1.
Identitas
Nama Penyusun : Hanif Aulia
Sekolah : SMK TI Airlangga Samarinda
Tahun : 2022
Jenjang : SMK
Kelas : X
Alokasi Waktu : 18 JP (3 kali pertemuan)
Materi Pokok : Proses bisnis berbagai industri di bidang Desain
Komunikasi Visual
Jumlah Peserta Didik : 25 siswa
Moda : Blended Learning
2. Profil Pelajar Pancasila yang Berkaitan
a. Peserta didik dapat menjadi mandiri ketika menjelaskan K3LH secara mandiri
b. Peserta didik diharapkan bisa kreatif dalam desain
c. Peserta didik diharapkan bisa bergotong royong dalam mengerjakan tugas
kelompok.
3. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami manajemen produksi bidang
Desain secara menyeluruh pada berbagai industri ekonomi kreatif lainnya, antara lain
K3LH, kreativitas dalam proses kreasi dasar desain, dan menerapkannya dalam
elemen dasar perancangan dan proses desain dan produksi dalam eksekusi kerja
desain komunikasi visual secara mandiri.
4. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik mampu memahami tentang K3LH dan Keselamatan Kerja dan
Lingkungan Hidup (K3LH) di bidang Desain Komunikasi Visual
2. Peserta didik mampu memahami Proses berpikir kreatif dan design thinking
3. Peserta didik mampu memahami Lingkup bisnis industri desain komunikasi
visual.
4. Peserta didik mampu memahami Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi
Visual
5. Pertanyaan Pemantik
a. Apakah kalian pernah mendengar tentang design thinking?
b. Apa yang kalian fikirkan tentang proses desain sebuah produk?
6. Sarana Prasarana
Bahan : Modul Ajar dan Video Tutorial
Alat : Laptop/Komputer, HP, dan Jaringan Internet
Media Aplikasi :google drive, Email, google form
Prasarana : Ruang Kelas
7. Karakter Peserta Didik/Target Peserta Didik
Peserta didik regular dengan tipikal umum
8. Materi Ajar
a) Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) di bidang
Desain Komunikasi Visual
b) Proses berpikir kreatif dan design thinking
c) Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual
d) Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi Visual
9. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pertama (6 x 45 menit)
Langkah Deskripsi Alokasi
Pembelajara Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit
kabar peserta didik
2. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran
peserta didik
3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk
melakukan literasi lewat buku dan internet.
4. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang
akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai
Kegiatan inti 1. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit
penjelasan tentang K3LH dibidang desain
komunikasi visual
2. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai
K3LH yang mungkin ada di sekitar di sekitar
lingkungan mereka
3. Guru memantik peserta didik untuk saling
berdiskusi mengenai isu-isu K3LH yang mereka
alami di sekitar mereka
4. Guru memberikan penugasan kepada peserta
didik terkait dengan materi K3LH dibidang desain
komunikasi visual melalui sumber-sumber belajar
yang sudah diberikan
5. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan
kelompoknya tentang penugasan yang diberikan
tentang K3LH dibidang desain komunikasi visual
melalui sumber-sumber belajar yang sudah
diberikan.
6. Peserta didik mempresentasikan tugas yang
sudah diberikan
7. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik
yang mempresentasikan tugas yang sudah
diberikan dengan peserta didik lainnya.
Kegiatan 1. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit
penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis
dalam buku catatan masing-masing.
2. Guru mengajak peserta didik memberikan
kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang
telah dijalani melalui google form yang dibuat
oleh guru.
3. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan
selanjutnya.
4. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam
Kegiatan Kedua (6 x 45 menit)
Langkah Deskripsi Alokasi
Pembelajara Waktu
Pendahuluan 6. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit
kabar peserta didik
7. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran
peserta didik
8. Peserta didik diberikan kesempatan untuk
melakukan literasi lewat buku dan internet.
9. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang
akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik
10. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai
Kegiatan inti 8. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit
penjelasan tentang tentang berpikir kreatif dan
design thinking
9. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai
tentang berpikir kreatif dan design thinking yang
mungkin ada di sekitar di sekitar lingkungan
mereka
10. Guru memantik peserta didik untuk saling
berdiskusi mengenai isu-isu tentang berpikir
kreatif dan design thinking yang mereka alami di
sekitar mereka
11. Guru memberikan penugasan kepada peserta
didik terkait dengan materi tentang berpikir kreatif
dan design thinking melalui sumber-sumber
belajar yang sudah diberikan
12. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan
kelompoknya tentang penugasan yang diberikan
tentang tentang berpikir kreatif dan design
thinking melalui sumber-sumber belajar yang
sudah diberikan.
13. Peserta didik mempresentasikan tugas yang
sudah diberikan
14. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik
yang mempresentasikan tugas yang sudah
diberikan dengan peserta didik lainnya.
Kegiatan 5. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit
penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis
dalam buku catatan masing-masing.
6. Guru mengajak peserta didik memberikan
kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang
telah dijalani melalui google form yang dibuat
oleh guru.
7. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan
selanjutnya.
8. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam
Kegiatan Ketiga (6 x 45 menit)
Langkah Deskripsi Alokasi
Pembelajara Waktu
Pendahuluan 11. Guru memberi salam, selanjutnya menanyakan 20 menit
kabar peserta didik
12. Guru melakukan absensi memeriksa kehadiran
peserta didik
13. Peserta didik diberikan kesempatan untuk
melakukan literasi lewat buku dan internet.
14. Guru memberikan apersepsi terkait materi yang
akan di sampaikan serta pertanyaan pemantik
15. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai
Kegiatan inti 15. Peserta didik menyimak guru dalam memberikan 230 menit
penjelasan tentang lingkup bisnis dan proses
bisnis di bidang desain komunikasi visual
16. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai
lingkup bisnis dan proses bisnis di bidang desain
komunikasi visual yang mungkin ada di sekitar di
sekitar lingkungan mereka
17. Guru memantik peserta didik untuk saling
berdiskusi mengenai isu-isu lingkup bisnis dan
proses bisnis di bidang desain komunikasi visual
yang mereka alami di sekitar mereka
18. Guru memberikan penugasan kepada peserta
didik terkait dengan materi tentang lingkup bisnis
dan proses bisnis di bidang desain komunikasi
visual melalui sumber-sumber belajar yang
sudah diberikan
19. Peserta didik mendiskusikan dengan dengan
kelompoknya tentang penugasan yang diberikan
tentang lingkup bisnis dan proses bisnis di
bidang desain komunikasi visual melalui sumber-
sumber belajar yang sudah diberikan.
20. Peserta didik mempresentasikan tugas yang
sudah diberikan
21. Guru memantik diskusi mengenai peserta didik
yang mempresentasikan tugas yang sudah
diberikan dengan peserta didik lainnya.
Kegiatan 9. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi 20 menit
penutup terhadap kegiatan sudah dilaksanakan dan ditulis
dalam buku catatan masing-masing.
10. Guru mengajak peserta didik memberikan
kesimpulan atas segala kegiatan pelajaran yang
telah dijalani melalui google form yang dibuat
oleh guru.
11. Guru memberi tindak lanjut untuk pertemuan
selanjutnya.
12. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam
10. Asesmen
a. Sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa jurnal sikap
b. Performa dalam bentuk presentasi
c. Tertulis dalam bentuk essay
11. Refleksi Guru
1. Menurut anda, apakah metode yang digunakan untuk mencapai tujuan aktifitas
telah sesuai ?
2. Menurut anda, apakah aktifitas tema telah berjalan sesuai dengan alur ?
3. Menurut anda, apa kendala dan hambatan dalam melaksanakan aktifitas tema ini?
4. Menurut anda apakah pesan dimensi profil pelajar Pancasila sudah tercapai ?
12. Refleksi Siswa
Menurut Anda, apakah sudah mempunyai gambaran tentang Desain thinking dan
lingkup bisnis pada bidang dkv ?
