0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan12 halaman

Pengertian dan Dalil Syafaat Nabi

1. Syafaat berarti pertolongan yang diberikan kepada orang lain. Syafaat hanya dapat diberikan jika diijinkan oleh Allah. 2. Siapa yang dapat memberi syafaat hanyalah mereka yang telah diizinkan Allah, dan syafaat hanya berguna bagi mereka yang telah diizinkan Allah. 3. Orang yang paling beruntung mendapat syafaat Nabi pada hari kiamat adalah orang-orang yang melaksanakan shalat lima wak

Diunggah oleh

nuklirrusmana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan12 halaman

Pengertian dan Dalil Syafaat Nabi

1. Syafaat berarti pertolongan yang diberikan kepada orang lain. Syafaat hanya dapat diberikan jika diijinkan oleh Allah. 2. Siapa yang dapat memberi syafaat hanyalah mereka yang telah diizinkan Allah, dan syafaat hanya berguna bagi mereka yang telah diizinkan Allah. 3. Orang yang paling beruntung mendapat syafaat Nabi pada hari kiamat adalah orang-orang yang melaksanakan shalat lima wak

Diunggah oleh

nuklirrusmana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SYAFA’AT

Syafaat artinya pertolongan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang
mengharapkan pertolongannya. Syafaat Nabi berarti pertolongan yang diberikan oleh
Nabi Muhammad SAW kepada umatnya yang mengharapkan pertolongan dari Nabi.

QS. AL A’ARAF :204

Apabila dibacakan Al-Qur’an maka dengarkanlah baik-baik dan


perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

SYAFA’AT MILIK ALLAH

Katakanlah, "Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit
dan bumi. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan."([Link]-zumar :44)

Yang dapat memberi syafa'at telah diijinkan Allah?

Artinya:
Siapa yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? (Q.S. Al-Baqarah: 255).

Syafaat hanya bagi orang yang telah diizinkan-Nya

Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya
(memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka,
mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab,
"(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Maha tinggi, Maha besar. ([Link] : 23)
Dari 3 ayat diatas dapat dipahami bahwa :.
Syarat terjadinya syafaat :
Ada yang memberi syafaat
Ada yang menerima syafaat
Padahal Syafaat itu milik Allah, maka
yang memberikan syafaat berarti telah diijinkan oleh Allah.
yang menerima syafaat berarti telah diijinkan oleh Allah.
Dengan kata lain :
Syafaat Nabi atau pertolongan nabi akan berhasil/diberikan apabila
Allah Memberikannya ijin pemberi syafaat dan
Allah mengizinkannya penerima syafaat.

Syafaat yang tidak diijinkan:


Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah
Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli,
tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir
itulah orang yang zhalim. QS. Al-Baqarah Ayat 254

MALAIKAT TIDAK BISA MEMBERI SYAFA’AT

Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak
berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia
kehendaki dan Dia ridhai. ([Link]-Najm: 26)

Artinya:
dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut
akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada
seorang pelindung dan pemberi syafa'atpun selain daripada Allah agar mereka bertakwa.
(Q.S. al-An‟am:51).

Artinya: dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai
mainmain dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.
Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak
dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya
pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. dan jika ia menebus
dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka
Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan)
minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran
mereka dahulu.(Q.S. alAn‟am:70)

Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara
keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. tidak ada
bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi
syafa'at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (Q.S. al-Sajdah:4).

SESEORANG AKAN MEMBERI SYAFAAT SETELAH DIJINKAN ALLAH ,JIKA KITA


MENYEMBAH ALLAH /SHOLAT 5 WAKTU

Artinya: Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam
enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan.
tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang
demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak
mengambil pelajaran? ([Link]).
Shahih Bukhari hadis nomor 6085 ( Syarh :Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani)

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah mengabarkan kepada kami
[Isma'il bin ja'far] dari ['Amru] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah]
Radliyallahu'anhu menuturkan; saya bertanya; 'wahai Rasulullah, siapa manusia yang
paling beruntung dengan syafaatmu padahari kiamat? ' Nabi menjawab: "Hai Abu
Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun lebih dahulu menanyakan
masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan kulihat semangatmu mencari hadis,
Manusia yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari kiamat adalah YANG
MENGUCAPKAN laa-ilaaha-illa-llaah, dengan tulus dari lubuk hatinya."
Artinya: dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi
syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang mengakui
yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya). (Q.S. az-Zuhkruf:86)
Al qur an pemberi syafaat

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia
dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk
dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat
(kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab
terhadap [Link] memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa
(orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah
Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang
ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan
Allah bagi kaum yang berfikir. (Q.S. al-Ma‟idah: 48).
SYAFAAT

Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang
telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridhai perkataannya.
QS. Taha Ayat 109
Siapa yang akan mendapatkan syafaat?
1. orang yang diridhai (Allah)

Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di
belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang
diridhai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. ([Link]-
anbiya :28)
2. Ashabul Yamiin (Orang yang melaksanakan Sholat)

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-
orang yang memberikan syafaat.(QS. Al-Muddatstsir : 48)
Kecuali Ashabul yamiin

Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, (38)
kecuali golongan kanan, (39)
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, (40)
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, (41)
Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam (neraka) Saqar?” (42)
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan
shalat, (43)
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin(44)
HR. Bukhari : 6085 (Syarh :Fathul Bari Ibnu Hajar)

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] Telah mengabarkan kepada
kami [Isma'il bin ja'far] dari ['Amru] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu
Hurairah] Radliyallahu'anhu menuturkan; saya bertanya; 'wahai Rasulullah, siapa
manusia yang paling beruntung dengan syafaatmu padahari kiamat? ' Nabi
menjawab: "Hai Abu Hurairah, saya sudah beranggapan bahwa tak seorangpun
lebih dahulu menanyakan masalah ini kepadaku daripada dirimu, dikarenakan
kulihat semangatmu mencari hadis, Manusia yang paling beruntung dengan
syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan laa-ilaaha-illa-llaah, dengan
tulus dari lubuk hatinya."

3. Orang yang pada sebagian malam sholat Tahajjud

Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah)
tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat
yang terpuji.( QS. Al-Isra: 79)
Telah sama-sama kita ketahui bahwa ibadah mutlak hanya boleh ditujukan untuk Allah,
baik berupa doa, sembelihan, nadzar dan sebagainya. Barang siapa yang menujukan
ibadah bukan untuk Allah, walaupun kepada Nabi atau Malaikat dan walaupun hanya
satu macam ibadah saja, atau sekali saja maka itulah perbuatan syirik.
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar),
mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami
yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan
kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan
kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr :
10)
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya
Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman
pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
([Link] : 40-41)

Anda mungkin juga menyukai