0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan15 halaman

Tata Letak Gudang di PT Elken Global

Dokumen tersebut membahas tentang usulan perancangan tata letak penyimpanan barang jadi di gudang PT Elken Global Indonesia dengan menggunakan metode klasifikasi ABC. Metode ini digunakan untuk mengelompokkan item produk menjadi tiga kelas (A, B, C) sehingga dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan dan pengambilan barang di gudang. Hasil penelitian menunjukkan kelas A terdiri atas 7 item dengan nilai 79,3%, kel

Diunggah oleh

evi 119330046
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan15 halaman

Tata Letak Gudang di PT Elken Global

Dokumen tersebut membahas tentang usulan perancangan tata letak penyimpanan barang jadi di gudang PT Elken Global Indonesia dengan menggunakan metode klasifikasi ABC. Metode ini digunakan untuk mengelompokkan item produk menjadi tiga kelas (A, B, C) sehingga dapat meningkatkan efisiensi penyimpanan dan pengambilan barang di gudang. Hasil penelitian menunjukkan kelas A terdiri atas 7 item dengan nilai 79,3%, kel

Diunggah oleh

evi 119330046
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IONTech Vol.

03(01) : 13-27 (Februari 2022)


e-ISSN : 2745-7206
[Link]

USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PENEMPATAN BARANG


JADI DI WAREHOUSE MENGGUNAKAN METODE ABC DI PT
ELKEN GLOBAL INDONESIA
Dede Rukmayadi1*,Ade Dulkarim1, Muhammad Kholil2
1Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal
Jl. Raya Kedoya Al Kamal No.2, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta 11520
2
Program Studi Teknik Industri, Universitas Mercu Buana Jakarta
*e-mail: rukmayadi@[Link]
Received: 13 July 2021, Revision: 24 September 2021, Accepted: 21 February 2022

Abstrak
PT MLM adalah perusahaan yang bergerak dibidang Multi Level Marketing dan menjadi distirbutor utama.
Dengan banyaknya permintaan barang mengakibatkan meningkatnya jumlah produk yang harus disimpan di
gudang sehingga manajemen gudang khususnya penempatan penyimpanan barang jadi diperlukan untuk
mengatasi dampak terbatasnya area gudang dengan semakin meningkatnya jumlah barang jadi yang harus
disimpan. Metode ABC digunakan dalam penelitian ini dengan harapan dapat meberikan usulan penyusunan
tata letak gudang untuk penempatan barang jadi dan mengusulkan sistem penempatan dan pengambilan
barang jadi. Dari hasil pengolahan data didapat klasifikasi kelas A sebanyak 7 item dengan nilai 79,3% yang
mempresentasikan 5,8% dari keseluruhan produk jadi, kelas B sebanyak 13 item dengan nilai 14,8% yang
mempresentasikan 10,7% dari keseluruhan produk jadi, dan kelas C sebanyak 101 item dengan nilai 5,9%
yang mempresentasikan 83,5% produk jadi. Dari usulan layout yang dilakukan memberikan nilai efisiensi dari
beberapa sisi yaitu sisi pencarian sebesar 4,00%, sisi pengepakan sebesar 2,01%, dan sisi penempatan
sebesar 7,06%.
Kata kunci:Tata Letak Pabrik, Manajemen Gudang, Layout, ABC, Logistik, Inventori

Abstract
PT MLM is a company engaged in Multi-Level Marketing and is the main distributor. With a large
demand for goods increasing the number of products that must be stored in the warehouse,
warehouse management, especially the placement of finished goods, is needed to overcome the
impact of the limited warehouse area with the increasing number of finished goods that must be
stored. The ABC method is used in this study in the hope that it can propose a warehouse layout
arrangement for the placement of finished goods and propose a system for placing and retrieving
finished goods. From the results of data processing, it was obtained class A classifications of 7 items
with a value of 79.3% which represented 5.8% of the total finished product, class B as many as 13
items with a value of 14.8% representing 10.7% of the total finished product, and class C as many as
101 items with a value of 5.9% representing 83.5% of finished products. From the proposed layout, it
gives efficiency values from several sides, namely the search side of 4.00%, the packing side of
2.01%, and the placement side of 7.06%.
Keywords:Factory Layout, Warehouse Management, Layout, ABC, Logistics, Inventory

