0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Skrip

Dokumen ini membahas tentang penentuan kapasitas daya dukung pondasi dangkal berdasarkan data sondir di Kelurahan Kairagi Dua, Manado. Penelitian ini menganalisis data sondir dari 7 titik untuk menentukan beban maksimum yang dapat ditanggung pondasi bervariasi dimensi dan kedalaman.

Diunggah oleh

Richard Manaha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Skrip

Dokumen ini membahas tentang penentuan kapasitas daya dukung pondasi dangkal berdasarkan data sondir di Kelurahan Kairagi Dua, Manado. Penelitian ini menganalisis data sondir dari 7 titik untuk menentukan beban maksimum yang dapat ditanggung pondasi bervariasi dimensi dan kedalaman.

Diunggah oleh

Richard Manaha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal

TEKNIK SIPIL TERAPAN


[Link]
JTST, 2 (2), 2020, 47-61

Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan Data


Sondir di Kelurahan Kairagi Dua – Manado

Vicky Alexander Assa1 dan Helen Grace Mantiri2


Program Studi Diploma IV Teknik Konstruksi Jalan Jembatan, Jurusan Teknik Sipil,
Politeknik Negeri Manado1,2
E-mail korepondensi: [Link]@[Link]

Abstrak
Kapasitas daya dukung pondasi adalah kemampuan tanah dalam mendukung beban dari
struktur di atasnya yang dinyatakan dengan tahanan geser tanah untuk melawan penurunan
akibat beban. Analisa kapasitas daya dukung pondasi dilakukan dengan cara pendekatan untuk
mempermudah perhitungan, dapat dilakukan berdasarkan data laboratorium dan data
lapangan seperti data SPT, CPT/Sondir.
Penelitian bertujuan untuk a) menentukan kapasitas daya dukung pondasi dangkal
dengan data hasil pengujian sondir pada 7 titik di Kelurahan Kairagi Dua; b) menentukan
beban maksimum yang mampu dipikul oleh pondasi dengan variasi dimensi dan kedalaman
pondasi. Metode yang dilakukan adalah perhitungan untuk daya dukung pondasi dangkal
berdasarkan data Sondir, pada kedalaman 1,0 m; 1,5 m dan 2,0 m untuk mendapatkan beban
maksimum pondasi dangkal dengan variasi dimensi, yaitu 0,5 m x 0,5 m; 1,0 m x 1,0 m; 1,5 m x
1,5 m.
Hasil penelitian menunjukkan daya dukung tanah di kelurahan Kairagi Dua mempunyai
variasi perbedaan yang tidak terlalu signifikan, kecuali lokasi Sumompo yang mempunyai daya
dukung ijin cukup besar dan beban yang dapat dipikul untuk dimensi 50 cm x 50 cm kedalaman
1,0 m bervariasi 417 kg – 6750 kg; kedalaman 1,5 m bervariasi 417 kg – 5917 kg; kedalaman
2,0 m bervariasi 583 kg – 7833 kg; untuk dimensi 1,0 cm x 1,0 cm kedalaman 1,0 m bervariasi
1852 kg – 25741 kg; kedalaman 1,5 m bervariasi 2037 kg – 29444 kg; kedalaman 2,0 m
bervariasi 2037 kg – 42407 kg; dan untuk dimensi 1,5 cm x 1,5 cm kedalaman 1,0 m bervariasi
2636 kg – 44516 kg; kedalaman 1,5 m bervariasi 2607 kg – 51473 kg; kedalaman 2,0 m
bervariasi 2636 kg – 53275 kg.

Kata kunci: pondasi dangkal, kapasitas daya dukung, pengujian sondir

1 PENDAHULUAN

Struktur bangunan terdiri dari 2 bagian yaitu: struktur bagian atas dan struktur bagian
bawah. Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu struktur bangunan yang mempunyai
fungsi untuk menyalurkan beban yang bekerja dari struktur bagian atas ke lapisan tanah
pendukung.
Dalam perencanaan pondasi diperlukan data-data pendukung dari tanah dasar berupa
kondisi tanah dan jenis lapisan tanah. Data pendukung dapat diperoleh dengan penyelidikan
tanah di lapangan yang dilakukan dengan penyelidikan sondir dan penyelidikan bor.
47

Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843


Kapasitas daya dukung pondasi adalah kemampuan tanah dalam mendukung beban dari
struktur yang ada di atasnya, hal ini dinyatakan dengan tahanan geser tanah untuk melawan
penurunan akibat beban. Analisa kapasitas daya dukung pondasi dilakukan dengan cara
pendekatan untuk mempermudah perhitungan. Perhitungan daya dukung dapat dilakukan
berdasarkan data laboratorium, berupa teori Terzaghi, teori Meyerhoff dan teori lainnya, juga
dapat berdasarkan data lapangan seperti data SPT, CPT/Sondir.
Banyaknya permukiman warga di Kelurahan Kairagi Dua terlebih khusus bangunan
perumahan dengan konstruksi bangunan standar, dimana penentuan pondasi tidak melalui
penyelidikan tanah. Seiring dengan perkembangan disadari bahwa pembangunan bangunan
yang lebih dari dua lantai adalah wajib melakukan uji kapasitas daya dukung tanah dengan
menggunakan sondir untuk meminimalkan resiko kerusakan bangunan dan memastikan pondasi
bangunan mampu menahan beban yang ada. Pengujian dengan menggunakan alat sondir
merupakan salah satu metode yang sederhana, cepat dan ekonomis untuk menentukan kapasitas
daya dukung tanah
Penelitian ini bertujuan untuk a) menentukan kapasitas daya dukung pondasi dangkal
dengan data hasil pengujian sondir untuk 7 titik sondir di Kelurahan Kairagi Dua; b)
menentukan beban maksimum yang mampu dipikul oleh pondasi dengan variasi dimensi dan
kedalaman pondasi di Kelurahan Kairagi Dua.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi awal bagi masyarakat di
Kelurahan Kairagi Dua khususnya bagi para perencana, pelaksana bangunan dan instansi
pemerintah yang berwenang mengenai kapasitas daya dukung tanah dengan memberikan data
awal beban maksimum yang mampu dipikul oleh pondasi dangkal dengan variasi dimensi dan
kedalaman.

2 DASAR TEORI

Penyelidikan tanah adalah kegiatan untuk mengetahui daya dukung dan karateristik
tanah serta kondisi geologi, seperti mengetahui susunan lapisan tanah/sifat tanah, mengetahui
kekuatan lapisan tanah dalam rangka penyelidikan tanah dasar untuk keperluan pondasi
bangunan, jalan, kepadatan dan daya dukung tanah serta mengetahui sifat korosivitas tanah.
Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui jenis pondasi yang akan digunakan
untuk konstruksi bangunan, selain itu dari hasil penyelidikan tanah dapat ditentukan perlakuan
terhadap tanah agar daya dukung dapat mendukung konstruksi yang akan dibangun. Dari hasil
penyelidikan tanah ini akan dipilih alternatif /jenis, kedalaman serta dimensi pondasi yang
paling ekonomis tetapi masih aman.
Jadi penyelidikan tanah sangat penting dan mutlak dilakukan sebelum struktur itu mulai
dikerjakan. Dengan mengetahui kondisi daya dukung tanah kita bisa merencanakan suatu
struktur yang kokoh dan tahan gempa, yang pada akhirnya akan memberi rasa kenyamanan dan
keamanan bila berada di dalam rumah.
Penyelidikan tanah untuk memperoleh daya dukung yang dilakukan di lapangan
terdapat beberapa metode pengujian, yaitu Sondir (DCP), Uji Boring, Uji Penetrasi
Test (SPT) dan lain-lain.

