0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan11 halaman

Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia

Proposal ini membahas tentang tindak pidana pencucian uang di Indonesia dengan meninjau Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2010. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik hukum pidana dan problematika penegakan hukum terhadap undang-undang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan rencana susunan bab membahas latar belakang, politik hukum, problematika penegakan hukum, dan penutup.

Diunggah oleh

rizki nugroho F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan11 halaman

Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia

Proposal ini membahas tentang tindak pidana pencucian uang di Indonesia dengan meninjau Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2010. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik hukum pidana dan problematika penegakan hukum terhadap undang-undang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan rencana susunan bab membahas latar belakang, politik hukum, problematika penegakan hukum, dan penutup.

Diunggah oleh

rizki nugroho F
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

Pencucian Uang (Money Lundering) di Indonesia suatu tinjauan terhadap


Undang-Undang Pemberantasa Tindak Pidana Pencucian Uang

Dibuat untuk memenuhi tugas UAS


Mata kuliah : Metode Penelitian Ilmu Hukum

Dosen pengampu :
Prof. Dr. Hadin Muhjad,S.H., M.H.

Oleh :
Muhammad Ghulam Reza
2220215310074

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS HUKUM
BANJARMASIN
2023
DAFTAR ISI

A. Latar Belakang Masalah................................................................................3

B. Permasalahan..................................................................................................5

C. Tujuan Dan Manfaat......................................................................................5

D. Metode Penelitian............................................................................................6

1. Tipe Penelitian...............................................................................................6

2. Pendekatan Penlitian.....................................................................................6

3. Langkah-langkah...........................................................................................7

E. Sistematika Penulisan.....................................................................................9

F. Rancangan Susunan Bab..............................................................................10

Bab I Pendahuluan..............................................................................................10

Bab II Politik Hukum Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di


Indonesia.............................................................................................................10

Bab III Problematika dalam praktik penegakkan hukum Undang-Undang


Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
Di Indonesia........................................................................................................10

Bab IV Penutup..................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA
A. Latar Belakang Masalah
Money laundering dikenal sejak tahun 1930 di Amerika Serikat.
Munculnya istilah tersebut erat kaitannya dengan perusahaan laundry. Hal ini
dikarenakan pada masa itu kejahatan pencucian uang tersebut dilakukan oleh
organisasi kejahatan mafia melalui pembelian perusahaan-perusahaan pencuci
pakaian atau laundry sebagai tempat untuk melakukan pencucian uang hasil
kejahatan, dari sanalah muncul istilah money laundering. 1 Secara populer dapat
dijelaskan, bahwa aktifitas pencucian uang secara umum merupakan suatu
perbuatan memindahkan, menggunakan atau melakukan perbuatan lainnya atas
hasil dari suatu tindak pidana yang kerap dilakukan oleh organization crime,
maupun individu yang melakukan tindakan korupsi, perdagangan narkotika dan
tindak pidana lainnya dengan tujuan menyembunyikan atau mengaburkan asal
usul uang yang berasal dari hasil tindak pidana tersebut, sehingga dapat digunakan
seolah-olah sebagai uang yang sah tanpa terdeteksi bahwa aset tersebut berasal
dari kegiatan yang ilegal.2 Dalam penjelasan Undang-Undang No.8 Tahun 2010
Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Uang menyebutkan
bahwa pada umumnya pelaku tindak pidana berusaha menyembunyikan atau
menyamarkan asal usul harta kekayaan yang merupaan hasil dari tindak pidana
dengan berbagai cara agar harta kekayaan hasil tindak pidananya susah
diselidiki/disidik oleh aparat penegak hukum sehingga dengan mudah dapat
menggunakan harta kekayaan tersebut baik untuk kegiatan yang sah maupun tidak
sah, maka tindak pidana pencucian uang tidak hanya mengancam stabilitas sistem
perekenomian dan sistem keuangan, tetapi juga dapat membahayakan sendi-sendi
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila dan
UUD 1945.
Secara umum ada dua alasan pokok yang menyebabkan praktik pencucian
uang diperangi dan dinyatakan sebagai tindak pidana, yaitu pertama pengaruh
pencucian uang pada sistem keuangan dan ekonomi diyakini berdampak negatif
1
Adrian Sutedi, Hukum Perbankan : Suatu Tinjauan Pencucian Uang, Merger, dan
Kepailitan, Cetakan 1, Jakarta : Sinar Grafika, 2008, hlm 17
2
Emmy Yuhassarie, Tindak Pidana Pencucian Uang : prosiding Rangkaian Lokakarya
Terbatas Masalah-Masalah Kepailitan dan Wawasan Hukum Bisnis Lainnya, Cetakan 1, Jakarta
Selatan : Pusat Pengkajian Hukum, 2005, hlm 45

