100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
592 tayangan12 halaman

Pengaruh Lama Perendaman Kacang Hijau

Makalah ini membahas pengaruh lamanya perendaman biji kacang hijau terhadap pertumbuhan kecambah. Biji yang direndam lebih lama akan menghasilkan kecambah yang lebih cepat tumbuh karena mampu menyerap lebih banyak air untuk melunakkan kulit biji dan mendukung pertumbuhan. Namun, biji yang direndam lebih singkat akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Diunggah oleh

Andi Alya aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
592 tayangan12 halaman

Pengaruh Lama Perendaman Kacang Hijau

Makalah ini membahas pengaruh lamanya perendaman biji kacang hijau terhadap pertumbuhan kecambah. Biji yang direndam lebih lama akan menghasilkan kecambah yang lebih cepat tumbuh karena mampu menyerap lebih banyak air untuk melunakkan kulit biji dan mendukung pertumbuhan. Namun, biji yang direndam lebih singkat akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat.

Diunggah oleh

Andi Alya aprilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH HASIL 

PENELITIAN
TENTANG
PENGARUH LAMANYA PERENDAMAN PERKECAMBAHAN
BIJI KACANG HIJAU

KATA PENGANTAR 

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah [Link] makalah
ini kami membahas mengenai pengaruh lama perendaman biji kacang hijau terhadap
pertumbuhan perkecambahan biji kacang hijau. 

Makalah ini dibuat dengan melalui observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan mengerjakan makalah [Link] karena itu, kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini. 

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah [Link]
karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat
membangun [Link] konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 

Sidrap, September 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul.....................................................................................................
Kata Pengantar....................................................................................................
Daftar Isi..............................................................................................................
Isi.........................................................................................................................
Bab I : Pendahuluan............................................................................................
1.      Latar Belakang..............................................................................................
2.      Perumusan Masalah......................................................................................
3.      Batasan Masalah...........................................................................................
4.      Tujuan Penelitian..........................................................................................
5.      Manfaat Penelitian........................................................................................
Bab II : Tinjauan Pustaka....................................................................................
1.      Landasan Teori..............................................................................................
2.      Kerangka Teori..............................................................................................
3.      Hipotesis........................................................................................................
Bab III : Metode Penelitian.................................................................................
1.      Jenis Penelitian..............................................................................................
2.      Populasi dan Sampel.....................................................................................
3.      Lokasi dan Waktu Penelitian.........................................................................
4.      Variable.........................................................................................................
5.      Instrumen Penelitian......................................................................................
6.      Pengumpulan dan Teknik Pengolahan Data..................................................
7.      Metode Analisis Data.....................................................................................

Bab IV : Data dan Pembahasan...........................................................................

1.      Deskripsi.........................................................................................................
2.      Interpretasi Data.............................................................................................
3.      Uji Hipotesis...................................................................................................
4.      Pembahasan....................................................................................................
Kesimpulan dan Saran.........................................................................................
Daftar Pustaka......................................................................................................
Lampiran..............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
           Kacang hijau merupakan salah satu biji yang sering diolah sebagai bahan makanan,
seperti bubur dan diubah menjadi tauge yang dapat dicampurkan dengan berbagai jenis makanan
[Link] orang pasti tidak asing dengan namanya tauge karena merupakan salah satu
makanan khas [Link] atau taoge adalah tumbuhan (sporofit) muda yang baru
saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji.
            Tahap perkembangannya disebut perkecambahan dan merupakan satu tahap kritis dalam
kehidupan tumbuhan. Banyak orang yang tahu dengan tauge, namun tidak mengetahui cara
pengolahan yang benar dari biji kacang hijau untuk menghasilkan kecambah/tauge yang baik dan
dengan cara yang cepat. Untuk itu kami ingin melakukan penelitian dan memberitahukan bagi
pembaca mengenai cara memperoleh kecambah yang baik dengan cepat melalui proses dan
waktu yang paling baik dalam perendaman dari biji kacang hijau.