13
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

PENDAHULUAN pengambilan yang akan diperkenalkan,


PT Elken Global Indonesia klasifikasi ABC harus dilakukan.
merupakan perusahan yang bergerak di Berdasarkan hasil penelitian dalam
bidang Multi Level Marketing dan perancangan tata letak penyimpanan
menjadi distributor utama. PT Elken bahan baku yang menggunakan metoda
Global Indonesia melayani sub klasifikasi ABC memiliki keunggulan
distributor di seluruh Indonesia, sehingga antara lain : (1) dapat mengurangi waktu
hal ini menyebabkan proses proses pergudangan yang berdampak
penyimpanan barang dan penempatan pada berkurangnya perjalanan operator
barang jadi menjadi kendala utamanya. dalam mengambil dan mengirim ke
Karena berprinsip pada customer bagian pengiriman (Widodo et al.,
satisfaction, dimana dengan 2013); (2) meningkatkan kapasitas
bertambahnya permintaan suatu barang, gudang dan meminimasi jarak
akan meningkatkan jumlah produksi perpindahan operator (Rahmadhika dan
yang tinggi sehingga akan berdampak Handayani, 2017); (3) mengelompokkan
pada penyimpanan barang di gudang. item produk di gudang produk akhir
Hal ini sering terjadinya penumpukan menjadi tiga kelas yaitu A, B dan C
barang karena kapasitas gudang yang sehingga terjadi efisiensi dan efektifitas
kurang memadai. Dengan menyikapi hal dalam tata kelola dan tata letak bahan
ini perlu adanya pengaturan tata letak baku (Basuki, 2016; Aristanto, 2017;
penyimpanan maupun penempatan William, 2017) dan (4) mengurangi jarak
barang yang baik dan benar. Agar proses perpindahan operator sampai 483 meter
penyimpanan dan pengambilan barang atau 35,11 % (Pamungkas dan
tidak menyulitkan tenaga kerja yang ada Handayani,2018).
di gudang. Menurut Purnomo (2004) dalam
Dalam prakteknya proses perancangan gudang dan sistem
penyimpanan dan penempatan barang pergudangan diperlukan hal berikut ini:
sangat sulit dilakukan dikarenakan (1) Memaksimalkan penggunaan ruang,
terkendalanya space area gudang yang (2) Memaksimalkan penggunaan
kurang memadai, sedangkan barang jadi peralatan, (3) Memaksimalkan
masuk ke gudang semakin banyak. Hal penggunaan tenaga kerja, (4)
ini perlu dilakukan perbaikan sistem Memaksimalkan kemudahan dalam
penyimpanan dan penempatan barang penerimaan seluruh material dan
jadi. Usulan menggunakan metode ABC pengiriman barang dan (5)
dan perubahan layout gudang dilakukan Memaksimalkan perlindungan terhadap
agar proses penyimpanan dan material.
penempatan barang tertata dengan baik Rancangan ini umumnya
walaupun dengan area yang terbatas digambarkan sebagai rencana lantai
dimungkinkan dapat teratasi. Menurut yaitu suatu susunan fasilitas fisik
Gwyne (2011) sebelum melakukan (perlengkapan, tanah, bangunan, dan
perancangan tata letak gudang, sarana lain) untuk mengoptimumkan
memutuskan penanganan yang paling hubungan antara petugas pelaksana,
tepat peralatan, pemasangan sistem aliran bahan, aliran informasi dan tata
penyimpanan dan menentukan sistem cara yang diperlukan untuk mencapai

