0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan6 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes Tipe II

Dokumen tersebut membahas latar belakang diabetes melitus sebagai masalah kesehatan besar yang prevalensinya terus meningkat. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi dan dokumentasi. Manfaatnya adalah untuk menambah pengetahuan asuhan keperawatan pasien diabetes serta memberikan acuan

Diunggah oleh

desi rianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan6 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes Tipe II

Dokumen tersebut membahas latar belakang diabetes melitus sebagai masalah kesehatan besar yang prevalensinya terus meningkat. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pasien diabetes melitus tipe 2 dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi dan dokumentasi. Manfaatnya adalah untuk menambah pengetahuan asuhan keperawatan pasien diabetes serta memberikan acuan

Diunggah oleh

desi rianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu masalah besar di bidang
kesehatan, ditandai dengan tingginya prevalensi DM yang telah mecapai 9%
di seluruh usia dewasa di dunia (WHO, 2014). Menurut Riskesdas 2013,
angka kejadian DM di Indonesia telah mengalami peningkatan dari 1,1%
pada tahun 2007 menjadi 2,4% pada tahun 2013 untuk semua populasi.
Tingginya angka kejadian tersebut berkontribusi sebagai penyebab kematian
ke-7 terbanyak di Indonesia. DM diartikan sebagai kelainan metabolik yang
mempunyai ciri khas hiperglikemia kronis, serta gangguan metabolisme
karbohidrat, protien, dan lemak yang disebabkan oleh tidak adekuatnya
jumlah sekresi (DM tipe I) maupun aksi dari hormon insulin (DM tipe 2)
(ADA, 2015).

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai


dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan
pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Smeltzer & Bare, 2015).
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai
dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi
insulin oleh sel beta langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan oleh
kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin (Sunaryati dalam Masriadi,
2016).

Diabetes merupakan salah satu dari berbagai penyakit yang mengancam


hidup banyak orang. Laporan statistik dari International Diabetes
Federation (IDF) mengatakan, ada sekitar 230 juta penderita diabetes di
dunia. Angka tersebut terus bertambah 3% atau sekitar 7 juta orang setiap
tahunnya. Jumlah penderita diabetes diperkirakan akan mencapai 350 juta
pada tahun 2025. Setengah dari angka tersebut berada di Asia terutama
India, China, Pakistan dan Indonesia. World Health Organization (WHO)
memprediksikan kenaikan jumlah penyandang diabetes di Indonesia dari 8,4
juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Jumlah
tersebut menempati urutan ke-4 terbesar di dunia setelah India (31,7 juta),
Cina (20,8) juta dan Amerika Serikat (17,7 juta) (Syafey dalam Masriadi,
2016).

Indonesia masuk ke dalam peringkat 6 angka kejadian Diabetes Mellitus


terbanyak di dunia. Didalam diabetes atlas 2000 (international diabetes
federation) tercantum perkiraan penduduk Indonesia di atas 20 tahun
sebesar 125 juta dan dengan asumsi prevalensi DM 4,5%, diperkirakan pada
tahun 2000 berjumlah 5,6 juta (Betteng et al, 2014).

Hasil riset kesehtan dasar pada tahun 2008, menunjukkan prevalensi DM di


Indonesia membesar sampai 57%. Tingginya prevalensi diabetes mellitus
tipe II disebabkan oleh faktor resiko yang tidak dapat berubah misalnya
jenis kelamin, umur, dan faktor genitik yang kedua adalah faktor resiko
yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok, konsumsi alkohol
(Fatimah, 2015).

Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Kalimatan Selatan, prevalensi penyakit


tidak menular pada tahun 2015 terdapat sebanyak 4629 kasus penyakit
Diabetes Mellitus. Dari data tersebut ditemukan bahwa Diabetes Mellitus
(DM) menempati urutan kedua dari sebelas penyakit terbanyak di kota
Banjarmasin pada tahun 2015.

Berdasarkan data dari Instalasi Rawat Inap RS Islam Banjarmasin pada


tahun 2017, penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan urutan
no 6 dari 10 penyakit terbanyak dengan jumlah 111 kasus.
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai
dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan
pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Smeltzer & Bare, 2015).
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai
dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi
insulin oleh sel beta langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan oleh
kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin (Sunaryati dalam Masriadi,
2016).

