Prasarana Utilitas – Jaringan persampahan
7.12.1 Deskripsi umum
Lingkungan perumahan harus dilayani sistem persampahan yang mengacu pada: a SNI 19-
2454-2002 tentang Tata cara teknik operasional pengolahan sampah perkotaan; b SNI 03-
3242-1994 tentang Tata cara pengelolaan sampah di permukiman; dan c SNI 03-3241-1994
tentang Tata cara pemilihan lokasi tempat pembuangan akhir sampah.
Jenis elemen perencanaan
Jenis-jenis elemen perencanaan yang harus disediakan adalah gerobak sampah; bak
sampah; tempat pembuangan sementara TPS; dan tempat pembuangan akhir TPA.
Sampah yang dihasilkan akan masuk ke tempat pengolahan pertama yaitu Tempat
Penampungan Sementara (TPS). Tempat Pembuangan Sementara (TPS) merupakan tempat
untuk menampung sampah sebelum diangkut ke tempat daur ulang, pengolahan, atau
tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), atau tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R).
TPS harus memenuhi kriteria teknis sebagai berikut:
Luas TPS sampai dengan 200 m persegi;
Tersedia fasilitas untuk mengklasifikasikan sampah ke dalam minimal lima jenis
sampah (organik, non-organik, sampah kertas, sampah B3, dan sampah sisa).
Jenis konstruksi penampung sampah sementara bukan konstruksi permanen
Baik lokasi maupun kapasitas sesuai kebutuhan;
Lokasi yang dapat diakses
Tidak mencemari lingkungan;
Penempatan tapak tidak mengganggu aspek estetika dan lalu lintas; dan
Memiliki aktivitas pengumpulan dan transportasi terjadwal
Gambar tempat pembuangan sementara (TPS) terdekat dari komplek Grya Husada
Kondisi dari tps yang terdekat dari komplek Grya Husada seperti terlihat pada
gambar diatas, dilihat dari kondisi fisiknya masih sangat layak dipakai namun disana tidak
ada pembagian tong untuk setiap jenis sampah. Untuk petugas sampai saat ini masih aktif.
Jarak dari komplek Grya Husada ke tps sekitar 1,5 km.
Prasarana Utilitas – Jaringan listrik
Lingkungan perumahan harus dilengkapi perencanaan penyediaan jaringan listrik sesuai
ketentuan dan persyaratan teknis yang mengacu pada: a SNI 04-6267.601-2002 tentang
Istilah kelistrikan Bab 601 Pembangkitan, Penyaluran dan Pendistribusian Tenaga Listrik –
Umum; b SNI 04-8287.602-2002 tentang Istilah kelistrikan Bab 602: Pembangkitan; dan c
SNI 04-8287.603-2002 tentang Istilah kelistrikan Bab 603: Pembangkitan, Penyaluran dan
Pendistribusian Tenaga Listrik – Perencanaan dan Manajemen Sistem Tenaga Listrik; 42 dari
52 SNI 04-6918-2002 Standar Nasional Indonesia Ruang bebas dan jarak bebas minimum
pada Saluran Udara Tegangan Tinggi SUTT dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi SUTET
ICS 29.240.20 Badan Standardisasi Nasional 6 dari 15 © BSN 2002 Tabel 1 Jarak bebas
minimum impuls petir Tabel 2 Jarak bebas minimum impuls switsing untuk SUTET 8 dari 15
© BSN 2002 Tabel 4 Jarak bebas minimum vertikai dari konduktor C SNI 04-6918-20 02 ©
BSN 2002 9 dari 15 SNI 04-6918-2002 © BSN 2002 12 dari 15
Gambar jaringan kelistrikan dikomplek Grya Husada
Jaringan kelistrikan diKomplek Grya Husada sudah sangat cukup untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat di Komplek tersebut, dimana setiap rumah warga dikomplek Grya
Husada sudah teraliri listrik. Dilihat dari pemasangan tiang dan jalur kabelnya tidak
menggangu aktifitas warga sekitar, serta tidak membahayakan.
Prasarana ruang terbuka
Fasilitas ruang terbuka merupakan kebutuhan dasar untuk melakukan aktivitas olahraga,
tanpa adanya fasilitas ruang terbuka yang memadai sulit untuk mengharapkan partisipasi
masyarakat dalam aktivitas olahraga. Ruang terbuka pada umumnya dikategorikan sebagai
dalam lingkup olahraga rekreasi dan dilakukan pada waktu senggang, sehingga ruang
terbuka untuk olahraga ini bisa menimbulkan rasa minat masyarakat sekitar.
Gambar lapangan olahraga yang berada didalam komplek Grya Husada
Didalam komplek Grya Husada terdapat prasarana ruang terbuka, tepatnya lapangan bola
voli,dimana lapangan tersebut tamknta sudah lama tidak dipergunakan, dapat dilihat dari
netnya yang sudah tidak ada tiangnya yang sudah tidak terawat. Namun lapangan tersebut
menjadi tempat rekreasi bagi anak-anak yang rumahnya berada di sekitar komplek
tersebut. Lokasi langan ini berada dekat berdampingan dengan Posyandu dan warung.
BAB 4 PENUTUP
KESIMPULAN
Dari yang sudah kami identifikasi kami dapat menyimpulkan bahwa komplek Grya
Husada layak untuk dijadiakan tempat hunian, karena sarana dan prasaranya sudah sangat
cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berada di komplrk tersebut.
SARAN