0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan36 halaman

Pengkajian GSR pada Kanker Serviks

Pasien wanita berusia 35 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB dan nyeri kanker. Pasien mengeluh keluar darah dari vagina dalam jumlah banyak, nyeri panggul dan kaki kiri. Pemeriksaan fisik menunjukkan anemia berat dan gangguan fungsi neurologis dan otot.

Diunggah oleh

Mi Yya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan36 halaman

Pengkajian GSR pada Kanker Serviks

Pasien wanita berusia 35 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB dan nyeri kanker. Pasien mengeluh keluar darah dari vagina dalam jumlah banyak, nyeri panggul dan kaki kiri. Pemeriksaan fisik menunjukkan anemia berat dan gangguan fungsi neurologis dan otot.

Diunggah oleh

Mi Yya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGKAJIAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI (GSR)

Nama Mahasiswa : Yulinda Umar Tgl. Pengkajian : 8 juni 2022


NIM : R01421005 Ruangan/RS : Pinang Bawah/RSWS
I. Data umum klien
No. Reg : 958355
Initial : Ny. M (35 tahun)
Alamat KTP/ Domisili : Perum Dosen Blok C no.10 BTP Moncongloe
Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar
Tgl masuk RS : 07 Juni 2022
Tgl pengkajian : 08 Juni 2022
Diagnosa medis : Kanker Serviks Stadium III B dan Cancer Pain
II. Masalah Utama
Keluhan utama keluar darah dari vagina dalam jumlah banyak, nyeri kaki
sebelah kiri, nyeri panggul
Riwayat Keluhan Utama Keluhan dirasakan sehari sebelum masuk rumah sakit
Mulai Timbulnya
Sifat Keluhan Nyeri dirasakan hilang timbul seperti tertusuk-tusuk
Lokasi Keluhan Nyeri dirasakan pada daerah pinggang (sacrum) dan menjalar
ke paha sampai kaki
Faktor Pencetus Proses Perkembangan penyakit (Ca Cerviks)
Keluhan lain Klien juga mengeluh selalu terbangun tengah malam karena
mersakan nyeri pada kaki sebelah kiri
Pengaruh Keluhan
terhadap aktifitas/fungsi Klien merasa lemah dan tidak bersemangat dalam beraktivitas
tubuh seperti biasanya
Usaha pasien untuk pasien mengelus-elus area yang nyeri
mengatasi keluhan

III. Pengkajian Fisik Seksual


Subyektif :
Usia menarche 14 tahun
Siklus haid 28 hari
Durasi haid 4 hari
Dismenorea Polimenorea Oligomenorea
Menometroragie Amenorea
Rabas pervagina Bulan Maret 2021
warna Darah merah dalam bentuk cair dan gumpalan
Jumlah Awalnya bercak hingga sedang
Berapa lama ± 8 bulan
Metode kontrasepsi terakhir Klien pernah menggunakan metode kontrasepsi suntik
Status obstetri G3 P3 A0

Riwayat Persalinan
Term Penuh Semua anaknya lahir cukup bulan
Prematur Tidak Ada
Multiple Tidak Ada

Riwayat Persalinan Terakhir


Tahun 2000
Tempat Klinik/Bidan
Lama gestasi ± 9 bulan
Lama persalinan ± 4 jam
Berat badan bayi 3600 gram
Komplikasi maternal/bayi Tidak Ada

Objektif
PAP Smear terakhir (tanggal November 2021 / positif Ca Cerviks
dan hasil)
Tes serologi Tidak Ada

Makanan dan Cairan


Subyektif :
Masukan oral 4 jam terakhir 1500 ml
Mual /muntah Hilang nafsu makan Masalah mengunyah
Pola makan Klien mengatakan makan 3x sehari sesuai dengan jadwal makan di
Frekuensi RS dan porsi makanan dihabiskan
Konsumsi cairan Klien minum air mineral botol isi 1500 mlsebanyak 2 botol (± 3000
ml/hari)
Objektif
BB 47 kg
TB 147
IMT 21,7 kg/m²
Turgor Kulit Normal (kulit segera kembali)
Membran Mukosa Normal (mukosa mulut tampak sedikit kering)
Pemeriksaan Hb,Ht (Tgl 06 Juni 2022
dan Hasil) Hemoglobin : 6.6 gr/dl (Anemia)
Hematokrit : 19 % (Menurun)

Elminasi
Subyektif :
Frekuensi defekasi Pasien mengatakan BAB sampai 5 kali dalamsehari.
Pasien mengatakan konsistensi tinja lembek dan padat seperti
kotoran kambing
Penggunaan laksatif Tidak Ada
Waktu defekasi terakhir Klien mengatakan defekasi terakhir jam 11.00 WITA (07
Juni 2022)
Frekuensi berkemih 5-6 kali/hari
Karakter urine Normal (warna kuning terang, berbau pesing)
Nyeri/rasaterbakar/kesulitan Tidak ada keluhan pada saat pengeluaran BAK
berkemih
Riwayat penyakit ginjal Pasien tidak memiliki riwayat penyakit ginjal
Penyakit kandung kemih Pasien tidak memiliki riwayat penyakit infeksi pada saluran
kemih
Penggunaan diuretik Pasien tidak pernah menggunakan obat-obatan diuretik

