0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan2 halaman

Teori Behavioristik B.F. Skinner

Teori B.F. Skinner menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh konsekuensi dari tindakan tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan dan penghukuman dalam membentuk perilaku, serta pengaruh lingkungan eksternal. Teori ini memiliki aplikasi luas dalam pendidikan, terapi perilaku, dan pengembangan organisasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan2 halaman

Teori Behavioristik B.F. Skinner

Teori B.F. Skinner menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh konsekuensi dari tindakan tersebut. Ia menekankan pentingnya penguatan dan penghukuman dalam membentuk perilaku, serta pengaruh lingkungan eksternal. Teori ini memiliki aplikasi luas dalam pendidikan, terapi perilaku, dan pengembangan organisasi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama:Laodikia Michel Randa

Nirm:2020228958
Kelas:Teologi A

TEORI [Link] SKINNER


Teori B.F. Skinner adalah salah satu teori yang terkenal dalam bidang psikologi perilaku. Teori ini
dikembangkan oleh psikolog Amerika Serikat, Burrhus Frederic Skinner, yang mengemukakan bahwa
perilaku manusia dapat dijelaskan dan diprediksi berdasarkan konsekuensi yang dihasilkan oleh
perilaku tersebut. Skinner memfokuskan perhatiannya pada konsep penguatan, penghukuman, dan
lingkungan eksternal sebagai faktor-faktor yang membentuk perilaku manusia. Berikut ini akan
dijelaskan lebih detail tentang teori B.F. Skinner dalam enam paragraf.

Pertama, Skinner memperkenalkan konsep operant conditioning atau pembelajaran operan. Ia


berpendapat bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh konsekuensi yang muncul setelah perilaku itu
terjadi. Jika suatu perilaku diikuti oleh penguatan positif, maka kemungkinan perilaku tersebut akan
terulang. Sebaliknya, jika perilaku diikuti oleh penghukuman atau konsekuensi negatif, kemungkinan
perilaku itu akan berkurang atau dihentikan.

Kedua, Skinner menekankan pentingnya lingkungan eksternal dalam membentuk perilaku. Ia


berargumen bahwa perilaku manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor internal seperti
pikiran atau dorongan bawaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial. Skinner
mengatakan bahwa kita dapat memanipulasi lingkungan untuk menghasilkan perubahan perilaku
yang diinginkan.

Ketiga, dalam teorinya, Skinner memperkenalkan konsep penguatan. Penguatan adalah


stimulus atau kejadian yang meningkatkan kemungkinan perilaku yang diinginkan terjadi lagi.
Penguatan dapat berupa hadiah atau ganjaran positif seperti pujian, pengakuan, atau materi, yang
meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku yang diinginkan.

Keempat, Skinner juga membahas penghukuman sebagai konsep yang mempengaruhi


perilaku. Penghukuman adalah stimulus atau kejadian yang mengurangi kemungkinan terjadinya
perilaku yang tidak diinginkan. Penghukuman dapat berupa konsekuensi negatif seperti hukuman,
teguran, atau hambatan yang mengurangi frekuensi perilaku yang tidak diinginkan.

Kelima, Skinner mengembangkan metode operant conditioning yang dikenal sebagai shaping
atau pemodelan. Shaping digunakan untuk membentuk perilaku yang kompleks atau baru dengan
memberikan penguatan secara bertahap ketika perilaku mendekati bentuk yang diinginkan. Proses
shaping melibatkan pemberian penguatan terus-menerus untuk mencapai perilaku yang diinginkan.

Keenam, teori Skinner memiliki aplikasi luas dalam pendidikan, terapi perilaku, dan
pengembangan organisasi. Dalam pendidikan, penerapan prinsip penguatan positif dapat
meningkatkan motivasi dan kinerja siswa. Dalam terapi perilaku, metode operant conditioning
digunakan untuk mengubah perilaku yang tidak diinginkan seperti kecanduan atau gangguan
perilaku. Dalam pengembangan organisasi, prinsip-prinsip Skinner dapat digunakan untuk
merancang sistem penguatan yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan.
Dalam keseluruhan, teori B.F. Skinner memberikan pandangan yang kuat mengenai bagaimana
perilaku manusia dapat dijelaskan dan dipengaruhi oleh konsekuensi yang dihasilkan oleh perilaku
itu sendiri. Teori ini menekankan pentingnya penguatan dan penghukuman dalam membentuk
perilaku, serta peran lingkungan eksternal dalam mempengaruhi individu. Dengan pemahaman yang
baik tentang teori ini, kita dapat menerapkan prinsip-prinsip Skinner dalam berbagai bidang untuk
menghasilkan perubahan perilaku yang diinginkan.

Anda mungkin juga menyukai