0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
150 tayangan29 halaman

K3LH dalam Desain Komunikasi Visual

Dokumen ini merangkum rencana pelaksanaan pembelajaran tentang proses bisnis berbagai industri desain komunikasi visual untuk siswa kelas X di SMK Airlangga Samarinda. Pembelajaran akan dilaksanakan selama 3 pertemuan dengan materi tentang K3LH, berpikir kreatif, dan proses bisnis desain. Metode pembelajarannya adalah blended learning yang melibatkan diskusi kelompok dan presentasi tugas.

Diunggah oleh

Hanif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
150 tayangan29 halaman

K3LH dalam Desain Komunikasi Visual

Dokumen ini merangkum rencana pelaksanaan pembelajaran tentang proses bisnis berbagai industri desain komunikasi visual untuk siswa kelas X di SMK Airlangga Samarinda. Pembelajaran akan dilaksanakan selama 3 pertemuan dengan materi tentang K3LH, berpikir kreatif, dan proses bisnis desain. Metode pembelajarannya adalah blended learning yang melibatkan diskusi kelompok dan presentasi tugas.

Diunggah oleh

Hanif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Identitas

Nama Penyusun : Hanif Aulia

Sekolah : SMK TI Airlangga Samarinda

Tahun : 2022

Jenjang : SMK

Kelas : X

Alokasi Waktu : 18 JP (3 kali pertemuan)

Materi Pokok : Proses bisnis berbagai industri di bidang Desain

Komunikasi Visual

Jumlah Peserta Didik : 25 siswa

Moda : Blended Learning

2. Profil Pelajar Pancasila yang Berkaitan

a. Peserta didik dapat menjadi mandiri ketika menjelaskan K3LH secara mandiri

b. Peserta didik diharapkan bisa kreatif dalam desain

c. Peserta didik diharapkan bisa bergotong royong dalam mengerjakan tugas

kelompok.

3. Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami manajemen produksi bidang

Desain secara menyeluruh pada berbagai industri ekonomi kreatif lainnya, antara lain

K3LH, kreativitas dalam proses kreasi dasar desain, dan menerapkannya dalam
elemen dasar perancangan dan proses desain dan produksi dalam eksekusi kerja

desain komunikasi visual secara mandiri.

4. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik mampu memahami tentang K3LH dan Keselamatan Kerja dan

Lingkungan Hidup (K3LH) di bidang Desain Komunikasi Visual

2. Peserta didik mampu memahami Proses berpikir kreatif dan design thinking

3. Peserta didik mampu memahami Lingkup bisnis industri desain komunikasi

visual.

4. Peserta didik mampu memahami Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi

Visual

5. Pertanyaan Pemantik

a. Apakah kalian pernah mendengar tentang design thinking?

b. Apa yang kalian fikirkan tentang proses desain sebuah produk?

6. Sarana Prasarana

Bahan : Modul Ajar dan Video Tutorial

Alat : Laptop/Komputer, HP, dan Jaringan Internet

Media Aplikasi :google drive, Email, google form

Prasarana : Ruang Kelas

7. Karakter Peserta Didik/Target Peserta Didik

Peserta didik regular dengan tipikal umum

8. Materi Ajar

a) Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) di bidang

Desain Komunikasi Visual


b) Proses berpikir kreatif dan design thinking

c) Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual

d) Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi Visual

9. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pertama (6 x 45 menit)

Langkah Deskripsi Alokasi

Pembelajara Waktu

Pendahuluan 1. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit

kabar peserta didik

2. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran

peserta didik

3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk

melakukan literasi lewat buku dan internet.

4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang

akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik

5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang

akan dicapai

Kegiatan inti 1. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit

penjelasan tentang K3LH dibidang desain


komunikasi visual

2. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai

K3LH yang mungkin ada di sekitar di sekitar

lingkungan mereka

3. Guru memantik peserta didik untuk saling

berdiskusi mengenai isu-isu K3LH yang mereka

alami di sekitar mereka

4. Guru memberikan penugasan kepada peserta

didik terkait dengan materi K3LH dibidang desain

komunikasi visual melalui sumber-sumber belajar

yang sudah diberikan

5. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan

kelompoknya tentang penugasan yang diberikan

tentang K3LH dibidang desain komunikasi visual

melalui sumber-sumber belajar yang sudah

diberikan.

