Pengkajian GSR pada Kanker Serviks
Pengkajian GSR pada Kanker Serviks
Riwayat Persalinan
Term Penuh Semua anaknya lahir cukup bulan
Prematur Tidak Ada
Multiple Tidak Ada
Objektif
PAP Smear terakhir (tanggal November 2021 / positif Ca Cerviks
dan hasil)
Tes serologi Tidak Ada
Elminasi
Subyektif :
Frekuensi defekasi Pasien mengatakan BAB sampai 5 kali dalamsehari.
Pasien mengatakan konsistensi tinja lembek dan padat seperti
kotoran kambing
Penggunaan laksatif Tidak Ada
Waktu defekasi terakhir Klien mengatakan defekasi terakhir jam 11.00 WITA (07
Juni 2022)
Frekuensi berkemih 5-6 kali/hari
Karakter urine Normal (warna kuning terang, berbau pesing)
Nyeri/rasaterbakar/kesulitan Tidak ada keluhan pada saat pengeluaran BAK
berkemih
Riwayat penyakit ginjal Pasien tidak memiliki riwayat penyakit ginjal
Penyakit kandung kemih Pasien tidak memiliki riwayat penyakit infeksi pada saluran
kemih
Penggunaan diuretik Pasien tidak pernah menggunakan obat-obatan diuretik
Objektif
Pemasangan Kateter Pasien Terpasang kateter
Bising Usus 8 Kali/menit
Kateter Urine urinnya berwarna warna, kuning terang dan berbau pesing
Konsistensi feces Pasien mengatakan konsistensi tinja lembek dan padat seperti
kotoran kambing
Haemoroid Klien mengatakan tidak ada penyakit hemoroid
Palpasi Kandung kemih Pada saat dilakukan palpasi, kandung kemih tidak teraba
(teraba/tidak teraba)
Aktifitas/istirahat
Subyektif :
Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT)
Tidur malam (jam) Pasien tidur malam pada jam 21.00-03.00 WITA. Pasien terbangun
karena nyeri. Klien tertidur kembali pada jam 05.00-06.00 WITA.
Pasien mengatakan pola tidurnya membuat dirinya kurang istirahat,
merasa lemah dan kurang bersemangat dalam beraktivitas. Pasien
nampak lesu.
Tidur siang (jam) Kadang-kadang tidur siang ± 1 jam
Objektif
Status neurologis Composmentis
GCS E4 M5 V5
Pengkajian Neuromuskuler Normal
Rentang pergerakan sendi Tidak Normal (beberapa resistensi)
(ROM)
Derajat kekuatan otot Skor 4 (rentan gerak penuh melawan gravitasi, beberapa
resistensi)
Kuku (warna) Normal
Tekstur melengkung
Membran Mukosa Sedikit kering, tidak ada lesi
Konjungtiva Anemis
Sklera Tidak ikterik
Hygiene
Subyektif :
Kebersihan rambut Bersih
Kebersihan badan Bersih
Kebersihan gigi/mulut Bersih
Kebersihan kuku tangan dan Tampak panjang
kaki
Objektif
Cara berpakaian Pasien nampak menggunakan pakaian rapi dan bersih
dengan mengenakan kain sarung/batik
Kondisi kulit kepala Bersih
Sirkulasi
Subyektif :
Riwayat penyakit jantung Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit jantung
Riwayat demam reumatik Tidak Ada
Objektif
Tekanan darah 110/70 MmHg
Nadi 80 kali /menit
Distensi vena jugularis Tidak Ada
(ada/tidak ada)
Bunyi jantung Normal
Irama (teratur/tidak teratur) Teratur
Kualitas Kuat
(kuat/lemah/Rub/Murmur)
Ektremitas
Suhu (hangat/akral dingin) 36˚C (akral hangat)
CRT <3 detik (normal)
Varises (ada/tidak ada) Tidak Ada
Nyeri / Ketidaknyaman
Subyektif
Lokasi Nyeri dirasakan pada daerah pinggang (sacrum) dan menjalar
ke paha sampai kaki
Intensitas (skala 0-10) Skala 6 (nyeri sedang) menggunakan Numeric Rating Scale
Frekuensi Durasi Nyeri dirasakan hilang timbul seperti tertusuk-tusuk
Faktor pencetus Proses perkembangan penyakit
Cara mengatasi Pasien mengelus-elus bagian tubuh yang terasanyeri
Faktor yang berhubungan Pasien mengatakan proses penyakitnya menambah parah
keluhan nyeri yang dirasakan sering dirasakan
Objektif
Menangis dan meringis
√
Melindungi area yang sakit
Fokus menyempit
Pernapasan
Subyektif :
Dispnoe Batuk/sputum Riwayat Bronkhitis
Asthma Tuberkulosis Emfisema
Pneumonia berulang Perokok
Penggunaan alat bantu pernafasan (O2) : Tidak Ada
Objektif
Frekuensi 20 kali/menit
Irama
Eupnoe Tachipnoe Bradipnoe Kusmaul
Apnoe Hiperventilasi Cheynestoke Biots
Bunyi Napas
Bronchovesikule Vesikuler Bronchial
Karakteristik sputum Tidak ada
Hasil Rontgen Tidak Ada
Interaksi sosial
Subyektif :
Status pernikahan Menikah
Lama pernikahan Sejak 2014 (± 8 Tahun)
Tinggal serumah dengan Suami dan anak-anak
Objektif
Objektif
Status emosional (cemas,apatis, dll) Klien nampak tenang dan aktif dalam
berinteraksidengan orang lain disekitarnya
Respon fisiologis yang teramati Tidak ada
Agama Islam
Muncul perasaan (tidak berdaya, putus asa, tidak mampu) Tidak Ada
Neurosensori
Subyektif :
Pusing (ada/tidak ada) Saat melakukan aktifitas pasien merasa pusing
Kesemutan/kebas/kelembaban Klien mengeluh merasa kebas pada kaki sebelah
(lokasi) kiri
Keamanan
Subyektif :
Alergi/sensitivitas Pasien mengatakan dirinya tidak
terdapat riwayat alergi
Penyakit masa kanak-kanak Pasien mengatakan tidak ada penyakit serius pada
masa kanak-kanak
Masalah obstetric sebelumnya Tidak Ada
Jarak waktu kehamilan Kehamilan pertama 3 tahun
Kehamilan kedua 2 tahun
Riwayat kecelakaan Tidak Ada
Fraktur dislokasi Tidak Ada
Pembesaran kelenjar Tidak Ada
Objektif
Integritas kulit Tampak adanya bekas luka, kulit lembab
Cara berjalan Tidak ada kelainan
Penyuluhan/pembelajaran
Subyektif :
Bahasa dominan Bahasa Indonesia
Pendidikan terakhir Sarjana
Pekerjaan suami Wiraswasta
Faktor penyakit dari keluarga Tidak Ada
Sumber pendidikan tentang Klien mendapatkan penjelasan terkait dengan
penyakit penyakit yang dialami ketika klien mulai
memeriksakan diri di tempat dokter praktik dan
dirawat di RS
Pertimbangan rencana pulang
Tanggal informasi diambil 08 Juni 2022
Pertimbangan rencana pulang Setelah penatalaksanaan kemoterapi
Tanggal perkiraan pulang 10 Juni 2022
Ketersediaan sumber kesehatan Puskesmas dan RSUD setempat
terdekat
Pemeriksaan Diagnostik :
Pemeriksaan Laboratorium:
6 Juni 2022
Pemeriksaan Hasil Rentang
normal
dan satuan
HEMATOLOGI
RBC 2.17 (menurun) 4.0-6.0 (106/)/uL
HGB 6.6 (menurun) 12-16 gr/dl
HCT 19 (menurun) 37-48 %
MCV 88 80.9-97.0 µm3
MCH 30 26.5-33.5 pg
MCHC 35 31.5-35.0 g/dl
PLT 341 150.0-400.0 (103) /uL
WBC 22.4 (menurun) 4.0-10.0 (103) /uL
Neutrofil 91.2 52.0-75.0 (103) /uL
Lymphosit 4.1 20.0-40.0 (103) /uL
Monosit 4.1 2.0-8.0 (103) /uL
Eosinofil 0.4 1.0-3.0 (103) /uL
Basophil 0.2 0.0-0.1 (103) /uL
Terapi dan pengobatan :
Rencana transfusi darah
Ranitidin injeksi 80 mg/12 jam /IV
Ketorolac injeksi 30 mg/8 jam/IV
Fentanyl 30 mcg / syeringpump
Paracetamol tablet 500 mg/oral/8 jam
Adona 50 mg/24 jam drips
Asam tranexamat 500mg/12 jam/IV
Gabapentin 500 mg/8 jam/oral
Rencana kemoterapi siklus ke-6
ANALISA DATA
1. Faktor risiko
P: 20 kali/menit
5. DS:
Ansietas
Pasien mengatakan dirinya merasa sedih dan tidak
percaya dengan kondisinya saat ini
Pasien mengatakan saat ini dengan keadaan
anaknya nanti
Pasien mengatakan tidak dapat melakukan
tugasnya sebagai seorang ibu
DO:
Pasien nampak menangis sambil berbicara
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perfusi perifer tidak efektif
2. Nyeri kronis berhubungan dengan proses penyakit
Terapeutik
1. Ciptakan lingkungan yang nyaman
tanpa distraksi
2. Letakkan telapak tangan terhadap pasien
3-5 inci dari tubuh pasien
3. Gerakkan tangan dengan sangat lembut
kebawah melalui medan energy pasien
4. Perhatikan area yang mengalami
gangguan
Edukasi
Anjurkan istirahat selama 20 menit atau
lebih setelah perawatan
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
3 7/6/2022 Kesiapan peningkatan nutrisi Status nutrisi (L.03030) Manajemen nutrisi (I.03119)
DS Setelah dilakukan tindakan Observasi
1. Identifikasi status nutrisi
Klien mengeluh rasa nyeri pada keperawatan selama 3x24jam 2. Identifikasi alergi dan intoleransi
abdomen bawah diharapkan defisit nutrisi makanan
tidak terjadi dengan kriteria 3. Identifikasi makanan yang disukai
DO
hasil: 4. Monitor asupan makanan
IMT: 21.7 kg/m2 5. Monitor berat badan
1. .Nyeri abdomen menurun
Bising usus 8 kali/menit 6. Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
2. Berat badan membaik
Mukosa mulut klien 3. IMT membaik
Terapeutik
nampak agakkering 4. Bising usus membaik
1. Lakukan oral hygiene sebelum
5. Membran mukosa makan jika perlu
membaik 2. Sajikan makanan secara menarik dan
suhu yang sesuai
3. Berikan makanan tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
4. Berikan makanan tinggi kalori dan
tinggi protein
Edukasi
Anjurkan posisi duduk jika mampu
Kolaborasi
1. Kolaborasi pemberian medikasi
sebelum makan misalnyaanti nyeri dan
anti emetik jika perlu
2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrient yang dibutuhkan jika perlu
Manajemen kemoterapi (I.14511)
Observasi
1. Periksa kondisi sebelum kemoterapi
2. Monitor efek samping dan efek toksik
pengobatan
3. Monitor mual dan muntah akibat
kemoterapi
4. Monitor status gizi dan berat badan
Terapeutik
1. Batasi stimulus lingkungan
2. Berikan asupan cairan adekuat
Terapeutik
1. Modifikasi lingkungan
2. Batasi waktu tidur siang jika perlu
3. Fasilitasi menghilangkan stres sebelum
tidur
4. Tetapkan jadwal tidur rutin
5. Lakukan prosedur untuk meningkatkan
kenyamanan
6. Sesuaikan jadwal pemberian obat dan
atau tindakan untuk menunjang siklus
tidur-terjaga
Edukasi
1. Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
2. Anjurkan menepati kebiasaan waktu
tidur
3. Anjurkan menghindari makanan
atau minuman yang
mengganggu tidur
No Tgl/Bln/Thn Analisa Keperawatan dan Data Penunjang Tujuan Rencana Tindakan
5 7/6/2022 Ansietas Tingkat ansietas (L.09093) Dukungan emosional (I.09256)
DS: Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan selama 3x24
1. Identifikasi fungsi frustasi bagi klien
Pasien mengatakan dirinya merasa jam, diharapkan berduka
teratasi dengan kriteria hasil
sedih dan tidak percaya dengan 2. Identifikasi hal yang memicu
1. Verbalisasi khawatir akibat
kondisinya saat ini kondisi yang dihadapi Terapeutik
menurun
Pasien mengatakan saat ini dengan 1. Fasilitasi mengungkapkan perasaan
2. Perasaan keberdayaan
keadaan anaknya nanti cemas, marah atau/sedih
membaik
Pasien mengatakan tidak dapat 3. Konsentrasi membaik 2. Buat pernyataan suportif atau empati
4. TTV normal selama fase berduka
melakukan tugasnya sebagai seorang
ibu 3. Lakukan sentuhan untuk memberikan
DO: dukungan
Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2013). NursingInterventions
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2018). Nanda International Nursing Diagnoses:Definitions and
Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (2013). Nursing OutcomesClassification
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (1st ed 2.).
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (1 st.). JakartaSelatan:
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (3 st 1).