Lampiran 1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN
PEMELIHARAAN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF
DI WILAYAH KERJA STIKES SUMBER WARAS TAHUN 2023
A. Judul : Gambaran Asuhan Keperawatam Pada Pasien Diabetes
Mellitus Tipe 2 dengan pemeliharaan kesehatan tidak efektif
di wilayah kerja PKC. Tambora tahun 2022
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan mengenai diabetes mellitus dengan
pemeliharaan kesehatan tifdak efektif selama 1 x 40 menit, audien dapat
mengetahui dan memahami tentang program diet yang sehat bagi
penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti proses penyuluhan 1 x 40 menit responden dapat:
a. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan DM tipe 2
b. Menyebutkan faktor risiko DM tipe 2
c. Menyebutkan tanda dan gejala dari DM tipe 2
C. Tempat : Stikes Sumber Waras
D. Waktu : 08.00 s/d 09.00 WIB
E. Sasaran : masyarakat di sekitar Stikes Sumber Waras
F. Metode
: 1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
G. Media : Leaflet dan lembar balik
H . Seting tempat
[Link]
1.
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
E. Time keeper
F. G. RINCIAN TUGAS
i. Moderator : Bertugas memimpin jalanya penyuluhan
ii. Penyuluh : Bertugas memberikan penjelasan tentang materi
yang akan disampaikan kepada audien.
iii. Fasilitator : Bertugas menyediakan semua alat yang
diperlukan dalam penyuluhan.
iv. Observator : Bertugas mengobservasi jalanya
kegiatan dari awal hingga akhir penyuluhan.
J. Rencana Pelaksanaan
No W aktu Rencana Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 menit Persiapan
- Memberikan salam Menjawab salam
- Perkenalan Mendengarkan dan
memperhatikan
- Menjelaskan TIU dan TIK
- Menyebutkan materi yang akan
diberikan
- Kontrak waktu
2 25 menit Proses
- Menanyakan (review) kepada Menjawab
responden mengenai pengertian pertanyaan penyuluh
DM tipe 2, faktor risiko DM Mendengarkan dan
tipe 2, tanda dan gejala DM memperhatikan
tipe 2, Bertanya
- Memberikan reward jika
Menjawab
jawaban benar
pertanyaan
- Menjelaskan materi :
a. Menjelaskan pengertian
DM tipe 2
b. Menjelaskan faktor risiko
DM tipe 2
c. Menjelaskan tanda dan
gejala DM tipe 2
- Memberi kesempatan kepada
responden untuk menanyakan
55
materi yang belum jelas
- Menyimpulkan materi yang
sudah disampaikan.
56
3 5 menit Evaluasi
Meminta responden untuk Menyebutkan dan
menjawab pertanyaan penyuluh menjelaskan
a. Apa yang dimaksud
dengan DM tipe 2 ?
b. Apa saja faktor risiko DM tipe
2?
c. Apa saja tanda dan gejala dari
DM tipe 2 ?
4 5 menit Penutup
- Mengucapkan salam penutup Memperhatikan
Menjawab salam
K. EVALUASI
Evaluasi lisan :
1. Apakah yang dimaksud dengan demam ?
Jawab :
57
MATERI PENYULUHAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE
II DI WILAYAH STIKES SUMBER WARAS
A. Pengertian Diabetes Melitus
Diabetes Mellitus atau kencing manis adalah suatu kumpulan gejala yang timbul
pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula dalam darah
(hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Diabetes
Mellitus tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan
smestinya.
B. Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2
1. Usia
2. Obesitas
3. Riwayat keluarga
4. Pola makan yang salah
5. Minimnya aktivitas fisik
C. Tanda dan Gejala DM Tipe 2
1. Kelelahan yang luar biasa
Hal ini merupakan gejala yang palig awal dirasakan oleh penderita
diabetes mellitus tipe 2. Pasien akan merasa tubuhnya lemas walaupun
tidak melakukan aktivitas yang tidak terlalu berat.
2. Penurunan berat badan secara drastis
Kelebihan lemak di dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh
terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes
mellitus, walaupun makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak
menjadi gemuk justru kurus karena otot tidak mendapatkan cukup energi
untuk tumbuh.
58
3. Gangguan penglihatan
Kadar gula yang tinggi di dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar. Hal ini
akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga dapat terjadi pada lensa mata
sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan
penglihatan ini akan membaik bila diabetes mellitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak
ditangani dengan baik, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan
kebutaan.
4. Sering mengalami infeksi dan bila luka sulit sembuh
Keadaan ini dapat terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula
dalam darah. Selain itu, jamur juga tumbuh pada darah yang tinggi kadar gukosanya.
D. Klasifikasi Diabetes Melitus
1. Diabetes melitus (DM) tipe 1
DM yang terjadi karena kerusakan atau destruksi sel beta di pankreas. kerusakan ini berakibat
pada keadaan defisiensi insulin yang terjadi secara absolut. Penyebab dari kerusakan sel beta
antara lain autoimun dan idiopatik.
2. Diabetes melitus (DM) tipe 2
Penyebab DM tipe 2 seperti yang diketahui adalah resistensi insulin. Insulin dalam jumlah yang
cukup tetapi tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menyebabkan kadar gula darah tinggi
di dalam tubuh. Defisiensi insulin juga dapat terjadi secara relatif pada penderita DM tipe 2 dan
sangat mungkin untuk menjadi defisiensi insulin absolut.
3. Diabetes melitus (DM ) tipe lain
Penyebab DM tipe lain sangat bervariasi. DM tipe ini dapat disebabkan oleh defek genetik
fungsi sel beta, defek genetik kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati pankreas,
obat, zat kimia, infeksi, kelainan imunologi dan sindrom genetik lain yang berkaitan dengan
DM.
E. Komplikasi Diabetes melitus
1. Kerusakan ginjal ≥3 bulan, berupa kelainan struktural atau fungsional dari ginjal, dengan atau
tanpa berkurangnya laju filtrasi glomerulus (LFG), dengan manifestasi berupa kelainan patologi
atau kelainan laboratorik pada darah, urin, atau kelainan pada pemeriksaan radiologi.
2. lkus Gangren
Ulkus kaki diabetik adalah luka yang dialami oleh penderita diabetes pada area kaki dengan
kondisi luka mulai dari luka superficial, nekrosis kulit, sampai luka dengan ketebalan penuh
(full thickness), yang dapat meluas kejaringan lain seperti tendon, tulang dan persendian, jika
59
ulkus dibiarkan tanpa penatalaksanaan yang baik akan mengakibatkan infeksi atau gangrene.
Ulkus kaki diabetik disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya kadar glukosa darah yang
tinggi dan tidak terkontrol, neuropati perifer atau penyakit arteri perifer. Ulkus kaki diabetik
merupakan salah satu komplikasi utama yang paling merugikan dan paling serius dari diabetes
melitus, 10% sampai 25% dari pasien diabetes berkembang menjadi ulkus kaki diabetik dalam
hidup mereka (Kemenkes, 2012).
3. Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah > 140/90 mmHg secara kronis. Hipertensi adalah
tekanan darah meningkat yang abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang
berbeda, tekanan darah normal bervariasi sesuai usia sehingga setiap diagnosis hipertensi harus
spesifik sesuai usia.
F. Diet Diabetes Melitus
1. Jadwal Makan
Penyandang diabetes sangat dianjurkan makan secara teratur dengan porsi (jumlah kalori) yang
tepat. Selang waktu makan pada penyandang diabetes militus sekitar 3 jam. Karena itu dalam
sehari penyandang diabetes mellitus bisa makan sebanyak 6 kali: yakni 3 kali makan utama dan
3 kali makan selingan.
2. Jumlah Makanan
Jumlah makanan yang boleh dikonsumsi dalam sehari ditentukan oleh seberapa besar kebutuhan
energi tubuh. Kebutuhan energi setiap orang berbeda, tergantung pada usia, jenis kelamin,
aktifitas sehari – hari, serta kondisi atau kebutuhan khusus.
3. Jenis Makanan
Ada baiknya memilih jenis makanan dengan mempertimbangkan factor Indeks Glikemik (IG).
Sebabnya setiap jenis makanan memiliki kecepatan ( efek lansung ) terhadap kadar gula darah.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi sangat mudah dan cepat terurai menjadi gula lalu
masuk ke dalam darah. Berikut bahan makanan yang cocok untuk penyandang diabetes yaitu:
1. Indeks Glikemik (%)
2. Karbohidrat
3. Beras ketan (86,06)
4. Beras merah(70,20),
5. Kentan 40 – 67,71
6. Singkong 94,46
7. Tepung terigu 67,25
8. Sumber Protein
4. Senam Kaki Diabetes Melitus
60
1. Pengertian Senam Kaki Diabetes Melitus
Senam kaki adalah latihan fisik yang dipilih dan diciptakan dengan terencana, disusun
secara sistemik yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka
dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki.
2. Tujuan Senam Kaki Diabetes Melitus
a. Memperbaiki sirkulasi darah
b. Memperkuat otot-otot kecil
c. Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d. Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha 5. Mengatasi keterbatasan gerak sendi
3. Manfaat Senam Kaki Diabetes Melitus
a. Mengontrol gula darah
b. Dapat menurunkan berat badan.
c. Memberikan keuntungan psikologis
d. Mengurangi kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin
e. Mencegah terjadinya DM yang dini terutama bagi orang-orang dengan Riwayat
keluarga.
4. Prosedur Melakukan Senam Kaki Diabetes Melitus
1. Persiapan Alat Kertas Koran 2 lembar
2. Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi duduk), hanskun. 2. Persiapan Klien:
Kontrak Topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam kaki
3. Persiapan lingkungan Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Jaga privacy
pasien
5. Pelaksanaan:
a. Perawat cuci tangan dengan 6 langkah
b. Jika dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas bangku
dengan kaki menyentuh lantai.
61
c. Dengan Meletakkan tumit dilantai, jan-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu
dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali
d. Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki
lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas Cara ini
dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak
10 kali.
e. Tumit kaki diletakkan di lantai Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan
memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
f. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan
pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali
g. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali
secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali Lunskan salah satu kaki
diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah
lalu turunkan kembali kelantai.
h. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki
secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
i. Angkat kedua kaki dan luruskan pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki
kedepan dan kebelakang
j. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki, tuliskan pada
udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian. Gerakan ini sama
dengan posisi tidur.
k. Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali
secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
l. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua
belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan
kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja.
m. Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
n. Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki.
o. Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan
sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
p. Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan
sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
q. Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.
62