48
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
2.1 Pengujian Sondir
Sondir atau Cone Penetrometer Test atau CPT adalah suatu uji dengan melakukan
penetrasi konus ke dalam tanah yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah tiap
kedalaman tertentu berdasarkan parameter-parameter perlawanan tanah terhadap ujung konus
dan hambatan akibat lekatan tanah dengan selubung konus (SNI 2827:2008).
Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik
tanah atau letak kedalaman tanah keras, yang nantinya dapat diperkirakan seberapa kuat tanah
tersebut menahan beban.
Data yang didapatkan berupa besaran gaya perlawanan dari tanah terhadap konus, serta
hambatan pelekat dari tanah yang dimaksud. Hambatan pelekat adalah perlawanan geser dari
tanah tersebut yang bekerja pada selubung bikonus alat sondir dalam gaya per satuan panjang.
Pembacaan manometer dilakukan setiap interval 20.00 cm, dimana nilai perlawanan konus telah
mencapai 250 kg/cm2 atau telah mencapai jumlah hambatan lekat 2.50 ton (kapasitas alat). Hasil
penyondiran disajikan dalam bentuk diagram sondir yang memperlihatkan hubungan antara
kedalaman sondir dibawah muka tanah dan besarnya nilai perlawanan/hambatan konus (qc) serta
jumlah hambatan pelekat (tf) (ASTM D3441; Sondakh (2018)).

2.2 Hambatan Konus (qc)


Hambatan ujung konus merupakan nilai utama yang akan diperoleh dari pengujian
sondir, besarnya nilai ini menunjukkan jenis tanah dan konsistensinya. Pada tanah berbutir kasar
hambatan konus jauh lebih besar dari tanah berbutir halus. Tanah lempung umumnya hambatan
konus lebih kecil akibat rendahnya kuat geser dan pengaruh tekanan air pori saat penetrasi.

2.3 Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan uji sondir


Pengertian dari konsep daya dukung batas dan bentuk kegagalan geser dari tanah di
bawah pondasi, dapat dijelaskan dengan bentuk telapak persegipanjang dengan panjang tak
terhingga dan lebar B, yang diletakkan di atas permukaan lapisan pasir yang padat atau tanah
keras seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Model pengujian daya dukung batas untuk pondasi dangkal

49
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Ketika beban merata q (beban per luas penampang) diberikan ke telapak tersebut, maka
akan terjadi penurunan. Jika beban merata ditambahkan, besar penurunan yang terjadi pada
telapak tersebut akan semakin bertambah. Ketika nilai q = qu dicapai (gambar 2), maka
kegagalan daya dukung pasti terjadi; pondasi mengalami penurunan yang sangat besar tanpa
adanya peningkatan lebih lanjut dari q. Tanah pada satu atau kedua sisi ujung pondasi dan
permukaan gelincir meluas ke permukaan tanah. Hubungan antara beban dan penurunan seperti
kurva pada gambar 2. Dimana qu adalah daya dukung tanah batas. (Das, 2010)

Gambar 2. Hubungan antara beban dan penurunan daya dukung batas untuk pondasi dangkal
Menurut Meyerhof (1956), menyarankan formulasi untuk menentukan tegangan ijin dari
qc agar tidak melebihi settlement ijin (25 mm). Rumus ini berdasarkan pada kurva Terzaghi dan
Peck. (Hardiyatmo, 1996)
a. Untuk pondasi setempat atau menerus dengan B ≤ 1,2 m

b. Untuk pondasi setempat atau menerus dengan B > 1,2 m

Dengan :
 adalah tahanan konus yang nilainya diambil dari nilai rata-rata interval B/2 di atas
alas pondasi sampai 1,1 B di bawah alas pondasi (Bowles, 1996).
 Rumus ini berdasarkan pendekatan bahwa N adalah ¼ dari nilai tahanan konus, tetapi
hubungan ini bervariasi untuk setiap tanah.
 Harga qa yang dihitung dari rumus di atas harus dikurangi setengahnya, jika pada pasir
yang air tanahnya (MAT) di atas zona pengaruh pondasi.

2.4 Penentuan Kapasitas Daya Dukung Ijin


Penentuan kapasitas dukung ijin selain diperhitungkan terhadap keruntuhan tanah, juga
harus diperhitungkan terhadap penurunan toleransi. Besarnya kapasitas dukung ijin (qa)
tergantung dari sifat-sifat teknis tanah (c dan ), kedalaman, dimensi pondasi, dan besarnya
penurunan yang ditoleransikan.