14
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

tujuan usaha secara efesien ekonomis waktu proses pergudangan dari 20 menit
dan aman (Apple, 1990). 16 detik menjadi 13 menit 14 detik, serta
Persediaan merupakan aset yang dengan adanya peningkatan utilitas ruang
paling mahal di banyak perusahaan. gudang dari 65,47% menjadi 78,69%
Manajer operasi di seluruh dunia yang berdampak pada berkurangnya
menyadari bahwa manajemen persediaan perjalanan operator dalam mengambil
yang baik sangatlah penting. Oleh karena dan mengirim ke bagian pengiriman.
itu, masalah persediaan harus diatur Rahmadhika dan Handayani (2017)
dengan sebaik-baiknya. Di satu sisi, yang menggunakan metoda analisis ABC
perusahaan dapat mengurangi biaya berhasil meningkatkan kapasitas gudang
dengan cara menurunkan tingkat menjadi 402 slot kotak yang awalnya
persediaan yang sudah ada. Di sisi lain, 399 slot kotak dengan maksimal tujuh
konsumen akan merasa tidak puas bila tumpukan dan dapat meminimasi jarak
suatu produk stock nya habis. Kepuasaan perpindahan operator sampai sebanyak
pelanggan merupakan salah satu kunci 8,9 meter.
kesuksesan sebuah usaha, pelanggan Basuki (2016) yang berhasil
yang senang dan puas terhadap melakukan pengelompokan 31 item
pelayanan yang diberikan, akan produk di gudang produk akhir menjadi
melakukan pembelian kembali pada tiga kelas yaitu: 1) kelas A: jumlah
tempat tersebut. Oleh karena itu, persediaan 81,31% dengan jumlah item
perusahaan harus mencapai sebanyak 7 atau sebesar 22,58%; 2) kelas
keseimbangan antara investasi B: jumlah persediaan 14,54% dengan
persediaan dan tingkat pelayanan jumlah item sebanyak 6 atau sebesar
konsumen (Heizer dan Render, 1999). 19,35%; dan 3) kelas C: jumlah
Biasanya persediaan dibagi menjadi persediaan 4,15% dengan jumlah item
tiga kelas yaitu A, B dan C sehingga sebanyak 18 atau sebesar 58,06%.
analisis ini dikenal dengan analisi ABC Aristanto (2017) dengan hasil
(Nasution dan Prasetyawan, 2008). penelitian berupa peningkatan efisiensi
Analisis ABC diperkenalkan oleh HF. dan efektifitas tata kelola dan tata letak
Dickie pada tahun 1950-an kemudian gudang barang jadi perusahaan
dikembangkan oleh Vilfredo Pareto. berdasarkan analisis ABC, Popularity,
Menggunakan prinsip Pareto, the critical serta product family.
fewand trivial many. Idenya untuk Pamungkas dan Handayani (2018)
menfokuskan pengendalian persediaan yang menghasilkan penelitian rancangan
kepada jenis persediaan yang bernilai tata letak bahan baku PT Sandang Asia
tinggi daripada yang bernilai rendah. Maju Abadi menggunakan penataan
Beberapa penelitian dalam similarity dan metode ABC Analysis
perancangan tata letak penyimpanan yang dapat mengurangi jarak
bahan baku dijadikan rujukan dalam perpindahan operator sampai 483 meter
penelitian ini antara lain : atau 35,11 %.
Widodo et al., (2013) dengan hasil William (2017) yang menggunakan
penelitian rancangan ulang tata letak metode Activity Relationship Chart
penyimpanan bahan baku berdasarkan (ARC) dan analisis kinerja produk
kriteria popularity dapat mengurangi berupa klasifikasi ABC menghasilkan

15
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

usulan rancangan tata letak gudang baru jadi di gudang PT Elken Global
yang lebih efektif untuk perusahaan yang Indonesia.
diobservasi. METODE
Berdasarkan uraian di atas maka Tempat, Waktu dan Objek Penelitian
penelitian ini mengambil judul “Usulan Tempat penelitian yaitu pada
Perancangan Tata Letak Penempatan gudang PT ELKEN GLOBAL
Barang Jadi di Warehouse Menggunakan INDONESIA yang berlokasi di Jakarta.
Metode ABC di PT Elken Global Waktu penelitian dilakukan pada bulan
Indonesia”. Januari - Maret 2020. Dalam penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini ini objek penelitiannya fokus pada tata
adalah melakukan penyusunan tata letak letak dan penempatan barang jadi di
gudang untuk penempatan barang jadi gudang PT Elken Global Indonesia.
pada PT Elken Global Indonesia dengan Tahapan penelitian dapat dilihat pada
metode ABC dan mengusulkan sistem Gambar 1.
penempatan dan pengambilan barang

Gambar 1. Tahapan Penelitian


Pengumpulan Data 1. Data Primer
Jenis data yang dibutuhkan dalam Data primer adalah data yang
penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh secara langsung melalui
dan data sekunder.