Objektif
Pemasangan Kateter Pasien Terpasang kateter
Bising Usus 8 Kali/menit
Kateter Urine urinnya berwarna warna, kuning terang dan berbau pesing
Konsistensi feces Pasien mengatakan konsistensi tinja lembek dan padat seperti
kotoran kambing
Haemoroid Klien mengatakan tidak ada penyakit hemoroid
Palpasi Kandung kemih Pada saat dilakukan palpasi, kandung kemih tidak teraba
(teraba/tidak teraba)
Aktifitas/istirahat
Subyektif :
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT)
Tidur malam (jam) Pasien tidur malam pada jam 21.00-03.00 WITA. Pasien terbangun
karena nyeri. Klien tertidur kembali pada jam 05.00-06.00 WITA.
Pasien mengatakan pola tidurnya membuat dirinya kurang istirahat,
merasa lemah dan kurang bersemangat dalam beraktivitas. Pasien
nampak lesu.
Tidur siang (jam) Kadang-kadang tidur siang ± 1 jam

Objektif
Status neurologis Composmentis
GCS E4 M5 V5
Pengkajian Neuromuskuler Normal
Rentang pergerakan sendi Tidak Normal (beberapa resistensi)
(ROM)
Derajat kekuatan otot Skor 4 (rentan gerak penuh melawan gravitasi, beberapa
resistensi)
Kuku (warna) Normal
Tekstur melengkung
Membran Mukosa Sedikit kering, tidak ada lesi
Konjungtiva Anemis
Sklera Tidak ikterik

Hygiene
Subyektif :
Kebersihan rambut Bersih
Kebersihan badan Bersih
Kebersihan gigi/mulut Bersih
Kebersihan kuku tangan dan Tampak panjang
kaki

Objektif
Cara berpakaian Pasien nampak menggunakan pakaian rapi dan bersih
dengan mengenakan kain sarung/batik
Kondisi kulit kepala Bersih
Sirkulasi
Subyektif :
Riwayat penyakit jantung Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit jantung
Riwayat demam reumatik Tidak Ada

Objektif
Tekanan darah 110/70 MmHg
Nadi 80 kali /menit
Distensi vena jugularis Tidak Ada
(ada/tidak ada)
Bunyi jantung Normal
Irama (teratur/tidak teratur) Teratur
Kualitas Kuat
(kuat/lemah/Rub/Murmur)
Ektremitas
Suhu (hangat/akral dingin) 36˚C (akral hangat)
CRT <3 detik (normal)
Varises (ada/tidak ada) Tidak Ada

Nyeri / Ketidaknyaman
Subyektif
Lokasi Nyeri dirasakan pada daerah pinggang (sacrum) dan menjalar
ke paha sampai kaki
Intensitas (skala 0-10) Skala 6 (nyeri sedang) menggunakan Numeric Rating Scale
Frekuensi Durasi Nyeri dirasakan hilang timbul seperti tertusuk-tusuk
Faktor pencetus Proses perkembangan penyakit
Cara mengatasi Pasien mengelus-elus bagian tubuh yang terasanyeri
Faktor yang berhubungan Pasien mengatakan proses penyakitnya menambah parah
keluhan nyeri yang dirasakan sering dirasakan

Objektif
Menangis dan meringis

Melindungi area yang sakit
Fokus menyempit
Pernapasan
Subyektif :
Dispnoe Batuk/sputum Riwayat Bronkhitis
Asthma Tuberkulosis Emfisema
Pneumonia berulang Perokok
Penggunaan alat bantu pernafasan (O2) : Tidak Ada

Objektif
Frekuensi 20 kali/menit
Irama
Eupnoe Tachipnoe Bradipnoe Kusmaul
Apnoe Hiperventilasi Cheynestoke Biots
Bunyi Napas
Bronchovesikule Vesikuler Bronchial
Karakteristik sputum Tidak ada
Hasil Rontgen Tidak Ada

Interaksi sosial
Subyektif :
Status pernikahan Menikah
Lama pernikahan Sejak 2014 (± 8 Tahun)
Tinggal serumah dengan Suami dan anak-anak