Penyakit Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degenaratif yang


terkait langsung dengan gaya hidup atau life style. Sekalipun ada faktor lain
diluar gaya hidup, namun dari berbagai hasil penelitian mengungkapkan
bahwa peningkatan kualitas gaya hidup dapat menurunkan risiko terjadinya
diabetes (Hotman Rumahorbo, 2014).

Berdasarkan dari fenomena di atas penulis tertarik untuk membahas lebih


lanjut mengenai Diabetes Mellitus Tipe II melalui Karya Ilmiah yang
berjudul “Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus pada Ny. Hj. M” secara
komperhensif meliputi biopsikososial dan spiritual guna mendeteksi dini
penyakit Diabetes Mellitus dan komplikasinya.

1.2 Tujuan Penulisan


1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk
mengetahui gambaran dari asuhan keperawatan terhadap pasien
dengan diagnosa medis Diabetes Mellitus dalam praktek nyata di
lapangan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi
pengkajian sampai pendokumentasian.
1.2.2 Tujuan Khusus
Tujuan khusus melaksanakan asuhan keperawatan melalui
biologis,psikologis, sosial, kultural dan spiritual adalah sebagai
berikut :
[Link] Melakukan pengkajian keperawatan pada pasien dengan
Diabetes Mellitus Tipe II di ruang Pavilliun Ibnu Sina RS
Islam Banjarmasin.
[Link] Menentukan diagnosa keperawtan yang muncul pada pasien
dengan Diabetes Mellitus Tipe II di ruang Pavilliun Ibnu
Sina RS Islam Banjarmasin.
[Link] Menentukan perencanaan keperawatan pada pasien dengan
Diabetes Mellitus Tipe II di ruang Pavilliun Ibnu Sina RS
Islam Banjarmasin.
[Link] Memberikan implementasi keperawatan yang sesuai dengan
rencana pada pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II di
ruang Pavilliun Ibnu Sina RS Islam Banjarmasin.
[Link] Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan pada pasien dengan
Diabetes Mellitus Tipe II di ruang Pavilliun Ibnu Sina RS
Islam Banjarmasin.
[Link] Membuat dokumentasi hasil asuhan keperawatan pada
pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe II di ruang Pavilliun
Ibnu Sina RS Islam Banjarmasin.

1.3 Manfaat Penulisan


1.3.1 Secara teoritis
Dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan
asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem endokrin
Diabetes Mellitus Tipe II.
1.3.2 Secara praktis
[Link] Pasien
Terpenuhinya kebutuhan biopsikososial spiritual pasien
dengan kasus Diabetes Mellitus dan pasien dapat mencapai
kemandirian secara optimal.
[Link] Perawat
Sebagai acuan dalam penerapan asuhan keperawatan secara
komperhensif agar dapat digunakan bagi kepentingan
rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan pada
pasien dengan kasus Diabetes Mellitus Tipe II.
[Link] Keluarga
Keluarga dapat ikut serta dan memberikan dukungan penuh
dalam pemulihan dan kebutuhan biopsikososial dan
spiritual pada pasien dengan kasus Diabetes Mellitus Tipe
II.
[Link] Instalansi pendidikan
Untuk tambahan referensi bagi instusi pendidikan dalam
asuhan keperawatan dengan kasus Diabetes Mellitus Tipe II
untuk pembelajaran di masa akan datang.

1.4 Metode Ilmiah Asuhan Keperawatan


Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode studi kasus dengan
mengunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian,
diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan
pendokumentasian. Studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan referensi
yang berhubungan dengan kasus yang diangkat sebagai judul, sedangkan
metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang.
1.5 Sistematika Penulisan
Laporan ini penulis susun dengan sistematika sebagai berikut bab 1 terdiri
dari Pendahuluan meliputi latar belakang, tujuan umum, tujuan khusus,
manfaat penulisan, metode ilmiah penulisan dan sistematika penulisan.
Sedangkan bab 2 terdiri dari Tinjauan Teoritis Diabetes Mellitus meliputi :
anatomi fisiologi, pengertian, etiologi, patofisiologi, pathway, manifestasi
klinis, penatalaksanaan medis, pemeriksaan diagnostik, dan komplikasi.
Bagian kedua tinjauan teoritis keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus
meliputi : pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan dan intervensi.
Sedangkan bab 3 hasil asuhan keperawatan terdiri dari analisa data,
diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan,
dan evaluasi. Sedangkan yang terakhir bab 4 kesimpulan dan saran meliputi
kesimpulan dan saran.

Anda mungkin juga menyukai