16
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

pengamatan langsung di lapangan, daftar yang mengontrol mayoritas total


yaitu : pengeluaran tahunan. Item yang
a. Data ukuran luas gudang. diklasifikasikan menjadi kelompok B
b. Data luas area/ruang penempatan adalah item dengan penilaian yang
barang jadi. cukup tinggi, dan item yang
c. Data dimensi item gudang. diklasifikasikan sebagai kelompok C
2. Data Sekunder ialah item yang berada di urutan
Data yang diperoleh dari pihak bawah pada daftar yang mengontrol
perusahaan, yaitu : porsi pengeluaran tahunan yang relatif
a. Data seluruh item gudang kecil.
b. Data jenis tempat penyimpanan Metode ABC analysis merupakan
barang jadi metode pengklasifikasian produk ke
c. Data ukuran rak dalam tiga kategori berdasarkan nilai
guna mereka (Liu et al. dan Gubala
Pengolahan Data dalam Pamungkas dan Handayani,
Pengolahan data dalam penelitian 2018). Penelitian ini menggunakan
mengacu pada tahapan penelitian yang metode ABC analysis karena pada
dilakukan oleh Pamungkas dan metode tersebut memperhatikan
Handayani (2018). Penelitian frekuensi penggunaan dari benang-
perancangan tata letak barang jadi di benang yang disimpan. Hal ini disebut
ware house dilakukan dengan juga dengan fast movers dan slow
menggunakan metoda ABC. movers (Tompkins et al. dalam
Selanjutnya dilakukan studi literatur Pamungkas dan Handayani, 2018).
yang berkaitan dengan metode ABC Langkah selanjutnya adalah dengan
dan tata letak pabrik. Pengumpulan melakukan pembuatan layout baru dari
data dilakukan dengan wawancara warehouse benang serta analisa dari
dengan pihak terkait seperti operator layout baru yang telah dibuat tersebut.
penjaga warehouse dan melakukan
melakukan pengamatan langsung. Analisis Pemecahan Masalah
Data yang dihasilkan dari Hasil dari pengolahan data
pengumpulan data adalah data dianalisis menggunakan metoda ABC
penjualan barang dari periode Maret – untuk mendapatkan penyebab masalah
Juni 2020. penempatan barang jadi yang tidak
Metode ABC digunakan dalam teratur sehingga gudang seperti tidak
pengolahan data untuk memadai dalam penyimpannnya.
mengklasifikasikan item produk yang Sehingga dari hasil penelitian ini akan
didasarkan pada aliran perpindahan menggambarkan layout sebelum dan
(moving) dan tingkat kepentingan sesudah perbaikan.
(popularity). Menurut Partovi dan
Anandarajan dalam Pamungkas dan HASIL DAN PEMBAHASAN
Handayani (2018) item logistik yang Klasifikasi ABC
diklasifikasikan menjadi kelompok A Usulan perbaikan perancangan
adalah item yang berjumlah sedikit tata letak barang jadi di gudang PT
yang berada di urutan teratas pada Elken Global Indonesia akan

17
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

dilakukan popularity. Prinsip dari 79,3% yang merupakan penjumlahan


popularity adalah produk nantinya dari : (51,001 + 10,169 + 5,502 +
akan diklasifikasikan dengan 4,430 + 3,214 + 2,765 + 2,232) % =
menggunakan metode ABC, dimana 79,3%. Kategori B menunjukkan
kategori A menunjukkan produk- produk-produk slow moving artinya
produk fast moving artinya bahwa produk jadi tersebut memiliki waktu
produk jadi tersebut memiliki waktu pergerakan/ penjualan dari 10% -
pergerakan/ penjualan yang paling 15%, dan kategori C menunjukkan
besar yaitu 75% - 80%. Dalam produk-produk very slow moving
penelitian ini, sebagai contoh artinya bahwa produk jadi tersebut
perhitungan terdapat 7 tipe produk memiliki waktu pergerakan/ penjualan
yang masuk kategori kelas A (no 1 – dari 5% - 10%.
7), dengan nilai persentase sebesar

Tabel 1. Klasifikasi ABC Produk Jadi

Jumlah Penjualan
No Kode Product Kelas % Kelas
Penjualan %
1 BEC0020D 40721 51,001
2 HDC60D 8119 10,169
3 HES0100D 4393 5,502
4 HIG0240TD 3537 4,430 A 79,3%
5 HES0500D 2566 3,214
6 FG008001 2208 2,765
7 FG008015 1782 2,232
Jumlah 79,3
8 HIG0060TD 1408 1,763
9 BOSC600D 1314 1,646 B 14,8%
10 HLXTY35ID 1305 1,634
11 HLV0020BD 1095 1,371
12 HBEY40ID 971 1,216
13 HED130D 936 1,172
14 HED30D 915 1,146
15 HLZ03D 830 1,040 B
16 HCM030D 747 0,936
17 HBEB30D 728 0,912
18 FG005008 548 0,686
19 HES1200D 499 0,625
20 HES3000D 496 0,621
Jumlah 14,8
21 HLXT35D 490 0,614 C 5,9%
22 FT003009 468 0,586
23 FG005009 437 0,547
24 FG006004 336 0,421
25 HBEY20ID 313 0,392

