RKS Renovasi BPP Takalar 2023
RKS Renovasi BPP Takalar 2023
SYARAT-SYARAT TEKNIS
(RKS)
BAGIAN I
PERSYARATAN UMUM
Pasal 1
Penjelasan Umum
Seluruh titik ukuran sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada ukuran
setempat, yaitu bangunan yang sudah ada dilapangan. Patok-patok dan titik
referensi lainnya sekitar lapangan ini tertera pada gambar yang ditunjukkan oleh direksi/
konsultan pengawas.
Pasal 3
Data - Data Fisik
1. Data sehubungan dengan bangunan yang sudah ada, bangunan, tinggi
dan hal-hal lain yang tertera pada gambar, dimaksudkan sebagai informasi umum dan
titik tolak untuk kontraktor untuk bekerja.
2. Kontraktor diwajibkan memeriksa dan mendapatkan seluruh keterangan fisik yang
ada dilapangan / lokasi, sebelum penawarannya diserahkan.
BAGIAN II
PERSYARATAN TEKNIS
Pasal 4
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan adalah Pembangunan, yang meliputi:
a. Pekerjaan pendahuluan
b. Pekerjaan pondasi
c. Pekerjaan beton
d. Pekerjaan lantai
e. Pekerjaan dinding
f. Pekerjaan pintu dan jendela
g. Pekerjaan plafond
h. Pekerjaan atap
i. Pekerjaan elektrikal
j. Pekerjaan green house
Pasal 5
Syarat Teknis Bahan
1. Air.
Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih dan tidak mengandung
minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang merusak
bangunan, memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PUBI-1970/NI-3
pasal 10.
2. Pasir Urug.
Pasir untuk pengurugan, peninggian, dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras atau
memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PUBI-1970/NI-3. Pasir laut
untuk maksud-maksud tersebut tidak dapat digunakan.
3. Pasir Pasang.
Pasir untuk adukan pasangan, adukan plesteran dan beton, harus memenuhi syarat-
syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PBI-1971/ NI-2. Butiran-butiran harus tajam
dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%.
Butiran butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi. Pasir laut tidak
boleh digunakan
4. Portland Cement (PC).
a. Portland Cement (PC) yang digunakan harus PC sejenis (NI-8) dan masih dalam
kantong utuh atau baru serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam PBI –
71/NI-2.
b. Bila mengunakan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus diadakan
pengujian terlebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten.
c. Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) ketempat pekerjaan harus dijaga agar
tidak menjadi lembab, dan penempatannya harus ditempat yang kering.
d. Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
5. Pasir Beton.
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organik lumpur
dan sebagainya. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 1%.
6. Koral Beton/Split.
a. Digunakan koral yang bersih, bermutu baik, tidak berpori serta mempunyai gradasi
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan PBI-1971.
b. Butiran-butiran split harus dapat melelaui ayakan berlubang persegi 76mm dan
tertinggal diatas ayakan berlubang 20mm.
c. Koral/split hitam mengkilap keabu-abuan.
7. Beton Non Struktural.
a. Pekerjaan ini meliputi beton sloof, kolom praktis, beton ring balok untuk pekerjaan
beton bukan struktur, seperti yang ditunjukan dalam gambar.
b. Mutu campuran beton yang dicapai dalam pekerjaan non struktur/ struktur pendukung
menggunakan campuran1 Pc ; 2 Psr : 3 Split. hingga setara dengan mutu beton K-175
dan harus memenuhi persyaratan dalam PBI-1971.
c. Campuran beton menggunakan perbandingan volume.
d. Untuk mencapai mutu Beton setara K-175 menggunakan campuran 1 pc: 2 psr: 3 split
sampai dengan K-225 untuk pekerjaan ini pada umunya dapat dipakai volume
campuran 1 Pc ; 2 Ps : 3 Split.
8. Besi Beton.
a. Besi beton yang digunakan mutu U-24, dan seterusnya sesuai yang ditentukan.
b. Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak, asam, alkali dan bebas dari
cacat seperti serpi-serpi. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-
2 (PBI-1971).
9. Batu Bata Merah.
Persyaratan bata merah harus melalui persyaratan seperti tertera dalam NI-10 atau
dengan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Bata merah harus satu pabrik, satu ukuran, satu warna, satu kualitas.
b. Ukuran yang digunakan :
1). Panjang 24 cm, lebar 11,5 cm, tebal 5,2 cm atau.