6. Peserta didik mempresentasikan tugas yang

sudah diberikan

7. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik

yang mempresentasikan tugas yang sudah

diberikan dengan peserta didik lainnya.

Kegiatan 1. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit

penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis


dalam buku catatan masing-masing.

2. Guru mengajak peserta didik memberikan

kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang

telah dijalani melalui google form yang dibuat

oleh guru.

3. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan

selanjutnya.

4. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan

salam

Kegiatan Kedua (6 x 45 menit)

Langkah Deskripsi Alokasi

Pembelajara Waktu

Pendahuluan 6. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit

kabar peserta didik

7. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran

peserta didik

8. Peserta didik diberikan kesempatan untuk

melakukan literasi lewat buku dan internet.

9. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang

akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik


10. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang

akan dicapai

Kegiatan inti 8. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit

penjelasan tentang tentang berpikir kreatif dan

design thinking

9. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai

tentang berpikir kreatif dan design thinking yang

mungkin ada di sekitar di sekitar lingkungan

mereka

10. Guru memantik peserta didik untuk saling

berdiskusi mengenai isu-isu tentang berpikir

kreatif dan design thinking yang mereka alami di

sekitar mereka

11. Guru memberikan penugasan kepada peserta

didik terkait dengan materi tentang berpikir kreatif

dan design thinking melalui sumber-sumber

belajar yang sudah diberikan

12. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan

kelompoknya tentang penugasan yang diberikan

tentang tentang berpikir kreatif dan design

thinking melalui sumber-sumber belajar yang

sudah diberikan.

13. Peserta didik mempresentasikan tugas yang


sudah diberikan

14. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik

yang mempresentasikan tugas yang sudah

diberikan dengan peserta didik lainnya.

Kegiatan 5. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit

penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis

dalam buku catatan masing-masing.

6. Guru mengajak peserta didik memberikan

kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang

telah dijalani melalui google form yang dibuat

oleh guru.

7. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan

selanjutnya.

8. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan

salam

Kegiatan Ketiga (6 x 45 menit)

Langkah Deskripsi Alokasi

Pembelajara Waktu

Pendahuluan 11. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit


kabar peserta didik

12. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran

peserta didik

13. Peserta didik diberikan kesempatan untuk

melakukan literasi lewat buku dan internet.

14. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang

akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik

15. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang

akan dicapai

Kegiatan inti 15. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit

penjelasan tentang lingkup bisnis dan proses

bisnis di bidang desain komunikasi visual

16. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai

lingkup bisnis dan proses bisnis di bidang desain

komunikasi visual yang mungkin ada di sekitar di

sekitar lingkungan mereka

17. Guru memantik peserta didik untuk saling

berdiskusi mengenai isu-isu lingkup bisnis dan

proses bisnis di bidang desain komunikasi visual

yang mereka alami di sekitar mereka

18. Guru memberikan penugasan kepada peserta

didik terkait dengan materi tentang lingkup bisnis

dan proses bisnis di bidang desain komunikasi


visual melalui sumber-sumber belajar yang

sudah diberikan

19. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan

kelompoknya tentang penugasan yang diberikan

tentang lingkup bisnis dan proses bisnis di

bidang desain komunikasi visual melalui sumber-

sumber belajar yang sudah diberikan.

20. Peserta didik mempresentasikan tugas yang

sudah diberikan

21. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik

yang mempresentasikan tugas yang sudah

diberikan dengan peserta didik lainnya.

Kegiatan 9. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit

penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis

dalam buku catatan masing-masing.

10. Guru mengajak peserta didik memberikan

kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang

telah dijalani melalui google form yang dibuat

oleh guru.

11. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan

selanjutnya.

12. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan


salam

10. Asesmen

a. Sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa jurnal sikap

b. Performa dalam bentuk presentasi

c. Tertulis dalam bentuk essay

11. Refleksi Guru

1. Menurut anda, apakah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan aktifitas

telah sesuai ?