18
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

26 FG006005 298 0,373


27 LICBLID 290 0,363
28 FG007002 251 0,314
29 LICGRID 229 0,287
30 TSB04 130 0,163
31 TARG10D 108 0,135
32 FG007001 98 0,123
33 LLECPSID 85 0,106
34 CAARM1ID 74 0,093
35 CAARC1ID 73 0,091
36 CAARD1ID 64 0,080
37 LLECPMID 58 0,073
38 CSC17 55 0,069
39 FG009002 55 0,069
40 ENDP51 48 0,060
41 EL003002 45 0,056
42 LLECPLID 37 0,046
43 EL009016 37 0,046
44 EL003015 36 0,045
45 ENBPK1 35 0,044
46 AC008003 33 0,041
47 FT005023 31 0,039
48 CSC23ID 30 0,038
49 FT005001 30 0,038
50 FG005004 28 0,035
51 EL001002 24 0,030
52 AC008005 21 0,026
53 CEEC1ID 20 0,025
54 LLECPXLID 20 0,025
55 FT005183 20 0,025
56 CDHC1D 18 0,023
57 AC001003 18 0,023
58 CEECR1ID 17 0,021
59 CEEE1ID 17 0,021
60 CEET1ID 17 0,021
61 EL007002 16 0,020
62 AC006002 14 0,018
63 LLECP2XLID 13 0,016
64 EL009026 13 0,016
65 LLECP3XLID 12 0,015
66 EL009023 10 0,013
67 EL004024 9 0,011
68 EL008010 9 0,011
69 ENBPK2 9 0,011
70 CDHM1D 8 0,010
71 ZECRBRECDO 8 0,010
72 LCSOLID 7 0,009

19
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

73 EL009018 7 0,009
74 99NT01 6 0,008
75 LCHL76 6 0,008
76 CDHF1D 5 0,006
77 LAS75 5 0,006
78 LCHBC75 5 0,006
79 CA010061 5 0,006
80 EL004027 5 0,006
81 EL007020 4 0,005
82 LCHL82 3 0,004
83 LCHS76 3 0,004
84 LCHW76 3 0,004
85 FT003038 3 0,004
86 LAS70 2 0,003
87 LCHBD80 2 0,003
88 LCHS82 2 0,003
89 LCSOMID 2 0,003
90 LCSOXLID 2 0,003
91 LLECP5XLID 2 0,003
92 EL001008 2 0,003
93 EL004016 2 0,003
94 99EM03 1 0,001
95 99EM06 1 0,001
96 CDHCR1D 1 0,001
97 LAS85 1 0,001
98 LCHBC70 1 0,001
99 LCHBC85 1 0,001
100 LCHBC90 1 0,001
101 LCHBD75 1 0,001
102 LCHBD85 1 0,001
103 LCHBE75 1 0,001
104 LCHBE85 1 0,001
105 LCHS90 1 0,001
106 LCHW82 1 0,001
107 LCHW90 1 0,001
108 LXBBC85 1 0,001
109 LXBS76 1 0,001
110 LXBS90 1 0,001
111 CA005013 1 0,001
112 CA008007 1 0,001
113 EL004025 1 0,001
114 EL004028 1 0,001
115 EL004039 1 0,001
116 EL006030 1 0,001
117 EL009001 1 0,001
118 EL011027 1 0,001
119 FT003004 1 0,001

20
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

120 SL001186 1 0,001


121 SL001188 1 0,001
Jumlah 5,8

Tabel 2. Presentasi Produk Jadi

Jumlah Produk
No Jenis Kelas %
Jadi
7
1 Kelas A 7 𝑥100% = 5,8%
121
13
2 Kelas B 13 𝑥100% = 10,7%
121
101
3 Kelas C 101 𝑥100% = 83,5%
121
Jumlah 121 100%

