LAPORAN PRAKTEK ANTENA DAN PROPAGASI
JOB 3
DESAIN DAN PEMBUATAN ANTENA OPEN DIPOLE PRAKTIS
Oleh :
Nama :
Nim :
Kelas :
Kelompok :
Partner : 1.
2.
3.
4.
5.
LABORATORIUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2022
JOB 3
I. JUDUL : Desain dan Pembuatan Antena Open Dipole Praktis
II. TUJUAN :
1. Mahasiswa mengetahui teori desain antena open dipole.
2. Mahasiswa mampu mendesain antena open dipole.
3. Mahasiswa mampu membuat antena open dipole praktis sesuai hasil
desain.
III. PERANGKAT / ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN :
A. Bahan-Bahan
1. Pipa Aluminium Silinder (Diameter dan Panjang sesuai desain)
2. PCB ukuran 10x5 cm (3 buah)
3. Keping penyangga ( plat aluminium ) ukuran 10 x 10 cm ( 3 buah )
4. Konektor BNC female (3 buah)
5. Pipa PVC ukuran 0,5 inc sepanjang 20 cm (3 buah)
6. Paku ripet
7. Komponen elektronik yang berupa kapasitor dan induktor (ukuran
parameter sesuai desain)
B. Peralatan
1. Gergaji pemotong pipa
2. Tang ripet
3. Tang dan obeng
4. Solder set
5. Impedance analyzer atau inductance meter dan capacitance meter
6. Meteran atau mistar
IV. TEORI PENDUKUNG
A. Antena Open Dipole
Antena open dipole adalah antena dua kutub terbuka yang mempunyai
dua potongan elemen terintegrasi menjadi satu kesatuan antena. Antena
tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 1. Antena standar (open dipole).
Keterangan : l : panjang elemen antenna (cm).
a : jarak / spasi antar kutub elemen (cm).
b : panjang masing-masing potongan elemen antenna (cm).
d : diameter penampang elemen (cm)
Panjang elemen antena (ℓ) disesuaikan dengan frekuensi kerja antena.
Panjang elemen tersebut dapat dibuat ℓ=λ, ℓ =3λ/4, ℓ=λ/2, atau ℓ=λ/4.
Dimana λ adalah panjang gelombang sinyal kerja antena. λ dapat dihitung
dengan persamaan λ=(300/f)100.
Dimana: λ=cm, f=MHz
Jarak atau spasi antara kutub elemen antena (a) ditentukan
proporsional dengan rentang nilai a=λ/150 s/d λ/50.
Diameter penampang elemen (d) juga ditentukan proporsional. Dengan
rentang nilai d= λ/200 s/d λ /100.
Panjang masing-masing potongan elemen antena dapat dihitung
b=(ℓ-a)/2
B. Impedance Matching
Antena dihubungkan dengan pesawat komunikasi (baik transmitter
maupun receiver) melalui saluran transmisi atau kabel transmisi. Saluran
yang umum dipakai adalah kabel coaxial. Pemilihan kabel disesuaikan
dengan jenis pesawat komunikasi. Contoh: untuk pesawat radio kabel yang
digunakan adalah kabel dengan impedansi karakteristik 50Ω, sedangkan
untuk pesawat televisi kabel yang dipilih harus mempunyai impedansi
karakteristik 75Ω.
Apabila impedansi pada kutub antena sesuai (match) dengan
impedansi karakteristik kabel, maka kabel tersebut dapat dipasangkan
langsung pada kutub antena tersebut, akan tetapi secara praktis impedansi
pada kutub antena tidak pernah sesuai dengan impedansi karakteristik
kabel. Untuk itu diperlukan rangkaian penyesuai impedansi (impedance
matching) untuk menghubungkan kutub antena dengan kabel transmisi.
Rangkaian penyesuai impedansi yang dapat dipilih di antaranya :
1. Rangkaian impedance matching tipe L (LPF atau HPF)
2. Rangkaian impedance matching tipe T (LPF atau HPF)
3. Rangkaian impedance matching tipe π (LPF atau HPF)
Diambil contoh rangkaian impedansi yang akan dipakai penyesuaian
impedansi adalah tipe L (LPF). Rangkaiannya dapat digambarkan sebagai
berikut:
Gambar 2. a Impedamce Matching Untuk ZS < ZA
Gambar 2. b Impedamce Matching Untuk ZS > ZA
ZA : Impedansi pada kutub antenna.