2. Menurut anda, apakah aktifitas tema telah berjalan sesuai dengan alur ?

3. Menurut anda, apa kendala dan hambatan dalam melaksanakan aktifitas tema ini?

4. Menurut anda apakah pesan dimensi profil pelajar Pancasila sudah tercapai ?

12. Refleksi Siswa

Menurut Anda, apakah sudah mempunyai gambaran tentang Desain thinking dan

lingkup bisnis pada bidang dkv ?

13. Lembar Kerja Peserta Didik

Kegiatan 1 :

a) Petunjuk kerja :

a. Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang

b. Siapkan software Power Point

b) Lembar Kerja :

a. Buatlah aktifitas K3LH di Bidang Desain Komunikasi Digital


No Nama Aktifitas Posisi salah Posisi benar keterangan

dst

b. Salah Satu alat yang kerja yang digunakan oleh DKV adalah komputer.

Terutama dalam kegiatan mendesain produk secara digital. Penggunaan alat

kerja/komputer yang terus menerus mengakibatkan Computer Vision

Syndrome (CVS).

i. Apa itu CVS ?

ii. Apa Penyebab dan Gejala CVS ?

iii. Apa yang dapat meningkatkan CVS ?

iv. Bagaimana cara pencegahan dari CVS ?

c) Rubrik Penilaian Sikap

indikator aspek pengamatan skor

3 jika ketiga aspek

hadir tepat waktu dilakukan

pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek


disiplin
waktu dilakukan

1 jika satu aspek

tertib mengikuti pelajaran dilakukan


mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek

dengan sungguh-sungguh dilakukan

tanggung 2 jika dua aspek

jawab mengakui kesalahan dilakukan

selalu melaksanakan 1 jika satu aspek

amanat/perintah dilakukan

Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

Lembar penilaian sikap

Hari/tanggal :

Kelas :

no nama disiplin tanggung jawab

1      

2      

3      

4      

5      

6      

7      

8      
9      

10      

11      

12      

13      

14      

15      

16      

17      

18      

19      

20      

21      

22      

23      

24      

25      

d) Rubrik penilaian presentasi kelompok

Nama Kelompok :

Waktu Presentasi :

Materi :

Anggota :
No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat

(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-

100)

1 Penguasaan Materi

2 Alat peraga & power

point

3 Kekompakan

pembagian kerja

4 penyampaian

Kegiatan 2 :

a) Petunjuk kerja :

a. Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang

b. Siapkan software Power Point

b) Lembar kerja

Lakukan proses berfikir kreatif dan design thinking terhadap suatu masalah yang

dihadapi oleh siswa atau teman sekolah dalam mengikuti proses pembelajaran

secara daring dan solosi produk yang dihasilkan dari permasalahan tersebut

menggunakan tahapan pola design thinking.

1. Empathize/Empati : Amati perilaku teman/siswa yang belajar menggunakan

moda daring atau jarak jauh lakukan wawancara terhadap temanmu tanyakan

apa permasalahan/kendala/kesulitan yang dihadapi selama belajar dengan moda


daring serta apa yang dibutuhkan mereka untuk mengatasi masalah tersebut

Catatlah hasil wawancara tsb.

2. Define/Rumusan masalah: Ambil salah satu masalah untuk dibuat rancangan

penyelesaianya

3. Ideate/Membuat Gagasan : Buatlah gagasan atau ide2 sebanyak mungkin apa

saja solosi untuk menyelesaikan masalah tersebut kemudian pilih salah satu ide

yang menurut kalian paling cocok

4. Prototype: dari gagasan yang kalian pilih lakukan eksperimen produk yang dipilih

untuk solosi masalah

5. Test lakukan ujicoba produk yang telah ditentukan

c) Rubrik Penilaian Sikap

indikator aspek pengamatan skor

3 jika ketiga aspek

hadir tepat waktu dilakukan

pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek


disiplin
waktu dilakukan

1 jika satu aspek

tertib mengikuti pelajaran dilakukan

mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek

dengan sungguh-sungguh dilakukan


tanggung
2 jika dua aspek
jawab
mengakui kesalahan dilakukan

selalu melaksanakan 1 jika satu aspek


amanat/perintah dilakukan

Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

Lembar penilaian sikap

Hari/tanggal :