2. PERUMUSAN MASALAH
1)      Berapa lama waktu yang baik untuk memperoleh perkecambahan yang berkualitas melalui
proses perendaman?
2)      Mengapa biji yang direndam paling lama menghasilkan kecambah paling cepat?
3)      Mengapa biji yang direndam dengan waktu yang lebih singkat mengalami perlambatan
pertumbuhan kecambah?
3. BATASAN MASALAH
            Kami melakukan penelitian ini tentang pengaruh lamanya perendaman perkecambahan
pada biji kacang hijau (Phaseolus vulgaris).
4. TUJUAN PENELITIAN
A. Tujuan umum :
 Agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana memperoleh kecambah yang baik melalui
proses perendaman.                                                                                                                      

B. Tujuan khusus :                                                       


 Untuk menyelesaikan tugas biologi membuat proposal penelitian “Pengaruh Lamanya
Perendaman Perkecambahan Biji Kacang Hijau”
 Untuk memperoleh nilai praktek biologi   
           
5. MANFAAT PENELITIAN
 Untuk meningkatkan hasil produksi kacang hijau
 Untuk menambah ilmu dan pengetahuan
 Untuk mengetahui metode-metode pelaksanaan penanaman yang baik dalam merendam biji
kacang hijau.

                                                                                                                                                     
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   LANDASAN TEORI
            Perendaman biji kacang hijau sangat mempengaruhi cepat lambat pertumbuhan
kecambah pada kacang hijau, sebab air dapat mempengaruhi lapisan kulit dari biji kacang hijau
yang menyebabkan pertumbuhan akar menjadi lebih cepat dibandingkan dengan kacang hijau
yang tidak direndam sebelumnya.
            Kacang hijau yang direndam dalam waktu yang lebih lama menghasilkan kecambah yang
lebih cepat dibandingkan dengan kacang hijau yang direndam dalam waktu yang lebih singkat.
            Hal ini disebabkan oleh karena permulaan fase perkecambahan ini ditandai dengan
penghisapan air (imbibisi) kemudian terjadi pelunakan kulit biji sehingga terjadi hidratasi
protoplasma. Jadi jika memperoleh banyak air maka air diserap untuk pelunakan kulit biji
sehingga dapat menunjang proses pertumbuhan kecambah yang lebih cepat.

B.   KERANGKA TEORI
      Pada saat biji akan ditanam sebelumnya pasti biji sudah direndam terlebih dahulu. Ketika biji
direndam terjadi proses imbibisi yaitu proses penyerapan air ke dalam rongga jaringan melalui
pori-pori secara pasif, terutama karena daya serap senyawa polisakarida, seperti hemiselulosa,
pati, dan selulosa. Roses imbibisi terjadi melalui akar yang bekerja menyerap air tanah. Namun,
pada biji belum mempunyai akar sehingga biji perlu direndam agar sel-sel yang ada dalam biji
dapat aktif tumbuh.
            Fungsi air pada perkecambahan benih menurut Sumarno dan Widiyati (1985) :
1.      Air yang diserap oleh benih berguna untuk melunakkan kulit benih dan menyebabkan
pengembangan embrio dan endosperm, sehingga menyebabkan kulit benih menjadi pecah.
2.      Air pecim fasilitas untuk masuknya oksigen ke dalam benih . Dinding sel yang berimbibisi
bersifat permeabe1 sehingga gas dapat masuk ke dalam sel secara difusi .Pasokan oksigen
meningkat apabila kulit benihmenyerap air sehingga mengaktifkan pernafasan.
3.      Air berguna untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan fungsinya. Bila
protoplasma mengandung air maka sel-sel hidup akan melaksanakan proses-proses  kehidupan
termasuk pencernaan, asimilasi dan tumbuh.
4.      Air berguna sebagai alat transport larutan makanan dari endosperm atau koyilkedon ke titik
tumbuh pada poros embrio untuk membentuk protoplasma baru.

C.   HIPOTESIS
            Biji kacang hijau yang direndam lebih lama ( 8 jam)  mengalami pertumbuhan
perkecambahan lebih cepat dibandingkan dengan yang direndam lebih singkat (2 jam).

BAB III
METODE PENELITIAN
1.        JENIS PENELITIAN
Observasi melalui eksperimen
            Dalam penelitian ini kami menulis data berdasarkan pengamatan yang kami peroleh di
lapangan yang kami kumpulkan melalui hasil pengamatan kami terhadap perkecambahan biji
kacang hijau yang telah direndam sebelumnya dalam waktu tertentu.

2.     POPULASI DAN SAMPLE


      Populasi                   : Biji Kacang Hijau (Phaseolus vulgaris)
      Sample                    : 4 X 5 biji kacang hijau
      Cara pengumpulan  : memilih biji dengan ukuran sama dan sejenis.

