SISTEM MANAJEMEN PROYEK
Tugas UAS Kelompok 3
Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak
Disusun Oleh :
Bayu Mahendra Setiawan - [Link].0016
Muhammad Fariz - [Link].0021
Ifran Rio Gunawan - 2113020062
1
DAFTAR ISI
A. PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM MANAJEMEN PROYEK..................... 3
B. PERANCANGAN MELIPUTI .............................................................................................. 4
Rekayasa Kebutuhan Fungsional dan Non-fungsional Sistem Manajemen Proyek ... 4
Kebutuhan Fungsional: .................................................................................................... 4
Kebutuhan Non-Fungsional: ........................................................................................... 5
Data Flow Diagram Sistem Manajemen Proyek .............................................................. 6
Perancangan Basis Data (ERD) Sistem Manajemen Proyek ........................................... 7
Perancangan Menu Sistem Manajemen Proyek .............................................................. 8
Perancangan Antar Muka Sistem Manajemen Proyek.................................................... 9
Perancangan Pengujian pada Sistem Manajemen Proyek ........................................... 11
2
A. PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM MANAJEMEN
PROYEK
Perancangan perangkat lunak Sistem Manajemen Proyek melibatkan
pengembangan aplikasi yang membantu dalam perencanaan,
pengorganisasian, dan pelacakan proyek. Berikut adalah beberapa langkah
penting dalam perancangan perangkat lunak Sistem Manajemen Proyek:
1. Analisis Kebutuhan: Langkah pertama dalam perancangan perangkat lunak
adalah menganalisis kebutuhan pengguna. Identifikasi fungsi dan fitur
yang diharapkan dari sistem manajemen proyek ini. Dalam hal ini, Anda
perlu memahami kebutuhan pengguna seperti tugas perencanaan,
manajemen sumber daya, pelaporan kemajuan, kolaborasi tim, dan
sebagainya.
2. Perancangan Sistem: Setelah memahami kebutuhan, perancang perangkat
lunak perlu merancang arsitektur sistem. Ini melibatkan pemilihan
teknologi yang tepat, perancangan basis data, dan perancangan
antarmuka pengguna yang intuitif. Anda perlu mempertimbangkan aspek-
aspek seperti keamanan, skala, dan kinerja sistem.
3. Perancangan Basis Data: Sistem Manajemen Proyek membutuhkan
penyimpanan data yang efisien dan terstruktur. Anda perlu merancang
basis data yang memadai untuk menyimpan informasi proyek seperti
tugas, sumber daya, jadwal, dan catatan kemajuan. Anda juga perlu
mempertimbangkan aspek keamanan data dan integrasi dengan sistem
lain jika diperlukan.
4. Pengembangan Modul: Sistem Manajemen Proyek biasanya terdiri dari
beberapa modul yang berinteraksi satu sama lain. Misalnya, modul
perencanaan tugas, manajemen sumber daya, dan pelaporan kemajuan.
Setiap modul harus dikembangkan secara terpisah dan diuji secara
individu sebelum diintegrasikan ke dalam sistem utuh.
5. Antarmuka Pengguna: Antarmuka pengguna yang intuitif dan mudah
digunakan adalah kunci keberhasilan sistem manajemen proyek. Pastikan
antarmuka pengguna menawarkan navigasi yang mudah, kemampuan
pengaturan proyek, visualisasi jadwal, pelaporan yang jelas, dan fitur
kolaborasi yang efisien.
6. Pengujian dan Validasi: Setelah pengembangan perangkat lunak, tahap
pengujian sangat penting untuk memastikan kualitas dan kehandalan
3
sistem. Lakukan pengujian fungsional dan pengujian regresi untuk
memverifikasi bahwa semua fitur berfungsi dengan baik. Juga, pastikan
bahwa sistem dapat menangani beban yang tinggi dan memberikan
respons yang cepat.
