BAB 2
LANDASAN TEORI
a.1 Dasar Hukum Prakerin
1. Undang - undang no 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional: Pendidikan ad
alah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembel
ajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mul
ia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Kepmen pendidikan dan kebudayaan no 323/u/1997, tentang penyelenggaraan prakeri
n SMK
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah yang antara la
in:
a. Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerja sama dengan masyarakat teruta
ma dunia usaha / industri dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dal
am rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan.
b. Pada sekolah menengah dapat dilakukan uji coba gagasan baru yang diperlukan da
lam rangka pengembangan pendidikan menengah.
4. Kepmendikbud No. 080/V/1993 tentang kurikulum sekolah menengah kejuruan yang
menyatakan:
a. Menggunakan unit produksi sekolah beroperasi secara professional sebagai wahan
a pelatihan kejuruan.
b. Melaksanakan sebagai kelompok mata pelajaran kejuruan di sekolah, dan sebagail
ainnya di dunia usaha dan industri.
c. Melaksanakan kelompok mata pelajaran keahlian kejuruan sepenuhnya di masyara
kat dunia usaha dan industri.
4
Dasar Teori Kejuruan
Dalam mengembangkan industri pariwisata, hotel merupakan salah satu sarana po
kok dalam menyediakan penginapan, hotel memiliki pengertian yang berbeda bagi setiap
orang. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengemukakan bah
wa hotel adalah bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat menginap d
an makan orang yang sedang dalam perjalanan. (Widjaya, 2005:3).
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian/seluruh bangun
an untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum yang dikelola seca
ra komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan pemerintah. (Bataafi,
2005:4). Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa di dalamnya terdapat beberapa u
nsur pokok yang terkandung dalam pengertian hotel sebagai akomodasi komersial yaitu:
1. Hotel merupakan suatu bangunan, lembaga, perusahaan, atau badan usaha akomoda
si.
2. Hotel menyediakan fasilitas pelayanan jasa berupa penginapan, pelayanan makanan,
dan minuman serta jasa-jasa yang lain.
3. Hotel merupakan fasilitas pelayanan jasa yang terbuka untuk umum dalam melakuk
an perjalanan.
4. Suatu usaha yang dikelola secara komersial.
Tiap hotel, motel atau berbagai bentuk penginapan lainnya akan berusaha member
ikan nilai tambah yang berbeda terhadap produk atau jasa yang akan membuat suatu hote
l berbeda dari yang lainnya, yang akhirnya menyebabkan mengapa orang mempunyai ala
san tersendiri memilih sebuah hotel. Hotel dapat dibagi dan dikelompokan menjadi beber
apa jenis menurut ukuran dan kriteria tertentu:
Menurut Ukuran (size) Hotel dapat dikatagorikan sebagai berikut:
1. Small Hotel, yaitu hotel yang memiliki 150 kamar hunian.
2. Medium-Average Hotel, yaitu hotel yang memiliki 150-300 kamar hunian.
3. Large Hotel, yaitu hotel yang memiliki 600 kamar hunian.
5
Berdasarkan lamanya tamu menginap hotel dapat katagorikan menjadi beberapa katagori yait
u:
1. Transit Hotel, tamu yang menginap dalam waktu singkat, rata-rata hanya satu mala
m.
2. Semi-Residential Hotel, tamu yang menginap lebih dari satu malam, tetapi jangka
waktu menginap tetap pendek, kira-kira berkisar antara dua minggu hingga satu bul
an.
3. Residental Hotel, tamu yang menginap dalam waktu cukup lama, kira- kira paling s
edikit satu bulan. (Sulistyono, 2006:6)
Menurut Lokasi Hotel, hotel dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain:
1. City Hotel, merupakan hotel yang lokasinya terletak dikawasan perkotaan.
2. Residential Hotel, hotel yang terletak dipinggir atau berdekatan dengan kota besar.
3. Motel, yaitu hotel yang berlokasi di pinggir atau di sepanjang jalan raya yang berh
ubungan antar kota besar dan memiliki penyediaan fasilitas parkir terpisah.
4. Beach Hotel, hotel yang terletak dikawasan tepi pantai. (Bataafi, 2005:10).
Berdasarkan dari unsur pokok di atas maka dapat disimpulakan defenisi hotel seca
ra rinci yaitu: suatu jenis usaha akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan pe
nginapan, makan dan minum serta jasa lainnya untuk umum yang ingin tinggal sementa
ra waktu dan dikelola secara komersial.
Hotel bukan merupakan suatu objek pariwisata melainkan merupakan salah satu sa
rana dalam bidang kepariwisataan, maka dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan
bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, agen perjalanan dan lain-lain, untuk m
empromosikan sesuatu yang unik dari objek wisata yang ada disuatu [Link] yang d
apat ditawarkan oleh bidang perhotelan ini adalah:
1. Khusus dalam bidang perhotelan
2. Safety box untuk keamanan harta benda bawaaan konsumen.
3. Urusan makanan, menyediakan kafetaria, restoran.
4. Bidang rekreasi, hiburan band, menjual karcis tempat rekreasi, buku petunjuk
5. Bidang olahraga, kolam renang, ruang fitnes.
6. Bidang komunikasi
Untuk dapat memberikan informasi kepada para wisatawan/tamu yang akan
6
menginap di hotel tentang standar fasilitas yang dimiliki oleh pos dan telekomunika
si (Sekarang Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) melalui Direktorat Jendral Pariw
isata mengeluarkan suatu peraturan tentang usaha dan klasifikasi hotel yang didasarkan
pada:
1. Besar/kecilnya hotel atau banyak/sedikitnya jumlah kamar tamu.
2. Lokasi hotel dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki.
3. Peralatan yang dimiliki.
4. Tingkat pendidikan karyawan.
Dengan peraturan tersebut maka terdapat klasifikasi hotel berbintang (hotel bi
ntang satu sampai bintang lima) dan hotel tidak berbintang (disebut hotel melati), (Sulas
tiono, 2007:4).