50
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Nilai faktor aman umumnya diperhitungkan terhadap ketelitian hasil uji tanah, kondisi
lokasi pembangunan, pengawasan saat pembangunan dan derajat ketidaktentuan dari persamaan
kapasitas dukung yang digunakan. Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung akibat
beban maksimum disarankan sama dengan 3. Faktor aman 3 adalah sangat hati-hati guna
menanggulangi ketidaktentuan variasi kondisi tanah dasar. Bila pembebanan berupa kombinasi
beban-beban permanen dan beban-beban sementara, faktor aman kurang dari 3 dapat digunakan
(Hardiyatmo 1996,2010)

2.5 Penelitian yang Relevan

a. Fadly Achmad (2012)


Fadly Achmad (2012) melakukan penelitian dengan topik Pemetaan Kapasitas Daya
Dukung Tanah Berdasarkan Data Sondir di Kota Gorontalo. Adapun maksud dan tujuan
penelitian tersebut, bahwa menganalisa kapasitas daya dukung tanah bersadarkan data sondir
untuk pondasi telapak dan pondasi tiang pancang di wilayah Kota Gorontalo dan memetakan
kapasitas daya dukung tanah di tiap kecamatan di Kota Gorontalo.
Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa kapasitas dukung pondasi pada kedalaman
≤1,0 m termasuk kategori tanah tidak kuat (kurang baik) untuk mendukung bangunan yang
direncanakan dengan beban cukup berat, karena diperoleh nilai qa < 1,2 kg/cm2. Untuk
kedalaman pondasi 2,0 m, hanya beberapa lokasi yang memiliki nilai qa ≥ 1,2 kg/cm2 yakni
Kelurahan Paguyaman, Kelurahan Pohe dan Kelurahan Ipilo, dan untuk kapasitas daya dukung
pondasi tiang pancang berkisar antara 39 – 222 ton dengan kedalaman bervariasi, sehingga hasil
ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pondasi tiang tetapi tetap harus
memperhitungkan penurunan.
Peta sebaran kapasitas daya dukung tanah memberikan informasi awal mengenai
kapasitas daya dukung pondasi sesuai beban kerja dan kedalaman pondasi rencana. Bagi
perencana, pelaksana maupun instansi teknis yang akan menggunakan data ini, namun demikian
harus tetap melakukan analisis terhadap penurunan.

b. Rena Misliniyati dan Makmun R. Razali (2014)


Rena Misliniyati dan Makmun R. Razali (2014) melakukan penelitian Pemetaan
Kapasitas Dukung Tanah Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu yang diterbitkan pada Jurnal
Inersia Volume 6 No. 2 Oktober 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas
dukung tanah pasir untuk jenis pondasi telapak dan pondasi tiang pancang berdasarkan data
sondir di kawasan Lempuing Kota Bengkulu dan memetakannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis daya dukung pondasi tiang pancang hanya
dilakukan berdasarkan data sondir titik 1, 5, dan 6. Hal ini disebabkan karena pada titik tersebut
diperoleh data sondir hingga kedalaman 10 meter sehingga dapat dilakukan analisis daya
dukung pondasi tiang pancang dengan dimensi panjang tiang 6 meter. Titik 2,3, dan 4, tidak
dapat dilakukan analisis daya dukung pondasi tiang pancang karena data sondir yang tersedia
hanya sampai kedalaman 6 meter saja. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas dukung
pondasi tiang pancang di lokasi penelitian pada kedalaman 6 meter berkisar antara 35 – 130 ton.
Hasil ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pondasi tiang pancang di Kelurahan
Lempuing dengan jenis tanah di lokasi ini adalah tanah pasir mengharuskan para perencanaan
untuk memperhitungkan besarnya penurunan. Pemetaan dapat memberikan informasi awal bagi