7. Implementasi dan Peluncuran: Setelah perangkat lunak diuji secara
menyeluruh, lakukan implementasi dan peluncuran sistem manajemen
proyek ini di lingkungan produksi. Pastikan pengguna mendapatkan
pelatihan yang diperlukan dan dukungan yang memadai selama dan
setelah peluncuran.
8. Pemeliharaan dan Peningkatan: Setelah sistem manajemen proyek
dioperasikan, penting untuk melakukan pemeliharaan rutin, termasuk
pemantauan kinerja, pemecahan masalah, dan perbaikan jika diperlukan.
Juga, pertimbangkan untuk melakukan pembaruan dan peningkatan
berdasarkan umpan balik pengguna dan perubahan kebutuhan bisnis.
Perancangan perangkat lunak Sistem Manajemen Proyek ini merupakan
proses yang melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan
pengguna, arsitektur sistem yang baik, pengembangan modul yang efisien,
antarmuka pengguna yang intuitif, dan pengujian yang cermat.
B. PERANCANGAN MELIPUTI
Rekayasa Kebutuhan Fungsional dan Non-fungsional Sistem
Manajemen Proyek
Rekayasa kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem manajemen
proyek melibatkan identifikasi dan spesifikasi kebutuhan-kebutuhan yang
harus dipenuhi oleh perangkat lunak. Berikut adalah contoh kebutuhan
fungsional dan non-fungsional yang relevan untuk sistem manajemen proyek:
Kebutuhan Fungsional:
1. Manajemen Tugas: Sistem harus memungkinkan pengguna untuk
membuat, mengelola, dan melacak tugas-tugas proyek, termasuk
penugasan, prioritas, batas waktu, dan status tugas.
2. Manajemen Sumber Daya: Sistem harus menyediakan fitur untuk
mengelola dan mengalokasikan sumber daya proyek, seperti anggota tim,
peralatan, dan bahan.
4
3. Penjadwalan: Sistem harus mendukung penjadwalan proyek dengan fitur
seperti penentuan waktu mulai dan selesai, ketergantungan antar tugas,
estimasi waktu, dan visualisasi jadwal.
4. Pelaporan Kemajuan: Sistem harus dapat menghasilkan laporan kemajuan
proyek secara periodik, termasuk grafik Gantt, diagram pert, dan catatan
kemajuan.
5. Kolaborasi Tim: Sistem harus memfasilitasi kolaborasi antara anggota tim
dengan fitur seperti diskusi, berbagi file, notifikasi, dan penugasan tugas
kepada individu atau tim.
6. Manajemen Risiko: Sistem harus memungkinkan identifikasi, analisis, dan
mitigasi risiko proyek, termasuk pemantauan risiko, rencana respons risiko,
dan pelaporan risiko.
Kebutuhan Non-Fungsional:
1. Keamanan: Sistem harus memiliki mekanisme keamanan yang memadai
untuk melindungi data proyek dan mencegah akses yang tidak sah.
2. Kinerja: Sistem harus responsif dan mampu menangani beban kerja yang
tinggi tanpa penurunan kinerja yang signifikan.
3. Skalabilitas: Sistem harus dapat dengan mudah ditingkatkan dan
dikembangkan seiring pertumbuhan proyek dan kebutuhan bisnis.
4. Ketersediaan: Sistem harus tersedia secara terus-menerus untuk pengguna,
dengan waktu henti yang minimal untuk pemeliharaan dan pembaruan.
5. Usability (Kemudahan Penggunaan): Antarmuka pengguna sistem harus
intuitif, mudah dipahami, dan mudah digunakan tanpa pelatihan yang
intensif.
6. Kompatibilitas: Sistem harus kompatibel dengan platform perangkat keras
dan perangkat lunak yang umum digunakan untuk memfasilitasi integrasi
yang mulus.
7. Performa: Sistem harus memiliki waktu respons yang cepat dan waktu
pemrosesan yang efisien untuk mengoptimalkan produktivitas pengguna.
8. Skalabilitas: Sistem harus dapat menangani pertumbuhan proyek dan
volume data yang meningkat tanpa mengurangi kinerja.