Faktor tingkatan atau bintang, Tingkatan atau kelas hotel dibedakan atas tanda binta
ng (*). Semakin banyak jumlah bintang, maka persyaratan, fasilitas, dan pelayanan yan
g dituntut semakin banyak
Tugas bagian Housekeeping adalah sebagai berikut:
Menciptakan suasana hotel yang bersih, menarik, nyaman, dan aman.
Memberikan pelayanan di kamar dengan sebaik-baiknya kepada tamu, supaya
tamu merasa puas saat berkunjung maupun menginap di hotel.
Penyiapan, penataan, dan pemeliharaan kamar-kamar.
Bertanggung jawab atas pemeliharaan kebersihan seluruh outlet dan ruangan u
mum di hotel.
a) Tugas Dan Tanggung Jawab Manajemen
Di lingkungan kerja Departemen Housekeeping meliputi tenaga dan materi
al/bahan-bahan mahal, maka departemen Housekeeping harus melakukan hal-hal
sebagai berikut:
Mengadakan supervise dan latihan terhadap karyawan sehingga tercapai efisie
nsi tenaga secara optimal.
Memilih dan menentukan cleaning equipment & cleaning material yang sesuai
dengan kebutuhan.
Selalu mengadakan inventarisasi terhadap semua barang.
Mengusahakan terbinanya kerja sama antar semua departement.
7
i. Bagian di Houskeeping Departement
1) Public Area
Seksi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, ker
apihan, keindahan dan kenyamanan seluruh area hotel, baik yang ada diluar gedung ma
upun didalam gedung hotel, antara lain Lobby area, restroom, restaurant, meeting roo
m, garden, parking area dan fasilitas untuk karyawan hotel.
Public area berasal dari kata public dan area yang mempunyai arti masing-masing
yaitu: public adalah umum dan area adalah area, kawasan, atau daerah Public area sect
ion adalah salah satu bagian yang berada dalam Housekeeping department yang menan
gani semua urusan mengenai kebersihan, kerapian, kelengkapan, kenyamanan, semua a
rea umum yang berpengaruh terhadap ketertarikan tamu untuk memakai jasa di dalam
hotel. Public area section sangat berpengaruh besar terhadap pemasukan dan operasion
al kerja di dalam hotel, karena dengan adanya section ini kebersihan area yang dilalui o
leh tamu tetap terjaga, dan tetap membuat tamu yang datang menjadi senang dan dapat
beristirahat dengan tenang Tempat-tempat yang dijaga kebersihannya oleh seorang pub
lic area meliputi: toilet, lobby, basement, office, dan semua area yang menjadi perhatia
n penting untuk menarik tamu datang kedalam hotel.
2) Room section
Seksi kamar (room section) merupakan bagian yang bertugas dalam hal pemelihar
aan kamar–kamar hotel. seperti kebersihan, keindahan, dan kenyamanan tamu selama t
amu berada di hotel tersebut. Room attendant ialah petugas floor section yang menjaga
kebersihan, kerapian, kenyamanan dan kelengkapan kamar-kamar tamu. Room attenda
nt harus memiliki penampilan baik dan rapi meliputi tingkah laku kejujuran, sopan sant
un pada tamu, atasan maupun teman laki-laki disebut roomboy dan wanita disebut roo
m maid. Selain unsur–unsur penting itu pihak tata graha khususnya seksi kamar dituntu
t untuk memberikan pelayanan yang sangat baik melalui room attendant sehingga tam
u merasa puas selama tinggal di hotel dan diharapkan dapat menjadi pelanggan hotel.
3) Laundry
Seksi yang mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan linen-linen yang bers
ih untuk keperluaan kamar, menyediakan seragam bersih bagi karyawan dan membersi
hkan pakaian tamu yang kotor. Laundry adalah bagian dari housekeeping
7
yang bertanggung jawab atas pencucian semua linen, baik itu house laundry mau
pun
guest laundry. Sekarang ini dalam menjalankan operasionalnya, laundry juga mel
ayani pencucian dari luar hotel yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatannya.
4.1.1 Jadwal Pelaksanaan Prakerin
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri selama 6 bulan yang merupakan program p
embelajaran di SMK Negeri 1 Nusa Penida yang menggunakan penerapan shiff jam ke
rja sebagai berikut:
Shiff yang dibuat untuk siswa/siswi untuk training sebagai berikut;
Table 4.1 Jadwal Pelaksanaan Prakerin
N PEMBAGIAN SHI JAM KERJA
O FF MASUK PULANG
1 Morning Shiff 08.00 16.00
2 Afternoon Shiff 03.00 23.00
1.
2.
3.
4.
4.1.
4.2.
table 2.1 Kelas Berdasarkan Hotel
8