51
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
perencana maupun instansi teknis mengenai kapasitas dukung tanah lokasi studi sesuai dengan
beban bangunan dan jenis pondasi yang akan digunakan.
c. Fauzi, Lutfy Ahmad dan Ikhya (2016)
Fauzi, Lutfy Ahmad dan Ikhya (2016) melakukan penelitian dengan topik Analisis
Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal Tipe Menerus Pengaruh Kedalaman Tanah Keras
yang diterbitkan oleh Reca Racana – Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Jurusan Teknik
Sipil Itenas Volume 2 No. 2 Juni 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari
faktor muka air tanah, dimensi pondasi dangkal dan kedalaman tanah keras yang dapat
mempengaruhi kapasitas daya dukung pondasi dangkal.
Hasil analisis dengan pemodelan menggunakan program PLAXIS 2D AE didapat
bahwa kedalaman muka air tanah mempengaruhi nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal.
Kedalaman (Df) dan lebar (B) pondasi dangkal dapat mempengaruhi kapasitas daya dukung,
semakin besar nilai kedalaman dan lebarnya sejauh nilai kedalaman pondasi dangkal tidak lebih
besar dari lebarnya, maka akan memperbesar nilai kapasitas daya dukung. Kedalaman tanah
keras mempengaruhi nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal, semakin dekat jarak antara
dasar pondasi dangkal dengan tanah keras atau semakin dangkalnya kedalaman tanah keras
maka akan menaikan nilai kapasitas daya dukungnya.

3 METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap
penentuan lokasi penelitian, jenis data yang dipakai, tahap pengumpulan data, tahap perhitungan
dan analisa hasil.

3.1 Tahap penentuan lokasi penelitian.


Lokasi pengujian lapangan dengan alat Sondir pada Kelurahan Kairagi Dua terdapat
pada 7 (tujuh) titik sesuai dengan Gambar 3, yaitu di lokasi :
- S-1 di Sumompo
- S-2 di Perumahan Poligriya
- S-3 di Tower Pro XL
- S-4 di Grand Kawanua International City (GKIC)
- S-5 di Perumahn Tamansari Metropolitan
- S-6 di belakang Gereja Katolik St. Veronika
- S-7 di Manado Grand Palace (MGP)

52
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
S-2
S-1

S-3
S-4

S-5
S-6
S-7

Gambar 3. Penentuan lokasi titik sondir (7 titik) di kelurahan kairagi dua

3.2 Tahap Pengumpulan Data dan Jenis Data


Data yang diperoleh berupa data sekunder dari pengujian Sondir yang dilakukan oleh
Laboratorium Uji Tanah Politeknik Negeri Manado yang berada pada Kelurahan Kairagi Dua di
Kota Manado.

3.3 Tahap perhitungan dan analisa hasil


Selanjutnya dilakukan perhitungan daya dukung pondasi dangkal berdasarkan data
Sondir yang ada, pada kedalaman 1,0 m; 1,5 m dan 2,0 m untuk mendapatkan beban maksimum
pondasi dangkal dengan variasi dimensi yang sering digunakan saat pembangunan rumah
masyarakat umumnya, yaitu 0,5 m x 0,5 m; 1,0 m x 1,0 m; 1,5 m x 1,5 m.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil pengujian Sondir untuk 7 (tujuh) lokasi yang tersebar di kelurahan Kairagi Dua,
nilai pada kedalaman 1,0 m ; 1,5 m dan 2,0 m dapat dilihat pada tabel 1.

53
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Tabel 1. Hambatan Konus Rata-Rata Dari Hasil Uji Sondir
dari dimensi telapak (kg/cm2)
TITIK KEDALAMAN
NO
SONDIR (cm) 50cm x 50cm 100cm x 100cm 150cm x 150cm

100 81,00 77,22 98,53

1 S-1 150 71,00 88,33 113,93

200 94,00 127,22 117,92

100 18,60 20,33 21,92

2 S-2 150 21,80 24,11 24,46

200 27,80 27,22 26,25

100 13,40 15,22 15,58

3 S-3 150 17,83 17,44 17,46

200 20,00 20,00 20,83

100 5,00 5,56 5,83

4 S-4 150 5,00 6,11 5,77

200 7,00 6,11 5,83

100 29,20 29,56 29,08

5 S-5 150 31,20 32,22 30,62

200 33,80 31,89 30,83

100 11,40 12,56 13,92

6 S-6 150 15,20 16,44 17,00

200 19,20 19,78 20,33

100 21,80 18,33 18,25

7 S-7 150 17,80 17,44 18,54

200 14,40 16,89 18,08

Data sondir selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan kapasitas daya dukung pondasi dangkal
(telapak) dengan menggunakan persamaan (1) dan (2).
Hasil perhitungan besaran beban yang mampu dipikul pondasi dangkal dengan variasi dimensi
pada setiap lokasi titik sondir dapat dilihat pada Tabel 2 sampai Tabel 8 berikut :