Kelas :

no nama disiplin tanggung jawab

1      

2      

3      

4      

5      

6      

7      

8      

9      

10      

11      

12      

13      
14      

15      

16      

17      

18      

19      

20      

21      

22      

23      

24      

25      

d) Rubrik penilaian presentasi kelompok

Nama Kelompok :

Waktu Presentasi :

Materi :

Anggota :

No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat

(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-

100)

1 Penguasaan Materi

2 Alat peraga & power


point

3 Kekompakan

pembagian kerja

4 penyampaian

Kegiatan 2 :

a. Petunjuk kerja :

a) Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang

b) Siapkan software Power Point

b. Lembar kerja

Lakukan observasi pada bisnis bidang DKV yang ada didaerahmu dengan cara

mencari informasi melalui pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara

tentang;

1. Proses management, proses yang mengendalikan pengoperasian sistem bisnis

(Management strategi)

2. Proses Operasional yang terdiri dari :

a. Pembelian

b. Manufaktur/produksi

c. Iklan dan pemasaran

d. Penjualan

3. Proses pendukung
a. Akutansi/pembukuan, administrasi

b. Perekrutan

c. Pusat bantuan

c. Rubrik Penilaian Sikap

indikator aspek pengamatan skor

3 jika ketiga aspek

hadir tepat waktu dilakukan

pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek


disiplin
waktu dilakukan

1 jika satu aspek

tertib mengikuti pelajaran dilakukan

mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek

dengan sungguh-sungguh dilakukan

tanggung 2 jika dua aspek

jawab mengakui kesalahan dilakukan

selalu melaksanakan 1 jika satu aspek

amanat/perintah dilakukan

Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang

Lembar penilaian sikap

Hari/tanggal :
Kelas :

no nama disiplin tanggung jawab

1      

2      

3      

4      

5      

6      

7      

8      

9      

10      

11      

12      

13      

14      

15      

16      

17      

18      

19      

20      
21      

22      

23      

24      

25      

d. Rubrik penilaian presentasi kelompok

Nama Kelompok :

Waktu Presentasi :

Materi :

Anggota :

No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat

(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-

100)

1 Penguasaan Materi

2 Alat peraga & power

point

3 Kekompakan

pembagian kerja

4 penyampaian

Tes Formatif
1. Jelaskan 5 prosedur K3LH dibidang desain komunikasi Visual pada saat posisi

duduk !

2. Jelaskan 5 langkah-langkah dalam Proses berpikir kreatif dan design thinking !

3. Jelaskan 5 Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual !

4. Jelaskan 10 Langkah Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi Visual !

14. Pengayaan dan Remedial

a. Pengayaan diberikan dalam bentuk materi yang lebih kompleks dan tambahan

latihan-latihan mengenai Proses bisnis berbagai industri di bidang Desain

Komunikasi Visual.

b. Remidial diberikan dalam bentuk lembar kerja atau tugas yang belum dicapai

oleh masing-masing peserta didik yang berbeda.


BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

1. K3LH DI BIDANG DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Apakah kalian pernah mengalami peristiwa ketika menggambar, pensil kalian

Patah terus berulang-ulangmeskipun sudah diraut dengan rapi? Pernahkah kalian

juga merasakan sakit di bagian pinggang atau bagian tubuh yang lain ketika

menggambar? Atau pernahkah kalian mengalami hasil pekerjaan gambar kalian

rusak karena sesuatu hal? Itulah mengapa kalian harus selalu menjaga

keselamatan diri kalian, peralatan kalian dan produk kalian dari suatu kerusakan

atau musibah kecelakaan pekerjaan. Dalam dunia profesi biasa disebut dengan K-3

(Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dalam materi ini akan kalian pelajari apa saja