13. Lembar Kerja Peserta Didik
Kegiatan 1 :
a) Petunjuk kerja :
a. Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
b. Siapkan software Power Point
b) Lembar Kerja :
a. Buatlah aktifitas K3LH di Bidang Desain Komunikasi Digital
No Nama Aktifitas Posisi salah Posisi benar keterangan
dst
b. Salah Satu alat yang kerja yang digunakan oleh DKV adalah komputer.
Terutama dalam kegiatan mendesain produk secara digital. Penggunaan alat
kerja/komputer yang terus menerus mengakibatkan Computer Vision
Syndrome (CVS).
i. Apa itu CVS ?
ii. Apa Penyebab dan Gejala CVS ?
iii. Apa yang dapat meningkatkan CVS ?
iv. Bagaimana cara pencegahan dari CVS ?
c) Rubrik Penilaian Sikap
indikator aspek pengamatan skor
3 jika ketiga aspek
hadir tepat waktu dilakukan
pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek
disiplin
waktu dilakukan
1 jika satu aspek
tertib mengikuti pelajaran dilakukan
mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek
dengan sungguh-sungguh dilakukan
tanggung 2 jika dua aspek
jawab mengakui kesalahan dilakukan
selalu melaksanakan 1 jika satu aspek
amanat/perintah dilakukan
Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang
Lembar penilaian sikap
Hari/tanggal :
Kelas :
no nama disiplin tanggung jawab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
d) Rubrik penilaian presentasi kelompok
Nama Kelompok :
Waktu Presentasi :
Materi :
Anggota :
No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat
(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-
100)
1 Penguasaan Materi
2 Alat peraga & power
point
3 Kekompakan
pembagian kerja
4 penyampaian
Kegiatan 2 :
a) Petunjuk kerja :
a. Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
b. Siapkan software Power Point
b) Lembar kerja
Lakukan proses berfikir kreatif dan design thinking terhadap suatu masalah yang
dihadapi oleh siswa atau teman sekolah dalam mengikuti proses pembelajaran
secara daring dan solosi produk yang dihasilkan dari permasalahan tersebut
menggunakan tahapan pola design thinking.
1. Empathize/Empati : Amati perilaku teman/siswa yang belajar menggunakan
moda daring atau jarak jauh lakukan wawancara terhadap temanmu tanyakan
apa permasalahan/kendala/kesulitan yang dihadapi selama belajar dengan moda
daring serta apa yang dibutuhkan mereka untuk mengatasi masalah tersebut
Catatlah hasil wawancara tsb.
2. Define/Rumusan masalah: Ambil salah satu masalah untuk dibuat rancangan
penyelesaianya
3. Ideate/Membuat Gagasan : Buatlah gagasan atau ide2 sebanyak mungkin apa
saja solosi untuk menyelesaikan masalah tersebut kemudian pilih salah satu ide
yang menurut kalian paling cocok
4. Prototype: dari gagasan yang kalian pilih lakukan eksperimen produk yang dipilih
untuk solosi masalah
5. Test lakukan ujicoba produk yang telah ditentukan
c) Rubrik Penilaian Sikap
indikator aspek pengamatan skor
3 jika ketiga aspek
hadir tepat waktu dilakukan
pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek
disiplin
waktu dilakukan
1 jika satu aspek
tertib mengikuti pelajaran dilakukan
mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek
dengan sungguh-sungguh dilakukan
tanggung
2 jika dua aspek
jawab
mengakui kesalahan dilakukan
selalu melaksanakan 1 jika satu aspek
amanat/perintah dilakukan
Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang
Lembar penilaian sikap
Hari/tanggal :
Kelas :
no nama disiplin tanggung jawab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
d) Rubrik penilaian presentasi kelompok
Nama Kelompok :
Waktu Presentasi :
Materi :
Anggota :
No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat
(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-
100)
1 Penguasaan Materi
2 Alat peraga & power
point
3 Kekompakan
pembagian kerja
4 penyampaian
Kegiatan 2 :
a. Petunjuk kerja :
a) Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
b) Siapkan software Power Point
b. Lembar kerja
Lakukan observasi pada bisnis bidang DKV yang ada didaerahmu dengan cara
mencari informasi melalui pengamatan langsung ke lapangan dan wawancara
tentang;
1. Proses management, proses yang mengendalikan pengoperasian sistem bisnis
(Management strategi)
2. Proses Operasional yang terdiri dari :
a. Pembelian
b. Manufaktur/produksi
c. Iklan dan pemasaran
d. Penjualan
3. Proses pendukung
a. Akutansi/pembukuan, administrasi
b. Perekrutan
c. Pusat bantuan
c. Rubrik Penilaian Sikap
indikator aspek pengamatan skor
3 jika ketiga aspek
hadir tepat waktu dilakukan
pengumpulan tugas tepat 2 jika dua aspek
disiplin
waktu dilakukan
1 jika satu aspek
tertib mengikuti pelajaran dilakukan
mengerjakan tugas 3 jika ketiga aspek
dengan sungguh-sungguh dilakukan
tanggung 2 jika dua aspek
jawab mengakui kesalahan dilakukan
selalu melaksanakan 1 jika satu aspek
amanat/perintah dilakukan
Nilai sikap : 3 = baik, 2 = cukup, 1 = kurang
Lembar penilaian sikap
Hari/tanggal :
Kelas :
no nama disiplin tanggung jawab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
d. Rubrik penilaian presentasi kelompok
Nama Kelompok :
Waktu Presentasi :
Materi :
Anggota :
No Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat
(20-39) (40-59) (60-79) Baik (80-
100)
1 Penguasaan Materi
2 Alat peraga & power
point
3 Kekompakan
pembagian kerja
4 penyampaian
Tes Formatif
1. Jelaskan 5 prosedur K3LH dibidang desain komunikasi Visual pada saat posisi
duduk !
2. Jelaskan 5 langkah-langkah dalam Proses berpikir kreatif dan design thinking !
3. Jelaskan 5 Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual !
4. Jelaskan 10 Langkah Proses Bisnis di bidang Desain Komunikasi Visual !
14. Pengayaan dan Remedial
a. Pengayaan diberikan dalam bentuk materi yang lebih kompleks dan tambahan
latihan-latihan mengenai Proses bisnis berbagai industri di bidang Desain
Komunikasi Visual.
b. Remidial diberikan dalam bentuk lembar kerja atau tugas yang belum dicapai
oleh masing-masing peserta didik yang berbeda.
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. K3LH DI BIDANG DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Apakah kalian pernah mengalami peristiwa ketika menggambar, pensil kalian
Patah terus berulang-ulangmeskipun sudah diraut dengan rapi? Pernahkah kalian
juga merasakan sakit di bagian pinggang atau bagian tubuh yang lain ketika
menggambar? Atau pernahkah kalian mengalami hasil pekerjaan gambar kalian
rusak karena sesuatu hal? Itulah mengapa kalian harus selalu menjaga
keselamatan diri kalian, peralatan kalian dan produk kalian dari suatu kerusakan
atau musibah kecelakaan pekerjaan. Dalam dunia profesi biasa disebut dengan K-3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dalam materi ini akan kalian pelajari apa saja
K-3 dalam dunia kerja profesi Desain Komunikasi Visual meliputi keselamatan pada
individu pekerja, peralatan kerja, hasil kerja serta lingkungan kerja.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus diperhatikan agar dalam suatu
pekerjaan tidak terjadi suatu musibah atau kecelakaan yang berakibat pada
kegagalan produksi kerja tersebut. Kesalahan pada suatu proses kerja akan terus
berakibat pada proses pekerjaan berikutnya. Kegagalan dalam suatu pekerjaan
akan memiliki dampak kerugian baik secara finansial maupun kepercayaan
konsumen. Kalian harus bisa melakukan beberapa pedoman yang bisa mendukung
K-3 pada pekerjaan yang berkaitan dengan profesi
Desain Komunikasi Visual. K-3 meliputi keselamatan pada individu pekerja,
keselamatan pada peralatan kerja, keselamatan pada lingkungan kerja dan
keselamatan pada hasil kerja.