Berdasarkan hasil dari menyebabkan lamanya waktu


perhitungan menggunakan analisis pencarian, pengepakan dan penempatan
ABC, berdasarkan data penjualan dapat kembali barang di gudang.
diidentifikasikan sebagai berikut Metode ABC ini diklasifikasikan
1. Kelas A memiliki nilai sebesar menjadi tiga kelas yaitu kelas A
79,3% dari total penjualan yang termasuk item fast moving, kelas B dan
mempresentasikan 5,8% produk C termasuk item slow moving.
jadi dari keseluruhan produk jadi. Berdasarkan hasil pengolahan data
2. Kelas B memiliki nilai sebesar dengan menggunakan metode ABC
14,8% dari total penjualan maka didapatkan untuk kelas A
mempresentasikan 10,7% produk sebanyak 7 item dan memiliki nilai
jadi dari keseluruhan produk jadi. sebesar 79,3% dari total penjualan yang
3. Kelas C memiliki nilai sebesar mempresentasikan 5,8% produk jadi
5,9% dari total penjualan yang dari keseluruhan produk jadi. Untuk
mempresentasikan 83,5% produk kelas B sebanyak 13 item dan memiliki
jadi dari keseluruhan produk jadi nilai sebesar 14,8% dari total penjualan
hasil. yang mempresentasikan 10,7% produk
jadi dari keseluruhan produk jadi,
Analisis Klasifikasi Penempatan sedangkan kelas C sebanyak 101 item
Barang Berdasarkan Kelas dan memiliki nilai sebesar 5,9% dari
Pada kondisi awal, penempatan total penjualan yang mempresentasikan
barang berdasarkan area yang kosong 83,5% produk dari keseluruhan produk
sehingga belum ada klasifikasi jadi.
penempatan barangnya. Ada beberapa
kendala yang dihadapi seperti tidak Analisis Usulan Perubahan Layout
teraturnya penempatan barang, tidak Layout awal yang merupakan
efisien/ efektif dalam pencarian barang, layout sebelum diterapkannya
dan area gudang terlihat penuh/ tidak pengklasifikasian barang berdasarkan
capable menampung barang sehingga metode ABC di gudang PT Elken

21
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

Global Indonesia menggunakan prinsip pada Gambar 3 tersebut, penyusunan


similarity dalam penyusunan layout barang jadi yang ada di dalam gudang
penyimpanan. Prinsip similarity yang telah mengikuti aturan analisis ABC.
dimaksud disini adalah penyimpanan Gambar 3 adalah gambaran layout
item dengan mengacu pada merk dan gudang barang jadi tampak atas. Di
item yang sejenis. Penyimpanan jenis dalam gambar layout usulan di atas
ini dilakukan demi memudahkan penempatan barang jadi telah
operator dalam melakukan disesuaikan dengan kelasnya masing-
penyimpanan saja, namun dalam masing. Kotak berwarna kuning dalam
melakukan pencarian operator akan gambar 3 melambangkan kelas A
membutuhkan jarak dan waktu (kategori fast moving) diletakkan di
pencarian yang lebih lama. Gambar 2 dekat pintu keluar masuk dari operator,
menunjukkan gambaran dari layout sedangkan warna hijau melambangkan
gudang yang ada saat ini di PT Elken kelas B (kategori slow moving) yang
Global Indonesia. diletakkan diantara kelas A dan kelas
Selanjutnya mempertimbangkan C, dan warna abu-abu melambangkan
hasil pengolahan data dengan metode kelas C (kategori very slow moving)
ABC, dibuatlah rancangan perbaikan yang diletakkan pada bagian paling
layout seperti ditunjukkan pada jauh dari pintu keluar masuk operator.
Gambar 3. Pada layout yang telah
diusulkan seperti yang dapat dilihat

Gambar 2. Layout Gudang Sebelum Dilakukan Usulan Perbaikan

22
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

'

14

19
16

18

Gambar 3. Usulan Layout Gudang


Keterangan :
: Produk kelas A
: Produk kelas B
: Produk kelas C
b = Waktu pencarian produk pada layout
Analisis Hasil Dari Perubahan Layout baru
Hasil analisis setelah perbaikan Sebagai contoh perhitungan untuk
layout penempatan barang sebagai pencarian produk yang ke-1:
berikut : 205−197
𝑥100% = 3,90. Hasil
205
Dari Sisi Pencarian Produk
perhitungan efisiensi selengkapnya
Hasil perbaikan perubahan layout
ditunjukkan pada Tabel 3 berikut ini.
berdasarkan hasil pengukuran waktu
Berdasarkan hasil perubahan layout
menggunakan stop watch lamanya waktu
untuk lamanya waktu pencarian produk
penempatan barang didapatkan nilai
terdapat penurunan tingkat efisiensi rata-
efisiensi pencarian produk dengan rumus
𝑎−𝑏
rata sebesar 4% dengan standar deviasi
: 𝑥 100% dimana : sebesar 0,625%. Hal ini menunjukkan
𝑎
a = Waktu pencarian produk pada layout terdapat perbaikan dengan adanya
lama penerapan metode ABC pada
penempatan barang di Gudang.
\

23
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

Tabel 3. Waktu dan Nilai Efisiensi Pencarian Produk

Hasil pengukuran waktu pencarian produk


No % Efisiensi
Layout Lama (detik) Layout Baru (detik)
1 205 197 3.90
2 223 214 4.03
3 198 188 5.05
4 183 175 4.37
5 206 199 3.39
6 201 194 3.48
7 194 188 3.09
8 212 204 3.77
9 196 188 4.08
10 181 174 3.86
11 206 197 4.36
12 199 193 3.02
13 196 189 3.57
14 198 189 4.54
15 194 186 4.12
16 208 199 4.32
17 193 183 5.18
18 203 197 2.95
19 189 181 4.23
20 194 185 4.63
Rata-rata 4.00
Standar Deviasi 0.625

Dari Sisi Pengepakan Dari Sisi Penempatan


Hasil yang dilakukan dalam Nilai efisiensi dari lamanya
perubahan proses pengepakan waktu penempatan produk setelah
didapatkan nilai efisien pencarian produk dilakukan perubahan layout
seperti pada Tabel 4 berikut ini. didapatkan nilai efisiensinya seperti
Berdasarkan hasil perubahan layout pada Tabel 5 berikut ini. Berdasarkan
untuk lamanya waktu pengepakan hasil perubahan layout untuk lamanya
produk terdapat penurunan tingkat penempatan produk terdapat
efisiensi rata-rata sebesar 2.01% penurunan tingkat efisiensi rata-rata
dengan standar deviasi sebesar 1,05%. sebesar 7.06 % dengan standar deviasi
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat sebesar 1,17%. Hal ini menunjukkan
perbaikan dengan adanya penerapan ada perbaikan dengan adanya
metode ABC pada penempatan barang penerapan metode ABC pada
di Gudang. penempatan barang di gudang.

24
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

Tabel 4. Waktu dan Nilai Efisiensi Pengepakan Produk

Hasil pengukuran waktu pengepakan produk


No % Efisiensi
Layout Lama (detik) Layout Lama (detik)
1 85 84 1.18
2 98 96 2.04
3 83 80 3.61
4 78 77 1.28
5 81 78 3.70
6 76 75 1.32
7 94 92 2.13
8 78 76 2.56
9 91 87 4.40
10 96 95 1.04
11 82 80 2.44
12 84 83 1.19
13 95 93 2.11
14 95 93 2.11
15 85 84 1.18
16 85 85 0.00
17 84 82 2.38
18 97 96 1.03
19 91 89 2.20
20 89 87 2.25
Rata-rata 2.01
Standar Deviasi 1.05

Tabel 5. Waktu dan Nilai Efisiensi Penempatan Produk


Hasil pengukuran waktu penempatan produk
No % Efisiensi
Layout Lama (detik) Layout Lama (detik)
1 127 119 6.30
2 130 121 6.92
3 122 112 8.20
4 131 123 6.11
5 118 108 8.47
6 117 110 5.98
7 139 129 7.19
8 133 123 7.52
9 131 119 9.16
10 124 116 6.45
11 130 120 7.69
12 141 132 6.38
13 126 119 5.56
14 134 123 8.21
15 132 123 6.82
16 125 117 6.40
17 130 118 9.23
18 114 107 6.14
19 134 124 7.46
20 121 115 4.96
Rata-rata 7.06
Standar Deviasi 1.17

25
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

KESIMPULAN Global Indonesia adalah sebagai


Kesimpulan berikut:
Kesimpulan dari hasil penelitian 1. Harus membudayakan konsistensi
usulan perancangan penempatan dalam penempatan barang jadi.
barang jadi yang telah dilakukan di agar memudahkan pengambilan
gudang PT Elken Global Indonesia untuk persiapan pengiriman.
adalah: 2. Penataan barang jadi di area
1. Hasil dari perubahan layout gudang harus memperhatikan
penyusunan tata letak penempatan metode 5S agar tertata rapi lokasi
barang jadi di gudang penempatan dan area gudangnya.
menghasilkan beberapa efisiensi 3. Mengadopsi metode 5S/ 5R untuk
yaitu : penempatan barang jadi.
a. Sisi pencarian sebesar 4.00 % 4. Dikomunikasikan dengan semua
b. Sisi pengepakan sebesar 2.01 personel gudang. agar
% implementasi metode ABC bisa
c. Sisi penempatan sebesar 7.06 berjalan dengan baik.
% 5. Penelitian selanjutnya agar
2. Usulan perancangan penempatan melihat luas area dan kapasitas
barang jadi diklasifikasikan gudang sehingga bisa terhitung
menjadi 3 kelas sesuai dengan kapasitas gudang dengan
metode ABC. Hal ini terlihat pada maksimal barang yang tersimpan
hasil analisis dengan metode di gudang.
ABC. dimana kelas A sebanyak 7
item dan memiliki nilai sebesar DAFTAR PUSTAKA
79.3% dari total penjualan yang Apple. J.M. (1990). Tata Letak Pabrik
mempresentasikan 5.8% produk dan Pemindahan Bahan. Terjemahan
jadi dari keseluruhan produk jadi. dari : Plant layout and material
Untuk kelas B sebanyak 13 item handling. Diterjemahkan oleh:
dan memiliki nilai sebesar 14.8% Nurhayati. Mardiono. Penerbit ITB.
dari total penjualan yang Bandung.
mempresentasikan 10.7% produk Aristanto I.G.. (2017). Perancangan Tata
jadi dari keseluruhan produk jadi. Letak Gudang Pada Ud Diamond Jaya
Sedangkan kelas C sebanyak 101 Di Surabaya. Jurnal Calyptra. Jurnal
item dan memiliki nilai sebesar Ilmiah Mahasiswa Universitas
5.9% dari total penjualan yang Surabaya (Maret) Vol. 6 No. 2 (2017)
mempresentasikan 83.5% produk : 921-939.
jadi dari keseluruhan produk jadi Basuki. M.H. (2016). Implementasi
hasil. Penempatan dan Penyusunan Barang
di Gudang Finished Goods
Menggunakan Metode Class Based
Saran Storage. Industrial Engineering
Saran yang diberikan untuk Journal Vol.5 No.2 (2016) : 11-16.
perbaikan dan pengembangan
selanjutnya pada gudang PT Elken

26
Rukmayadi & Dulkarim, 2022 IONTech Vol. 03(01) : 13-27 (Februari 2022)

Gwyne. R. (2011). Warehouse Bioli Lestari Surabaya. Jurnal


Management : A Complete Guide To Calyptra. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Improving Efficiency And Minimizing Universitas Surabaya Vol.6 No.2
Costs In The Modern Warehouse. (2017) : 910-920.
United Kingdom : Kogan Page
Heizer. J. dan Render; B. (1999).
Operations Management; 5th
Edition. Prentice Hall.. Inc.. New
Jersey.
Nasution. A. H. dan Prasetyawan. Y.
(2008). Perencanaan dan
Pengendalian Produksi. Penerbit
Graha Ilmu. Yogyakarta.
Pamungkas. D.S. dan Handayani. N.U.
(2018). Usulan Perbaikan Tata Letak
Penempatan Bahan Baku di Gudang
Menggunakan Metode ABC Analysis
pada PT Sandang Asia Maju Abadi
Semarang. Industrial Engineering
Online Journal. Jurnal Industrial
Engineering Department Faculty of
Engineering Diponegoro
University. Vol 7. No 2 (2018).
Purnomo. H. (2004). Perencanaan dan
Perancangan Fasilitas. Penerbit
Graha Ilmu. Yogyakarta.
Rahmadhika. A.E. dan Handayani. N.U.
(2017). Perbaikan Tata Letak
Penempatan Barang di Warehouse
Benang Menggunakan Metode ABC
Analysis pada PT Apparel One
Indonesia Semarang. Industrial
Engineering Online Journal. Jurnal
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik Universitas
Diponegoro. Vol 6. No 1 (2017).
Widodo. L.; Erni. N. dan Nuranisa. R.S.
(2013). Usulan Perbaikan Rancangan
Tata Letak Penyimpana n Bahan Baku
Berdasarkan Kriteria Pemakaian
Bahan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri
Sains dan Teknologi. Vol 2. No 2 (2013).
William. W. (2017). Perancangan Tata
Letak Gudang Produk Jadi Pada PT

27

Anda mungkin juga menyukai