2). Panjang 24 cm, lebar 11,5 cm, tebal 5 cm.
c. Penyimpangan terbesar dari ukuran seperti tersebut diatas adalah panjang maksimal
3%, lebar maksimal 4% tebal maksimal 5% dengan selisih maksimal ukuran antara
bata terkecil.
d. Warna, satu sama lain harus sama, dan apabila dipatahkan warna penampang harus
sama merata kemerah-merahan.
e. Bentuk, bidang-bidang harus rata atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90
derajat. Bidangnya tidak boleh retak-retak.
f. Suara apabila dipukul oleh benda keras suaranya nyaring.
g. Pemasangan batu bata setiap maksimal 12 m2 = (3m x 4m) luas bidang harus diberi
kolom praktis.
10. Keramik
Ukuran 30 x 30 cm type gloss untuk lantai kelas dan ukuran 40 x 40 cm type dof untuk
lantai teras. Ketebalan minimum 8 mm, dengan kuat tekan minimum 900 kg/cm, setara
produk Roman, setara Diamond, setara Asia Tile. Warna akan disepakati melalui
musyawarah Kontraktor.
11. Kaca
Kaca bening, jenis float glass, tebal 5 mm, setara produk Sinar Rasa, setara Asahi Glass.
Pasal 6
Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan pendahuluan meliputi:
a. pembongkaran bagian bangunan yang akan direhab yaitu; atap, dinding, langit-
langit, kusen, dan instalasi listrik.
b. pengukuran
c. pembersihan kembali bangunan yang direhab dari bekas bongkaran maupun dari
sisa pekerjaan
Pasal 7
Pekerjaan Pondasi dan beton
1. Lingkup Pekerjaan.
1). Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik
dan rapih.
2). Pengadaan dan pemasangan pelat fondasi beton bertulang, sloof, rollag, stek besi
untuk kolom, dibawah pasangan dinding batu bata dan selasar.
3). Pengadaan besi beton dan merakit tulangan untuk sloof, pelat fondasi beton, kolom
dan lain-lain komponen yang ditunjukkan pada gambar.
2. Syarat-syarat Bahan
(lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan).
3. Syarat-syarat Pelaksanaan.
a. Beton
1). Kualitas beton yang digunakan adalah dengan campuran /perbandingan 1Pc: 2
Psr : 3 Split hingga mempunyai kekuatan tekan setara dengan mutu beton K. 175
dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton
Bertulang’ 1971 (PBI-1971) dan SK. SNI. T-15. 1991-03
2). Pembuatan tulangan untuk batang yang lurus atau dibengkokkan, (tiap ujung besi
diberi hak/tekukan) sambungan dan kait-kait dalam pembuatan sengkang-
sengkang harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada PBI-1971 dan
[Link].T. T-15. 1991-03
3). Pemasangan tulangan besi beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.
Tulangan besi beton harus diikat dengan kawat beton untuk menjamin besi
tersebut tidak berubah anyamannya selama pengecoran, dan tebal selimut beton ±
2cm.
4). Pekerjaan Bekisting.
Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan dalam gambar.
Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup
kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukan selama
pengecoran. Bekisting harus rapat dan tidak bocor permukaanya, bebas dari
kotoran seperti serbuk gergaji, potongan-potongan kayu, tanah dan sebagainya,
agar mudah pada saat dibongkar tanpa merusak permukaan beton.
Pembukaan bekisting baru dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat yang
dicantumkan dalam PBI-1971 dan [Link] kurang lebih 21 hari.
5). Pengecoran Beton.
Cara pengadukan bisa menggunakan mesin molen atau diaduk dengan cara
manual.
Sebelum pengecoran, cetakan harus bersih dari kotoran baik sampah bekas
bekisting maupun kotoran.
Ukuran-ukuran dan ketinggian, penulangan dan penempatan penahanan jarak
harus selalu diperiksa sebelum pengecoran dilaksanakan.
Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dengan menggunakan alat
penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya
cacat pada beton seperti kropos yang dapat memperlemah konstruksi.
Pasal 9
Pekerjaan Kusen, Pintu, dan Jendela
1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat
bantu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang
baik. Pekerjaan ini meliputi:
1). Kusen pintu dan jendela termasuk alat-alat bantu dalam pemasangannya di lapangan.