54
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Tabel 2. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-1
Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 81,00 2,70 6750

50 x 50 150 71,00 2,37 5917

200 94,00 3,13 7833

100 77,22 2,57 25741

100 x 100 150 88,33 2,94 29444

200 127,22 4,24 42407

100 98,53 1,98 44516

150 x 150 150 113,93 2,29 51473

200 117,92 2,37 53275

Tabel 3. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-2


Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 18,60 0,62 1550

50 x 50 150 21,80 0,73 1817

200 27,80 0,93 2317

100 20,33 0,68 6778

100 x 100 150 24,11 0,80 8037

200 27,22 0,91 9074

100 21,92 0,44 9902

150 x 150 150 24,46 0,49 11052

200 26,25 0,53 11860

55
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Tabel 4. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-3
Dimensi Daya Dukung Beban
Kedalaman
Pondasi Ijin (qa) Ijin (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 13,40 0,45 1117

50 x 50 150 17,83 0,59 1486

200 20,00 0,67 1667

100 15,22 0,51 5074

100 x 100 150 17,44 0,58 5815

200 20,00 0,67 6667

100 15,58 0,31 7041

150 x 150 150 17,46 0,35 7889

200 20,83 0,42 9413

Tabel 5. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-4


Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 5,00 0,17 417

50 x 50 150 5,00 0,17 417

200 7,00 0,23 583

100 5,56 0,19 1852

100 x 100 150 6,11 0,20 2037

200 6,11 0,20 2037

100 5,83 0,12 2636

150 x 150 150 5,77 0,12 2607

200 5,83 0,12 2636

56
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Tabel 6. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-5
Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 29,20 0,97 2433

50 x 50 150 31,20 1,04 2600

200 33,80 1,13 2817

100 29,56 0,99 9852

100 x 100 150 32,22 1,07 10741

200 31,89 1,06 10630

100 29,08 0,58 13140

150 x 150 150 30,62 0,61 13832

200 30,83 0,62 13931

Tabel 7. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-6


Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 11,40 0,38 950

50 x 50 150 15,20 0,51 1267

200 19,20 0,64 1600

100 12,56 0,42 4185

100 x 100 150 16,44 0,55 5481

200 19,78 0,66 6593

100 13,92 0,28 6288

150 x 150 150 17,00 0,34 7681

200 20,33 0,41 9187

57
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Tabel 8. Daya Dukung Tanah Untuk Titik S-7
Dimensi Daya Dukung Ijin Beban Ijin
Kedalaman
Pondasi (qa) (Qa)
(cm) (kg/cm2)
(cm) (kg/cm2) (kg)

100 21,80 0,73 1817

50 x 50 150 17,80 0,59 1483

200 14,40 0,48 1200

100 18,33 0,61 6111

100 x 100 150 17,44 0,58 5815

200 16,89 0,56 5630

100 18,25 0,37 8245

150 x 150 150 18,54 0,37 8376

200 18,08 0,36 8170

Dari tabel daya dukung tanah di atas, selanjutnya digambarkan dalam bentuk grafik hubungan
antara beban ijin dan dimensi pondasi telapak untuk setiap tinjauan kedalaman.

Gambar 4. Grafik hubungan beban ijin terhadap dimensi telapak (Df = 1,0 m)

58
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
Gambar 5. Grafik hubungan beban ijin terhadap dimensi telapak (Df = 1,5 m)

Gambar 6. Grafik hubungan beban ijin terhadap dimensi telapak (Df = 2,0 m)

Dari Gambar 4 – 6 menunjukkan bahwa lokasi Sumompo mempunyai daya dukung tanah yang
paling besar dibandingkan dengan lokasi lainnya, sebagai contoh Gambar 4, untuk dimensi
pondasi telapak 1,0 m x 1,0 m yang ditempatkan pada kedalaman 1,0 m dapat memikul beban
59
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
sampai 25741 kg (25,7 ton), sedangkan lokasi seputaran Tamansari hanya memikul beban
sampai 9852 kg (9,8 ton).