3.     LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Tanggal Tempat
25- 29 Agustus 2014 Rumah Gaudensia D.A.R.
4.     VARIABEL
Variabel penelitian
         Variabel bebas adalah   : lama perendaman biji kacang hijau
         Variabel terikat adalah  : kecepatan perkecambahan biji kacang hijau          
         Variabel control             : Ukuran dan jumlah biji, medium tanaman (menggunakan kapas
kering 0.5 gram), intensitas cahaya, penyiraman (volume air 2.5 ml)
 Operasional variabel
  Operasional variabel bebas yaitu lama perendaman diukur dengan jam (waktu).
 Perangkat  I     : 2 jam
 Perangkat II    : 4  jam
 Perangkat III   : 6 jam
 Perangkat IV   : 8 jam

   Operasional variabel terikat yaitu pengamatan dengan selang waktu 1 hari dengan mengukur
tinggi setiap kecambah dengan mistar (cm).
  Operasional variabel control yaitu penyiraman setiap specimen pada jam enam pagi dan lima
sore, dan diletakkan dalam tempat dengan suhu dan intensitas cahaya yang sama. Dan diamati
setiap jam 15:00.
5.     INSTRUMEN PENELITIAN
  Alat     :
         Piring ceper untuk merendam 4
         Piring 4
         Mistar dengan skala centimeter
         Label
         Buku tulis
         Kapas
         Polpen
  Bahan  :
         20 butir biji kacang hijau yang sehat
         Air bersih

  Langkah- langkah kerja :


1.      Ambillah 20 kacang hijau dengan kondisi yang baik!
2.      Rendamlah biji kacang hijau dengan perlakuan sebagai berikut!
      Perangkat I      : 2 jam
      Perangkat II    : 4 jam
      Perangkat III   : 6 jam
      Perangkat IV   : 8 jam                                                                   
                                                                                           
3.      Masukkan biji kacang hijau ke dalam gelas aqua yang telah terisi kapas basa!
4.      Letakkan gelas di tempat yang sama/ tidak terpisah!
5.      Memperhatikan setiap pertumbuhan kecambah pada tiap perangkat setiap 1 hari!

6.  PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dan yang digunakan
penulis dalam penelitian ini adalah melalui pengukuran pada setiap biji kacang hijau pada
setiap specimen dengan menggunakan mister (cm).
  Biji direndam
  Biji ditanam
  Biji diukur
  Dicatat
2. Pengolahan Data

Tabel Pengukuran Tinggi Tanaman

Tinggi Tanaman (cm)


PERANGKAT I PERANGKAT II PERANGKAT III PERANGKAT IV
  Biji
Hari 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1 BT 0,3 0,1 BT BT 0, 0,3 0,4 BT 0,5 0,5 0,4 0, BT 0,7 0,7 0,4 0,4 0,1 0,3
4 3
2 0,5 1 1,2 1 0,9 1, 1,5 1,2 0,1 1 1,3 1 0, 0,5 1,5 1,5 1,3 0,7 1 0,8
3 8
3 1,2 1,5 2 1,8 1 1, 1,7 1,8 0,5 1,3 1,5 1,3 1, 0,9 2 2 1,9 1 1,5 1,3
7 4
4 1,8 2,2 2,1 2,4 M 1, 2 2,2 1 1,7 2 1,9 1, 1,3 3 2,5 2,3 1,5 2 1,8
9 7
5 2 2,5 2,3 2,8 M 2 2,2 2,5 1,3 2 2,8 2 2, 2 4 3 2,9 2 3,2 2,5
4
Ket. BT           = Belum Tumbuh
        M             = Mati
Tabel Pertumbuhan Rata-Rata

Tinggi Tanaman (cm)


Hari
Perangkat I Perangkat II Perangkat III Perangkat IV
1 0,4 1,6 1,9 2
2 4,6 5,1 5,1 5,3
3 7,5 7 7,1 7,7
4 8,5 8,8 9,9 10,1
5 9,6 10 13,2 13,6
Jumlah Rata-Rata 6,1 6,5 7,64 7,74

7. METODE ANALISIS DATA


            A. METODE ANALISIS

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
1.     DESKRIPSI
Lama perendaman
a.       Perangkat  I     : 2 jam
b.      Perangkat II    : 4  jam
c.       Perangkat III   : 6 jam
d.      Perangkat IV   : 8 jam

Tabel Pengukuran Tinggi Tanaman

Tinggi Tanaman (cm)