Untuk antena λ/2
ZA = 73 + j42 Ω
Untuk antena 3λ/4
ZA = 146 + j84 Ω
Untuk antena λ/4
ZA = 36,5 + j21 Ω
Zs : impedansi Kabel
L, C : Komponen Impedance Macthing
V. DESAIN ANTENA
A. DESAIN ELEMEN
1. Gambarkan antena lengkap dengan parameter2nya
2. Tentukan frekuensi kerja antena ( f = ? ).
3. Hitung nilai parameter2 elemen antena sesuai dengan kategori antena yang
diinginkan ( l, a, d, dan b)
4. Buat tabel perhitungan parameter elemen seperti tabel berikut
Kategori
No f (MHz) λ (cm) l (cm) a (cm) d (cm) b (cm)
Antena
1. λ/2
2. 3λ/4
3. λ/4
B. Desain Impedance Matching:
1. Gambarkan Rangkaian sesuai dengan type rangkaian yang dipilih.
Diambil contoh rangkaian impedance matching tipe L
Rangkaian untuk λ/2 dan 3λ/4
Rangkaian untuk λ/4
2. Tentukan frekuensi kerja rangkaian (frek. kerja rangkaian = frek. kerja antena)
3. Hitung parameter parameter komponen komponen impedance matching ( L
dan C )
Langkah Perhitungan:
a. Tentukan faktor kualitas rangkaian (Q)
untuk RS < RA
Q = ( ( RA / RS) – 1 ) 0.5
untuk RS > RA
Q = ( ( RS / RA) – 1 ) 0.5
b. Tentukan parameter Impedance Macthing ( L dan C )
Untuk RS < RA
XL = [Link]
L = XL / 2π.f
Tentukan RA dalam bentuk parallel :
RAP = ( RA2 + XA2 ) / RA
XAP = RAP / Q
XC= ( XAP . XA ) / ( XAP + XA )
C = 1 / 2π.[Link]
Untuk RS > RA
XC = R S / Q
C = 1 / 2π.[Link]
Tentukan XA dalam bentuk seri
XAS = [Link]
XL = XAS - XA
L = XL / 2π.f
4. Buat Tabel parameter komponen impedance matching.
Kategori f ZA ZS
No L (nH) C (pF)
Antena (MHz) (Ohm) (Ohm)
1. λ/2
2. 3λ/4
3. λ/4
C. Desain PCB
PCB berfungsi sebagai penyangga elemen antena dan sekaligus sebagai tata
letak tempat / layout komponen dan impedance matching. Bentuk desain
dapat disesuaikan dengan parameter elemen dan parameter komponen
komponen impedance matching. Desain PCB dapat dibuat sebagai berikut:
VI. TUGAS
1. Desain antena open dipole praktis untuk kategori panjang elemen λ/2, 3λ/4
dan λ/4 untuk Frekuensi Kerja …. Mhz.
2. Buat antena open dipole praktis sesuai dengan hasil desain tugas nomor 1.
(Desain dibuat dengan program matlab)
VII. PENYELESAIAN TUGAS
1. Desain Antena
A. Desain Elemen
1. Gambar Antena
2. Frekuensi Kerja Antena
f = 100 MHz
3. Perhitungan Nilai Parameter-Parameter Elemen
a. Antena λ/2
M-File
fMHz=100
lamdacm=(300./fMHz)*100
lcm=lamdacm./2
acm=lamdacm./150
dcm=lamdacm./200
bcm=(lcm-acm)./2
Command Window
fMHz = 100
lamdacm = 300
lcm = 150
acm = 2
dcm = 1.5000
bcm = 74
b. Antena 3λ/4
M-File
Command Window
c. Antena λ/4
M-File
Command Window
4. Tabel perhitungan parameter-parameter elemen
Kategori
No f (MHz) λ (cm) l (cm) a (cm) d (cm) b (cm)
Antena
1. λ/2 100 300 150 2 1.5 74
2. 3λ/4 100
3. λ/4 100
B. Desain Impedance Matching
1. Gambar Rangkaian
Rangkaian untuk λ/2 dan 3λ/4
Rangkaian untuk λ/4
2. f = 100 MHz
3. Perhitungan Nilai Parameter-Parameter Impedance matching
a. Antena λ/2
M-File
Ra=73
Xa=42
Rs=50
f=100*(10.^6)
Q=((Ra./Rs)-1).^0.5
XL=Q*Rs
LH=XL./(2*pi*f)
LnH=LH*(10.^9)
Rap=(Ra.^2+Xa.^2)./Ra
Xap=Rap./Q
XC=(Xap*Xa)./(Xap+Xa)
CF=1./(2*pi*f*XC)
CpF=CF*(10.^12)
Command Window
Ra = 73
Xa = 42
Rs = 50
f = 100000000
Q = 0.6782
XL = 33.9116
LH = 5.3972e-008
LnH = 53.9721
Rap = 97.1644
Xap = 143.2611
XC = 32.4783
CF = 4.9003e-011
CpF = 49.0035
b. Antena 3λ/4
M-File
Command Window
c. Antena λ/4
M-File
Command Window
4. Tabel perhitungan parameter-parameter impedance matching
Kategori f Zs
No ZA (Ohm) L (nH) C (pF)
Antena (MHz) (Ohm)
1. λ/2 100 73 + j42 50 53.9721 49.0035
2. 3λ/4 100 146 + J84 50
3. λ/4 100 36.5 + j21 50
C. Desain PCB dan tata letak Komponen
Untuk antenna λ/2 dan 3λ/4
Untuk antenna λ/4
2. Pembuatan Antena
Dibuat antenna sesuai hasil desain.
Dihasilkan antenna-antena open dipole praktis dengan kategori λ/2,
3λ/4, dan λ/4 untuk frekuensi …….. MHz seperti gambar berikut :