5. KESIMPULAN

Hasil penelitian yang telah dikerjakan menunjukkan :


1. Daya dukung tanah di kelurahan Kairagi Dua mempunyai variasi perbedaan yang tidak
terlalu signifikan, kecuali pada lokasi Sumompo yang mempunyai daya dukung ijin yang
cukup besar dibandingkan dengan lokasi lainnya.
2. Beban yang dapat dipikul oleh masing – masing dimensi pondasi untuk setiap kedalaman
adalah sebagai berikut :
 50 cm x 50 cm kedalaman 1,0 m beban minimum = 417 kg, beban maksimum = 6750
kg; kedalaman 1,5 m beban minimum = 417 kg, beban maksimum = 5917 kg;
kedalaman 2,0 m beban minimum = 583 kg, beban maksimum = 7833 kg.
 1,0 cm x 1,0 cm kedalaman 1,0 m beban minimum = 1852 kg, beban maksimum =
25741 kg; kedalaman 1,5 m beban minimum = 2037 kg, beban maksimum = 29444 kg;
kedalaman 2,0 m beban minimum = 2037 kg, beban maksimum = 42407 kg.
 1,5 cm x 1,5 cm kedalaman 1,0 m beban minimum = 2636 kg, beban maksimum =
44516 kg; kedalaman 1,5 m beban minimum = 2607 kg, beban maksimum = 51473 kg;
kedalaman 2,0 m beban minimum = 2636 kg, beban maksimum = 53275 kg.

6. SARAN

Keakuratan data dapat diperoleh dengan memperbanyak lokasi tinjauan, sehingga daya dukung
tanah di Kelurahan Kairagi Dua bisa lebih detail. Proses tersebut dapat membantu pemetaan
daya dukung tanah untuk Kelurahan Kairagi Dua.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Achmad, F., (2012), Pemetaan Kapasitas Dukung Tanah berdasarkan Data Sondir
di Kota Gorontalo, Laporan Penelitian, Fakultas Teknik - Universitas Negeri
Gorontalo, Gorontalo.
[2] American Society for Testing and Materials (ASTM) D 3441 – 98, Standard Test
Method for Mechanical Cone Penetration Tests of Soil, ASTM International.
[3] Bahri, Samsul, (2016), Pemetaan Daya Dukung Tanah Untuk Pondasi Dangkal Di
Wilayah Pesisir Pantai Kota Bengkulu” Jurnal Inersia, Volume 8 No. 1 April
2016 pp 49 – 58.
[4] Bowles, J. E., (1996) Foundation Analysis and Design, 5th edition, The McGraw-
Hill Companies, Inc, USA.
[5] Chairullah, Banta, (2013), Analisa Daya Dukung Pondasi dengan Metoda SPT,
CPT dan Mayerhof pada Lokasi Rencana Konstruksi PLTU Nagan Raya Provinsi
Aceh”, Teras Jurnal, Vol. 3, No. 1, Maret 2013 pp 15 – 24.
60
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843
[6] Das, Braja M., (2010) Principles of Geotechnical Engineering, 7th edition,
Cengace Learning, Stamford, [Link], H.C., (1996), Teknik Pondasi 1,
PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
[7] Fauzi, Ahmad. L., Ikhya., (2016), Analisis Kapasitas Daya Dukung Pondasi
Dangkal Tipe Menerus Pengaruh Kedalaman Tanah Keras, Reka Racana Jurnal
Online Institut Teknologi Nasional, Vol. 2 No. 2 Juni 2016, pp 36 – 46.
[8] Hardiyatmo, H.C., (2010), Analisis dan Perancangan Pondasi 1, Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.
[9] Misliniyati, R., Razali M. R., (2014), Pemetaan Kapasitas Dukung Tanah
Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu, Jurnal Inersia, Volume 6 No. 2, Oktober
2014, pp 45 – 51.
[10] SNI 2827:2008, Cara Uji Penetrasi Lapangan dengan Alat Sondir, Jakarta, Badan
Standarisasi Nasional
[11] Sondakh, F., Assa, V., (2018) Modul Praktikum Laboratorium Uji Tanah, Modul,
Program Studi Diploma III, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Manado.

61
Copyright © 2020, JTST, e-ISSN 2714-7843

Anda mungkin juga menyukai