APLIKASI
TEKNIK SIPIL
PERENCANAAN DENGAN SAP
Fakultas : FTI
Program studi : TEKNIK SIPIL
Tatap Muka
09
Kode Matakuliah : 32752Z6FA
Disusun oleh : Asri Winita, S.T., M.T.
Abstrak
Mata kuliah ini mempelajari berbagai aplikasi program computer di bidang teknik sipil,
yaitu program SAP 2000 (Structural Analysis Program) dan ETABS (Extended 3D
Analysis of Building Systems). Dengan menggunakan program tersebut, mahasiswa
belajar untuk memodelkan struktur berupa rangka batang, balok, kolom, portal 2D dan
portal 3D.
Capaian Pembelajaran
Setelah perkuliahan selesai, mahasiswa diharapkan :
1. Mampu merancang system struktur konstruksi bangunan dengan menggunakan
program computer
2. Mampu menganalisa hasil output program
3. Mampu membuat laporan hasil pemodelan
4. Mampu melakukan presentasi hasil pemodelan
BAB 9
Perencanaan dengan SAP2000
BEBAN PADA STRUKTUR
Beban adalah semua gaya yang menimbulkan tegangan dan regangan pada
struktur.
1. Berat Sendiri
Pada elemen frame, berat sendiri merupakan gaya yang terdistribusi merata
sepanjang frame tersebut. Berat sendiri arahnya selalu ke bawah (-Z).
Besarnya beban berat sendiri dihitung sebagai berat volume ( ) dikalikan
dengan volume frame-nya. Berat endiri ini dikalikan suatu faktor skala yang
ditentukan untuk seluruh struktur. Program SAP 2000 dapat menghitung berat
sendiri semua elemen yang kita gambar dengan cara : define – load patterns -
memberi nilai 1 pada self weight multiplier beban DEAD ( jika diberi nilai 0,
maka program tidak akan menghitung berat sendiri secara otomatis).
2. Beban Terpusat Pada Elemen
Beban terpusat pada elemen dapat dikerjakan di sepanjang elemen dengan
arah beban yang ditentukan menurut sistem koordinat global maupun lokal.
Program SAP 2000 memberikan dua cara dalam menentukan lokasi beban
yaitu:
a. Dengan jarak relative (0 < d < 1). Jarak relatif ini merupakan hasil pembagian
dari jarak beban dari joint i (ujung awal elemen) terhadap panjang elemen.
b. Dengan jarak absolute (0 < d < L). Jarak absolut ini merupakan jarak beban
dari joint i (ujung awal elemen). L adalah panjang elemen.
3. Beban Merata pada Elemen
Beban merata merupakan beban (gaya atau momen) yang bekerja secara
continue di suatu panjang elemen. Intensitas beban dapat berupa beban
merata persegi maupun beban merata trapezium.
Latihan
Klik perintah : new model – Pastikan satuan dalam m – grid only- Isi parameter
jumlah dan spasi serta acuan grid koordinat Cartesian sebagai berikut :
Tampilkan bidang x-z sebagai default software SAP 2000 untuk analisis dua dimensi.
Gambar elemen frame balok menggunakan perintah Draw Frame/Cable Object.
Berikan perletakan pada dua ujung balok, Klik joint pada ujung balok sebelah kiri >
menu Assign > Joint > Joint Restraint > Pilih perletakan sendi. Dengan cara yang sama
beri perletakan pada ujung kanan balok dengan perletakan roll.
Klik pada model balok yang sudah dibuat dan lakukan pembebanan pada struktur
dengan cara Klik menu Assign > Frame Loads > Distributed. Pastikan unit satuan dalam
kN-m.
Untuk mematikan opsi perhitungan otomatis berat sendiri struktur, klik menu Define
> Load Pattern > Ganti Self Wight Multiplier default beban DEAD menjadi 0.
Sebelum melakukan analisis struktur, klik menu Analyze > Set Analisis Option >
Lakukan analisis dalam 2 D Plane Frame. Kemudian lakukan analisis struktur, klik menu
Analyze > Run Analysis
Setelah analisis struktur selesai dikerjakan. Tampilkan reaksi perletakan dengan cara,
Menu Display > Show Forces/Stresses > Joints. Untuk menampilkan gaya dalam klik
menu Display > Show Forces/Stresses > Frame/Cables