2. Proses berpikir kreatif dan design thinking
Thinking adalah sebuah konsep berpikir yang dipopulerkan oleh Rolf Faste. Ini
adalah latihan pemecahan masalah yang mengaktualisasi ide dan membuat
penyelesaian masalah dengan cara yang praktis namun kreatif. Berdasarkan sebuah
penelitian, kreativitas adalah faktor yang membuat beberapa perusahaan tetap
bertahan di tengah krisisnya ekonomi. Ini membuat banyak para pebisnis ingin
mengetahui cara berpikir seorang desainer. Sehingga mereka dapat menerapkannya
dalam usaha mereka dan mencapai kesuksesan besar.
Pola pikir ini berfokus pada orientasi tindakan. Ini berbeda dengan pola pikir
konvensional karena pola pikir ini mengeksplorasi banyak kemungkinan sehingga
dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Metode ini menggabungkan kebutuhan
user atau pengguna, dengan kemampuan teknologi yang sesuai, dan tetap membuat
sesuatu yang dapat berhasil sebagai sebuah bisnis. Design thinking bukanlah milik
para pengusaha saja. Ini juga diperlukan oleh setiap orang, termasuk saya dan setiap
pembaca Career Advice. Desain berkontribusi untuk kesuksesan kita karena cara
berpikir ini dapat menciptakan kreativitas dan mengeluarkan kita dari cara-cara
tradisional.
Pola pikir ini juga berpusat pada inovasi individu. Setiap pemahaman yang
dihasilkan berasal dari ide-ide setiap individu. Tujuannya adalah melayani kebutuhan
pengguna yang tidak dapat diucapkan melalui pengetahuan mendalam akan masalah
yang dimilikinya. Tentunya, ketika kita mampu mengimplementasikan ide-ide yang kita
miliki, peluang kesuksesan akan semakin bertambah.
Sebuah proses dengan pola pikir ini dibagi dalam 5 tahapan:
1. Empathize
Tahap pertama dalam pola pikir ini adalah memiliki empati dalam memahami
permasalahan. Yang harus diingat akan design thinking bahwa empati memainkan
peran penting di dalamnya. Jangan membuat asumsi. Cobalah untuk
membenamkan diri dalam lingkungan agar Anda memiliki pemahaman pribadi yang
mendalam akan masalah yang ada. Ini jauh lebih penting daripada asumsi yang
Anda buat. Singkatnya, seseorang yang memiliki design thinking, haruslah mampu
untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain. Seorang desainer perlu
mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna.
2. Define
Informasi yang Anda kumpulkan dalam tahapan empathize, adalah informasi yang
akan Anda gunakan dalam tahapan ini. Anda harus mampu mendefinisikan inti
permasalahan yang sebenarnya. Jika disederhanakan, Anda harus mampu
mendefinisikan masalah dari sudut pandang para pelanggan Anda, atau siapapun
yang Anda layani. Anda tidak menggunakan sudut pandang pribadi Anda sendiri.
Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan
pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi. Misalnya, daripada rekan
pembaca harus mengatakan „Kita perlu meningkatkan tampilan halaman kita
sebesar 10%‟ lebih baik Anda menggantinya dengan kalimat „Para pembaca
membutuhkan konten yang berkualitas tinggi‟. Inilah yang disebutkan bahwa para
perancang yang memiliki design thinking haruslah menghargai kebutuhan
pelanggan yang tak terpenuhi.
3. Ideate
Ketika segala sesuatu telah siap, para desainer haruslah mampu menghasilkan ide
untuk menyelesaikan permasalahan. Hal terpenting yang harus dimiliki adalah
kemampuan untuk berpikir di luar kotak. Anda harus mengidentifikasi solusi terbaru
dan melihat masalah dengan sudut pandang alternatif. Tahapan ini menggunakan
brainstorming akan ide-ide terburuk yang mungkin muncul. Dengan begini, Anda
merangsang pikiran Anda untuk memiliki pemikiran yang bebas dan memperluas
ruang masalah. Anda harus mencoba untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin
atau mendapatkan solusi sebanyak mungkin saat melakukan brainstorming. Lalu,
pertimbangkan cara terbaik yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah
dengan tepat.