2). Daun pintu (panel pintu) solid dan panel teakwood dan jendela.
3). Setel pintu dan jendela berikut asesorisnya.
2. Persyaratan Bahan.
1). Jenis kayu yang dipakai adalah Kayu kruing atau Kayu kelas II kering (diawetkan),
mutu A digunakan untuk seluruh pekerjaan kayu yang disebutkan diatas.
2). Dihindarkan adanya cacat kayu antara lain yang berupa putik kayu, pecah-pecah,
mata kayu, melintang, basah dan lapuk.
3). Syarat-syarat kelembaban kayu yang dipakai harus memenuhi syarat PPKI. Untuk
kayu kelas II kering setempat kelembaban tidak dibenarkan melebihi 12%.
4). Jenis kayu yang dipakai harus sesuai dengan pekerjaan kayu yang disebutkan diatas,
terkecuali untuk seluruh jenis kayu lain seperti dinyatakan dalam gambar.
5). Bahan Perekat :
a) Untuk perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik.
b) Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus, rata, lurus dan siku.
6). Bahan Finishing, untuk permukaan teakwood dari cat kayu yang bermutu baik.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan.
1). Semua ukuran kayu yang tertera pada gambar adalah ukuran jadi (sesudah diserut
dan difinishing) dan harus lurus tanpa cacat, tidak bengkah dan lain-lain, yang dapat
menurunkan kualitas kayu serta kualitas pekerjaan.
2). Untuk semua kayu seperti diuraikan diatas, dipotong dan diserut dengan kualitas
terbaik, halus dan licin.
3). Pelaksanaan pekerjaan harus ditempat yg baik, ruang yang kering dan terjaga agar
tidak terkena cuaca langsung dan rusak yang diakibatkan oleh benturan.
4). Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguat lain
yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya, dengan memperhatikan/menjaga
kerapihan terutama untuk bidang-bidang yang tampak, tidak boleh ada lubang-lubang
atau bekas penyetelan.
5). Setelah dipasang, Kontraktor wajib memberikan perhatian sepenuhnya dan
memberikan perlindungan terhadap benturan benda- benda lain.
6). Bahan kayu halus tidak diperkenankan dipasang dengan cara dipaku.
7). Permukaan kayu yang terlihat bekas pemakuan harus didempul atau sejenisnya
sehingga permukaan menjadi rata kembali.
8). Semua pekerjaan kayu harus memenuhi syarat, jika ada yang tidak memenuhi syarat,
maka Kontraktor harus mengganti atas tanggung jawabnya.
4. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Barang.
Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak cacat/rusak.
Bahan harus disimpan ditempat yang kering, berventilasi baik, terlindung dari cuaca,
benturan-benturan dan bersih.
Tempat penyimpanan bahan harus cukup luas, bahan ditimbun dan dilindungi sesuai
dengan jenisnya.
Kontraktor Pembangunan bertanggung jawab terhadap kerusakan
dalam pengiriman, penyimpanan dan pelaksanaan.
5. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan.
Bahan-bahan kayu di hindarkan/dilindungi dari hujan dan terik matahari juga terhadap
penggunaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Kayu yang sudah terpasang dilindungi dari kemungkinan cacat atau rusak yang
diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain. Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan
memperbaikinya dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
Pasal10
Pekerjaan Atap
Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda atap Baja Ringan, serta
pemasangan penutup atap (genteng/seng gelombang/atap metal lainnya, dsb).
Untuk penyambungan rangka atap Baja Ringan, yang harus diperhatikan adalah arah gaya
yang terjadi pada masing-masing batang pada rangka tersebut. Gaya yang terjadi berupa
gaya tekan dan gaya tarik. Pada batang yang menerima gaya tekan, dapat dibuat
sambungan lubang dan pen. Apabila batang menerima gaya tarik, sambungan dapat
berbentuk sambungan miring berkait atau menggunakan alat penyambung baut. Untuk
perkuatan pada sambungan baja disarankan dipasang plat besi (beugel) dan dibaut.
Baja ringan yang digunakan untuk kuda-kuda umumnya t. 0,75mm dan atau disesuaikan
dengan kebutuhan.
Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pakerjaan atap antara lain:
1) Perakitan kuda-kuda harus sudah selesai pada saat balok ring selesai dicor.
2) Pemasangan rangka atap dilakukan setelah beton balok ring mengering. Pekerjaan
pemasangan atap ini dilakukan secara berurutan yang dimulai dari pemasangan kuda-
kuda, gording. Sangat penting penggunaan residu pada rangka atap agar baja awet
Pemasangan penutup atap metal, pemasangan bisa dilakukan setelah gording terpasang.
Pasal11
Pekerjaan Plafond
1). Lingkup Pekerjaan.
(1). Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, penyediaan
bahan/material, peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan dalam
pelaksanaaan pekerjaan ini, sehingga pekerjan langit-langit eternit dapat
dilaksanakan dengan hasil yang baik dan sempurna.
(2). Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah seluruh ruangan.
(3). Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan plafon eternit dengan seluruh
detail seperti yang disebutkan/disyaratkan dalam dokumen gambar.
(4). Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail ukuran lainya sesuai dengan yang
tercantum dalam gambar dan RAB.
(5). Kecuali ditentukan lain, dalam spesifikasi ini maka semua pekerjaan maupun
tambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah
menjadi tanggungjawab Kontraktor.
2). Persyaratan Bahan.
(1). Bahan yang digunakan adalah grc dengan ketebalan 4 mm.
(2). Ukuran eternit yang digunakan adalah modul 100 x 100 cm.
(3). Bahan rangka penggantung panel eternit, dari kayu kelas III mutu A (setempat)
kering, lurus, tidak cacat, bersih dari retakan lubang.
(4). Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagi dan
balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Dan rangka ini dicat dengan meni
kayu sebanyak 2 x laburan.
(5). Semua penggunaan kayu rangka langit-langit ini harus diberi bahan anti rayap.
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
(1). Sebelum dilaksanakannya pemasangan langit-langit ini, semua pekerjaan lain
yang terletak diatas langit-langit harus sudah terpasang secara sempurna.
(2). Sebelum pekerjaan pemasangan langit-langit dimulai, diwajibkan mengadakan
pengecekan /pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan yang erat hubungannya
dengan pekerjaan langit-langit ini antara lain instalasi kabel listrik penerangan
dan daya, pemasngan atap dll, diwajibkan adanya kerja sama (koordinasi) yang
baik antara semua unsur Pelaksana Lapangan.
(3). Jarak antara tiap panel plafon adalah 0,3 cm (Nat).
(4). Sisi bawah dari tiap rangka langit-langit tersebut harus halus (diserut), agar
pemasangan eternit menjadi rata.
(5). Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagi dan
balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Dan rangka ini dicat dengan meni
kayu sebanyak 2 x laburan.
Pasal 12
Pekerjaan Lantai
1. Lingkup Pekerjaan.
1) Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga, bahan-bahan dan peralatan yang
dibutuhkan untuk terlaksananya pekerjaan ini, serta mencapai hasil yang
baik.
2) Pekerjaan keramik pada lantai dilaksanakan pada seluruh ruangan termasuk
selasar dan sebagian dinding luar serta km/wc.
3) Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada gambar dan detill yang
disebutkan/ditunjukkan dalam daftar finishing bahan.
2. Persyaratan Bahan.
1) Lantai Keramik yang digunakan, sesuai dengan persyaratan bahan
2) Semen Portland, Pasir dan Air, sesuai dengan persyaratan bahan
3) Bahan lain yang tidak terdapat dalam daftar diatas akan tetapi dibutuhkan
untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus diadakan
baru dan berkualitas terbaik dari jenisnya.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan.
1) Keputusan bahan, jenis warna, tekstur dan produk akan diambil dalam
musyawarah Kontraktor. Spesifikasi teknis bahan harus tetap sesuai dengan
persyaratan diatas.
2) Adukan pengikat dengan campuran 1 pc : 3 pasir ditambah bahan perekat,
atau dapat digunakan acian PC ditambah bahan perekat.
3) Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata, jika dianggap
perlu dengan memperhatikan kemiringan lantai untuk memudahkan
pengaliran air.
4) Lebar siar-siar harus sama dan kedalaman maksimum 3 mm membentuk
garis lurus atau sesuai dengan gambar, siar-siar diisi dengan bahan pengisi
berwarna/grout semen.
5) Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus sehingga hasil
potongan presisi dan tidak retak-retak.
6) Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda
yang melekat, sehingga benar-benar bersih.
4. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan.
1) Selain pasir, semen, yang dikirim ke lokasi pelaksanaan harus dalam
keadaan tertutup, atau kantong yang masih disegel dan berlabel dari pabrik,
bertuliskan tipe dan tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak cacat.
2) Bahan-bahan diletakkan ditempat yang kering berventilasi baik, terlindung
dan bersih.
3) Kontraktor bertangggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan
baik sebelum maupun selamapelaksanaan.
5. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan.
1) Bahan keramik yang telah terpasang dihindarkan dari injakan selama 3x 24 jam
setelah pemasangan.
2) Bila terjadi kerusakan Kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki dengan tidak
mengurangi kualitas pekerjaan.
Pasal 13
Pekerjaan Penggantung, Kunci, dan Kaca
1. Lingkup Pekerjaan.
(1). Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja, penyediaan
bahan/material, peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan, sehingga
pekerjaan Alat Penggantung dan Pengunci ini dapat dilaksanakan dengan hasil
yang baik dan sempurna.
(2). Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan penggantung dan pengunci untuk pintu-
pintu, jendela dan tempat lain yang disyaratkan dalam gambar.
(3). Cara pengerjaan, bentuk, volume serta detail-detail ukuran lainnya sesuai dengan
yang tercantum dalam gambar dan RAB.
(4). Kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi ini, maka semua pekerjaan maupun
tambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
2). Persyaratan Bahan.
(1). Produksi pabrik kualitas baik setara Yuri atau setara Solid.
(2). Kunci 2 (dua) slaag dan berkotak baja, baut-baut dan ungkitnya terbuat dari
stainless steel.
(3). Tipe kunci harus sesuai dengan fungsi ruangannya.
(4). Pegangan (handle) dari bahan stainless steel dan solid nylon, engsel-engsel
stainless steel dengan memakai ring nylon ukuran 3x4 inch.
(5). Engsel pintu dipakai engsel kupu-kupu, dipasang sekurang-kurangnya 3 (tiga)
buah untuk setiap daun pintu dan 2 untuk daun jendela dengan menggunakan
sekrup kembang dengan warna yang sama, jumlah engsel yang dipasang harus
diperhitungkan menurut beban dan berat daun pintu, setiap engsel memikul beban
maximum 20 kg.
3). Syarat-syarat Pelaksanaan.
(1). Pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang
tersebut.
(2). Pelaksana Lapangan harus memberikan contoh terlebih dahulu untuk disetujui
bersama oleh Kontraktor.
(3). Semua kunci, engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya
setelah di coba, pemasangannya dilakukan setelah bangunan selesai di cat.
(4). Sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup, cara
menyocokkan hanya diputar sampai ujung, sekrup yang rusak waktu dipasang
harus dicabut kembali dan diganti.
(5). Engsel untuk pintu kayu dipasang 30cm dari tepi atas dan bawah sedang untuk
engsel ke 3 (tiga) dipasangan ditengah.
(6). Semua kunci tanam haru terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu,
dipasang setinggi 90 cm dari lantai atau sesuai gambar.
Pasal 14
Pekerjaan Pengecatan
1. Lingkup Pekerjaan.
1) Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga, bahan-bahan dan peralatan yang
dibutuhkan untuk terlaksananya pekerjaan ini, serta mencapai hasil yang
baik.
2) Pekerjaan pengecatan meliputi pengecatan dinding, langit-langit, dan kayu.
3) Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada gambar dan detill yang
disebutkan/ditunjukkan dalam daftar finishing bahan.
2. Persyaratan Bahan.
1) Cat tembok menggunakan cat setara merk Avitex.
2) Cat kayu menggunakan setara merk Emco
3. Syarat-syarat Pelaksanaan.
1) Keputusan bahan, jenis warna, tekstur dan produk akan diambil dalam
musyawarah Kontraktor. Spesifikasi teknis bahan harus tetap sesuai dengan
persyaratan diatas.
2) Kayu kusen, daun pintu dan jendela sebelum dicat harus dimeni, diplamir,
dan digosok secara rata dan tampak halus
3) Dinding yang akan dicat harus diplamir dahulu hingga rata dan digosok
hingga tampak halus.
4. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan.
1) Cat yang dikirim ke lokasi pelaksanaan harus dalam keadaan tertutup, atau
kantong yang masih disegel dan berlabel dari pabrik, bertuliskan tipe dan
tingkatannya, dalam keadaan utuh dan tidak cacat.
2) Bahan-bahan diletakkan ditempat yang kering berventilasi baik, terlindung
dan bersih.
3) Kontraktor bertangggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang
disimpan baik sebelum maupun selama pelaksanaan.
4) Bila terjadi kerusakan Kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki dengan
tidak mengurangikualitas pekerjaan.
Pasal15
Pekerjaan Instalasi Listrik
1. Lingkup Pekerjaan Listrik.
1) Pekerjaan yang termasuk pekerjaan instalasi ini merupakan pekerjaan
seluruh sistem listrik secara lengkap, sehingga instalasi ini dapat bekerja
dengan sempurna dan aman.
2) Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat penyerahan
pertama (serah terima pekerjaan pertama), instalasi pekerjaan tersebut
sudah dapat dipergunakan.
2. Kabel Daya.
1) Instalasi dan pemasangan kabel.
a. Bahan.
Semua kabel yang akan dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi
peraturan SII dan SPLN. Semua kabel harus baru dan harus jelas ukuran, jenis
kabel, nomor dan jenis pintalannya.
Semua kabel dengan penampang 6 mm2 keatas harus jenis pilin (stranded)
dan instalasi tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih lecil dari 2,5
mm2.
Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai adalah dari tipe:
(1) Untuk instalasi penerangan adalah NYA/NYM dengan conduit pipa PVC.
(2) Untuk kabel distribusi digunakan NYA dan penerangan taman dengan
mengunakan kabel NYFGBY.
Semua kabel NYA yang ditanam di dalam perkerasan (tembok, jalan, beton dll)
harus berada didalam conduit PVC kelas AW yang disesuaikan dengan
ukurannya, dan harus diklem.
b. Splice/pencabangan.
(1) Tidak diperkenankan adanya “splice” pencabangan ataupun sambungan-
sambungan baik dalam feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada
outlet atau pada kotak-kotak penghubung yang bisa dipakai.
(2) Semua sambungan kabel baik didalam junction box, panel ataupun
tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari
lembaga yang diisolasi dengan porselen atau bakelit ataupun PVC, yang
diameternya di sesuaikan dengan diameter kabel.
c. Bahan isolasi.
Semua bahan isolasi untuk pencabangan, conection dan lain-lain seperti karet,
PVC asbes tape sintetis, resin, splice case, composit dan lain-lain harus dari
tipe yang disetujui, untuk penggunaan, lokasi voltage dan lain nya harus
dipasang memakai cara yang disetujui oleh pabrik atau menurut anjuran yang
ada.
d. Penyambungan kabel.
(1) Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak
penyambungan yang sudah ditentukan (misalnya junction box).
(2) Kabel-kabel disambung sesuai dengan warna atau nama masing-masing,
serta sebelum dan sesudah penyambungan harus dilakukan pengetesan
tahanan isolasi
(3) Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan dan dilapisi
dengan timah putih dan kuat.
(4) Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa
PVC/protolen yang khusus untuk listrik.
3. Penerangan dan Stop Kontak.
1) Lampu dan Armatur.
a) Semua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal
pentanahan (grounding).
b) Box tempat ballast, kapasitor, dudukan stater dan terminal box harus cukup
besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak
menggangu kelangsung kerja dan unsur teknis komponen lampu itu sendiri.
c) Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel dalam box harus
diberikan saluran klem-klem tersendiri, sehingga tidak menempel pada balast
atau kapasitor.
d) Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar tahan karat,
kemudian di cat oven warna putih.
e) Ballast harus dari jenis “low loss ballast” dan harus dapat dipergunakan single
lampu balast (satu lampu flourentscent).
Pasal16
Pekerjaan Green House
Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan rangka untuk tiang dan kuda-kuda
Baja Ringan, serta pemasangan penutup atap polycarbonate twinlite dan untuk dinding
Polynet.
Untuk penyambungan rangka atap Baja Ringan, yang harus diperhatikan adalah arah gaya
yang terjadi pada masing-masing batang pada rangka tersebut. Gaya yang terjadi berupa
gaya tekan dan gaya tarik. Pada batang yang menerima gaya tekan, dapat dibuat
sambungan lubang dan pen. Apabila batang menerima gaya tarik, sambungan dapat
berbentuk sambungan miring berkait atau menggunakan alat penyambung baut.
Baja ringan yang digunakan umumnya t. 0,75mm dan atau disesuaikan dengan kebutuhan.
S U P R I A D I, [Link]
Direktur