9. Kepatuhan: Sistem harus mematuhi peraturan, kebijakan, dan standar yang
berlaku, seperti kepatuhan privasi data atau peraturan keamanan.
10. Dokumentasi: Sistem harus dilengkapi dengan dokumentasi yang lengkap
dan up-to-date, termasuk panduan pengguna, dokumentasi teknis, dan
informasi bantuan.
5
Data Flow Diagram Sistem Manajemen Proyek
Berikut adalah contoh diagram aliran data (data flow diagram) untuk sistem
manajemen proyek yang sederhana:
Manajer Proyek
Manajemen Proyek
Modul Perencanaan
Modul Tugas
Modul Penugasan
Modul Sumber
Modul Pelaporan
Daya
6
Database Proyek
Pada diagram di atas, Manajer Proyek berinteraksi dengan Modul
Perencanaan, Modul Tugas, dan Modul Sumber Daya untuk mengelola tugas,
perencanaan, dan sumber daya proyek. Modul Tugas dapat menghubungi
Modul Penugasan untuk menugaskan tugas kepada individu atau tim tertentu.
Modul Pelaporan bertanggung jawab untuk menghasilkan laporan kemajuan
proyek kepada Manajer Proyek. Seluruh data yang diperlukan dan hasil dari
interaksi ini disimpan dalam Database Proyek.
Perancangan Basis Data (ERD) Sistem Manajemen Proyek
Berikut adalah contoh Entity Relationship Diagram (ERD) untuk perancangan
basis data dalam sistem manajemen proyek:
Project Task
project_id (PK) task_id (PK)
title 1 title
start_date description
*
end_date start_date
status status
project_id (FK)
Resource Assignment
resource_id (PK) assignment_id (PK)
name resource_id (FK)
role task_id (FK)
Pada ERD di atas, terdapat empat entitas utama: Project, Task, Resource, dan
Assignment.
7
- Entitas Project menyimpan informasi tentang proyek, seperti ID proyek
(project_id), judul proyek (title), tanggal mulai (start_date), tanggal selesai
(end_date), dan status proyek (status).
- Entitas Task menyimpan informasi tentang tugas-tugas dalam proyek,
seperti ID tugas (task_id), judul tugas (title), deskripsi tugas (description),
tanggal mulai (start_date), tanggal selesai (end_date), status tugas (status),
dan referensi ke proyek yang terkait (project_id).
- Entitas Resource menyimpan informasi tentang sumber daya atau anggota
tim yang terlibat dalam proyek, seperti ID sumber daya (resource_id), nama
sumber daya (name), dan peran sumber daya (role).
- Entitas Assignment menghubungkan tugas dengan sumber daya yang
ditugaskan ke tugas tertentu dalam proyek. Entitas ini memiliki ID tugas
(task_id) dan ID sumber daya (resource_id) sebagai kunci asing (foreign
keys).
Perancangan Menu Sistem Manajemen Proyek
Berikut adalah contoh perancangan menu untuk sistem manajemen proyek:
Menu Utama:
1. Proyek
2. Tugas
3. Sumber Daya
4. Laporan
5. Keluar
Menu Proyek:
1. Daftar Proyek
2. Tambah Proyek
3. Hapus Proyek
4. Kembali ke Menu Utama
Menu Tugas:
1. Daftar Tugas
2. Tambah Tugas
3. Update Status Tugas
4. Hapus Tugas
5. Kembali ke Menu Utama
Menu Sumber Daya:
1. Daftar Sumber Daya
8
2. Tambah Sumber Daya
3. Update Informasi Sumber Daya
4. Hapus Sumber Daya
5. Kembali ke Menu Utama
Menu Laporan:
1. Laporan Kemajuan Proyek
2. Laporan Tugas Belum Selesai
3. Laporan Pemanfaatan Sumber Daya
4. Kembali ke Menu Utama
Dalam perancangan menu di atas, terdapat beberapa pilihan yang
memungkinkan pengguna untuk mengakses fungsi-fungsi yang relevan dalam
sistem manajemen proyek.