K-3 dalam dunia kerja profesi Desain Komunikasi Visual meliputi keselamatan pada

individu pekerja, peralatan kerja, hasil kerja serta lingkungan kerja.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus diperhatikan agar dalam suatu

pekerjaan tidak terjadi suatu musibah atau kecelakaan yang berakibat pada

kegagalan produksi kerja tersebut. Kesalahan pada suatu proses kerja akan terus

berakibat pada proses pekerjaan berikutnya. Kegagalan dalam suatu pekerjaan

akan memiliki dampak kerugian baik secara finansial maupun kepercayaan


konsumen. Kalian harus bisa melakukan beberapa pedoman yang bisa mendukung

K-3 pada pekerjaan yang berkaitan dengan profesi

Desain Komunikasi Visual. K-3 meliputi keselamatan pada individu pekerja,

keselamatan pada peralatan kerja, keselamatan pada lingkungan kerja dan

keselamatan pada hasil kerja.

2. Proses berpikir kreatif dan design thinking

Thinking adalah sebuah konsep berpikir yang dipopulerkan oleh Rolf Faste. Ini

adalah latihan pemecahan masalah yang mengaktualisasi ide dan membuat

penyelesaian masalah dengan cara yang praktis namun kreatif. Berdasarkan sebuah

penelitian, kreativitas adalah faktor yang membuat beberapa perusahaan tetap

bertahan di tengah krisisnya ekonomi. Ini membuat banyak para pebisnis ingin

mengetahui cara berpikir seorang desainer. Sehingga mereka dapat menerapkannya

dalam usaha mereka dan mencapai kesuksesan besar.

Pola pikir ini berfokus pada orientasi tindakan. Ini berbeda dengan pola pikir

konvensional karena pola pikir ini mengeksplorasi banyak kemungkinan sehingga

dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Metode ini menggabungkan kebutuhan

user atau pengguna, dengan kemampuan teknologi yang sesuai, dan tetap membuat

sesuatu yang dapat berhasil sebagai sebuah bisnis. Design thinking bukanlah milik

para pengusaha saja. Ini juga diperlukan oleh setiap orang, termasuk saya dan setiap

pembaca Career Advice. Desain berkontribusi untuk kesuksesan kita karena cara

berpikir ini dapat menciptakan kreativitas dan mengeluarkan kita dari cara-cara

tradisional.
Pola pikir ini juga berpusat pada inovasi individu. Setiap pemahaman yang

dihasilkan berasal dari ide-ide setiap individu. Tujuannya adalah melayani kebutuhan

pengguna yang tidak dapat diucapkan melalui pengetahuan mendalam akan masalah

yang dimilikinya. Tentunya, ketika kita mampu mengimplementasikan ide-ide yang kita

miliki, peluang kesuksesan akan semakin bertambah.

Sebuah proses dengan pola pikir ini dibagi dalam 5 tahapan:

1. Empathize

Tahap pertama dalam pola pikir ini adalah memiliki empati dalam memahami

permasalahan. Yang harus diingat akan design thinking bahwa empati memainkan

peran penting di dalamnya. Jangan membuat asumsi. Cobalah untuk

membenamkan diri dalam lingkungan agar Anda memiliki pemahaman pribadi yang

mendalam akan masalah yang ada. Ini jauh lebih penting daripada asumsi yang

Anda buat. Singkatnya, seseorang yang memiliki design thinking, haruslah mampu

untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain. Seorang desainer perlu

mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna.

2. Define

Informasi yang Anda kumpulkan dalam tahapan empathize, adalah informasi yang

akan Anda gunakan dalam tahapan ini. Anda harus mampu mendefinisikan inti

permasalahan yang sebenarnya. Jika disederhanakan, Anda harus mampu

mendefinisikan masalah dari sudut pandang para pelanggan Anda, atau siapapun

yang Anda layani. Anda tidak menggunakan sudut pandang pribadi Anda sendiri.

Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan

pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi. Misalnya, daripada rekan


pembaca harus mengatakan „Kita perlu meningkatkan tampilan halaman kita

sebesar 10%‟ lebih baik Anda menggantinya dengan kalimat „Para pembaca

membutuhkan konten yang berkualitas tinggi‟. Inilah yang disebutkan bahwa para

perancang yang memiliki design thinking haruslah menghargai kebutuhan

pelanggan yang tak terpenuhi.