3
bagi perekonomian dunia, misalnya, dampak negatif terhadap efektifitas
penggunaan sumber daya dan dana yang banyak digunakan untuk kegiatan tidak
sah dan menyebabkan pemanfaatan dana yang kurang optimal, sehingga
merugikan masyarakat.
Dalam upayanya memerangi tindak pidana pencucian uang pemerintah
Indonesia telah melakukan political will nya didalm pemberantasan tindak pidana
pencucian uang lewat dialakukan nya ratifikasi UNCAC dan menghasilkan aturan
berupa Undang-undang Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Pencucian Uang. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa segala
perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai ketentuan pada
undang-undang ini akan dijerat dengan tindak pidana pencucian uang. 3Rezim
anti-pencucian uang di Indonesia sudah memasuki tahun ke-13, sejak terakhir di
sahkan dan diundangkan pada tahun 2010, pada satu dekade lebih tersebut telah
terjadi beberapa kasus tentang tindak pencucian uang terjadi di Indonesia. Seiring
dengan terjadinya tindak pidana pencucian uang secara otomatis memunculkan
beberapa problematika lanjutan terhadap kejahatan pencucian uang di Indonesia
khususnya berkaitan dengan instrumen Undang-undang Nomor 08 Tahun 2010
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang beserta dengan
penegakkan hukumnya. Sepak terjang Undang-undang Nomor 08 Tahun 2010
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang beserta dengan
penegakkan hukumnya dewasa ini berhadapan dengan beberapa problematika,
seperti pada aspek penegakkan hukumnya. Perkembangan regulasi pencegahan
dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia telah sebanyak 3
(tiga) kali dilakukan penyempurnaan, dan yang terakhir berlaku hingga saat ini
adalah Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan tindak Pidana Pencucian Uang, namun dalam aplikasinya masih
belum berjalan maksimal.4 peraturan perundang-undangan yang ada ternyata
masih memberikan ruang timbulnya penafsiran yang berbeda-beda, adanya celah
3
JAHJA, H. Juni Sjafrien; SH, M. H. Melawan money laundering!: mengenal, mencegah, &
memberantas tindak pidana pencucian uang. Visimedia, 2012. Hal 6
4
MEMBALIK, Claudia. PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA
PENCUCIAN UANG DARI HASIL KORUPSI DITINJAU DARI DELIK PIDANA DAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2010. LEX PRIVATUM, 2022, 10.4. Hal 2