Objektif

Komunikasi verbal dan non verbal dengan orang terdekat Baik


Tambahan
Pasien mengatakan kaget saat mengetahui penyakit yang dialaminya, pasien
mengatakan kurang paham dengan penyakitnya, pasien mengatakan menyesal saat
terdapat gejala tetapi tidak memeriksakan kondisinya saat itu. Pasien mengatakan saat
ini hanya memikirkan anak-anaknya yang masih kecil. Pasien mengatakan akan terus
berjuang agar penyakitnya sembuh dan diberikan kesehatan oleh allah agar dapat
mengurus anak-anaknya. Pasien bertanya penyebab rasa kebas pada kaki sebelah
kirinya
Integritas Ego
Subyektif :

Perencanaan kehamilan Tidak ada perencanaan untuk hamil lagi


Perasaan klien/keluarga Klien merasa sedih dan tidak percaya dengan
tentang penyakit kondisinya saat ini. Klien mengatakan 3 bulan
terakhir setelah melakukan hubungan badan dengan
mantan suami, dirinya langsung sakit. Klien
mengatakan dirinya merasa bahwa mantan
suaminya adalah penyebab sakitnya
Status hubungan Hubungan pasien dan suaminya saat ini rukun dan
suaminya yang menjaga, merawat dan memenuhi
kebutuhan pasien
Masalah keuangan Tidak ada (keluarga lainnya membantu dalamkeuangan)
Cara mengatasi stres Berpikir positif dan banyak berdoa

Objektif

Status emosional (cemas,apatis, dll) Klien nampak tenang dan aktif dalam
berinteraksidengan orang lain disekitarnya
Respon fisiologis yang teramati Tidak ada
Agama Islam
Muncul perasaan (tidak berdaya, putus asa, tidak mampu) Tidak Ada

Neurosensori
Subyektif :
Pusing (ada/tidak ada) Saat melakukan aktifitas pasien merasa pusing
Kesemutan/kebas/kelembaban Klien mengeluh merasa kebas pada kaki sebelah
(lokasi) kiri

Keamanan
Subyektif :
Alergi/sensitivitas Pasien mengatakan dirinya tidak
terdapat riwayat alergi
Penyakit masa kanak-kanak Pasien mengatakan tidak ada penyakit serius pada
masa kanak-kanak
Masalah obstetric sebelumnya Tidak Ada
Jarak waktu kehamilan Kehamilan pertama 3 tahun
Kehamilan kedua 2 tahun
Riwayat kecelakaan Tidak Ada
Fraktur dislokasi Tidak Ada
Pembesaran kelenjar Tidak Ada
Objektif
Integritas kulit Tampak adanya bekas luka, kulit lembab
Cara berjalan Tidak ada kelainan
Penyuluhan/pembelajaran
Subyektif :
Bahasa dominan Bahasa Indonesia
Pendidikan terakhir Sarjana
Pekerjaan suami Wiraswasta
Faktor penyakit dari keluarga Tidak Ada
Sumber pendidikan tentang Klien mendapatkan penjelasan terkait dengan
penyakit penyakit yang dialami ketika klien mulai
memeriksakan diri di tempat dokter praktik dan
dirawat di RS
Pertimbangan rencana pulang
Tanggal informasi diambil 08 Juni 2022
Pertimbangan rencana pulang Setelah penatalaksanaan kemoterapi
Tanggal perkiraan pulang 10 Juni 2022
Ketersediaan sumber kesehatan Puskesmas dan RSUD setempat
terdekat

Pemeriksaan Diagnostik :
Pemeriksaan Laboratorium:
6 Juni 2022
Pemeriksaan Hasil Rentang
normal
dan satuan
HEMATOLOGI
RBC 2.17 (menurun) 4.0-6.0 (106/)/uL
HGB 6.6 (menurun) 12-16 gr/dl
HCT 19 (menurun) 37-48 %
MCV 88 80.9-97.0 µm3
MCH 30 26.5-33.5 pg
MCHC 35 31.5-35.0 g/dl
PLT 341 150.0-400.0 (103) /uL
WBC 22.4 (menurun) 4.0-10.0 (103) /uL
Neutrofil 91.2 52.0-75.0 (103) /uL
Lymphosit 4.1 20.0-40.0 (103) /uL
Monosit 4.1 2.0-8.0 (103) /uL
Eosinofil 0.4 1.0-3.0 (103) /uL
Basophil 0.2 0.0-0.1 (103) /uL
Terapi dan pengobatan :
 Rencana transfusi darah
 Ranitidin injeksi 80 mg/12 jam /IV
 Ketorolac injeksi 30 mg/8 jam/IV
 Fentanyl 30 mcg / syeringpump
 Paracetamol tablet 500 mg/oral/8 jam
 Adona 50 mg/24 jam drips
 Asam tranexamat 500mg/12 jam/IV
 Gabapentin 500 mg/8 jam/oral
 Rencana kemoterapi siklus ke-6
ANALISA DATA

Nama Klien : Ny. M

Diagnosa Medis : Kanker Serviks Stadium III B dan Cancer Pain

Ruang Rawat : GSR/RS Wahidin Sudirohusodo

No. Data Masalah Keperawatan

1. Faktor risiko

 Klien mengatakan pada bulan november 2020


pernah keluar cairan dan gumpalan darah merah
dari jalan lahirnya Perfusi perifer tidak
 Konjungtiva nampak anemis efektif
 Mukosa mulut klien nampak agak kering
 Hasil pemeriksaan Pap Smear November 2021
Kesimpulan : positif Ca Cerviks
 Hasil pemeriksaan laboratorium tgl.06/06/2022
RBC: 2.17 (menurun)
HGB: 6.6 (menurun)
HCT: 19 (menurun)
2 DS: Nyeri kronis

 Pasien mengeluh nyeri pada daerah pinggang


(sacrum) menjalar paha sampai kaki sebelah
kiri
 Pasien mengatakan nyeri dirasakan muncul
hilang timbul seperti ditusuk-tusuk sejak ± 3
bulan yang lalu
DO:

 Pasien tampak menangis


 Nyeri skala 6 menggunakan Numeric Rating
Scale (NRS)
 TTV:
TD: 110/70 mmHg
N: 80 kali/menit
S: 36˚C
P: 20 kali/menit
 Hasil pemeriksaan Pap Smear November 2021
Kesimpulan : positif Ca Cerviks
2. DS:

 Pasien mengeluh rasa nyeri pada abdomen bawah


DO:
 IMT: 21.6 kg/m2 Kesiapan peningkatan
 Bising usus 8 kali/menit nutrisi

 Mukosa mulut klien nampak agak kering


Terjadi penurunan BB 4 kg selama sakit
3 DS:

 Pasien mengatakan merasa pusing


 Pasien merasa lemah dan tidak bersemangat
dalam beraktivitas
 Pasien mengeluh rasa sakit pada kaki sebelah
kirinya Intoleran aktivitas
DO:
 Pasien nampak lesu
 Bibir Pasien tampak pucat
 Konjungtiva pasien tampak pucat
 Pasien beraktifitas di tempat tidur
 Kekuatan otot
4 4
5 4
 Hasil pemeriksaan laboratorium tgl.06/06/2022
Hb: 6.6 gr/dl (anemia)
 TTV:
TD: 110/70 mmHg
N: 80 kali/menit
S: 36˚C

P: 20 kali/menit
5. DS:
Ansietas
 Pasien mengatakan dirinya merasa sedih dan tidak
percaya dengan kondisinya saat ini
 Pasien mengatakan saat ini dengan keadaan
anaknya nanti
 Pasien mengatakan tidak dapat melakukan
tugasnya sebagai seorang ibu
DO:
Pasien nampak menangis sambil berbicara
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perfusi perifer tidak efektif
2. Nyeri kronis berhubungan dengan proses penyakit

3. Kesiapan peningkatan nutrisi

4. Intoleran aktifitas berhubungan Keletihan

5. Ansietas berhubungan dengan perubahan peran


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny. M
Diagnosa Medis : Kanker Serviks Stadium III B dan Cancer Pain
Ruang Rawat : RUANG PINANG BAWAH (GSR) RUMAH SAKIT WAHIDIN SUDIROHUSODO

No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan


1 7/6/2022 Perfusi perifer tidak efektif (D.0009) Perfusi perifer (L.02011) Manajemen perdarahan (I.02040)
DS dilakukan tindakan Observasi
 Pasien mengatakan pada bulan Maret keperawatan selama 1x24jam, 1. Monitor tanda dan gejala perdarahan
2021 pernah keluar cairan dan diharapkan perdarahan tidak 2. Monitor nilai hematokrit dan
gumpalan darah merah dari jalan terjadi dengan kriteria hasil: hemoglobin sebelum dan setelah
lahirnya [Link] membran mukosa kehilangan darah
meningkat
 Pasien mengeluh nyeri pada daerah 3. Monitor tanda-tanda vital
[Link] dalam batas normal
pinggang (sacrum) dan menjalar sampai 4. Monitor koagulas
[Link] membaik
paha dan kaki sebelah kiri Terapeutik
[Link] membaik
DO 1. Pertahankan bedrest selama
[Link] ekstremitas menurun
 Konjungtiva nampak anemis perdarahan
[Link] kulit pucat menurun
 Mukosa mulut klien nampak agak 2. Batasi tindakan invasif jika perlu
kering Edukasi
 Hasil pemeriksaan PAP Smear bulan 1. Jelaskan tanda dan gejala perdarahan
Desember 2021 2. Anjurkan meningkatkan asupan cairan
Kesimpulan: Adenoskuamous Cell untuk menghindarikonstipasi
Carcinoma 3. Anjurkan meningkatkan asupan
makanan dan vitamin K [Link]
 Hasil pemeriksaan laboratorium segera melapor jika terjadi perdarahan
tgl.6/6/2022 Kolaborasi
RBC: 2.17 (menurun) [Link] pemberian obat pengontrol
HGB: 6.6 (menurun) perdarahan jika perlu
HCT: 19 (menurun)
[Link] pemberian produk darah
 TTV:
TD: 110/70 mmHg jika perlu
N: 80 kali/menit [Link] pemberian pelunak tinja
S: 36˚C jika perlu
P: 20 kali/menit
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
2 7/6/2022 Nyeri kronis berhubungan dengan proses Tingkat nyeri (L.08066) Manajemen nyeri (I.08238)
penyakit ditandai oleh: Setelah dilakukan tindakan Observasi
DS: keperawatan selama 1x24 1. Identifikasi lokasi, karakteristik,
 Klien mengeluh nyeri pada daerah diharapkan nyeri dapat durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
pinggang (sacrum) dan menjalar sampai menurun dengan kriteria nyeri
paha dan kaki sebelah kiri hasil: 2. Identifikasi skala nyeri
 Klien mengatakan nyeri dirasakan [Link] nyeri menurun 3. Identifikasi respon nyeri non verbal
muncul terus-menerus seperti tertusuk- [Link] tersenyum 4. Identifikasi faktor yang memperberat
tusuk sejak ± 3 bulan [Link] nadi membaik dan meringankannyeri
DO: [Link] napas membaik 5. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan
 Ekspresi wajah nampak menangis dan [Link] darah membaik tentang nyeri
meringis 6. .Monitor efek samping penggunaan
 Nyeri skalan6 menggunakan Numeric Kontrol nyeri (L.06063) analgetik
Rating Scale (NRS) 1. Mampu melaporkan nyeri
 TTV: Terkontrol Terapeutik
TD: 110/70 mmHg 2. Kemampuan mengenali 1. Berikan teknik non farmakologis
N: 80 kali/menit onset nyeri meningkat untuk mengurangi rasanyeri
S: 36˚C 3. Kemampuan mengenali 2. Kontrol lingkungan yang memperberat
P: 20 kali/menit penyebab nyeri rasa nyeri
meningkat 3. Fasilitasi istirahat tidur
4. Kemampuan menggunakan 4. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri
teknik nonfarmakologis dalam pemilihan strategi meredakan
meningkat nyeri
Edukasi
1. Jelaskan penyebab, periode dan pemicu
nyeri
2. Jelaskan strategi mengurangi nyeri
3. Anjurkan memonitor nyeri secara
mandiri
4. Anjurkan menggunakan analgetik
secara tepat
5. Ajarkan teknik non farmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
Kolaborasikan pemberian analgetik
Terapi Sentuhan (I.09330)
Observasi
1. Identifikasi keinginan melakukan
intervensi
2. Identifikasi tujuan terapi sentuhan yang
diinginkan
3. Monitor respon relaksasi dan
perubahan yang diharapkan

Terapeutik
1. Ciptakan lingkungan yang nyaman
tanpa distraksi
2. Letakkan telapak tangan terhadap pasien
3-5 inci dari tubuh pasien
3. Gerakkan tangan dengan sangat lembut
kebawah melalui medan energy pasien
4. Perhatikan area yang mengalami
gangguan
Edukasi
Anjurkan istirahat selama 20 menit atau
lebih setelah perawatan
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
3 7/6/2022 Kesiapan peningkatan nutrisi Status nutrisi (L.03030) Manajemen nutrisi (I.03119)
DS Setelah dilakukan tindakan Observasi
1. Identifikasi status nutrisi
 Klien mengeluh rasa nyeri pada keperawatan selama 3x24jam 2. Identifikasi alergi dan intoleransi
abdomen bawah diharapkan defisit nutrisi makanan
tidak terjadi dengan kriteria 3. Identifikasi makanan yang disukai
DO
hasil: 4. Monitor asupan makanan
 IMT: 21.7 kg/m2 5. Monitor berat badan
1. .Nyeri abdomen menurun
 Bising usus 8 kali/menit 6. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
2. Berat badan membaik
 Mukosa mulut klien 3. IMT membaik
Terapeutik
nampak agakkering 4. Bising usus membaik
1. Lakukan oral hygiene sebelum
5. Membran mukosa makan jika perlu
membaik 2. Sajikan makanan secara menarik dan
suhu yang sesuai
3. Berikan makanan tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
4. Berikan makanan tinggi kalori dan
tinggi protein

Edukasi
Anjurkan posisi duduk jika mampu
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian medikasi
sebelum makan misalnyaanti nyeri dan
anti emetik jika perlu
2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrient yang dibutuhkan jika perlu
Manajemen kemoterapi (I.14511)
Observasi
1. Periksa kondisi sebelum kemoterapi
2. Monitor efek samping dan efek toksik
pengobatan
3. Monitor mual dan muntah akibat
kemoterapi
4. Monitor status gizi dan berat badan

Terapeutik
1. Batasi stimulus lingkungan
2. Berikan asupan cairan adekuat

Edukasi kemoterapi (I.12382)


Observasi
1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan
menerima informasiTerapeutik
2. Sediakan materi dan media pendidikan
kesehatan
3. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai
kesepakatan [Link] kesempatan untuk
bertanya
Edukasi
1. Jelaskan efek obat-obatan antineoplasma
pada sel-sel malignan
2. Ajarkan klien dan keluarga mengenai
efek terapi
Anjurkan untuk melaporkan jika terjadi
demam, menggigil, mimisan, lebam-lebam,
tinja berwarna merah tua/hitam
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
4 7/6/2022 Intoleran aktifitas Toleransi aktivitas (L.05047) Manajemen energi (I.05178)
DS: Setelah dilakukan tindakan Observasi
1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh
keperawatan selama 1x24
yang mengakibatkan kelelahan
 Pasien mengatakan merasa pusing jam diharapkan keletihan
2. Monitor kelelahan fisik dan emosional
dapat menurun dengan
 Pasien merasa lemah dan tidak 3. Monitor pola dan jam tidur
kriteria hasil
bersemangat dalam beraktivitas 4. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan
1. Warna kulit membaik
selama melakukanaktivitas
 Pasien mengeluh rasa sakit pada kaki 2. Dispneu saat aktivitas
menurun
sebelah kirinya Terapeutik
3. lemah menurun
DO: 1. Sediakan lingkungan nyaman dan rendah
4. kekuatan otot meningkat
 Pasien nampak lesu [Link]-tanda vital normal stimulus
2. Lakukan latihan rentang gerak pasif dan
 Bibir Pasien tampak pucat
atau aktif
 Konjungtiva pasien tampak pucat
3. Berikan aktivitas distraksi yang
 Pasien beraktifitas di tempat tidur
menenangkan
 Kekuatan otot
4. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur jika
4 4
tidak dapat berpindah atau berjalan
5 4
 IMT :21.7 Edukasi
1. Anjurkan tirah baring
 Hasil pemeriksaan laboratorium 2. Anjurkan melakukan aktivitas secara
tgl.06/06/2022 Hb: 6.6 gr/dl bertahap
3. Anjurkan menghubungi perawat jika
(anemia)
tanda dan gejala kelelahan tidak
 TTV:
berkurang
TD: 110/70 mmHg
4. Ajarkan strategi koping untuk
N: 80 kali/menit
mengurangi kelelahan
R : 20 kali/menit
Kolaborasi
5. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan makanan
Dukungan tidur (I.05174)
Observasi
1. Identifikasi pola aktivitas dan tidur
2. Identifikasifaktor pengganggu tidur
(fisik dan atau psikologis)
3. Identifikasi makanan dan minuman yang
menganggu tidur
4. Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi

Terapeutik
1. Modifikasi lingkungan
2. Batasi waktu tidur siang jika perlu
3. Fasilitasi menghilangkan stres sebelum
tidur
4. Tetapkan jadwal tidur rutin
5. Lakukan prosedur untuk meningkatkan
kenyamanan
6. Sesuaikan jadwal pemberian obat dan
atau tindakan untuk menunjang siklus
tidur-terjaga

Edukasi
1. Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
2. Anjurkan menepati kebiasaan waktu
tidur
3. Anjurkan menghindari makanan
atau minuman yang
mengganggu tidur
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
5 7/6/2022 Ansietas Tingkat ansietas (L.09093) Dukungan emosional (I.09256)
DS: Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24
1. Identifikasi fungsi frustasi bagi klien
 Pasien mengatakan dirinya merasa jam, diharapkan berduka
teratasi dengan kriteria hasil
sedih dan tidak percaya dengan 2. Identifikasi hal yang memicu
1. Verbalisasi khawatir akibat
kondisinya saat ini kondisi yang dihadapi Terapeutik
menurun
 Pasien mengatakan saat ini dengan 1. Fasilitasi mengungkapkan perasaan
2. Perasaan keberdayaan
keadaan anaknya nanti cemas, marah atau/sedih
membaik
 Pasien mengatakan tidak dapat 3. Konsentrasi membaik 2. Buat pernyataan suportif atau empati
4. TTV normal selama fase berduka
melakukan tugasnya sebagai seorang
ibu 3. Lakukan sentuhan untuk memberikan

DO: dukungan

Pasien nampak menangis sambil 4. Tetap bersama klien dan pastikan

berbicara keamanan selama ansietas jika perlu


5. Kurangi tuntutan berpikir selama sakit
atau lelah
Edukasi
1. Jelaskan konsekuensi tidak menghadapi
rasa bersalah dan malu
2. Anjurkan mengungkapkan perasaan
yang dialami
3. Anjurkan mengungkapkan
pengalaman emosional sebelumnya
dan pola respon yang biasa digunakan
4. Ajarkan penggunaan mekanisme
pertahanan yang tepat
Kolaborasi
Rujuk untuk konseling jika perlu
Terapi relaksasi
Observasi
1. Identifikasi teknik relaksasi yang
pernah efektif pernah dilakukan
2. Monitor respon terhadap terapi
relaksasi
Terapeutik
1. Berikan informasi tertulis tentang
persiapan dan prosedur teknik relaksasi
Edukasi
1. Jelaskan tujuan,manfaat, batasan dan
jenis relaksasi yang tersedia (mis : music
meditasi, napas dalam, murottal)
2. Demonstrasikan dan latih teknik
relaksasi (music, napas dalam, murottal)
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN
Nama Klien : Ny. M
Diagnosa Medis : Kanker Serviks Stadium III B dan Cancer Pain
Ruang Rawat : RUANG PINANG BAWAH (GSR) RUMAH SAKIT WAHIDIN SUDIROHUSODO
Tgl/Bln/Thn Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Tanda tangan
6/7/2022 Perfusi perifer tidak Jam : 16.00 Jam 20.00
efektif (D.0009) 1. Memonitor tanda dan gejala S:
perdarahan Pasien mengatakan pada bulan Maret
2. Memonitor nilai hematokrit 2021 pernah keluar cairan dan
dan hemoglobin sebelum gumpalan darah merah dari jalan
dansetelah kehilangan darah lahirnya
3. Memonitor tanda-tanda vital O
4. Mempertahankan bed rest  Konjungtiva nampak anemis
selama perdarahan  Mukosa mulut klien nampak
5. Menganjurkan meningkatkan agakkering
asupan cairan untuk  Hasil pemeriksaan PAP Smear
menghindari konstipasi bulan Desember 2021
6. Menganjurkan meningkatkan Kesimpulan: Adenoskuamous
asupan makanan dan vitamin CellCarcinoma
K  Hasil pemeriksaan laboratorium
7. Mengkolaborasi pemberian tgl.6/6/2022
obat pengontrol perdarahan RBC: 2.17 (menurun)
jika perlu HGB: 6.6 (menurun) Yulinda Umar
8. Mengkolaborasi pemberian HCT: 19 (menurun)
produk darah jika perlu  TTV:
TD: 110/70 mmHg
N: 80 kali/menit
S: 36˚C
P: 20 kali/menit
A: Masalah belum teratasi
P : lanjutkan Intervensi
1. Monitor tanda dan gejala perdarahan
2. Monitor nilai hematokrit dan
hemoglobin sebelum dan setelah
kehilangan darah
3. Monitor tanda-tanda vital
4. Monitor koagulas
5. Pertahankan bed rest selama
perdarahan
6. Batasi tindakan invasif jika perlu
7. Anjurkan meningkatkan asupan
makanan dan vitamin K
8. Anjurkan segera melapor jika terjadi
perdarahan
9. Kolaborasi pemberian obat
pengontrol perdarahan jika perlu
10. Kolaborasi pemberian produk
darah jika perlu
Tgl/Bln/Thn Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Tanda tangan
6/7/2022 Nyeri kronis b/d proses Jam : 16.00 Jam 20.00 Wita
S
penyakit 1. Mengidentifikasi lokasi,
 Klien mengeluh nyeri pada daerah
karakteristik durasi,
perut bagian
frekuensi, kualitas, intensitas
nyeri  tembus ke pinggang (sacrum) dan
2. Mengidentifikasi skala nyeri  menjalar sampai paha
 Klien mengatakan nyeri dirasakan
3. .Mengidentifikasi respon muncul terus-menerus dan
nyeri non verbal menusuk-nusuk sejak ± 6 bulan
4. Mengidentifikasi faktor yang lalu
yang memperberat dan 0
meringankan nyeri  Ekspresi wajah meringis
5. Mengidentifikasipengetahuan  Nyeri skala 6 menggunakan
Numeric Rating Scale (NRS)
dankeyakinan tentang nyeri  TTV:
TD: 110/70 mmHg
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi Yulinda Umar
1. Berikan teknik non farmakologis
untukmengurangi rasa nyeri
2. Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
3. Fasilitasi istirahat tidur
4. Pertimbangkan jenis dan sumber
nyeri dalam pemilihan strategi
meredakan nyeri
5. Kolaborasikan penggunaan
analgetik
Tgl/Bln/Thn Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Tanda tangan
6/7/2022 Intoleran aktifitas Jam 16.00 Jam 20.00
1. mengidentifikasi gangguan DS:
fungsi tubuh yang  Pasien mengatakan merasa pusing
mengakibatkan kelelahan  Pasien merasa lemah dan
2. Memonitor lokasi dan tidak bersemangat dalam
ketidaknyamanan selama beraktivitas
melakukan aktivitas  Pasien mengeluh rasa sakit pada
3. Melakukan latihan rentang gerak kaki sebelah kirinya
pasif dan atau aktif
4. Memfasilitasi duduk di sisi O:
tempat tidur jika tidak dapat  Pasien nampak lesu
berpindah atau berjalan  Bibir Pasien tampak pucat
5. Anjurkan tirah baring
 Konjungtiva pasien tampak pucat
6. Anjurkan melakukan aktivitas  Pasien beraktifitas di tempat tidur
secara bertahap
 Kekuatan otot
7. Kolaborasi dengan ahli gizi
4 4
tentang cara meningkatkan
5 4
asupan makanan
 IMT :21.7
 Hasil pemeriksaan
laboratorium tgl.06/06/2022 Yulinda Umar
Hb: 6.6 gr/dl (anemia)
 TTV:
TD: 110/70 mmHg
N: 80 kali/menit
R : 20 kali/menit
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh
yang mengakibatkan kelelahan
2. Monitor kelelahan fisik dan
emosional
3. Monitor pola dan jam tidur
4. Sediakan lingkungan nyaman dan
rendah stimulus
5. Berikan aktivitas distraksi yang
menenangkan
6. Anjurkan tirah baring
7. Anjurkan melakukan aktivitas
secara bertahap
8. Ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
9. Kolaborasi dengan ahli gizi
tentang cara meningkatkan asupan
makanan
Tgl/Bln/Thn Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Tanda tangan
6/7/2022 Kesiapan Jam 16.00 S
Meningkatan 1. Mengidentifikasi status nutrisi  Klien mengeluh rasa nyeri pada
nutrisi 2. Memonitor asupan makanan abdomen bawah
3. Monitor berat badan
4. Melakukan oral hygiene O
sebelum makan jika perlu  IMT: 21.7 kg/m2
5. memberikan makanan
 Bising usus 8 kali/menit
tinggi kalori dan tinggi
protein  Mukosa mulut klien
6. Menganjurkan posisi duduk nampak agak kering
jika mampu A: Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
7. Mengkolaborasi pemberian
medikasi sebelum makan 1. Identifikasi status nutrisi
2. Identifikasi makanan yang disukai Yulinda Umar
misalnya anti nyeri dan anti
3. Monitor asupan makanan
emetik jika perlu 4. Monitor berat badan
5. Lakukan oral hygiene sebelum
makan jika perlu
6. Berikan makanan tinggi serat
untuk mencegah konstipasi
7. Berikan makanan tinggi kalori
dan tinggi protein
8. Kolaborasi pemberian medikasi
sebelum makan misalnya anti nyeri
dan anti emetik jika perlu
9. Periksa kondisi sebelum kemoterapi
10. Monitor efek samping dan efek
toksik pengobatan
11. Monitor mual dan muntah akibat
kemoterapi
12. Monitor status gizi dan berat badan
Tgl/Bln/Thn Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Tanda tangan
6/7/2022 Ansietas 1. Identifikasi fungsi frustasi bagi S:
klien  Pasien mengatakan dirinya