PERANGKAT I PERANGKAT II PERANGKAT III PERANGKAT IV
  Biji
Hari 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1 BT 0,3 0,1 BT BT 0,4 0,3 0,4 BT 0,5 0,5 0,4 0,3 BT 0,7 0,7 0,4 0,4 0,1 0,3

2 0,5 1 1,2 1 0,9 1,3 1,5 1,2 0,1 1 1,3 1 0,8 0,5 1,5 1,5 1,3 0,7 1 0,8

3 1,2 1,5 2 1,8 1 1,7 1,7 1,8 0,5 1,3 1,5 1,3 1,4 0,9 2 2 1,9 1 1,5 1,3

4 1,8 2,2 2,1 2,4 M 1,9 2 2,2 1 1,7 2 1,9 1,7 1,3 3 2,5 2,3 1,5 2 1,8

5 2 2,5 2,3 2,8 M 2 2,2 2,5 1,3 2 2,8 2 2,4 2 4 3 2,9 2 3,2 2,5

                                                       Ket.  BT          = Belum Tumbuh


                                                                M            = Mati
Tabel Pertumbuhan Rata-Rata

Tinggi Tanaman (cm)


Hari
Perangkat I Perangkat II Perangkat III Perangkat IV
1 0,4 1,6 1,9 2
2 4,6 5,1 5,1 5,3
3 7,5 7 7,1 7,7
4 8,5 8,8 9,9 10,1
5 9,6 10 13,2 13,6
Jumlah Rata-Rata 6,1 6,5 7,64 7,74

2.     INTERPRETASI DATA
Dari table diatas, lama perendaman mempengaruhi kecepatan perkecambahan, jika biji
kacang hijau direndam lebih lama (8 jam) maka akan menghasilkan kecambah lebih cepat
dibandingkan yang hanya sebentar direndam (2jam).
Dari keempat  kelompok , kelompok IV paling baik dalam kecepatan berkecambah dan
bertumbuh nya tunas saat ditanam. Mungkin waktu perendaman tersebut di nilai paling efektif
sehingga di mungkinkan kandungan air yang di serap lebih banyak dari pada lainnya.
3       UJI HIPOTESIS
      Setelah dilakukan pengamatan, terbukti bahwa lama perendaman biji kacang hijau
mempengaruhi kecepatan perkecambahan biji. Yang mempengaruhinya adalah kadar air.
4.     PEMBAHASAN
Dari analisis data dapat diketahui bahwa semakin lama waktu perendaman biji kacang hijau
(Phaseolus vulgaris) dalam air maka waktu yang dibutuhkan untuk berkecambah semakin
singkat. Berdasarkan uji lanjut diketahui bahwa perlakuan perendaman biji kacang hijau dalam
air selama 8 jam menghasilkan rerata waktu perkecambahan yang paling sedikit namun tidak
berbeda nyata dengan perlakuan perendaman selama 6 jam.
Perendaman biji kacang hijau dalam air dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan biji
tersebut untuk berkecambah.
Pada hasil penelitian tersebut biji kacang hijau yang direndam pada air selama 8 jam
membutuhkan waktu perkecambahan yang paling sedikit dari yang lainnya karena waktu
perendaman tersebut dinilai paling efektif  sehingga dimungkinkan kandungan yang diserap
lebih banyak daripada lainnya.
Banyak faktor yang bias mempengaruhi kecepatan pertumbuhan diantaranya adalah
faktor  genetic (internal) dan faktor lingkungan (eksternal) yang terdiri dari
cahaya,            kelembapan, suhu, air dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak
dipengaruhi oleh faktor
cahaya dan hormon walaupun factor yang lain ikut mempengaruhi.
     Pengaruh yang ditimbulkan oleh lama perendaman terhadap tanaman kacang hijau dimulai
dengan membukanya kulit kacang hijau tersebut, kemudian akan tumbuh akar kecil yang
nantinya akan memanjang ke bawah untuk menyerap air dan tumbuh batang kecil yang nantinya
akan memanjang kearah atas untuk mendapatkan sinar matahari.

KESIMPULAN DAN SARAN


  Kesimpulan
                  Biji kacang hijau yang direndam dengan waktu yang lama lebih cepat menghasilkan
kecambah dibandingkan biji kacang hijau yang direndam dalam waktu yang lebih [Link]
karena kulit biji kacang hijau yang lama direndam lebih lunak sehingga lebih mudah
menghasilkan kecambah karena banyak menyerap air.

  Saran
                  Sebaiknya jika mau mempercepat pertumbuhan kecambah sebaiknya lakukan
perendaman terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai