rata-rata dibagi dibagi dengan
banyaknya data.
Data tidak berkelompok :
Data berkelompok :
SIMPANGAN RATA-RATA (lanjutan)
Contoh :
Interval X f
Kelas
9-21 15 3 50,92 152,76
22-34 28 4 37,92 151,68
35-47 41 4 24,92 99,68
48-60 54 8 11,92 95,36
61-73 67 12 1,08 12,96
74-86 80 23 14,08 323,84
87-99 93 6 27,08 162,48
Σf = 60 998,76
3. VARIANSI
Rata-rata kuadrat selisih dari semua nilai
data terhadap nilai rata-rata hitung.
Data tidak berkelompok :
Data berkelompok :
4. STANDAR DEVIASI
Akar pangkat dua dari Variansi.
Disebut juga Simpangan Baku.
Data tidak berkelompok :
Data berkelompok :
STANDAR DEVIASI
(lanjutan)
Contoh 1 :
Interval X f
Kelas
9-21 15 3 2592,85 7778,55
22-34 28 4 1437,93 5751,72
35-47 41 4 621 2484
48-60 54 8 142,09 1136,72
61-73 67 12 1,17 14,04
74-86 80 23 198,25 4559,75
87-99 93 6 733,33 4399,98
Σf = 60 26124,76
STANDAR DEVIASI (lanjutan)
Menghitung Variansi dan Standar Deviasi juga
dapat menggunakan Kode (U).
STANDAR DEVIASI (lanjutan)
Contoh 2 :
Interval X U f fU fU2
Kelas
9-21 15 -3 3 -9 27
22-34 28 -2 4 -8 16
35-47 41 -1 4 -4 4
48-60 54 0 8 0 0
61-73 67 1 12 12 12
74-86 80 2 23 46 92
87-99 93 3 6 18 54
Σf = 60 ΣfU = 55 205
SELESAI