2. Identifikasi hal yang memicu merasa sedih dan tidak percaya

3. Fasilitasi mengungkapkan dengan kondisinya saat ini

perasaan cemas, marah atau/  Pasien mengatakan saat ini

sedih dengan keadaan anaknya nanti

4. Lakukan sentuhan untuk  Pasien mengatakan tidak dapat


memberikan dukungan melakukan tugasnya sebagai
5. Tetap bersama klien dan seorang ibu
pastikan keamanan selama O:
ansietas jika perlu Pasien nampak menangis sambil
Yulinda Umar
6. Kurangi tuntutan berpikir berbicara
selama sakit atau lelah A : Masalah belum teratasi
7. Anjurkan mengungkapkan P : Lanjutkan ntervensi
perasaan yang dialami 1. Identifikasi fungsi frustasi bagi
8. Anjurkan mengungkapkan klien
pengalaman emosional 2. Identifikasi hal yang memicu
sebelumnya dan pola respon 3. Fasilitasi mengungkapkan
yang biasa digunakan perasaan cemas, marah atau/sedih
9. Ajarkan penggunaan 4. Lakukan sentuhan untuk
mekanisme pertahanan yang memberikan dukungan
tepat 5. Kurangi tuntutan berpikir selama
10. Rujuk untuk konseling jika sakit atau lelah
perlu 6. Anjurkan mengungkapkan
perasaan yang dialami
7. Anjurkan mengungkapkan
pengalaman emosional sebelumnya
dan pola respon yang biasa
digunakan
8. Ajarkan penggunaan mekanisme
pertahanan yang tepat
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2013). NursingInterventions

Classification (NIC). United States of America: Elsevier.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). Nanda International Nursing Diagnoses:Definitions and

Classification 2018-2020. Jakarta: EGC.

Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (2013). Nursing OutcomesClassification

(NOC). United States of America: Elsevier.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (1st ed 2.).

Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesi.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (1 st.). JakartaSelatan:

Dewan Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (3 st 1).

Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai