Tata Letak Gudang di PT Elken Global
Tata Letak Gudang di PT Elken Global
Abstrak
PT MLM adalah perusahaan yang bergerak dibidang Multi Level Marketing dan menjadi distirbutor utama.
Dengan banyaknya permintaan barang mengakibatkan meningkatnya jumlah produk yang harus disimpan di
gudang sehingga manajemen gudang khususnya penempatan penyimpanan barang jadi diperlukan untuk
mengatasi dampak terbatasnya area gudang dengan semakin meningkatnya jumlah barang jadi yang harus
disimpan. Metode ABC digunakan dalam penelitian ini dengan harapan dapat meberikan usulan penyusunan
tata letak gudang untuk penempatan barang jadi dan mengusulkan sistem penempatan dan pengambilan
barang jadi. Dari hasil pengolahan data didapat klasifikasi kelas A sebanyak 7 item dengan nilai 79,3% yang
mempresentasikan 5,8% dari keseluruhan produk jadi, kelas B sebanyak 13 item dengan nilai 14,8% yang
mempresentasikan 10,7% dari keseluruhan produk jadi, dan kelas C sebanyak 101 item dengan nilai 5,9%
yang mempresentasikan 83,5% produk jadi. Dari usulan layout yang dilakukan memberikan nilai efisiensi dari
beberapa sisi yaitu sisi pencarian sebesar 4,00%, sisi pengepakan sebesar 2,01%, dan sisi penempatan
sebesar 7,06%.
Kata kunci:Tata Letak Pabrik, Manajemen Gudang, Layout, ABC, Logistik, Inventori
Abstract
PT MLM is a company engaged in Multi-Level Marketing and is the main distributor. With a large
demand for goods increasing the number of products that must be stored in the warehouse,
warehouse management, especially the placement of finished goods, is needed to overcome the
impact of the limited warehouse area with the increasing number of finished goods that must be
stored. The ABC method is used in this study in the hope that it can propose a warehouse layout
arrangement for the placement of finished goods and propose a system for placing and retrieving
finished goods. From the results of data processing, it was obtained class A classifications of 7 items
with a value of 79.3% which represented 5.8% of the total finished product, class B as many as 13
items with a value of 14.8% representing 10.7% of the total finished product, and class C as many as
101 items with a value of 5.9% representing 83.5% of finished products. From the proposed layout, it
gives efficiency values from several sides, namely the search side of 4.00%, the packing side of
2.01%, and the placement side of 7.06%.
Keywords:Factory Layout, Warehouse Management, Layout, ABC, Logistics, Inventory
13
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
14
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
tujuan usaha secara efesien ekonomis waktu proses pergudangan dari 20 menit
dan aman (Apple, 1990). 16 detik menjadi 13 menit 14 detik, serta
Persediaan merupakan aset yang dengan adanya peningkatan utilitas ruang
paling mahal di banyak perusahaan. gudang dari 65,47% menjadi 78,69%
Manajer operasi di seluruh dunia yang berdampak pada berkurangnya
menyadari bahwa manajemen persediaan perjalanan operator dalam mengambil
yang baik sangatlah penting. Oleh karena dan mengirim ke bagian pengiriman.
itu, masalah persediaan harus diatur Rahmadhika dan Handayani (2017)
dengan sebaik-baiknya. Di satu sisi, yang menggunakan metoda analisis ABC
perusahaan dapat mengurangi biaya berhasil meningkatkan kapasitas gudang
dengan cara menurunkan tingkat menjadi 402 slot kotak yang awalnya
persediaan yang sudah ada. Di sisi lain, 399 slot kotak dengan maksimal tujuh
konsumen akan merasa tidak puas bila tumpukan dan dapat meminimasi jarak
suatu produk stock nya habis. Kepuasaan perpindahan operator sampai sebanyak
pelanggan merupakan salah satu kunci 8,9 meter.
kesuksesan sebuah usaha, pelanggan Basuki (2016) yang berhasil
yang senang dan puas terhadap melakukan pengelompokan 31 item
pelayanan yang diberikan, akan produk di gudang produk akhir menjadi
melakukan pembelian kembali pada tiga kelas yaitu: 1) kelas A: jumlah
tempat tersebut. Oleh karena itu, persediaan 81,31% dengan jumlah item
perusahaan harus mencapai sebanyak 7 atau sebesar 22,58%; 2) kelas
keseimbangan antara investasi B: jumlah persediaan 14,54% dengan
persediaan dan tingkat pelayanan jumlah item sebanyak 6 atau sebesar
konsumen (Heizer dan Render, 1999). 19,35%; dan 3) kelas C: jumlah
Biasanya persediaan dibagi menjadi persediaan 4,15% dengan jumlah item
tiga kelas yaitu A, B dan C sehingga sebanyak 18 atau sebesar 58,06%.
analisis ini dikenal dengan analisi ABC Aristanto (2017) dengan hasil
(Nasution dan Prasetyawan, 2008). penelitian berupa peningkatan efisiensi
Analisis ABC diperkenalkan oleh HF. dan efektifitas tata kelola dan tata letak
Dickie pada tahun 1950-an kemudian gudang barang jadi perusahaan
dikembangkan oleh Vilfredo Pareto. berdasarkan analisis ABC, Popularity,
Menggunakan prinsip Pareto, the critical serta product family.
fewand trivial many. Idenya untuk Pamungkas dan Handayani (2018)
menfokuskan pengendalian persediaan yang menghasilkan penelitian rancangan
kepada jenis persediaan yang bernilai tata letak bahan baku PT Sandang Asia
tinggi daripada yang bernilai rendah. Maju Abadi menggunakan penataan
Beberapa penelitian dalam similarity dan metode ABC Analysis
perancangan tata letak penyimpanan yang dapat mengurangi jarak
bahan baku dijadikan rujukan dalam perpindahan operator sampai 483 meter
penelitian ini antara lain : atau 35,11 %.
Widodo et al., (2013) dengan hasil William (2017) yang menggunakan
penelitian rancangan ulang tata letak metode Activity Relationship Chart
penyimpanan bahan baku berdasarkan (ARC) dan analisis kinerja produk
kriteria popularity dapat mengurangi berupa klasifikasi ABC menghasilkan
15
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
usulan rancangan tata letak gudang baru jadi di gudang PT Elken Global
yang lebih efektif untuk perusahaan yang Indonesia.
diobservasi. METODE
Berdasarkan uraian di atas maka Tempat, Waktu dan Objek Penelitian
penelitian ini mengambil judul “Usulan Tempat penelitian yaitu pada
Perancangan Tata Letak Penempatan gudang PT ELKEN GLOBAL
Barang Jadi di Warehouse Menggunakan INDONESIA yang berlokasi di Jakarta.
Metode ABC di PT Elken Global Waktu penelitian dilakukan pada bulan
Indonesia”. Januari - Maret 2020. Dalam penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini ini objek penelitiannya fokus pada tata
adalah melakukan penyusunan tata letak letak dan penempatan barang jadi di
gudang untuk penempatan barang jadi gudang PT Elken Global Indonesia.
pada PT Elken Global Indonesia dengan Tahapan penelitian dapat dilihat pada
metode ABC dan mengusulkan sistem Gambar 1.
penempatan dan pengambilan barang
16
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
17
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
Jumlah Penjualan
No Kode Product Kelas % Kelas
Penjualan %
1 BEC0020D 40721 51,001
2 HDC60D 8119 10,169
3 HES0100D 4393 5,502
4 HIG0240TD 3537 4,430 A 79,3%
5 HES0500D 2566 3,214
6 FG008001 2208 2,765
7 FG008015 1782 2,232
Jumlah 79,3
8 HIG0060TD 1408 1,763
9 BOSC600D 1314 1,646 B 14,8%
10 HLXTY35ID 1305 1,634
11 HLV0020BD 1095 1,371
12 HBEY40ID 971 1,216
13 HED130D 936 1,172
14 HED30D 915 1,146
15 HLZ03D 830 1,040 B
16 HCM030D 747 0,936
17 HBEB30D 728 0,912
18 FG005008 548 0,686
19 HES1200D 499 0,625
20 HES3000D 496 0,621
Jumlah 14,8
21 HLXT35D 490 0,614 C 5,9%
22 FT003009 468 0,586
23 FG005009 437 0,547
24 FG006004 336 0,421
25 HBEY20ID 313 0,392
18
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
19
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
73 EL009018 7 0,009
74 99NT01 6 0,008
75 LCHL76 6 0,008
76 CDHF1D 5 0,006
77 LAS75 5 0,006
78 LCHBC75 5 0,006
79 CA010061 5 0,006
80 EL004027 5 0,006
81 EL007020 4 0,005
82 LCHL82 3 0,004
83 LCHS76 3 0,004
84 LCHW76 3 0,004
85 FT003038 3 0,004
86 LAS70 2 0,003
87 LCHBD80 2 0,003
88 LCHS82 2 0,003
89 LCSOMID 2 0,003
90 LCSOXLID 2 0,003
91 LLECP5XLID 2 0,003
92 EL001008 2 0,003
93 EL004016 2 0,003
94 99EM03 1 0,001
95 99EM06 1 0,001
96 CDHCR1D 1 0,001
97 LAS85 1 0,001
98 LCHBC70 1 0,001
99 LCHBC85 1 0,001
100 LCHBC90 1 0,001
101 LCHBD75 1 0,001
102 LCHBD85 1 0,001
103 LCHBE75 1 0,001
104 LCHBE85 1 0,001
105 LCHS90 1 0,001
106 LCHW82 1 0,001
107 LCHW90 1 0,001
108 LXBBC85 1 0,001
109 LXBS76 1 0,001
110 LXBS90 1 0,001
111 CA005013 1 0,001
112 CA008007 1 0,001
113 EL004025 1 0,001
114 EL004028 1 0,001
115 EL004039 1 0,001
116 EL006030 1 0,001
117 EL009001 1 0,001
118 EL011027 1 0,001
119 FT003004 1 0,001
20
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
Jumlah Produk
No Jenis Kelas %
Jadi
7
1 Kelas A 7 𝑥100% = 5,8%
121
13
2 Kelas B 13 𝑥100% = 10,7%
121
101
3 Kelas C 101 𝑥100% = 83,5%
121
Jumlah 121 100%
21
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
22
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
'
14
19
16
18
23
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
24
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
25
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
26
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)
27