4
hukum, kurang efektifnya pemberian sanksi, belum dimanfaatkannya terobosan
beban pembuktian terbalik, keterbatasan pencarian informasi, sempitnya cakupan
pelapor dan jenis laporannya, serta kurang jelasnya tugas dan kewenangan dari
para pelaksana Undang-Undang ini. Sehingga perlu diganti dan akhirnya pada
2010 pemerintah mengesahkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang
Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.5 Dalam
menanggulangi kejahatan tindak pidana pencucian uang dibutuhkan kemampuan
penegak hukum yang mempunyai sumber daya manusia yang handal dalam
melakukan penyelidikan dan penyidikan, tetapi yang tidak kalah pentingnya
adalah membangun sinergitas di antara pemangku kepentingan guna mencegah
dan memberantas tindak pidana pencucian uang.
B. Permasalahan
1. Bagaimanakah politik hukum pidana Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang di Indonesia?
2. Bagaimanakah problematika dalam praktik penegakkan hukum Undang-
undang Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang di Indonesia ?
C. Tujuan Dan Manfaat
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengkaji dan menganalisis perihal arah kebijakan atau politik
hukum pidana Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di
Indonesia.
2. Untuk mengkaji dan menganalisis tentang problematika-problematika atau
masalah yang dihadapi dalam rangka penegakkan hukum Undang-undang
Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian
Uang di Indonesia.
Manfaat Penelitian
1. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang
bermanfaat bagi penegakan hukum pidana dalam hal ini kejahatan Tindak
Pidana Pencucian Uang serta dapat menjadi bahan evaluasi dan bahan
5
RININTA, Rininta; HARTANTO, Hartanto. Problematika Penegakan Hukum Tindak
Pidana Pencucian Uang. DOKTRINA: JOURNAL OF LAW, 2021, 4.2: 113-126. Hal 115

5
pertimbangan penegak hukum dalam meningkatkan penegakan hukum di
Indonesia.
2. Menyediakan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pemangku
kepentingan untuk melakukan peninjauan terhadap ketentuan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang ada.
D. Metode Penelitian
1. Tipe Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum
normatif adalah penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan
kepustakaan atau bahan sekunder belaka. Dalam penelitian hukum normatif,
penelitian terhadap asas-asas dan kaidah-kaidah hukum di pergunakan sebagai
alat untuk menganalisa peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku
dalam hal ini Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana
pencucian uang. Sifat penelitian ini adalah deskriptif, merupakan metode yang
dipakai untuk menggambarkan suatu kondisi atau keadaan yang sedang
berlangsung yang bertujuan agar dapat memberikan data mengenai objek
penelitian sehingga mampu menggali hal–hal yang bersifat ideal, kemudian
dianalisis berdasarkan teori hukum atau peraturan perundang–undangan.
Dalam penelitian ini metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran
atau suatu fenomena yang berhubungan dengan penegakan hukum atas analisis
terhadap pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang yang
ditinjau dari Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2010.
2. Pendekatan Penlitian
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, karena
mengutamakan tinjauan dari segi peraturan hukum yang menyangkut dalam
aturan tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
Metode pendekatan yuridis normatif dipergunakan dengan pertimbangan titik
tolak penelitian adalah analisis terhadap peraturan perundangan-undangan
dibidang tindak pidana pencucian uang dan dibidang perbankan sebagai hukum
positif di Indonesia. Dan metode berfikir yang digunakan adalah metode
berfikir deduktif (cara berfikir dalam penarikan kesimpulan yang ditarik dari

6
sesuatu yang sifatnya Pendekatan Undang-undang (statute approach) yaitu
pendekatan dengan menggunakan undang-undang yang berkaitan dengan
pemilihan umum dan aturan dalam pembuatan undang-undang.

3. Langkah-langkah
a. Pengumpulan Bahan Hukum
Penelitian dengan pendekatan yuridis normatif dimulai langkah
awal adalah melakukan inventarisasi peraturan perundang–undangan di
bidang tindak pidana pencucian uang dan peran bank dalam pencegahan
dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang serta peraturan–
peraturan lainnya. Usaha untuk memperoleh peraturan perundang–
undangan di bidang tindak pidana pencucian uang khusus mengenai
pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang didukung
dengan menelaah terlebih dahulu terhadap bahan hukum sekunder, berupa
tulisan para ahli dan kebijakan hukum pidana. Cara tersebut didukung
dengan bahan hukum tertier. Setelah inventarisasi peraturan perundang–
undangan selesai dibuat intisari dari setiap peraturan perundang–undangan
yang bersangkutan. Hal ini untuk mempermudah analisis serta pembuatan
laporan penelitian.
b. Bahan Hukum
1) Bahan Hukum Primer dalam penelitian ini adalah Primer Data primer
dalam penelitian ini adalah UUD 1945, Undang-Undang Nomor 8 tahun
2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan
peraturan lainnya yang terkait perihal tindak pidana pencucian uang.
2) Bahan Hukum Sekunder dalam penelitian ini adalah semua publikasi
secara online maupun terbitan penerbit tentang dokumen-dokumen.
Publikasi tersebut mengenai dokumen-dokumen dibidang politik dan
hukum serta penegakkan hukum tentang tindak pidana pencucian uang,
jurnal-jurnal hukum, kamus hukum, maupun komentar-komentar atau
pandangan hukum tentang tindak pidana pencucian uang. Penelitian
kepustakaan dalam data sekunder ini dilakukan dengan cara riset dan
menggutip pendapat yang dapat mendukung penelitian ini.

7
3) Bahan Hukum Sekunder dalam penelitian ini adalah bahan berupa
sumber-sumber yang digunakan sebagai tambahan atau pelengkap dari
bahan primer maupun sekunder, yaitu kamus maupun ensiklopedia dan
bahan dari inernet.
c. Analisis Bahan Hukum
Bahan Hukum yang diperoleh Penulis, dianalisis dengan analisis
kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan,
menguraikan, dan menggambarkan permasalahan serta penyelesaiannya
yang berkaitan dengan rumusan masalah yang dibuat. Analisis bahan
hukum adalah bagaimana memanfaatkan sumber-sumber bahan hukum
yang telah terkumpul untuk digunakan dalam memecahkan permasalahan
dalam penelitian ini. Dasar dari penggunaan analisis secara normatif,
dikarenakan bahan-bahan hukum dalam penelitian ini mengarah pada
kajian-kajian yang bersifat teoritis dalam bentuk asas-asas hukum, konsep-
konsep hukum, serta kaidah-kaidah hukum. Bahan-bahan hukum yang
telah berhasil dikumpulkan dilakukan analisis yakni deskripsi, interpretasi,
evaluasi dan sistematisasi. Teknik deskripsi yakni menguraikan
(mengabstraksikan) suatu fenomena apa adanya atau posisi dari proposisi-
proposisi hukum dan non-hukum yang dijumpai. Teknik interpretasi atau
penafsiran menggunakan jenis-jenis penafsiran dalam ilmu hukum
terhadap proposisi-proposisi yang dijumpai guna disistematisasikan sesuai
dengan pembahasan atas pokok permasalahan penelitian ini. Teknik
evaluasi adalah penilaian berupa tepat atau tidak tepat, setuju atau tidak
setuju, benar atau salah, sah atau tidak sah, oleh peneliti terhadap suatu
pandangan, proposisi, pernyataan rumusan norma, baik yang tertera dalam
bahan hukum primer maupun dalam bahan hukum sekunder. Teknik
sistematisasi adalah berupaya untuk mencari kaitan rumusan suatu konsep
atau proposisi hukum antara peraturan perundang-undangan yang sederajat
maupun yang tidak sederajat. Hasil dari empat teknik analisis tersebut
kemudian dilakukan analisis menurut isinya (content analysis), yang
merupakan analisis isi dengan upaya untuk memilah-milah dan memilih

8
data dari berbagai bahan pustaka yang ada serta searah dengan objek
penelitian yang dimaksud. Metode analisis data dalam penelitian ini,
dengan mengolah secara sistematis bahan-bahan penelitian untuk dikaji
secara komprehensif. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah
metode deskriptif sekaligus kualitatif. Deskriptif adalah menganalisis data
dengan cara memaparkan secara terperinci dan tepat perihal fenomena
tertentu terkait dengan penulisan hukum ini. Kualitatif adalah menganalisis
pemaparan hasil-hasil penulisan yang sudah disistematisasikan tersebut
dengan kajian dari teori-teori hukum dan hukum positif. Hal ini guna
menjelaskan permasalahan penelitian hukum dengan kalimat yang logis,
bersifat ilmiah dan mudah dipahami.
E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan pada proposal penelitian ini terbagi menjadi 4
(empat) bab, yang masing masing bab tersebut terdiri dari sub-bab yang
memperjelas permasalahan yang menjadi topik permasalahan, berikut adalah
perinciannya :
1) Pada Bab I merupakan pendahuluan yang mana pada bab tersebut peneliti
akan membahas mengenai pendahulan yaitu meliputi latar belakang
permasalahan; identifikasi, pembatasan, dan perumusan masalah; tujuan
penelitian dan manfaat penelitian, metode penelitian; dan sistematika
penelitian
2) Pada Bab II merupakan pembahasan terhadap permasalahan pertama yaitu
“Bagaimanakah politik hukum pidana Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang di Indonesia?” yang mana didalm bab tersebut penulis
akan mencoba menjawab permasalahan dengan cara mengurainya menjadi
beberapa sub bab – sub bab yang akan menjadi pisau analisis untuk
memecahkan permasalahan tersebut.

3. Pada Bab III merupakan pembahasan terhadap permasalahan kedua yaitu


“Bagaimanakah problematika dalam praktik penegakkan hukum Undang-
undang Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Pencucian Uang di Indonesia ?” yang mana didalm bab tersebut penulis

9
akan mencoba menjawab permasalahan dengan cara mengurainya menjadi
beberapa sub bab – sub bab yang akan menjadi pisau analisis untuk
memecahkan permasalahan tersebut.
3) Pada Bab IV merupakan penutup yang berisikan kesimpulan terhadap hasil
dari penelitian yang sudah dilakukan. Berdasarkan kesimpulan tersebut
diharapkan akan menghasilkan solusi berupa saran kepada pihak terkait
berdasarkan pada hasil penelitian.
F. Rancangan Susunan Bab
Bab I Pendahuluan
a. Latar belakang masalah
b. Rumusan masalah
c. Tujuan dan manfaat
d. Metode penelitian
Bab II Politik Hukum Pidana Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian
Uang di Indonesia
a. Definisi Tindak Pidana Pencucian Uang
b. Konsep Pemidanaan
c. Politik Hukum Pemidanaan
Bab III Problematika dalam praktik penegakkan hukum Undang-Undang
Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian
Uang Di Indonesia
a. Tindak Pidana Pencucian Uang
b. Problematika dalam penegakkan hukum Tindak Pidana Pencucian Uang
c. Upaya Pemerintah Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Money
Laundering
Bab IV Penutup
a. Penjabaran Temuan Penelitian
b. Implikasi dan relevansi penelitian
c. Saran untuk Penelitian Selanjutnya

1
0
DAFTAR PUSTAKA

Perundang-Undangan
UU NRI 1945
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak
Pidana Pencucian Uang
Buku dan Jurnal
Adrian Sutedi, Hukum Perbankan : Suatu Tinjauan Pencucian Uang, Merger, dan Kepailitan,
Cetakan 1, Jakarta : Sinar Grafika, 2008, hlm 17
Emmy Yuhassarie, Tindak Pidana Pencucian Uang : prosiding Rangkaian Lokakarya
Terbatas Masalah-Masalah Kepailitan dan Wawasan Hukum Bisnis Lainnya,
Cetakan 1, Jakarta Selatan : Pusat Pengkajian Hukum, 2005, hlm 45
JAHJA, H. Juni Sjafrien; SH, M. H. Melawan money laundering!: mengenal, mencegah, &
memberantas tindak pidana pencucian uang. Visimedia, 2012. Hal 6
MEMBALIK, Claudia. PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA
PENCUCIAN UANG DARI HASIL KORUPSI DITINJAU DARI DELIK
PIDANA DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2010. LEX
PRIVATUM, 2022, 10.4. Hal 2
RININTA, Rininta; HARTANTO, Hartanto. Problematika Penegakan Hukum Tindak Pidana
Pencucian Uang. DOKTRINA: JOURNAL OF LAW, 2021, 4.2: 113-126. Hal
115

1
1

Anda mungkin juga menyukai