Menu Utama memberikan opsi utama yang memungkinkan pengguna untuk
memilih area fungsional yang ingin diakses. Dari sana, pengguna dapat
memilih menu Proyek, Tugas, Sumber Daya, atau Laporan, sesuai dengan
kebutuhan mereka.
Menu Proyek menyediakan opsi untuk melihat daftar proyek yang ada,
menambahkan proyek baru, menghapus proyek yang sudah selesai, atau
kembali ke Menu Utama.
Menu Tugas memungkinkan pengguna untuk melihat daftar tugas yang
terkait dengan proyek tertentu, menambahkan tugas baru, memperbarui
status tugas, menghapus tugas, atau kembali ke Menu Utama.
Menu Sumber Daya memberikan akses ke daftar sumber daya yang terlibat
dalam proyek, kemampuan untuk menambahkan sumber daya baru,
memperbarui informasi sumber daya, menghapus sumber daya, atau kembali
ke Menu Utama.
Menu Laporan menyediakan opsi untuk menghasilkan laporan kemajuan
proyek, laporan tugas yang belum selesai, laporan pemanfaatan sumber daya,
atau kembali ke Menu Utama.
Perancangan Antar Muka Sistem Manajemen Proyek
Berikut adalah contoh perancangan antarmuka (UI) untuk sistem manajemen
proyek:
9
1. Halaman Login:
- Formulir login dengan input untuk username dan password.
- Tombol "Login" untuk masuk ke sistem.
- Opsi "Lupa Password" untuk mengatur ulang kata sandi jika diperlukan.
2. Dasbor (Dashboard):
- Tampilan ringkasan proyek yang sedang berjalan, termasuk informasi
seperti proyek yang sedang dikerjakan, tugas yang belum selesai, dan
grafik kemajuan proyek.
- Menu navigasi utama untuk mengakses fitur-fitur utama seperti Proyek,
Tugas, Sumber Daya, dan Laporan.
- Notifikasi atau pemberitahuan penting tentang pembaruan proyek.
3. Halaman Proyek:
- Daftar proyek yang sedang berjalan, menampilkan informasi seperti
judul, tanggal mulai, dan status proyek.
- Tombol "Tambah Proyek" untuk membuat proyek baru.
- Akses cepat ke tugas, sumber daya, atau laporan yang terkait dengan
proyek tertentu.
- Kemampuan untuk menghapus proyek yang sudah selesai.
4. Halaman Tugas:
- Daftar tugas yang terkait dengan proyek tertentu, menampilkan
informasi seperti judul, deskripsi, tanggal mulai, tanggal selesai, dan
status tugas.
- Tombol "Tambah Tugas" untuk membuat tugas baru dalam proyek.
- Kemampuan untuk memperbarui status tugas atau menghapus tugas
yang sudah selesai.
- Tampilan visual seperti diagram Gantt untuk visualisasi jadwal tugas.
5. Halaman Sumber Daya:
- Daftar sumber daya atau anggota tim yang terlibat dalam proyek,
menampilkan informasi seperti nama, peran, dan kontak.
- Tombol "Tambah Sumber Daya" untuk menambahkan sumber daya baru.
- Kemampuan untuk memperbarui informasi sumber daya atau
menghapus sumber daya yang tidak lagi terlibat dalam proyek.
6. Halaman Laporan:
- Pilihan untuk menghasilkan berbagai jenis laporan, seperti laporan
kemajuan proyek, laporan tugas yang belum selesai, atau laporan
pemanfaatan sumber daya.
10
- Opsi untuk menyesuaikan parameter laporan, seperti rentang tanggal
atau kriteria lainnya.
- Tampilan laporan yang mudah dibaca, dengan grafik atau tabel yang
meringkas informasi proyek.
7. Halaman Profil Pengguna:
- Informasi profil pengguna, termasuk nama, email, dan foto profil.