4. Prototype
Tahap prototype adalah tahapan eksperimen. Ini bertujuan untuk menghasilkan
beberapa produk yang dapat dibagikan dan diuji oleh tim atau orang lain diluar tim.
Melalui eksperimen ini, tim akan dapat mengidentifikasi solusi terbaik yang mungkin
dapat diterapkan. Solusi-solusi tersebut diselidiki oleh setiap anggota tim lalu
diterima, diperbaharui dan diujikan kembali, atau mungkin ditolak. Ini semua
bergantung pada umpan balik setiap pengguna. Dan pada akhirnya, seorang
perancang akan memiliki gambaran yang jelas tentang perilaku dan cara berpikir
pengguna.
5. Test
Tahapan akhir dari design thinking adalah menguji produk yang dihasilkan
berdasarkan solusi terbaik pada tahapan sebelumnya. Design thinking bukanlah
sebuah proses linear. Pada praktiknya, pengujian menghasilkan banyak ide baru.
Informasi yang dikumpulkan dari tahapan ini digunakan untuk membedakan
masalah dan memberikan pemahaman kepada klien. Dari pengalaman pengguna
dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk
membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada.
Jadi, tahapan akhir ini bukanlah keputusan akhir. Itulah pola pikir yang dimiliki
seorang perancang. Lalu bagaimana saya dan rekan pembaca dapat menerapkan
pola pikir ini dan apa keuntungan yang akan didapat?
3. Lingkup bisnis industri desain komunikasi visual
Apa saja yang dipelajari dan dilakukan oleh seorang desainer komunikasi visual ketika
sudah turun ke industri kerja?
Desainer komunikasi visual kebanyakan bekerja berdasarkan kebutuhan yang
diarahkan oleh klien, sehingga ia tidak bisa semaunya sendiri menentukan ukuran,
media, warna, teknik dan material.
Produk atau karya DKV dapat kita jumpai di mana-mana dalam keseharian kita, seperti
iklan (media massa cetak atau elektronik), internet, poster, signboard, katalog, brosur,
kartu nama, kemasan, baliho hingga animasi dan lain-lain.
GLOSARIUM
Design Thinking Metode atau pendekatan yang digunakan untuk
pemecahan masalah secara praktis dan kreatif dengan
fokus utama pada users atau pengguna
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pengertian K3 Menurut Keilmuan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) adalah semua Ilmu dan
Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan
dan pencemaran lingkungan. Pengertian K3 Menurut
OHSAS 18001:2007 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak
pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja
maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan
tamu) di tempat kerja.
Kesehatan kerja Kesehatan kerja adalah suatu kondisi kesehatan yang
bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani, rohani,
maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan
pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan
yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja
maupun penyakit umum.
UU Keselamatan Kerja UU Keselamatan Kerja yang digunakan untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja, menjamin suatu proses
produksi berjalan teratur dan sesuai rencana, dan
mengatur agar proses produksi berjalan teratur dan sesuai
rencana, dan mengatur agar proses produksi tidak
merugikan semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA
a. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. [Link]-dasar Komunikasi Visual SMK Kelas X.
Jakarta : Kemendikbud
b. Internet
- Memunculkan kreativitas dengan design thinking, [Link]
2021,05.15 Wita, [Link]
dengan-design-thinking
- Ruang Lingkup Desain Komunikasi Visual. [Link], 2021, 05.18 Wita,
[Link]
- Bagaimana Cara Memulai Bisnis Desain Grafis ?Berikut Tipsnya, [Link], 7
Nopember 2020, 05.22 Wita, [Link]
desaingrafis/
c. Video Tutorial
- [Link]
- [Link]
- [Link]
- [Link]
- [Link]