3. Ideate

Ketika segala sesuatu telah siap, para desainer haruslah mampu menghasilkan ide

untuk menyelesaikan permasalahan. Hal terpenting yang harus dimiliki adalah

kemampuan untuk berpikir di luar kotak. Anda harus mengidentifikasi solusi terbaru

dan melihat masalah dengan sudut pandang alternatif. Tahapan ini menggunakan

brainstorming akan ide-ide terburuk yang mungkin muncul. Dengan begini, Anda

merangsang pikiran Anda untuk memiliki pemikiran yang bebas dan memperluas

ruang masalah. Anda harus mencoba untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin

atau mendapatkan solusi sebanyak mungkin saat melakukan brainstorming. Lalu,

pertimbangkan cara terbaik yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah

dengan tepat.

4. Prototype

Tahap prototype adalah tahapan eksperimen. Ini bertujuan untuk menghasilkan

beberapa produk yang dapat dibagikan dan diuji oleh tim atau orang lain diluar tim.

Melalui eksperimen ini, tim akan dapat mengidentifikasi solusi terbaik yang mungkin

dapat diterapkan. Solusi-solusi tersebut diselidiki oleh setiap anggota tim lalu

diterima, diperbaharui dan diujikan kembali, atau mungkin ditolak. Ini semua

bergantung pada umpan balik setiap pengguna. Dan pada akhirnya, seorang
perancang akan memiliki gambaran yang jelas tentang perilaku dan cara berpikir

pengguna.

5. Test

Tahapan akhir dari design thinking adalah menguji produk yang dihasilkan

berdasarkan solusi terbaik pada tahapan sebelumnya. Design thinking bukanlah

sebuah proses linear. Pada praktiknya, pengujian menghasilkan banyak ide baru.

Informasi yang dikumpulkan dari tahapan ini digunakan untuk membedakan

masalah dan memberikan pemahaman kepada klien. Dari pengalaman pengguna

dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk

membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada.

Jadi, tahapan akhir ini bukanlah keputusan akhir. Itulah pola pikir yang dimiliki

seorang perancang. Lalu bagaimana saya dan rekan pembaca dapat menerapkan

pola pikir ini dan apa keuntungan yang akan didapat?

3. Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual

Apa saja yang dipelajari dan dilakukan oleh seorang desainer komunikasi visual ketika

sudah turun ke industri kerja?

Desainer komunikasi visual kebanyakan bekerja berdasarkan kebutuhan yang

diarahkan oleh klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri menentukan ukuran,

media, warna, teknik dan material.

Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti

iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur,

kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain.


GLOSARIUM

Design Thinking Metode atau pendekatan yang digunakan untuk


pemecahan masalah secara praktis dan kreatif dengan
fokus utama pada users atau pengguna
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pengertian K3 Menurut Keilmuan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) adalah semua Ilmu dan
Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan
dan pencemaran lingkungan. Pengertian K3 Menurut
OHSAS 18001:2007 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak
pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja
maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan
tamu) di tempat kerja.
Kesehatan kerja Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang
bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani,
maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan
pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan
yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja
maupun penyakit umum.
UU Keselamatan Kerja UU Keselamatan Kerja yang digunakan untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja, menjamin suatu proses
produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan
mengatur agar proses produksi berjalan teratur dan sesuai
rencana, dan mengatur agar proses produksi tidak
merugikan semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA

a. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. [Link]-dasar Komunikasi Visual SMK Kelas X.

Jakarta : Kemendikbud

b. Internet

- Memunculkan kreativitas dengan design thinking, [Link]

2021,05.15 Wita, [Link]

dengan-design-thinking

- Ruang Lingkup Desain Komunikasi Visual. [Link], 2021, 05.18 Wita,

[Link]

- Bagaimana Cara Memulai Bisnis Desain Grafis ?Berikut Tipsnya, [Link], 7

Nopember 2020, 05.22 Wita, [Link]

desaingrafis/

c. Video Tutorial

- [Link]

- [Link]

- [Link]

- [Link]

- [Link]

Anda mungkin juga menyukai