- Kemampuan untuk mengubah kata sandi atau informasi profil pengguna
lainnya.
- Opsi untuk keluar dari sistem (logout).
Perancangan antarmuka ini hanya sebagai contoh, dan dapat disesuaikan
dengan kebutuhan dan preferensi desain yang spesifik. Tujuan utamanya
adalah menyediakan antarmuka yang intuitif, mudah digunakan, dan
memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengakses dan mengelola
informasi serta fitur-fitur yang relevan dalam sistem manajemen proyek.
Perancangan Pengujian pada Sistem Manajemen Proyek
Pengujian sistem manajemen proyek penting untuk memastikan kualitas dan
keandalan sistem sebelum digunakan secara operasional. Berikut adalah
perancangan pengujian yang mungkin dilakukan pada sistem manajemen
proyek:
1. Pengujian Fungsional:
- Verifikasi bahwa semua fitur utama sistem berfungsi sesuai dengan
spesifikasi yang telah ditentukan.
- Memastikan bahwa pengguna dapat melakukan tindakan seperti
membuat proyek baru, menambahkan tugas, mengubah status tugas,
menambahkan sumber daya, dan menghasilkan laporan.
- Menguji input yang valid dan tidak valid untuk memverifikasi
pemrosesan data yang benar dan penanganan kesalahan yang memadai.
11
2. Pengujian Integrasi:
- Memastikan bahwa komponen-komponen sistem manajemen proyek
berinteraksi secara efektif dan mengirimkan data dengan benar di antara
mereka.
- Menguji integrasi antara modul-modul seperti Proyek, Tugas, Sumber
Daya, dan Laporan untuk memverifikasi konsistensi data.
3. Pengujian Keamanan:
- Menguji keamanan sistem dengan mengidentifikasi kerentanan potensial
dan melakukan serangan uji seperti injeksi SQL atau upaya pencurian
data.
- Memastikan bahwa sistem memiliki mekanisme autentikasi yang aman
dan mengelola izin akses pengguna dengan benar.
4. Pengujian Kinerja:
- Menguji kinerja sistem dengan memeriksa waktu respons, beban kerja
maksimum yang dapat ditangani, dan kemampuan sistem untuk
mengelola sejumlah besar proyek, tugas, dan sumber daya.
- Melakukan pengujian stres untuk memastikan bahwa sistem dapat
berfungsi secara stabil dalam situasi beban tinggi atau situasi darurat.
5. Pengujian Antarmuka Pengguna:
- Menguji antarmuka pengguna untuk memastikan kejelasan, konsistensi,
dan kemudahan penggunaan.
- Memastikan bahwa tindakan pengguna seperti mengisi formulir,
menavigasi menu, atau menggunakan tombol berfungsi sesuai harapan.
6. Pengujian Pemulihan Bencana:
- Menguji kemampuan sistem untuk memulihkan data dan fungsi setelah
terjadinya kegagalan sistem, kegagalan perangkat keras, atau kejadian
bencana lainnya.
- Memeriksa prosedur pemulihan yang ada dan memastikan bahwa sistem
dapat dikembalikan ke kondisi normal dengan cepat dan akurat.
7. Pengujian Kompatibilitas:
- Menguji sistem pada berbagai perangkat dan platform yang umum
digunakan, seperti komputer desktop, perangkat seluler, dan berbagai
jenis browser.
12
- Memastikan bahwa antarmuka pengguna dan fungsionalitas sistem
bekerja dengan baik di lingkungan yang beragam.
Penting untuk merencanakan pengujian dengan cermat, termasuk membuat
skenario pengujian yang realistis, menentukan data uji yang sesuai, dan
menggunakan alat pengujian yang tepat. Proses pengujian harus
didokumentasikan dengan baik, termasuk catatan hasil pengujian, bug yang
ditemukan, dan langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Dengan
melakukan pengujian yang komprehensif, dapat meminimalkan kesalahan dan
masalah yang mungkin muncul ketika sistem manajemen proyek digunakan
secara aktif.
13