PROPOSAL
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA
OLEH :
NAMA : DESSI AN SALASIWA
NPM : 12113201200016
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU
2022
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................
KATA PENGANTAR .....................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................
DAFTAR TABEL...........................................................................................
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................
DAFTAR SINGKATAN ..................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
A. Latar Belakang .......................................................................................
B. Rumusan Masalah ..................................................................................
C. Tujuan Penelitian ..................................................................................
D. Manfaat Penelitian ................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan hal utama bagi manusia. Banyak orang yang sakit disebabkan oleh
pola hidup tidak sehat, salah satunya adalah merokok (Ellizabet, 2010). Rokok berbentuk
silinder dari kertas berukuran panjang 7 hingga 12 cm, dengan diameter 1 cm yang berisi
cacahan daun tembakau. Rokok dibakar pada salah satu ujung dan dihirup melalui mulut pada
ujung lainnya. Asap rokok mengandung 4000 bahan kimia yang menyebabkan kematian
(Karim, 2008). Rokok menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker, impotensi,
stroke, mengancam kehamilan, penyakit jantung, keriput dan merusak gigi (Satiti, 2009).
Berhenti merokok memerlukan dukungan dari lingkungan yang sehat (Satiti,2009). Mantan
perokok juga mengalami kegagalan sebelum akhirnya berhasil berhenti merokok. Merokok
merupakan masalah yang belum dapat terselesaikan sehingga saat ini. Merokok sudah
melanda berbagai kalangan masyarakat Indonesia, baik anak-anak sampai orang tua, laki-laki
maupun perempuan. Indonesia menduduki posisi ketiga dengan jumlah perokok terbesar
didunia setelah Dalam Survei Social Ekonomi Badan Pusat Statistik tahun 2001 dan 2004
menunjukkan berbagai peningkatan prevalensi. anak-anak usia 15-19 tahun yang merokok.
Tahun 2001 sebesar 12,7%., tahun 2004 meningkat menjadi 17,3%. Rokok telah menjadi
salah satu penyebab kematian terbesar di dunia,menurut WHO (2019), diduga hingga
menjelang tahun 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang pertahunnya,
dan 70% kematian. Berdasarkan bukti dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh WHO
diketahui bahwa angka prevalensi perokok di kalangan remaja (setaraf siswa sekolah lanjutan
dan menengah) dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan data terkini menunjukkan sudah
sampai pada tahap yang sangat memprihatinkan (Efendi, 2005). asap rokok mengandung
komponen gas dan partikel yang terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen
sianida, amoniak, dan senyawa hidrokarbon, serta partikel tar, nikotin, benzopiren, fenol dan
beberapa partikel lainnya yang terbukti mempengaruhi kesehatan. Siahpush et al(2006)
menyatakan telah dibuktikan bahwa pembakaran aerosol dari rokok mengandung komponen
kimia umum yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner, selain itu merokok juga
berakibat buruk bagi pembuluh darah ke otak. Menurut Phanucharas & Chalongsuk(2008)
merokok menimbulkan berbagai penyakit diantaranya penyakit Dari data WHO
menyebutkan, jumlah perokoknya 800 juta orang, hampir tiga kali lipat negara maju. Setiap
tahun ada 4 juta orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok dan tidak kurang dari 700
juta anak-anak terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif. Kalau tidak ada penanganan
memadai, maka di tahun 2030 akan ada 10 juta kematian akibat merokok dan sekitar 770 juta
anak yang menjadi perokok pasif dalam setahunnya (Aditama, 2003). Di Indonesia sendiri
masalah tentang rokok merupakan hal yang memprihatinkan Dari data tersebut juga
didapatkan fakta siswa yang pernah merokok mengaku awal pertama kali merokok adalah
mencoba-coba dan ingin tahu, sedangkan untuk pengetahuan mereka sendiri tentang bahaya
rokok terhadap kesehatan dari data awal dengan pertanyaan sederhana diketahui bahwa
pengetahuan mereka sebanyak 78,3% siswa dominan kurang dan hanya sekedar tahu. Rokok
menjadi simbol kedewasaan, identitas diri dan kebebasan membuat remaja semakin tidak bisa
lepas dari [Link] menjadi suatu kebutuhan sarana dalam menyikapi berbagai persoalan
yang [Link] kebutuhan terhadap nikotin semakin tinggi secara tidak sadar,
perilaku merokok sudah mencapai tingkat ketergantungan (Nolte& Harris, 2004).Faktor
lainnya dari penelitian yang dilakukan Saprudin dalam Aryani(2010) di Depok, Jawa Barat
adalah karena tidak pernah mendapatkan informasi tentang bahaya merokok. Kurangnya
informasi tentang bahaya rokok menyebabkan remaja mudah terpengaruh oleh godaan
merokok yang datang, dengan begitu ketika mereka berada di lingkungan sosial mereka,
seperti di sekolah atau dalam kelompok mereka, saat Dalam upaya prevensi, intervensi di
sekolah dalam wujud pendidikan kesehatan khususnya dalam informasi tentang bahaya rokok
dapat memotivasi remaja untuk menghentikan perilaku merokok.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas peneliti tertarik mengangkat judul apakah ada
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok Dengan Kejadian Merokok Pada
Siswa SMK?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum Diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok dengan
kejadian merokok pada siswa SMA?
2. Tujuan Khusus a. Diketahuinya tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada siswa
SMAN 8 Makassar. b. Diketahuinya kejadian merokok pada siswa SMAN 8 Makassar. c.
Diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok dengan kejadian merokok
pada siswa SMA?
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang
hubungan tingkat pengetahuan tentang bahaya rokok pada siswa SMA
2. Manfaat praktis
a. Bagi profesi keperawatan Sebagai bahan masukan bagi tenaga keperawatan khususnya
yang bekerja di instansi pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya rokok.
b. Bagi Peneliti selanjutnya Sebagai bahan referensi tambahan dan sumbangan pemikiran
perkembangan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan penelitian tentang tingkat
pengetahuan tentang bahaya rokok dengan kejadian merokok.
c. Bagi Institusi pendidikan Diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah kepustakaan dan
pengetahuan tentang bahaya rokok..